Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1Latar belakang Masalah
Semua makhluk hidup yang berada di bumi membutuhkan air untuk
kelangsungan hidup. Karena Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk
kehidupan di bumi. Begitu juga dengan manusia. Air merupakan kebutuhan primer
kedua bagi manusia setelah udara. Manusia menggunakan air untuk keperluan
mandi, mencuci dan minum. Bagi manusia kegunaan air yang paling utama untuk
di konsumsi atau diminum, Karena Tubuh manusia terdiri dari 5% sampai 78% air,
tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia
membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari
dehidrasi dan air yang dikonsumsi merupakan air yang harus sesuai dengan standar
air yang layak diminum. Ini dilakukan agar tubuh manusia terhindar dari bakteri
jahat yang menyebabkan terjadinya penyakit.
Air yang baik dan sehat berasal dari sumber air yang baik pula. Dari
sumber air tersebut masyarakat mengambil dan menggunakannya untuk minum
dengan dimasak terlebih dahulu. Namun sebagian masyarakat hanya mengetahui
air yang layak dikonsumsi secara fisik saja, seperti air yang tidak berwarna,
berbau dan berasa. Padahal secara kimia, air yang sehat memiliki kadar pH-nya
netral dan kandungan-kandungan mineralnya terbatas. Bahkan bila diteliti secara
mikrobiologi air yang sehat tidak boleh mengandung bakteri E coli. Jika air yang
telah mengandung bakteri dikonsumsi, akan mengakibatkan kesehatan manusia
terancam.
Masyarakat desa di cisarua Bogor menggunakan air dari sumber mata air
pegunungan yang disalurkan melalui pipa-pipa ke rumah mereka. Air tersebut
biasa digunakan mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka tidak mengetahui
apakah air yang mereka gunakan untuk dikonsumsi sudah memenuhi standar air
layak minum. Karena mereka hanya tahu air yang tidak berwarna, berbau dan
berasa termasuk air sehat dan terlebih lagi mereka berpikir bahwa air yang berasal
dari sumber pegunungan merupakan air yang sehat dan baik untuk dikonsumsi.
Padahal belum tentu air yang mereka gunakan layak untuk dikonsumsi.
Berdasarkan latar belakang tersebut kami tim penulis akan mencoba meneliti air
yang di konsumsi oleh masyarakat Kp.Puri di cisarua Bogor.

1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, maka tim peniliti merumuskan permasalahan
sebagai berikut:
1. Apakah sumber mata air yang dikonsumsi masyarakat cisarua Bogor layak
untuk dikonsumsi?
2. Standar air yang seperti apakah yang layak dikonsumsi masyarakat cisarua
Bogor ?
3. Termasuk dalam golongan apakah air yang dikonsumsi oleh masyarakat cisarua
Bogor?

1.3Tujuan
Tujuan utama dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui sumber mata air mana yang baik dan sehat untuk
dikonsumsi masyarakat cisarua Bogor
2. Mengetahui standarisasi dari air yang baik dan sehat
3. Mengetahui golongan jenis air sesuai kegunaannya

1.4Luaran yang diharapkan


Luaran yang diharapkan setelah penilitian ini dilaksanakan yaitu:
1. Masyarakat cisarua Bogor mampu mengetahui sumber mata air yang layak
dikonsumsi
2. Masyarakat cisarua Bogor mampu membedakan air yang sehat dan yang tidak
sehat

1.5Manfaat
Masyarakat di cisarua bogor banyak beranggapan bahwa air pegunungan yang
mereka konsumsi adalah air yang baik dan sehat karena mereka hanya melihat
secara fisik dari air tersebut. Melalui penelitian menguji kelayakan air konsumsi,
masyarakat mampu mengetahui sumber mata air mana yang layak untuk
dikonsumsi dan bisa memahami golongan jenis air sesuai kegunaannya.

BAB II
PEMBAHASAN
2

2.1Tinjauan Pustaka
1. Definisi Air
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun
atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air
bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu
pada tekanan 100 kPa (1 bar) dan temperatur 273,15 K (0 C). Air merupakan suatu
pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia
lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam
molekul organik.

