Anda di halaman 1dari 129

qwertyuiopasdfghjklzxcvb

nmqwertyuiopasdfghjklzxc
vbnmqwertyuiopasdfghjkl
ANTENA DAN PROPAGASI
zxcvbnmqwertyuiopasdfgh
jklzxcvbnmqwertyuiopasdf
ghjklzxcvbnmqwertyuiopa
sdfghjklzxcvbnmqwertyuio
pasdfghjklzxcvbnmqwerty
uiopasdfghjklzxcvbnmqwe
rtyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbn
mqwertyuiopasdfghjklzxcv
bnmqwertyuiopasdfghjklz
xcvbnmqwertyuiopasdfghj
klzxcvbnmqwertyuiopasdf
ghjklzxcvbnmqwertyuiopa
sdfghjklzxcvbnmqwertyuio
D3 TELEKOMUNIKASI B 2013

@puteek_

LIST KELAS 2 D3 TELEKOMUNIKASI B

M. Tamim Abidin

1203131031

Rizqi Fauzil Azhar

1203131046

Yuyun Sukamti

1203131032

Rahmadyan Pramita

1203131047

Evin Ambarwati

1203131033

Lina Aulia Yasyfa

1203131050

Lelly Fajaroturrohma

1203131034

Rifqi Andi Setiawan

1203131051

Zulmi Zakariyah

1203131035

Adya Pratiwi

1203131053

Reza Fakhri Ilmansyah

1203131036

Latifah Dwi Kusumaning


Mei

1203131038

Fikri Ilhamsyah
Yaswar
Rizky Ikhsmi
Baroroh
Zulham Akbar

1203131054
1203131056

Putri Ardiana Puspita Sari

1203131040

Aminda Putri Ekarani

1203131041

Nyawi Indra Watik

1203131058

Abdul Fatah

1203131043

Khoirotin Nisa

1203131059

Bustamir Arif

1203131045

Enggar Iswara

1203131060

Alfarabi

1203131057

DAFTAR ISI

Page 122

LIST KELAS 2 D3 TELEKOMUNIKASI

B
DAFTAR ISI

ANTENA DIPOLE

ANTENA MONOPOLE

12

ANTENA LOOP

17

ANTENA HELIX

21

ANTENA QUADRIFILAR HELIX

27

ANTENA YAGI UDA

37

ANTENA CROSS YAGI

43

ANTENA KALENG

46

ANTENA WAJAN BOLIC

49

ANTENA LOG PERIODIC

57

ANTENA BICONICAL

66

ANTENA HORN BIDANG H

72

ANTENA HORN BIDANG E

77

ANTENA HORN PYRAMIDAL

81

ANTENA HORN CONICAL

84

ANTENA RIDGED HORN

88

ANTENA PRIME FOCUS

95

Page 122

ANTENA CASSEGRAIN

100

ANTENA MICROSTRIP

107

ANTENA CO-LINIER

114

ANTENA CELAH

116

DAFTAR PUSTAKA

119

Page 122

ANTENA DIPOLE

Definisi
Pada Dasarnya Antena adalah sebatang logam yang berfungsi menerima
getaran listrik dari transmitter dan memancarkannya sebagai gelombang
radio.Antena

dapat

berfungsi

pula

sebaliknya

ialah

menampung

gelombang radio dan meneruskan gelombang listrik ke receiver.


Antena dipol adalah antena radio yang dapat dibuat dari kabel sederhana,
dengan pengisi berada di tengah elemen driven. Antena ini terdiri dari
dua buah logam konduktor atau kabel, berorientasi sejajar dan kolinier
dengan lainya (segaris dengan yang lainya), dengan sela kecil di
tengahnya. Antena dipole adalah sebuah antena yang dibuat dari kawat
tembaga dan dipotong sesuai ukuran agar beresonansi pada frekuensi
kerja yang diinginkan. Gain dari antena dipole adalah 2.14 dBi
Tegangan frekuensi radio diterapkan pada tengah-tengah di antara dua
konduktor. Antena ini adalah antena paling sederhana dan praktis dari
sudut pandang secara teoritis. Antena ini digunakan sebagai antena,
terutama antena "telinga kelinci", antena televisi tradisional, dan sebagai

elemen driven pada berbagai jenis antena, seperti pada antena Yagi.
Gambar 1. Contoh Antena Dipole
Prinsip Kerja
Antena dipole pada dasarnya balance. maka sebaiknya diumpan dalam
sebuah BALUN setelah sebelumnya signal radio melalui kabel coaxial dari

Page 122

transceiver. Mempunyai impedansi 50 Ohm 75 Ohm sehingga bisa di


feed langsung dengan kabel coax atau melaui BALUN . Antena dipole
selain beresonansi pada fundamental frekwensinya, antena juga akan
beresonansi pada kelipatan ganjil frekuensinya.
Jenis-Jenis Antena Dipole

Antena Biconical
Cylindrical Antenna
Bow Tie Antenna
Folded Dipole Antena
Short Dipole Antenna

Perancangan Antena Dipole


Rumus yang digunakan untuk menghitung total panjang antena dipole
= 300 / f
L = 0,5 x K x
dimana :
= panjang gelombang diudara
f = frekuensi kerja yang diinginkan
L = panjang total antena dipole
K = velocity factor yang diambil sebesar 0,95
Instalasi Antena
Dipole Untuk performance yang baik, sebaiknya dipasang Flat Top pada
ketinggian minimum . Jadi untuk band 80 meter, antena dipole
dipasang minimum setinggi 20 m. Arah pancaran antena dipole adalah
tegak lurus pada arah kawat antena dan sejajar dengan Ground . Untuk
memenuhi hal tersebut sangat sulit terutama pada Band 160 m karena
ketinggian antena bisa mencapai 40 m
Usahakan memasang antena Dipole setinggi

mungkin karena unjuk

kerjanya untuk DX akan jauh lebih baik karena sudut elevasinya lebih

Page 122

kecil.Ketinggian pada Antena Dipole lebih penting dibandingkan dengan


Orientasinya
Seringkali agar pancaran kita cukup besar diterima stasiun lawan bicara,
kita berusaha menaikkan power dengan tanpa memperhatikan faktorfaktor lain seperti yang tersebut di atas. Memang, usaha meperbesar
power secara teknis merupakan usaha yang paling mudah, akan tetapi hal
ini adalah usaha yang kurang efektif dan cenderung merupakan suatu
pemborosan.
Mengenai propagasi dan posisi pemancar ada faktor bandwidth pancaran
yang dapat dikatakan bahwa: makin sempit bandwidth, makin kuatlah
pancaran kita ini ada batasnya, mengingat faktor readibility. Sebatang
logam yang panjangnya Lambda (), akan beresonansi dengan baik bila
ada

gelombang

radio

yang

menyentuh

permukaannya.

Jadi bila pada ujung coax bagian inner disambung dengan logam
sepanjang dan outernya di ground, ia akan menjadi antena. Antena
semacam ini hanya mempunyai satu pole, dan disebut monopole (mono
artinya satu). Apabila outer dari coax tidak di-ground dan disambung
dengan seutas logam sepanjang lagi, maka menjadi antena dengan
dua pole dan disebut dipole (di artinya dua). Antena dipole bisa terdiri
dari satu kawat saja yang disebut single wire dipole, atau bisa juga
dengan dua kawat yang ujung-ujungnya dihubungkan dan dinamakan two
wire folded dipole, bisa juga terdiri atas 3 kawat yang ujung-ujungnya
disambung
Berbagai

(dinamakan
macam

cara

three

untuk

wire

memasang

folded
antena

dipole).

tergantung

dari

tersedianya space yang dapat digunakan untuk memasangnya. Antena


single wire dipole, dapat dipasang horizontal (sayap kiri dan kanan sejajar
dengan tanah), dapat pula dipasang dengan konfigurasi inverted V
(seperti huruf V terbalik), dengan konfigurasi V (seperti huruf V),
konfigurasi lazy V (ialah berentuk huruf V yang tidur), atau dapat juga
dengan konfigurasi sloper (miring).
Antena dipole dapat dipasang tanpa menggunakan balun, akan tetapi bila
feeder line menggunakan kabel coaxial sebaiknya dipasang balun 1:1

Page 122

karena, kabel coaxial itu unbalance sedangkan antenanya balance (agar


diperoleh

pola

radiasi

yang

baik).

Kadang antena belum tentu sesuai impendansinya. Oleh karenanya, harus


disesuaikan impendasinya. Cara mematchingkan antena yang baik ialah
dengan menggunakan alat khusus, yaitu: Dip Meter dan impendance
meter, atau dapat juga menggunakan SWR analyser. Apabila alat tersebut
tidak tersedia, matching dilakukan dengan menggunakan transceiver dan
SWR

meter.

Pertama-tama pasanglah antena dengan konfigurasi yang dikehendaki.


Pasanglah SWR meter diantara transceiver dengan transmission line
(coaxial cable). Selanjutnya, atur transceiver pada power yang paling
rendah, sekitar 5-10 Watt dengan mode AM atau CW. Tentukan frekeuensi
kerja yang dikehendaki, misalnya 3.850 MHz. Coba, transmit sambil
mengamati SWR meter, putarlah tombol pengatur frekuensi sedemikian
sehingga didapatkan Standing Wave Ratio (SWR) yang paling rendah.
Bila frekuensi tersebut lebih rendah dari 3.850 MHz, berarti sayap-sayap
dipole terlalu panjang, jadi harus diperpendek. Bila frekuensi terlalu tinggi
berarti
Untuk

sayap-sayap
memperpanjang

dipolenya
haruslah

terlalu

di-sambung,

pendek.

walaupun

ini

kurang

menyenangkan. Jadi pemotongan awal antena harus dilebihi dari panjang


theoritis, dan pada waktu dipasang, dilipat balik sehingga panjangnya
sama dengan panjang theoritis. Bila frekuensi match terlalu rendah,
perpendek

antena

10

Cm

pada

setiap

sayapnya.

Bila masih terlalu rendah, maka diperpendek lagi. Begitu seterusnya,


sehingga diperoleh SWR yang rendah, yaitu: kurang dari 1:1,5. Cara
memendekkan tidak dengan dipotong, tetapi dilipat balik dan menumpuk
rapat. Lipatan yang mencuat akan membentuk capasitance head dan
mempengaruhi

SWR.

Antena dipole dapat dioperasikan secara harmonic, kalau dipekerjakan


pada frekuensi kelipatan ganjil dari frekuensi kerja aslinya. Misalnya
antena untuk 7MHz dapat pula digunakan untuk bekerja pada 21MHz
(kelipatan 3). Tentu saja SWR-nya akan lebih tinggi daripada bila
digunakan

pada

frekuensi

aslinya.

Page 122

Penempatan antena disarankan agak jauh dari kawat telepon dan kawat
listrik untuk menghindari timbulnya telephone interference dan televisi
interference. Bentangan antena yang sejajar dengan kawat telepon atau
kawat

listrik

dengan

jarak

kurang

dari

lima

meter,

akan

dapat

menimbulkan gangguan pada pesawat telepon, televisi, dan perangkat


audio

lainnya.

Makin rendah letak antena, sayap-sayapnya cenderung makin pendek.


Untuk itu dalam pekerjaan matching, antena diletakkan pada ketinggian
yang sebenarnya. Begitu pula diameter kawat akan berpengaruh terhadap
panjangnya (atau makin besar diameter, makin pendek antenanya), hal
ini disebabkan karena kapasitansi antena terhadap bumi. Matching antena
pada saat tanah basah, misalnya sehabis turun hujan, sayap dipole
menjadi
Selain

lebih
itu,

dalam

pemasangan

pendek.
antena

juga

perlu

memperhatikan

lingkungan yang mungkin mengganggu antena itu sendiri. Misalnya


adanya atap dari bahan seng atau atap rumah yang dilapisi dengan
aluminium foil, cenderung akan menyulitkan matching antena.
Antena Dipole sebenarnya merupakan sebuah antena yang dibuat dari
kawat tembaga dan dipotong sesuai ukuran agar beresonansi pada
frekensi kerja yang diinginkan. Kawat yang dipakai sebaiknya minimal
ukuran AWG (American Wire Gauge ) # 12 atau diameter 2 mm. Lebih
besar

akan

lebih

baik

secara

mechanical

strength.

Agar

dapat

beresonansi, maka panjang total sebuah Dipole ( L ) adalah 0,5 x K,


dimana adalah panjang gelombang diudara dan K adalah velocity factor
pada kawat tembaga. Untuk ukuran kawat tembaga yang relatif kecil
( hanya ber-diameter beberapa mm ) jika dibandingkan setengah panjang
gelombang, maka nilai K diambil sebesar 0,95 dan cukup memadai
sebagai awal start.
Sehingga rumus untuk menghitung total panjang sebuah antena Dipole
adalah sbb : Dimana :
f adalah frekwensi kerja yang diinginkan.

Page 122

adalah panjang gelombang diudara


L adalah panjang total antena Dipole
K adalah velocity factor yang diambil sebesar 0,95.
Antena Dipole sebenarnya balance, sehingga sebaiknya diumpan melalui
sebuah BALUN (singkatan dari BALance UNbalance) setelah sebelumnya
signal radio melalui kabel coaxial dari Transceiver.
Antena Dipole sebenarnya balance, sehingga sebaiknya diumpan melalui
sebuah BALUN (singkatan dari BALance UNbalance) setelah sebelumnya
signal radio melalui kabel coaxial dari Transceiver. Dengan memakai
BALUN, maka beberapa kelebihannya adalah :

Performance antena Dipole dapat ditingkatkan.


Mengurangi TVI ( Interferensi ke Televisi ).
Mengurangi unbalance current.
Mengurangi radiasi yang tidak diinginkan.

Walaupun antena Dipole termasuk balance, jika dipasang tanpa BALUN


pun, antena Dipole tsb masih bisa bekerja cukup baik. Antena Dipole
mempunyai gain 0 dB. Mengenai gain antenna, penulis akan mencoba
menjelaskannya dilain kesempatan. Kembali ke rumus diatas, maka
panjang antena Dipole untuk bermacam-macam Band Frekwensi adalah
sbb :

Anda bisa menyesuaikan Panjang Total antena Dipole sesuai dengan


frekwensi

kerja

yang

Anda

inginkan.

Antena

Dipole

selain

akan

beresonansi pada fundamental frekwensinya, antena tsb juga akan

Page 122

beresonansi pada kelipatan ganjil frekwensinya. Artinya, antena Dipole


yang dipotong untuk bekerja pada 40 meter Band ( 7 MHz ) juga akan bisa
dipakai untuk 15 meter Band karena 21 MHz merupakan kelipatan 3 dari 7
MHz.
ANALISA PEMBAHASAN
Medan listrik dari antena dipol besarnya dipengaruhi oleh jarak r dan
sudut q
Anggap bahwa antena pemancar dari stasiun adalah dipol vertikal kecil
pada permukaan tanah. Seseorang dengan penerima berjarak 5 km dari
pemancar. Berapa jarak minimum (horizontal dan vertikal) yang harus
ditempuh orang tersebut agar dapat mendeteksi perubahan intensitas
sinyal sebesar 3-dB.
Jawab :
Jika orang telah berpindah dari tempatnya dan berhubungan dengan
antena, maka dapat digunakan persamaan dan dengan = 900, maka kita
dapatkan
Untuk mengubah ke dB, kita menggunakan logaritma dengan rasio basis
10 dan mengalikan hasilnya dengan 20:
Pecahkan persamaan , dan hasilnya adalah = 7070 m.
Jika orang telah bergerak vertikal sampai dengan h meter untuk
mendeteksi perbedaan sinyal -3dB, kita dapatkan
Dimana = dan
Dengan mencari pemecahan h kita dapatkan h = 3211 m. Catat bahwa
arah dari medan E pada ketinggian h tidak paralel dengan medan E pada
tanah. Arah pada tanah berbeda dengan arahnya pada ketinggian h.

