Anda di halaman 1dari 8

TEKNIK DETEKSI TEKANAN FORMASI

Tekanan formasi merupakan faktor yang berpengaruh dalam operasi pemboran.Jika


faktor tekanan formasi tdk dievaluasi secara tepat akan mengakibatkan problema
pemboran yaitu loss circulation, blowouts, stuck pipe, hole instability dan semuanya
akan berpengaruh terhadap biaya operasi pemboran.
Beberapa metoda untuk menentukan tekanan formasi dapat dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu :
1.Analisa data seismik suatu area tertentu
2.Korelasi offset well, seperti analisa log, evaluasi parameter pemboran, data test atau
produksi
3.Evaluasi secara langsung baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dengan
memonitor parameter pemboran dan logging selama operasi pemboran pada sumur
prospek
Tekanan formasi dapat didefinisikan bahwa tekanan yang bekerja pada fluida formasi
(minyak, gas dan air) dalam ruang pori-pori batuan. Tekanan formasi (Pf) yang normasl
adlah sama dengan tekanan hidrotatiknya sendiri, karena sebagian besar tekanan
overburden ditahan oleh matrik batuan.
Hubungan anatara tekanan formasi, tekanan overburden dan tegangan matrik batua
dapat dinyatakan sbb :

Po = Pf + sv

SKEMATIK ILUSTRASI PENGARUH TEKANAN PORI PD


PERENCANAAN SUMUR
AUTHORITY FOR EXPENDITURE

RIG SELECTION

CASING DESIGN

TUBING DESIGN

CASING SETTING DEPTH

FRACTURE GRADIENT

MUD PLAN

PORE PRESSURE

CEMENT PLAN

Hubungan dari ketiga macam tekanan diatas dpat digambarkan secara sederhana
sbb :

P
S=P+

Overburden stress = pore pressure +


matrik stress
1.0 psi/ft = 0.465 psi/ft + 0.535 psi/ft

Hubungan antara Tekanan Overburden, Tekanan Pori dan


Tegangan Matriks Batuan

Terlihat dari persamaan 1 bahwa ketika tekanan formasi berubah menjadi besar dari
tekanan formasi normalnya, maka tegangan matrik batuan menjadi lebih rendah dari
normalnya. Pada kondisi normal gradient tekanan overburden dianggap sebesar 1.0 psi/ft,
kedalaman dan gradient tekanan formasi sebesar 0.465 psi/ft, maka harga tegangan matrik
batuan adalah :

Sv = (1-0.465) Depth = 0.535 Depth psi ......................................2

Tekanan overburden secara matematis dapatdiyatakan utuk setiap kedalaman, yaitu :

Po = berat (matriks batuan + fluida) / satuan


luas..........................3
Berat matriks batuan = ( 1 )* D.A. ma dan
Berat fluida = *D.A.f

Sehingga persamaan tersebut menjadi :

Po = [D/144] {(1-)*ma + *f}

Pada kondisi lapangan harga gradient overburden (geostatik) dinyatakan dengan


persamaan :

Go =Po/D =(0.052/144){(1-)ma + .f}

Perkiraan tekanan Formasi Berdasarkan Data-Data Acoustic Log

METODA HOTTMAN dan JOHNSON


1. Ploting data acoustic log shale versus kedalaman pada kertas grafik semilog
2. Hubungkan titik-titik langkah pertama sehingga didapat kurva linier (normal trend)
3. Puncak dari daerah formasi yang bertekanan abnormal ditandai dengan dimulainya
penyimpangan arah garis lurus tersebut (abnormal trend)
4. Tentukan penyimpangan waktu interval transit, yaitu dengan mengurangi trend kurva
abnormal dengan normalnya (dengan gambar 1)
5. Tenukan besarnya gradiet tekanan formasi berdasarkan data langkah ke empat
(dengan gambar 2)
6. Tentukan tekanan formasi dengan perkalian FPG dengan kedalaman

Depth

Normal trend

v Abnormal pressure

Travel time ( sec/ft)


Hubungan antara Travel Time versus Kedalaman

Equivalent mud wt, lb/gal

Reservoir fpg, psi/ft

Hubungan antara Differensial Travel Time versus FPG

METODA HAM

Ham menentukan tekanan formasi normal dengan mengadakan penelitian tentang hubungan
antara transit time terhadap kedalaman seperti yang terdapat dalam gambar 6 .

Prosedur penentuannya adalah :


1. Tentukan interval transit time pada total kedalaman sebagai absis dan kedalamannya sebagai
ordinat
2. Hasil langkah pertama dipotongkan pada gambar 6 untuk menentukan tekanan formasi dan
equivalent mud weight dengan metoda interpolasi

Penentuan Tekanan Formasi berdasarkan Data-Data Resistivity


Log
METODA HOTTMAN dan JOHNSON
Prosedur penentuannya adalah :
1. Kecendrungan normal didapat dari hasil ploting resistivity shale versus kedalaman pada kertas
semilog
2. Tentukan pada kedalaman berapa harga resistivity shale menyimpang dari garis
kecendrungan normal gambar 7
3. Tentuka ratio shale normal dengan resistivity shale yang mengalami penyimpangan
(observasi)
4. Dengan menggunakan gamabr 7 dan hasil langkah ketiga dapat ditentukan besarnya gradient
tekanan formasi (FPG)
5. Tentukan besarnya tekanan formasi dengan mengkalikan hasil lankah keempat terhadap
kedalamannya

PENENTUAN TEKANAN FORMASI BERDASARKAN DENSITY LOG

Dlm kurva log density satuannya adalah gr/cc, dan karena energi
yang diterima oleh detektor dipengaruhi oleh matrik batuan
ditambah kandungan fluida yang ada dalam pori2 batuan, maka
satuan gr/cc merupakan besaran bulk density batuan.Tinggi
rendahnya harga densitas batuan disamping dipengaruhi oleh
porositas dan jenis kandungan yang ada dalam pori2, juga
dipengaruhi oleh kekompakan batuan. Meninkatnya kekompakan
batuan berpengaruh terhdap besarnya porositas, yaitu dengan
semakin tinggi harga densitas batuannya.
Perkiraan tekanan formasi berdasarkan data2 dari density log
dikeukakan oleh Ham, Prosedur penentuannya seperti pada data
sonic log dengan gambar 10.