Anda di halaman 1dari 8

Modul 1 Menguasai Dasar-dasar Elektronika

Komponen-komponen Elektronika

1. Resistor
Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan, berfungsi untuk menghambat arus
listrik yang melewatinya. Semakin besar nilai resistansi sebuah Resistor yang dipasang,
semakin kecil arus yang mengalir.
Satuan nilai resistansi suatu Resistor adalah Ohm () diberi lambang huruf R.
Ada dua macam Resistor yang dipakai pada teknik listrik dan elektronika, yaitu Resistor
tetap dan Resistor variable.
Resistor tetap adalah Resistor yang mempunyai nilai hambatan yang tetap. Biasanya
terbuat dari karbon, kawat atau paduan logam. Sebuah hambatan karbon dibentuk oleh pipa
keramik dengan karbonnya diuapkan. Biasanya pada kedua ujungnya dipasang tutup,
dimana kawat-kawat penghubungnya dipasang. Nilai hambatannya ditentukan oleh tebalnya
dan panjangnya lintasan karbon. Panjang lintasan karbon tegantung dari kisarnya alur yang
berbentuk spiral. Bentuk Resistor karbon yang diuapkan aksial dan radial dapat dilihat pada
gambar 1-1 dibawah ini.

Gambar 1-1. Hambatan karbon yang diuapkan aksial dan radial


Gambar dibawah ini memperlihatkan simbol Resistor tetap

Gambar 1-2. Simbol Resistor tetap


Kode warna pada Resistor menyatakan harga resistansi dan toleransinya. Semakin kecil
nilai toleransi suatu Resistor adalah semakin baik, karena harga sebenarnya adalah harga
yang tertera harga toleransinya. Misalnya suatu Resistor harga yang tertera= 100 Ohm
mempunyai toleransi 5%, maka harga yang sebenarnya adalah 100- (5%x100) s/d 100 +
(5%x100)= 95 Ohm s/d 105 Ohm.
Terdapat Resistor yang mempunyai 4 gelang warna dan 5 gelang warna seperti yang terlihat
pada gambar 1-3.

Gambar 1-3. Resistor dengan 4 gelang warna dan 5 gelang warna

Tabel kode warna pada Resistor 4 gelang


Gelang 1

Gelang 2

Gelang 3

Gelang 4

(Angka pertama)

(Angka kedua)

(Faktor pengali)

(Toleransi)

Hitam

Coklat

1
101

Merah

Oranye

Kuning

Hijau

Biru

Ungu

Abu-abu

Putih

Emas

Perak

Tanpa warna

Warna

102
103

104
105

106
107

108
109

8
5

10-1
10-2

10

10-3

20

3
5
7
9

Arti kode warna pada Resistor 5 gelang adalah:


Gelang 1 = Angka pertama
Gelang 2 = Angka kedua
Gelang 3 = Angka ketiga
Gelang 4 = Faktor pengali
Gelang 5 = Toleransi
Resistor yang mempunyai kode angka dan huruf biasanya adalah Resistor yang memiliki
Daya Besar, 5 Watt, 10 Watt, 15 Watt, 25 Watt atau lebih Resistor ini disusun dari lilitan
kawat yang diselubungi dengan keramik/porselin, seperti gambar 1-4.

Gambar 1-4. Resistor dengan kode angka dan huruf


Arti kode angka dan huruf pada Resistor ini adalah sebagai berikut:
- 82 K 5% 9132 W
82 K berarti besarnya resistansi 82 K (kilo ohm)
5% berarti besarnya toleransi 5%
9132 W adalah nomor serinya
- 5 W 0,22 J
5 W berarti kemampuan daya Resistor besarnya 5 watt
0,22 berarti besarnya resistansi 0,22
J berarti besarnya toleransi 5%
- 5 W 22 R J
5 W berarti kemampuan daya Resistor besarnya 5 watt
22 R berarti besarnya resistansi 22
J berarti besarnya toleransi 5%
- 5 W 1 K J
5 W berarti kemampuan daya Resistor besarnya 5 watt
1 K berarti besarnya resistansi 1 K
J berarti besarnya toleransi 5%
-5WR1K
5 W berarti kemampuan daya Resistor besarnya 5 watt
R 1 K berarti besarnya resistansi 1 K
- RSN 2 P 22 K K
RSN 2 P sebagai nomor seri resistor
22 K berarti besarnya resistansi 22 K
K berarti besarnya toleransi 5%
- 1 k 5 berarti besarnya resistansi 1.5 K