Page 122

ANTENA MONOPOLE

PENDAHULUAN
Antena (antenna atau areal) adalah perangkat yang berfungsi untuk
memindahkan energi gelombang elektromagnetik dari media kabel ke
udara atau sebaliknya dari udara ke media kabel. Karena merupakan
perangkat perantara antara media kabel dan udara, maka antena harus
mempunyai sifat yang sesuai (match) dengan media kabel pencatunya.
Prinsip

ini

telah

diterangkan

dalam

saluran

transmisi.
Dalam perancangan suatu antena, baberapa hal
yang harus diperhatikan adalah :bentuk dan arah
radiasi yang diinginkan polarisasi yang dimiliki
frekuensi

kerja

lebar

band

(bandwidth)

dan

impedansi input yang dimiliki.


Untuk antena yang bekerja pada band VLF, LF, HF, VHF dan UHF bawah,
jenis antena kawat (wire antenna) dalam prakteknya sering digunakan,
seperti halnya antena dipole 1/2, antena monopole dengan ground
plane, antena loop, antena Yagi-Uda array, antena log periodik dan
sebagainya. Antena-antena jenis ini, dimensi fisiknya disesuaikan dengan
panjang gelombang dimana sistem bekerja. Semakin tinggi frekuensi
kerja, maka semakin pendek panjang gelombangnya, sehingga semakin
pendek panjang fisik suatu antena.
DEFINISI DAN BENTUK ANTENA MONOPOLE
Antena monopole diciptakan pada
tahun 1895 oleh pelopor radio Guglielmo
Marconi.
Guglielmo Marconi, 25 April 1874
-

20

Juli

1937)

seorang Italia penemu


listrik ,

yang

rintisannya

dikenal

pada

jarak

adalah
dan insinyur

untuk

karya

jauh transmisi

Page 122

Antena

monopole

merupakan

antena

yang

terdiri

dari

konduktor

berbentuk batang lurus dan sering di pasang tegak lurus.


Antena tersebut terdiri dari sambungan pada inner dari coaxial cable
dengan sambungan 1/4

lamda, sedangkan outer dari coaxial cable

diground. Antena monopole memiliki pola radiasi ke segala arah sehingga


antena ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya objek di bawah
tanah dengan teknik borehole. Dengan meningkatnya frekuensi antena
akan

menurunkan

tinggi

dari

antena

tersebut

sekaligus

akan

meningkatkan redaman sinyal propagasi.


Monopole berarti setengah bola. Karena element yang meradiasi hanya
satu. Struktur pemancaran gelombang elektromagnetik yang paling
sederhana adalah radiasi gelombang yang ditimbulkan oleh sebuah
elemen aus kecil yang berubah-ubah secara harmonik. Elemen arus
terkecil yang dapat menimbulkan pancaran gelombang elektromagnetik
itu disebut sebagai sumber elementer. Jika medan yang ditimbulkan oleh
setiap sumber elementer di dalam suatu konduktor antena dapat
dijumlahkan secara

keseluruhan, maka

sifat-sifat

dari sebuah antena

radiasi

tentu akan dapat

diketahui.

POLA RADIASI

Page 122

Antena Monopole termasuk atena Omnidireksional. Omnidireksional


adalah arah pancaran antena ke berbagai arah dengan energi pada satu
bidang sama besar. Pola Radiasi Antena Monopole menyebar ke segala
arah hingga jarak tertentu, Antena ini mempunyai panjang gelombang
antara 200m hingga 600m. Pola radiasi (radiation pattern) suatu antena
adalah pernyataan grafis yang menggambarkan sifat radiasi suatu antena
pada medan jauh sebagai fungsi arah. Pola radiasi dapat disebut sebagai
pola medan (field pattern) apabila yang digambarkan adalah kuat medan
dan disebut pola daya (power pattern) apabila yang digambarkan
poynting vektor. Untuk dapat menggambarkan pola radiasi ini, terlebih
dahulu harus ditemukan potensial.

Antena monopole akan memiliki keuntungan dua kali (3 dB) gain dari
antena dipol yang sama, dan resistensi setengah radiasi yang dari dipol.
Jadi monopole seperempat-gelombang, jenis yang paling umum, akan
memiliki keuntungan 5,19 dBi dan daya radiasi sekitar 36,8 ohm jika
dipasang di atas tanah.
Ketika antena digunakan pada suatu sistem, biasanya lebih tertarik pada
bagaimana efisien suatu antena untuk memindahkan daya yang terdapat
pada terminal input menjadi daya radiasi. Untuk menyatakan ini, power
gain didefinisikan sebagai 4p kali rasio dari intensitas pada suatu arah
dengan daya yang diterima antenna.
KARAKTERISTIK ANTENA MONOPOLE
Pola Radiasi Antena Monopole

Page 122

Antena

Monopole

memiliki

omnidirectional

pola

radiasi,

yaitu

memancarkan ke segala dan bentuk pola radiasinya digambarkan seperti


bentuk donat dengan pusat berhimpit. Pola radiasi sama seperti dipole
tetapi hanya 090.
Directivity
Karena pola antenna ini omnidirectional dibandingkan dengan antenna
yagi

dan

lainnya,

antenna

ini

termasuk

non-derectivity

sehingga

mencakup jangkauan yang cukup luas.


Gain
Pancaran gelombang radio oleh antena vertikal mempunyai kekuatan
yang sama ke segala arah mata angin, pancaran semacam ini dinamakan
omni-directional. Pada antena dipole, pancaran ke arah tegak lurus
bentangannya besar sedang pancaran ke samping kecil, pancaran
semacam ini disebut bi-directional. Gain dinyatakan dengan decibel (dB).
Karena untuk daya masukan yang diberikan radiasi terkonsentrasi
menjadi setengah sudut padat ditempati oleh pola dipole, gain direktif
dari monopole adalah dua kali lipat dari dipol dalam ruang bebas.
G(,) monopole = 2 G(,) dipole
Polarisasi
Polarisasi

adalah

elektomagnetik

arah

yang

getaran

komponen

bersangkutan

terhadap

listrik

(E)

bumi.

gelombang

Antena

dipole

memiliki arah linear vertikal sedangkan monopole hanya pada satu arah.
Namun untuk mengakalinya dapat menggunakan teknik ground plane
sebagai konduktornya dan membuat bayangan monopole pada ground
palne seperti dipole. Pada frekwensi ini polarisasi vertikal lebih sedikit

Electric field

kerugiannya pada LOS dibanding polarisasi horisontal.

Page 122

Bandwidth
Pemakaian sebuah antena dalam sistem pemancar atau penerima selalu
dibatasi oleh daerah frekuensi kerjanya, dimana antena masih dapat
bekerja dengan baik dinamakan bandwidth antenna. Apabila dinyatakan
dalam prosen, maka bandwidth antena tersebut adalah :

Bandwidth pada antena monopole adalah 10%


APLIKASI
Untuk Radio Mobil dan Komunikasi Mobile
Modulasi Amplitudo ( AM ) penyiaran dalam rentang frekuensi 535 1605kHz
Pelayanan komunikasi land mobile. Antena monopole terdiri dari 1/2
antena dipole yang diletakkan di atas bumi (biasanya di menara) dengan
menggunakan 1/4 panjang gelombang (quarter wave antenna).
Monopole sangat berguna sebagai antena

kendaraan

dengan

keadaan yakni bidang tanah adalah "kulit" dari kendaraan misal kapal,
perahu, mobil, tank, pesawat luar angkasa.

Page 122

ANTENA LOOP

PENGERTIAN
Antena yang memiliki jalur sinyal yang terus menerus dari satu konduktor
melewati kawat saluran transmisi ke konduktor lain
Memiliki konstruksi sederhana, tetapi tetap mempunyai kemampuan yang
tinggi
Pengertian lain antenna yang memiliki jalur sinyal yang terus menerus
dari satu konduktor melewati kawat saluran transmisi ke konduktor lain
Antena Loop terdiri dari berbagai konfigurasi, namun memiliki konstruksi
dan kesederhanaan dalam analisis
1 putaran antenna loop adalah metal bengkok

ke dalam bentuk garis

menutup seperti lingkaran atau kotak, dengan sebuah celah di conductor


untuk kondisi sambungan.
Disini antenna loop dibagi 2 yaitu

Loop antennas

electrically small
(circumference <
/10)

electrically larger
(circumference
)

GAMBAR DARI ANTENA LOOP

Page 122

KARAKTERISTIK
Pola radiasi antenna loop sama dengan pola radiasi antenna dipole hanya
bidang E dan bidang H ditukar.
Berikut hasil simulasi antena loop 436,5 MHz diperoleh beberapa
parameter dari antena loop :

Dari data return loss didapat nilai bandwidth dari pengurangan frekuensi
atas dan frekuensi bawah untuk nilai return loss lebih kecil -10 dB,
sehingga
BW= 439,07- 4,33,73 = 5,34 MHz
Sedangkan untuk VSWRnya adalah

Page 122

Berikut pola radiasi

Pola radiasi hasil simulasi

Pola radiasi

hasil pengujian
Dari hasil simulasi diatas
nilai medan listrik pada
sumbu

sebesar

12520,3 vm-1, sedangkan


untuk sumbu y sebesar
18399,4 vm-1. Untuk nilai axial ratio dengan menggunakan persamaan
Dilhat dari nilai axial ratio maka polarisasi antena loop merupakan
polarisaasi ellips.
DESAIN ANTENA LOOP
Rancangan antena Loop persegi panjang

APLIKASI
Receiver

Page 122

Siaran radio AM

Antena loopstick
Deteksi arah :
Direction finding antenna

Set alat deteksi arah

Page 122

ANTENA HELIX

DEFINISI ANTENA
Antena Helix adalah antenna yang mempunyai bentuk tiga dimensi.
Bentuk dari antenna helix menyerupai per atau pegas dengan diameter
lilitan serta jarak antar lilitan yang berukuran tertentu.
DESAIN ANTENA
Antena helix mempunyai bentuk seperti ini:

Bagian-bagian dari antenna helix:

KARAKTERISTIK
Manfaat dari antena helix ini adalah memiliki bandwidth yang lebar,
mudah dibangun, memiliki impedansi masukan yang nyata, dan dapat

Page 122

menghasilkan medan sirkuler terpolarisasi. Geometri dasar antena helix


yang ditunjukkan pada Gambar 2 .

Parameter antena heliks didefinisikan di bawah ini .


D = Diameter giliran pada antena helix .
C= Keliling pada antena helix ( C = phi * D ) .
( 9.1 )
S = Jarak antara lilitan antena heliks .
= Sudut jepit= tan-1 ( S/ D)
( 9.2 )
N = Jumlah putaran pada antena helix .
A = Axial leght = nS .
( 9.3 )
L =Panjang dari 1 lilitan :
L0 =

( D ) + S
2

(9.4)
Panjang total kawat antenna helix :
LN = N.L0
(9.5)

Page 122

Antena helix dapat dibedakan dengan 2 modus operasinya :


Modus normal yang memancarkan energinya secara omnidirectional
(antenna omni dengan polarisasi vertical, dan omni meradiasikan
sinyalnya kesemua arah secara horizontal dan mengkonsentrasikan
energinya seperti kue donat).
Modus sumbu yang memancarkan energinya secara terkonsentrasi ke
suatu arah tertentu.

Gambar 3. a) Modus normal, b) Modus sumbu


Pada modus normal, dimensi antenna helix kecil dibandingkan dengan
panjang gelombang.
Dimensi helix (jika diameter dan lapangan ) adalah kecil dibandingkan
dengan panjang gelombang, antenna bertindak mirip dengansebuah
elektrik pendek dipole atau monopol, mirip dengan antenna ini adalah
omnidirectional, dengan radiasi maksimum pada sudut kanan terhadap
sumbu helix. Radiasi adalah terpolarisasi linear sejajar dengan sumbu
helix.
Polarisasi linier adalah kurungan dari medan listrik vector atau medan
magnet vector ke pesawat yang diberikan sepanjang arah propagasi
Pada

modus

sumbu, S dan D harus

sebanding dengan panjang

gelombang. Fungsi antenna sebagai antenna directional memancarkan


balok dari ujung helix, sepanjang sumbu antenna. Ini memancarkan
polarisasi sirkuler gelombang radio.

Page 122

Polarisasi sirkuler adalah polarisari dimana medan listrik dari gelombang


yang lewat tidak mengubah kekuatan tetapi hanya mengubah arah secara
melingkar.

(polarisari linier)

(polarisari sirkular)

RUMUSAN PERANCANGAN
Modus sumbu lebih sering digunakan pada berbagai aplikasi komunikasi
wireless.Untuk mendapatkan modus ini, S dan D harus sebanding dengan
panjang gelombang. Nilai yang sering digunakan adalah

(nilai mendekati optimal C / = 1), Jarak antar gulungan S = / 4 dan


sudut kemiringan 120 < < 140.
Dalam melakukan perancangan antenna helix ini dipakai rumus rumus
yang diturunkan secara empiris (dari pengukuran) oleh John Kraus [KR01],
misalnya impedansi masukan (resistif)
R = 140

( 9.6)

Lebar pancaran (half power beamwidth) :

Page 122

3 /2

BW [

]=

52
C NS

( 9.7)

Gain :
Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan
kemampuan

antena

dalam

mengarahkan

radiasi

sinyalnya,

atau

penerimaan sinyal dari arah tertentu.


Gain

(3

giliran
putaran

minimum,
=

ternyata

12

giliran

7
=

max)
dbi

8.5dbi

putaran

9,5

dbi

putaran

10,5

dbi

putaran

11,25

dbi

12 putaran = 12,5 dbi


Dalam perancangannya:

G = 15N

C S
3

(9.8)

Dengan perbandingan komponen medan listrik (axial ratio / AR) :


AR =

2 N +1
2N

(9.9)

APLIKASI
Konektor tipe-N (female)
Antena helix sering digunakan pada berbagai aplikasi

komunikasi

wireless
Antena helix sangat cocok untuk komunikasi sinyal satelit
KEUNTUNGAN
-

Bandwidth lebih besar (kisaran 400MHz untuk 900MHz, 14dB)


Gain yang lebih besar

Page 122

Lebih fleksibel
Uni-directional antena

Gambar 9.4 tampilan sebuah antenna helix komersial yang bekerja di


frekuensi 5 sampai 6 GHz.
KESIMPULAN
-

Antena helix mempunyai polarisasi melingkar seperti tangan kanan


Antena helix beroperasi di satu dari dua mode

Page 122

ANTENA QUADRIFILAR HELIX

Antenna Helix Quadrifilar


Quadrifilar Helicoidal adalah suatu antena yang terbuat seolah-olah dari
dua antena bifilar helix yang duhubungkan dengan sudut 90 derajat.
Bentuk dasar dari antena ini dikembangkan oleh Dr. C. C. Kilgus di Johns
Hopkins University Quadrifilar helicoidal memiliki pola radiasi yang
omnidirectional. Parameter-parameter yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan benda kerjanya adalah tinggi antena atau axis ( lenp ),
diameter antena (D), jumlah putaran, frekuensi kerja, perimeter (keliling
dari bifilar loop) dan perbandingan antara tinggi antena (aksis) dengan
diameternya

Gambar 1. Quadrifilar Helix


Antena helix quadrifilar membutuhkan arus yang berbeda fasenya secara
quadratur untuk pencatuannya.

Untuk memenuhi hal tersebut maka

digunakan metode selfphased.

Page 122

Gambar 2. Loop bujur sangkar dengan keliling =


Sebagai pengantar, akan dibahas bifilar loop, dengan panjang gelombang
dan setengah putaran.Untuk membuat bifilar loop, diawali dengan
membuat loop kotak atau bujur sangkar dengan keliling (perimeter) =
panjang gelombangnya () seperti terlihat pada gambar 2. setiap sisi dari
bujur sangkar memiliki panjang /4. Sebagai umpan ke terminalnya yang
dihubungkan pada loop bagian bawah yang terbuka. lenE atau l
merupakan bagian dari radiatornya dengan panjang mulai dari umpan
terminal E menuju ke atas dan berhenti dibagian tengahnya. Panjang lenE
adalah /2, sehingga konfigurasi ini disebut bifilar loop bujursangkar
dengan nol putaran. Bifilar loop bujur sangkar, diputar bagian atasnya
setengah putaran (180 derajat) dengan mengasumsikan bagian tengah
terdapat tabung yang memiliki diameter sehingga seperti tabung
yang dililit dengan dua kawat. Setiap dua sisi vertikal menjadi setengah
putaran helix. Dengan melakukan pemutaran ini, maka panjang diameter
dan tingginya akan menyusut seperti yangterlihat pada gambar 3.