Sum8er???

Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer
kubik (330 juta mil) tersedia di bumi. [3] Adanya air terjadi karena adanya Siklus
Hidrologi yaitu fenomena alam yang mempelajari siklus air pada semua tahap yang
dilaluinya, mulai dari proses evaporasi, kondensasi uap air. Secara umum pergerakan
air di alam terdiri dari berbagai peristiwa yaitu :
a. Penguapan air (evaporasi)
b. Pembentukan awan (kondensasi).
c. Peristiwa jatuhnya air ke bumi/hujan (presipitasi)
d. Aliran air pada permukaan bumi dan di dalam tanah
Manusia lebih banyak menggunakan air dari Aliran air permukaan bumi
di dalam tanah atau biasa disebut air sumur. Sumur merupakan sumber utama
penyediaan air bersih bagi penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan kota
di Indonesia. Secara teknis sumur dapat dibagi menjadi 2 jenis :
Sumur Dangkal
Sumur dimana sumber airnya berasal dari resepan air hujan diatas
permukaan bumi terutama di daerah dataran rendah, Jenis sumur ini banyak
terdapat di Indonesia dan mudah sekali terkontaminasi dengan air kotor yang
berasal dari kegiatan MCK sehingga perlu sekali diperhatikan persyaratan
sanitasi yang ada..
Sumur Dalam
Sumur dimana sumber airnya berasal dari proses purifikasi alamiah air
hujan oleh lapisan kulit bumi menjadi air tanah dan tidak terkontaminasi dan
memenuhi persyaratan sanitasi.
2. Sifat Air
Air memiliki karakteristik yang khas yang tidak dimiliki oleh senyawa
kimia yang lain. Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut (Dugan, 1972;
Hutchinson, 1975; Miller. 1992).
a. Pada kisaran suhu yang sesuai bagi kehidupan, yakni 0 C (32 F) -100 C, air
berwujud cair. Suhu 0 C merupakan titik beku (freezing point) dan suhu 100
C merupakan titik didih (boilingpoint) air. Tanpa sifat tersebut, air yang
terdapat di dalam jaringan tubuh makhluk hidup maupun air yang terdapat di
laut, sungai, danau. dan badan air yang lain akan berada dalam bentuk gas
atau padatan; sehingga tidak akan terdapat kehidupan di muka bumi ini,
karena sekitar 60% - 90% bagian sel makhluk hidup adalah air (Peel, 1990).

b. Perubahan suhu air berlangsung lambat sehingga air memiliki sifat sebagai
penyimpan panas yang sangat baik. Sifat ini memungkinkan air tidak menjadi
panas ataupun dingin dalam seketika. Perubahan suhu air yang lambat
mencegah terjadinya stress pada makhluk hidup karena adanya perubahan
suhu yang mendadak dan memelihara suhu bumi agar sesuai bagi makhluk
hidup. Sifat ini juga menyebabkan air sangat baik digunakan sebagai
pendingin mesin.
c. Air memerlukan panas yang tinggi dalam proses penguapan. Penguapan
(evaporasi) adalah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini
memerlukan energi panas dalam jumlah yang besar. Sebaliknya, proses
perubahan uap air menjadi cairan (kondensasi) melepaskan energi panas yang
besar. Pelepasan energi ini merupakan salah satu penyebab meng-apa kita
merasa sejuk pada saat bcrkcringat. Sifat ini juga merupakan salah satu faktor
utama yang menyebabkan terjadinya penyebaran panas secara baik di bumi.
d. Air merupakan pelarut yang baik. Air mampu melarutkan berbagai jenis
senyawa kimia. Air hujan mengandung senyawa kimia dalam jumlah yang
sangat sedikit, scdangkan air laut dapat mengandung senyawa kimia hingga
35.000 mg/liter (Tebbut, 1992). Sifat ini memungkinkan unsur hara (nutrien)
terlarut diangkut ke seluruh jaringan tubuh makhluk hidup dan
memungkinkan bahan-bahan toksik yang masuk ke dalam jaringan tubuh
makhluk hidup dilarutkan untuk dikeluarkan kembali. Sifat ini juga
memungkinkan air digunakan sebagai pencuci yang baik dan pengencer bahan
pencemar (polutan) yang masuk ke badan air.
e. Air memiliki tegangan permukaan yang tinggi. Suatu cairan dikatakan
memiliki tegangan permukaan yang tinggi jika tekanan antar-molekul cairan
tersebut tinggi. Tegangan permukaan yang tinggi menyebabkan air memiliki
sifat membasahi suatu bahan secara baik (higher wetting ability). Tegangan
permukaan yang tinggi juga memungkinkan terjadi-nya sistem kapiler, yaitu
kemampuan untuk bergerak dalam pipa kapiler (pipa dengan lubang yang
kecil). Dengan adanya sistem kapiler dan sifat sebagai pelarut yang baik, air
dapat membawa nutrien dari dalam tanah ke jaringan tumbuhan (akar, batang,
dan daun). Adanya tegangan permukaan memungkinkan beberapa organisme,
misalnya jenis-jenis insekta, dapat merayap di permukaan air.
3. Standarisasi air
Baku mutu air pada sumber air adalah batas kadar yang diperkenankan
bagi zat atau bahan pencemar terdapat di dalam air, tetapi air tersebut tetap dapat
diguakan sesuai dengan kriterianya. Menurut peruntukannya, air pada sumber air
dapat dikategorikan menjadi empat golongan, yaitu:

Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara
langsung tanpa diolah terlebih dahulu.
Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah
sebagai air minum dan keperluan rumah tangga lainnya.
Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan
peternakan.
Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan
dapat digunakan untuk usaha perkotaan, industry, dan listrik tenaga air.
(Kristanto, 2002)

Sesuai dengan ketentuan badan dunia (WHO) maupun badan setempat


(Departemen Kesehatan) serta ketentuan/peraturan lain yang berlaku seperti
APHA (American Public Health Association), layak tidaknya air untuk kehidupan
manusia ditentukan berdasarkan persyaratan secara fisik, secara kimia, dan secara
biologis.
3.1 Kualitas Secara Fisik
a. Kekeruhan
kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya gahan-bahan organik dan
anorganik, seperti lumpur dan buangan dari permkiman tertentu yang
menyebabkan air air sungai menjadi keruh. Air yang mengandung kekeruhan
tinggi akan mengalami kesulitan kalau diproses untuk sumber air bersih.
Kesulitannya antara lain dalam proses penyaringan.
b. Warna
Warna air berubah bergantung kepada warna buangan yang memasuki
badan air. (Unus, 2005) Warna dapat menghambat penetrasi cahaya ke dalam air
dan mengakibatkan terganggunya proses fotosintesis. Untuk kepentingan
keindahan, warna air sebaiknya tidak melebihi 15 PtCo. Sumber air untuk
kepentingan air minum sebaiknya memiliki nilai warna antara 5-50 PtCo.
(Hefni Effendi, 2003)
c. Temperatur
Kenaikan temperature atau suhu di dalam badan air, dapat menyebabkan
penurunan kadar oksigen terlarut (DO atau Dissolved Oxygen) air. (Unus
Suriawira, 2005) Naiknya suhu air akan menimbulkan akibat sebagai berikut:
Menurunnya jumlah oksigen terlarut dalam air
Meningkatkan kecepatan reaksi kimia.
Mengganggu kehidupan ikan dan hewan air lainnya.
Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya
mungkin akan mati. (Kristanto, 2002)
d. Bau dan Rasa
Bau dan Rasa yang terdapat di dalam air baku apat dihasilkan oleh
kehadiran organisme seperti mikroalga dan bakteri. Dari segi estetika, air yang
berbau, apalagi bau busuk sperti bau teller yang membusuk (oleh H2S
misalnya), ataupun air yang berasa secara alami, tidak dikehendaki dan tidak
dibenarkan oleh peraturan dan ketentuan yang berlaku.(Unus Suriawira, 2005)
3.2 Kualitas Air secara Kimia
Kualitas air secara kimia meliputi Nilai pH. Kandungan senyawa kimia
dalam air Contohnya: Logam berat seperti Hg (air raksa) dan Pb (timbal)
merupakan zat kimia berbahaya jika masuk kedalam air. Kandungan residu atau
sisa. Misalnya: residu pestisida, deterjen, kandungan senyawa toksik atau racun,
dan sebagainya.
3.3 Kualitas Air Secara Biologis
Kualitas secara biologis, khususnya secar mikrobiologis, ditentukan oleh
banyak parameter yaitu:
Parameter Mikroba Pencemar
Patogen Penghasil toksin. (Unus Suriawira, 2005)

