Anda di halaman 1dari 64

BAHASA INDONESIA

2 SKS
JATI DIRI BAHASA (arti bahasa,
fungsi bahasa, ragam bahasa)
DIKSI (pilihan kata)
KALIMAT (kata, frasa, klausa,
kalimat)
PARAGRAF
KARYA ILMIAH (artikel, makalah,
proposal, dan skripsi)
TEKNIS EJAAN (tanda baca dan
penulisan kata)

RUJUKAN

Arifin, Zaenal dan Amran Tasai, 2004. Cermat Berbahasa Indonesia, Jakarta:
Akapres
Badudu, J.S, 2005. Kamus Kata-kata Asing dalam Bahasa Indonesia, Jakarta:
Kompas
Keraf, Gorys, 2000. Diksi dan Gaya Bahasa, Ende: Nusa Indah
----------------, 2000. Argumentasi dan Narasi, Ende: Nusa Indah
----------------, 2000. Eksposisi dan Deskripsi, Ende: Nusa Indah
Pusat Bahasa Depdiknas, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Jakarta:
Balai Pustaka
---------------- , 2003. Petunjuk Praktis Bahasa Indonesia, jakarta: Balai Pustaka
-----------------, 2003. Bentuk dan Pilihan Kata, Jakarta: Balai Pustaka
Ramlan, M, 1993. Paragraf, Alur Pikiran dan Kepaduannya dalam Bahasa
Indonesia, Yogyakarta: Andi Offset
Rahadi, Kunjana, 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta:
Erlangga
Rozak, Abdul, 1985. Kalimat Efektif: Struktur, Gaya, dan Variasinya, Jakarta:
Gramedia
Samsuri, 2001. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga
Sudjito, 2002, Kalimat Efektif, Malang: IKIP Malang

SKENARIO PERKULIAHAN
Perkuliahan sebanyak 14 kali
pertemuan
Evaluasi : ujian tengah semester,
ujian akhir semester, tugas, dan
kehadiran
Metode Perkuliahan: ceramah,
kooperatif, kolaboratif,
kontekstual
Pendalaman, Latihan, dan
Refleksi

ARTI BAHASA
MERUPAKAN KEBIASAAN
BERSIFAT BERUBAH-UBAH
BERHUBUNGAN DENGAN BUDAYA
MERUPAKAN ALAT KOMUNIKASI
BERSIFAT UNIK DAN KHAS
MERUPAKAN LAMBANG ARBITRER
BERSIFAT VOKAL
MERUPAKAN SISTEM
(BROWN DALAM RAHARDI, 2009:4)

FUNGSI BAHASA
FUNGSI UTAMA : ALAT KOMUNIKASI
DAN INTERAKSI
FUNGSI UMUM: INSTRUMENTAL,
REGULASI, REPRESENTASIONAL,
INTERAKSIONAL, PERSONAL,
HEURISTIK, IMAGINATIF
(Halliday dalam Rahardi, 2009:6)

FUNGSI INSTRUMENTAL
DAPAT MELAYANI LINGKUNGAN
MENYEBABKAN TERJADINYA
PERISTIWA TERTENTU
MENGHASILKAN KONDISI
KOMUNIKASI TERTENTU

FUNGSI REGULATIF
MENGAWASI DAN MENGENDALIKAN
PERISTIWA-PERISTIWA TERTENTU
MENGATUR ORANG-ORANG SEBAGAI
MASYARAKAT

FUNGSI
REPRESENTASIONAL
MEMBUAT PERNYATAAN-PERNYATAAN
MENYAMPAIKAN FAKTA-FAKTA DAN
PENGETAHUAN
MENJELASKAN PERISTIWA
MELAPORKAN SESUATU

FUNGSI INTERAKSIONAL
MENJAMIN TERJADINYA HUBUNGAN
TIMBAL BALIK
MEMANTAPKAN KOMUNIKASI

FUNGSI PERSONAL
MENGEKSPRESIKAN MAKSUDMAKSUD PRIBADI
MENYATAKAN EMOSI
MENGUNGKAPKAN PERASAAN

FUNGSI HEURISTIK
MEMPERLAJARI PENGETAHUAN
MENCARI ILMU
MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI
MENYAMPAIKAN RUMUSAN-RUMUSAN
YANG BERSIFAT PERTANYAAN

