Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 5/ S.

Ganjil /2014-2015

Bab I. Pendahuluan
1.1 Deskripsi Proses
1.1.1 Niagara Filter
Filter Niagara adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan
DBPO (Degumming Bleaching Palm Olein) dari bleaching earth, gum,
dan H3PO4. Adapun prinsip kerja dari Niagara filter adalah pemisahan
padat-cair secara mekanik. Dimana pemisahan campuran (padat-cair)
berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel dengan menggunakan
penyaring. Penyaring pada filter Niagara berupa lembaran-lembaran
saringan yang tersusun dalam tangki secara verikal maupun horizontal.
Fitrasi dalam filter Niagara terjadi secara batch. Karena pabrik harus
berjalan secara kontinu, maka dioperasikan 2 filter Niagara agar ketika
salah satu filter berjalan, filter Niagara lainnya dapat dibersihkan.
Aliran yang keluar dari bleacher tank dialirkan menuju Niagara
Filter. laju alir masuk pada niagara filter adalah 33856 Kg/jam dengan
tekanan 5,089 atm. Sedangkan suhu minyak pada saat masuk proses
filtrasi dijaga pada 110 oC, pada suhu tersebut kekentalan minyak akan
berkurang sehingga Gum dan spent BE akan mudah dipisahkan dari
minyak. Pada filter Niagara, slurry melewati lembaran filter dan
bleaching earth terjebak dalam lembaran filter. Spent earth hasil
saringan akan jatuh dalam spent earth tank dengan laju alir padatan
sebanyak 547,3 kg/jam, sementara BPO yang lolos saringan dengan
laju alir 33199,25 kg/jam akan menuju polishing filter untuk dilakukan
penyaringan kembali.
Dalam proses penyaringan menggunakan filter Niagara, terjadi
beberapa tahapan proses yaitu :
1. Vacuum, pada proses ini tangki Niagara filter divakum untuk
menghilangkan udara.
2. Filling, pada proses ini slurry dipompakan ke dalam tangki filter
Niagara.
3. Coating, pada proses ini dilakukan pelapisan pada lembaran filter
Niagara dengan sirkulasi sampai minyak yang dihasilkan jernih dari
partikel bleaching earth.
4. Filtration, merupakan proses penyaringan minyak dari partikelpartikel bleaching earth.
5. Circulation, merupakan tahap proses jika buffer tank penuh.
6. Emptying, proses ini berupa pengosongan filter Niagara setelah
beberapa menit beroperasi.
7. Full Empty, proses pengosongan lebih lanjut.
8. Cake Drying, merupakan pengeringan bleaching earth yang
terperangkap pada filter dari minyak.
9. Post Emptying, proses dimana pengosongan minyak telah selesai.
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

10.Venting, merupakan proses pengurangan vakum dengan membuka


ventilasi filter Niagara.
11.Discharge, pada tahap ini, bleaching earth yang terperangkap
dibuang dalam bentuk spent earth dengan bantuan udara sebagai
penggerak vibrator.

1.1.2

Polishing Filter

Polishing filter memiliki fungsi yang sama dengan niagara filter.


Pada proses pembuatan RBDPO, minyak yang akan dihasilkan harus
bebas dari Gum dan spent BE. Untuk memastikan bahwa tidak ada
spent BE dan gum yang lolos dari Niagara filter, maka minyak yang
keluar difiltrasi kembali dengan menggunakan Polishing filter yang
terdiri dari 2 unit filtrasi, yaitu filter catridge dan bag filter. S. Adapun
waktu penyaringan pada proses ini adalah 15 menit untuk
mendapatkan ketebalan cake yang diinginkan. Filter polllishing
memiliki ukuran pori yang lebih kecil dibandingkan dengan Niagara
filter, sehingga bleaching earth yang lolos bersama CPO dari Niagara
filter dapat disaring oleh polishing filter. Aliran umpan masuk melalui
bagian atas tangki dan akan disaring oleh cartridge dibagian tengah
yang berfungsi sebagai pengisi. Cartridge akan menyaring umpan
melalui pori di bagian permukaan samping. Padatan yang tersaring
akan tetap berada didalam cartridge, sementara cairan akan keluar
dari bagian samping sebagai filtrate.ehingga keluaran yang dihasilkan
berupa BDPO (Bleached Degummed Palm Oil) yang lebih murni. Laju
alir masuk pada polishing filter adalah 33199,25 Kg/jam dengan
tekanan 0,5098 atm dan pada suhu 24 oC.