Gambar 3 Bifilar helix


Keterangan :
lp: tinggi bifilar helix ( lenpo )
D : diameter bifilar helix.
lE: Panjang radiator / filar.

Page 122

Gambar 4 Antena Quadrifilar Helicoidal


Untuk membangun Quadrifilar helicoidal, yaitu dengan menghubungkan
dua bifilar tersebut. Berdasarkan dari penelitian RCAs Astro-Electronics
Division

in

Princeton,

New

Jersey

atau

bisa

diakses

melalui

www.w2du.com, dua bifilar helix yang akan dihubungkan memiliki tinggi


dan diameter yang berbeda. Untuk diameter dan tinggi yang lebih besar
disebut larger loop dan yang kecil disebut smaller loop.Quadrifilar
helicoidal dan putaran, parameter larger loop dan small loop
dirumuskan sebagai berikut :
Larger loop:
D : 0,173
lenP

: 0,260

Perimeter : 1,120
Smaller loop:
D : 0,156
lenP: 0,238
Perimeter : 1,016
Keterangan:
D = diameter loop
lenPo

= panjang aksis (tinggi loop)

perimeter = keliling dari bifilar loop.


Perimeter juga dapat diartikan sebagai panjang kawat yang akan
digunakan untuk membuat bifilar loop atau panjang keliling loop bifilar

Page 122

yang akan di buat.. Quadrifilar Helicoidal tidak memerlukan ground plane


dalam

pemakaiannya

sehingga

dapat

menghemat

tempat

dalam

pemasangannya. Antena jenis ini telah digunakan pada satelit TIROS-N


dan NOAA buatan RCA. Pada Tugas akhir ini akan dibuat.
Perancangannya pada frekuensi televisi sehingga dimensinya lebih besar
dan hasil dari pembuatan antena ini dapat langsung diamati dalam
kehidupan sehari hari yaitu pada pesawat televisi. Pada gambar 4
merupakan gambar antena Quadrifilar Helicoidal disertai dengan salah
satu dari metode pemberian umpan pada antena ke kabel koaxial. Looploop dari antena pada gambar terbuat dari kabel coaxial.
PERANCANGAN ANTENA QUADRIFILAR HELICOIDAL
Perancangan Antena Quadrifilar Helicoidal
Dalam merancang suatu antena Quadrifilar Helicoidal terlebih dahulu
ditentukan parameternya. Adapun parameter yang harus diperhatikan
adalah sebagai berikut
-

Frekuensi kerja dan lebar pita yang diinginkan


Diameter Antena
Panjang Aksis Antena
Perimeter Antena
feed point (titik umpan)

Penentuan Frekuensi Kerja Antena


Setiap antena memiliki frekuensi kerja, frekuensi kerja (Fc) antena
Quadrifilar Helicoidal dapat dicari dengan menggunakan rumus:

Keterangan:
fc : Frekuensi tengah (Hz)
fl : Frekuensi bawah (Hz)
fu : Frekuensi atas (Hz)
Penentuan Panjang Gelombang ()

Page 122

Panjang gelombang berhubungan dengan frekuensi kerja, semakin besar


frekuensi kerja maka panjang gelombangnya akan semakin kecil. Panjang
gelombang berperan dalam penentuan besar nya dimensi antena.
Perhitungan panjang gelombang pada perancangan antena Quadrifilar
Helicoidal setengah putaran /2 adalah :

Keterangan:
: Panjang gelombang (m)
C : kecepatan cahaya (3.108m/s)
f : Frekuensi (Hz)
Penentuan Diameter Antena
Antena Quadrifilar Helicoidal diasumsikan tersusun atas dua loop bifilar,
yang masing-masing memiliki diameter loop yang berbeda. Loop yang
kecil disebut Smaller loop dan yang besar disebut Larger Loop
Smaller Loop
Untuk menentukan diameter smaller loop digunakan perhitungan sebagai
berikut:

Larger loop
Untuk menentukan diameter Larger Loop digunakan perhitungan sebagai
berikut:

Keterangan:
D : Diameter Loop (mm)
: Panjang gelombang (mm)

Page 122

Penentuan Panjang Aksis Antena


Smaller Loop
Panjang aksis Smaller Loop dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai
berikut:

Larger loop
Sedangkan perhitungan panjang aksis Larger Loop nya adalah sebagai
berikut:

Keterangan:
Lenpo

: Panjang Aksis (mm)

: Panjang gelombang (mm)


Penentuan Perimeter
Perimeter merupakan keliling loop atau merupakan panjang keseluruhan
konduktor yang dibutuhkan.
Smaller Loop
Panjang perimeter Smaller Loop dapat ditentukan dengan perhitungan
sebagai berikut:

Larger Loop
Sedangkan perhitungan panjang perimeter Larger Loop nya adalah
sebagai berikut:

Feed Point (titik Umpan)

Page 122

Feed Point atau titik umpan merupakan suatu titik pusat dimana pada titik
tersebut terdapat hubungan diantara konduktor yang satu dengan yang
lain nya. Feed point ini berada pada bagian atas antena Quadrifilar
Helicoidal

Gambar 5 titik umpan


S1 dan S2 merupakan komponen pembentuk smaller loop, sedangkan L1
dan L2 merupakan komponen pembentuk larger loop, dengan panjang
sesuai pada perhitungan perimeter.

Gambar 6 Koneksi BNC


Gambar 6 merupakan hubungan antara filarfilar dengan BNC yang berada
pada bagian bawah antena. Pada filar smaller loop terhubung langsung,
sedangkan pada filar larger loop terhubung pada konektor BNC

Page 122

Gambar 7 gabungan inti dan outer


Gambar 7 merupakan bentuk ujung smaller loop yang berada pada feed
point juga merupakan ujung salah satu filar larger loop yang berada pada
feed point dan koneksi ke BNC konektor.
Pemilihan Bahan
Sebagai konduktornya dipilih kawat tembaga, sebab kawat tembaga
relatif mudah didapatkan di pasaran dan memiliki konduktivitas yang
cukup

tinggi

yaitu

sebesar

5,80

mho/m,

sebagaimana

ditunjukkan dalam tabel nilai konduktivitas berbagai macam bahan


dibawah ini.
Tabel 3.1 Sifat-sifat beberapa konduktor

Hal yang perlu diperhatikan yaitu diameter konduktor, pada pembuatan


antena Quadrifilar Helicoidal besar diameter konduktor sama dengan
diameter

kabel

coaxial

yang

digunakan

sebagai

feed

point

(titik

umpan)nya.
Simulasi Antenna Helix Quadrifilar
Setelah melakukan perhitungan dimensi antena helix
dilakukan
Microwave

quadrifilar, maka

simulasi pada frekunsi kerja 2,4 GHz. Simulasi pada CST


Studio

solver.Pencatuan

ini

pada

dilakukan
simulasi

dengan

menggunakan

menggunakan

discreate

transient
port

yang

terletak pada pertemuan smaller loop dan larger loop antena ini.
Impedansi pencatu yang digunakan pada simulasi ini adalah sebesar 50
ohm.

Page 122

Gambar 8.Konfigurasi smaller loop (A) dan larger loop (B) dari antena
helix quadrifilar
Dalam simulasi data yang diperlukan adalah data dari parameter dimensi
antena helix quadrifilar yang terdapat pada tabel 1. Dengan melakukan
simulasi didapatkan nilai dari beberapa parameter antena yang meliputi:
return loss, VSWR, bandwidth, pola radiasi, polarisasi dan gain dari
antenna. Untuk hasil simulasi didapat nilai return loss dari antena helix
yang ditunjukkan pada gambar 8.

Gambar 9. Return loss antena helix quadrifilar


Dari hasil simulasi terlilhat nilai return loss -10 dB terletak pada frekuensi
2.3394 GHz dan 2.5114 GHz dengan frekuensi kerja 2.4 GHz. Dari data
tersebut didapatkan bandwidth antena helix quadrifilar sebesar 348,72
MHz.

Page 122

Gambar 10. VSWR antena helix quadrifilar

Gambar 11. Pola radiasi dari antena helix quadrifilar


Pola radiasi yang terbentuk dari simulasi adalah direksional. Gambar 4
menunjukkan perbedaan gain yang dilambangkan dengan perbedaan
warna. Gain maksimum ditunjukkan ditunjukkan dengan warna merah
yaitu sebesar 4,6 dB.
Hasil simulasi menunjukkan nilai medan listrik pada sumbu x sebesar
46614,4 v/m, sedangkan untuk sumbu y sebesar 12286.2 v/m. Dalam
teorinya medan elektrik pada sumbu x dan medan elektrik pada sumbu y
disebut dengan sumbu mayor dan sumbu minor pada axial ratio.Nilai axial
ratio sebesar 3,79 menunjukkan bahwa polarisasi antena helix quadrifilar
adalah elips.

Gambar 5. Pola Radiasi Antena Helix Quadrifilar dalam bentuk 2 dimensi

Page 122

Page 122

ANTENA YAGI UDA

Antena adalah perangkat yang digunakan untuk mengirim dan menerima


sinyal. Antena dibuat dengan berbagai bentuk sesuai dengan fungsi
penerapannya. Salah satu jenis Antena yang kita bahas disini adalah
Antena Yagi Uda.
Antena Yagi atau juga dikenal antena Yagi-Uda digunakan secara luas dan
merupakan salah satu antena dengan desain paling sukses atau banyak
digunakan untuk aplikasi RF direktif. Antena Yagi-Uda adalah nama
lengkapnya, pada umumnya dikenal dengan sebutan Yagi atau antena
Yagi.
Sejarah antena yagi
Pada tahun 1926 Dr. Hidetsugu Yagi dan Dr. Shintaro Uda dari Tohoku
Imperial University menemukan sebuah antena yang saat ini umum
digunakan, antena ini dinamakan Yagi Uda. Tetapi biasanya lebih sering
disebut antena Yagi.
Elemen Penyusun Antena Yagi Uda
Antena Yagi Uda disusun dengan beberapa elemen atau bagian. Elemen
Antena Yagi Uda terdiri dari :
-

Driven
Reflector
Director
Boom

Driven adalah titik catu dari kabel antenna, biasanya panjang fisik driven
adalah setengah panjang gelombang (0,5 ) dari frekuensi radio yang
dipancarkan atau diterima.
Reflektor adalah

bagian

belakang

antenna

yang

berfungsi

sebagai

pemantul sinyal,dengan panjang fisik lebih panjang daripada driven.


panjang biasanya adalah 0,55 (panjang gelombang).

Page 122

Director adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek


daripada driven. Penambahan batang director akan menambah gain
antena, namun akan membuat pola pengarahan antena menjadi lebih
sempit. Semakin banyak jumlah director, maka semakin sempit arahnya.
Boom adalah bagian ditempatkanya driven, reflektor, dan direktor. Boom
berbentuk sebatang logam atau kayu yang panjangnya sepanjang antena
itu. Antena Yagi, juga memiliki spasi (jarak) antara elemen. Jaraknya
umumnya sama, yaitu 0.1 dari frekuensi.
KarakteristikAntena
Untuk dapat melaksanakan komunikasi udara (komunikasi radio) yang
baik, tentu diperlukan alat komunikasi dengan performansi yang baik
pula. Oleh karena itu, antena, sebagai alat terpenting dalam sistem
komunikasi radio, harus bisa berfungsi secara optimal. Antena yang baik
adalah antena yang mempunyai karakteristik tertentu, diantaranya gain,
bandwidth, impedansi, SWR, reaktansi, pola pancar.
Pola Radiasi
Antena mempunyai karakteristik tersendiri yang di sebut Pola Radiasi.
Pola Radiasi antenna Yagi adalah Direksional,. Artinya perambatan
sinyal dari antenna Yagi hanya terletak pada satu garis lurus. Jika
terjadi kemiringan sudut dari antenna atau sumber sinyal, maka sinyal
yang diterima akan menjadi kurang bagus.
Pada

saat

adalah

arah

kemana

antenna

harus

diletakkan

menghadap pemancar. Gambar dibawah ini mempunyai sudut bukaan


Eo, 7 = 36 pemancar yang terletak pada arah daerah bukaan akan
diterima dengan baik.

Page 122

Characteristics
Polarization: horizontal
Beamwidth: 90 x 50
Bandwidth: 5%
Gain: 5 to 15 dB

(a) Pola radiasi akibat reflector (b) Pola radiasi akibat director

Page 122

b)
INTERMEDIATE

BROAD SIDE

a) BROAD SIDE

c) END
FIRE

Page 122

GAMBAR MODEL POLA RADIASI


Gain
Sebuah antena yang baik sebisa mungkin mempunyai gain yang besar.
Gain menunjukkan seberapa besar kemampuan antena untuk mengubah
bentuk gelombang listrik ke gelombang elektromagnetik dan sebaliknya. .
power gain (atau gain saja) didefinisikan sebagai 4p kali rasio dari
intensitas pada suatu arah dengan daya yang diterima antena, dinyatakan
dengan :
U .
Pm

G(q,f) = 4p

METODE PENGUKURAN GAIN ANTENA DENGAN ANTENA STANDARD


-

PENGUKURAN DAYA OUTPUT YANG DITERIMA OLEH ANTENA

STANDARD (PS)
PENGUKURAN DAYA OUTPUT YANG DITERIMA OLEH ANTENA YANG
DI TEST (Pt)

Bandwidth
Bandwidth adalah rentang frekuensi di atas dan di bawah frekuensi yang
diinginkan. Antena yang bagus mempunyai bandwidth yang lebar. Namun,
jika bandwidthnya terlalu lebar maka antenna tidak akan fokus pada satu
arah di frekuensi antenna seharusnya bekerja.misal sebuah antena
bekerja pada frekuensi tengah sebesar fC, namun ia juga masih dapat
bekerja dengan baik pada frekuensi f1 (di bawah fC) sampai dengan f2 ( di
atas fC), maka lebar bandwidth dari antena tersebut adalah (f1 f2). Tetapi
apabila dinyatakan dalam prosen, maka bandwidth antena tersebut
adalah :

Page 122

BW

f 2 f1
fc

x 100 %

(1.36)

Bandwidth yang dinyatakan dalam prosen seperti ini biasanya digunakan


untuk menyatakan bandwidth antena-antena yang memliki band sempit
(narrow band). Sedangkan untuk band yang lebar (broad band) biasanya
digunakan definsi rasio antara batas frekuensi atas dengan frekuensi
bawah.

BW

f2
f1

(1.37)

Suatu antena digolongkan sebagai antena broad band apabila impedansi


dan pola radiasi dari antena itu tidak mengalami perubahan yang berarti
untuk f2 / f1 > 1. Batasan yang digunakan untuk mendapatkan f2 dan f1
adalah ditentukan oleh harga VSWR = 1.
Bandwidth antena sangat dipengaruhi oleh luas penampang konduktor
yang digunakan serta susunan fisiknya (bentuk geometrinya). Misalnya
pada antena dipole, ia akan mempunyai bandwidth yang semakin lebar
apabila

penampang

konduktor

yang

digunakannya

semakin

besar.

Demikian pula pada antena yang mempunyai susunan fisik yang berubah
secara smoth, biasanya iapun akan menghasilkan pola radiasi dan
impedansi input yang berubah secara

smoth terhadap perubahan

frekuensi (misalnya pada antena biconical, log periodic, dan sebagainya).


