Anda di halaman 1dari 28

OLEH :

Dra. Zusiana Muis, M.Kes,


Apt

DEFINISI KOSMETIKA
(PERMENKES NO. 1176 TAHUN 2010
Kosmetika

adalah bahan atau


sediaan yang dimaksudkan untuk
digunakan pada bagian luar tubuh
manusia (epidermis, rambut, kuku,
dan organ genital bagian luar) atau
gigi dan mukosa mulut terutama untuk
membersihkan, mewangikan,
mengubah penampilan dan/atau
memperbaiki bau badan atau
melindungi atau memelihara tubuh
pada kondisi baik

Walaupun orang menggunakan


kosmetika agar kelihatan
cantik, tetapi kosmetika tidak
membuat seseorang menjadi
cantik, karena cantik itu
RELATIF

Undang Undang RI No. 8 tahun 1999


tentang Perlindungan Konsumen Sanksi
Pidana

Pasal

62 ayat (1)
Pelaku usaha yang melanggar
ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 8.
Dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 (lima) tahun atau
pidana denda paling banyak
Rp.2.000.000.000,00 (dua milyar
rupiah)

Undang Undang RI No. 36 tahun 2009


tentang Kesehatan
Pasal

106 ayat (2)


Penandaan dan informasi sediaan
farmasi dan alat kesehatan harus
memenuhi persyaratan
objektivitas dan kelengkapan
serta tidak menyesatkan

1.

Aspek pengguna

Jenis

kelamin dan usia


Wilayah geografis
Strata sosial

2. Aspek gaya hidup


Mempengaruhi
pemilihan
dan
penggunaan
kosmetika
semakin
bervariasinya kosmetika yang lebih
multifungsi, praktis dan peduli: bedak
3in1

3. Aspek risiko dan keamanan


Aman,

bermanfaat dan bermutu.


Risiko dan keamanan kosmetika
tanggung jawab produsen, importir
maupun distributor sepanjang
digunakan sesuai dengan aturan
pemakaian
(mis: sampo, pasta gigi, sediaan
kumur)

1. Merkuri

Logam berat berbahaya, bersifat racun


Perubahan warna kulit, bintik-bintik
hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit,
kerusakan permanen pada susunan
saraf, otak, ginjal dan gangguan
perkembangan janin (teratogenik),
bahkan paparan jangka pendek dalam
dosis tinggi menyebabkan diare,
muntah-muntah dan kerusakan ginjal
Zat karsinogenik (menyebabkan kanker)

2. Hidrokinon

Zat reduktor mudah larut dalam air


Menghambat
pembentukan
melanin

pencerah kulit
Pemakaian jangka panjang dan dosis tinggi
hiperpigmentasi kulit berwarna kehitaman
(ochronosis) setelah penggunaan selama 6
(enam) bulan dan kemungkinan tidak dapat
pulih kembali (irreversible)
Pemakaian jangka menengah kehilangan
pigmen sehingga kulit menjadi pucat secara
tidak beraturan (vitiligo/leukoderma)
Krim yang mengandung hidrokinon akan
terakumulasi dalam kulit mutasi dan
kerusakan DNA pemakaian jangka panjang
bersifat karsinogenik

Hidrokinon
Penggunaan jangka menengah
kehilangan pigmen sehingga kulit
menjadi pucat secara tidak
beraturan (vitiligo/leukoderma)
Krim yang mengandung hidrokinon
akan terakumulasi dalam kulit
mutasi dan kerusakan DNA
bersifat karsinogenik

3. Asam Retinoat/Tretinoin/Retinoic
Acid
Menyebabkan

kulit kering, rasa terbakar

dan teratogenik
Disalahgunakan pada sediaan peeling
dengan mekanisme kerja pengelupasan
kulit

4. Bahan pewarna
Merah K3 (CI 15585)
Merah K10 (Rhodamin B)
Jingga K.1 (CI 12075)
Zat warna sintetis zat warna kertas,
tekstil atau tinta
Zat karsinogenik
Rhodamin B konsentrasi tinggi kerusakan
hati
Disalahgunakan pada lipstick atau sediaan
dekoratif lain (pemulas kelopak mata dan
perona pipi)

