Anda di halaman 1dari 2

Panduan Untuk Importir Baru

6.

Hubungi

PPJK

(Perusahaan

Pengurusan

Kepabeanan) untuk proses transfer data PIB secara


elektronik dengan modul PIB ke Sistem Komputer Pelayanan
oleh

permintaan

PPJK

untuk

dan

importir

mendapatkan

yang

modul

mengajukan
PIB,

dengan

memperhatikan tingginya volume importasi. Modul tersebut

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI


KANTOR WILAYAH DJBC BANTEN

KPPBC Tipe Madya Pabean

disediakan oleh Pihak ketiga yakni PT. EDI Indonesia.


Importir dapat bekerja sama dengan PPJK yang telah

Soekarno Hatta

teregistrasi sebagai PPJK, info lebih lengkap dapat dilihat di

Area Kargo Bandara Soekarno Hatta

http://www.beacukai.go.id/ menu Publikasi PPJK.


7.

Lakukan Pembayaran Bea Masuk dan Pajak Dalam


Rangka Impor (PDRI) melalui Bank Devisa Persepsi
dengan dokumen SSPCP (Surat Setoran Pabean, Cukai dan
Pajak). Data SSPCP akan dikirim secara elektronik ke Kantor
Kas Negara dan ke SKP, kemudian setelah itu SKP akan
melakukan proses rekonsiliasi antara data SSPCP dengan data
This is a good place to briefly describe
PIB.

8.
9.

REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

(SKP) Bea dan Cukai. Sebagai informasi, modul PIB hanya


dimiliki

KEMENTERIAN KEUANGAN

s
custom

Jasa

Kotak Pos 1023 Cengkareng 19111


Telp : (021) 5502056, 5502072 Fax : (021) 5502105

Customer Care Service

products
or services.
This descripTransferyour
Data
PIB oleh
PPJK;
tion
should
effectively
summarize
Menyerahkan Hardcopy PIB dan Dokumen Pelengkap
your organization offers. It
Pabean what
ke Loket Penerimaan Dokumen dengan mendapat
typically does not include sales copy.
tanda terima;

Seksi Penyuluhan dan

10. Proses Pemeriksaan Barang oleh Petugas Pemeriksa


Lorem ipsum dolor sit amet, consecBarang;
tetuer adipiscing.
11. Proses Penelitian Kebenaran Klasifikasi dan Nilai
Pabean oleh Petugas Fungsional Pemeriksa Dokumen

Lantai Dasar Gedung A

(PFPD) sesuai hasil pemeriksaan fisik barang. Jika PFPD

Info Lebih Lanjut

Layanan Informasi

Telp : 021-5501309 / 33065906


email : pli_sh@yahoo.co.id

menetapkan bahwa self assesment yang diberitahukan di PIB


terkait klasifikasi dan nilai pabean adalah sesuai dengan hasil

Seksi Kepatuhan Internal

pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen, maka PFPD akan


memberikan persetujuan atas pengeluaran barang impor
(SPPB); namun jika PFPD menetapkan tarif dan nilai pabean
lebih tinggi dari yang diberitahukan di PIB, maka terhadap
ketidaksesuaian tersebut, akan dikenakan tambah bayar BM

Telp : (021)-5501308
Pengaduan
Perilaku
Pegawai

SMS : 085286611900
email : kepatuhan2008@gmail.com

dan PDRI serta sanksi administrasi berupa denda (karena


kesalahan nilai pabean), serta harus dilakukan pelunasan
terlebih dahulu sebelum diterbitkan SPPB (Surat Perintah
Pengeluaran Barang);

12. Pengeluaran Barang Impor dari Kawasan Pabean ke


peredaran bebas.

Bersama Kita Wujudkan


KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta
Menjadi Lebih Baik

PLI 04
Informasi Kepabeanan dan Cukai

IMPOR UMUM melalui KARGO atau melalui PJT > 100 kg


Siapa Sajakah Importir Baru dimaksud ?

Pengecualian Kewajiban Persyaratan Memiliki

Badan Hukum (misalnya : Perseroan Terbatas, CV, Yayasan,

National Single Window) oleh instansi penerbit untuk dilakukan proses

API dan NIK


a) Barang impor sementara / promosi / kiriman / pindahan / barang
contoh yang tidak untuk diperdagangkan;

Koperasi dll);

Perijinan/Lartas tersebut harus diunggah ke Portal INSW (Indonesia

Instansi Pemerintah/Lembaga Negara;

b) Barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu


pengetahuan;

Perguruan Tinggi/Universitas;
Perwakilan Kedutaan Besar Asing;

c) Barang hibah, hadiah, untuk keperluan ibadah umum, amal, sosial,

Perwakilan Badan Internasional.

kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam;


d) Barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali untuk

Apa yang dimaksud dengan Kargo ?