Resistor tidak tetap / Variable Resistor (Potentio)


Resistor tidak tetap/Variabel Resistor adalah Resistor yang nilainya dapat dirubah dengan
cara menggeser atau memutar tuas yang terpasang pada komponen seperti tampak pada
gambar dibawah .

Gambar 1-5. Bentuk / wujud Variabel Resistor / Potentio


Adapun simbol variabel resistor adalah sebagai berikut :

Gambar 1-6. Simbol Variabel Resistor


Nilai hambatan Potencio dapat diubah ubah dengan cara memutar atau mengeser. Pada
radio dan televisi, Potensiometer digunakan untuk mengatur kuat dan lemahnya suara
(volume).
Trimpot

a. Simbol Trimpot

d. Trimpot 1 K Ohm

b. Simbol Trimpot

e. Trimpot 47 K Ohm

c. Trimpot
Ohm

100

f. Model-model Trimpot berbagai


ukuran

Nilai hambatan trimpot dapat diubah dengan cara mengetrim dengan obeng. Nilai hambatan
maksimum trimpot (Trimer Potencio) tertulis pada bodinya. Misalnya pada bodi trimpot
tertulis 204. Nilai hambatan trimpot adalah 200.000 . 204 = 20 X 104.
Resistor tidak linier
Nilai hambatan tidak linier dipengaruhi oleh faktor lingkungan,misalnya suhu dan cahaya.
Contohnya :
Thermistor,nilai hambatanya dipengaruhi oleh suhu.
PTC Thermistor (Positive Temperatur Coefisien)

Simbol PTC

Bentuk PTC

Tidak terbuat dari bahan semikonduktor, sehingga makin tinggi suhunya makin besar nilai
hambatanya.

NTC Thermistor (Negative Temperatur Coefisien)

Simbol NTC

Bentuk-bentuk NTC

Terbuat dari bahan semikonduktor, sehingga makin tinggi suhunya makin kecil nilai
hambatannya.

LDR (Light Dependen Resistor)

Simbol LDR

Bentuk / Wujud LDR

Nilai hambatan LDR tergantung dari intensitas cahaya yang diterimanya. Makin besar
intensitas cahaya yang diterima, nilai hambatan LDR makin kecil.

Contoh Soal :

Contoh Resistor dengan 4 dan 5 cincin warna :


I

II

III

IV

I . Kuning = 4
II. Ungu = 7
III. Merah = 00
IV. Perak = 10%
R = 4700 10 %
R = 4 K 7 10 %.

II

III

IV

I. Merah = 2
II. Merah = 2
III. Hitam = 0
IV. Merah = 00
V. Coklat = 1 %
R = 220 00 1 %
R = 22 K 1 %

Latihan Soal :

Hitunglah resistor dengan warna :


a. Merah Merah Orange Emas
b. Coklat Hitam Merah Emas
c. Oranye Biru Hitam Kuning Coklat
d. Hijau Biru Hitam Hitam Merah
e. Kuning Ungu Abu-Abu Perak
f. Biru Abu-abu Hitam Emas
g. Oranye Oranye Merah Emas
h. Merah Biru Coklat Emas
i. Merah Hitam Merah Tak Berwarna
j. Hijau Merah Coklat - Perak

Sebutkan warna gelang resistor yang bernilai :


a. 4,7 Ohm 5% !
b. 330 ohm 10%
c. 220 K Ohm 20%
d. 6800 Ohm 5%
e. 4K7 Ohm 5%

Sebutkan resistor yang nilainya berubah karena pengaruh suhu !

Sebutkan resistor yang nilainya berubah karena pengaruh Cahaya !

Gambarkan Simbol Variabel Resistor!

Anda mungkin juga menyukai