Anda di halaman 1dari 6

TUGAS STATISTIKA

UJI T
Untuk memenuhi tugas mata kuliah semester pendek statistika

Disusun Oleh:
Ahmad Yuri Anugrah
125060100111012

KEMENTERIAN RISET TEKNOLGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
MALANG, JUNI 2015
T-Test (Uji T)

1. Pengertian Uji T
Tes t atau Uji t adalah uji statistik yang digunakan untuk menguji
kebenaran atau kepalsuan hipotesis nol. Dan jugajenis pengujian statistika
untuk mengetahui apakah ada perbedaan dari nilai yang diperkirakan
dengan nilai hasil perhitungan statistika. Nilai perkiraan ini bermacammacam asalnya, ada yang kita tentukan sendiri, berdasarkan isu, nilai
persyaratan, dll.
Uji t pertama kali dikembangkan oleh William Seely Gosset pada
1915.Awalnya ia menggunakan nama samaran Student, dan huruf t yang
terdapat dalam istilah Uji t dari huruf terakhir nama beliau. Uji t disebut
juga dengan nama Student t.
2. Persyaratan Uji T
Sampel di ambil secara acak dari populasi berdistribusi normal.
Data berskala interval dan atau rasio.
3. Kegunaan Uji T
Alat analisis data untuk menguji satu sampel atau dua sampel.
Membandingkan dua mean (rata-rata) untuk menentukan apakah
perbedaan rata-rata tersebut perbedaan nyata atau karena
kebetulan.
Untuk penggunaan uji t pada satu sampel, dua rata-rata yang di
bandingkan adalah mean sampel dan mean populasi.
4. Penggolongan Uji T

Uji t

Satu Sampel

Dua Sampel

Berhubungan
(Dependen)

Terpisah
(Independen)

UjI T Untuk Satu Sampel

1. Pengertian
Uji T satu sampel merupakan salah satu uji parametrik.
Biasanya digunakan untuk ukuran sampel dibawah 30. Syaratnya
adalah data berupa kuantitatif dan memiliki distribusi normal.
Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah
suatu nilai tertentu yang digunakan sebagai pembanding berbeda
secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai
tertentu disini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk
mengukur suatu populasi.
Uji ini juga dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan
rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding dengan
rata-rata sebuah sampel. Dari hasil ini apakah akan diketahui bahwa
rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding secara
signifikan berbeda dengan rata-rata sebuah sampel, jika ada
perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi.
2. Bentuk Uji T Untuk Satu Sampel

3. Pengujian Statistik

Dimana,

X
0
t=
x

x =

Keterangan:
1. t = Koefisien t

x =

sx
n

N n
N 1

sx

, bila populasi tak


terbatas

, bila populasi terbatas

2.

= Mean Sampel
0

3.
= Mean Populasi
4. Sx = Standar Deviasi
Sampel
5. N = Banyak Sampel

4. Langkah langkah pengerjaan


1. Menentukan bentuk hipotesis Uji t
2. Menghtung koefisien t
3. Menentukan taraf signifikansi
4. Menghitung Degree of Freedom (df), dimana df= n-1
5. Melihat tabel T dari data t(,df) untuk memperoleh nilai kritis
6. Membandingkan nilai kritis dari tabel t dengan t hitung
7. Kesimpulan

UjI T Untuk Dua Sampel

1. Pengertian
Berdasarkan

hubungan

antar

populasinya,

uji

dapat

digolongkan kedalam dua jenis uji, yaitu dependent sample t-test,


dan independent sample t-test:

Dependent sample t-test atau sering diistilakan dengan Paired


Sampel t-Test, adalah jenis uji statistika yang bertujuan untuk
membandingkan rata-rata dua grup yang saling berpasangan.
Sampel berpasangan dapat diartikan sebagai sebuah sampel
dengan subjek yang sama namun mengalami 2 perlakuan
atau pengukuran yang berbeda, yaitu pengukuran sebelum
dan sesudah dilakukan sebuah treatment.
Syarat jenis uji ini adalah: (a) data berdistribusi normal; (b)
kedua

kelompok

data

berhubungan/berpasangan);

adalah
dan

(c)

dependen
jenis

(saling

data

yang

digunakan adalah numeric dan kategorik (dua kelompok).


Rumus t-test yang digunakan untuk sampel berpasangan
(paired) adalah:

Independent sample t-test adalah jenis uji statistika yang


bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua grup yang
tidak saling berpasangan atau tidak saling berkaitan. Tidak
saling

berpasangan

dapat

diartikan

bahwa

penelitian

dilakukan untuk dua subjek sampel yang berbeda.


Prinsip pengujian uji ini adalah melihat perbedaan variasi
kedua kelompok data, sehingga sebelum dilakukan pengujian,

terlebih dahulu harus diketahui apakah variannya sama (equal


variance) atau variannya berbeda (unequal variance).

Homogenitas varian diuji berdasarkan rumus:

Data dinyatakan memiliki varian yang sama (equal variance)


bila

F-Hitung

<

F-Tabel,

dan

sebaliknya,

varian

data

dinyatakan tidak sama (unequal variance) bila F-Hitung > FTabel.


Bentuk varian kedua kelompok data akan berpengaruh pada
nilai standar error yang akhirnya akan membedakan rumus
pengujiannya.
Uji t untuk varian yang sama (equal variance) menggunakan
rumus Polled Varians

Uji

untuk

varian

yang

berbeda

menggunakan rumus Separated Varians:

(unequal

variance)