Anda di halaman 1dari 1

Pengertian Evaluasi

Evaluasi berasal dari Bahasa Inggris, evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. Menurut
Suharsimi Arikunto, evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang
bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif
yang tepat dalam mengambil keputusan. Djudju mengartikan evaluasi sebagai suatu kegiatan
untuk mengetes tingkat kecakapan seseorang atau kelompok orang.
Nitko & Brookhart (2007) mendefinisikan evaluasi sebagai suatu proses penetapan nilai yang
berkaitan dengan kinerja dan hasil karya siswa. Evaluasi menurut Griffin dan Nix (1991) adalah
judgment terhadap nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Menurut definisi ini kegiatan
evaluasi selalu didahului dengan kegiatan pengukuran dan penilaian. Menurut Tyler (1950)
evaluasi adalah proses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai.
Semua kegiatan mengajar belajar perlu dievaluasi. Evaluasi dapat memberi motivasi bagi guru
maupun siswa, mereka akan lebih giat belajar, meningkatkan proses berpikirnya. Dengan
evaluasi guru dapat mengetahui prestasi dan kemajuan siswa, sehingga dapat bertindak yang
tepat bila siswa mengalami kesulitan belajar (Slameto, 2003).
Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki,
dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi. Evaluasi terhadap
siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai.
Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka
sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri
mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha
lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Mereka akan merasa malu
jika kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi
terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta
membantu siswa meningkatkan keberhasilannya. Oleh karena itu, untuk mempengaruhi hasil
belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang
dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain :
a. Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa.
b. Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera meniginformasikan hasil
evaluasi kepada siswa.
c. Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri.
d. Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman.
Evaluasi sering dianggap sebagai kegiatan akhir dari suatu proses kegiatan. Evaluation is often
considered to be the final step in overall process, demikian diungkapkan Miller (1985). Secara
singkat evaluasi dapat didefinisikan sebagai proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui
pencapaian belajar kelas atau kelompok. Hasil evaluasi diharapkan dapat mendorong pendidik
untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih baik dan mendorong peserta didik dapat belajar
lebih baik.
Kepustakaan:
Arikunto,
Suharsimi.
2006.
Dasar-dasar
Evaluasi.
Jakarta:
Bumi
Aksara
Djudju Sudjana. 2004. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Remaja Rosda
Karya
Rasyid, Harun & Mansur. 2007. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: CV. Wacana Prima
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta