Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ANTROPOLOGI HUKUM

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015


Nama : Ridho Aditya Nugroho
NIM

1.

: 120710101238

Ada berapa teori kekuatan mengikat dari hukum dalam antropologi hokum termasuk
syarat syarat suatu peraturan disebut hokum.
a) Sebut dan Jelaskan teori yang dikemukakan oleh Bronislaw Malinowski?
Teori teori fungsional dalam ilmu antropologi mulai dikembangkan oleh Bronislaw
Malinowski (1884-1942). Malinowski tertarik akan penggunaan praktis dari ilmu
antropologi dalam meneliti dan mengatur proses perubahan kebudayaan dalam meneliti
dan mengatur proses perubahan kebudayaan tradisional bangsa-bangsa Afrika, Asia, dan
Oseania, akibat pengaruh kebudayaan Eropa, dan mencurahkan perhatian penuh terhadap
antropologi terapan dalam administrasi kolonial yang disebutnya practical anthropology,
serta masalah-masalah yang ada sangkut pautnya dengan perubahan kebudayaan atau
culture change. Ia mengembangkan suatu kerangka teori baru untuk menganalisa fungsi
dari kebudayaan manusia, yang disebutnya suatu teori fungsional tentang kebudayaan,
atau a functional theory of culture. Hal unik dari etnografi Maliowski adalah ia
menggambarkan hubungan berkait antara sistem kula dengan lingkungan alam sekitar
pulaupulau serta berbagai macam unsure kebudayaan dan masyarakat penduduknya. Ia
mensyaratkan bagi penulisan etnografi yang bermutu dan professional, yaitu dengan
penguasaan bahasa lokal terhadap para peneliti lapangan. Ia juga mensyaratkan suatu
usaha untuk mengumpulkan dan mencatat sebanyak mungkin kasus konkret mengenai
sebanyak mungkin unsur kehidupan ekonomi, sosial, keagamaan, dan kesenian.
Malinowski membedakan antara fungsi sosial dalam tiga tingkat abstraksi :
1.
Fungsi sosial dari suatu adat, pranata sosial pada tingkat abstraksi pertama
mengenai efeknya terhadap adat, tingkah laku mausia, dan pranata sosial yang lain dalam
masyarakat.

2.

Pada tingkat abstraksi kedua mengenai efeknya terhadap kebutuhan suatu adat atau

pranata lain utnuk mencapai maksudnya, seperti yang dikonsepsikan oleh warga
masyarakat yang bersangkutan.
3.
Tingkat abstraksi yang ketiga mengenai efeknya terhadap kebutuhan mutlak untuk
berlagsungnya secara terintegrasi dari suatu sistem sosial yang tertentu.
Malinowski pernah mempersoalkan azas dari aktifitas pengendalian sosial atau hukum.
Berikut adalah analisisnya :
1.
Dalam masyarakat modern, tata tertib kemasyarakatan dijaga oleh sistem
pengendalian sosial yang bersifat memaksa, yaitu hukum.
2.
Dalam masyarakat primitif, alat-alat kekuasaan serupa itu kadang-kadang tidak ada
3.
Apakah dalam masyarakat primitif tidak ada hukum? Bagaimana suatu masyarakat
serupa itu dapat menjaga tata tertib?
Dalam masyaraka primitif ada kecondongan naluri antara individunya untuk secara
spontan taat kepada adat istiadat. Namun pendirian ini ditentang oleh Malinowski,
menurutnya berbagai macam sistem tukar menukar yang ada di masyarakat serupa itu
merupakan daya pengikat dan daya gerak dari masyarakat. Sistem menyumbang untuk
menimbulkan kewajiban membalaas itu merupakan suatu dasar yang mengaktifkan
kehidupan masyarakat yang disebutnya dengan prinsip timbal balik. Suatu pendirian
penting dari Malinowski adalah mitologi atau himpunan dongeng-dongeng suci dalam
masyarakat.
Teori Fungsional tentang Kebudayaan. Dalam buku Malinowski A Scientific Theory of
Culture and Other Essays (1994), ia menggembangkan tentang fungsi unsur-unsur
kebudayaan yang sangat kommplex. Inti dari teori itu adalah pendirian bahwa segala
aktivitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan suatu rangkaian dari
sejumlah kebutuhan naluri makhluk manusia yang berhubungan dengan seluruh
kehidupannya.
Malinowski tentang Perubahan Kebudayaan. Pada akhir hidupnya ia berhasil menulis
sebuah buku yang berjudul The Dynamucs of Culture Change, An Inquiry into Race
Relation in Africa (!945). Dalam buku itu mengajukan suatu metode untuk mencatat dan
menganalisa sejarah dan proses-proses perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat
yang hidup.
b) Kapan hokum itu bersifat mengikat menurut Malinowski?
Menurut Malinowski kekuatan mengikat itu terwujud dari adanya hubungan timbal balik
karena proses tukar menukar jasa. Kekuatan mengikat itu didasarkan pada adanya hak

