Anda di halaman 1dari 12

BAB I

OLI PELUMAS

1.1 Sifat-sifat oli pelumas


Semua oli memiliki sifat-sifat tertentu yang menetukan fungsi dan kegunaannya dalam pemakaian.
Metoda standard telah dikembangkan untuk menguji sifat-sifat tersebut.
Dari sebuah sudut pandang secara peraktek, maka sifat-sifat penting dari oli adalah :
Kekentalan (Viscosity).
Index kekentalan (Index vescosity)
Titik nyala (Flash point)
Titik temperatur tertinggi ( Fire point)
Titik tumpah (Pour point)
Resistansi Oxidasi (Oxidation Resistance)
Resistansi untuk mencapai Emulsifikasi (Resistance to Emulsification).
Detergency - Dispersancy
Total Base Number (TBN)
Anti Foam (Anti Busa)
Anti Keausan (Anti Wear).
Kekentalan (Viscosity)
Kekentalan dapat dijelaskan sebagai resistansi cairan untuk mengalir, atau sebagai pengukur
tingkat dimana cairan akan mengalir pada sebuah pemberian temperatur Ini sangat penting untuk diingat
bahwa tingkat kekentalan selalu diberikan pada suatu temperatur biasa - kekentalan akan meningkat jika
temperatur turun, dan kekentalan menurun jika temperatur naik. Sebagian besar pelumas memiliki tingkat
kekentalan yang dinyatakan dengan dua cara. Automotive dan pelumasan gear memiliki tingkatan SAE. (SAE
singkatan dari Society of Automotive Engineers). Anda mungkin pernah melihat kaleng oli yang bertuliskan
SAE W-10, W-30 atau SAE 20. Label ini memberitahu kita bahwa kekentalan oli telah diukur dengan
sistim SAE. Sistim tingkatan lain yang dipakai pada industri pelumas yang digunakan di Amerika Serikat
adalah Saybolt Universal Seconds (SUS). Anda mungkin pernah melihat SSU tetapi yang terbaru, sebagai
notasi adalah SUS. Arti keduanya sebenarnya sama. Standard ini dipublikasikan oleh American Society for
Testing and Materials (ASTM). Gambar 1.1 memperlihatkan bagaimana tingkatan SUS ditentukan. Peralatan
ukur yang anda lihat dalam gambar disebut Saybolt universal viscometer atau viscosimeter. Ia terdiri dari
wadah khusus untuk menahan cairan yang akan diuji, dan sebuah flask bertanda atau sebuah botol.

Untuk mengoperasikan viscometer, anda harus mengisi wadah dengan cairan, menarik plugnya pada bagian
bawah wadah, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengisi flask atau botol tersebut sampai
mencapai tanda etcheed pada leher flask atau botol. Jika mencapai 50 detik suatu oli tertentu untuk mengalir
keluar dari wadah dan mengisi flask atau botol, maka oli akan disebut dengan tingkat kekentalan 50 Saybolt
Universal Second, atau SUS pada temperatur saat pengetesan. Biasanya pengujian kekentalan dilakukan pada
temperatur 100 F (38 C). Namun, jika lebih dari 1000 detik yang diperlukan untuk mengosongkan wadah,
lalu temperatur oli ditingkatkan menjadi 120 F (99 C).

Gambar 1.1 Sebuah Saybolt universal viscosimeter.


Ada beberapa cara lain untuk mengukur kekentalan, disamping menggunakan standard viscosimeter. Salah
satu yang paling umum adalah dengan menggunakan kinematic pipittes. Ini adalah tabung gelas kapillary
dengan ukuran yang khusus. Ia dibenamkan kedalam cairan yang diuji yang diatur seperti dalam temperatur
yang disebutkan sebelumnya. Sebuah stopwatch digunakan untuk mengetahui berapa lama waktu yang
digunakan pada pemberian volume oli untuk lewat melalui tabung.
Ukuran Dasar Metrik (Basic Metrik) untuk unit kekentalan adalah centistoke.

