Anda di halaman 1dari 20

ISSUE ETIK YANG TERJADI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN ISSUE

MORAL
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap Puji Syukur kehadirat TUHAN YANG MAHA KUASA
kami dapat menyelesaikan makalah tentang ISSUE ETIK YANG TERJADI
DALAM PELAYANAN KEBIDANAN ISSUE MORAL ini dengan baik tanpa
hambatan.
Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada para pembimbing
dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini atas
semua bantuan, bimbingan, dan kemudahan yang telah diberikan kepada
kami dalam menyelesaikan makalah. Penulisan makalah adalah merupakan
salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan Tugas Mata Kuliah
Etika Profesi dan Hukum Kesehatan.
Meskipun kami telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun
kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih
banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran
dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini yang selanjutnya akan kami terima dengan tangan terbuka.

Makassar, oktober 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah

1.2

Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Makalah
1.4 Sistematika Penulisan
BAB 2

PEMBAHASAN

A. ISSUE ETIK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN


1)
2)
a)
b)
c)
d)
3)
B)
1.
2.

Pengertian dan bentuk ETIK


ISSUE ETIK yang terjadi antara Bidan dengan:
Klien, Kelurga, dan Masyarakat
Teman Sejawat
;Teman kesehatan lainya
Organisasi profesi
ISSUE ETIK yang terjadi dalam Pelayanan
ISSUE MORAL
Dilema dan konflik Moral
Pengambilan keputusan dalam menghadapi dilema Etik/ Moral pelayanan
kesehatan

BAB 3
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial

masyarakat dunia, juga mempengaruhi munculnya masalah/penyimpangan


etik

sebagai

akibat

kemajuan

teknologi/ilmu

pengetahuan

yang

menimbulkan konflik terhadap nilai. Arus kesejahteraan ini tidak dapat


dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dalam hal ini
bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas Mengontrol dirinya
sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan
terjadinya penyimpangan etik.
Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan
dengan falsafah moral yaitu menganai apa yang dianggap baik atau buruk di
masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan atau

perkembangan norma atau niali. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik
dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

ISSUE ETIK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN


1) Pengertian dan bentuk ETIK
a) Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari

kebaikan

dan

keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang


didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan
pertimbangan perasaan".
Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau
buruk sikap tindakan manusia.
Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan
nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah,
dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones, 1994)
b) Bentuk Etika
1. Etika deskriptif, yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingakh
laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai ,mana yang boleh
dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat.
2. Etika Normatif, membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan
manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi:

a. Etika umum; yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan


kondisi

manusia

untuk

bertindak

etis

dalam

mengambil

kebijakan

berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral.


b. Etika khusus; terdiri dari Etika sosial, Etika individu dan Etika Terapan.
Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan hubungan
antarsesama manusia dalam aktivitasnya,
Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia
sebagai pribadi,
Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi
2) ISSUE ETIK yang terjadi antara Bidan dengan Klien, Kelurga, dan
Masyarakat Teman Sejawat,Teman kesehatan lainya, Organisasi
profesi.
a) Issue etik yang terjadi antara bidan dengan
klien,keluarga,masyarakat
Pengertian

Issue etik yang terjadi antara bidan dengan klien, keluarga dan masyarakat
mempunyai hubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu
tindakan.

Seorang

bidan

dikatakan

profesional

bila

ia

mempunyai

kekhususan sesuai dengan peran dan fungsinya yang bertanggung jawab


menolong persalinan. Dengan demikian penyimpangan etik mungkin saja
akan terjadi dalam praktek kebidanan misalnya dalam praktek mandiri,
bidan yang bekerja di RS, RB atau institusi kesehatan lainnya. Dalam hal ini
bidan yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya
sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan
terjadinya pe
nyimpangan etik.