FUNGSI IMAJINATIF
PENCIPTAAN DAYA KHAYAL
MEMBUAT CERITA
MENGAKTUALKAN MIMPI

KEDUDUKAN DAN FUNGSI


BAHASA INDONESIA
KEDUDUKAN SEBAGAI BAHASA NASIONAL
(SUMPAH PEMUDA, 28 OKTOBER 1928)
BAHASA INDONESIA BERFUNGSI:
Lambang Kebanggaan Nasional
Lambang identitas nasional
Alat Pemersatu Berbagai Masyarakat yang
Berlatar belakang Sosial Budaya dan
Bahasanya
Alat Perhubungan Antarbudaya dan
Antardaerah

KEDUDUKAN SEBAGAI BAHASA


NEGARA (Pasal 36 UUD 1945)
Berfungsi:
Bahasa Resmi Kenegaraan
Bahasa Pengantar Resmi di Lembagalembaga Pendidikan
Bahasa Resmi di dalam Perhubungan
Tingkat Nasional untuk Kepentingan
Perencanaan Pembangunan serta
Pemerintahan
Bahasa Resmi dalam Pengembangan
Kebudayaan dan Pemanfaatan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi

RAGAM BAHASA
PENYEBAB TERJADINYA RAGAM BAHASA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN
DAERAH DAN PENUTURNYA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN
WAKTUNYA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN
MEDIANYA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN PESAN
KOMUNIKASINYA

PENYEBAB TERJADINYA RAGAM


BAHASA

SEJARAH PERADABAN MANUSIA


(BUDAYA, SOSIAL, EKONOMI,
DEMOGRAFI, DSB)
PERKEMBANGAN MASYARAKAT

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


DAERAH DAN PENUTURNYA
DIALEK ATAU LOGAT (CIRI BAHASA
KEDAERAHAN)
IDIOLEK (CIRI BAHASA
INDIVIDU/PENUTUR BAHASA)
PROKEM (CIRI BAHASA KELOMPOK/
KOMUNITAS)

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


WAKTU
BAHASA RAGAM LAMA ATAU RAGAM KUNO
(penggunaan kata, istilah dari dokumendokumen kuno yang dipengaruhi bahasa Kawi,
Sansekerta, dsb)
BAHASA RAGAM BARU ATAU RAGAM MODERN
(penyempurnaan ejaan, pemakaian kata,
penggunaan kata serapan, ketatabahasaan,
dsb)
BAHASA RAGAM KONTEMPORER (pemakaian
bahasa yang cenderung tidak peduli dengan
kedudukan bahasa)

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


MEDIA
BAHASA RAGAM LISAN ATAU TUTURAN
Ragam lisan baku, misalnya dalam berpidato,
berceramah, berdiskusi, berseminar,
berwawancara, dan aktivitas berbahasa lisan
lainnya dalam situasi dan kondisi formal
Ragam lisan tidak baku, misalnya mengobrol
santai di warung, di tepi jalan, di tempat kamling,
dan di tempat yang tidak formal.
BAHASA RAGAM TULIS
Syarat: harus sangat cermat dalam pemakaian
tanda baca, pemakaian ejaan, kata, frasa, klausa,
kalimat, paragraf, dan wacana.

RAGAM TULIS
(lanjutan)
Ketentuan yang lazim ditemukan dalam ragam bahasa
baku, terlebih ragam tulis baku, (1) memakai ucapan
baku, (2) memakai ejaan resmi, (3) menghindari unsur
kedaerahan, (4) memakai unsur gramatikal secara
eksplisit, (5) pemakaian kata depat secara tepat, (6)
menghindari unsur leksikal yang terpengaruh bahasa
daerah.
Ciri-ciri ragam tulis baku dalam karya ilmiah akademis,
(1) jelas struktur bahasa, susunan kalimat, jelas dan
runtut, (2) mengemban konsep makna yang jelas, (3)
cermat diksi dan tata bahasa, (4) bersifat objektif, (5)
memiliki daya nalar, dan (6) rasional dan sistematis.

