Anda di halaman 1dari 4

SOLUSI MENGATASI BANJIR PERKOTAAN

Banjir telah menjadi permasalahan yang sangat besar pada hampir seluruh kota besar
di Negara kita terumtama pada kota-kota yang masih dalam tahap perkembangan. Banjir
dimana-mana telah menghabiskan biaya yang sangat besar dan bahkan telah merenggut
korban materil dan nyawa yang tidak sedikit pula, namun tetap saja keluhan yang paling
besar di masyarakat dari tahun ke tahun pada setiap musim hujan tiba tidak terselesaikan.
Hal ini terus menerus terjadi karena adanya kekeliruan dalam sistim pengelolaan
pengendaliannya.
Untuk mengatasi banjir di perkotaan, kita tidak bisa memulainya dari hulu ke hilir
seperti yang dilaksanakan selama ini, mengerjakan drainase dalam kota dengan biaya yang
sangat besar dan berkesinambungan akan tetapi tidak menyelesaikan masalah karena sisi
hilir tidak pernah menjadi perhatian.
Pertama yang harus dibenahi adalah melakukan normalisasi semua sungai yang ada
di dalam kota tersebut dengan cara melakukan pengerukan secara besar-besaran dan
melakukan perkuatan sisi tepi sungai bahagian kiri dan kananya dengan konstruksi yang
memadai seperti sheet pile dan sistim perkuatan lainnya serta membuat jalan atau akses
pada setiap sisi tepian sungai demi menghindari adanya pembangunan rumah-rumah
penduduk yang berada di pinggiran sungai tersebut. Dan dengan sendirinya juga akan
menghindarkan kebiasaan masyarakat membuang sampah ke dalam sungai seperti pada
gambar berikut ini:

Setelah permasalahan sungai telah selesai, selanjutnya kita membenahi sistim


drainase dalam kota sehingga semua akan epektif dan tidak akan menjadi pekerjaan yang
sia-sia serta akan bermanaat sesuai dengan fungsi yang sesungguhnya untuk mengalirkan
air dari permukiman ke sungai yang ada.
Dalam melakukan normalisasi sungai ini, kemungkinan kita akan dihadapkan pada
permasalahan baru yaitu ke mana material hasil kerukan ini akan dibuang dan seperti apa
sistim pembayaran pekerjaannya kepada kontraktor pelaksana?
Khusus pada daerah yang kami tempati saat ini yaitu kota Samarinda Kalimantan
Timur, kami melihat begitu banyak lubang bekas tambang yang mengelilingi kota dan sangat
dekat dengan pemukiman warga dimana sudah sangat banyak memakan korban jiwa anakanak yang bermukim di sekitarnya, maka kami berpendapat bahwa di sinilah tempat yang
sangat

tepat untuk dijadikan tempat pembuangan akhir dari material hasil pengerukan

sungai. Dan mengenai sistim embayaran pekerjaan kepada kontraktor pelaksana adalah
dengan membayar volume hasil pengerukan yang ada pada tempat pembuangan akhir atau
disposal area tersebut.
Dalam setiap pembangunan akan menelan biaya yang besar namun menurut kami,
biaya yang besar dengan hasil yang maksimal adalah lebih baik daripada sudah
mengeluarkan biaya, tenaga dan pemikiran yang besar akan tetapi hasilnya tidak
memuaskan dan tidak menyelesaikan keluhan besar yang ada di masyarakat.
Selanjutnya yang harus menjadi perhatian pemerintah setempat adalah penertiban ijin
pertambangan serta pengawasan yang baik karena penyebab terbesar pendangkalan sungaisungai umumnya di Kaltim dan khususnya di Samarinda adalah sedimen dari pertambangan
dan pengupasan lahan untuk area perumahan selain itu karena tidak tertibnya bangunanbangunan rumah penduduk pada daerah bantaran sungai yang menyebabkan sampahsampah mengendap yang menghambat kelancaran aliran sungai.

Demikianlah akhir dari tulisan kami ini, semoga dapat menambah wawasan dan inspirasi
kita terutama buat diri kami pribadi dan mohon maaf atas segalah kekurangan, saran serta
masukan dari semua pihak adalah inspirasi baru buat kami dan sangat kami butuhkan untuk
perbaikan serta koreksi pada karya-karya kami selanjutnya.

Wassalam, penulis

Lukman