Kasus
Di sebuah desa, ada seorang bidan yang sudah membuka praktek kurang
lebih selama satu tahun. Pada suatu hari datang seorang klien bernama Ny
A usia kehamilan 38 minggu dengan keluhan perutnya terasa kenceng
kenceng dan terasa sakit sejak 5 jam yang lalu. Setelah dilakukan VT,

didapatkan hasil pembukaan 3 dan ternyata janin dalam keadaan letak


sungsang. Oleh karena itu bidan menyarankan agar di Rujuk ke Rumah Sakit
untuk melahirkan secara operasi SC. Namun keluarga klien terutama suami
menolak untuk di Rujuk dengan alasan tidak punya biaya untuk membayar
operasi. Tapi bidan tersebut berusaha untuk memberi penjelasan bahwa
tujuan di Rujuk demi keselamatan janin dan juga ibunya namun jika tetap
tidak mau dirujuk akan sangat membahayakan janin maupun ibunya. Tapi
keluarga

bersikeras

agar

bidan

mau

menolong

persalinan

tersebut.

Sebenarnya, dalam hal ini bidan tidak yakin bisa berhasil menolong
persalinan dengan keadaan letak sungsang seperti ini karena pengalaman
bidan dalam hal ini masih belum begitu mendalam. Selain itu juga dengan di
Rujuk agar persalinan berjalan dengan lancar dan bukan kewenangan bidan
untuk menolong persalinan dalam keadaan letak sungsang seperti ini.
Karena keluarga tetap memaksa, akhirnya bidan pun menuruti kemauan
klien serta keluarga untuk menolong persalinan tersebut. Persalinan berjalan
sangat lama karena kepala janin tidak bisa keluar. Setelah bayi lahir ternyata
bayi sudah meninggal. Dalam hal ini keluarga menyalahkan bidan bahwa
bidan tidak bisa bekerja secara profesional dan dalam masyarakatpun juga
tersebar bahwa bidan tersebut dalam melakukan tindakan sangat lambat
dan tidak sesuai prosedur.
KONFLIK : keluarga terutama suami menolak untuk di rujuk ke Rumah sakit
dan
melahirkan secara operasi SC dengan alasan tidak punya biaya untuk
membayar operasi.
ISSU : Di mata masyarakat, bidan tersebut dalam pelayanan atau melakukan
tindakan tidak sesuai prosedur dan tidak profesioanl. Selain itu juga
masyarakat

menilai

bahwa

bidan

tersebut

dalam

menangani

pasien

dengan kelas ekonomi rendah sangat lambat atau membeda-bedakan antara


pasien yang ekonomi atas dengan ekonomi rendah.
DILEMA : Bidan merasa kesulitan untuk memutuskan tindakan yang tepat
untuk

menolong persalinan Resiko Tinggi. Dalam hal ini letak sungsang seharusnya
tidak boleh dilakukan oleh bidan sendiri dengan keterbatasan alat dan
kemampuan medis. Seharusnya ditolong oleh Dokter Obgyn, tetapi dalam
hal ini diputuskan untuk menolong persalianan itu sendiri dengan alasan
desakan dari kelurga klien sehingga dalam hatinya merasa kesulitan untuk
memutuskan sesuai prosedur ataukah kenyataan di lapangan.
b) Issue Etik yang terjadi antara Bidan dengan Teman Sejawat
pengertian
ETIK adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai
benar dan salah yang dianut suatu organisasi atau masyarakat
KONFLIK MORAL adalah suatu proses ketika 2 pihak atau lebih berusaha
memaksakan tujuannya dengan cara mengusahakan untuk menggagalkan
tujuan yang ingin dicapai pihak lain. (Setiawan. 1994)
DILEMA MORAL adalah situasi yang menghadapkan individu pada dua
pilihan, dan tidak satupun dari pilihan itu dianggap sebagai jalan keluar yang
tepat.
ISSUE ETIK adalah topic yang cukup penting untuk dibicarakan sehingga
mayoritas individu akan mengeluarkan opini terhadap masalah tersebut
sesuai dengan asas ataupun nilai yang berkenaan dengan akhlak, niali benar
salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Contoh Issue Etik yang terjadi antara Bidan dengan Teman Sejawat
Di suatu desa yang tidak jauh dari kota dimana di desa tersebut ada dua
orang bidan yaitu bidan A dan bidan B yang sama sama memiliki BPS
dan ada persaingan di antara dua bidan tersebut.
Pada suatu hari datang seorang pasien yang akan melahirkan di BPS bidan
B yang lokasinya tidak jauh dengan BPS bidan A. Setelah dilakukan
pemeriksaan ternyata pembukaan masih belum lengkap dan bidan B
menemukan letak sungsang dan bidan tersebut tetap akan menolong
persalinan tersebut meskipun mengetahui bahwa hal tersebut melanggar
wewenang sebagai seorang bidan demi mendapatkan banyak pasien untuk

bersaing dengan bidan A.