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tujuan operasional
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber air mana yang
layak diminum yang diteliti secara fisik dan kimia
3.2 Tempat dan Waktu penelitian
Tempat
: Sumber air rumah warga Kp.Puri di cisarua Bogor
Waktu penelitian
: 12 November 2011 selama 3 jam
Tabel 3. Jadwal kegiatan
N
o
1
2
3

Kegiatan

Jam ke-1

Jam ke-2

Jam ke-3

Mengambil sampel air


dan wawancara warga
Meneliti sampel air
Membuat laporan
penelitian

3.3 Metode Penelitian


kami menggunakan metode penelitian secara deskriptif, Penelitian
deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119)
Penelitian menguji air layak minum memperhatikan beberapa acuan seperti
berikut:
1. Bau
Syarat bau air minum yaitu tidak berbau. Air minum yang berbau selain
tidak estetis juga tidak diminati oleh masyarakat. Bau air dapat memberi
petunjuk akan kualitas air. Misalnya, bau amis dapat disebabkan oleh tumbuhan
algae. Banyak 13 bau yang kurang sedap itu disebabkan oleh adanya campuran
dari nitrogen, sulfur, fosfor dan juga berasal dari pembusukan protein dan lainlain, bahan organik yang terdapat dalam air limbah, bau yang paling menyengat
adalah berasal dari hidrogen sulfida.
2. Rasa
Syarat rasa air minum yaitu tidak berasa/tawar. Air yang tidak tawar dapat
menunjukkan adanya berbagai zat yang membahayakan kesehatan. Rasa
logam/amis, pahit, asin dan asam.
3. Kekeruhan
Batas ambang air dinyatakan baik bila nilai kekeruhannya kurang dari 5
unit (PP NO 82, 2001) . Kekeruhan air disebabkan oleh zat-zat yang tersuspensi,
baik yang bersifat organik maupun anorganik. Zat anorganik biasanya berasal
dari lapukan batuan dan logam, sedangkan zat organik berasal dari lapukan
tanaman atau hewan. Buangan industri dapat juga menjadi sumber kekeruhan.
Zat organik dapat 14 menjadi makanan bakteri sehingga mendukung

perkembangbiakannya. Bakteri ini merupakan zat organik yang tersuspensi,


sehingga pertambahannya akan menambah kekeruhan air pula. Demikian juga
dengan algae yang berkembang biak karena adanya unsur hara N, P, K akan
menambah kekeruhan air pula. Air yang keruh relatif sulit untuk didesinfeksi,
karena mikroba terlindung oleh zat tersuspensi tersebut. Hal ini tentunya
berbahaya bagi kesehatan, bila mikroba itu patogen. Kekeruhan mengurangi
kejernihan air dan diakibatkan oleh pencemarpencemar yang tersuspensi secara
halus yang ada di dalam air. Ada tiga metode pengukuran kekeruhan : metode
Nefelometrik (unit kekeruhan nefelometrik Ftu atau Ntu), metode Hellige
Turbidimetri (unit kekeruhan silika), dan metode visual (unit kekeruhan
Jakson). Dengan menggunakan alat Hellige Turbidimeter, yang prinsip kerjanya
adalah membandingkan intensitas cahaya yang melalui larutan baku standar
kekeruhan silika.
4. Warna
Air minum sebaiknya tidak berwarna dengan alasan estetis dan untuk
mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme yang
berwarna. Warna dapat disebabkan adanya tanin dan asam humat yang secara
alamiah di air rawa, berwarna kuning muda, menyerupai urine. Oleh karena itu
masyarakat tidak menggunakannya. Selain itu, zat organik ini bila terkena khlor
dapat membentuk senyawa khloroform yang beracun. Warnanya dapat berasal
dari buangan industri. Warna dalam air dapat disebabkan oleh adanya ion-ion
metal alam (besi dan mangan), hunus, plankton, tanaman air dan buangan
industri. Warna air biasanya dihilangkan untuk penggunaan air industri dan air
minum.
5.

