Anda di halaman 1dari 8

Sistem Pencernaan Pisces, Amphibi dan

Reptile
By fetriyan on | From itsfetriyannorrahman.co.cc
Tujuan Pembelajaran : 1. Mengetahui Sistem Penecernaan pada Pisces, Amphibi, dan
Reptil.
2. Tabel Perbedaan Sistem Pencernaan pada Pisces, Amphibi, dan Reptil.
1. I. Mengetahui Sistem Pencernaan pada Pisces, Amphibi, dan Reptil.
1. Sistem pencernaan pada pisces
1. Tractus Digestivus (Saluran Pencernaan)
1. Cavum Oris (Rongga Mulut)
Pada rongga mulut pisces terdapat lingua atau lidah yang bentuknya kaku dan
tidak bisa digerakkan yang terdapat pada dasar mulut dan tidak mengeluarkan kelenjar
saliva hanya ada sel mucus atau sel lendir.
Terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah.
Terdapat Glandula Mukosa atau kelenjar lender yang berfungsi untuk
mempermudah jalannya makanan.
Terdapat organ pengecap yang sering menyelimuti lidah yang berfunsi sebagai
penyeleksi makanan.
Pada rongga mulut pisces juga terdapat organ palatin yang terletak pada langitlangit bagian belakang, dan merupakan penebalan dari lapisan mukosa. Organ ini terdiri
dari lapisan otot dan serat kolagen dan berfungsi sebagai proses penelanan makanan dan
membantu membuang kelebihan air pada makanan yang dimakan (Fujaya, 2004)
1. Faring
Pada faring ini berfungsi sebagai penyaring makanan. tetapi pada faring kadang kala
masih ditemukan organ pengecap, jika ada meterial yang bukan makanan maka material
tersebut akan dibuang melalui celah insang (Fujaya, 2004).
1. Esofagus
Esofagus mempunyai bentuk kerucut, pendek seperti pipa, dan terdapat dibelakang
insang. Pada organ ini mengandung lender yang berfungsi untuk membantu penelanan
makanan (Fujaya, 2004).
1. Lambung

Lambung pada ikan mempunyai dua fungsi, selain sebagai penampung makanan,
lambung juga sebagai pencerna makanan.
Pada ikan yang tidak berlambung, fungsi penampung makanan digantikan oleh usus
depan yang dimodifikasi menjadi kantung yang membesar atau sering disebut lambung
palsu.
Seluruh Permukaan lambung ditutupi oleh sel mucus yang mengandung
mukopolisakarida yang agak asam dan berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari
kerja asam klorida.
Pada lambung juga mempunyai sel-sel penghasil cairan gastric yang terletak dibagian
bawah dari lapisan epithelium yang berfungsi untuk mensekresikan peptin dan asam
klorida. Proses pencernaan di lambung dilakukan ada yang kimiawi dan ada pula
pencernaan secara mekanik juga dilkukan di lambung. Pada ikan hebivora contohnya
ikan ini menggerus makanan pada lambung, lambung tersebut sering disebut gizard atau
lambung khusus.
Didalam lambung ini akan terjadi proses pencernaan protein, lemak, dan karbohidrat.
Pencernaan protein di lambung akan mengalamimdenaturasi ole kerja HCl dan
dihidrolisis oleh enzim pepsin, sehingga protein menjadi peptid. Pencernaan protein,
lemak dan karbohidrat di lambung merupakan tahap awal, tetapi secara intensif dilakukan
di usus. Sedangkan pada ikan yang tidak mempunyai lambung, pencernaan protein
dilakukan pad usu depan oleh enzim protease (Fujaya, 2004)
1. Pylorus
Pilorus merupakan segmen yang terletak antara lambung dan usus depan. Pad segmen ini
berfungsi sebagi pengatur pengeluaran makanan dari lambung ke segmen usus (Fujaya,
2004)
1. Intestinum
Bagian ini merupakan segmen terpanjang dari saluran pencernaan atau tractus digesti.
Pada bagian depan usus ini ada yang terdapat dua saluran dan ada yang satu saluran. Dua
saluran tersebut yaitu saluran yang berasal dari kantong empedu (ductus choledochus)
dan saluran yang berasal dari pancreas. Sedangkan yang hanya mempunyai satu saluran
pada depan lambung ini, karena pancreas pada ikan tertentu tersebut menyebar pada
organ hati. jadi hanya terdapat satu saluran yaitu ductus choledochus.
Lapisan mukosa usus tersusun oleh selapis sel epithelium dengan bentuk prismatic. Pada
lapisan ini terdapat tonjolan-tonjolan atau prisma atau villi yang membentuk seperti
sarang tawon pada usus bagian depan dan akan lebih beraturan pad usus bagian belakang.
Bentuk sel yang umum ditemukan di epithelium usus adalah sel enterosit dan sel mukosit.
Sel enterosit merupakan sel yang permukaan atasnya mengarah ke rongga usus. sel ini
adalah sel yang paling dominan, yang jumlahnya akan semakin meningkat kearah bagian
belakang usus. Sel enterosit memiliki tonjolan kecil atau mikrovilli kecil yang berperan
dalam penyerapan makanan.
Sel mukosit atau sering disebut sel penghsil lender. Merupakan sel yang berbentuk seperti
piala, pada permukaan sel ini juga terdapat mikrovilli. Lendir ini berfungsi sebagai
pelumas dan pelindung dinding usus.

