Anda di halaman 1dari 3

JAWABAN TUGAS TEORI PITA ENERGI

(disusun guna melengkapi tugas mata kuliah pengantar fisika zat padat)

Disusun Oleh:
Handoko (120210102089/kelas A)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

SOAL
1.

Kondisi seperti apakah, dalam Kristal tidak menghasilkan arus netto meskipun ada
medan listrik yang bekerja padanya ?

2.

Kenapa model elektron bebas tidak dapat menjelaskan rentang harga konduktivitas
listrik zat padat yang lebar ?

3.

Kenapa model Teori pita dapat menjelaskan rentang harga konduktivitas listrik zat
padat yang lebar ?

4.

Jelaskan kenapa pada teori pita energi berlaku potensialnyaV(x+a) = V(x) ?

5. Apakah besarnya celah energi pada tiap tingkatan /tiap pita energi sama besarnya?
mengapa?
6. Apa yang dimaksud dengan energi Fermi?
7. Bagaimana keadaan energi Fermi pada bahan isolator, konduktor dan semikonduktor
berdasarkan teori pita energi ?
JAWABAN :
1. Dua keadaan di mana medan listrik tidak menghasilkan arus netto dalam Kristal:
Tidak ada elektron yang berada pada pita energi yang diperbolehkan.
Pita energi yang diperkenankan terisi penuh elektron, artinya tidak satupun electron
states yang kosong.
Hanya pita energi yang terisi (atau kosong) sebagian yang dapat memberikan sumbangan
pada arus listrik
2. Karena pada model elektron bebas mengabaikan potensial dari gugus-gugus ion dalam
kristal (V=0).
3. Pada model ini potensial dari gugus-gugus ion dalam kristal tidak sama dengan nol, tetapi
potensial ini merupakan potensial periodik yang berkaitan dengan kisi kristalnya.
4. Karena pada teori pita potensial dari gugus-gugus ion dalam kristalnya dianggap
merupakan potensial periodik. Potensial periodik ini dikenalkan karena pada kisi kristalnya
dianggap berulang secara periodik juga. Dengan demikian ion-ion identiknya terpisah
sejauh jarak a dari tetangga terdekatnya sesuai dengan kisi kristalnya. Sebagimana
digambarkan pada gambar di bawah ini.

5. Besarnya celah energi pada tiap tingkatan / tiap pita energi tidak sama besar, karena sifat
konduktivitas dan konsentrasi ditentukan oleh faktor perbandingan celah energi dengan
temperatur. Ketika perbandingan ini besar, konsentrasi sifat instrinsik akan rendah dan
konduktivitasnya juga akan rendah. Nilai terbaik dari celah energi diperoleh dari
penyerapan optik. Celah energi (Eg) merupakan selisih antara energi terendah pada pita
konduksi (Ek) dengan energi tertinggi pada pita valensi ( Ev) secara matematis dapat
ditulis:
Eg = Ek Ev

6. Energi Fermi EF merupakan energi maksimum yang dapat dimiliki elektron dalam kristal
pada suhu T=0 K. Energi Fermi merupakan suatu kuantitas yang sangat penting dalam
sistem fermion (elektron adalah fermion). Fermion adalah sistem partikel dengan
fungsi gelombang yang saling bertumpangan, yang memiliki spin setengah bilangan
bulat-ganjil . Fermion memenuhi prinsip ekslusi Pauli
7. Pada bahan Isolator tingkat energi Ferminya melintas daerah energi terlarang.
Pada bahan Konduktor tingkat energi Ferminya melalui pita konduksi, sehingga pada
suhu T=0 kelvin, semua electron states dalam pita konduksi dengan E< EF terisi.
Pada bahan Semikonduktor tingkat energinya melalui pita velensi, daerah energi
terlarang. Pada suhu T=0 kelvin, pita konduksi di bawah terisi semua electron states-nya,
sedangkan dalam pita konduksi di atasnya semua electron states lowong.