Anda di halaman 1dari 3

BAB IPENDAHULUAN1.

1 Latar Belakang
Tingginya mobilitas dan penyebaran penduduk ke seluruh
penjuru dunia, maka padakematian salah seorang anggota
keluarga ada kemungkinan perlunya dilakukan
penundaan penguburan atau kremasi untuk menunggu kerabat y
ang tinggal jauh di luar kota atau luarnegeri. Kematian yang
terjadi jauh dari tempat asalnya, terkadang perlu
dilakukan pengangkutan jenazah dari satu tempat ke tempat
lainnya.
1

Pengangkutan jenazah dari satu tempat ke tempat lain, haruslah


melalui beberapa proses administrasi yang sesuai dengan
aturan dari negara tempat jenazah berada dan tujuannegara.
Pengangkutan jenazah ini pun juga di atur melalui peraturan
atau undang-undangsehingga jenazah yang dikirim tetap
memiliki perlindungan selama proses perjalanannyamenuju
tujuannya.Pengangkutan jenazah antar negara juga mengalami
proses pengawasan dalam upayakesehatan untuk karantina
kesehatan hal ini sesuai dengan Kepmenkes
nomor424//Menkes/SK/IV/2007 tentang pedoman upaya
kesehatan dalam rangka karantinakesehatan. Tujuannya
memastikan kalau jenazah bebas dari penyakit menular yang
bisamembahayakan tempat tujuan jenazah
2

.
1.2 Batasan masalah
Referat ini membatasi pembahasan pada peraturan atau undangundang yang berkaitan dengan transportasi jenazah antar negara
dan mekanisme transportasi jenazah antarnegara

1.3.
Tujuan Penulisan1.3.1
Tujuan Umum
Tujuan umum dari referat ini adalah untuk mengetahui
aspek medikolegal transportasi jenazah antar negara.
1.3.2
Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari referat ini adalah :a.
Mengetahui peraturan atau undang-undang yang
berkaitan dengan transportasi jenazahantar negara b.
Mengetahui mekanisme transportasi jenazah antar negara
1.4
Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan referat ini adalah menambah
pengetahuan para dokter tentangaspek medikolegal
transportasi jenazah antar negara.
1.5
Metode Penulisan
Referat ini merupakan tulisan yang ditulis berdasarkan
studi kepustakaan yangmerujuk pada berbagai literatur

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Peraturan atau UndangUndang yang Berkaitan dengan Transportasi JenazahAntar
NegaraA. KEPMENKES NOMOR 424/MENKES/SK/IV/200
7
2

Tentang pedoman upaya kesehatan dalam rangka karantina


kesehatan1.
Prosedur pengawasan pengangkutan jenazah1.1
Pemberangkatan jenazaha. syarat teknis
jenazah harus disuntik dengan obat penahan busuk secukupnya
yang dinyatakandengan keterangan dokter.
jenazah harus dimasukkan kedalam peti yang terbuat dari loga
m (timah, seng,dan sebagainya).
alasnya ditutup dengan bahan yang menyerap umpamanya
serbuk gergaji/aranghalus yang tebalnya 5 cm.
peti logam ditutup rapat-rapat (air tight), lalu dimasukkan
dalam peti kayu yangtebalnya sekurang-kurangnya 3 cm,
sehingga peti tidak dapat bergerakdidalamnya. Peti kayu ini
dipaku dengan skrup dengan jarak sepanjang- panjangnya 20 cm
dan diperkuat dengan ban-ban logam. b. syarat administrasi
harus ada proses verbal yang sah dari pamong praja setempat
atau polisi tentang pemetian jenazah tersebut.
harus ada keterangan dokter yang menyatakan sebab kematian
orang itu bukankarena penyakit menular.