Perbedaan intestinum pada ikan tiap jenis ikan terletak pad bentuknya. Ikan jenis
herbivora memiliki usus yang menggulung dan panjang. Sedangkan untuk ikan omnivore
memiliki usus yang hampir sama dengan herbivora tetapi lebih pendek. Sedangkan untuk
ikan karnivora memiliki usus pendek dan tidak menggulung (Yuwono Edi, 2001)
1. Rectum
Rectum merupakan segmen saluran pencernaan yang paling terujung. Segmen ini
berfungsi sebagai penyerap air dan ion. Sedangkan pada larva ikan, selain sebagai
penyerap air dan ion, rectum juga sebagai penyerap protein (Anonim, 2008)
1. Anus
Anus merupakan ujung saluran pencernaan. Pada ikan bertulang sejati anus terletak
disebelah depan saluran genital (Anonim, 2008)
1. Glandula Digestoria
1. Hepar
Hepar adalah organ penting yang mensekresikan bahan untuk proses pencernaan. Organ
ini berwarna merah kecoklatan yang tersusun oleh sel-sel hati atau hepatosit. Organ ini
terletak dibagian depan rongga badan dan mengelilingi usus. Hepar pada ikan terdiri dari
3 lobus, yaitu lobus dorsal, lobus dexter dan lobus sinister. Pad sel-sel lemak atau
hepatosit akan membentuk asam empedu yaitu asam yang berasal dari kolesterol, yakni
asam kholik, asam khenodesoksikholik, asam desoksikholik. Selanjutnya nanti akan
terbentuk garam empedu. Dan Garam empedu ini yang berperan melarutkan lemak dalam
air (Fujaya, 2004)
1. Vesica Fellea
Vesica vellea disebut juga kandung empedu, organ ini terletak disekitar hati dan berwarna
hijau kebiruan. organ ini berfungsi menampung cairan empedu. jika kekurangan cairan
empedu dapat menurunkan kecernaan lemak dan kekurangan vitamin-vitamin yang hanya
larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, K (Fujaya, 2004).
1. Pankreas
Pankreas terletak berdekatan dengan usus depan dan lambung. Saluran pankreati ini
bermuara pada usus depan. Warnanya kekuning-kuningan.
Pada pancreas ini mempunyai dua tipe sel, yang pertama adalah sel eksokrin yang
berfungsi untuk mensistesis enzim. Hasil utama pancreas eksokrin adalah enzim-enzim
pencernaan, seperti protease, amylase, khitinase, dan lipase.Sel yang kedua adalah sel
endokrin yang berfungsi untuk mensistesis hormone (Fujaya, 2004)
1. Sistem pencernaan pada Amphibi

