Anda di halaman 1dari 3

DEFINISI

Kata "skarn" pertama kali digunakan dipertambangan Swedia untuk

sebuah material

gangue kalk-silikat yang kaya akan bijih-Fe dan endapan-endapan sulfida terutama yang telah
me-replace kalsit dan dolomit pada batuan karbonat. Metamorfosa dan metasomatosa kontak
yang melibatkan batuan samping terutama batuan karbonat seringkali menghasilkan skarn
dan endapanskarn.
Skarn merupakan batuan yang tersusun oleh silikat Ca-Fe-Mg-Mn yang terbentuk oleh
penggantian batuan kaya karbonat selama proses metamorfisme regional ataupun kontak dan
metasomatisme (Einaudi et al., 1981), sebagai respons pada intrusi batuan beku dari
bermacam macam komposisi.
calc-silicate

hornfels : batuan-batuan kalk-silikat yang berukuran relatif halus yang

dihasilkan oleh metamorfosa pada batugamping tidak murni seperti batugamping lanauan
atau batulanau gampingan.
Skarnoid : batuan kalk-silikat, yang berukuran relatif halus, miskin Fe, komposisinya
dikontrol oleh protolithnya. Secara genetik skarnoid terbentuk antara proses hornfels
metamorfosa murni dan metasomatosa murni (kadang disebut sebagai infiltrasi skarn).
KLASIFIKASI
Berdasarkan Host Rock
Endo-skarn adalah proses skarnifikasi yang terjadi pada batuan beku, sedangkan
exo-skarn adalah skarnifikasi pada batugamping sekitar batuan beku.
Berdasarkan Mineralogi

Calcic skarn

Dibentuk oleh replacement pada batugamping, yang banyak mengandung


mineral-mineral Fe-Ca silikat seperti garnet ( seri andradit-grosularit ),
klino-piroksen ( seri diopsit-hedenbergit ), wolastonit, skapolit, epidot dan
magnetit

Magnesian skarn . Dihasilkan dari replacement batuan dolomitik dan dicirikan oleh
hadirnya mineral-mineral Mg-silikat seperti diopsit, forsterit, serpentin, magnetit dan
talk pada lingkungan yang miskin silika, sedangkan pada lingkungan yang kaya silika
sering hadir tremolit-aktinolit

Berdasar kandungan logamnya

Fe-skarn,

W- skarn,

Mo- skarn,

Cu- skarn,

Zn-Pb- skarn, dan

Sn- skarn

TATANAN TEKTONIK
Skarn terbentuk pada daerah dimana terjadi magmatisme pada
batugamping. Tatanan tektonik skarn

banyak berhubungan

dengan sistem porfiri pada batas lempeng konvergen, baik pada


active continental margin (continental arc) maupun island arc
(busur kepulauan).

Meinert (1997) membagi zona skarn berturut-turut dari batas batuan


intrusi menjadi proksimal skarn (garnet>klino-piroksen), intermediet
skarn (garnet = klino=piroksen), distal skarn (klino-piroksen>garnet), dan
marmer.