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


PESAN KOMUNIKASI
BAHASA RAGAM ILMIAH (ragam ilmiah
akademis dan ragam ilmiah populer)
BAHASA RAGAM SASTRA ( diksi, gaya
bahasa, dan imajinasi)
BAHASA RAGAM PIDATO (tujuan, topik,
dan audien)
BAHASA RAGAM BERITA (mengikuti
ketentuan bahasa baku dan mengikuti
perkembangan)

DIKSI (PILIHAN KATA)


KATA MERUPAKAN UNSUR PEMBENTUK KALIMAT
KATA ADALAH UNSUR BEBAS TERKECIL DAN
BERMAKNA
SEBAGAI UNSUR BEBAS TERKECIL KARENA KATA
DAPAT BERDIRI SENDIRI, YAKNI DIUCAPKAN ATAU
DITULISKAN TERPISAH DARI KATA-KATA YANG LAIN
SEBAGAI UNSUR KALIMAT YANG BERMAKNA, KATA
DIGUNAKAN UNTUK MEWADAHI DAN MEYAMPAIKAN
PESAN
KATA MENJADI SALAH SATU UNSUR PEMBENTUK
KALIMAT YANG SANGAT MENENTUKAN TINGKAT
KEEFEKTIFAN KALIMAT

1. Kalau ada yang ditanyakan, silakan!


2. Kalau ada yang bertanya, silakan!

Kalimat (1) adalah kalimat yang


tidak efektif. Berdasarkan logika,
dalam kalimat itu terkandung
pengertian bahwa yang disilakan
adalah yang ditanyakan.
Kalimat (2) adalah kalimat
efektif. Dalam kalimat itu
terkandung pengertian bahwa
yang disilakan adalah yang
bertanya.

PEMBIASAAN YANG PERLU


DILATIHKAN DALAM MEMILIH KATA
MENCERMATI DAN MELATIH
MENGGUNAKAN KATA-KATA YANG
BERSINONIM
MEMBIASAKAN DIRI MENGGUNAKAN
KATA-KATA SECARA HEMAT
MEMBIASAKAN DIRI MENGGUNAKAN
KATA-KATA SECARA KONSISTEN

PENGGUNAAN KATA-KATA YANG


BERSINONIM
BERMAKNA UMUM
Buku
Pemberian
Besenangsenang
Bersekolah
Ujian
Guru
Pelajar/siswa

BERMAKNA
KHUSUS
Kitab
Sedekah
Berpesta
Berkuliah
Tentamen
Dosen
mahasiswa

LANJUTAN SINONIM
LEBIH INTENSIF
Meneliti

Memeriksa
Melihat
Menjenguk
Mengganggu

KURANG INTENSIF
Memeriksa,
mempelajari
Melihat
Melirik
Menengok
mengacau

LANJUTAN SINONIM
LEBIH EMOTIF
Bengis
Nyaman
Duka
ikhlas

KURANG EMOTIF
Kejam
Enak
sedih, susah
lega

LANJUTAN SINONIM
UMUM
Dubur
Urine
Nomina
Verba
Mutasi
Renovasi

TEKNIS
Anus
Air kencing
Kata benda
Kata kerja
Perpindahan
perbaikan

LANJUTAN SINONIM
LEKSIKON BAKU
Berkata
Membuat
Hanya
Tetapi
Karena
Beri
Sudah
Tidak
Lepas

LEKSIKON TIDAK BAKU


Bilang
Membikin
Cumak, cuman
Tapi
Lantaran
Kasi, kasih
Udah
Nggak, ndak
Copot

LANJUTAN SINONIM
BENTUKAN BAKU
Bercerita
Berdagang
Bernyanyi
Berpindah
Membantah
Mendapatkan
Mengapa
Mengelola
Tertabrak

BENTUKAN TIDAK
BAKU
Cerita
Dagang
Nyanyi
Pindah
Mbantah
Dapat
Ngapain
Ngelola
ketabrak

PENGGUNAAN KATA SECARA


HEMAT
Sepanjang pengetahuan saya masalah ini
pernah dikaji dalam seminar minggu lalu.
(tidak hemat)
Setahu saya masalah ini pernah dikaji
dalam seminar minggu lalu. (hemat)
Nilai etis tersebut di atas menjadi pedoman
dan dasar pegangan hidup bagi setiap
warga negara Indonesia. (tidak hemat)
Nilai etis tersebut menjadi pedoman hidup
bagi setiap warga negara Indonesia.
( hemat)

PENGGUNAAN KATA SECARA


KONSISTEN

Perluncuran senjata di wilayah Bosnia itu tidak terpenting bagi


muslim Bosnia. Bagi mereka, yang terpenting adalah
pencabutan embargo persenjataan.