1.1.3

Deodorizer

Deodorisasi adalah suatu tahap proses pemurnian minyak yang


bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa (flavor) yang tidak enak
dalam minyak. Prinsip proses deodorisasi yaitu penyulingan minyak
dengan uap panas dalam tekanan atmosfir atau keadaan vakum.
Proses deodorisasi adalah proses destilasi vakum dengan steam pada
temperatur dimana FFA dan zat pembau dihilangkan untuk
memperoleh minyak yang tidak berbau. Zat pembau adalah FFA,
aldehid, keton, peroksida, alcohol, dan komponen organik yang lain.
Kondisi temperatur pada umumnya 250-280 o C dan kondisi vakum
sekitar 2 torr 10 torr. Dalam buku Seader dan Enerst halaman 17
dijelaskan bahwa semua steam akan menguap lewat overhead (tidak
ada kondensasi internal) dalam kondisi steady state, dimana sistem
berada dalam kondisi titik dew point.Kolom destilasi vakum yang
digunakan untuk deodorisasi ini untuk tempat kontaknya dapat dengan
menggunakan tray maupun packed kolom. Semua spesifikasi ini
tergantung pada kapasitas, biaya, dan kegunaan. Pada umumya, bila
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

diameter kolom kurang dari 1 meter, maka lebih ekonomis bila


menggunakan packed kolom.
Pada proses pembuatan RBDPO ini Degummed Bleached Palm Oil
(DBPO) yang keluar dari unit filter masuk ke proses selanjutnya yaitu
deodorizer, dengan tujuan untuk menghilangkan bau dan mengurangi
kandungan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) pada minyak dengan laju
alir masuk 34120,07 Kg/jam. Dalam kolom pre-stripper dan deodorizer,
proses deacidification dan deodorization terjadi secara bersamaan.
Penggunaan steam langsung (direct steam) menjamin pembuangan
residu PFAD yang tidak diharapkan rasa dan baunya. Berat molekul
yang lebih rendah dari asam lemak yang teruapkan naik ke atas kolom
dan tertarik keluar oleh sistem yang vakum. Uap asam lemak
meninggalkan
deodorizer,
kemudian
PFAD
didinginkan
dan
dikumpulkan dalam kondensor sebagai fatty acid. Fatty acid kemudian
didinginkan dalam fatty acid cooler dan dikeluarkan menuju tangki
penyimpanan dengan temperatur sekitar 60 80 oC sebagai produk dari
proses refinery.
Produk bawah (bottom product) dari pre-stripper dan deodorizer
adalah refined bleached deodorized palm olein (RBDPO). RBDPO panas
(250 280 oC) dipompa melalui Schimidt Heat Exchanger untuk
memindahkan panasnya ke Bleaching Palm Oil (BPO) yang masuk
dengan temperatur rendah. Lalu, melalui perangkap filter lainnya
untuk mendapat minyak akhir (120 140 oC). Setelah itu, RBDPO
didinginkan melalui RBDPO cooler dan plate heat exchanger untuk
memindahkan panas ke umpan CPO. RBDPO dipompa ke storage tank
dengan temperatur 50 80 oC.

1.1.4

Filter Press

Filter press berfungsi sebagai pemisah antara olein dan stearin


yang telah mengkristal akibat dilakukannya pendinginan. Setelah
keluar dari unit kristalizer, terjadi operasi penutup atau perapatan
plate plate agar pada saat perlakuan pemompaan bahan olahan ke
filter press tidak terjadi kebocoran kebagian sisi samping dan bawah
plate. Penutupan filter ini dilakukan oleh main hidrolik yang berada
diujung dari filter press dengan cara sistem hidroulik. Kemudian terjadi
penyuplaian bahan olahan dari kristalizer yang telah mengandung
butiran kristal melalui pompa sampai batas tekanan yang telah
ditentukan. Tekanan yang ditentukan adalah 2 bar dengan laju alir
masuk 31935,51 kg/jam dan pada suhu 23 oC.
Olein akan keluar dari filter press pada suhu 25 0C dengan laju
alir 23945 kg/jam dan stearin tinggal di dalam membrane filter.
Lamanya penyaringan tergantung dari tebalnya stearin setelah proses
kristalisasi. Idealnya tebal stearin antara 2,53cm. Untuk mendapatkan
kondisi seperti itu biasanya diperlukan waktu kurang lebih 100 menit.
Setelah semua olein keluar dari filter maka pompa akan mati dan kran
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