Tabel metrik

kekentalan, diterima melalui penggunaan kinematic pipettes dan dilaporkan dalam dua dasar temperatur, 40
C (104 F) dan 100 C (212 F), tingkat berbagai pelumas dalam centistoke. Tabel 4-1 memperlihatkan
hubungan antara kekentalan yang diukur dalam unit SUS dan dalam centistokes untuk beberapa tingkatan
industri oli. Kekentalan bukan sebuah pengukuran dalam semua kualitas oli.

Namun, kekentalan

menunjukkan kemampuan oli melakukan dukungan pelapisan pada komponen yang bergerak. Dalam
kenyataannya, adalah merupakan dan termasuk sifat utama, saat anda membuat daftar pelumas yang
dibutuhkan untuk suatu pemakaian. Sebagai aturan umum, oli yang ringan (light oil) digunakan untuk high

speed, pemakaian pada temperatur rendah. Oli yang berat (heavy oil) yang dipilih untuk low speed,
pemakaian pada temperatur tinggi.
Viscosity Index
Minyak mengental pada waktu temperatur turun, dan menipis/encer pada waktu temperatur naik.
Tingkat perubahan kekentalan (viscosity) karena suhu sangat bervariasi dan tidak sama untuk masing-masing
jenis minyak pelumas. Nilai yang tidak berdimensi ini disebut Viscosity index viscosity index menunjukkan
tingkat perubahan kekentalan berkaitan dengan variasi suhu. Minyak dengan viscosity index yang tinggi akan
mempunyai perubahan kekentalan yang kecil walaupun suhu berubah-ubah. Sebaliknya pelumas dengan
viscosity index yang rendah, kekentalannya akan mengalami perubahan yang besar. Skala viscosity index
dipilih secara arbiter (acak) bervariasi dari 0 sampai 100. Dari perubahan viscosity terbesar sampai paling
kecil tergantung perubahan suhu. Contoh, sebuah pelumas hanya mempunyai sebuah viscosity index dibawah
nol, dan yang lain viscosity indexnya diatas 150. Perhitungan secara kasar jika minyak mempunyai viscosity
index dibawah 50 adalah rendah, 50 sampai 90 sedang, dan diatas 90 adalah tinggi. Penggunaan viscosity
index improver (additive yang telah ditingkatkan) saat ini telah bisa meningkatkan tingkat viscosity index.
Flash point dan FirePoint
Flash Point atau titik nyala dari pelumas adalah temperatur dimana pelumas harus terpanasi sebelum
ia dapat menyala.

Pada temperatur ini, panas hanya cukup untuk membakar uap yang terbentuk pada

permukaan pelumas pada saat itu. Namun tidak akan cukup panas ini untuk memungkinkan api berkelanjutan
Fire Point dari pelumas adalah sebuh temperatur yang lebih tinggi. Ini adalah temperatur yang menyebabkan
uap oli yang terbentuk dalam pelumas untuk betul-betul terbakar. Sebagaimana dalam prakteknya, tidak ada
dari keduanya baik flash point maupun fire point yang mempunyai arti dalam sebagain besar pemakaian
pelumas. Tetapi dapat berarti jika pelumas dikhususkan untuk pemakaian dalam temperatur tinggi.
Titik Tumpah (Pour Point)
Titik tumpah adalah perkiraan indikasi temperatur terendah dimana minyak mulai dapat mengalir dengan
sendirinya (gravitasi) tanpa dorongan apapun. Ini menggambarkan kemampuan pelumas, selain bisa mengalir
dengan cepat dari tangki menuju inlet pump, yang pada akhirnya akan menimbulkan keausan. Jika pelumas
mempunyai titik tumpah yang rendah biasanya akan memudahkan penyalaan mesin.
Resistansi Oksidasi (Oxidation Resistance)
Unsur anti oksidasi pada pelumas, memungkinkan pelumas untuk tetap bertahan daya lumasnya yang
dikarenakan proses oksidasi. Proses oksidasi seringkali terpacu oleh frekwensi suhu pengoperasian yang
tinggi atau kontak langsung antar pelumas dengan udara luar/oksigen. Zat anti oksidasi akan sangat membantu
dalam menjaga deposit minyak serta akan mencegah karatan komponen-komponen mesin tertentu yang
diakibatkan oleh oksidasi.

