Anda di halaman 1dari 14

JURNAL

CLINICAL FEATURES AND TREATMENT OF ODONTOGENIC


SINUSITIS

Oleh :
Muhibuddin Perwira Negara
208.121.0020
Pembimbing :
drg. Wahyu Susilaningtyas, Sp. Pros

LABORATORIUM KLINIK ILMU GIGI DAN MULUT


RSUD KANJURUHAN KEPANJEN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

2015
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T, karena atas rahmat
dan hidayah-Nya panulis dapat menyelesaikan jurnal yang berjudul Clinical
Features And Treatment Of Odontogenic Sinusitis. Tujuan penulisan jurnal ini
adalah guna memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan tugas Kepaniteraan
Klinik Madya di bagian Ilmu Klinik Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Malang - RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Disamping itu
mengingat pentingnya penanganan sinusitis odontogenik yang merupakan salah
satu penyakit Mulut tersering di Indonesia. Ucapan terimakasih penulis ucapkan
kepada pembimbing kami atas bimbingan dalam penulisan jurnal ini.
Penulis menyadari jurnal ini masih memiliki kekurangan, untuk itu kritik
dan saran penulis harapkan dalam rangka penyempurnaan penulisan jurnal ini.
Semoga jurnal ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Malang, 28 Juli 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I...................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang..............................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................2
1.3 Tujuan........................................................................................... 2
1.4 Manfaat......................................................................................... 2
BAB II..................................................................................................... 1
2.1 Latar Belakang..............................................................................1
2.2 Metode Penelitian.........................................................................2
2.3 Hasil.............................................................................................. 2
2.4 Kesimpulan................................................................................... 3
BAB III..................................................................................................... 5
BAB IV.................................................................................................... 7
4.1 Kesimpulan........................................................................................ 7
4.2 Saran................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sinusitis merupakan penyakit dengan persentase yang signifikan di dalam
populasi dan dapat menyebabkan morbiditas jangka panjang.
Sinus maksilaris, yang secara anatomi berada di pertengahan antara hidung
dan rongga mulut merupakan lokasi yang rentan terinvasi organisme patogen
lewat ostium sinus maupun lewat rongga mulut. Sinusitis dentogen dapat
mencapai 10% hingga 12% dari seluruh kasus sinusitis maksilaris.
Sinusitis dentogen merupakan salah satu penyebab penting sinusitis kronik.
Dasar sinus maksila adalah prosesus alveolaris tenpat akar gigi rahang atas,
sehingga rongga sinus maksila hanya dipisahkan oleh tulang tipis dengan akar
gigi, bahkan kadang-kadang tanpa tulang pembatas. Infeksi gigi rahang atas
seperti infeksi apikal akar gigi atau inflamasi jaringan periodontal mudah
menyebar secara langsung ke sinus atau melalui pembuluh darah dan limfe.
Penyebab Utama dari sinusitis pada umumnya adalah rhinogenous atau dari
nasal akan tetapi beberapa kasus dilaporakan berasal dari infeksi gigi
( odontogenik sinusitis). Hampir 10 % kasus sinusitis maxilari merupakan
odontogenik sinusitis. Penelitian tentang sinusitis odontogenik yang membahas
tentang clinical features, treatment, pencegahan sangat kurang. Sedangkan
odontogenik sinusitis ini memerlukan penangan yang khusus karna secara
microbiology, patofisiology, dan menegemennya berbeda . Pada studi sebelumnya

insidensi kasus odontogenik sinusitis lebih tinggi pada perempuan. Paling sering
terkena pada umur dekade ke 4. Adapun penyebab dari odontogenik sinusitis
maxilaris adalah caries dan trauma. Odontogenik sinusitis membutuhkan
penanganan sinusitisnya sendiri dan penyebab sumber infeksi giginya tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Hal apa saja yang manjadi faktor resiko seseorang dengan sinusitis
maxilaris odontogen?

Bagaimana karateristik keluhan pasien dengan odontogenik sinusitis?

Pemeriksaan penunjang terbaik apa yang dapat membantu penegakkan


diagnosis sinusitis odontogenik?

Modalitas terapi apa yang terbaik untuk odontogenik sinusitis ?