masuk minyak ke filter akan tertutup. Kemudian stearin yang masih


lembek (masih bercampur dengan olein) di dalam filter, di-squeezing
(diperas) dengan menggunakan angin bertekanan ke dalam membran
filter agar stearin menjadi keras. Lama squeezing antara 2025 menit
untuk mendapatkan stearin yang keras dan sedikit kandungan oleinnya.
Setelah itu filter akan terbuka, dan stearin jatuh ke dalam bak
penampung yang terdapat di bagian bawah filter dengan laju alir
stearin 7990,51 kg/jam. Dalam bak tersebut terdapat pipa pemanas
dengan suhu 700C yang dipergunakan untuk memanaskan stearin.
Tujuan pemanasan adalah agar stearin yang jatuh ke dalam bak
tersebut bisa menjadi cair, agar memudahkan stearin dipompakan ke
dalam tangki timbun stearin.
Pada proses pemisahan dengan menggunakan filter press, terdapat
beberapa tahapan yaitu :
a. Tahap Closing (Penutup plate)
Tahap ini adalah operasi penutup atau perapatan plate plate agar
pada saat perlakuan pemompaan bahan olahan ke filter press tidak
terjadi kebocoran kebagian sisi samping dan bawah dari pada plate.
Penutupan filter ini dilakukan oleh main hidrolic yang berada diujung
dari filter press.
b. Feeding
Tahap ini adalah tahap penyuplaian bahan olahan dari kristalisasi yang
telah mengandung butiran kristal melalui pompa sampai batas tekanan
yang telah ditentukan. Tekanan yang ditentukan adalah 2 bar. Dua bar
ini dianggap telah menyuplai bahan olahan khusus bentuk butiran
disemua area dari pada filter cloth dan ketebalan celah plate. Pada
tahap ini sebagian fraksi cair lewat melalui pori- pori filter cloth menuju
tangki penampungan.
c. Pengepresan (squeezing)
Tahap ini adalah tahap pemberian tekanan pada bidang plate.
Sehingga plate menekan ke arah masing masing celah plate. Butiran
butiran kristal yang terperangkap pada celah plate tadi tertekan yang
mengakibatkan cairan yang masih terkandung pada bahan olahan
keluar dari komposisi butiran sampai cairan dianggap benar benar
habis sehingga butiran tadi menjadi bentuk lempengan fraksi padat
(cake stearine).
d. Pembersihan line feeding plate (core blow)
Tahap pembersihan line feeding ini dimaksudkan adalah untuk
pembersihan butiran kristal. Pada bagian plate yang tidak terkena
penekanan pada saat tahap squeezing. Hal ini dilakukan dengan cara
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

pemberian udara bertekanan melalui ujung line feeding plate yang


akan dikembalikan ke pangkal line feeding filter press. Tahap ini
dilakukan agar jumlah cairan pada fraksi padat dilakukan maka fraksi
cair akan turut jauh bersama raksi padat ke tangki penampungan
fraksi padat.

1.2 Tujuan Perancangan

Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merancang unit


pemisahan yang digunakan dalam industri RBD palm olein berupa
Niagara filter, polishing filter, deodorizer, dan filter press agar
didapatkan unit operasi yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan
dan dapat bekerja dengan kondisi optimal yang menghasilkan produk
dengan kapasitas 143.670 Ton/tahun.

1.3 Ruang Lingkup Perancangan


Adapun ruang lingkup perancangan unit pemisahan meliputi :
1. Niagara Filter
Menentukan
Menentukan
Menentukan
Menentukan
Menentukan
Menentukan
Menentukan

diameter tangki (D)


filter area
jumlah leaf
jarak antar leaf
kapasitas cake maksimum
volume tangki
tinggi keseluruhan (H)