Selain daripada itu, pada jenis antena gelombang berjalan (tavelling
wave) ternyata ditemukan lebih lebar range frekuensi kerjanya daripada
antena resonan.
Pengaplikasian antena yagi
a. Untuk menerima gelombang UHF pada TV.
b. Dapat menerima gelombang wifi dari internet hotspot.

Page 122

Desain Antena yagi

ANTENA CROSS YAGI

Pengertian
Antena cross yagi adalah antena yang dirancang dari dua buah antena
yagi uda yang disilangkan. di mana masing-masing antena yagi lebih dari
lima elemen dipole.

Page 122

Kegunaan / Aplikasi
-

Cross-Yagi dapat berguna untuk kerja satelit


untuk kontak terestrial jika perlu kedua polarisasi vertikal dan

horisontal
Diaplikasikan untuk frekuensi diatas 400 MHz.

Salah Satu karakteristik antenna cross yagi

Polarisasi Cross Yagi


Cross Yagi mempunyai polarisasi vertical dan horizontal, Antena cross yagi
ini cocok digunakan untuk hubungan komunikasi satelit karena antena
jenis ini akan mempunyai polarisasi melingkar, sehingga arah rambat
gelombangnya akan berputar, berbeda dengan polarisasi yang umum
digunakan yaitu polarisasi linear yang hanya merambat pada satu arah
saja (vertikal atau horizontal saja). Dengan menggunakan polarisasi
melingkar, diharapkan polarization mismatch-nya dapat dikurangi. Pada
polarisasi

melingkar

ini

dapat

digunakan

dua

arah

perambatan

gelombang, yaitu sesuai arah jarum jam (clock wise) dan berlawanan arah
jarum jam (counter clock wise).

Page 122

Design Antena Cross Yagi


Untuk merancang antena cross yagi terdapat 2 macam metode yaitu:
1) Metode X
"X"

-mounting

dianjurkan,

jika

Anda tidak dapat beralih di antara


polarisasi,

karena

sulit

untuk

konfigurasi ini untuk mendapatkan


polarisasi horizontal dan vertikal.
Antena

harus

dalam

polarisasi

melingkar.
Dalam setiap kasus sudut antara dua antena ini harus selalu 90
, jadi juga memungkinkan untuk menempatkan antena ini pada
"X" pengaturan, yang pertama dengan sudut 45 dan yang
kedua dengan sudut 135
2) Metode Salib
"Salib" -mounting berguna untuk dua kabel yang terpisah untuk
masing-masing pesawat dan kotak pentahapan (keterangan di
bawah) untuk vertikal, horisontal dan polarisasi melingkar.
Untuk mendapatkan pergeseran fase yang tepat dari 90 dua
metode pemasangan yang mungkin:
Entah dua pesawat yang dipasang
dengan perbedaan lambda / 4 di
boom

atau

sedekat

mungkin

dan

kemudian menggunakan kabel coax


yang lambda / 4 lagi untuk satu
pesawat untuk 90 pergeseran.
Bentuk Fisik Dari Antena Cross Yagi

Page 122

Page 122

ANTENA KALENG (CANTENNA)

DEFINISI
Antena Kaleng, atau dapat disebut juga Cantenna, adalah antena yang
dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kaleng.
Antena Kaleng biasanya digunakan untuk meningkatkan jangkauan atau
kualitas sinyal atau menemukan jaringan Wi-Fi.
KARAKTERISTIK ANTENA KALENG
Pola Radiasi
Pola radiasi dari antenna kaleng adalah tiga dimensi. Pola radiasi antena
dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola
radiasi pada bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada
bidang irisan arah azimuth (pola azimuth).
Berikut adalah gambar dari pola radiasi antena kaleng :

Gain
Gain atau disebut juga dengan penguatan, mempunyai satuan desibel
(dB). Gain pada antena kaleng berkisar sekitas 10 12 dBi.
Polarisasi
Polarisasi antena kaleng adalah polarisasi linier. Polarisasi linier adalah
polarisasi yang hanya satu arah saja, horizontal atau vertikal.

Page 122

DESAIN ANTENA KALENG

KONSTRUKSI ANTENA KALENG


-

Kaleng
Konektor RF (tipe: N-Female)
Elemen Aktif berupa potongan kawat kecil
Pigtail untuk menghubungkan antena ke RF sumber

GAMBAR ANTENA KALENG

APLIKASI ANTENA KALENG


-

Rocket'ers menggunakannya untuk ketinggian telemetri umpan

balik.
Ekstensi berbagai radio Wi-Fi.

Page 122

Pelaut menggunakannya untuk akses internet di dermaga dan / atau

saat di atas air.


Regu bidang militer kadang-kadang menggunakan antenna kaleng
untuk membawa backhaul nirkabel ke markas mereka.

Page 122

ANTENA WAJAN BOLIC

Definisi Antena
Antena adalah suatu piranti yang digunakan untuk merambatkan dan
menerima gelombang radio atau Elektromagnetik
Definisi Antena Wajan Bolic
Dalam matematika, parabola adalah irisan kerucut yang berbentuk kurva
yang dihasilkan oleh perpotongan menyilang

yang sejajar terhadap

permukaan kerucut.

Direktris adalah garis sumbu simetri pada parabola terhadap titik fokus.
Sedangkan fokus dari parabola adalah letak suatu titik dimana jarak
antara titik sembarang pada garis parabola M(x,y) ke fokus adalah sama
dengan jarak antara M(x,y) ke direktris D(x,0).

Karena pada persamaan diatas kedua sisi sama-sama mempunyai akar,


maka bisa dieliminasi sehingga menghasilkan persamaan :

Page 122

y=

x
4f

Sekarang perhatikan gambar 3 dibawah, dimana diketahui diameter dari


parabola (D) dan kedalaman parabola (d). Dari dua parameter tersebut
maka bisa dihitung nilai / letak dari titik fokus parabola.

Dari gambar 3 diatas, diketahui titik (D/2,d) dan titik (-D/2,d) terletak pada
parabola, sehingga :
y=

x2
4f

D 2
2
d=
4f

( )
2

d=

D
1
x
4 4f

d=

D2
16 f

Dari persamaan diatas bisa kita ubah menjadi sebuah persamaan untuk
menghitung nilai fokus.
2

d=

D
16 f

Page 122

f=

D
16 d

Dari persamaan diatas bisa kita perhatikan bahwa semakin besar nilai
diameter dari suatu parabola (D) dan semakin kecil nilai kedalaman (d)
suatu parabola, maka nilai fokusnya akan menjadi semakin besar.

Fokus yang terletak di dalam parabola


Pada dasarnya antena wajanbolic hampir sama dengan antena parabola.
Letak perbedaannya hanya pada reflektor. Jika pada antena parabola
biasa reflektor adalah dish yang didesain khusus agar dapat memantulkan
sinyal dengan sebagaimana mestinya, maka jika pada antena wajanbolic,
reflektor berupa wajan yang sering kita jumpai. Antena parabola adalah
high-gain reflektor antenna yang digunakan untuk radio, televisi dan
komunikasi data, dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF
dan SHF dari spektrum gelombang elektromagnetik. Secara relatif,
gelombang pendek dari energi elektromagnetik (radio) pada frekuensi ini.
mengijinkan pemasangan reflektor dengan berbagai macam ukuran untuk
menghasilkan kuat sinyal yang baik pada saat transmitting dan receiving
seperti yang diinginkan. Antena parabola secara umum terdiri atas
reflektor, dan waveguide. Reflektor adalah sebuah permukaan yang
terbuat dari bahan logam yang dibentuk lingkaran paraboloid yang
biasannya merupakan diameter dari antena tersebut. Paraboloid ini
memiliki titik fokus yang berbeda-beda berdasarkan atas diameter
reflektor

dan

kedalaman

reflektor.

Waveguide

sebagai

salah

satu

komponen dari antena parabola (dan juga antena wajanbolic) terletak


pada fokus reflektor. Pada antena wajanbolic feed atau waveguide
sebenarnya juga merupakan sebuah antena tipe lowgain seperti halfwave dipole atau small waveguide horn. Pada waveguide ini terdapat

Page 122

sebuah alat yang berfungsi untuk memancarkan dan menerima sinyal


radio-frequency (RF).

a. parabolic

b. Off center

c. Cassegrain
Dianggap bahwa antena parabola sebagai circular aperture, maka
persamaan untuk mengetahui nilai pendekatan gain maksimum adalah :

G= penguatan (gain) isotropic


D = diameter reflektor dengan satuan yang sama dengan panjang
gelombang
= panjang gelombang
Reflektor
Antena wajanbolic ini menggunakan reflektor dari wajan yang berbahan
alumunium. Dipilih bahan alumunium karena bahan alumunium secara
umum merupakan bahan yang ringan bila dibandingan dengan bahan
logam lainnya. Hal ini tentu merupakan sebuah keuntungan bila kita akan
mengimplementasikan antena wajanbolic karena walaupun mempunyai
dimensi besar, bobot dari antena tersebut akan tetap lebih ringan jika
dibandingan bila kita menggunkan dari bahan logam lain.

Page 122

Penggunaan reflektor ini dimaksudkan untuk mendapatkan penguatan


(gain) yang lebih besar bila dibandingkan hanya menggunakan wireless
USB adapter biasa atau hanya menggunakan antena kaleng (waveguide).
Karena setiap gelombang yang datang dari fokus akan dipantulkan oleh
permukaan reflektor dengan arah yang sejajar dengan sumbu atau
sebaliknya.
Sifat reflektor yang baik adalah :
Setiap gelombang yang datang dari fokus dipantulkan oleh permukaan
sejajar dengan sumbu dan sebaliknya. Gelombang dari fokus yang
dipantulkan oleh permukaan reflektor akan memotong suatu bidang yang
tegak lurus terhadap sumbu dengan fase yang sama
Selain reflektor yang baik, kita juga harus memperhatikan pencatuan
pada waveguide. Pemasangan wireless USB adapter pada pencatuan
waveguide terletak di depan pemantul, supaya energi (gelombang) dapat
ipancarkan langsung ke pemantul tanpa ada rintangan. Sistem pencatuan
harus memenuhi dua kepentingan :
Pencatu harus dapat meradiasikan gelombang ke pemantul dengan baik,
artinya tidak banyak gelombang yang keluar dari permukaan pemantul
Pencatu harus membatasi supaya VSWR saluran koaksial mendekati satu
Pola Radiasi Antena
Pola radiasi (radiation pattern) suatu antena adalah pernyataan grafis
yang menggambarkan sifat radiasi suatu antena pada medan jauh
sebagai fungsi arah. Pola radiasi dapat disebut sebagai pola medan (field
pattern) apabila yang digambarkan adalah kuat medan dan disebut pola
daya (power pattern) apabila yang digambarkan pointing vektor. Dengan
adanya gambaran pola radiasi kita bisa melihat bentuk pancaran yang
dihasilkan oleh antena tersebut. Gambaran dimensi pola radiasi dapat
dilihat pada

Page 122

Sedangkan pada koordinat polar, pola radiasi ditunjukkan pada

Gambar pola radiasi diatas adalah pola radiasi antena directional Yagi
Uda. Dari pola radiasi diatas dapat terlihat bahwa posisi antena
mempengaruhi arah pancaran radiasi. Gambaran pola radiasi dari
beberapa antena dapat dilihat pada

(a) Pola
(b)Pola
(c) Pola
(d)Pola

radiasi
radiasi
radiasi
radiasi

antena
antena
antena
antena

parabola
Yagi Uda
dipole
omni

Page 122

Dari gambaran berbagai macam pola radiasi pada Gambar dapat dilihat
sifat radiasi dari berbagai antena. Antena parabola memiliki pancaran
radiasi ke arah tertentu. Begitu juga dengan antena Yagi Uda pola
radiasinya juga mengarah ke arah tertentu. Hanya saja antena parabola
memiliki penguatan yang lebih besar. Kedua antena tersebut disebut
dengan antena directional karena memiliki pola radiasi yang terarah.
Beamwidth antena directoinal ini lebih sempit dibanding dengan antena
lain. Sehingga sedut pemancarannya lebih kecil dan terarah. Antena ini
biasa digunakan oleh client karena pola radiasi yang terarah akan
membuat antena dapat menjangkau jarak yang relatif jauh. Pada antena
dipole, pola radiasi memiliki pancaran yang kuat pada arah yang tegak
lurus sedangkan pancaran ke samping kecil. Untuk antena omnidirectional
pola radiasi terlihat. mengarah ke segala arah. Antena ini memiliki gain
yang lebih rendah dibandingkan dengan antena directional. Antena
omnidirectional dapat digunakan sebagai sambungan Point to Multi Point
(P2MP) karena pola radiasinya yang mengarah ke segala arah. Dan karena
pola

radiasinya

yang

mengarah

ke

segala

arah

itulah

sangat

memungkinkan antena omnidirectional mengumpulkan sinyal lain di


sekitarnya yang selanjutnya dapat menyebabkan interferensi.
Contoh pola radiasi pada antena wajan bolic diamater 40 cm

Dari gambar pola radiasi diatas dapat dilihat bahwa pola radiasi antena
wajanbolic mengarah ke satu arah tertentu. Ini disebabkan karena level
sinyal terbesar ada pada saat posisi antena 0o. Pada posisi tersebut
antena menerima sinyal secara maksimal. Kemudian ketika antena
diputar level sinyal yang ditangkap akan terus berkurang. Ini karena posisi

Page 122

antena tidak tepat mengarah pada pemancar dalam hal ini adalah access
point.
Pengukuran Gain
Untuk pengukuran gain maksimum antena wajanbolic

Langkah-langkah untuk mengetahui nilai level sinyal yang diperoleh oleh


wireless USB adapter adalah sebagai berikut :
-

Nyalakan laptop dan access point


Hubungkan wireless USB adapter ke kabel USB extension
Hubungkan kabel USB extension ke laptop
Jalankan program WirelessMon
Jalankan program Network Stumble
Periksa nilai level sinyal yang diterima oleh masingmasing program

Page 122

ANTENA LOG PERIODIC

Pengertian
Dalam telekomunikasi, antena log-periodik (LP, juga dikenal sebagai logperiodik array atau log periodik balok antena / udara) adalah broadband,
multi-elemen,

unidirectional.

Sempit-beam

antena

yang

memiliki

impedansi dan radiasi karakteristik yang secara teratur berulang-ulang


sebagai fungsi logaritma dari frekuensi eksitasi. Salah satu komponen
dipole, seperti log-periodik dipole array (LPDA). Antena log periodik
diciptakan oleh Dwight E. Isbell, Raymond Duhamel dan varian oleh Paul
Mayes. University of Illinois di Urbana-Champaign telah dipatenkan Isbell
dan Mayes-Carrel antena dan berlisensi desain sebagai sebuah paket
eksklusif untuk elektronik JFD di New York. Tuntutan hukum mengenai
paten antena yang hilang UI Foundation, berkembang menjadi doktrin
Blonder-Lidah. Preseden ini mengatur litigasi paten. Merupakan hal yang
normal untuk mendorong elemen bergantian dengan 180 ( radian)
pergeseran fasa dari satu sama lain. Hal ini biasanya dilakukan dengan
menghubungkan elemen-elemen individu untuk kabel bolak saluran
transmisi seimbang. Panjang dan jarak dari elemen antena log-periodik
meningkatkan logaritmis dari satu ujung ke ujung. Sebuah plot impedansi
masukan

sebagai

fungsi

dari

logaritma

dari

frekuensi

eksitasi

menunjukkan variasi periodik. Desain antena ini digunakan di mana


berbagai frekuensi diperlukan sementara masih memiliki gain moderat
dan directionality. Hal ini kadang-kadang digunakan untuk antena televisi
(VHF / UHF).

