Anda di halaman 1dari 13

Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak.

Jadi Filum
Mollusca adalah kelompok hewan invretebrata yang memiliki tubuh lunak. Tubuh
lunaknya itu dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang.
Mollusca yang sudah tidak asing lagi bagi kita adalah siput. Siput merupakan salah satu
Mollusca yang teramsuk ke dalam kelas gastropoda. yaitu berjalan dengan menggunakan
perutnya.
Ciri-ciri Mollusca:
1. Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
2. Habitatnya di ait maupun darat
3. Merupakan hewan triploblastik selomata.
4. Struktur tubuhnya simetri bilateral.
5. Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
6. Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
7. Organ ekskresi berupa nefridia
8. Memiliki radula (lidah bergigi)
9. Hidup secara heterotrof
10. Reproduksi secara seksual
Ciri tubuh Mollusca
Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
1. Kaki
Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian Ventral tubuh yang berotot.
Kaki berfungsi untuk bergerak. Pada sebagian mollusca kaki telah termodifikasi
menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.
2. MassaViseral
Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari mollusca. Di dalam massa
viseral terdapat organ-organ seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi.
Massa viseral dilindungi oleh mantel.
3. Mantel
Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa viseral. Mantel membentuk
suatu rongga yang disebut rongga mantel. Di dalam rongga mantel berisi cairan.
Cairan tersebut adalah tempat lubang insang, lubang ekskresi dan anus.
Sitem syaraf Mollusca terdiri dari cincin syaraf. Sistem syaraf ini mengelilingi esofagus
dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaan mollusca sudah terbilang
lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Mollusca juga memiliki
lidah bergerigi yang berfungsi untuk melumatkan makanan. Lidah bergerigi itu disebut
radula.
Mollusca yang hidup di air bernafas dengan insang yang berada pada rongga mantel.
Cara hidup Mollusca
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggan,
ikan, ataupun mollusca lainnya.
Habitat Mollusca
Mollusca hidup di air maupun di darat. Mollusca yang hidup di air contohnya sotong dan
gurita. Sedangkan yang hidup di darat contohnya Siput.

Reproduksi Mollusca
Mollusca bereproduksi secara seksual. pada umumnya organ reproduksi jantan dan
betina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris). Namun, meski begitu jenis
siput tertentu ada yang bersifat Hermafrodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun
eksternal sehingga menghasilkan telur. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan
pada akhirnya akan menjadi mollusca dewasa.
Klasifikasi Mollusca
Berdasarkan bentuk, kedudukan kaki, cangkang, mantel, dan sistem syarafnya, Filum
Mollusa terbagi menjadi lima kelas yaitu:
1. Polyplacophora

Polyplacophora merupakan satu dari lima kelas dalam filum mollusca. Polyplacophora
memiliki bentuk bulat telur, pipih, dan simetri bilateral. Mulut terletak di bagian anterior
tetapi tidak berkembang dengan baik. Sedangkan anusnya berada di bagian posterior.
Polyplacophora tidak memiliki tentakel dan mata. contoh :Chiton sp.
2. Scapopoda

Hewan jenis ini pada umumnya bercangkang seperti kerucut atau tanduk. Di kedua ujung
cangkang berlubang. Scapopoda biasa hidup di air. contoh: Dentalium vulgare
3.Gastropoda
4.Pelecypoda
5. Cephalopoda