2. Menentukan spesifikasi Polishing Filter


Menentukan jenis bahan filter
Menghitung volume polishing
Menghitung tinggi bed
Menghitung tinggi shell
3. Deodorizer
Menghitung tinggi menara (h)
Menghitung diameter menara (D)
Menghitung tebal shell (Ts)
Menghitung diameter hole (Dh)
Menghitung tebal tray
Menghitung tinggi head (hh)
Menghitung tebal head (Th)
4. Filter press
Menentukan jenis bahan yang akan digunakan
Menghitung densitas dari masing-masing komponen
Menghitung volume filtrat hasil penyaringan
Menghitung luas area penyaringan efektif
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

Menghitung jumlah plate yang dibutuhkan

BAB II. Dasar Perancangan


2.1

Niagara Filter

Niagara filter adalah alat penyaring berbentuk lempengan dan


berpori, yang berfungsi menyaring spent earth . Pada pabrik ini
terdapat dua buah filter niagara namun yang digunakan hanya satu
filter saja. Filter yang lain dalam keadaan stand by. Tujuan DBPO
dilewatkan ke filter niagara adalah untuk menyaring spent earth.
langkah-langkah dalam mendesign niagara filter adalah sebagai
berikut:
1. Menentukan laju alir masuk niagara filter
2. Menentukan jumlah niagara filter
3. Menghitung densitas BDPO
4. Menghitung dimensi niagara filter yang digunakan data yang
dibutuhkan untuk perancangan vertical leaf filter, yaitu :
a. Temperatur (T)
b. Tekanan (P)
c. Laju alir umpan (Fumpan)
d. Laju alir filtrate (Ffiltrat)
e. Laju alir gum (Fcake)
f. Densitas filtrate ()
g. Densitas gum (s)
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

h. Viskositas slurry (s)


i. material medium filter
j. Data porositas cake (X)

Gambar 2.1 Data Porositas Cake

k. Data sphericity ()

Gambar 2.2 Data Sphericity

Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO


By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

l.

Data Re factor (FRe)

Gambar 2.3 Data Re factor (FRe)

m. Data friction factor (Ff)

Gambar 2.4 Friction-Factor Factor As In Function Of Porosity


And Sphericity
Pc(
n. Data pressure Drop

Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO


By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

o. Diameter partikel (Dp)dihitung dengan menggunakan


persamaan berikut:

mi

Dp

mi

3
i

Dimana :

(Brown, 1950)

mi adalah fraksi massa dari partikel D


Di adalah diameter partikel di setiap bagian fraksi

5. Perhitungan permeabilitas (K) menggunakan persamaan berikut :


g c D p2 FRe
K=
(Brown, 1950)
32 F
f

6. Perhitungan Konstanta Filtrasi (Cv) menggunakan persamaan


berikut :
Cv=

x
2 K [ s (1 x )(1 X ) xX

( Brown, 1950)

7. Perhitungan luas area filtrasi(A) dengan persamaan berikut :


Massa solid dalam cake = Massa solid dalam slurry
(1 X ) LA s Vxr

(Brown, 1950)

8. Penentuan waktu filtrasi (t) menggunakan persamaan berikut :


t=

CvV
A ( Pc )
2

(Brown, 1950)

ditetapkan waktu Cycle yang merupakan gabungan dari waktu


Drain, Fill, Wash, Dump dan fill.
9.

Menghitung tebal head

10. Menghitung tinggi head


Direncanakan tinggi head = 0,5 x ID
11. Menghitung tebal shell
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

10

12. Menghitung tinggi bottom


Perbandingan tinggi kerucut dengan diameter tangki (H K/ID) = 0,5

2.2

Polishing Filter

Polishing Filter adalah alat penyaring yang digunakan setelah


DBPO melewati niagara filter. Pada proses pra-perancangan pabrik ini
polishing filter terdapat dua buah. Tujuan DBPO dilewatkan ke polishing
filter adalah untuk menyaring spent earth yang berukuran kecil yang
berhasil lolos di niagara filter.
Perancangan polishing filter dimulai dengan menghitung dimensi
volume atau laju volumetrik dengan membagi laju aliran dengan
densitas cairan. Kemudian dengan mengasumsikan bahwa bed terisi
sebanyak 60%, maka volume BDPO yang mengisi bed dapat diketahui.
Selanjutnya dengan mempertimbangkan faktor keamanan, maka
volume polishing filter dapat diketahui.
Tahapan perancangan untuk polising filter adalah :
1. Menentukan jenis filter yang digunakan
Polishing filter yang digunakan dalam proses ini menggunakan jenis
cartidge clafier.
2. Menentukan laju alir masuk polishing filter
Laju alir dalam proses ini didapat dari Lampiran Neraca Massa pada
Laporan sebelumnya.
3. Menentukan waktu penyaringan
Waktu penyaringan yang digunakan dalam proses penyaringan ini
diasumsikan selama 0,25 jam.
4. Menentukan jumlah polishing
Dalam perancangan ini digunakan sebanyak 2 unit.
5. Menghitung densitas BDPO
6. Menghitung dimensi polishing filter yang digunakan
a. Menghitung volume polishing filter
Persamaan yang digunakan:
Volume polishing filter