Sedangkan bidan A mengetahui hal tersebut. Jika bidan B tetap akan
menolong persalinan tersebut,bidan A akan melaporkan bidan B untuk
menjatuhkan bidan B karena di anggap melanggar wewenang profesi
bidan.
ISSU MORAL: seorang bidan melakukan pertolongan persalinan normal.
KONFLIK MORAL: menolong persalinan sungsang untuk nendapatkan pasien
demi persaingan atau dilaporkan oleh bidan A.
DILEMA MORAL:
1. Bidan B tidak melakukan pertolongan persalinan sungsang tersebut
namun bidan kehilangan satu pasien.
2. Bidan B menolong persalinan tersebut tapi akan dijatuhkan oleh bidan
A dengan di laporkan ke lembaga yang berwewenang
c) Issu Etik Bidan dengan Team Kesehatan Lainnya
Pengertian
Yaitu perbedaan sikap etika yang terjadi pada bidan dengan tenaga
medis lainnya. Sehingga menimbulkanketidak sepahaman atau
kerenggangan social.
Kasus1
Disuatu desa yang ada sebuah BPS, suatu hari ada seorang Ibu berusia
35 Tahun keadaannya sudah lemah. bidan menanyakan kepada keluarga
pasien apa yang terjadi pada pasien. Dan suami pasien menjawab ketika
dirumah Px jatuh & terjad iperdarahan hebat. Setelah itu bidan memberikan
pertolongan , memberikan infuse dst. Bidan menjelaskan pada keluarga,
agar istrinya di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan curretase.Kemudian
keluarga px menolak saran bidan tsb, dan meminta bidan yang melakukan
currentase. selang waktu 2 hari px mengalami perdarahan lagi kemudian
keluarga merujuk ke RS.Dokter menanyakan kapeda suami px, apa yang
sebenarnya terjadi dan suami px menjelaskan bahwa 3 hari yang lalu istrinya

mengalami keguguran & di currentase bidan didesany. dokter mendatangi


bidan terebut. Maka Terjadilah konflik antara bidan & dokter.

ISSUE ETIK : Mall Praktek Bidan melakukan tindakan diluar wewenangnya.


KONFLIK

:bidan

melakukan

currentase

diluar

wewenangnya

sehingga

terjadilah konflik antara bidan & dokter.


DILEMA : jika tidak segera dilakukan tindakan takutnya merenggut nyawa px
karena BPS jauh dari RS. Dan jika dilakukan tindakan bidan merasa
melanggar kode etik kebidanan & merasa melakukan

tindakan diluar

wewenangnya.
d) ISSUE ETIK YANG TERJADI ANTARA BIDAN DAN ORGANISASI
PROFESI
PENGERTIAN

Issue etik yang terjadi antara bidan dan organisasi profesi adalah suatu topic
masalah yang menjadi bahan pembicaraan antara bidan dengan organisasi
profesi karena terjadinyasuatu hal-hal yangmenyimpang dari aturan-aturan
yang telah ditetapkan.
Kasus
:Seorang ibu yang ingin bersalin di BPS pada bidan A sejak awal kehamilan
ibutersebut memang sudah sering memeriksakan kehamilannya. Menurut
hasil pemeriksaanbidan Ibu tersebut mempunyai riwayat hipertensi. Maka
kemungkinan lahir pervaginanyasangat beresiko Saat persalinan tiba.
Tekanan darah ibu menjadi tinggi. Jik atidak dirujuk maka beresiko terhadap
janin dan kondisi si Ibu itu sendiri. Resiko pada janin bisa terjadigawat janin
dan perdarahan pada ibu. Bidan A sudah mengerti resiko yang akan terjadi.
Tapiia ebih memntingkan egonya sendiri karena takut kehilangan komisinya
dari pada dirujuk kermah sakit. Setelah janin lahir Ibu mengalami perdarahan
hebat, sehingga kejang-kejang danmeninggal. Saaat berita itu terdengar
organisasi profesi ( IBI ), maka IBI memberikan sanksiyang setimpal bahwa
dari kecerobohannya sudah merugikan orang lain. Sebagai gantinya,ijin

praktek ( BPS ) bidan A dicabut dan dikenakan denda sesuai dengan


pelanggarantersebut.