pH
pH menyatakan intensitas keasaman dan alkalinitas dari suatu cairan
encer, dan mewakili konsentrasi hidrogen ionnnya. pH tidak mengukur seluruh
kemasaman atau alkalinitas; suatu metode titrasi (penurunan kadar) yang
dibutuhkan untuk memperkirakan jumlah yang sebenarnya dari pada keasaman
atau alkali yang ada. 15 Dalam air murni yang tidak bersifat asam atau
mengandung alkali, jumlah ion hidrogen adalah sama dengan jumlah ion
hidroxyl. Apabila terdapat kelebihan ion hidrogen, maka air tersebut menjadi
asam; kekurangan ion hidrogen menyebabkan air mengandung alkali. Jadi
konsentrasi ion hidrogen bertugas sebagai petunjuk mengenai reaksi air, air
limbah atau air selokan. pH air minum sebaiknya netral, tidak asam/basa,
mencegah terjadinya pelarutan logam berat, dan korosi jaringan distribusi air
minum. Air adalah bahan pelarut yang baik sekali, maka jika dengan pH yang
tidak netral dapat melarutkan berbagai elemen kimia yang dilaluinya, sehingga
dapat merusak kualitas air. Batas pH yang memenuhi SNI 06-6989.11- 04
adalah 6,5 8,5. Jika di bawah 7 termasuk asam dan jika di atas 7 termasuk
basa.

3.4 teknik Pengambilan data


Jenis dan cara pengambilan data dilakukan sebagai berikut:
1. Variabel

Variabel adalah karakteristik yang dapat diamati dari suatu (objek) dan
mampu memberikan bermacam-macam nilai atau beberapa kategori (Soewarno
1978:51-52). Variabel ada dua macam yaitu variabel bebas (independen
variabel) variabel terikat (dependen variabel/variabel terpengaruh) variabel ini
ditentukan berdasarkan masalah yang dibahas dalam penelitian. Dalam
penelitian ini yang menjadi variabel bebas (independen variabel) yaitu sampel
air warga berdasarkan sifat fisik dan kimia. Dan yang menjadi variabel
terikat(dependen variabel) dalam penelitian ini adalah sampel air warga.
2. Populasi dan sampel penelitian
Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah sumber air yang di gunakan warga.
Baik itu air tanah, air sumur, air sungai,dll.

Sampel penelitian
Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang di
anggap dapat menggambarkan populasinya (Soehartono, 1997:57). Sampel
penelitian ini adalah air yang digunakan warga

Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Adapun
pengambilan data sesuai dengan jenis datanya adalah sebagai berikut
Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh berdasarkan metode observasi.
Dalam penelitian ini digunakan observasi lapangan, yaitu melihat kondisi fisik
air secara langsung.

Data sekunder
Dalam penelitian ini data sumber berupa berbagai sumber tulisan yang
berkenaan dengan penelitian. Metode ini dilakukan untuk mengetahui jumlah
populasi,sampel dan data-data yang mendukung penelitian ini.