untuk saling menuntut dalam hubungan yang bersifat ganda. Kekuatan mengikat itu
bertambah kuat dengan adanya upacara dalam proses transaksi, karena dengan diadakan
upacara berarti umum mengetahui dan terbuka mengemukakan pendapatnya.
c) Apa perbedaan antara : Malinowski dengan Leopold pospisil?
Malinowski : Teori yang dikembangkan Malinowski terhadap hukum adalah adanya
prinsip timbal-balik (principle of reciprocity) dan prinsip publisitas (principle of
publicity) yang secara empiris berlangsung dalam kehidupan masyarakat, maka semua
bentuk masyarakat betapapun sederhananya memiliki hukum dalam bentuk mekanismemekanisme yang diciptakan untuk menjaga keteratuan sosial atau sebagai sarana
pengendalian sosial.
Leopold Pospisil : Teori yang dikembangkan Pospisil terhadap hukum adalah wewenang
(authority), tujuan agar hukum diperlakuakn secara universal (intention of universal
application), hak dan kewajiban (obligation), dan sanksi (sanction).
2.

Dalam ilmu hokum dikenal dengan ilmu ilmu pendukung seperti : antropologi hokum,
sosiologi hokum, psikologi hokum, perbandingan hokum, dan sebagainya. Sebutkan
persamaan dan perbedaan antara : sosiologi hokum antropologi hokum, sbb :
Persamaan Sosiologi hukum dan Antropologi hukum adalah sama-sama dari aspek
kebudayaan, mengakaji hukum secara empirik, keduanya mengkaji hukum yang hidup
dalam masyarakat (the living law) jeremy bentham. Keduanya merupakan ilmu bantu
hukum.
Perbedaan Sosiologi Hukum dan Antropologi Hukum :

Perbandingan
Paradigma
Sifat

Antropologi Hukum
Sosiologi hukum
Teori Modern / Kontemporer
interpretatifism
Strukturalisme
Homogen
Heterogen

Masyarakat
Tataran
Ruang Lingkup
Metode

Sempit
Mikro
Etnografi, etnologi, Antropologi

Teori Klasik

menggunakan penelitian
Pada zaman Plato 2000 tahun Pada zaman desain simone 200tahun

Sejarah

lalu
setelah abad pertengahan
Mempelajari masyarakat kuno Mempelajari masyarakat modern /

Luas
Makro
Menolak ilmu metafisika sehingga

Tujuan
Orientasi
3.

/pedasaan
Kualitatif
Sederhana

perkotaan
Kuantitatif
Kompleks

Sebut dan jelaskan ruang lingkup/objek kajian antropologi hukum.


a) Menurut teori yang dikemukakan Paul Bohannan :
Hukum sebagai sarana pengendali soaial = penjaga malam
Perumusan mengenai hukum yang berlaku secara lintas budaya (di berbagai kebudayaan
= pluralism hukum)
Sebagai sarana penyelesaian sengketa
b) Menurut teori yang dikemukakan Leopold Pospisil :
Atribut hukum ini digunakan untuk membedakan antara norma hukum dan yang bukan

hukum.
Atribut hukum

1)

otoritas

legal,

2)

maksud

penerapan

universal,

3)

obligation/wewenang dan, 4) sanksi = atribut hukum sebagai objek kajian antropologi


hukum.
4.