Bila anda mengalami kesulitan dalam mengendalikan hama trisipan (Cerithidae sp)di tambak, atau
keong mas di sawah, jamur (fugi), bakteri dan ragi (yeast) di air payau, jgn kuatir lg, karena
dengan menggunakan Mitrans 45wp (bahan aktif : Fentin Asetat 45% ) bisa mengatasi masalah
anda. dengan cra mencampurkan Mitrans 45wp dengan air, dosis 0.5 -1 kg/ha, sebarkan merata di
seluruh permukaan tambak, atau semprotkan di sawah yang terserang keong mas, selain
mengatasi keong mas, mitrans 45wp jg bisa mengatasi busuk akar dan pertumbuhan vegetativ

pada tanaman padi dan tanaman cabe

MOLUSKISIDA
Moluskisida adalah pestisida untuk membunuh moluska, yaitu siput telanjang, siput setengah
telanjang , sumpil, bekicot, serta trisipan yang banyak terdapat ditambak.
Bekicot dan siput, binatang yang dapat mengeluarkan lender ini mempunyai kebiasaaan hidup
bersembunyai di tempat teduh pada siang hari. Pada malam hari moluska akan mencari makanan
tanaman yang sudah membusuk ataupun yang masih hidup. Berbagai jenis tanaman diserangnya ,
merusak persemaiaan dan tanaman yang baru tumbuh. Dalam perjalanannya meningglkan jejak
berupa lender yang mengkilat. Karena sulit ditemukan disiang hari, maka pengendaliannya biasanya
dengan moluskisida yang berupa umpan beracun.

Fentin Asetat
Nama umum : fentin asetat.
Nama Kimia : triphenyltin asetat.
Berat Molekul : 409
Rumus Molekul:C20H18O2
SnMenurut Pablico and Moody (1991) Fentin asetat adalah senyawa organotinyang
berbentuk kristal padat putih digunakan sebagai fungisida, bakterisida, pengawetkayu,
Fungisida, industri; Herbisida, atraktan serangga, nyamuk dan Moluskisida.Adapun sifat fisik
Fentin Asetat adalah: H-Bond Donor: 0, H-Bond Penerima:2, Obligasi Hitung rotatable: 5,
Titik lebur: 118-122 C, Kepadatan: 1,55 g / cm3,Penyimpanan Temp: Approx 4 C,
Kelarutan air: 28 mg / L (20 C. (Pablico andMoody, 1991)
Gambar 2.2 Gambar Struktur Rumus Ventin Asetat
Struktur rumus:
2.5 Bestnoid 60 WP
Bestnod 60 WP adalah moluskisida yang berbahan aktif fentin asetat 60% yangdiproduksi
oleh PT. Dharma Guna Wibawa dengan nomor pendaftaran: RI.3102/3-2008/T.Bestnod 60
WP merupakan moluskisida racun lambung berbentuk tepung yangdapat disuspensikan
berwarna putih. Moluskisida tersebut untuk mengendalikan siputtrisipan pada
budidaya udang dan ikan bandeng ditambak.
Gambar 2.3 Gambar Bestnoid 60 WP

VALLIO 45 WP (Fentin asetat 45 %)

VALLIO 45 WP adalah moluskisida racun lambung berwarna putih, berbentuk tepung yang
dapat diemulsikan untuk mengendalikan siput trisipan pada budidaya udang dan ikan
bandeng di tambak.
Keunggulan

Mengandung bahan aktif Fetin Asetat yang sangat efektif mengendalikan siput
terutama siput trisipan

APLIKASI MUDAH baik dengan cara ditebar, disemprotkan atau disiram ataupun
dipercikan ke dalam lahan/tambak

Tidak berbahaya bagi ikan atau udang yang dibudidayakan


MUDAH LARUT dalam air dan relatif stabil terhadap cahaya, suhu dan kondisi
lapangan

Tetap AMPUH baik digunakan di air tawar maupun diair payau

STABIL dan efektif pada berbagai kondisi dan ketinggian air

Penggunaan Terdaftar
Padi
Siput murbei : Pomacea canaliculata (Penyemprotan vol. tinggi :375 500 g/l)

Debesttan 60 WP

Kegunaan / Untuk mengatasi :


Siput trisipan Cerithidea sp., Siput murbei Pomaceae cannaliculata

Spesifikasi
1.

Jenis :
Moluskisida

2.

Active Ingredients :
Fentin acetate 60 %

3.