1.3 Tujuan
Mengetahui hal apa saja yang menjadi faktor resiko seseorang dengan
sinusitis odontogenik

Mengetahui bagaimana karakteristik keluhan pasien dengan odontogenik


sinusitis

Mengetahui Pemeriksaan penunjang terbaik apa yang dapat membantu


penegakkan diagnosis sinusitis odontogenik

Mengetahui modalitas terapi yang terbaik untuk odontogenik sinusitis

1.4 Manfaat
Menambah wawasan kita dalam menangani pasien dengan odontogenik
sinusitis tentang faktor resiko, keluhan, pemeriksaan penunjang, dan modalitas
terapi pada pasien.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Latar Belakang


Penyebab Utama dari sinusitis pada umumnya adalah rhinogenous atau
dari nasal akan tetapi beberapa kasus dilaporakan berasal dari infeksi gigi
( odontogenik sinusitis). Hampir 10 % kasus sinusitis maxilari merupakan
odontogenik sinusitis. Penelitan tentang sinusitis odontogenik yang membahas
tentang clinical features, treatment, pencegahan sangat kurang. Sedangkan
odontogenik sinusitis ini memerlukan penangan yang khusus karna secara
microbiology, patofisiology, dan menegemennya berbeda . Pada studi sebelumnya
insidensi kasus odontogenik sinusitis lebih tinggi pada perempuan. Paling sering
terkena pada umur dekade ke 4. Adapun penyebab dari odontogenik sinusitis
maxilaris adalah caries dan trauma. Odontogenik sinusitis membutuhkan
penanganan sinusitisnya sendiri dan penyebab sumber infeksi giginya tersebut.

2.2 Metode Penelitian

2.3 Hasil
Rasio antara lelaki dan perempua adalah 15 : 12 dimana lelaki lebih
banyak dibandingkan perempuan

Umur insidensi tertinggi pada dekade ke 4

Faktor etiologi penyebab odontogenik sinusitis dapat dilihat pada gambar


dibawah :

Keluhan odontogenik sinusitis dapat dilihat pada table dibawah :

Distribusi gigi yang menjadi sumber infeksi odontogenik sinusitis dapat


dilihat pada tabel berikut:

Modalitas terapi odontogenik sinusitis :

2.4 Kesimpulan
Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan insidensi yang signifikan
antara laki laki dan perempuan. Insidensi tertinggi pada usia dekade ke 4. Tidak
terdapat perbedaan keluhan yang signifikan antara odontogenik sinusitis dan
sinusitis tipe lainnya. Akan tetapi, hampir setiap pasien dengan odontogenik
sinusitis memilki keluhan nasal unilateral. Konsultasi antara rhinologist dan
dokter gigi sebelum melakukan prosedur gigi, sangat diperlukan untuk
mengindentifikasi pasien yang memilki resiko agar dapat mencegah terjadi
odontogenik sinusitis, karna penyebab paling sering dari odontogenik sinusitis
adalah iatrogenik.

BAB III
PEMBAHASAN

Dari studi sebelumnya dilaporkan insidensi pada wanita lebih tinggi, akan
tetapi di studi kami rasio antara laki laki dan perempuan 1,25 : 1, tidak

ada signifikansi.
Pada penelitian sebelumnya umur orang yang lebih rentan terkena
merupakan 3 dekade dan 4 dekade, pada penelitan ini insidensi tertinggi

pada umur dekade 4


Dilaporakan sebelumnya insidensi sinusitis yang dihubungkan dengan
infeksi sangat rendah meskipun seringnya terjadi infeksi gigi. Pada
penelitian ini penyebab paling sering (10 kasus) merupakan komplikasi

akibat implan gigi


Pada penelitian ini kita tidak dapat mendiagnosa odontogenik sinusitis
hanya mengandalkan keluhan pasien, akan tetapi selalu pertimbangkan
sinusitis odontogenik apabila pasien mengeluhkan keluhan unilateral.
Tentu

dilanjutkan

dengan

menanyakan

riwayat

perawatan

gigi,

pemeriksaan radiologi, dan pemeriksaan gigi.


Akar dari molar ke-2 terletak paling dekat dengan bagian bawah sinus
maxilaris, diikuti dengan akar molar gigi ke-1, premolar ke-2, dan
premolar ke-1, hal ini menjelaskan mudahnya penjalaran infeksi dari gigi
tersebut menuju sinus maxiaris. Pada penelitian ini molar ke-2 rahang atas
merupakan sumber infeksi tersering dari sinusitis maxilaris odontogenik

.
CT scan merupakan alat yang sangat baik untuk menegakkan diagnosa
sinusitis. Kita dapat melihat hubungan antara gigi dan sinus maxilaris pada

jaringan yang mengalami defek dan penyakit. Kita juga dapat melihat
lokasi benda asing dengan tepat pada sinus maxilaris.

