Anda di halaman 1dari 4

Mainan Anak Jadul: Kreatif dan Ramah Lingkungan

HL | 13 October 2011 | 18:15 Dibaca: 2931

Komentar: 42

11

Saya punya anak laki-laki menjelang usia dua tahun, yang mulai saat ini dan empat
atau lima tahun ke depan akan berkutat dengan dunia permainan. Saya tengah
berpikir untuk memperkenalkan permainan yang berbeda dari jenis permainan
buatan pabrik, mainan elektronik, mainan berbasis play-station, game station, dan
mainan-mainan yang ditawarkan konten gadget modern.

Saya ingin ia bermain dan belajar seperti ketika saya masih kanak-kanak, yakni
dolanan dengan bahan produk alam atau barang bekas yang sehat, dan dikerjakan
serta dinikmati sendiri atau berbareng dengan teman sepantaran. Intinya, mainan
yang DIY (Do-It-Yourself) dan ramah lingkungan.

Saya lalu melanglangbuana ke masa kecil hidup di kota kecamatan di kaki gunung
Arjuno, dekat Malang. Saya lanjutkan dengan sambaing Om Google untuk
menambah informasi dan foto. Inilah mainan-mainan anak yang ingin saya
tampilkan ulang. Saya yakin, jenis-jenis mainan ini pernah mewarnai kehidupan
Anda yang sepantaran atau lebih tua dari saya (umur saya saat ini lebih muda dua
tahun dari umur SEKSI (seket siji = 51).

KERETA KULIT JERUK BALI

Dulu, tiada akhir pekan tanpa kereta jeruk Bali. Kulit jeruk Bali yang mudah didapat
menimbulkan ide kreatif anak-anaj jadul. Kulit luar jeruk Bali segar yang keras dan
lapisan kulit dalam yang tebal dan kenyal, dipotong untuk membuat sepasang roda
(diameter 3 4 cm), panel utama (panjang sekitar 8 cm, lebar 3 cm, tergantung
luasnya kulit jeruk). As roda terbuat dari lidi. Sisa kulit jeruk bisa digunakan untuk
peneduh kereta, yang ditopang dengan empat potong jeruk lidi. Kemudian cari tali
untuk menghela kereta d ari depan, atau cari potongan ranting kecil untuk
mendorongnya dari belakang. Potongan-potongan kecil jeruk bali bisa dibentuk jadi
orang-orangan (pakai lidi juga sebagai tulangan). Orang-orangan boleh nangkring di
atas kereta kita. Mainan ini bisa bertahan 12 jam sebelum layu dan mengempis.

13184861362130347869
Kereta Jeruk Bali (foto : permainanlama.blogspot.com)

MAHKOTA, SELEMPANG DAN SABUK DAUN

Daun-daun berukuran besar (selebar telapak tangan dewasa) bisa disulap jadi
mahkota yang indah, selempang yang manis dan sabuk yang menawan. Caranya,
rangkai dedaunan dengan menggunakan lidi. Taruh daun lebih lebar di bagian dahi
untuk memberikan aksen kokoh. Selain mahkota, ciptakan pula selempang daun,
dengan cara menyambung sisi kanan kiri daun dengan lidi. Sabuk juga dibuat
dengan cara yang sama. Bila mahkota, selempang dan sabuk dikenakan
berbarengan, hasilnya adalah : busana kebesaran ksatria jaman dulu. Boleh pula
tangan kanan dilengkapi dengan pedang kebesaran terbuat dari batang daun
pisang.

13184861871764324533
Daun yang mudah didapat bisa hadirkan mainan fun (foto : ke2nai.blogspot.com)
SENAPAN BATANG DAUN PISANG

Bagaimana cara membuat senapan yang bisa menimbulkan bunyi plak-plak-plakplak seperti tembakan? Ternyata tidak sulit. Dapatkan tangkai daun pisang yang
besar dan kokoh. Kemudian buat irisan-irisan horizontal masing-masing sepanjang 3
cm. Untuk satu batang, Anda bisa buat 3 4 irisan. Lapisan yang sudah diiris
kemudian ditegakkan (lihat gambar). Sebelumnya, lipat tangkai batang ke belakang
menyerupai pegangan senapan. Kencangkan dengan lidi. Untuk membunyikan
senapan, pegang gagang senapan di tangan kiri, kemudian kibaskan tangan kanan
menutup semua lapisan yang tadi ditegakkan dengan cepat. Lapisan yang tertutup
karena kibsan tangan itulah yang menimbulkan bunyi plak-plak-plak.