Gambar 1. Antena Log-Periodik, 250-2400 MHz

Page 122

Salah satu kelemahan utama kebanyakan antena RF adalah memiliki


bandwidth yang relatif kecil. Hal ini terutama berlaku pada antena Yagi.
Satu desain bernama antena log periodik mampu menyediakan directivity
dan penguatan yang bisa beroperasi pada bandwidth yang lebar. Secara
khusus log periodic dipole array adalah versi yang paling banyak
digunakan dari antenna sejenisnya. Antena log periodik digunakan dalam
sejumlah aplikasi di mana membutuhkan bandwidth yang lebar. Hal ini
juga digunakan di VHF dan UHF untuk berbagai aplikasi, termasuk
beberapa menggunakan sebagai antena televisi.
Kemampuan log periodic array
Antena log periodik awalnya dirancang di University of Illinois di Amerika
Serikat pada 1955. Jenis design antenna RF ini adalah directional dan
biasanya mampu beroperasi selama rentang frekuensi sekitar 2:1. Antena
ini memiliki banyak kesamaan dengan Yagi. Selain itu pola radiasi antena
RF design ini tetap sama luasnya pada seluruh band operasi. Namun ia
memiliki gain yang lebih rendah untuk ukurannya daripada Yagi lebih
konvensional.
Jenis antena log periodic
Ada beberapa format di mana antena log periodik dapat direalisasikan.
Jenis utama dari array log periodik termasuk:
1.
2.
3.
4.
5.

Zig zag log periodic array


Trapezoidal log periodic
Slot log periodic
V log periodic
Log periodic dipole array, LPDA

Jenis yang paling banyak digunakan adalah Log periodic dipole array,
LPDA.
Dasar Log periodic dipole array
Yang paling umum adalah Log periodic dipole array pada dasarnya terdiri
dari sejumlah elemen dipole. Ini mengurangi ukuran dari belakang ke arah
depan. Beam utama dari antena RF yang datang dari depan lebih kecil.

Page 122

Elemen pada bagian belakang dari array dimana elemen yang terbesar
adalah setengah panjang gelombang pada frekuensi terendah operasi.
Jarak elemen juga menurunkan ke arah depan dari array di mana elemenelemen terkecil berada.

Gambar 2. Dasar Log Periodic Dipole Array


Antena Log-Periodic Dipole Array (LPDA) adalah antena directional yang
mempunyai pola radiasi satu arah.
Komponen dasar Antena Log Periodik

Gambar

menunjukkan

bagian-bagian

dari

sebuah

LPDA

tipikal.

Strukturnya terdiri dari sejumlah elemen linear, yang terpanjang kira-kira


1/2 panjang pada frekuensi desain terendah. Unsur terpendek biasanya
sekitar 1/2 panjang pada frekuensi tertinggi.
Feeder antenna, juga secara disebut fase-line, menghubungkan titik-titik
pusat dari setiap elemen pada rangkaian, dengan pembalikan fase atau

Page 122

cross-over antar setiap elemen. Sebuah stub juga sering ditambahkan di


belakang sebuah LPDA.
Penyesuaian impedansi ( matching impedance) adalah suatu upaya untuk
menyesuaikan

impedansi

antena

dengan

impedansi

karakteristik

saluran.Agar transfer energi dari pemancar ke antena lewat kabel dapat


berlangsung secara efisien (tidak ada energi yang terbuang atau
terpantul), impedansi antena harus sesuai. Efek terburuk dari impedansi
yang tidak sama adalah timbulnya daya pantul (reflected power) dari
antena. Daya pantul yang kembali ke pemancar akan merusak rangkaian
pemancar. Agar tidak terjadi kerusakan, perlu dilakukan penyesuaian
impedansi (matching impedance) pada antena sehingga sesuai dengan
impedansi

pemancar.

mengindikasikan

Nilai

seberapa

voltage
baik

standing

wave

penyesuaian

ratio(VSWR)

impedansi

yang

dilakukan.VSWR atau SWR yang tinggi menunjukkan bahwa sinyal yang


dipantulkan

masih

lebih

besar

daripada

sinyal

yang

dipancarkan

antena.Teknik penyesuaian impedansi yang dapat digunakan untuk


impedansi antena yaitu feeding methods, stubdan baluns. Pada umumnya
feeding methods diuraikan menjadi dua, yaitu folded dipoledan shunt feed
methods.

Sedangkan

stub

terdiri

atas

single

stub,

balanced

stubs,doubledan triple stub matching.


Pola Radiasi

Karakteristik Log Periodik


Antena log periodic memiliki karakteristik tersendiri yaitu:[5]

Page 122

Frekuensi limit : upper = 18GHz, lower = 3MHz


Bandwidth : 163% or ratio 1: 10
Typical Gain : 6-8 dB
Polarisasi : linier
Typical half power beamwidth : 60deg 80deg
Polapancar : directional

Fungsi Antena Log Periodik


Dapat digunakan pada frekuensi HF (330 MHz), VHF (30300 MHz) dan
UHF (3003000MHz) untuk berbagai aplikasi termasuk digunakan sebagai
antena televisi dan Radio amatir (3,5-7 MHz).[5]
Antena Log Periodik juga digunakan untuk keperluan militer terutama
untuk

keperluan

komunikasi,

biasanya

antena

log

periodik

yang

digunakan untuk keperluan militer adalah log periodik yang bekerja pada
gelombang HF. Gelombang radio HF biasanya digunakan untuk hubungan
jarak jauh antar pulau. Dengan sistem ini satu saluran dapat digunakan
untuk banyak percakapan tanpa saling mengganggu. Sistem ini memiliki
jangkauan yang luas hanya saja memerlukan daya yang tinggi dan
geometri yang cukup besar.[5]
Antena Log Periodik juga digunakan untuk keperluan wireless network
Antena Log Periodik Vs Antena Yagi-Uda
Antena log periodic pada kenyataannya memiliki banyak kemiripan
dengan antenayagi-Uda, diantaranya adalah:
-

Terdiri dari banyak dipole.


Polarisasi linier
Dapat bekerja pada sinyal UHF

Dan yang membedakan antara antena Log Periodik dengan antena YagiUda adalah:
-

Direktivitas/Ga
in yang dicapaiantena log periodic lebih kecil, yang berarti
antenna Yagi-Uda memiliki kefokusan lebih fokus dari antena Log
Periodik.

Page 122

Log periodic memiliki lebar pita kerja yang lebih lebar, sehingga
sangat baik untuk digunakan untuk aplikasi yang memerlukan

Bandwidth yang lebih lebar.


Besaran geometri pada antena log periodic mengikuti suatu

perbandingan tertentu.
Lebih sulit membuat antena Log Periodik dibandingkan antenna

Yagi.

ANTENA LOG PERIODIK VS ANTENA YAGIUDA

Perancangan Antena
Pengaturan dasar

dari log-periodik

kawat (antena feeder) yang

array adalah

dengan garis dua-

ditunjukkan pada Gambar. 1

bersama

dengan geometri mendefinisikan formula.

Page 122

Gambar 1. Pengaturan Dasar dari Log Periodic Array


Dalam

perancangan

antena

LPDA,

panjang

elemen

antena

akan

ditentukan oleh nilai (faktor skala) sedangkan spasi antar elemen


ditentukan oleh nilai (faktor spasi). Dalam perancangan antena lpda kali
ini saya akan membuat dengan frekuensi 500 890 MHz dan gain 8,5 dB.
Ada pula langkah-langkahnya sebagai berikut :
Menentukan Bandwidth menggunakan frekuensi tertinggi dan terndah

890
=1,78
500

Untuk antenna lpda saya menggunakan gain 8,5 dB dan disesuaikan dari
kontur gain antenna lpda yang sudah ada, nilai (faktor skala) sebesar
0,91 dan nilai (faktor spasi) sebesar 0,17.

Menentukan nilai

40.17
= 10.91
=
Menghitung

7.5555556
bandwidth

di

Active

region

Page 122

Menentukan Bandwidth struktur (array)

B S=1.781.57124=2.796807
Menghitung panjang Boom Lenght (Ln), banyak elemen (N) dan element
terpanjang (L1)
max

c
fl

3.10 8
5.10 8

0,6

1
0.6
7.5555556
2.796807
4

0.728 meter

1+

log2.796807
1
log
0.91

11.9

L1 = 0.5 x max
= 0.5 x 0.6
= 0.3 meter

Page 122

Menentukan panjang antena dipole yang lain

L2 = x L1 = 0,91 x 0,3

= 0,273 m

L3 = x L2 = 0,91 x 0,273 = 0,248 m


L4 = x L3 = 0,91 x 0,248 = 0,226 m
L5 = x L4 = 0,91 x 0,226 = 0,205 m
L6 = x L5 = 0,91 x 0,205 = 0,186 m
L7 = x L6 = 0,91 x 0,186 = 0,169 m
L8 = x L7 = 0,91 x 0.169 = 0.153 m
L9 = x L8 = 0,91 x 0,153 = 0,139 m
L10 = x L9 = 0,91 x 0,139 = 0,126 m
L11 = x L10 = 0,91 x 0,126 = 0,114 m
L12 = x L11 = 0,91 x 0,114 = 0,103 m

Menentukan spasi antar elemen


d1 = 2 x x L1 = 2 x 0,17 x 0,3

= 0,1 m

d2 = 2 x x L2 = 2 x 0,17 x 0,273 = 0,092 m


d3 = 2 x x L3 = 2 x 0,17 x 0,248 = 0,084 m
d4 = 2 x x L4 = 2 x 0,17 x 0,226 = 0,076 m
d5 = 2 x x L5 = 2 x 0,17 x 0,205 = 0,069 m
d6 = 2 x x L6 = 2 x 0,17 x 0,186 = 0,063 m
d7 = 2 x x L7 = 2 x 0,17 x 0,169 = 0.057 m

Page 122

d8 = 2 x x L8 = 2 x 0,17 x 0,153 = 0.052 m


d9 = 2 x x L9 = 2 x 0,17 x 0,139 = 0.047 m
d10 = 2 x x L10 = 2 x 0,17 x 0,126 = 0.042m
d11= 2 x x L11 = 2 x 0,17 x 0,114= 0.038 m

Page 122

ANTENNA BICONICAL

Antena Biconical merupakan sebuah antena yang memiliki bentuk yang


terdiri dari 2 buah kerucut, yang digunakan untuk menangkap sinyal UHF
TV. Antena ini memiliki pola radiasi seperti koordinat bola.

Antena Biconical termasuk broadband antena, yaitu antena yang bekerja


pada range frekuensi tinggi. Antena biconical tersusun dari 2 kata dasar
yaitu bi dan conical. Kata bi berarti dua dan conical yang berasal dari cone
yang berarti kerucut. Oleh karena itu, antena biconical adalah antena
broadband yang memiliki 2 kerucut sebagai tempat untuk menangkap
sinyal. Pola radiasi antena biconical adalah omnidirectional. Dalam
kenyataannya, antena ini dapat digunakan untuk menerima sinyal TV
yang berada pada range UHF(Ultra High Frequency). Antena biconical
dapat tersusun dari bahan yang solid, bahan metal dan dari wire.

Gambar-gambar Antenna biconnical

Page 122

REFLEKTOR SUDUT 90
Dalam hal ini digunakan reflektor sudut 90 derajat , karena karakteristik
radiasinya sangat menarik, sehingga menjadi sangat populer, selain itu
reflektor sudut tersebut digunakan untuk optimasi penerimaan sinyal TV.

Antena Biconical disertai reflektor sudut 90


untuk mendapatkan pola radisi yang teraarah
(directional).

Perancangan Antena Biconical

Page 122

Untuk merancang antena Biconical, ada beberapa yang harus ditentukan


terlebih dulu,yaitu :
Panjang kerucut (l) dan diameter masing masing kerucut
Menentukan panjang masing masing kerucut
Dari rumus (2 - 3) dan (2 - 4), untuk mencari panjang kerucut, maka
terlebih dahulu harus menentukan panjang gelombangnya, dengan c = 3
x 108 m/s dan frekuensi UHF = 500 MHz, sehingga :
Panjang gelombang yang didapat :

Panjang total kerucut :

Panjang masing masing kerucut:

Besar sudut dan

Panjang diameter

pada masing masing kerucut

Berdasarkan teori, bahwa besar sudut (a) pada antena Biconical adalah
60. Kemudian untuk rumus pada persamaan (2 5) dan (2 - 6), maka
akan didapatkan panjang jari jari dan diameter kerucut sebagai berikut :
jari jari (r) = sin 30 x 15 = 7,5 cm
diameter (x)
tinggi (t)

= 2r = 2 x 7,5 = 15 cm
= cos 30 x 15 = 12,9 cm

Page 122

Jarak antara 2 kerucut


Pada antena Biconical

terdapat 2 buah kerucut, dimana jarak antar 2

kerucut tersebut didapatkan berdasarkan rumusan di bawah ini

Sehingga diambil nilai d = 1 cm

Reflektor Sudut
Perhitungan reflektor sudut [1] ini didasarkan pada panjang gelombang
(), dengan frekuensi 450 MHz.

Desain sebagai acuan

Page 122

Dari gambar reflektor sudut, akan dihitung rasio panjang gelombang

dengan frekuensi 450 MHz (hanya sebagai acuan untuk mendapatkan


ukuran sebenarnya, sehingga mempermudah untuk membuat antena
Biconical. Maka :

Desain pada frekuensi center


Kemudian

dari

acuan

perhitungan,

maka

akan

dibuat

reflector

sesungguhnya pada antena Biconical, dengan ukuran sebagai berikut :

Sehingga gambaran reflektor sudut sebenarnya

yang dibuat untuk

antena Biconical adalah sebagai berikut :

Contoh hasil pengukuran Antenna Biconical

Page 122

Page 122

ANTENA HORN SECTORAL BIDANG H

Jenis-Jenis Antena Horn

Pyramidal horn
Sectoral horn
Conical horn
Exponential horn
Dan masih banyak lagi

Antena Horn merupakan salah satu antena microwave yang digunakan


secara luas, Antena Horn banyak dipakai sebagai pemancar untuk satelit
dan peralatan komunikasi di seluruh dunia
Penggunaan yang luas merupakan pengaruh dari kemudahan pembuatan
antena Horn dan kekuatan gain yang besar serta kemampuan daya total
dalam memancarkan gelombang elektromagnetik sehingga antena Horn
ini banyak dipakai.
JENIS ANTENA HORN SEKTORAL

E-Plane Sectoral Horn

H-Plane Sectoral Horn

DEFINISI H-PLANE SECTORAL HORN ANTENA

Page 122

Antena ini merupakan antena celah (aperture antenna) yang mulutnya


melebar ke arah bidang magnet (H) dengan berdasarkan saluran pandu
gelombang persegi (rectangular waveguide). Dengan menggunakan
antena

horn ini, maka gelombang sinyal yang dipancarkan akan

meruncing sepanjang bidang medan magnet dan sedikit melebar


sepanjang bidang medan listrik.
BAHAN

Bahan Aluminium
Bahan Seng
Bahan Tembaga

GEOMETRI ANTENA HORN BIDANG-H

KONDUKTIVITAS BAHAN

DIRECTIVITY
Direktivitas (keterarahan medan listrik) adalah parameter antena sangat
penting

dipakai

untuk

menentukan

penampilan

suatu

antena.

Page 122

Karakteristik dari antena Horn Sektoral-H adalah ketika sudut pelebaran


semakin meningkat, direktivitas antena Horn Sektoral Bidang-H juga
semakin meningkat hinggamencapai nilai maximum. Dan ketika melewati
nilai maximum maka nilai direktivitas akan menurun.

GAIN
Gain dari antena horn maksimal adalah 25 dBi, dan pada umumnya
berkisar di 10 - 20 dBi

EFFISIENSI ANTENA

POLARISASI
Saat antena horn berada pada posisi horisontal dan medan listrik (E)
sejajar terhadap permukaan bumi/tanah ternyata antena lebih efektif
menangkap gelombang sehingga polarisasi ini dinamakan polarisasi
horisontal. Dan sebaliknya saat antena horn berada pada posisi vertikal

Page 122

dan medan listrik (E) tegak lurus terhadap permukaan bumi/tanah


ternyata antena lebih efektif menangkap gelombang sehingga polarisasi
ini dinamakan polarisasi vertikal.