Target :
Tambak udang windu dan ikan bandeng, Padi

Keong murbei (Pomacea sp.) yang ada di Indonesia berasal dari perairan Amazon di
Brasilia. Tujuan mendatangkan keong ini adalah untuk produkai dagingnya karena
pertumbuhannya yang cepat dan pengembangbiakannya yang pesat. Tumbuhan air
ganggeng (Hydrilla vertigillata) merupakan makanan kesukaan keong murbei. Dalam sehari
keong-keong muda mampu makan ganggang sebanyak 56-70 % bobot tubuhnya. Dengan
pemberian pakan ini keong-keong muda tersebut memiliki laju pertumbuhan berdasar
tambahan tinggi cangkang sebesar 0.27- 0.33 mm/hari dan berdasar tambahan bobot
biomassa sebesar 0.15-0.21 gr/hari. Kemampuan reproduksinya. cukup tinggi dengan
Jumlah telur sekitar 1000 butir/ gumpalan dan daya tetas sebesar 50 %. Mobilitas keong
sangat besar terutama di malam hari dengan masa istirahat (berdiam diri) hanya 3 jam
sehari. Keong tahan terhadap kekeringan dengan tingkat kematian hanya sebesar 3-15 %
setelah mengalami kekeringan untuk seiama 20 hari. Selain itu keong mampu beramativasi
untuk 3bulan dengan tingkat kehidupan 70-80 % Berdasar pada temuan-temusn ini
diperkirakan keong murbei akan mampu hidup den berkembangbiak dengan baik di perairan

rawa. Kemungkinan populasi keong murbei ini untuk bersaing dengan keong-keong asli (Pila
spp.) adalah kecil mengingat akan ketersediaan pakan berupa tumbuhan (gulma) air yang
cukup banyak di perairan tersebut.
Sejarah Dan Siklus Hidup Keong Mas
Keong mas disebut juga siput murbai atau bahasa latinnya Pomacea canaliculata Lamarck,
adalah salah satu keong yang cangkangnya berwarna kuning dengan perkembangan yang relatif
cepat. Dulunya keong ini berasal dari Amerika Selatan (Argentina, Suriname, Brasilia dan
Guatemala) dan salah satu negara yang mengimpor keong ini adalah Filipina yaitu antara tahun
1982 sampai tahun 1984 melalui taiwan. Tujuan mendatangkan keong ini adalah untuk
memanfaatkan nilai gizi yang tinggi sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Sedangkan
Indonesia mengintroduksi keong ini sekitar tahun 1981 sebagai hewan peliharaan akuarium di
daerah Jogjakarta. Pada tahun 1985-1987, hewan ini berkembang dengan cepat dan populer
sehingga menjadi hama yang merusak tanaman padi.
Binatang ini suka hidup di daerah yang berair dan berlumpur seperti di sawah, saluran irigasi,
rawa-rawa, pematang. Pada musim kemarau mereka masuk ke dalam tanah dan bisa bertahan
hidup sampai 6 bulan, dan kemudian mereka aktif kembali setelah tanah diairi lagi. Beberapa
sumber mengatakan bahwa keong ini dapat bertahan hidup di air yang mengandung limbah
dengan kadar oksigen yang sedikit
Berikut ini adalah photo-photonya:

Gambar Telur Keong Mas pada batas lahan

Gambar Keong Mas pada lahan sawah


Menurut salah satu sumber mengatakan kalau keong mas ini berkelamin tunggal dan dapat
melakukan perkawinan sepanjang musim, dengan produktifitas telurnya sebanyak 1000-1200
butir telur tiap bulan.