b. Menghitung volume BDPO yang mengisi bed


Karena diasumsikan porositas catridge sebesar 40% dari
volume total polishing filter makaBDPO yang terisi dalam bed
sebesar 60% dari volume total.
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

11

Volume BDPO yang mengisi bed

c. Menghitung volume padatan


Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:
Volume padatan

d. Menghitung volume bed


Persamaan yang digunakan sebagai berikut:
Volume bed =
e. Menghitung volume bahan dalam tangki
Persamaan yang digunakan sebagai berikut:
Volume bahan dalam tangki =
f. Menentukan faktor keamanan
Dalam proses penyaringan menggunakan polishing filter ini
digunakan faktor keamanan sebesar 20%.
g. Menghitung volume total polishing filter dengan faktor
keamanan 20%.
h. Menghitung diameter polishing filter
Persamaan yang digunakan adalah :
Volume polishing filter

i.

Diasumsikan tinggi shell (Hs) = 1,5 D


Menghitung tinggi bed (Hbed)
Persamaan yang digunakan adalah :
Tinggi bed (Hbed)

2.3

Deodorizer

Deodorizer adalah alat untuk menghilangkan warna , odor dan


FFA dari minyak yang dihasilkan. Suhu CPO yang masuk adalah 240 oC,
steam yang masuk 260 oC dan kondisi di deodorizer dalam keadaan
vacum. Unit deodorizer yang digunakan berupa stripper yang prinsip
kerjanya memisahkan suatu zat terlarut berdasarkan kelarutannya.
Adapun langkah-langkah perhitungan deodorizer adalah sebagai
berikut :
1. Menghitung Psat

2. Menghitung jumlah tray

X X
log LK HK
X HK D X LK
Nm
Pra-Rancangan Pabrik RBDPO log
dariCPO
LK
By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

12

Dimana :
LK

top . bottom

K LK

K HK D
K
bottom LK
K HK b

top

3. Menghitung dimensi kolom

Kecepatan alir maksimum :

L V
V
4 Ac

K1

Diameter menara :

4. Menghitung lokasi umpan masuk

N above

N below

( xd / x f ) LK
(x / x )
d
f HK

ln

( x f / xb ) LK
(x / x )
f
b HK

ln

5. Menghitung tebal shell

Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO


By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

13

6. Menghitung tebal head

2.5

Filter Press
Unit pemisahan filter press pabrik ini dirancang dengan
menggunakan bahan berupa stainless steel yang bertujuan untuk
menghindari terjadinya korosi pada plate. Filter dibuat menjadi 2 unit
agar umpan yang masuk tidak terlalu besar sehingga filter dapat
bekerja secara optimal.
a. Menghitung laju alir umpan yang meliputi laju alir per unit filtrasi,
laju alir filtrate dan laju alir cake.
Laju alir masuk filter press

Laju alir filtrat

Laju alir cake

b. Menghitung volume filtrate hasil penyaringan.

c. Menghitung fraksi massa cake dalam umpan.

d. Menghitung luas penyaringan efektif filter.

dimana :

L = tebal cake pada frame


A = luas penyaringan efektif (m2)
= poros partikel = 0,05
densitas cairan
densitas cake
W = fraksi massa cake dalam umpan
V = volume filtrat hasil penyaringan (m3)

Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO


By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved

Kelompok 5/ S. Ganjil /2014-2015

14

e. Menghitung jumlah plate dari luas penyaringan efektif.

f.

Menentukan jumlah plate yang dibutuhkan.

Pra-Rancangan Pabrik RBDPO dari CPO


By
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Checked
Aulia Rahman
Deni Afrika
Aisyah Dewi Ranti

Approved