POLA RADIASI

Azimut

Bahan Aluminium

Bahan Seng

Bahan Tembaga

Elevasi

Page 122

Antenna Horn digolongkan sebagai antenna directional yang memancar


dengan pengarahan. Dengan kurang lebih 90 derajat (elevasi) dan
kurang lebih 45 derajat (azimut)
BANDWIDTH
Antena horn secara umum memiliki bandwidth yang relatif besar.
Biasanya dioperasikan pada frekuensi 1 GHz Sampai 20 GHz
APLIKASI
Antena Geo di kapal

Page 122

ANTENA HORN SECTORAL BIDANG E

DEFINISI
Antena horn sektoral bidang-E adalah antenna horn berbentuk persegi
yang mana mulut dari antena ini melebar ke arah medan listriknya (E).
Dimensi pelebaran ini dinyatakan dengan b1. Antena ini dicatu oleh
saluran pandu gelombang persegi (rectangular waveguide) dengan
dimensi penampang a x b (a = panjang penampang; b = lebar
penampang).

Gambar 1. Antena Horn Sektoral Bidang-E


Dimensi dari bidang medan magnet sama dengan panjang penampang
saluran pandu gelombang pencatunya, yaitu a. Jarak R diukur dari virtual
apex dari horn ke bidang aperture-nya.

Page 122

Gambar 2. Geometri Antena Horn Sektoral Bidang-E


POLA RADIASI
Pola radiasi suatu antena didefinisikan sebagai suatu pernyataan secara
grafis yang menggambarkan sifat radiasi suatu antena (pada medan jauh)
sebagian fungsi dari arah itu adalah pointing vektor, maka ia disebut
sebagai Pola Daya (Power Pattern).

Gambar 3. Pola Radiasi Antena Horn


Dengan melihat pola radiasinya, antena Horn digolongkan sebagai
antenna directional yang memancar dengan pengarahan.
PENGUKURAN GAIN
Pada

pengukuran

gain

diperlukan

antena

standar

untuk

membandingkannya. Sektoral bidang-E sama seperti pengukuran pola


radiasi, hasil pengukuran tertinggi akan dibandingkan dengan antena
standar. Untuk menghitung gain pada pengukuran dapat menggunakan
rumus berikut :
Gt(dB) = Pt(dBm) Ps(dBm) + Gs(dBi)
DIRECTIVITY
Directivity suatu antena dapat diperkirakan dengan menggunakan pola
radiasi yang dihasilkan pada pengukuran pola radiasi bidang-E dan
bidang-H. Sudut tersebut dapat dicari dengan menggunakan gambar pola
radiasi. Dengan menandai titik -3dB pada pola radiasi kemudian menarik
sudut pada titik tersebut.

Page 122

Gambar 4. Direktivitas dari antena horn sektoral bidang-E berdasarkan


dimensinya
Persamaan untuk menghitung directivity dapat menggunakan rumus :
D=

41253
H E

dimana :
H : sudut pada titik setengah daya bidang-H (radian)
E : sudut pada titik setengah daya bidang-E (radian)
EFISIENSI
Perhitungan efisiensi antena dapat dihasilkan dengan membandingkan
gain pada antena dan directivity. Persamaan untuk menghitung efisiensi
dapat menggunakan rumus :
e=

G
x 100
D

Keterangan :
e

= Efisiensi

= Gain

= Directivity

APLIKASI

Page 122

Antena horn merupakan antena yang paling banyak dipakai dalam sistem
komunikasi gelombang mikro karena mempunyai gain yang tinggi, VSWR
yang rendah, lebar pita (bandwidth) yang relatif besar, tidak berat, dan
mudah dibuat.
Antena horn digunakan secara luas, diantaranya :
1. Sebagai elemen penerima untuk radio astronomi
2. Tracking satelit
3. Sebagai pencatu pada reflektor antena parabola.
Jenis antena horn yang sering dipakai dalam praktek adalah antena horn
piramida. Horn dapat dianggap sebagai bumbung (pandu) gelombang
yang dibentangkan sehingga gelombang-gelombang di dalam pandu
tersebut menyebar menurut suatu orde tertentu dan akan menghasilkan
suatu distribusi medan melalui mulut horn sehingga dapat dianggap
sebagai sumber radiasi yang menghasilkan distribusi medan melalui suatu
luasan tangkap. Amplitudo dan fase medan pada bidang mulut horn
tergantung pada jenis dan mode gelombang catu yang masuk ke horn
melalui pandu gelombang dan tergantung pada sifat-sifat horn.

Page 122

ANTENA HORN PYRAMIDAL

Antena Horn Piramida merupakan antena yang biasanya dipakai dalam


sistem

telekomunikasi

gelombang

mikro.

merupakan antena celah (aperture antenna)

Antena

horn

piramida

berbasis saluran pandu

gelombang persegi (rectangle waveguide), sedangkan mulutnya melebar


ke arah bidang medan listrik (E) dan bidang medan magnet (H), sehingga
bentuk akhir antena ini menyerupai piramida

Gain
Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan
kemampuan antena mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan
sinyal dari arah tertentu. Antena horn piramida mempunyai gain yang
tinggi. Dengan gain yang tinggi memiliki keuntungan yaitu jangkauan

Page 122

yang lebih panjang dan kualitas yang lebih baik. Gain horn piramidal antar
4 sampai 10 dB
Bandwidth
Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh
sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat
diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan
sinyal frekuensi rendah. Bandwidth horn piramidal sekitar 33%
Polarisasi
Polarisasi antena adalah arah medan listrik yang diradiasikan oleh antena.
Antena piramidal horn memiliki pola radiasi linier. Polarisasi linier terjadi
jika suatu gelombang yang berubah menurut waktu pada suatu titik di
ruang memiliki vektor medan elektrik (magnet) pada titik tersebut selalu
berorientasi pada garis lurus yang sama pada setiap waktu.

Direktivitas
Direktivitas atau pengarahan adalah salah satu parameter yang dipakai
untuk

menentukan

performansi

dari

suatu

antena

horn

piramida.

Penentuan nilai direktivitas dimulai dengan memasukkan nilai dimensi


dimensi antena horn. Untuk antena horn piramida, dapat dibentuk dari
dua antena horn , yaitu antena horn sektoral bidang E dan

bidang H.

Harga direktivitas-nya (D) berbanding lurus dengan direktivitas radiasi


masing-masing antena horn sektoral tersebut. Performansi antena horn
piramida dapat diukur dari nilai direktivitas atau pengarahannya, semakin
tinggi nilai direktivitas, maka performansi antena tersebut semakin baik.
Nilai direktivitas ditentukan oleh ukuran dimensi antena.

Page 122

Pola Radiasi
Pola radiasi atau pola antena menggambarkan kekuatan relatif medan
yang dipancarkan di berbagai arah dari antena, pada jarak yang konstan.
Pola radiasi adalah pola penerimaan juga, karena pola radiasi tersebut
juga

menggambarkan

karakteristik

menerima

antena.

Pola

radiasi

pyramidal antena adalah pola directional. Pola directional adalah pola


pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu.

Pola radiasi antena Horn Piramidal pada dua kondisi, yaitu pola radiasi
bidang E dan bidang H dapat diketahui bahwa radiasi maksimum antena
Horn Piramidal terjadi pada saat posisi 0. Hal ini disebabkan karena level
sinyal terbesar berada pada saat posisi antena 0 dimana pada posisi ini
antena Horn Piramidal meghadap lurus sejajar dengan antena pemancar
dalam hal ini adalah Acccess Point.
Aplikasi antena horn piramidal

Radio astronomi
Pengujian antena
Tracking satelit
Pencatu pada reflektor antena parabola

Page 122

ANTENA HORN CONICAL

Antena Horn Konikal merupakan


antena celah (aperture anntena)
berbasis saluran pandu gelombang
lingkaran

(circular

waveguide)

dengan bentuk akhir antena ini


menyerupai

Gambar 1. Antena Horn Conical

kerucut,

yang

mulutnya melebar kearah bidang


medanlistrik (E) dan bidang magnet (H).
Antena horn conical merupakan antena yang paling banyak dipakai dalam
sistem

komunikasi

gelombang mikro

karena

mempunyai gain yang

tinggi, VSWR yang rendah, lebar pita (bandwidth) yang relatif besar,
tidak
Antena

berat,
horn

conical

dan
merupakan

mudah
jenis

lain

dibuat.

antenna

microwave.

Perbedaannya terletak pada feed dari antena horn conical ini berbentuk
melingkar sedangakan pada antena horn pyramidal sendiri feednya
berbentuk

kotak.

Antena horn conical bertipe antena aperture (antena celah) yang berarti
sangat berguna untuk aplikasi pada pesawat terbang dan kendaraan luar
angkasa. Antenna aperture merupakan suatu antena yang mempunyai
struktur berupa suatu luasan yang dilalui gelombang elektromagnetik.
Konsep dari aperture ditunjukkan sangat sederhana, yaitu dengan
mempertimbangkan suatu antena penerima. Andaikata bahwa antena
penerima adalah suatu horn elektromagnetik yang dibenamkan didalam
medan

dari

suatu

gelombang

datar

serba

sama.

Karakteristik
Polaradiasi
Pola radiasi dari antena horn konikal adalah directional. Antena ini biasa

Page 122

digunakan untuk komunikasi point to point. Jadi


antara pengirim dan penerima harus segaris.
Gambar pola radiasi dari antena horn konikal
seperti di samping ini:
Bentuk side lobe level dari antena horn konikal
relatif

sangat

kecil

(mendekati

nol)

dan

Gambar 2. Pola radiasi


Antena Horn Conical dalam
3D

mudah

untuk

mengatur

penyesuaian impedansi.

Direktivitas
Direktivitas adalah kemampuan antena untuk memusatkan energy di arah
yang

tertentu

sewaktu
memancarkan,
Gambar 4. Geometri Antena Horn Conical

untuk

atau

menerima

energi dari arah yang


tertentu

sewaktu

menerima.
Direktivitas

dari

antena Horn Konikal


berdasarkan

Gambar 5. Direktifitas Antena Horn Conical

dimensinya

dapat

ditunjukkan pada gambar dibawah ini, dimana suatu direktivitas akan


optimum ketika horn aperture (dm) adalah konstan dan panjang antenna
(L) adalah tak terhingga (bervariasi, serta sudut (c) yang sama dengan
nol.
Pada gambar diatas, terlihat bahwa karakteristik Horn Konikal mirip
dengan horn piramidal atau horn sektoral. Ketika sudut
pelebaran

semakin

meningkat,

direkrivitas

antena

Horn

Konikal juga semakin meningkat hingga mencapai nilai


maksimum. Dan ketika melewati nilai maksimum maka nilai
Gambar 3. Pola radiasi
Antena Horn Conical

direktivitas akan menurun. Di sini direktivitas

Page 122

optimum

dapat

Direktivitas

dapat

terlihat.

dihitung

dengan

cara

Dimana

keliling

L(s)

lingkaran

angka

Direktivitas

dapat

aperture
koreksi

panjang
dihitung

dengan

gelombang
pengukuran

Dimana
HP

:
sudut

pada

titik

setengah

daya

bidang

(derajat)

HP = sudut pada titik setengah daya bidang E (derajat)

Gain
Memiliki gain sampai dengan 25 dB, dan pada umumnya berkisar 10 - 20
dB.

di mana,
A adalah luas aperture,
d adalah diameter aperture dari
tanduk berbentuk kerucut

Page 122

adalah panjang gelombang ,


eA adalah

parameter

berdimensi

antara

dan

disebut efisiensi

aperture

Bandwith
Memiliki gain sampai dengan 25 dB,
dan pada umumnya berkisar 10 - 20
dB.
Gambar 5. Design Antena Horn
Conical

Frekuensi Kerja

Antenna horn conical bayak digunakan pada UHF dan frekuensi microwave
di atas 300 MHz.
Perancangan antena horn konikal :

keterangan
L

jarak

virtual

dm
d

dari

apex

ke

sudut
diameter

bidang

aparature
pelebaran

bidang

aparature

= diameter penampang circular waveguide

Penerapan
Radar gun (alat pendeteksi kecepatan kendaraan)

Page 122

Sebagai satandard kalibrasi untuk pengukuran gain dari antenna lain.


Penerima Satelit (sebagai feed dari parabola)

Page 122

ANTENA RIDGED HORN

PERKEMBANGAN ANTENA HORN


Penjelasan ANTENNA RIDGED HORN
Sebuah tanduk piramida dengan punggung atau sirip yang melekat pada
bagian dalam tanduk, memperluas di tengah-tengah sisi. Setiappunggung
menurunkan frekuensi cutoff, danmeningkatkan bandwidth antena.
Perkembangan

antenna

horn

konvesionalmemilikiketerbatasan

disebabkankarena
bandwidth.

antenna
Selainitu

horn
para

penelitiinginmencari antenna yang broadband, ultra wide band, dan


antenna

yang

memiliki

gain

satudarimodifikasiituadalahpenambahan
memuati

waveguide

yang
ridge

tinggi.

horn.

Salah

Central

danitubermanfaatuntukmeningkatkan

Ridge

bandwidth

denganmenurunkan frequency cutoff dari mode dominan.


Antena ridged horn dapat dibagi menjadi dua bagian: Waveguide
quadruple-bergerigi persegi dan piring korslet yang terletak di bagian
belakang Waveguide.
QUAD RIDGED HORN
Waveguide quadruple-bergerigi adalah persegi yang sarat dengan empat
punggung dari dua polarisasi ortogonal.
Bentukdari antenna ridge horn :

Page 122

Quad-ridgesquare waveguide dapatmenghasilkan dual orthogonal linear


polarization denganmenggunakan dual- coaxial feed dalam ridge-nya
PolaRadiasi Quad ridged horn antenna

Page 122

Gambar. 16 di mana jelas bahwa polarisasigandadan piringan di bagian


belakang Waveguide belum membuat perubahan signifikan terhadap field
pattern dalam antena horn waveguide dibandingkan dengan antenna horn
konvensional.

Gambar 17 menunjukkan keuntungan simulasi antena horn untuk


berbagai
frekuensi. Hasilnya menunjukkan bahwa keuntungan (untuk theta = 0)
hampir konstan dengan bandwidth, 10,5-13 dB, dan nilai puncak terjadi
sekitar pusat frekuensi band. Selanjutnya, ditemukan dari simulasigain

Page 122

dan radiasi hasil pola yang hampir sama untuk kedua polarisasi horizontal
dan vertikal.
Quad ridged horn antenna
terbuat dari sepuluh
kecilwaveguides setiap
ketinggian yangberbeda.

Frequency

cutoff

dapat

diturunkan

dengan

menempatkan

material

dielectric dalam waveguide.Tapi ini tidak meningkatkan bandwidth bahkan


dapat menyebabkan losses yang meningkat.
Dengan membuat stuktur double ridge dari waveguide dalam pyramidal
horn penggunaan bandiwtdth dari horn dapat ditingkatkan berlipat-lipat.
Dimana double ridge tersebut menggunakan coaxial feed dan diletakan
memotong salah satu bagiandari ridge. Double ridge juga menghasilkan
single polarization
DOUBLE RIDGED HORN

Page 122

Double ridged horn merupakanantena broadband yang menawarkan


kinerja yang sangat baik selama rentang frekuensi 1 GHz sampai 18 GHz.
Antenainimenghasilkan

medan

listrik

tinggi

yang

diperlukan

untuk

terpancar kekebalan dan emisi pengukuran dan kalibrasi antena.

Tanduk ini dirancang


dengan menggunakan MW
Studio, paket komersial
berdasarkan teknik
domain terbatas waktu
Konsep baru ganda
bergerigi-panduan tanduk
(DRGH) dibawa ke tingkat
yang lebih tinggi dari
fleksibilitas dengan
membuat antena

Sebuah antena dual-terpolarisasi dapat mengukur kedua komponen


bidang ortogonal secara bersamaan, yang memungkinkan insinyur atau
teknisi untuk mengukur pola 3D dengan memutar antena yang diuji (AUT)
baik azimuth dan elevasi.