Pada penelitian ini penyebab paling utama sinusitis odontogenik adalah


komplikasi akibat pemasangan implan gigi. Adapun penyebabnya :
Pemasangan implant yang telalu dekat dengan sinus maxilaris
Migrasi dari implant gigi ke sinus maxilaris
Tipisnya lantai atau bagian bawah dari sinus maxilaris
Karna hal tersebut penelitian ini merekomendasikan untuk persiapan
preoperatif pasien yang sebelumnya memilki gejala sinusitis maxilaris atau
resiko tinggi untuk dilakukan pemeriksaan intranasal dan pemeriksaan
radiologi.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan insidensi yang
signifikan antara laki laki dan perempuan. Insidensi tertinggi pada usia
dekade ke 4. Tidak terdapat perbedaan keluhan yang signifikan antara
odontogenik sinusitis dan sinusitis tipe lainnya. Akan tetapi, hampir setiap
pasien dengan odontogenik sinusitis memilki keluhan nasal unilateral.
Konsultasi antara rhinologist dan dokter gigi sebelum melakukan prosedur
gigi, sangat diperlukan untuk mengindentifikasi pasien yang memilki
resiko agar dapat mencegah terjadi odontogenik sinusitis, karna penyebab
paling sering dari odontogenik sinusitis adalah iatrogenik.
4.2 Saran
Penambahan sampel yang lebih banyak dengan cakupan daerah
yang lebih luas tentu akan memberikan hasil yang lebih akurat dan lebih
dapat di percayai.

DAFTAR PUSTAKA
1. Lopatin AS, Sysolyatin SP, Sysolyatin PG, Melnikov MN.
Chronic maxillary sinusitis of dental origin: is external
surgical approach mandatory? Laryngoscope
2002;112:1056-9.
2. Mehra P, Murad H. Maxillary sinus disease of
odontogenic origin. Otolaryngol Clin North Am
2004;37:347-64.
3. Kretzschmar DP, Kretzschmar JL. Rhinosinusitis: review
from a dental perspective. Oral Surg Oral Med Oral Pathol
Oral Radiol Endod 2003;96:128-35.
4. Timmenga NM, Raghoebar GM, Boering G, van
Weissenbruch R. Maxillary sinus function after sinus lifts
for the insertion of dental implants. J Oral Maxillofac Surg
1997;55:936-9.
5. Kaneko I, Harada K, Ishii T, Furukawa K, Yao K, Takahashi
H, et al. [Clinical feature of odontogenic maxillary
sinusitis--symptomatology and the grade in development
of the maxillary sinus in cases of dental maxillary
sinusitis]. Nippon Jibiinkoka Gakkai Kaiho 1990;93:103440.
6. Ugincius P, Kubilius R, Gervickas A, Vaitkus S. Chronic
odontogenic maxillary sinusitis. Stomatologija 2006;8:448.
7. Lin PT, Bukachevsky R, Blake M. Management of
odontongenic sinusitis with persistent oro-antral fistula.
Ear Nose Throat J 1991;70:488-90.
8. Yoshiura K, Ban S, Hijiya T, Yuasa K, Miwa K, Ariji E, et al.
Analysis of maxillary sinusitis using computed
tomography. Dentomaxillofac Radiol 1993;22:8692.
9. Konen E, Faibel M, Kleinbaum Y, Wolf M, Lusky A,
Hoffman C, et al. The value of the occipitomental
(Waters) view in diagnosis of sinusitis: A comparative

study with computed tomography. Clin Radiol


2000;55:856-60.
10. Regev E, Smith RA, Perrott DH, Pogrel MA. Maxillary
sinus complications related to endosseous implants. Int J
Oral Maxillo fac Implants 1995;10:451-61.
11. Ueda M, Kaneda T. Maxillary sinusitis caused by dental
implants: report of two cases. J Oral Maxillofac Surg
1992;50:285-7.
12. Quiney RE, Brimble M, Hodge M. Maxillary sinusitis from
dental osseointegrated implants. J Laryngol Otol
1990;104:333-4.
13. Gneri P, Kaya A, Caliskan MK. Antroliths: survey of the
literature and a report of a case. Oral Surg Oral Med Oral
Pathol Oral Radiol Endod 2005;99:517-21.
14. Sato K. [Pathology of recent odontogenic maxillary
sinusitis and the usefulness of endoscopic sinus surgery].
Nippon Jibiinkoka Gakkai Kaiho 2001;104:715-20.
15. Iida S, Tanaka N, Kogo M, Matsuya T. Migration of a
dental implant into the maxillary sinus. A case report. Int
J Oral Maxillofac Surg 2000;29:358-9.
16. Block MS, Kent JN. Maxillary sinus grafting for totally
and partially edentulous patients. J Am Dent Assoc
1993;124:139-43.