Anda di halaman 1dari 7

Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma adalah suatu meuropati


optik kronik didapat ditadai olah
pencekungan (cupping) diskus
optikus dan pengecilan lapang
pandang; biasanya disertai
peningkatan tekanan intaokular. Pada
sebagian besar kasus glaukoma tidak
disertai dengan penyakit mata
lainnya (primer).

Hampir 60 juta orang terkena glaukoma.


Diperkirakan 3 juta penduduk Amerika
Serikat terkena glaukoma, dan diantara
kasus-kasus tersebut, sekitar 50% tidak
terdiagnosis. Sekitar 6 juta orang
mengalami kebutaan akibat glaikoma,
termasuk 100.00 penduduk Amerika,
menjadikan penyakit ini sebagai
penyebab utama kebutaan yang dapat
dicegah di Amerika Serikat.

Mekanisme peningkatan tekanan


intaokular pada glaukoma adalah
gangguan aliran keluar aquos humor
akibat kelainan drainase sudut bilik mata
depan (galukoma sudut terbuka) atau
gangguan akses aquos humor ke sistem
drainase (glaukoma sudut tertutup).
Terapi ditujukan untuk menurunkan
tekanan intraokular dan apabila mungkin,
memperbaiki sebab yang mendasarinya.

Tekanan intaokular diturunkan dengan cara


menggurangi produksi aquos humor dengan
meningkatkan aliran keluarnya, menggunakan
obat, laser atau pembedahan. Obat-obatan,
yang biasanya diberikan secara topikal,
tersedia untuk menurunkan produksi aquos
humor atau meningkatkan aliran keluar aquos.
Pembuatan pintasan sistem drainase melalui
pembedahan bermanfaat pada kebanyakan
kasus yang mengalami kegagalan terapi
dengan obat. Pada kasus yang sulit ditangani,
dapat digunakan laser, krioterapi, diatermi
untuk mengablasi corpus ciliare sehingga
produksi aquos humor menurun.

Pada semua pasien glaukoma, perlu


tidaknya diberikan terapi dan
efektifitasnya ditentukan dengan
menggunakan pengukuran tekana
intraokular (tonometri), inspeksi
diskus optikus, dan pengukuran
lapang pandang secara teratur.

Oftalmoskopi untuk mendeteksi cupping


diskus optikus dan tonometri untuk
mengukur tekanan intaokular harus
menjadi bagian dari pemeriksaan
oftalmologik rutin semua pasien berumur
lebih dari 35 tahun. pemeriksaan ini
penting pada pasien dengan riwayat
glaukoma yang dialami oleh keluarga dan
termasuk kelompok resiko tinggi, seperti
kulit hitam, yang dianjurkan menlakukan
skrining setiap 2 tahun sekali sejak usia 35
tahun dan setahun sekali sejak usia 50
tahun.