Page 122

Parameter antena dengan pola radiasi (Gambar 5 untuk 1 GHz)

Pengukuran antena 3D adalah rasio kekuatan sebenarnya terpancar


dengan daya dimasukkan ke dalam terminal antena.
80% Amplitude Modulation membutuhkan tegangan 1,8 kali lebih tinggi,
sehingga daya 3.24 kali lebih tinggi dibandingkan dengan cw. Peningkatan
kekuatan medan faktor 10 membutuhkan 100 kali amplifier daya.
Model Antena Ridged Horn
Model TandukDenganSisiPlastik

Page 122

Model ini diatur untuk


memiliki sisi nonlogam dengan
permitivitas relatif
2,5, klaim produsen
'untuk plastik
polikarbonat. Gambar

Model TandukTanpasisiplastic

Page 122

Sebuah flange
ditambahkan ke rongga
pada tanduk. Tujuan
dari flange ini adalah
untuk melampirkan
tanduk pada perisai dari
ruang anechoic
dengantujuanmenjaga
kabel luar kandang
ketika mengukur pola.

Gambar 7 menunjukkan VSWR untuk port dihitung dan untuk port antena
prototipe tanpa sisi.

Setiap bagian dari antenna :

Page 122

Bagian dari antenna ridged horn :

Polyester metallic material


Grounded wires
Insulating plate
Nylon wires
Coaxial-to-stripline transition

Page 122

ANTENA PRIME FOCUS

Parabola adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan


untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation
(RADAR), bekerja pada frekuensi UHF dan SHF.
Parabola memiliki sifat paraboloid, sifat paraboloid ini sama seperti sifat
atau karakteristik dari cermin cekung dimana sinar datang sejajar dengan
sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.

Gambar 1. Sifat Paraboloid


Parabola memiliki 2 tipe, Fokus Utama (Prime Focus) dan Offset.
Prime focus adalah parabola dengan posisi titik fokus yang terdapat pada
titik pusat / dot center parabola, sedangkan offset fokus adalah titik fokus
yang terletak pada bagian lain dari center parabola.

Gambar 2. Parabola Fokus Utama dan Offset

Page 122

Pada type prime focus, sinyal yang diterima dari satelit dipantulkan oleh
reflektor paraboloid

dan

langsung

diterima

oleh

feed

horn

yang

diletakkan tepat pada titik fokus. Sebaliknya sinyal yang dipancarkan dari
feed horn langsung dipantulkan oleh reflektor menuju satelit.

Gambar 3. Prinsip pemancaran gelombang pada Prime Focus


Pada parabola Prime Focus memiliki polarisasi circular, serta pola radiasi
yang nampak seperti gambar berikut :

Gambar 4. Polarisasi Circular

Gambar 5. Pola Radiasi parabola

Page 122

Kelebihan

Prime

Focus

Bentuk sangat sederhana, Karena sifatnya ini, tepat dipakai untuk stasiun
bumi yang transportable dengan G/T yang kecil yang menyebabkan
efesiensinya relative lebih bagus.
Kelemahan Prime Focus:
Mempunyai system noise yang relative tinggi terutama pada sudut elevasi
yang tinggi, karena pancaran dari side lobe primary feednya menuju
bumi yang panas.
Transmissi line antara penerima dan antenna menjadi panjang, sehingga
kehilangan yang diakibatkannya besar.
Relatif sulit dalam pengaturan OMT nya maka hanya praktis sampai
dengan ukuran diameter 4,5 meter saja.

Parabola prime focus dan offset memiliki struktur utama yang sama yaitu
Reflector dan LNBF. Reflector adalah bagian parabola seperti cermin
cekung yang memantulkan gelombang sinyal pada LNBF. Sedangkan LNBF
(Low Noise Block Converter - Feed), berfungsi untuk menerima sinyal dari
reflector, mengarahkan sudut polarisasi penerimaan dan menaikkan
kekuatan sinyal (gain) serta menekan noise.

Gambar 6. Reflector Parabola

Page 122

Gambar 7. Low Noise Block Converter Feed (LNBF)


Secara rangkaian elektronik jenis LNB prime fokus dan offset fokus adalah
sama. Perbedaannya hanya terletak pada Scalar ring LN itu sendiri. LNB
prime fokus memiliki Scalar ring yang datar, namun pada offset fokus
menggunakan scalar ring yang mengerucut atau yang sering disebut
Conical scalar ring.
Beberapa perangkat untuk membangun sebuah Parabola adalah :

Tiang Utama penyangga Antena Parabola

Reflector

LNBF

Clamp FeedHorn

Stand FeedHorn

Backplane Dish

Angle Meter

Untuk pemasangan parabola harus memperhatikan arah gerak parabola


dan harus lolos pandang (tidak ada objek yang menghalangi arah
parabola). Yang harus diperhatikan dalam arah gerak parabola adalah
sebagai berikut :
Azimuth (0 sd 360 derajat)
Sudut arah antena relatif terhadap arah utara pada bidang mendatar.

Page 122

Utara dicatat pada 0,0 derajat.


Pergerakan searah jarum jam bernilai positif (+) dan berlawanan jarum
jam negatif (-).
Elevasi (0 sd 90 derajat)
Sudut arah antena relatif terhadap horison.
Arah horison dicatat pada 0 derajat.
Arah ke atas bernilai positif.
Polarisasi (-90 sd 90)
Sudut pengarahan LNB relatif terhadap bidang datar.
Bidang datar dicatat pada 0 derajat (horisontal).
Arah jarum jam bernilai positif (+) dan arah berlawanan jarum jam bernilai
negatif (-).

Page 122

ANTENA CASSEGRAIN REFLECTORS

Pengertian Antena
Antena adalah suatu piranti yang digunakan untuk merambatkan dan
menerima
merupakan

gelombang
satu

radio

atau elektromagnetik.

proses perpindahan

gelombang

Pemancaran
radio

atau

elektromagnetik dari saluran transmisi ke ruang bebas melalui antena


pemancar.

Sedangkan penerimaan adalah satu proses penerimaan

gelombang radio atau elektromagnetik

dari

antena

perangkat

penerima. Karena

merupakan

ruang

bebas

perantara

melalui
antara

saluran transmisi dan udara, maka antena harus mempunyai sifat


yang sesuai (match) dengan saluran pencatunya.
Definisi
Antena cassegrain reflektor merupakan salah satu bentuk dari antena
parabola berdaya jangkau tinggi dan

memancarkan sinar berbentuk

menyempit sepanjang sumbu parabola.


Pada antena cassegrain memiliki dua reflektor yang berbentuk paraboloid
dan sebuah sub reflektor yang berbentuk hiperboloid.
Posisi titik fokus dari main reflector berimpit dengan sub reflectornya.

Page 122

Bentuk
Antena cassegrain berbentuk paraboloid

yang memiliki dua reflektor

yang berbentuk paraboloid atau piringan dan sebuah sub reflektor yang
berbentuk hiperboloid.
Posisi titik fokus dari main reflector berimpit dengan sub reflectornya.

Sebagai antena penerima, makin besar diameter piringan parabola tentu


akan semakin banyak sinyal yang bisa ditangkap. Dengan kata lain, makin
besar diameter parabola, antena itu akan makin sensitif dalam menerima
sinyal-sinyal yang lemah. Sebaliknya sebagai antena pemancar, makin
besar diameter berarti semakin banyak sinyal yang bisa dipancarkan ke
satu arah tententu.

Ukuran
Ukuran Antena Parabolic Cassegrain reflectors 4.6 meter atau lebih.

Page 122

Pola radiasi Directional

Page 122

Gain
Gain adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena
mengarahkan radiasi

sinyalnya,

atau

penerimaan

sinyal

dari

arah

tertentu. Gain bukanlah kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis
pada umumnya seperti watt, ohm, atau lainnya, melainkan suatu bentuk
perbandingan. Oleh karena itu, satuan yang digunakan untuk gain
adalah desibel.
Gain parabola umumnya bergantung pada frekuensi dan diameter
yang cenderung sangat besar sekitar 20 sampai 50 GHz. Tipe polarisasi
cassegrain adalah circular. Efisiensi Aperture dari cassegrain adalah pada
urutan 65-70 %.
Besarnya Beam Width antena parabola dihitung dari puncak main
lobe sampai 3 dB dibawah puncak tersebut. Beam width menyatakan
sudut pada main lobe pada batas-batas ke kiri dan ke kanan pada titik 3
dB down dan puncak main lobe. Besarnya beamwidth juga bergantung
pada frequency dan diameter.
Contoh

Cassegrain Reflector Antennas (QRCseries) 0.5 to 4 Foot (15.2 to 122 cm)


Diameter

Page 122

Contoh Spesifikasi Cassegrain SATCOM

Page 122

Prinsip Operasi
Disini ada 2 reflektor yaitu reflector utama (Main Reflector) yang
berbentuk parabola dan reflector ke dua (Sub Reflector) yang berbentuk
hyperbola
Pemancar (feed horn) ditempatkan pada titik focus-1 hyperbola sehingga
pancaran dari feed akan terpantul dari focus-2 hyperbola yang juga
merupakan

titik

Fokus

utama

dari

parabolanya.

Sehingga

sinar-

sinar/pancaran gelombang yang mengenai parabola, seolah-olah dating


dari titik fokusnya, yang akan terpantul parallel/sejajar..

Keuntungannya :

Page 122

Mempunyai imbuhan Noise dari Side lobe yang lelatif lebih kecil, karena
pancaran dari side lobe primary feednya menuju angkasa.
Panjang bumbung gelombang untuk feed lebih pendek
Fleksibel dalam rancangan feednya.
Feed System secara mekanis lebih stabil sehingga pengarahan antenna
lebih tepat.
Kelemahan:
Pemancar terhalang oleh sub-reflektor dan bagian-bagian penyangganya.
Karena sub leflektor dimensinya kecil, feed system harus lebih terarah.
Antena jenis ini tepat digunakan pada stasiun bumi yang permanent, yang
kebanyakan mempunyai G/T yang besar.
Aplikasi
Penggunaan antena untuk telekomunikasi radio
Penggunaan antena pada telekomunikasi televisi
Radio Astronomi

Cassegrain spacecraft communication antenna in Canberra, Australia,

Cassegrain satellite communication antenna in Sweden. The convex secondary reflector can be seen suspended above the

onvex secondary reflector in a large satellite communications antenna in Pleumeur-Bodou, France

Page 122

ANTENA MICROSTRIP

DEFINISI
Antena microstrip adalah suatu konduktor metal yang menempel diatas
ground plane yang diantaranya terdapat bahan dielektrik . Antena
microstrip merupakan antena yang memiliki massa ringan, mudah untuk
difabrikasi, dengan sifatnya yang konformal sehingga dapat ditempatkan
pada hampir semua jenis permukaan dan ukurannya kecil dibandingkan
dengan antena jenis lain. Karena sifat yang dimilikinya, antena microstrip
sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini sehingga dapat di-integrasikan
dengan peralatan telekomunikasi lain yang berukuran kecil, akan tetapi
antenna microstrip juga memiliki beberapa kekurangan yaitu: bandwidth
yang sempit, gain dan directivity yang kecil, serta efisiensi rendah.

Jenis-Jenis Antena Microstrip


Bentuk konduktor bisa bermacam-macam tetapi yang pada umumnya
digunakan berbentuk empat persegi panjang dan lingkaran karena bisa
lebih mudah dianalisis. Adapun jenis-jenis antena microstrip adalah

Page 122

Antena microstrip adalah salah satu jenis antena wireless yang paling
popular digunakan saat ini. Ada beberapa alasan kenapa antena
microstrip sangat terkenal
Sangat mudah difabrikasi.
Selaras dengan permukaan nonplanar.
Sangat murah karena hanya dengan menggunakan papan cetak
sirkuit.
Fleksibel

sehingga

menghasilkan

berbagai

macam

pola

dan

polarisasi yang berbeda.


Strukturnya sangat kuat.
POLARISASI
Polarisasi antena adalah polarisasi dari gelombang yang ditransmisikan
oleh antena. Jika arah tidak ditentukan maka polarisasi merupakan
polarisasi .Pada arah gain maksimum. Pada praktiknya, polarisasi dari
energi yang teradiasi bervariasi dengan arah dari tengah antena,
sehingga bagian lain dari pola radiasi mempunyai polarisasi yang
berbeda.
Polarisasi dari gelombang yang teradiasi didefinisikan sebagai suatu
keadaan gelombang elektromagnet yang menggambarkan arah dan
magnitudo vektor medan elektrik yang bervariasi menurut waktu. Selain
itu,

polarisasi

juga

dapat

didefinisikan

sebagai

gelombang

yang

diradiasikan dan diterima oleh antena pada suatu arah tertentu. Polarisasi
dapat diklasifikasikan sebagai linear (linier), circular (melingkar), atau
elliptical (elips).
Sementara polarisasi pada Antena microstrip adalah polarisasi melingkar,
Polarisasi melingkar terjadi jika suatu gelombang yang berubah menurut
waktu pada suatu titik memiliki vektor medan elektrik (magnet) pada titik
tersebut berada pada jalur lingkaran sebagai fungsi waktu. Kondisi yang
harus dipenuhi untuk mencapai jenis polarisasi ini adalah :

Page 122

medan harus mempunyai 2 komponen yang saling tegak lurus linier


kedua komponen tersebut harus mempunyai magnitudo yang sama
kedua komponen tersebut harus memiliki perbedaan fasa waktu
pada kelipatan ganjil 90.
Polarisasi melingkar bagi menjadi dua, yaitu Left Hand Circular
Polarization (LHCP) dan Right Hand Circular Polarization (RHCP).

POLA RADIASI
Pola radiasi adalah representasi grafis sifat sifat pemancaran antena
sebagai fungsi dari koordinat ruang.
Ada dua jenis pola radiasi, yaitu:
1) Mutlak
Pola radiasi mutlak ditampilkan dalam satuan satuan mutlak
kekuatan atau daya medan.
2) Relatif
Pola radiasi relatif merujuk pada satuan satuan relatif kekuatan
atau daya medan. Kebanyakan ukuran pola radiasi relatif kepada antena
isotropic dan metode transfer gain dipergunakan untuk menentukan gain
mutlak antena.

Pola radiasi di daerah dekat antena tidaklah sama seperti pola radiasi
pada jarak jauh. Istilah medan dekat merujuk pada pola medan yang
berda dekat antena, sedangkan istilah medan jauh merujuk pada pola
medan yang berada di jarak jauh. Medan jauh juga disebut sebagai
medan radiasi, dan merupakan hal yang diinginkan. Biasanya, daya yang
dipancarkan adalah yang kita inginkan, dan oleh karena itu pola antena

Page 122

biasanya diukur didaerah medan jauh. Untuk pengukuran pola sangatlah


penting untuk memiliki jarak yang cukup besar untuk
berada di medan jauhm jauh di luar medan dekat. Jarak dekat minimum
yang diperbolehkan bergantung pada dimensi antena berkaitan dengan
panjang gelombang.
Pola radiasi adalah representasi grafis sifat sifat pemancaran antena
sebagai fungsi dari koordinat ruang.