5. Diethylene Glycol (DEG)


Racun

bagi manusia dan binatang


depresi sistem saraf pusat, keracunan pada
hati dan gagal ginjal
Merupakan sesepora (trace element) yang
terdapat pada bahan baku gliserin dan atau
polietilen oksida yang digunakan pada
pembuatan kosmetika misalnya pasta gigi
Jadi kadar DEG dalam gliserin dan polietilen
glikol tidak boleh melebihi batas kadar yang
ditentukan.

Reaksi alergi

Hanya terjadi pada orang sensitif


Pada pemakaian berulang (tidak
pernah terjadi pada saat pemakaian
pertama kali), terjadi setelah periode
sensitisasi (minimal 14 hari), timbul
setelah pemakaian dalam jangka
waktu lama
Dapat timbul di tempat aplikasi atau di
tempat lain, tidak selalu di tempat
kosmetik digunakan
Biasa terdapat dalam sediaan parfum,

Dapat terjadi pada semua orang


disebabkan oleh bahan yang
mempunyai sifat iritan
Gejala kulit kemerahan,
pembengkakan pada kulit, disertai
gatal
Bahan iritan terdapat pada pemutih,
pengeriting rambut, pewarna
rambut, dan deodoran

Contoh bahan bahan yang


mungkin menyebabkan alergi
atau iritasi
Sodium Lauryl Sulphate (SLS)
biasa terdapat pada sabun, sampo, pasta
gigi dan pembersih badan
iritan dan dapat memicu dermatitis
2. Perfume/Fragrance
Alergi mata kemerahan, iritasi mata, hidung
dan tenggorokan, mual (nausea), migrain,
sakit kepala, dan sinusitis

3. Alcohol
Reaksi panas pada kulit, komedogenik
(pencetus timbulnya komedo
4. Thioglycolate acid
Iritasi berupa kulit kemerahan
5. Ammonium persulphate
Dapat menyebabkan alergi dan iritasi
6. Isopropyl Alcohol
Pelarut pada beberapa produk perawatan kulit
Dapat mengiritasi dan merusak lapisan asam
kulit
Alkohol kekeringan pada kulit

Isopropyl Alcohol
Pelarut pada beberapa produk perawatan kulit
Dapat mengiritasi dan merusak lapisan asam
kulit
Alkohol kekeringan pada kulit

20 Merek Kosmetik Temuan BPOM yang


Mengandung Merkuri
Racikan
Day

Walet Putih

Cream SJ UV White SJ SIN JUNG

Night

Cream SJ SIN JUNG

Klip

80S Day Cream

Klip

80S Night Cream

Walet

Krim (Night Cream Small)

Walet

Krim (Day Cream Small)

Pemutih

Dokter

Pemutih

Sejuta Bintang

VAYALA

Sabun Transparan
VAYALA Nightly Crear
VAYALA Daily Cream
DR. Whitening treatment night cream
LIE CHE Whitening Soap
LIE CHE Day Cream
SP Special UV Whitening
LIEN HUA Day Cream (Bunga Teratai)
LIEN HUA Night Cream (Bunga
Teratai)
Spesial Pearl Cream Super

TIPS MEMILIH KOSMETIK YANG


AMAN
1.

Memiliki label legilitas dan label


halal
Lembaga yang menangani
mengenai kelegalan yaitu BPOM
dan Kementrian Kesehatan RI.
Kode yang perlu dipahami :
CD
Kosmetik Lokal
CL
Kosmetik Lokal

TIPS MEMILIH KOSMETIK YANG


AMAN
2. Memiliki Petunjuk Pemakaian
3. Memiliki Tanggal Kadaluarsa
4. Tercantum Nama dan Alamat
Produsen
5. Memperhatikan Komposisi Bahan
Lembaga yang menangani
mengenai kelegalan yaitu BPOM
dan Kementrian Kesehatan RI.