Gambar Keong Mas sedang bertelur

Gambar Siklus Hidup Keong Mas


Keong mas bertelur pada malam hari. Telurnya di letakan pada tanaman padi, pada galengan
sawah, ranting atau lainnya. Kemudian setelah sekitar 7-14 hari telur tersebut menetas. Keong
mas muda ini angsung turun ke air/sawah dan mulai mencari makan sendiri. Dari mulai menetas
ini sampai berumur 59 hari, keong mas ini sangat rakus menyantap tanaman padi, rumput atau

tumbuhan yang hidup di sekitarnya. Pada umur 60 hari, keong mas sudah siap untuk kawin lagi.
Dan terus berlanjut sampai umur 3 tahun.

Gambar Keong Mas Betina Dan Jantan


Tutup rumah siput (operculum) siput murbai betina) (a1) berwarna putih cekung dan yang jantan
cembung (a2).
Tepi mulut rumah siput betina dewasa melengkung kedalam (b1), sedangkan tepi rumah siput
yang jantan melengkung keluar (b2).Berdasarkan penelitian yang dikerjakan oleh MS Dela Cruz,
RC Joshi, dan AR Martin.
Setelah dewasa keong mas mempunyai cangkang sebesar 4 cm dan berat 10 gram sampai 20
gram. Pertumbuhannya dipengaruhi oleh jumlah makanan yang dikonsumsi nya. Apabila
makanannya kaya akan kalsium, maka cangkangnya akan besar dan keras serta tebal.
Pengendalian Keong Mas
Karena keong mas dapat menyerang tanaman padi baik yang masih di persemaian ataupun
yang baru dipindah langsung ke sawah, menurut Ismon (2006) dengan populasi 10-15 per m2
keong mas mampu menghabiskan padi muda selama 3 hari. Maka hama keong mas ini dapat
mengurangi potensi hasil panen petani. Sehingga hama keong mas perlu di singkirkan.
Musuh alami dari keong ini adalah semut merah, tikus, bebek. Semut menyukai telor keong mas.
Tikus sangat menyukai daging keong mas. Dan bebek sangat menyukai keong ini karena banyak
mengandung protein.
Berikut adalah cara yang harus dilakukan agar tanaman kita terbebas dari serangan hama keong
yaitu:
Menghancurkan telornya dengan memasang/menancapkan bambu di lahan persawahan
sehingga keong bertelor di bambu tersebut, kemudian dihancurkan. Induknya diambil secara
manual, yaitu dengan cara memasang perangkap dengan daun pepaya atau daun lain yang
disukainya (misal: eceng gondok, ganggang, rumput bebek, daun pisang). Setelah Keong mas
berkumpul pada sekitar daun pepaya baru di masukan ke dalam karung, dagingnya bisa
dimanfaatkan sebagai makanan ternak atau sumber protein bagi manusia.
Dengan cara diambil secara langsung tanpa di beri umpan, menyisir lahan persawahan secara
keseluruhan hingga keong mas terambil semua, cara ini relatif lebih lama karena keong mas
menyebar pada lahan persawahan.

Membunuh keong mas dengan cara di racun. Caranya bisa dengan tanaman yang bersifat racun
seperti: kulit batang gugo [Entada phaseikaudes K Meer], daun tubangkamisa, daun sembung
[Blumea balsamifera], daun tuba, daun eceng [Monochoria vaginalis], daun tembakau [Nicotiana
tabacum L], daun calamansi atau jeruk [Citrus microcarpa Bunge], akar tubli, daun (batrawali)
makabuhay [Tinospora rumphii Boerl], daun starflower (Calotropis gigantis), daun nimba
[Azadirachta indica], asyang [Mikania cordata] dan cabe merah.

Gambar tanaman yang beracun bagi keong mas atau dengan cara di semprot pakai obat anti
keong/moluskisida yang sudah banyak di jual di pasaran.

BESTNOID 60 WP (Fentin Asetat 60 %)

Bestnoid 60 WP adalah moluskisida racun lambung berwarna putih, berbentuk tepung yang dapat diemulsikan
untuk mengendalikan siput trisipan dan siput murbei pada budidaya udang dan ikan bandeng serta tanaman
padi.