GAIN
Gain adalah perbandingan antara rapat daya per satuan unit antena
terhadap rapat daya antena referensi dalam arah dan daya masukan yang
sama. Gain suatu antena berlainan dengan gain kutub empat, gain
diperhatikan daya masukan ke terminal antena.
Ada dua jenis parameter penguatan (Gain) yaitu absolute gain dan
relative gain[4]. Absolute gain pada sebuah antena didefinisikan sebagai
perbandingan antara intensitas pada arah tertentu dengan intensitas
radiasi yang diperoleh jika daya yang diterima oleh antena teradiasi
secara isotropik. Intensitas radiasi yang berhubungan dengan daya yang
diradiasikan secara tropik sama dengan daya yang diterima oleh antena

Page 122

KETERARAHAN (DIRECTIVITY)
Pengarahan (directivity) adalah sebagai perbandingan antara rapat daya
maksimum pada berkas utama terhadap rapat daya rata rata yang
diradiasikan.Directicity dari antena micrsotrip adalah sekitar 5-7 dB.
BANDWIDTH
Bandwidth suatu antena didefinisikan sebagai rentang frekuensi dimana
kerja yang berhubungan dengan berapa karakteristik (seperti impedansi
masukan, pola, beamwidth, polarisasi, gain, efisiensi,VSWR, return loss,
axial ratio) memenuhi spesifikasi standar

Bandwidth dari antena microstrip adalah sekitar 3% dari frekuensi kerja


100 MHz.

Dari gambar di atas, Bandwidth antena microstrip adalah

sebesar kurang lebih 5 MHz


POLARISASI
Polarisasi antena adalah polarisasi dari gelombang yang ditransmisikan
oleh antena. Jika arah tidak ditentukan maka polarisasi merupakan
polarisasi pada arah gain maksimum. Pada praktiknya, polarisasi dari
energi yang teradiasi bervariasi dengan arah dari tengah antena,
sehingga bagian lain dari pola radiasi mempunyai polarisasi yang
berbeda.

Page 122

Polarisasi dari gelombang yang teradiasi didefinisikan sebagai suatu


keadaan gelombang elektromagnet yang menggambarkan arah dan
magnitudo vektor medan elektrik yang bervariasi menurut waktu. Selain
itu,

polarisasi

juga

dapa

didefinisikan

sebagai

gelombang

yang

diradiasikan dan diterima oleh antena pada suatu arah tertentu. Polarisasi
dapat diklasifikasikan sebagai linear (linier), circular (melingkar), atau
elliptical (elips).

APLIKASI
Antena microstrip sudah banyak digunakan dalam era informasi saat ini.
Umumnya aplikasi yg telah digunakan antaralain adalah WiMAX, WLAN,
bandpass filter, mobile satellite.
WiMAX
Dalam penggunaan microstrip untuk WiMAX yang bekerja pada frekuensi
2,3 GHz yang ditunjukkan pada Gambar 2.8.

Page 122

Gambar 2.8. WiMax yang memanfaatkan microstrip


WLAN
Contoh microstrip dalam penggunaan WLAN dapat dilihat dari Gambar
2.9. Dalam Gambar 2.9 dapat dilihat, microstrip yang digunakan adalah
antena microstrip array yang berfungsi untuk menambah penguatan pada
WLAN.

Gambar 2.9 Microstrip pada WLAN


Bandpass Filter
Bandpass filter bertugas untuk menyaring sinyal yang berada di tengah,
sinyal rendah dan tinggi ditolak. Microstrip adalah teknologi yang paling
fleksibel untuk merancang filter. Filter Hairpin berikut ini bekerja pada

frekuensi 2,45 GHz.

Page 122

Gambar 2.10 Microstrip pada bandpass filter


Mobile Satellite
Pada gambar 2.11 terlihat antena microstrip array digunakan dalam
system komunikasi mobile satellite pada rentang frekuensi 2,5-2,6 GHZ

Gambar 2.11 Microstrip pada Mobile Satellite

Page 122

ANTENA CO-LINIER

DEFINISI
Sebuah antena collinear, juga disebut "co-linear" atau "collinear array
antena ", adalah satu set dipole antena sejajar sepanjang panjangnya
sehingga mereka membentuk satu garis panjang. Setiap elemen antena
dipol adalah 1/2 panjang gelombang panjang. Model Antena ini sedikit
sekali

jenisnya,

penyusunan

model

antenna

vertikalnya

dipole

ini

merupakan

dalam

suatu

omnidirectional,
rangkaian

akan

membangkitkan penguatan gain, artinya semakin banyak rangkaiannya


maka semakin besar gain yang dihasilkan. Antenna ini sangat mudah
sekali pembuatannya. Untuk membuatnya bisa dipakai dua macam
collinier yang dijual di pasaran umum.
Antenna Collinear merupakan antena yang seolah-olah seperti sumber
titik yang memancarkan daya ke segala arah dengan intensitas yang
sama, seperti permukaan bola dan bentuk pola radiasinya digambarkan
seperti bentuk donat (doughnut) dengan pusat berimpit. Antenna
Collinear dipole sering digunakan sebagai antena untuk BTS untuk sistem
radio tanah mobile yang berkomunikasi dengan radio dua arah selular di
dalam kendaraan, seperti polisi, pemadam kebakaran, ambulans, dan
dispatcher taksi.
Sebuah array collinear dipole memiliki gain yang lebih tinggi. array
collinear dapat memberikan 3 dB atau lebih. Peningkatan 3 dB kekuatan
sinyal adalah sama dengan dua kali lipat kekuatan sinyal. Peningkatan
kekuatan sinyal terjadi tegak lurus dengan panjang array, sehingga array
biasanya dipasang secara vertikal untuk meningkatkan kekuatan sinyal
pada bidang horisontal
GAMBAR ANTENNA COLINIER

Page 122

DESAIN dan KARAKTERISTIK


POLA RADIASI
Pola radiasi antena colinier memiliki bentuk poa radiasi seperti bentuk
donat (doughnut) dengan pusat berimpit.
BEAMWIDTH
Beamwidth antenna colinier ini bergantung pada jarak antar elemen
antenna, fase, dan amplitudo antar elemen antenna dan lebih sempit
dalam tangkapan dan pancaran posisi bidang vertikal.
GAIN
Pada dasarnya antena ini dapat memperoleh sekitar 3 - 10 dB gain lebih
dipol, tergantung pada jumlah elemen yang digunakan. Semakin tinggi
gain, semakin sempit pola elevasi.
APLIKASI ANTENNA COLINEAR
Antena jenis ini dapat digunakan untuk menerima sinyal siaran audio dari
stasiun radio, atau memungkinkan perangkat robot untuk dioperasikan
dengan menggunakan microwave atau teknologi wireless. Handphone
atau

layanan

menggunakan

telepon
antena

selular,
Omni

serta

collinear

koneksi
sebagai

internet
bagian

nirkabel,

dari

proses

broadcasting sinyal stabil ke perangkat tersebut.

Page 122

ANTENA CELAH (SLOT ANTENNA)

Adalah sebuah slot antena yang terdiri dari permukaan logam, biasanya
piring datar, dengan lubang atau slot yang dipotong. Ketika piring
digerakkan

sebagai

antena

dengan

frekuensi

pendorong,

slot

memancarkan gelombang elektromagnetik dalam cara yang mirip dengan


antena dipol. Bentuk dan ukuran slot, serta frekuensi pendorong,
menentukan pola distribusi radiasi. Seringkali gelombang radio yang
disediakan oleh Waveguide, dan antena terdiri dari slot di Waveguide.

Sejarah
Slot antenna atau Antena Celah diciptakan pada tahun 1938
oleh Alan Dower Blumlein, seorang ahli telekomunikasi asal
Inggris, saat dia bekerja untuk EMI. Dia menciptakannya
untuk mendapatkan jenis antena praktis untuk penyiaran
televisi VHF.

Pola Radiasi

Page 122

Antena ini memiliki pola radiasi ke segala arah/ onni-directional,


menyerupai linier wire antenna. Polarisasinya linier dan horizontal.
Karakteristik

Polarisasi Linier dan Horizontal


Bandwidth Lebar : 300Mhz - 24GHz
Medan radiasi ke satu dan dua arah
Typical gain: 10-12 dBi.

Desain Slot Antena

Perbedaan antara antenna celah dengan antenna dipole konvensional.


-

Impedansi feed point antenna celah tergolong tinggi (ratusan


Ohm), sedangkan antenna dipole memiliki impedansi feed

point yang rendah.


Medan elektrik dan medan magnetik antenna celah berkebalikan
posisinya bila dibandingkan dengan antenna dipole sehingga

Page 122

dapat dikatakan bahwa polarisasi antena celah merupakan


-

kebalikan polarisasi antenna dipole.


Apabila antenna celah setengah lamda dipotong di tengah, maka
akan menghasilkan antenna celah seperempat lamda yang
ekuivalen dengan sebuah antenna monopole.

Sebuah

slot

(celah)

horizontal

ekuivalen

dengan

sebuah

dipole

vertikal"Antenna celah yang umum digunakan adalah antenna celah


setengah lamda.
Kelebihan Antenna Celah
-

Ukurannya yang relatif kecil


Bobotnya relatif ringan
Desainnya sederhana
Memiliki ketahanan yang baik
Memiliki cross-polarization yang rendah
Harga yang murah
Kemudahan untuk produksi assal yang menggunkan teknologi PC
board.

Aplikasi Antena Celah


-

Satelit
Stasiun bumi
Misil
Pesawat ruang angkasa
Dan aplikasi mobile lainnya.

Page 122

DAFTAR PUSTAKA

Cambuk antena - Wikipedia, ensiklopedia bebas.htm


http://en.wikipedia.org/wiki/Monopole_antenna&prev=search
http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/BAB-7-

ANTENA3.doc
http://www.komandan.net/2013/04/definisi-atena-monopole.html
http://www.scribd.com/doc/202244111/Antenna-Monopole-Dan-Dipole
Kraus. John D., Marhefka. Ronald J. 2003 Antennas for All

Applications. International Edition 3rd Edition. New York


antenna loop dan jeni-jenisnya ~ Hire my Blog.htm
IMPERIALK KNIGHT Medan Elektromagnetik Pada Antena Dipole.htm
ITS-paper-23101-2208100701-Presentation
Perekayasaan Sistem Antena
antenna-theory.com, 2009-2011.
clickinhere.blogspot.com
https://adiwidarma.wordpress.com/my-skrpsi0n/
file:///E:/ppt/antenna-helix-dan-jenis-jenis-nya.html
http://www.antenna-theory.com/antennas/main.php
IINUSAT, Preliminary Design Review, 2010.
TUBSAT,<https://directory.eoportal.org/web/eoportal/satellite-

missions/t/tubsat>, diakses pada 18 Desember 2012.


M.W.Maxwell, Chapter 22 The Quadrifilar Helix Antenna in ARRL book

Reflections, 1991
Marini, Domenico, Experimental Investigation of Quadrifilar Helix

Antennas for 2400 MHz, The AMSAT Journal, May/June 2004


Balanis, Constantine, Antenna Theory, John Wiley and Sons Inc.,

Kanada, 1997.
Budi Basuki Subagio, Antena dan Propagasi,Politeknik Negeri

Semarang, Semarang, 2003.


Greg ONeill, GPS Antenna Quadrifilar Design for Portable Device,

SkyCross, 2005
Kraus, J.D. and Marhefka, R.J., Antennas : for All Applications, 3rd ed.,

Mc. Graw Hill, New York, 2002.


RCA, www.w2du.com
http://rieznamanies.blogspot.com/2009/04/antena-yagi-uda.html
http://www.andihidayat.com/2013/08/antena-yagi-uda-penjelasan-

super-lengkap.html
http://www.abi-blog.com/2014/04/antena-yagi-pengertian-elemen-

desain-dan-matching.html
http://www.2wijaya.com/Antena.htm

Page 122

http://miralestari04.blogspot.com/2014/02/antenna-yagi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Antena_%28radio%29
http://www.techopedia.com/definition/28082/cantenna
http://propakistani.pk/2010/03/19/how-cantenna-works-technically/
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/WNDW:_Polarisasi

_%28Polarization%29
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/WiFi:_Teknik_Sede

rhana_untuk_mengukur_Gain_Antenna
Tugas akhir pembuatan antena wajan holic (Molin Adyanto:2008)
http://ejournal.narotama.ac.id (Narotama Collection)
http://www.radio-electronics.com/info/antennas/log_p/log_periodic.php
http://www.techopedia.com/definition/27090/log-periodic-antenna
https://www.scribd.com/doc/236465245/Definisi-Antena-Log-Periodik
ARRL_Antenna_Book_21st_Edition
http://ilhamsetyahermawan.blogspot.com/2012/06/antena-log-

periodik.html
http://www.techopedia.com/definition/27090/log-periodic-antenna
Designing Log Periodic Antennas By Glen Dash, Ampyx LLC, GlenDash

at alum.mit.edu
http://en.wikipedia.org/wiki/Biconical_antenna
http://www.antenna-theory.com/antennas/wideband/bowtie.php
Antenna Theory and Practice, Rajeswari Chatterjee
Balanis, C. A., Antenna Theory: Analysis and Design, Third
Edition, John Willey and sons, New York, 2005.
Widya Purwanti Mahardika, Rancang bangun antenna biconical UHF

untuk Kanal TV, 2010


http://rifqi15dn.blogspot.com/2014/04/antena-horn-sektoral-bidang-

e.html
repo.pens.ac.id/678/1/1065.pdf
Koen Hanifah Maisarah, PERBANDINGAN EFISIENSI ANTENA HORN
PIRAMIDAL DENGAN BERBAGAI BAHAN UNTUK APLIKASI WIRELESS LAN

2,4GHz, PENS-ITS, Surabaya


TRIYOGA PRAPTO W , OPTIMASI PERENCANAAN ANTENA HORN
PIRAMIDA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK , Dniversitas

Diponegoro, Semarang
Anushruti Jaiswal, Bhavna Vyas, DESIGN & SIMULATION OF PYRAMIDAL
HORN ANTENNA FOR NAVIGATION AND SURVEILLANCE APPLICATIONS ,

VIT UNIVERSITY, TAMILNADU, INDIA


www.wikipedia.com
https://www.scribd.com/doc/32808947/D41106007-Sudirman-MaliangAntena-Horn

Page 122

http://en.wikipedia.org/wiki/Horn_antenna
https://www.scribd.com/doc/102430574/14-Yosi-Antena-Horn-Piramidal
https://piers.org/piersproceedings/download.php?file...
RF HAMDESIGN Microwave Equipment & Parts, Netherland.
Parabolic Dish Focus, Zoom and Tilt. Paul Wade W1GHZ 2009
Fundamentals of Satellite Communications, Part 1. Howard Hausman

President MITEQ, Inc.


DRDO Science Spectrum, March 2009, pp 66-78 2009, DESIDOC.
Circular Polarization and Polarization Losses by Rastislav Galuscak OM6AA, Pavel Hazdra CTU Prague, FEE, Dept. of Electromagnetic Field,

Technicka 2, 166 27, Prague, Czech Republic


Buku Saku Instalasi DTH Telkomvision, DIT IT & Infrastructure, PT

Indonusa Telemedia
electricisart.blogspot.com/2012/07/perbedaan-prime-fokus-dan-offset-

fokus.html
Multiple Reflector Dish Antennas, Paul Wade W1GHZ 2004

w1ghz@arrl.net
ANTENAS PARABOLICAS, Omar Edison Caon Oscar Julin Castaeda
Rian Sarjono Tugas Komunikasi Data
Radar Basics Cassegrain Antena.html
Antena Maryotowaralan's Blog.html
The Imperssion Book 5E-5E Kekurangan & Kelebihan Jenis-jenis Antena

Parabola.html
Cassegrain Dua Wijaya.html
MICROWAVE AND OPTICAL TECHNOLOGY LETTERS / Vol. 40, No. 2,

January 20 2004
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/transmisi
Semiconductor Physics, Quantum Electronics & Optoelectronics, 2005.

V. 8, N 3. P. 88-91.
IJEEE, Vol. 1, Issue 1 (Jan-Feb 2014)
PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA MIKROSTRIP UHF 436 MHZ
DENGAN POLARISASI SRIKULAR UNTUK TELEMETRY, TRACKING, AND

COMMAND SATELIT MIKRO.


http://www.antenna-theory.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Collinear_antenna_array
http://sabarudinbudimansabex.blogspot.com/2012/11/antena-collinear-

vertikal-24ghz.html
http://daviddarmala.blogspot.com/p/jenis-jenis-antena_3886.html
www.academia.edu/10367380/Rancang_Bangun_Antena_Omni_Colline
ar_Sebagai_Antena_Wireless_Penguat_Modem_Wireless

Page 122

Page 122