Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini dunia industri sedang berlomba-lomba untuk meningkatkan efisiensi
dan produktivitas guna mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Pengetahuan
tentang hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja guna mencpai
produktifitas dan efisiensi kegiatan industri menjadi sesuatu yang mutlak harus
diketahui oleh perusahaan, contohnya adalah informasi mengenai kemapuan kerja,
sifat kerja, dan keterbatasan kerja manusia ditinjau dari aspek fisiologis,
psikologis, dan lingkungan fisik. Dengan memanfaatkan ilmu ergonomi sebagai
media untuk mendapatkan informasi tersebut, diharapkan industri mampu
membangun sistem kerja yang lebih produktif dan efisien.
Fisiologi kerja adalah pengetahuan mengenai fungsi dalam organisme yang
hidup dimana mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan
kelelahan selama otot bekerja. Dari sudut pandang ergonomi, setiap beban kerja
yang diterima oleh seseorang harus sesuai atau seimbang baik dalam kemampuan
fisik, maupun kognitif, maupun keterbatasan manusia yang menerima beban
tersebut. Psikologi kerja adalah beban yang dialami atau diterima oleh seseirang
ketika ia sedang melakukan pekerjaan. Beban kerja adalah seluruh kegiatan yang
yang diterima oleh sesorang dalam menyelesaikan tugas. Beban tersebut dapat
berupa beban fisik maupun beban mental. Beban kerja dapat dipengaruhi karena
faktor internal seperti jenis kelamin, umur serta kepercayaan juga dipengaruhi
faktor eksternal seperti tugas yang diberikan bersifat fisik dan mental, serta
lingkungan kerja fisik seperti kebisingan, temperatur ruangan serta intensitas
penerangan. Faktor fisiologi, psikologi, dan lingkungan kerja ketiganya
merupakan hal yang saling berkaitan dalam menciptakan kondisi kerja yang
ergonomis.
PT.PTI 1 merupakan perusahaan manufaktur yang sedang membuat produk
miniatur helikopter. Untuk mengetahui beban kerja dan pengaruh lingkungan
fisik yang dialami operator, PT.PTI 1 melakukan penelitian untuk mendapatkan
informasi mengenai pengaruh faktor fisiologi, psikologi dan lingkungan fisik. Untuk

I-2

mengetahui pengaruh fisiologi kerja digunakan metode objektif seperti mengukur


denyut jantung, kemudian di proses dengan perhitungan konsumsi energi dan
%CVL, sedangkan untuk pengukuran psikologi kerja digunakan metode NASA
TLX. Metode ini dipilih karena dianggap metode yang baik yang sudah memiliki
ketentuan baku dalam menentukan beban kerja seseorang.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana tingkat beban kerja mental dengan metode NASA TLX?
2. Berapa nilai konsumsi oksigen, konsumsi energi dan %CVL operator?
3. Bagaimana pengaruh faktor fisiologis, psikologi, dan lingkungan fisik
terhadap kinerja operator?
1.3 Tujuan penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan tingkat beban kerja mental dengan metode NASA TLX.
2. Menghitung nilai konsumsi oksigen, konsumsi energi dan %CVL operator.
3. Mengetahui pengaruh faktor fisiologis, psikologi, dan lingkungan fisik
terhadap kinerja operator.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah pada penelitian psikologi kerja adalah sebagai berikut:
1.

Penelitian dilakukan di Laboratorium Sistem Produksi (LsiPro) Jurusan

2.
3.
4.

Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa


Penelitian dilakukan oleh operator dengan kemampuan average
Penelitian dilakukan oleh kelompok A.
Pengukuran beban kerja yang digunakan adalah metode NASA TLX dan

5.

%CVL.
Aktifitas yang diteliti adalah proses penggurdian atau pelubangan dan proses
grinding atau penghalusan pada pembuatan produk miniatur helikopter.

1.5 Asumsi Penelitian


Adapun asumsi penelitian dari Praktikum Perancangan Teknik Industri 1 (PTI
1) ini adalah sebagai berikut:
1. Denyut nadi maksimum pada operator laki-laki adalah 220 denyut /menit
sedangkan denyut nadi maksimum pada operator perempuan adalah 200
2.

denyut/menit.
Nilai ambang batas untuk pencahayaan pada lingkungan kerja fisik adalah

I-3

3.
4.

200 Lux.
Nilai ambang batas untuk suhu pada lingkungan kerja fisik adalah 20-31C.
Nilai ambang batas untuk kelembaban udara pada lingkungan kerja fisik

5.

adalah 20-80%
Nilai ambang batas untuk tingkat kebisingan pada lingkungan kerja fisik
adalah 91 dB.

1.6 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan dari laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri 1
(PTI 1) meliputi enam bab.
BAB 1

PENDAHULUAN
Bab pertama ini berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah,
tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab kedua berisikan teori-teori yang berhubungan dengan modul
yang dipraktikumkan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


Pada bab ketiga ini berisikan tentang diagram alir dan deskripsi
pemecahan masalah yaitu berupa urutan langkah-langkah penelitian
dari awal hingga penelitian selesai.
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Pada bab keempat ini berisikan tentang pengumpulan data-data yang
telah didapatkan dan pengolahan data berdasarkan data-data yang sudah
dikumpulkan.
BAB V

ANALISA
Pada bab kelima ini berisikan tentang analisa berdasarkan data yang
telah diolah.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN


Bab keenam adalah kesimpulan dan saran, pada bab terakhir ini
menjelaskan kesimpulan dari maksud laporan praktikum perancangan
teknik industri 1, dan saran yang merupakan suatu bentuk pendapat
yang dapat membangun.

I-4

Anda mungkin juga menyukai