Issue etik
:1). Terjadi malpraktek
2). Pelangaran wewenang Bidan
Dilema etik
Warga yang mengetahui hal tersebut segera melaporkan kepada organisasi
profesi dan diberikan penangan.
3) ISSUE ETIK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
1. Pengertian Issue
Isu adalah masalah pokok yang berkembang di masyarakat atau suatu
lingkungan yang belum tentu benar, serta membutuhkan pembuktian.
Isu adalah topic yang menarik untuk didiskusikan dan sesuatu yang
memungkinkan orang untuk mengemukakan pendapat yang bervariasi.
Isu muncul dikarenakan adanya perbedaan nilai.
2.

Issue

Etik

Dalam

Pelayanan

Kebidanan

Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan


nilai manusia dalm menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan
apakah pernyataan itu baik atau buruk. Issue etik dalam pelayanan
kebidanan merupakan topik yang penting yang berkembang di masyarakat
tentang nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan yang berhubungan
dengan segala aspek kebidanan yang menyangkut baik dan buruknya.
Beberapa pembahasan masalah etik dalm kehidupan sehari hari adalah
sebagai berikut:
1.

Persetujuan dalam proses melahirkan.

1). Memilih atau mengambil keputusan dalam persalinan.


2). Kegagalan dalam proses persalinan.
3). Pelaksanan USG dalam kehamilan.
4). Konsep normal pelayanan kebidanan.
5). Bidan dan pendidikan seks.

2.

Contoh masalah etik yang berhubungan dengan teknologi:

1). Perawatan intensif pada bayi.


2). Skreening bayi.
3). Transplantasi organ.
4). Teknik reproduksi dan kebidanan.
3.

Contoh masalah etik yang berhubungan dengan profesi:

1). Pengambilan keputusan dan penggunaan etik.


2). Otonomi bidan dan kode etik profesional.
3). Etik dalam penelitian kebidanan.
4). Penelitian tentang masalah kebidanan yang sensitif.
4.

Biasanyan beberapa contoh mengenai isu etik dalm pelayananan


kebidanan adalah berhubungan dengan masalah-masalah sebagai berikut:

1). Agama / kepercayaan.


2). Hubungan dengan pasien.
3). Hubungan dokter dengan bidan.
4). Kebenaran.
5). Pengambilan keputusan.
6. Pengambilan data.
7. Kematian.
8. Kerahasiaan.
9. Aborsi.
10. AIDS.
11. In_Vitro fertilization
Bidan dituntut untuk berprilaku hati-hati dalm setiap tindakannya dalam
memberikan asuhan kebidanan dengan menampilkan perilaku yang etis dan
profesional.
B)

ISSUE MORAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN


Moral merupakan pengetahuan atau keyakian tentang adanya hal yang
baik dan buruk yang mempengaruhi siakap seseorang. Kesadaran tentang
adanya baik buruk berkembang pada diri seseorang seiring dengan
pengaruh lingkungan, pendidikan, sosial budaya, agama, dll. Hal ini yang

disebut kesadaran moral. Isu moral dalam pelayanan kebidanan merupakan


topik yang penting yang berhubungan dengan benar dan salah dalam
kehidupan sehari-hari yang ada kaitannya dengan pelayanan kebidanan.
Beberapa contoh isu moral dalam kehidupan sehari-hari:
1.

Kasus abortus.

2.

Euthanansia.

3.

Keputusan untuk terminasi kehamialn.

4.

Isu moral juga berhubungan dengan kejadian luar biasa dalam

kehidupan sehari-hari, seperti yang menyangkut konflik dan perang.


1.

Dilema dan Konflik Moral


Dilema moral menurut Campbell adalah suatu keadaan dimana dihadapkan
pada dua alternative pilihan, yang kelihatannya sama atau hampir sama dan
membutuhkan pemecahan masalah. Dilema muncul karena terbentur pada
konflik moral, pertentangan batin, atau pertentangan antara nilai-nilai yang
diyakini

bidan

dengan

kenyataan

yang

ada.