1. Tractus Digestivus
1. Cavum Oris
Rahang Atas
Pada cavum oris ini terdapat lingua yang berbentuk bifida yang berfungsi untuk
menangkap mangsa, pada lingua ini disokong oleh apparatus hyodeus (Radiopoetro)
Organ ini juga terdapat Dentes yang terletak pada dua bagian tepat. yang pertama
pada tepi maxilla yang berderet panjang dan yang kedua pada suatu bidang kecil pada
vomer dan memenuhinya. Giginya tersebut berbentuk conus atau kerucut, tidak memiliki
pulpa atau jaringan syaraf dan melekat pada tulang. Giginya tersebut berfungsi untuk
memegang mangsa (Radiopoetro)
Premaxillare, disebelah anterior
maxillare, terletak ditengah
Palatum
Pada paltum terdapat susunan cilia, yang berfungsi untuk menimbulkan aliran cairancairan mulut pada permukaan dinding cavum oris.
Pterygoid
Mempunyai tiga cabang, kea rah anterior, medial, dan latero posterior
Rahang Bawah
Pada rahang bawah amphibi hanya terdiri oleh duah buah tulang, yaitu os dentarium dan
os angulo sphlenium (Anonim, 2008)
1. Faring
2. Esophagus
Berbentuk saluran pendek.
1. Ventrikulus
Pada organ ini berbentuk seperti kantung, bila terisi makanan akan menjadi lebih lebar.
Ventrikulus terdiri dari dua saluran, pertama adalah cardia yang berfungsi sebagai tempat
masuknya esophagus, dan yang ketiga pylorus yang berbentuk lubang untuk menuju
intestinum.
Pada dinding ventriculus ini terdapat kelenjar pencernaan makanan yang menghasilkan
pepsin dan HCL. Pemasukan makanan dari ventrikulus ke duodenum diatur oleh m.
sphincter pylori (Radiopoetro)
1. Intestinum tenue
Intestinum tenue terdiri dari :
Duodenum atau usus dua belas jari bagian usus ini kaya dengan sel-sel piala yang
menghasilkan mucus, disini makanan diabsorbsi masuk kedalam systema portae hepatis,
yaitu susunan venae yang membawa hasil-hasil pencernaan dari intestinum ke hepar
sebelum kembali ke cor, dilanjutkan ke

Jejunum dan yang terkahir ke


Ileum (Anonim, 2008).
1. Intestinum crassum

bagian terakhir dari organ ini disebut rectum, dan akan menuju ke kloaka (Anonim, 2008)
1. Kloaka
Oragan ini merupakan ujung dari saluran pencernaan atau muara dari saluran pencernaan.
Organ ini sebenarnya mempunyai tiga fungsi, selain sebagi muara pencernaan, organ ini
juga sebagai rongga kelamin dan rongga urin (Anonim, 2008)
1. Glandula Digestoria
1. Hepar
Organ ini berwarna merah kecoklatan dan mengeluarkan empedu berwarna kehijauan.
Hepar pada amphibi memepunyai dua lobus yaitu lobus sinister dan lobus dexter. Pada
hepar ini menghasilkan empedu atau bilus. Empedu ini dihasilkan terus-menerus,
selanjutnya ditimbun disuatu kantong emepdu atau disebut vesica fellea. Melalui ductus
choledochus empedu dicurahkan ke duodenum (Radiopoetro)
1. Pancreas
Berwarna kekuningan, Melekat diantara lambung dan duodenum. Organ ini
menghasilkan enzim dan hormone yang bermuara pada duodenum. Kelenjar ini
mempunyai dua fungsi yaitu sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Pada
Kelenjar eksokrin ini berfungsi sebagai penghasil enzim-enzim pencernaan makanan
yang dikeluarkan melalui ductus pancreaticus ke dalam duodenum (Anonim, 2008).
1. Sistem Pencernaan pada Reptil
1. Tractus Digestivus
1. Cavum Oris
Cavum oris pada bagian maxilla terdapat
choanae primer atau sebuah liang), dentes atau gigi pada tiap-tiap species dentes berbeda
struktur giginya, pada gigi kadal mempunyai gigi bersulcus yang berbentuk conus pada
kadal biasanya tidak terdapat dentes palatin.. Pada ular mempunyai gigi pada bagian
maxilla, platinum, dan ptyrigoid, pad umunya gigi tersebut panjang , padat dan runcing.
berbeda lagi pad crocodile yang mempunyai gigi umumnya besar dan terdapat pada
premaxilla, maxilla, dan mandibula. Palatum atau langit-langit yang membentuk lipatan
longitudinal, Choanae sekunder, Ostium tubae auditivae. sedangkan pada bagian
mandilbula terdapat faring rima glottidis atau celah suara dan lingua bifidia yang terletak

pada dasar mulut yang melekat pada tulang lidah atau os hyoideum, dan maksud dari
bifidia adalah bercabang (Radiopoetro)
1. Esofagus
2. Ventrikulus
Pada organ ini mempunyai muscular yang tebal dan berbentuk silindris. Khusus pada
ular, proses makanan pertama kali dicerna pada organ ini.
1. Intestinum tenue
Alat penggantung pada organ ini disebur mesenterium.
1. Cecum (usus buntu)
Organ ini merupakan batas dari intestinum tenue dan intestinum crassum.
1. Intestinum crassum
terdiri dari dua organ lagi yaitu rectum dan kloaka. Alat penggantungnya disebut
mesorectum
1. Glandula Digestoria
1. Hepar
Hepar pada retil terdapat dua lobus, yaitu lobus dexter dan lobus sinister Pada hepar ini
menghasil empedu.
1. Vesica fellea
Vesica felea atau kandung empedu terletak pada sebelah kanan hati.
1. Pancreas
Pancreas pada reptile terletak diantara ventrikulus dan duodenum. warnanya kekuningan
(Anonim, 2008)
1. II. Tabel Perbedaan Sistem Pencernaan pada Pisces, Amphibi, dan Reptil.
Organ
1. Cavum Oris