3.5 Instrumen Penelitian


Alat :
-

Elktrolizer

Indikator universal

wadah

Bahan :

Sumber air warga

3.6 Teknik Analisa Data


a. Mengambil sampel air dari rumah warga
b. Menguji air dengan elektrolizer
Dengan alat ini kita bisa melakukan penelitian terhadap kualitas air secara
mandiri. Elektrolizer yang beredar di Indonesia kebanyakan dibuat berdasarkan
panduan dari American Environment Protection Bureau (Biro Keselamatan
Lingkungan Negara Amerika). Daya kerja elektrolizer mampu menguraikan
atau melepaskan ikatan-ikatan zat padat terlarut dalam air melalui sistem anoda
katoda. Alat ini cocok digunakan untuk mengetahui tingkat kekeruhan dalam air
atau Total Disolved Solid (TDS), serta membandingkan dua jenis air yaitu air
oxy dan air sampel yang telah disiapkan dalam dua botol. Cara kerjanya juga
tak merepotkan, masukkan masing-masing sepasang kaki elektrolizer (logam
karbon) kedalam masing-masing gelas (bisa dua gelas dengan ukuran sama
warna transparan) yang telah diisi air dan hendak dites dengan air oxy,
hubungkan kabel dengan baterai satu atau dua menit, kemudian hasilnya akan
langsung dilihat secara kasat mata. Dari situ bisa dilihat apakah apakah ada
perubahan warna atau tidak. Bila warna air tetap (jernih) maka air itu memiliki
kualitas yang bagus. Namun jika ada perubahan warna bisa jadi air yang
diminum mengandung bahan pencemar seperti besi oksida, arsen, alumunium
sulfat, phospat, cuprum oksida, chlorin, kalsium magnesium, arsen, pestisida
atau zat lain yang bila dibiarkan dalam jangka panjang tentu juga akan
mempengaruhi kesehatan tubuh manusia. Biasanya warna air yang dicemari zatzat itu akan muncul warna yang berbeda-beda. Bisa kuning, hijau, putih biru
atau hitam.
Tabel 1. Deteksi pencemar air minum
Warna
Endapan
Hijau

Bahan
Pencemar
Cuprun
terosida
Clorin

Hitam

Calcium

Putih

Aliminium

Arsenic

Pengaruh Terhadap
kesehatan
-Penyakit ginjal
-Gangguan syaraf pusat
-Pemicu kanker
(karsinogen)
-Batu ginjal
-Kencing batu
-Penyakit hati
-Gangguan syaraf
-Pemicu kanker
(karsinogen)
-Pemicu kanker
(karsinogen)

Mucitage
(getah)
Biru

Jingga

Aluminium
sulfat
Organic fosfat
Pestisida
Besi teroksida

Bening

Tidak ada

-Bakteri, virus, algae


- pemicu kanker
(karsinogen)
-Penyakit hati
-Gangguan syaraf
-Penyakit ginjal
-Gangguan air seni
-Ketidak seimbangan
metabolisme
Baik

Sumber : Deteksi pencemar air minum (CV Aneka Ilmu)

c. Indikator Universal
Kertas indikator universal dapal digunakan untuk menentukan nilai pH suatu
larutan. Kertas indikator universal mempunyai empat buah garis warna, kuning,
hijau, jingga. dan jingga kecoklatan. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada
larutan yang akan ditentukan nilai pH-nya. Ketika sudah tercelup. warna-warna
pada kertas akan berubah warna. Keempat garis warna yang berubah dicocokkan
dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat pada kemasan kertas indikator.
Tabel 2.Urutan warna pada kertas indikator
pH
Bawah
Tengah 1
Tengah 2
Atas
0
Kuning
Jingga
Jingga
Ungu tua
1
Ungu
Kuning
Jingga
Kecokelatan
2
Ungu muda
Kuning
Jingga
Jingga
3
Cokelat
Kuning
Jingga
Kecokelatan
4
Cokalat muda
Kuning
Jingga
Jingga
5
Kuning
Kuning
Jingga
Kecokelatan
6
Kuning
Kehijauan
Jingga
Jingga
7
Kuning
Hijau pucat
Jingga
Kecokelatan
8
Kuning
Hijau
Jingga
Jingga
9
Kuning
Hijau tua
Jingga
Kecokelatan
10
Kuning
Biru
Jingga
Jingga
11
Kuning
Biru
Kecokelatan
Kecokelatan
12
Kuning
Biru
Cokelat muda
Jingga
13
Kuning
Binj
Cokelat
Kecokelatan
14
Kuning
Biru
Cokelat
Jingga
Sumber: IPA kelas VII (grafindo,2006)