Perluncuran senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi


muslim Bosnia. Untuk mereka, yang terpenting adalah
pencabutan embargo persenjataan

Pemerintah setempat sudah memukimkan para pengungsi


akibat bencana alam di kawasan yang aman. Di tempat
pemukiman itu mereka disambut baik oleh masyarakat sekitar.

Para pengungsi akibat bencana alam merasa senang bermukim


di kawasan yang aman yang disediakan oleh pemerintah. Di
tempat permukiman itu mereka disambut baik oleh masyarakat
sekitar.

LANJUTAN KATA
KONSISTEN
Pemerintah setempat sudah memukimkan
para pengungsi akibat bencana alam di
kawasan yang aman. Di tempat permukiman
itu mereka disambut baik oleh masyarakat
sekitar. (tidak konsisten)
Para pengungsi akibat bencana alam merasa
senang bermukim di kawasan yang aman
yang disediakan oleh pemerintah. Di tempat
pemukiman itu mereka disambut baik oleh
masyarakat sekitar. (tidak konsisten)

KALIMAT EFEKTIF
KONSEP DASAR KALIMAT EFEKTIF
Kalimat yang harus memenuhi 2
persyaratan, yakni persyaratan
kebenaran dan persyaratan
kecocokan
FUNGSI KALIMAT EFEKTIF
Sebagai pengungkap dan
penangkap pesan agar
komunikasi terjadi secara efektif

PERSYARATAN KALIMAT EFEKTIF


PERSYARATAN KEBENARAN
STRUKTUR
Kalimat yang berstruktur benar
adalah kalimat yang unsur-unsurnya
memiliki hubungan yang jelas

Contoh:
Saya sudah sarankan agar rapat ditunda
pelaksanaannya agar anggota semuanya
dapat hadir. (mengandung kesalahan
struktur)
Sudah saya sarankan agar pelaksanaan
rapat ditunda agar semua anggota dapat

LANJUTAN
Dengan memperingati Sumpah Pemuda, menggalang
rasa persatuan dan nasionalisme 45. (kesalahan
struktur)
Dengan memperingati Sumpah Pemuda, kita galang
rasa persatuan dan nasionalisme 45. (kebenaran
struktur)
Peringatan Sumpah Pemuda dapat kita gunakan untuk
menggalang rasa persatuan dan nasionalisme 45.
(kebenaran struktur)
Barang siapa yang kehilangan kunci sepeda motor,
dapat diambil di kantor Satpam. (kesalahan struktur)
Barang siapa yang kehilangan kunci sepeda motor,
dapat mengambilnya di kantor Satpam. (kebenaran
struktur)

PERSYARATAN
KECOCOKAN
Konsep Dasar
Persyaratan kecocokan adalah persyaratan yang
mengatur ketepatan kalimat dalam konteks.

Contoh
Belum ada hujan di daerah yang mengalami
kekurangan air itu. Gerimis pun tak pernah
ada. (mengandung kecocokan)
Sudah lama tidak hujan. Gerimis pun tak
pernah ada. (mengandung kecocokan)
Pada musim kemarau hanya satu atau dua
kali hujan. Gerimis pun tak pernah ada.
(tidak mengandung kecocokan)

KIAT MENYUSUN KALIMAT


EFEKTIF
PENGULANGAN
PENGEDAPANAN
PENYEJAJARAN

PENGULANGAN
Untuk menguasai kemahiran menulis diperlukan
latihan, latihan dan sekali lagi latihan.
John Davy menuntut maskapai Malaysian Airlines
System (MAS) agar membayar ongkos tes
darahnya. Selasa pekan lalu. Tentara Australia
ini takut ketularan penyakit menular. Pasalnya,
dalam penerbangan menuju Sydney, Australia,
awal September, tiba-tiba seorang penumpang
bernama Louis Helen Wardan jatuh pingsan.
Davy yang cekatan, langsung menolong wanita
berusia 29 tahun itu. Ia melakukan
pernafasanbuatan dengan menyedotdan
menghembuskan lewat mulut si korban.

