Anda di halaman 1dari 1

Profil Arteriography di Rumah Sakit Umum Daerah

dr. Zainoel AbidinTahun 2014 - 2015


Arfan Asmadi1, Yopie A. Habibie2
1.Residen Bedah Umum, Dept. Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran,Universitas Syiah Kuala, RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
2. Staf Subdivisi Bedah Thorak Kardiovascular, Dept. Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran,Universitas Syiah Kuala, RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Abstrak

Pendahuluan. Penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD) merupakan suatu
kondisi adanya lesi yang menyebabkan aliran darah dalam arteri menjadi terbatas. Arteri yang
paling sering terlibat adalah femoralis dan popliteal pada ekstremitas bawah, dan brakiocephalica
atau subclavia pada ekstremitas atas. Stenosis arteri atau sumbatan karena aterosklerosis,
thromboembolism dan vaskulitis dapat menjadi penyebab PAD. Aterosklerosis menjadi
penyebab paling banyak dengan kejadiannya mencapai 4% populasi usia diatas 40 tahun, bahkan
15-20% pada usia lebih dari 70. Kondisi aterosklerosis tersebut terjadi sebagaimana pada kasus
penyakit arteri coroner begitu juga dengan factor resiko mayor seperti merokok, diabetes
mellitus, dyslipidemia, dan hipertensi.
Tindakan. Arteriography yang dilakukan di Kamar Operasi Bedah Jantung RSUDZA Banda
Aceh.
Kasus. Di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Juni 2014 sampai dengan
sekarang telah dilakukan pemeriksaan Arteriography pada 85 pasien. Dengan distribusi laki-laki
59 pasien (69,4%), perempuan 26 pasien (30,6%). Pasien yang didiagnosa dengan PAD Cruris
sebanyak 78 Pasien (91,7%), PAD manus 2 pasien (2,3 %), penyakit lain sebanyak 5 pasien
(6%). Dari 85 pasien yang diperiksa 30 pasien (35,3%) diantaranya tidak dijumpai kelainan, dan
55 pasien (64%) terdapat kelainan di arteri. Dari 55 yang dijumpai kelainan diantaranya 30
pasien mengalami aterosklerosis 30 pasien (54,5%), Aterosklerosis disertai trombus 3 pasien
(5,5%), Aterosklerotik disertai stenosis 1 pasien (1,8%), trombus 8 pasien (14,5%), stenosis 10
pasien (18,2%), Total oklusi 3 pasien (5,5%). Menurut lokasi dijumpai di A.Iliaca comunis 2
pasien (3,6%), A. Femoralis 6 pasien (10,9%), A. Popliteal 6 orang (10,9%), A. Tibialis anterior
dan posterior 23 pasien (41,8%), A. Tibialis Anterior 4 pasien (7,4%), A. Tibialis Posterior 6
pasien (10,9%), A. Dorsalis Pedis 8 pasien (14,5%).
Diskusi. Dari profil yang dipaparkan laki-laki lebih dominan menderita penyakit arteri perifer
dibandingkan perempuan, hal ini menyangkut dengan faktor resiko yang dimiliki. Untuk anggota
gerak, ektremitas bawah lebih dominan. Yang paling sering dijumpai adalah ateroskelrosis di
daerah arteri tibialis anterior dan posterior.
Keyword

: peripheral artery disease, arteriography, RSUDZA