Ketika mencari solusi atau pemecahan masalah harus mengingat akan


tanggung jawab profesional,yaitu:
1.

Tindakan

selalu

ditujukan

untuk

peningkatan

kenyamanan

kesejahteraan pasien atau klien.


2.

Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang menghilangkan sesuatu

bagian [omission], disertai ras tanggung jawab memperhatikan kondisi dan


keamanan pasien atau klien.
3.

Konflik moral menurut Johnson adalh bahwa konflik atau dilema pada

dasarnya sama , kenyataannya konflik berada diantara prinsip moral dan


tugas yang mana sering menyebabkan dilema.
Ada 2 tipe konflik:
1. Konflik yang berhubungan dengan prinsip.
2. Konflik yang berhubungan dengan otonomi.
Dua tipe konflik ini merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan.

contoh issue Moral


ISSU MORAL: seorang bidan melakukan pertolongan persalinan normal.
KONFLIK MORAL: menolong persalinan sungsang untuk nendapatkan pasien
demi persaingan atau dilaporkan oleh bidan A.
DILEMA MORAL:
1)

Bidan B tidak melakukan pertolongan persalinan sungsang tersebut

namun bidan kehilangan satu pasien.


2)

Bidan B menolong persalinan tersebut tapi akan dijatuhkan oleh

bidan A dengan di laporkan ke lembaga yang berwenang.


2. Pengambilan keputusan dalam menghadapi dilema Etik/ Moral
pelayanan kesehatan
Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif
yang ada.
Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan:
1. Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh
2. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu
kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap
nsuatu kasus
3. Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.
4. Wewenwng lebih bersifat rutinitas
5. Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1.

Posisi/kedudukan

2.

Masalah, terstruktur, tidak tersruktur, rutin,insidentil

3.

Situasi:faktor konstan, faktor tidak konstan

4.

Kondisi, faktor-faktor yang menentukan daya gerak

5.

Tujuan, antara atau obyektif

Kerangka Pengambilan Keputusan

Sistim pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam


praktek suatu profesi. Keberadaan yang sangat penting, karena akan
menentukan tindakan selanjutnya.
Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting
karena dipengaruhi oleh 2 hal :
1. Pelayanan one to one : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi
dan bidan bisa memenuhi kebutuhan.
2. Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk
memenuhi kebutuhan.
Mengapa AKI AKB di Indonesia masih tinggi ? ada 3 keterlibatan pengambilan
keputusan :
1. Terlambat mengenali tanda tanda bahaya kehamilan sehingga
terlambat untuk memulai pertolongan
2. Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan
3. Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan.
Contoh : - Dokter tidak ada, persediaan darah di PMI habis
( Empat ) Tingkatan Kerja Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan
Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik.
TK I
Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau
pengalaman rekan kerja.
TK II
Peraturan

: berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar), privasi,

kerahasiaan dan kesetiaan ( menepati janji).


Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik dan
panduan praktek profesi.

TK III
Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:
a. ANTONOMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan
pilihan individu.
b. BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain
itu berbuat terbaik untuk orang lain.
c. NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan
penderitaan apapun kerugian pada orang lain.
d. YUSTICE,

memperhatikan

keadilan,

pemerataan

beban

keuntungan. ( Beaucamo & Childrens 1989 dan Richard, 1997)

Dasar Pengambilan keputusan :


1. Ketidak sanggupan ( bersifat segera)
2. Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk
segera dilakukan.

Bentuk pengambilan keputusan :


1. Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan,
rencana dan masa depan, rencana bisnis dan lain-lain.
2. Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik,
dan komunitas.
3. Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh
standart praktik kebidanan.

Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan :

dan

1. Mengenal dan mengidentifikasi masalah


2. Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu
dan sekarang.
3. Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai.
4. Mempertimbangkan pilihan yang ada.
5. Mengevaluasi pilihan tersebut.
6. Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS
Ciri 2nya:
1.Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah
2.Sering menyangkut pilihn yang sukar
3. Tidak mungkin dielakkan
4. Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman,lingkungan sosial
MENGAPA KITA PERLU MENGERTI SITUASI:
1.U/ menerapakan norma-norma terhadap situasi
2.U/ melakukan perbuatan yang tepat dan berguna
3.U/ mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan
Kesulitan Dalam Mengerti Situasi :
1.