10

BAB IV
Hasil Penelitian
2.1 Analisis Hipotesis
Air yang sehat adalah air yang diambil langsung dari sumber mata air
pegunungan dan Dilihat secara fisik air yang tidak berbau, berwarna dan
berasa termasuk dalam air yang baik dan sehat juga, oleh karena itu kami
meneliti air secara fisik dan didapat dengan hasil sebagai betikut:
No

Sumber Jenis

bau

rasa

Air sumur I

Tidak
berbau

Tidak
berasa

Air sumur II

berbau

Air PAM

4
5

Air hulu
Air hilir

Tidak
berbau
berbau
berbau

Air penampungan

Berbau

Tidak
berasa
Tidak
berasa
Amis
Amis
dan
besi
Tidak
berasa

warn
a
Tidak
berwar
na
Keruh
Jernih
Keruh
Jernih

Jernih

Secara kimia menggunakan


a. indikator Universal
No
1
2
3
4
5

Sumber Air
Air sumur I
Air sumur II
Air PAM
Air hulu
Air hilir

pH
7
6
6
6
6

11

6
Air penampungan
b. Elektrolizer
Air sumur II tidak berubah warna

Air sungai Hilir terdapat endapan berwarna hitam, berarti air mengandung
calcium. Menurut sumber Deteksi pencemar air minum (CV Aneka Ilmu)
2.2 Sintesa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber air mana yang layak
minum di daerah Kp. Puri Cisarua Kab.Bogor. setelah melakukan observasi
lapangan ternyata terdapat disini terdapat tiga sumber air yaitu dari air sumur,
air PAM dan air sungai. Berdasarkan percobaan yang telah
Berdasarkan hasil pengamatan, air sumur yang berada di sekitar
persawahan daerah Kp Puri Rt 01/05 No.47 cisarua Bogor secara fisik tidak
berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Air sumur ini memliki pH 7 yang
artinya secara kimia air sumur layak untuk diminum. Menurut ibu yuyun
pemilik rumah, air sumur yang digunakannya tidak pernah mengalami
keluhan atau permasalahan selama dua tahun. Berdasarkan air sumber air II
yang hanya di gunakan sebagai keperluan sehari-hari (bukan untuk
dikomsumsi ). Ibu Nur RT 04/04 diperoleh bahwa air berbau,tidak berasa dan
keruh. Dan secara kimia mempunyai pH 6 (mendekati pH netral). Mereka
tidak mengkomsumssi air tersebut karena khawatir akan berdampak pada
kesehatan. Air PAM yang berada di daerah ini jika diteliti secara fisik dapat
diperoleh bahwa air ini jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Namun ternyata
pH air ini adalah 6 artinya mendekati netral. Padahal inilah air yang digunakan
oleh sebagian besar warga cisarua Kp. Puri. Air sungai pun tidak luput dari
penelitian kami. Secara fisik air sungai yang kami jadikan sampel adalah air
yang berbau, berasa amis dan keruh sedangkan secara kimia memilki pH 6
(mendekati netral). Bila dibandingkan dengan air yang ada dipenampungan,
diperoleh bahwa secara fisik air berbau, tidak berasa dan terlihat jernih. Secara
kimia memiliki pH 6 yang artinya mendekati netral.

12

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Air tanah yang berada di sekitar daerah cisarua, memiliki kualitas yang
tidak layak minum, ini telah tebukti dari hasli penelitian kami secara fisik dan
kimia menggunakan indicator universal. Oleh karena itu warga yang berada
disekitar desa ini menggunakan air PAM untuk dikonsumsi. Setelah kami
melakukan penelitian ke tempat yang lebih jauh, tenyata terdapat sumber air
tanah yang layak untuk dikonsumsi karena tempat tersebut terletak dekat
daerah persawahan.
Golongan air yang terdapat di daerah ini termasuk dalam golongan B
(sumber air PAM dan Air tanah), dan juga terdapat dalam golongan C (air
sungai). Air tanah yang jauh dari komplek dekat dengan persawahan ini
termasuk dalam golongan A.
5.2 Saran
Perlu dilakukan pengujian dan penelitian lebih dalam lagi mengenai uji
kelayakan air minum secara mikrobiologi.