Proses penyulingan minyak itu sendiri dapat menghasilkan pelumas dengan


3

stabilitas yang baik. Pada saat ini sudah banyak dipakai bahan tambahan (additive) anti oksidasi yang bisa
menurunkan proses terjadinya oksidasi dengan cepat.
Emulsifikasi (Emulsification)
Sebuah emulsion adalah penstabil suspensi suatu oli didalam air. Dalam emulsion yang sebenarnya, oli dan air
tidak terpisah secara keseluruhan, walaupun dibiarkan diam untuk beberapa waktu. Emulsion terbentuk saat
air memasuki sistim dan mendapat kesempatan teraduk dengan oli. Proses terjadinya emulsion ini disebut
emulsifikasi (emulsification) Untuk sebagian besar pemakaian pelumas, emulsi tidak menyenangkan, sebab
karena rendahnya mutu pelumasan yang disebabkannya dan ia menahan pertikel kotoran dan zat-zat asing
lainnya. Material-material ini dapat memiliki pengaruh abrasive yang tinggi pada bearing dan komponen
lainnya didalam sistim, yang menyebabkan kerusakan, dengan adanya keausan.
Ditergency - Dispersancy
Ditergen - dipersan minyak berfungsi mempertahankan kebersihan minyak dengan cara menurunkan serta
mencegah terjadinya deposit. Ditergen mencegah terjadinya zat-zat yang ditimbulkan oleh temperatur yang
tinggi. Dispersan mencegah terjadinya endapan karena temperatur yang rendah. Deposit pada minyak akan
sangat merugikan karena bisa mengikat bahan tambahan (additive) lainnya.
Total Base Number (TBN)
Zat alkali bisa menjadikan minyak mampu untuk menetralkan zat asam dan memperbesar perlindungan
terhadap keausan komponen mesin serta mencegah terjadinya pengumpulan deposit. Kebanyakan minyak
detergen - depersan memiliki ciri-ciri ini, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan tergantung pada sifat serta
bahan tambahan (additive) yang digunakan.
Anti Busa (Anti Foam)
Pelumas yang membentuk busa dalam mesin serta didalam tangki minyak itu sendiri bisa mengakibatkan
kerusakann berupa kebocoran serta oksidasi pada minyak, dan juga bisa mengganggu pembentukan selaput
pelumas yang diperlukan oleh komponen yang memerlukannya. Pembentukan segala jenis foam/busa ini
harus dihindari, hal ini bisa dengan bantuan bahan tambahan (additive) anti foam.
Anti Aus (Anti Wear)
Desain atau faktor-faktor pengoperasian yang menghambat selaput pelumas, bisa mengakibatkan kerusakan
mekanis secara berlebihan. Jenis additive anti wear bisa menurunkan keausan secara efektif dan menjaga
kontak langsung antar metal. Ini sangat penting tertutama pada komponen-komponen yang bergerak cepat
seperti roda mesin dan drive train

1.2 Jenis-jenis Oli, Sifat-sifatnya, dan Aplikasinya


Jenis-jenis Oli Pelumas
Ada Tujuh jenis oli yang banyak dikenal digunakan dalam perawatan industri adalah:
1* oli sirkulasi (oli turbin, oli hydraulic, oli mill)
2* oli gigi
3* oli poros
4* oli refrigrasi
5* oli silinder uap
6* oli pembakaran internal
Oli Sirkulasi
Oli ini mungkin merupakan pelumas dengan kualitas terbaik. Sesuai dengan namanya, oli sirkulasi adalah
oli yang bersirkulasi melalui sistem. Oli ini dapat berkeliling dalam ruang tertutup, seperti gear case dan
crankcase. Atau, oli ini dapat bersirkulasi melalui loop tertutup atau jaringan pipa.