PENGEDEPANAN
Konidin melenyapkan batuk dengan
melegakan tenggorokan Anda.
Konidin, tablet batuk dengan formula
khusus dari Konimex untuk
meredakan batuk dengan cepat.
Konidin telah terbukti
kemanjurannya.

PENYEJAJARAN
Yang dilakukannya selama ini di
kampung adalah mengurus harta
pusaka, memelihara sawah,
menengok sanak famili, dan
membersihkan kuburan nenek.
Penelitian dilakukan dengan tiga
tahap, yakni penyusunan
proposal, pelaksanaan
penelitian, dan pembuatan
pelaporan.

PELATIHAN
Mengapa kalimat-kalimat berikut tidak efektif
dan bagaimana pengefektifannya?
Setelah diberikan penjelasan secara mendalam,
mereka tidak melakukan pengrusakan terhadap
toko-toko itu.
Untuk memungkinkan kami memberikan
penilaian secara tepat, kami sangat memerlukan
data dari saudara.
Siapa yang menemukan dompet berisi surat-surat
penting yang hilang di jalan Brawijaya diharap
segera diserahkan kepada polisi setempat.

ALTERNATIF JAWABAN
PELATIHAN
Setelah dijelaskan secara mendalam,
mereka tidak merusak toko-toko itu.
Agar kami dapat menilai secara
tepat, kami sangat memerlukan data
dari saudara.
Yang menemukan dompet berisi
surat-surat penting yang hilang di
jalan Brawijaya diharap
menyerahkannya kepada polisi
setempat.

PARAGRAF
PENGERTIAN PARAGRAF

Untaian kalimat yang berisi sebuah


gagasan dalam karangan.
PERSYARATAN PARAGRAF

Kesatuan
Pengembangan
Kepaduan atau koherensi
Kekompakan atau kohesi

PERSYARATAN KESATUAN
Pada hakikatnya, paragraf adalah satu
kesatuan atau keutuhan pikiran yang lebih
luas daripada kalimat
CONTOH
Indonesia masih dapat disebut sebagai
negara agraris. Lebih dari 80% penduduk
Indonesia sebagai petani di pedesaan. Sebagian
besar di antara petani itu adalah petani
tradisional. Sebagian kecil telah menjadi petani
modern yang ditandai dengan rekayasa teknologi
pertanian. Kelompok yang terakhir itu telah
mendapatkan dan memanfaatkan pengembangan

PERSYARATAN
PENGEMBANGAN
Paragraf yang baik adalah paragraf yang terdiri
atas satu gagasan yang dikembangkan ke dalam
beberapa kalimat pengembang.
CONTOH
Dengan penuh kepuasan Pak Marto
mendatangi hamparan padi yang tumbuh
dengan subur. Jerih payahnya tidak sia-sia.
Bebrapa bulan lagi ia akan memetik hasilnya.
Sudah terbayang di matanya, orang sibuk
memotong, memanggul padi berkarung-karung,
dan menimbunnya di halaman rumah. Tentu
anaknya Sumi dan calon menantunya Acep akan
ikut bergembira. Hasil panen yang berlimpah ini
tentu dapat mengantarkan mereka ke mahligai

PERSYARATAN KEPADUAN ATAU


KOHERENSI
Keserasian hubungan antargagasan dalam paragraf yang
berarti juga keserasian hubungan antarkalimat dalam
paragraf.
CONTOH
Pada waktu itu tenaga manusia merupakan sumbangan
utama yang sangat dibutuhkan dalam program
pembangunan Kerajaan Romawi. Tenaga manusia yang
puluhan ribu jumlahnya diorganisasi secara rapi untuk
membuat jalan, saluran irigasi, ataupun gedung-gedung
yang penting. Dengan tenaga manusia, dijalankanlah
mesin-mesin pengangkut barang dan benda-benda berat,
pemompaan air, penggerak perahu, dan sebagainya.
Pendek kata, tenaga manusia menjadi sumber energi
utama