Dari teori teori yang dikemukakan oleh teori teori antropologi hukum ditemukan
bahwa dalam masyarakat yang sangat sederhana sekalipun ada hukumnya.
a. Apa yang membedakan norma hukum dengan norma bukan hukum?
Perbedaan norma hukum dengan norma bukan hukum yaitu sebagai pengendali sosial
yang bersifat memaksa dan untuk menyelesaikan sengketa.
b. Apa yang dimaksud dengan teori reciprocity? Berikan contohnya;
Teori reciprocity merupakan teori timbal balik di dalam masyarakat, seperti contoh; di
mana di masyarakat trobiand terjadi sistem penukaran barang dan benda. Dimana hal
inilah yang mengaktifkan hubungan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang
lain.
c. Siapa pencetusnya? Bronislaw Malinowski
d. Apa dampak dari teori reciprocity itu terhadap perkembangan ilmu hukum?
Durkheim mengemukakan bahwa ikatan solidaritas mekanis, yang dijumpai pada
masyarakat yang masih sederhana, laksana kohesi antara benda-benda mati, sedangkan
ikatan solidaritas organis, yang dijumpai pada masyarakat yang kompleks, laksana kohesi
antara organ hidup. Pernyataan seperti ini mencerninkan penganutan analogi organis
aggapan mengenai adanya persamaan tertentu antara organis biologis dengan
masyarakat. Analogi organis merupakan suatu cara memandang masyarakat yang banyak
kita jumpai dikalangan penganut teori fungsionalisme. Gambaran yang disajikan

Dahrendorf mengenai pokok-pokok teori fungsionalisme adalah sebagai berikut :


1.Setiap masyarakat merupakan suatu struktur unsur yang relatif gigih dan stabil.
2.Mempunyai struktur unsur yang terintegrasi dengan baik
3.Setiap unsur dalam masyarakat mempunyai fungsi, memberikan sumbangan pada
terpeliharanya masyarakat sebagai suatu sistem.
4.Setiap struktur sosial yang berfungsi didasarkan pada consensus mengenai nilai
dikalangan para anggotanya.
Fungsionalisme Durkheim ini tetap bertahan dan dikembangkan lagi oleh dua orang ahli
antropologi abad ke 20, yaitu Bronislaw Malinowski dan A.R Radcliffe- Brown.
Keduanya dipengaruhi oleh ahli-ahli sosiologi yang melihat masyarakat sebagai
organisme hidup, dan keduanya menyumbang buah fikiran mereka tentang hakikat
analisa fungsional yang dibangun diatas model organis. Di dalam batasannya tentang
beberapa konsep dasar fungsionalisme dalam ilmu-ilmu sosial, pemahaman Radcliff
Brown [1976: 503-511] mengenai fungsionalisme merupakan dasar fungsional
kontemporer.
5.

Menurut Soerjono Soekanto ada 2 bentuk hokum yaitu Normwissenschaften dan


Tatsaschenwissenschaften.
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kedua istilah tersebut diatas.
Normwissenschaften : sisi hukum yang normatif dikaji melalui ilmu hukum normatif /
doktrinal / dogmatik hukum.
Tatsaschenwissenschaften : sisi hukum yang empirik dikaji melalui ilmu hukum empirik.
Contoh pasal 362 KUHP tentang pencurian pasal ini tidak akan berfungsi jika tidak ada
peristiwa pencurian / perbuatan seseorang yang mencuri.
b. Sebut dan jelaskan pula bidang hokum dari masing masing kategori hokum itu.
Normwissenschaften : ilmu hukum normatif
- Law In Books, Law in idea
- Pasal 15 AB selain pengecualian pengecualian yang ditetapkan mengenai orang
orang indonesia dan orang orang yang dipersamakan, maka kebiasaan tidak
-

merupakan hukum kecuali apabila UU menetapkan demikian


RECHT REINE LEHRE = HANS KELSEN, JOHN AUSTIN, L.A. HART
LEGISME

Tatsaschenwissenschaften : ilmu hukum empirik


-

Law In Society
Law In Action

6.

- Law In social behavior


- Sosiologis = sociological yurisprudence
- Fictie Hukum
Masing masing bidang hokum memberikan pengertian tertentu tentang hokum, seperti
sosiologi hukum, psikhologi hokum dan seterusnya.
a. Apa pengertian hokum menurut antropologi hokum ?
Pengertian hukum menurut antropologi hukum, Hukum adalah law as a great
antropological document, hukum hasil dari cipta karsa dan rasa manusia cipta adalah
hasil perenungan / hasil karya filsafatis manusia melalui proses intuisi, permenungan atau
perenungan. Sebagai hasil perenungan maka hasil akhirnya adalah hakekat yaitu hakekat
hukum sebagai hasil cipta, karsa dan rasa manusia.
b. Apa yang dimaksud dengan pengertian atau definisi law as a great antrhopological
document?
law as a great antropological document adalah hukum dari renapan hasil karya agung
manusia yang didokumentasikan atau dilestarikan, diwariskan dari generasi ke generasi