13

Daftar pustaka
Arisworo,Djoko dkk. 2006. IPA kelas VII. Jakarta:Grafindo
Hefni, Effendi. 2003. Telaah Kualitas Air .Yogyakarta: Kanisius

14

H. Daftar Riwayat Hidup


Ketua pelaksana
Nama
Tempat/tanggal lahir
Alamat
Riwayat pendidikan

:
:
:
:

Riwayat Organisasi

Karya tulis yang pernah dibuat :


Prestasi ilmiah yang pernah didapat :

Anggota 1
Nama
Tempat/tanggal lahir
Alamat
Riwayat pendidikan

Riwayat Organisasi

: Sandy Hermawan
: Jakarta, 08 April 1991
: Bojong gede, kab.Bogor
: SD Pengadilan 1 Bogor
SMPN 7 Bogor
SMK YADIKA 7 Bogor
Universitas Negeri Jakarta
: PMR 2005
Osis 2008-2009
Himpunan Mahasiswa Jurusan 2009-sekarang
SIGMATV 2009-sekarang

Karya tulis yang pernah dibuat : Prestasi ilmiah yang pernah didapat : Anggota 2
Nama
Tempat/tanggal lahir
Alamat
Riwayat pendidikan

:
:
:
:

Riwayat Organisasi

15

Karya tulis yang pernah dibuat :


Prestasi ilmiah yang pernah didapat :
Anggota 3
Nama
Tempat/tanggal lahir
Alamat
Riwayat pendidikan

:neo dinastian onssalis


:kebumen,13 september
:pondok sukatani permai blok a2 no 27 tangerang-banten
:sd sukatani 1, smpn 1 rajeg, sman 1 rajeg, UNJ

Riwayat Organisasi

:-

Karya tulis yang pernah dibuat : cerpen


Prestasi ilmiah yang pernah didapat : rangking 3 di sma kelas 2
Anggota 4
Nama
Tempat/tanggal lahir
Alamat
Riwayat pendidikan
Pandeglang

: An Nurfitriyana
: Pandeglang, 01 juli 1993
: Utan kayu utara, matraman, jaktim
: SDN 1 Pandeglang, SMPN 1 Pandeglang, SMAN 1

Riwayat Organisasi

: ROHIS SMA, OSIS SMA, English Club SMA

Karya tulis yang pernah dibuat : Prestasi ilmiah yang pernah didapat : Juara 2 cerdas cermat bahasa inggris seBanten
Anggota 5
Nama
Tempat/tanggal lahir
Alamat
Riwayat pendidikan
Tanjungpinang

: Arimbi Wulandari
: Tanjungpinang, 9 Januari 1994
: Jalan pemuda 2, jaktim
: SDN 12 Tanjungpinang, MTsN Tanjungpinang, MAN

Riwayat Organisasi

: OSIS MTsN, OSIS MAN,

Karya tulis yang pernah dibuat : Prestasi ilmiah yang pernah didapat : Anggota 6
Nama
: Izatul Silmi
Tempat/tanggal lahir : Bukitiiniggi/13 April 1991
Alamat
: jln.smp 135 no B5 RT/RW 12/07 pondok bambu
kec.duren sawit Jakarta Timur

16

Riwayat pendidikan :tk.tunas harapan kepala koto kec.sungai pua


Sdn 25 kapalo koto kec.sungai kab.agam Sumatera Barat
MtsN Pasia IV angkek kab.Agam Sumbar
SMKF Bukittinggi Sumbar
Riwayat Organisasi :Osis SMKF
Panitia MTQ smp se-sumbar bagian timur
Karya tulis yang pernah dibuat : cerpen,karya ilmiah.
Prestasi ilmiah yang pernah didapat : Peserta public speaking English se MtsN
pasia IV angkek

17