Anda di halaman 1dari 8

GIZI DAN KESEHATAN

UPAYA PENINGKATAN TUMBUH KEMBANG ANAK

ESSAY
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Gizi dan Kesehatan
yang dibina oleh Bapak dr. Agung Kurniawan M. Kes dan
Ibu Dra. Sudarsini M. Or

Oleh
Tinarso Husen Hanafi

(140154601018)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
S1 PENDIDIKAN LUAR BIASA
April 2015

Menurut KBI, 2008:1558, tumbuh dapat diartikan sebagai suatu timbul


(hidup) dan bertambah besar atau sempurna (tt benih tanaman; bagian tubuh spt
rambut, gigi, tt penyakit kulit spt bisul, jerawat), sedangkan kembang dapat
diartikan sebagai, 2008:679, menjadi besar (luas, banyak, dsb); menjadi
bertambah sempurna (tt pribadi, pikiran, pengetahuan, dsb). Menurut BKKBN
Propinsi Jawa Barat, pertumbuhan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan
growth berkaitan dengan perubahan yang dihitung dalam suatu besaran, jumlah,
satuan, seperti CGS (sentimeter, gram, dan sekon) dan/atau MKS (meter,
kilogram, dan sekon). Perkembangan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan
development merupakan kemampuan dari setiap organ untuk dapat memenuhi
fungsinya, seperti perkembangan intelektual dan emosi. Melalui dua pengertian
diatas dapat diambil kesimpulan bahwa upaya peningkatan tumbuh kembang pada
anak merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan,
yang diukur secara kuantitatif, dan perkembangan, diukur secara kualitatif, pada
seorang anak. Hal tersebut perlu dilakukan karena pada masa anak-kanak-lah
pertumbuhan dan perkembangan mulai terjadi secara signifikan. Bagaimana upaya
yang harus dilakukan sebagai usaha meningkatkan potensi dalam tumbuh
kembang pada anak?
BKKBN Propinsi Jawa Barat membagi kebutuhan dasar anak menjadi 3
bagian, yaitu ASUH, ASAH, serta ASIH. Asuh berarti pemenuhan kebutuhan dari
segi fisik-biomedis, yaitu cakupan asupan gizi yang harus didapatkan seorang
anak agar sehat jasmaninya. Asah berarti memberikan stilumus-stimulus yang
baik dalam kegiatan sehari-hari yang bertujuan agar anak memiliki mental yang
sehat. Asih merupakan suatu pemenuhan kebutuhan yang bersifat afeksi, yaitu
pemenuhan kasih sayang dari keluarga, sehingga anak akan merasa tenteram dan
nyaman. Kebutuhan-kebutuhan anak tersebut berasal dari berbagai faktor, antara
lain adalah faktor genetik dan faktor lingkungan.
Pemenuhan kebutuhan tersebut berawal pada saat anak berada dalam
kandungan, disebut juga dengan post-natal, yaitu pemenuhan gizi saat ibu hamil.
Konsumsi ibu hamil harus meningkat satu porsi lebih banyak , mengandung
gizi lengkap, ditambah vitamin dan mineral. Asupan gizi yang kurang pada saat
ibu hamil, dapat menyebabkan anak yang lahir akan mengalami BBLR. Selain hal

tersebut, penyakit bawaan pada ibu atau pada rhesus darah yang dibawa oleh ayah
dapat mengakibatkan penyakit bagi anak dalam kandungan yang mengganggu
tumbuh kembangnya setelah lahir.
Persalinan yang berjalan mulus tanpa komplikasi pada bayinya akan
memberi dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Karena
berbagai komplikasi persalinan seperti anak tidak segera menangis saat lahir
(asfiksia), trauma lahir, dapat mengakibatkan kelainan tumbuh kembang. Oleh
karena itu perawatan saat dalam kandungan sangat penting, dengan perawatan
yang baik, akan dapat dilakukan tindakan preventif yang tepat sehingga bayi lahir
dengan selamat.
Setelah masa kelahiran, anak harus mendapat perhatian penting dalam hal
pemenuhan gizi. Pemenuhan gizi yang seimbang akan membentuk tumbuh
kembang yang optimal. Pengawasan dalam pemberian gizi yang optimal
dilakukan dengan monitoring KMS, demi mencegah adanya gangguan dalam
pertumbuhan dan perkembangan anak.

Langkah yang harus dilakukan

selanjutnya adalah dengan memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal.


Setelah kondisi fisik dan biologisnya diperhatikan, sekarang anak harus
diberikan stimulus-stimulus dan/atau rangsangan sesuai dengan kemampuan
indera dalam masa-masa pertumbuhan. Anak yang mendapat stimulasi yang
terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan
tidak mendapat stimulasi. Stimulasi anak akan membantu kecepatan tumbuh
kembang anak. Perhatian dan kasih sayang adalah stimulasi yang penting di awal
kehidupan anak. Cara pemberian stimulasi dapat dilakukan dengan bernyanyi,
bergerak, musik, menggambar, membaca, permainan di luar rumah dan kegiatan
lainnya. Pemberian rangsangan dapat dilakukan stimulasi setiap berinteraksi
dengan anak, kapan saja.
Hal lain yang penting dilakukan adalah menjaga kondisi rumah tetap
kondusif melalui kebersihan rumah, sanitasi yang baik, serta suasana damai dan
kasih sayang dalam keluarga yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

Lampiran 1. Pola Perkembangan Anak hingga Usia 5 Tahun


No

Fase (Usia)

1.