PERSYARATAN KEKOMPAKAN
ATAU KOHESI
Persyaratan kepaduan dinyatakan oleh adanya hubungan
antargagasan yang serasi.
CONTOH
Perkuliahan bahasa Indonesia sering kali sangat membosankan,
sehingga tidak mendapat perhatian sama sekali dari
mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh bahan kuliah yang
disajikan dosen sebenarnya merupakan masalah yang sudah
diketahui oleh mahasiswa, atau merupakan masalah yang tidak
diperlukan mahasiswa. Di samping itu, mahasiswa yang sudah
mempelajari bahasa Indonesia sejak mereka duduk di bangku
Sekolah Dasar atau sekurang-kurangnya sudah mampu
menggunakan bahasa Indonesia. Akibatnya, memilih atau
menentukan bahan kuliah yang akan diberikan kepada
mahasiswa, merupakan kesulitan tersendiri bagi para dosen
bahasa Indonesia

JENIS-JENIS PARAGRAF
PARAGRAF DEDUKTIF
Paragraf yang memiliki kalimat topIk pada bagian
awal paragraf.
CONTOH
Semangat serta kesungguhan hati guru
dalam mengajar dirasakan makin pudar
karena kesejahteraan terabaikan. Imbalan
yang mereka terima rendah. Gaji mereka sering
terlambat dan banyak potongan untuk keperluan
yang kadang-kadang tidak jelas. Mereka juga
tidak memiliki status sosial-ekonomi yang
bergengsi.

PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf yang memiliki kalimat topik pada bagian akhir kalimat.
CONTOH
Pada waktu anak didik memasuki dunia pendidikan, pembelajaran
bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah
merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan
bahasa daerahnya. Setelah anak didik meninggalkan kelas, ia
kembali mempergunakan bahasa daerah, baik dalam pergaulan
dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya. Ia merasa lebih
intim dengan bahasa daerah. Jam sekolah berlangsung hanya
beberapa jam. Baik pada waktu istirahat ataupun di antara jam-jam
pelajaran, unsur-unsur daerah tetaplah menerobos. Ditambah lagi
jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli
bahasa daerah itu. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan
pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan
melaju terus dengan cepat.

PARAGRAF CAMPURAN
Paragraf yang memiliki dua kalimat topik yang ditempatkan
pada bagian awal bagian akhir.
CONTOH
Peningkatan taraf pendidikan para petani, dirasakan
sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup
mereka. Petani yang berpendidikan cukup, dapat mengubah
sistem pertanian tradisional misalnya bercocok tanam hanya
memenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani modern yang
produktif. Petani yang berpendidikan cukup, mampu menunjang
pembangunan secara posistif. Mereka dapat memberikan
umpan palik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang
dilontarkan perencana pembangunan, baik di tingkat pusat
maupun di tingkat daerah. Itulah sebabnya, peningkatan
traf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak.

PELATIHAN
Susunlah masing-masing sebuah
paragraf deduktif, induktif, dan
campuran!

PENULISAN KARYA
ILMIAH
PENDAHULUAN
ISI SKRIPSI, TESIS, DAN
DISERTASI
ARTIKEL, MAKALAH, TUGAS
AKHIR, DAN LAPORAN
PENELITIAN
TEKNIK PENULISAN

PENDAHULUAN
RUANG LINGKUP PEDOMAN
PENULISAN KARYA ILMIAH
Konsep Dasar Karya Ilmiah
Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Perbedaan Skripsi, Tesis, dan
Disertasi
Artikel, Makalah, Tugas Akhir, dan
Laporan penelitian
KODE ETIK PENULISAN KARYA
ILMIAH

KONSEP DASAR KARYA


ILMIAH
Salah satu ciri pokok kegiatan
perguruan tinggi.
Karya ilmiah adalah karya tulis atau
bentuk lainnya yang telah diakui
dalam bidang ilmu pengetahuan,
teknologi, atau seni yang ditulis atau
dikerjakan sesuai dengan tata cara
ilmiah, dan mengikuti pedoman atau
konvensi ilmiah yang telah disepakati
atau ditetapkan.