13184862671864951677
Senapan batang daun pisang (foto : inyonge.com)
WAYANG JOGET KERTAS BEKAS

Punya kardus bekas? Jangan keburu dibuang. Anda bisa membuat wayang joget.
Caranya, rancang gambar kepala, tubuh, dua belah lengan, dua belah tangan, dua
belah paha, dua belah tungkai. Siapkan benang kasur. Kemudian gambar potong
sesuai bentuknya. Jangan lupa cari crayon untuk melukis bagian-bagian wajah, dan

baju di tubuh. Dapatkan batang bamboo piping sepanjang 80 cm selebar, 1 cm,


setipis, 0,5 cm. Kencangkan kepala dan tubuh pada batang bambu dengan benang
kasur. Kuatkan ujung atas masing-masing lengan (kanan dan kiri) pada bahu (kanan
dan kiri). Bagian lengan bawah dengan bagian tangan, dan seterusnya. Ikatan ini
menyerupai sendi-sendi manusia. Perhatikan, ikatan harus bisa memberi efek gerak
untuk masing-masing bagian yang diikatkan.

Terakhir, ikatkan tali pada ujung atas masing-masing lengan dan masing-masing
paha (di bagian belakang). Tali harus cukup panjang menjuntai ke bawah. Bila ke
empat tali ini ditarik bersama-sama, wayang Anda akan berjoget-joget. Putar
Alamat Palsu Ayu Ting Ting dan hibur balita Anda dengan wayang joget.

13184863271223713801
Wayang Joget terbuat dari kertas bekas (Foto : apakabarjogja.com)
BALAPAN RODA GULUNGAN BENANG

Bahan untuk membuat mainan ini sulit didapat. Tapi tak apalah, saya uraikan juga,
sekadar nostalgia. Dapatkan bekas gulungan benang terbuat dari kayu. Kemudian
tempelkan paku kecil di sisi kiri roda kayu. Selipkan karet gelang pada lubang roda.
Kaitkan ujung karet gelang di kiri pada paku kecil itu. Siapkan sekerat lilin atau
sabun batangan ( 1,5 x 1,5 cm. Lubangi tengahnya. Masukkan karet gelang pada
lubang sabun. Selipkan ujung lidi (panjang 7 cm) pada ujung karet, lalu putar lidi
sesuai arah jarum jam. Dengan putaran ini, karet akan mengencang dan
merapatkan lidi pada dinding kanan gulungan benang. Bila sudah kencang, letakkan
roda di lantai. Roda akan bergerak ke depan karena efek regangan karet. Untuk
mendapatkan power lebih besar, karet boleh didobel. Agar roda bisa menapak
jalan dengan lebih baik, boleh juga pinggiran permukaan roda diberi lekuk-lekuk
bergerigi. Dua, tiga atau empat set mainan roda ini bisa diadu cepat. Asyik luar
biasa.

13184864021122024724
Roda balap dari bekas gulungan benang (foto : ruangsemedi.blogspot.com)
Ke-lima mainan di atas memang sederhana. Tapi setidaknya mereka punya unsurunsur kreatif (karena aspek do-it-yourself, alias dikerjakan sendiri) dengan
bimbingan orang tua, ramah lingkungan karena menggunakan bahan alam dan
menganut aspek re-use (guna ulang barang bekas), mendidik, tidak boros energi

(tak perlu baterai, listrik), dan murah meriah. Lebih dari itu, permainan-permainan
ini saya percaya sebagai sarana mengembangkan kedekatan orangtua dan anak,
dan cara sehat untuk mengakualitaskan kemampuan sosial anak karena tersedia
ruang-ruang untuk berinteraksi ketika membuat dan menikmati permainannya
bersama rekan sepantaran. Jauh lebih berkualitas daripada sebagian besar mainan
anak berbasis computer games yang antisosial.