Masa Neonatus
(4 Minggu)

2.

8 Minggu

3.

12 Minggu

4.

28 Minggu

5.

40 Minggu

6.
7.

52 Minggu
15 Bulan

8.

18 Bulan

9.

24 Bulan

10 30 Bulan
.
11. 36 Bulan

12
.

48 Bulan

Bentuk Perkembangan
Tiarap dengan sikap menekuk, serta memutar kepala dari sisi ke
sisi lainnya. Masih agak kaku serta refleks mulai aktif. Mulai
mengamati objek sekitar, mulai melakukan kontak sosial seperti
tersenyum.
Kepala mulai terangkat agak jauh, mencoba untuk posisi duduk.
Kontak sosial melalui gerakan dan suara, serta mampu mengikuti
obyek hingga 180.
Mengangkat kepala dan dada, dan dapat menahan kepala pada
bidang tubuh. Mulai aktif melakukan gerak tangan terhadap
obyek sekitar. Bila dipegang tegak, kakinya akan menendangnendang. Mulai memiliki emosi atas suasana yang ada.
Berguling, berputar, merayap, meliuk-liuk serta merangkak mulai
dilakukan. Suara vokal mulai terbentuk, mulai mengenal ibu,
senang berkaca, suka mengoceh dan memiliki respon pada
perubahan emosi serta kontak sosial.
Mampu duduk serta bangun dengan sendirinya. Mulai mencoba
berdiri pada peralatan rumah tangga sebagai bantuannya.
Merayap dan merangkak sudah lancar. Mulai memiliki mainan
pribadi. Mulai mengatakan kata-kata dengan menggabungkan
vokal dan konsonan secara berulang-ulang.
Mulai melangkah bebas, namun hanya beberapa langkah.
Dapat berlajalan sendiri, dan merangkak bila menaiki tangga.
Mulai mampu membedakan bentuk dan warna, mulai memiliki
keinginan.
Lari dengan kaku, mampu mengidentifikasi 10 kata (mean),
mampu makan sendiri, mulai mengeluh.
Sudah mampu berlari dengan baik, mulai melompat, membuka
tutup pintu. Memegang sendok dengan baik, mampu membentuk
susunan kata yang baik (S-P-O) serta mulai dapat berpakaian.
Mulai mengenali dirinya, mampu berpura-pura.
Mampu menaiki sepeda roda tiga. Mengetahui umur dan jenis
kelamin. Sadar ketika mencuci tangan, mulai mengenal teman
sebaya.
Mulai memanjat, melompat, melempar dengan baik. Dapat
mengenali hitungan sederhana, seperti uang. Mampu berinteraksi

13
.

60 Bulan

sosial dengan orang asing, serta mencoba mengurusi


kebutuhannya sendiri, seperti ke toilet.
Melompat-lompat, menggambar dengan baik, menghitung,
membaca kalimat dangan baik. Dapat berpakaian sendiri dengan
baik.

Oleh: dr. Nia Kania, SpA, MKes, Universitas Negeri Padjadjaran

Lampiran 2. Pola Makan Anak hingga Usia 24 Bulan

Oleh: dr. Nia Kania, SpA, MKes, Universitas Negeri Padjadjaran

Daftar Pustaka

Bilantira, dr. M.Si, C.Ht. Tanpa Tahun. Bagaimana Cara Meningkatkan Tumbuh
Kembang Anak?. (online) (http://bit.ly/1BZEpbB, diakses 04 April 2015)
Euis, Komariah Ir. M.T. 2012. Upaya Peningkatan Kualitas Tumbuh Kembang
Anak. (online) (http://bit.ly/1GSV5aa, diakses 04 April 2015)
KalCare. Tanpa Tahun. Pantau Perkembangan Gizi Anak dengan Kartu Menuju
Sehat (KMS). (online) (http://bit.ly/1BYiwbH, diakses 4 April 2015)
Kesehatan, Referensi. 2008. Kualitas Tumbuh Kembang Anak. (online)
(http://bit.ly/19VoFP6, diakses 04 April 2015)
Paramitha, Tika. Tanpa Tahun. Berat Badan Bayi Lahir Rendah. (online)
(http://bit.ly/1xL00YD, diakses 4 April 2015)
Sugono, Dendi. dkk. 2008. Kamus Besar Indonesia. Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional; Jakarta
Wikipedia. 2013. Asfiksia. (online) (http://bit.ly/1NNIbfy, diakses 4 April 2015)

Daftar Istilah dan Singkatan

BKKBN

: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

KBI

: Kamus Besar Indonesia

BBLR

: Berat Badan Lahir Rendah, istilah baru dari premature yang


digunakan WHO mulai tahun 2002, yakni <2.500 gram.

KMS

: Kartu Menuju Sehat, merupakan salah satu alat yang digunakan


untuk mengetahui angka kecukupan gizi anak, kecukupan ASI,
jadwal imunisasi anak, penyakit-penyakit yang diderita oleh anak
tersebut dan kemampuan yang harus dimiliki sesuai dengan

tingkat
tahun dan
Asfiksia

usianya. KMS biasanya digunakan untuk anak usia 0-5


diisi oleh tenaga medis.
: Asfiksia (berasal dari bahasa Yunani sphyzein yang artinya
"denyut yang berhenti") merupakan kondisi kekurangan oksigen
pada pernafasan yang bersifat mengancam jiwa.