Kargo dimaksud adalah proses pengiriman barang melalui moda
transportasi udara yang kemudian ditimbun di Tempat
Penimbunan Sementara (TPS) di Kawasan Pabean Bandara
Soekarno Hatta, yang bukan dikelola oleh PJT atau oleh PT. Pos
Indonesia, sementara menunggu penyelesaian lebih lanjut.

perbaikan / pengujian / ditolak pembeli di LN, yang jumlahnya paling


banyak sama dengan jumlah pada saat diekspor sesuai dgn PEB
(Pemberitahuan Ekspor Barang);
e) Barang yang merupakan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang
menggunakan anggaran pemerintah;
f) Barang untuk keperluan instansi pemerintah / lembaga negara lainnya
yang diimpor sendiri oleh instansi / lembaga tersebut;

Apa yang dimaksud dengan PJT ?

g) Barang perwakilan negara asing / badan internasional dan para

PJT (Perusahaan Jasa Titipan) adalah perusahaan yang


memperoleh ijin usaha titipan dari instansi terkait
serta
memperoleh persetujuan untuk melaksanakan kegiatan
kepabeanan dari Kepala Kantor Pabean.

Persyaratan Importir
1. Mempunyai NPWP (Nomor Pengenal Wajib Pajak) yang
diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, kecuali Perwakilan
Kedutaan Besar Asing dan Badan Internasional;
2. Mempunyai API (Angka Pengenal Importir) yang diterbitkan
oleh Kementerian Perdagangan atau Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Tingkat Provinsi (untuk Importir Umum) atau
Badan Koordinasi Penanaman Modal (untuk Importir
Produsen) yang masih berlaku sesuai Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor : 27/MDAG/PER/5/2012 jo. 59/
MDAG/PER/9/2012 tentang Angka Pengenal Importir;
3. Mempunyai NIK (Nomor Identitas Kepabeanan) yang
diterbitkan oleh Tim Registrasi Kantor Pusat Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai melalui proses registrasi kepabeanan,
info lebih lengkap bisa dilihat http://www.beacukai.go.id/
menu Registrasi Kepabeanan.

pejabatnya yang bertugas di Indonesia;


Importasi barang yang termasuk poin a,b,c,d dapat dilakukan setelah
importir mengajukan permohonan impor tanpa API dan NIK dan telah

Barang). Info lengkap tentang Lartas dapat dilihat di

http://

eservice.insw.go.id/ menu Lartas Information.


3. Meyakini Kebenaran Data Manifest,

yakni kesesuaian antara

data-data yang tertera di BC 1.1 (data manifest yang dikirimkan oleh


Ground Handling Airline ke BC) dengan data AWB, yakni sbb :

nomor, merek, ukuran, jumlah dan jenis kemasan / barang curah;


consignee dan/atau notify party;
penggabungan pos BC 1.1;
kesalahan data lainnya atau perubahan pos BC 1.1;

Jika ada perbedaan antara data yang tertera pada BC 1.1 dengan data
AWB, maka Pihak Ground Handling Airline atau Pihak Lain yang
bertanggung jawab, harus mengajukan permohonan perbaikan data
BC 1.1. kepada Kepala KPPBC TMP Soekarno Hatta disertai data
pendukung, sebelum barang dikeluarkan dari kawasan pabean;
4. Dapatkan Dokumen Pelengkap Pabean atas barang yang dikirim

mendapat persetujuan dari Kepala KPPBC TMP Soekarno Hatta,

dari LN yakni : AWB (Airway Bill), Invoice, Packing List, Polis


Asuransi Dalam atau Luar Negeri, Form SKA (Surat Keterangan Asal)

sedangkan untuk poin e,f,g tidak perlu mengajukan permohonan.

seperti Form D, Form JIEPA, Form AK, Form E dll jika ada;

Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Dalam Mengimpor

5. Dapatkan Skep Pembebasan Bea Masuk dari Direktur Jenderal

Barang via Kargo atau Barang Kiriman Melalui PJT >100 kg

Bea dan Cukai a.n. Menteri Keuangan sesuai Pasal 25 dan 26 UU

1. Mengetahui Informasi Pos Tarif (HS Code) untuk mengetahui tarif

Kepabeanan No.10/1995 jo. UU No.17/2006 atas barang impor

bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta perijinan terkait, sesuai
Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2012, info lengkap dapat

a) kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah umum, amal,

antara lain sbb :

dilihat di http://eservice.insw.go.id/ menu HS Code Information;

sosial, atau kebudayaan atau untuk penanggulangan bencana;

2. Memastikan Kelengkapan Dokumen Perijinan Terkait atas barang

b) keperluan museum, kebun binatang, dan tempat lain semacam itu


yang terbuka untuk umum;

yang diimpor (Ketentuan Larang dan Pembatasan), contoh :

impor barang bukan baru membutuhkan perijinan : Persetujuan


Impor dari Kemendag dan Laporan Surveyor dari PT. Surveyor
Indonesia/PT. Sucofindo pada saat pemuatannya di negara asal;

impor obat, makanan, kosmetik, bahan baku obat dan suplemen


kesehatan dan pangan olahan harus mendapat perijinan berupa SKI
(Surat Keterangan Impor) dari BPOM;

impor tanaman dan produk hewani harus mendapat perijinan


1

cross check secara sistem dengan data PIB (Pemberitahuan Impor

dari Pihak Karantina terkait.

c) keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan;


d) keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang cacat lainnya;
e) persenjataan, amunisi, dan perlengkapan militer, termasuk suku
cadang yang diperuntukkan bagi keperluan hankam;
f)

barang contoh yang tidak untuk diperdagangkan;

g) dan lain-lain.
Info lengkap hubungi Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat
DJBC no telepon (021) 4890308 ext. 326.