Tergantung pada

digunakannya untuk apa, oli sirkulasi dapat mengandung bahan paraffin atau naphthene. Oli ini tersedia
dengan banyak tingkat kekentalan, dari 100 SSU sampai 2500 SSU (pada 100- F). Oli ini dapat dibagi lebih
jauh ke dalam sub kelompok:
7*

oli tingkat turbin

8*

oli hydraulic

9*

oli sirkulasi steel mill

Masing-masing sub kelompok oli sirkulasi dapat dipisahkan menjadi beberapa jenis. Karena itu, banyak
peralatan dapat memakai oli sirkulasi. Karena penting, masing-masing sub kelompok akan dikemukan lebih
terpereinci.
Turbin-Grade oil.
Turbin adalah sejenis mesin rotasi yang berputar pada kecepatan tinggi. Mesin beroperasi dari daya uap, air,
atau gas panas yang mengalir karena tekanan melawan vane atau fin. Seperti ditunjukkan dalam Gambar 4-14,
vane yang melengkung menggerakkan poros ketika vane itu bergerak. Poros yang berputar memberikan
tenaga. Di power station, poros menggerakkan satu atau lebih generator listrik. Pada kapal, poros
menggerakkan baling-baling utama. Karena poros turbin dapat dan biasanya berputar pada kecepatan tinggi,
pelumasan bearingnya sangat penting. Semua oli turbin untuk turbin uap mengandung additive-untuk
mencegah karat dan untuk memperlambat atau mencegah oksidasi. Di samping itu, karena masalah masuknya
air ke oli, kebanyakan oli turbin mengandung additive untuk memisahkan oli. Additive antifoam juga banyak
digunakan. Kekentalan oli turbin uap biasanya 150 SSU pada 100- F, atau 32 centistokes (cSt) pada 40-C.
Turbin gas mengambil daya dari aliran gas panas bukan dari uap atau air, tetapi cara kerjanya banyak
samanya. Oli pelumas turbin uap dapat digunakan dengan baik dalam turbin gas. Oli turbin pada umumnya
memiliki kualitas yang baik sehingga biasanya oli itu dijadikan standar untuk menilai oli lain. Sebagai
5

pedoman, bila syarat kekentalan tidak berbeda, atau bila additive khusus lain tidak diperlukan, oli turbin
cukup baik untuk hampir setiap keperluan.

Gambar 1.2 Dua jenis turbin


Oli hydraulic
Oli hydraulic merupakan oli yang sangat penting. Peralatan yang dijalankan secara hidrolik banyak
dijumpai di mana-mana, mulai dari tambang batu bara dan sistem kontrol industri berat pesawat terbang dan
pengungkit kendaraan bermotor, juga di rumah sakit. Kegunaan sistem hidrolik adalah untuk menggandakan
dan menyalurkan daya atau gerakan dari satu tempat ke tempat lain. Gambar 5-2 menunjukkan komponenkomponen sistem hydraulic yang khas.

Ujung batang piston biasanya dipasang ke bagian lain yang

melakukan kerja. Ketika oli di bawah tekanan masuk silinder, oli itu mendorong piston, yang bergerak ke kiri.
Pada akhir langkah ini, katup dua arah berubah posisi, kali ini mengarahkan fluida yang ditekan ke kiri
piston. Ini menyebabkan piston bergerak ke kanan, kembali ke posisi semula. Karena tekanan diarahkan ke
kedua sisi piston, unit yang bergerak disebut double acting.
Tentu saja kebanyakan sistem hidrolik menggunakan oli hidrolik, meskipun ada juga yang tidak. Oli memiliki
beberapa keuntungan. Oli melumasi bagian-bagian sistem yang bergerak, di samping itu melindungi
komponon-komponen dari oksidasi dan serangan asam. Dipilihnya oli hidrolik tergantung pada kondisi. Kalau
sistem dioperasikan di luar dalam cuaca dingin, banyak faktor harus dipertimbangkan. Dan bila sistem
dioperasikan di dalam ruang dengan rentang (range) suhu yang kecil, oli yang lain dapat digunakan.

Gambar 1.3 Sirkuit hydraulic sederhana dengan silinder penggerak


double-acting
Biasanya hal di bawah ini dipertimbangkan dalam memilih oli hydraulic, yaitu:
10* Kekentalan
11* index kekentalan
12* titik tuang
Kekentalan oli hydraulic penting karena efesiensi pompa hydraulic tergantung kepadanya. Oli harus tetap
dalam batas kekentalan yang tidak jauh, spesifikasinya dibuat oleh pabrik pompa. Sebagai komponen yang
dibuat dengan presisi, pompa dibuat dengan ketepatan dan toleransi dimensi yang sangat ketat. Oli yang
terlalu kental dapat menyebabkan friksi yang berlebihan, yang dapat merusak bearing pompa. Kalau ini terjadi
seluruh sistem tidak bisa bekerja. Rentang kekentalan normal untuk oli hydraulic adalah dari 150 SSU sampai
700 SSU (32 cSt 150 cSt pada 40-C). Tetapi index kekentalan juga dapat menjadi sangat penting, terutama
kalau sistem beroperasi pada rentang suhu yang besar. Oli harus mengalir dalam kondisi dingin dan tidak
menjadi encer bila sistem menjadi panas. Diperlukan index kekentalan yang tinggi.
Kita juga harus mengetahui titik tuang oli hidrolik kalau alat akan digunakan pada musim dingin. Jelasnya,
kalau sistem akan dioperasikan pada suhu sekitar 0-C, oli dengan titik tuang 20-F tidak akan baik. Seperti
pada oli turbin, oli hidrolik hampir selalu mengandung additive penghambat karat dan antioxidant. Tetapi
salah satu additive yang paling penting yang harus ada pada oli hidrolik adalah additive antifoam. Efisiensi
sistem hidrolik akan berkurang kalau oli mulai berbusa ketika memasuki sistem. Karena oli hidrolik
berkualitas baik, dan biasanya mengandung additive yang berguna untuk berbagai apliksai, oli itu sering
7

digunakan untuk keperluan yang umum. Meskipun demikian, jangan lupa kekentalan oli harus sesuai dengan
aplikasinya. Tabel 1.1 memperlihatkan jenis dan kekentalan oli hidrolik yang paling standar.
Tabel 1.1 Oli hidrolik dan kekentalannya
Deskripsi oli

Kekentalan

Kekenttalan ISO

Oli hidrolik encer

(SSU pada 100-F)


135-165 (150)

(cSt pada 40-C)


32

Oli hidrolik setengah encer

194-236 (215)

46

Oli hidrolik setengah kental

284-346 (315)

68

Oli hidrolik kental

630-770 (700)

150

Oli hidrolik tekanan tinggi (anti aus)

135-165 (150)

32

Oli hidrolik tekanan tinggi (anti aus)

194-236 (215)

46

Oli hidrolik tekanan tinggi (anti aus)

284-346 (315)

68

Oli Gear
Gambar 1.4 memperlihatkan beberapa jenis gear, dan beberapa cara memasangnya. Semua gear
didisain sehingga gigi-giginya hanya bertemu pada titik-titik tertentu. Titik bertemunya gigi-gigi itu perlu
dilumasi dengan lapisan oli yang cukup kental untuk mengurangi shock dan mencegah kerusakan gigi gear
itu.

Gambar 1.4 Susunan gear yang umum


Ukuran gear mulai dari yang sangat kecil yang digunakan pada jam tangan dan instrumen presisi sampai gear
heavy bull, dua kali besar manusia. Bisa dimengerti kalau oli dan sistem pelumasannya juga berbeda-beda. Oli
gear dapat berupa oli mineral saja, tetapi dapat juga dicampur additive EP (extreme pressure) agar terbentuk
kekuatan lapisan dan dapat menahan beban. Beberapa oli gear ini disebut oli EP encer, dan yang lainnya oli
EP kental. Dalam tabel , kita perhatikan bahwa oli gear dibagi menjadi tiga kelompok: (1) light (cair),