Kerumitan situasi dan keterbatasan pengetauan kita

2.

Pengertian kita terhadp situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan,

prasangka dan faktor 2 subyektif lain.


Bagaimana Kita Memperbaiki Pengertian Kita Tentang Situasi:
1.Melakukan penyelidikan yang memadahi
2. Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli
3. Memperluas pandangan tentang situasi
4. Kepekaan terhadap pekerjaan

5.Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain


Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis :
1. Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya, baik oleh sendiri atau
dengan orang lain.
2. Tetapkan hasil apa yang diinginkan.
3. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada.
4. Pilih solusi yang lebih baik.
5. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan.
Pengambilan keputusan klinis adalah keputusan yg diambil berdasarkan
kebutuhan dan masalahyang dihadapi klien, sehingga semua tindakan yang
dilakukan bidan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi klien yang
bersifat emergensi, antisipasi, atau rutin.
Pengambilan Keputusan Klinis Tergantung:
a. Pengetahuan
b. Latihan Praktek
c. Pengalaman
Pengambilan Keputusan Klinis yang benar dan tepat:
a. Menghindari pekerjan atau tindakan rutin yamng tidak sesuai dgn
kebutuhan klien
b. Meningkatkan efektitivitas dan efesiensi pelayanan yang diberikan
c. Membiasakan Bidan berfikir dan bertindak sesuai standart
d. Memberikan kepuasan pelanggan
Dalam Kasus Emergensi Dan Menghadapi Situasi Panik : ada 2 Hal
a.

Mempertimbangkan satu solusi berdasarkan pengalaman dimasa


Lampau

b.

Meninjau simpanan pengetahuan yg relevan dgn keadaan tsb


Langkah - langkah Pengambilan Keputusan Klinis Menggunakan

1.

Penilaian ( pengumpulan informasi)

2.

DX ( Penafsiran)

3.

Perencanan

4.

Intervensi

5.

Evaluasi
TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.

Teori Utilitarisme:
Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan
ketidaksenangan.

2.

Teori Deontology
Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Contoh
bila berjanji ditepati, bila pinjam hrus dikembalikan

3.

Teori Hedonisme:
Menurut Aristippos , sesui kodratnya, setiap manusia mencari kesenangan
dan menghindari ketidaksenangan.

4.

Teori Eudemonisme:
Menurut Filsuf Yunani Aristoteles , bahwa dalam setiap kegiatannya manusia
mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kiata

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Materi ini sangat penting bagi mahasiswa bidan untuk mengetahui
tentang apa itu etika, apa itu moral dan bagaimana menerapkannya dalam
praktik kebidanan sehingga seorang bidan akan terlidung dari kegiatan
pelanggaran etik ataupun

pelanggaran moral yang sedang berkembang

dihadapan public dan erat kaitannya dengan pelayanan kebidanan sehingga


seorang bidan sebagai provider kesehatan harus kempeten dalam menyikapi
dan mengambil keputusan yang tepat untuk bahan tindakan selanjutnya
sesuai standar asuhan dan kewenangan bidan
1.2

Saran
Dalam Makalah ini terdapat penjelasan tentang Issue Etik yang

terjadi dalam Pelayanan Kebidanan (Issue Moral) berharap agar mahasiswi


dapat mengetahui Issue etik yang terjadi dalam pelayanan kebidanan
khususnya Issue Moral sesuai dengan pembahasan yang ada dalam makalah
ini

Daftar Pustaka
http://chellious.wordpress.com/2010/11/02/issue-etik-dalam-pelayanankebidanan/
file:///C:/Users/User/Downloads/tugas-etika-tentang-issue-etik-dalam.html
http://www.scribd.com/doc/26952303/Issue-Etik-Pelayanan-Kebidanan

file:///C:/Users/User/Downloads/PUTRA%20ATJEH%20_%20ISSUE%20ETIK
%20PELAYANAN%20KEBIDANAN.htm
Marimbi, Hanum.2008. Etika dan Kode Etik Profesi Kebidanan, Mitra Cendikia
Press. Jogjakarta