SKRIPSI, TESIS, DAN


DISERTASI
Skripsi, Tesis, dan Disertasi merupakan
karya ilmiah dalam suatu bidang studi
yang ditulis oleh mahasiswa Sarjana (S1),
program Magister (S2), dan program
Doktor (S3) pada akhir studinya.
Karya tulis ini merupakan salah satu
persyaratan untuk menyelesaikan
program studi mereka, yang dapat ditulis
berdasarkan penelitian lapangan, hasil
kajian pustaka, atau hasil penelitian dan
pengembangan (proyek)

Lanjutan
Yang dimaksud dengan skripsi, tesis, dan disertasi
hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang
berorientasi kepada pengumpulan data empiris di
lapangan.
Yang dimaksud dengan kajian pustaka adalah telaah
yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah
yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis
dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang
relevan.
Yang dimaksud dengan penelitian dan
pengembangan adalah kegiatan penelitian yang
menghasilkan rancangan atau produk yang dapat
digunakan untuk memecahkan masalah-masalah aktual.

PERBEDAAN SKRIPSI, TESIS, DAN


DISERTASI
ASPEK PERMASALAHAN

Penulis disertasi dituntut mengarahkan


permasalahan yang dibahas dalam
disertasi agar temuan dapat memberikan
sumbangan asli bagi ilmu pengetahuan,
sedangkan penulis tesis diharapkan dapat
menghasilkan sesuatu yang memberikan
sumbangan bagi ilmu pengetahuan.
Sumbangan yang demikian tidak dituntut
dari penulis skripsi.

ASPEK KAJIAN PUSTAKA


Pustaka yang dijadikan sumber acuan
dalam kajian pustaka pada skripsi
seyogyanya merupakan sumber primer
dan dapat juga merupakan sumber
sekunder, namun pustaka yang menjadi
bahan acuan dalam tesis diharapkan
berasal dari sumber-sumber primer (hasilhasil penelitian dalam laporan penelitian,
seminar hasil penelitian, dan jurnal-jurnal
penelitian). Dalam disertasi, penggunaan
sumber primer merupakan keharusan

ASPEK METODOLOGI
PENELITIAN
Penulis skripsi dituntut untuk menyebutkan
apakah sudah ada upaya untuk memperoleh
data penelitian secara akurat dengan
menggunakan instrumen yang valid. Bagi
penulis tesis, penyebutan adanya upaya saja
tidak cukup, harus menyertakan bukti-bukti
yang dapat dijadikan pegangan untuk
menyatakan bahwa instrumen pengumpulan
data yang digunakan cukup valid. Bagi
penulis disertasi, bukti-bukti validitas
instrumen pengumpul data harus dapat
diterima sebagai bukti-bukti yang tepat

ASPEK HASIL PENELITIAN


Hasil penelitian yang dipaparkan
dalam kesimpulan skripsi harus
didukung oleh data yang diperoleh
dari penelitian yang dilakukan.
Dalam tesis dan disertasi, hasil
penelitian yang dikemukakan, selain
didukung oleh data yang diperoleh
dari penelitian yang dilakukan , juga
harus dibandingkan dengan hasil
penelitian lain yang sejenis.

ASPEK KEMANDIRIAN
Secara umum dapat dinyatakan
bahwa proses penelitian dan
penulisan disertasi lebih mandiri
daripada tesis, dan proses
penelitian dan penulisan tesis
lebih mandiri daripada skripsi.

ARTIKEL, MAKALAH, TUGAS AKHIR,


DAN LAPORAN PENELITIAN
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk
dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang
ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman
atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau
ditetapkan.
Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran
tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis
secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis
yang logis dan objektif.
Tugas akhir adalah bentuk karya tulis ilmiah akhir
mahasiswa dalam menyelesaikan program studi yang
ditempuh pada program diploma III (D III).
Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi
paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh
dari suatu kegiatan penelitian

KODE ETIK PENULISAN KARYA


ILMIAH
Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu
diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah.
Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan
perujukan, perijinan terhadap bahan yang
digunakan, dan menyebutkan sumber data atau
informan
Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri
dari tindak kecurangan yang lazim disebut
plagiasi
Peraturan Mendiknas Nomor 17 Tahun 2010
mengenai Pencegahan dan Penanggulangan
Plagiat di Perguruan Tinggi dan cara menghindari
tindak penjiplakan.