medium (pertengahan), heavy (kental); (2) EP light (cair) dan EP heavy (kental); dan (3) cling type gear shield
untuk gear terbuka. Kelompok yang pertama digunakan kalau gear ada dalam ruang tertutup seperti dalam
gear case (kotak gear) pada overhead crane. Gear dilumasi dengan cara percik (splash method) atau dengan
pelumasan bertekanan yang ada pada alat itu.
Oli pada kelompok kedua, jenis EP, digunakan kalau beban gigi gear besar. Contohnya adalah gear
hypoid yang digunakan pada transmisi otomotif. Kelompok oli terakhir digunakan gear yang dilumasi oleh
tangan atau oil bath. Sebagai pedoman, gear ini tidak berputar dengan cepat, tetapi gear ini dapat bekerja pada
suhu yang berbeda jauh. Ring gear besar yang memutar cab pada power shovel merupakan contoh yang baik
untuk gear terbuka jenis ini. Oli gear untuk gear terbuka, seperti pada power shovel, bukan oli gear biasa. Oli
untuk gear terbuka harus harus dicampur secara khusus supaya melekat pada gear dan tidak memercik ketika
gear itu berputar. Biasanya oli untuk gear terbuka mengandung bahan aspal agar terbentuk adhesi yang cukup.
Tabel 1.2 Oli gear biasa dan kekentalannya
Deskripsi oli

Kekentalan

Kekentalan ISO

Oli gear encer air (light)

(SSU pada 100-F)


630-770 (700)

(cSt pada 40-C)


150

Oli gear setengah kental (medium)

900-1100 (1000)

220

Oli gear kental (heavy)

1935-2365 (2150

460

Oli gear tekanan cukup tinggi

283-347 (315)

68

Oli gear tekanan sangat tinggi

1350-1650 (1500)

320

Cling-type gear shield (gear terbuka)

900-1100 (1000)

420

Oli gear, pada umumnya, mengandung additive untuk mencegah oksidasi hidrokarbon dan karat. Yang
berhubungan langsung dengan air juga dilindungi oleh demulsifier (pemisah). Kalau beban pada gigi gear
sangat berat, additive anti aus juga dicampurkan. Klasifikasi alternatif untuk oli gear, dibuat oleh American
Petroleum Institute, ditunjukkan pada Tabel 5-2. Perhatikan bahwa klasifikasi ini lebih spesifik dalam jenis
gear dan kerjanya.

Oli mesin
Oli mesin adalah oli mineral langsung. Pada awalnya oli mesin adalah untuk melumasi bagian-bagian
kerja eksternal pada permesinan, mesin, pompa, dan sebagainya. Pada waktu itu bagian-bagian tersebut diberi
oli dari oli kaleng. Untuk keperluan itu, sekarang oli mesin sebagian besar telah digantikan oleh oli turbin
yang berkualitas lebih baik seperti yang diuraikan di muka. Oli mesin sekarang merupakan pelumas umum
yang digunakan bila oil loss (hilangnya oli) tetap, dan penggantiaannya harus dilakuakan dengan konstan.
Karena oli dalam jumlah besar habis digunakan, oli harus murah. Seperti kita tahu persyaratannya berbeda
dengan sistem sirkulasi, di mana oli tetap pada jaringan pada jangka waktu lama. Begitu pun, oli mesin biasa
9