Pisces
Terletak pada
bagian dasar
mulut, kaku dan

Amphibi
Berfungsi untuk
menangkap mangsa,
dan berbentuk bifidia

Reptil
Bifidia
Sebuah bagian ada,
ada yang berfungsi

lingua
Dentes
1. Faring
1. Esophagus
1. Ventriculus
1. Intestinum
Tenue
1. Coecum
1. Intestinum
Crassum

Rectum
kloaka
1. Anus
1. Hepar
1. Vesica fellea
1. Pankreas

tidak bisa
Terletak pada maxilla, sebagi racun,
digerakkan.
berfungsi sebagai
pengunyahm
Tidak ada kelenjar pemegang mangsa
tergantung jenis
lidah, hanya ada Penghubung antar
reptilnya
lendir
cavum oris dengan
Penghubung antar
Terletak pada
esopagus
cavum oris dengan
geraham bawah
Pendek
esopagus
bawah, kecil-kecil. Sebagai tempat proses Pendek
Berfungsi sebagai pencernaan makanan. Sebagai tempat
penyaring
Terdapat dua saluran, 1. proses pencernaan
makanan
sebagai tempat
makanan. pada ular
Pendek, sebgai
masuknya esophagus baik mekanik
membantu
dan tempat menuju
maupun kimia,
penelanan
intestinum.
proses pertamanya
makanan karena Proses pencernaan
dilakukan disisni.
mengandung
kimia secara intensif
Proses pencernaan
lender.
dilakukan disini.
kimia secara intensif
Pencernaan secara Terdiri dari tiga bagian, dilakukan disini
mekanik dapat
duodenum, jjenum, dan Ada, sebagai
terjadi disini.
ileum.
pembatas antara
Sebagai
Intestinum tenue dan
penampung
Terdapat tinja hasil
intestinum crassum.
makanan dan
bentukan dan usus
Merupakan bagian
pencerna makanan. besar.
dari usus intestinum
Ada ikan yang
Saluran terakhir dari
crassum, dan
tidak memepunyai usus besar maupun
sebelum rectum
lambung
saluran pencernaan dari terdapat coecum.
Proses pencernaan amphibi, serta saluran Saluan terkahir dari
kimia secara
bersamarongga
usus besar maupun
intensif dilakukan kelamin, dan rongga
salauran pencernaan,
disini
urine.
yang memepunyai
fungsi, sebagai
Sebagai tempat
Terdapat dua lobus,
tempat keluar feses.
penyerapan air dan Berfungsi untuk
ion
memebentuk empedu, Tetdapat dua lobus,
Hanya terdapat
yang akan disalurkan ke berfungsi untuk
pada ikan
duodenum
membentuk empedu,
bertulang rawan. Ada fungsi sama
yang akan
Tempat Saluran
Ibid
disalurkan ke
terakhir dari
duodenum
system saluran
Ada fungsi sama
pencernaan.
ibid
Terdapat tiga
lobus, akan
memebntuk asam
empedu

Ada fungsi sama


Tempat diantara
vebtrikulus dan
duodenum, untuk
menseintesis enzim
Daftar Pustaka
Anonim. 2008. Sistem Pencernaan pada hewan.
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/23/sistem-pencernaan-pada-hewan/
(diakses pada tanggal 5 Desember 2008)
Anonim. 2008. Sistem Pencernaan Reptil. http://ensiklofauna.net46.net/
(diakses pada tanggal 5 Desember 2008)
Anonim. 2008. http://id.answers.yahoo.com/question/index?
qid=20080514061717AADJJGy
(diakses pada tanggal 5 Desember 2008)
Saktiyono. 2008. IPA BIOLOGI Jild 2. Erlangga.
https://www.google.com/accounts/Login?
service=print&continue=http://books.google.co.id/books%3Fop%3Dlibrary&hl=id.
(Diakses pada tanggal 5 Desember 2008)
Fujaya, Yushinta. 2004. Fisiologi Ikan. Rineka Cipta. Jakarta.
(Halaman 117-129)
Radiopoetro. Zoologi. Erlangga. Jakarta
(Halaman 479-527)
Yuwono, Edi. 2001. Fisiologi Hewan Air. Sagung Seto. Jakarta.
(Halaman 3-12)
Source : http://imamabror.wordpress.com/