tidak dapat bekerja baik pada sistem sirkulasi, karena akan membentuk endapan. Kekentalan oli mesin
berkisar dari 150 sampai 800 SSU (32 sampai 173 cSt). Oli ini biasanya digunakan pada bearing, terutama
pada plain bearing. Alat berat yang digunakan di luar ruangan banyak memerlukan oli mesin. Misalnya oli
field motor dan oli pompa. Dalam instalasi yang dibeton, heavy-duty plain bearing menggunakan oli antara
300 sampai 800 SSU. Pada machine tool, oli ini dapat digunakan untuk melumasi ball bearing atau roller
bearing, kekentalannya berkisar dari 150 sampai 600 SSU. Oli mesin yang berkualitas lebih baik dipilih untuk
melumasi ball bearing dan roller bearing pada sebagian besar instalasi. Bearing pada sistem conveyor,
misalnya, memerlukan pelumasan yang tepat. Satu subdivisi dari oli mesin, disebut oli way,
termasuk sejumlah oli yang digunakan oleh machinist. Oli-oli ini digunakan untuk melumasi way, slide dan
guides of machine tools dan kompresor. Oli-oli ini terdapat dalam tiga kategori umum:
13* oli way encer (150 SSU atau 32 cSt)
14* oli way medium (300 SSU atau 65 cSt)
15* oli way kental (1000 SSU atau 216 cSt).
Machine tools meliputi lathes, drill presses, planers, dan milling machine. Oli way perlu mengandung EP
additive kalau digunakan dengan beban yang berat dan memerlukan lapisan yang rata untuk memungkinkan
gerak meluncur komponen yang baik.

Oli spindle
Oli spindle diproduksi dengan sangat seksama, dan dikategorikan sebagai pelumas premium.
Kekentalan oli spindle rendah, berkisar dari ISO VG 10 cSt sampai 22 cSt pada 40-C. Para karyawan textile
sangat mengenal oli ini, karena oli ini digunakan untuk spindle kecepatan tinggi pada loom (perkakas tenun).
Mesin tekstil memerlukan oli yang harus dicampur dengan additive lengket untuk mencegah memerciknya
pelumas ke loom. Oli mesin jahit dapat dicampur oli putih, yang mengandung bahan pembasah untuk
membantu fungsi pelumasan. Oli putih tidak mengotori kain. Oli yang lebih encer, seperti oli ISO 10 cSt,
digunakan untuk melumasi spindle yang berputar pada 6000 rpm atau lebih. Untuk kecepatan antara 3600 dan
6000 rpm, oli 15-cSt dianjurkan. ISO 22 cSt cocok untuk spindle yang berputar kurang dari 3600 rpm.
Oli spindle memiliki stabilitas oksidasi yang baik, dan cenderung tidak menebal kalau digunakan. Oli spindle
biasanya memiliki additive antifoam, dan detergent untuk mencuci partikel-partikel yang dapat merusak
permukaan yang sangat halus pada bearing spindle. Additive tekanan tinggi dan antikarat dapat juga
dicampurkan kalau kondisi kerja yang lebih berat menuntutnya, atau kalau oli berhubungan langsung dengan
air, seperti pada tools.
API- GL-1 - Spiral-bevel dan worm gear axles dan beberapa transmisi manual pada kerja ringan.
API- GL-2 - Worm gear axles yang tidak masuk API-GL-1.
API- GL-3 - Transmisi manual dan spiral-bevel axles pada kerja yang cukup berat.
API- GL-4 - Gear hypoid pada kerja berat yang normal tanpa beban shock yang berat.
10

API- GL-5 - Gear hypoid pada kerja yang paling berat termasuk beban shock.

Oli refrigrasi
Sistem refrigasi dalam industri adalah untuk mendinginkan penyimpanan produk-produk dan bahan
mentah, dan juga untuk pengaturan udara di ruangan. Dalam sistemekspansi/kompresi biasa, satu-satunya
komponen dalam sirkuit refrigrasi yang memerlukan pelumasan adalah kompresor. Tetapi karena kompresor
merupakan bagian vital pada sistem, kompresor harus dilumasi dengan benar kalau tidak seluruh sistem tidak
dapat bekerja. Pelumasan kompresor sedikit lebih rumit. Hampir seluruh instalasi memungkinkan untuk
ditiupkannya oli refrigrant dengan gas refrigrant dalam jumlah tertentu pada sirkuit refrigrasi. Oli ini
ditampung dalam pemisah oli dan dikirim kembali ke kompresor. Sedikit endapan saja dapat menghambat
sistem yang baik ini. Sifat-sifat yang diperlukan dalam oli refrigrant meliputi daya larut rendah dengan gas
refrigrant, kandungan lilin sangat rendah, dan, tentu saja titik tuang yang rendah. Di samping itu, oli harus
stabil dengan adanya refrigent pada temperatur 250- F ke atas (dalam silinder selama kompresi gas). Oli
refrigrasi juga tidak boleh berbusa. Oli refrigrasi dapat dibuat dari bahan paraffin atau bahan oli naphthene,
dan kekentalannya berkisar dari rendah ke medium (80 sampai 550 SSU, atau 15 sampai 120 cSt). Karena
persyaratan kombinasi yang tidak biasa ini, hanya oli refrigrasi yang dapat digunakan dalam alat refrigrasi.
Oli silinder uap
Oli silinder uap adalah oli jenis khusus. Sesuai namanya, oli ini dikembangkan sebagai pelumas mesin uap,
tetapi oli ini juga digunakan pada alat lain yang menggunakan silinder uap, seperti pile driver dan aircraft
carrier catapults. Oli ini kadang-kadang dicampur lemak khewan agar melekat pada permukaan yang dilumasi.
Oli ini disemprotkan ke uap, sebelum memasuki silinder. Kabut oli kemudian melakukan pelumasan. Dalam
beberapa kasus, oli ini langssung dimasukkan ke dinding silinder dan katup. Oli silinder uap harus memiliki
kekentalan yang cukup rendah agar dapat diatomisasi, tetapi harus cukup tinggi agar lapisan pelumas pada
dinding silinder terpelihara dalam silinder yang panas. Oli ini juga harus tahan pengaruh air dan uap.
Tiga jenis oli silinder-uap adalah:
16* encer - 100 sampai 120 SSU pada 210 - F
17* medium - 120 sampai 150 SSU pada 210- F
18* kental - di atas 150 SSU pada 210 - F
Kita lihat bahwa kekentalan oli ini diukur pada 210-F, ini berarti betapa kentalnya oli ini. Kekentalan oli lain
yang diberikan pada pelajaran ini diukur pada 100-F (40-C). Oli silinder uap juga kadang-kadang digunakan
untuk melumasi worm gear pada beberapa jenis alat berat. Contohnya worm gear pada steel-making blast
furnace.

11

Oli mesin pembakaran internal


Mesin pembakaran internal adalah mesin yang mengembangkan tenaga dengan membakar bahan bakar
(fuel), biasanya bensin atau solar. Oli yang digunakan dalam mesin demikian harus memiliki kualitas
pelumasan yang baik yang tahan terhadap suhu kerja yang tinggi dan beban bearing yang berat. Oli ini khusus
dibuat dan diproses sedemikian agar sesuai dengan kondisi yang ekstrim itu. Oli mesin pada awalnya
kebanyakan terbuat dari bahan naphthene. Untuk automotive dan marine diesel oli naphthenik sekarang
hampir seluruhnya diganti oleh oli paraffinik. Ini karena kemajuan dalam formula additive yang membuat oli
paraffinik lebih baik dari oli naphthenik. Oli mesin (engine) yang paling baik sekarang mengandung additive
anti aus, anti berbusa, detergent-dispersant, dan antioxidant. Kekentalannya berkisar dari 500 SSU sampai
1700 SSU (ISO VG: 108 sampai 367 cSt).

Melumasi Tali Kawat

Oli dengan sifat-sifat tertentu dibutuhkan untuk sejumlah keperluan lain. Salah satu contoh adalah pelumasan
tali kawat pada crane, dragline, elevator dan beberapa jenis alat pengangkat lainnya. Pelumasan kawat baru
dari pabrik tidak selalu tahan sampai kawat itu tidak dipakai lagi. Pelumasan ulang perlu agar kawat tetap
dalam keadaan baik. Untuk tali heavy-duty, cat permukaan dengan oli kental yang panas. Untuk tali mediumduty, semprot dengan light-bodied oil (sekitar 600 SSU). Untuk tali light-duty, gunakan oli mineral murni
yang kental. Dalam beberapa pemakaian di mana kawat berhubungan langsung dengan cuaca, kita dapat
menggunakan asphaltic cling-type gear oil.

12