Anda di halaman 1dari 4

4.

Uji Kehalusan dengan Blaine


a) Peralatan
Pengujian kehalusan semen portland dengan menggunakan alat Blaine mengacu kepada
ASTM C 204-00, Standard test method for fineness of hydraulic cement by air permeability
apparatus. Pengujian dengan alat Blaine bertujuan menentukan kehalusan yang dinyatakan
dalam luas permukaan spesifik semen portland, dihitung sebagai jumlah luas permukaan total
cm2/gram, atau m2/kg semen portland. melalui suatu alas semen portland yang disiapkan dengan
porositas tertentu, merupakan fungsi dari ukuran partikel dan menentukan laju aliran udara
melalui alasnya.
Gambar 13a. Alat Blaine

Gambar 13b. Sketsa Alat Blaine

(Sumber: SNI 15-3500-2004)

Alat yang ditunjukkan pada gambar terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
1) Sel Permeabilitas
Sel permeabilitas terdiri dari silinder yang kaku dengan diameter dalam (12.70 0.10) mm
dibuat dari logam tahan karat austenitic.
a) Bagian dalam dari sel harus halus (kehalusan 0.81 um) Bagian atas dari sel harus tegak lurus
terhadap sumbu utama dari sel. Bagian bawah dari pada sel harus bisa membentuk sambungan
yang kedap udara dengan ujung atas dari manometer, sehingga tidak terjadi kebocoran udara
antara bidang-bidang kontak.
b) Dudukan (ledge) mempunyai lebar (0.51.0) mm merupakan bagian dari sel yang menempel
dengan kuat dalam sel, pada jarak (55 10) mm, dari puncak sel untuk menahan piringan logam
yang berlubang-lubang. Bagian puncak sel permeabilitas harus dilengkapi dengan bagian luar
yang menonjol, untuk memudahkan pengambilan sel dari manometer.

2) Piringan
a) Piringan dibuat dari logam yang tahan karat dengan ketebalan (0.9 0.1) mm berlubang-lubang
sebanyak (30-40) lubang dengan 1 mm dan tersebar secara merata.
b)

Piringan harus cocok dengan bagian dalam sel, bagian tengah salah satu sisi piringan harus
diberi tanda atau goresan yang dapat dibaca, supaya penguji selalu tahu untuk menempelkan sisi
tersebut dibagian bawah jika memasukkannya ke dalam sel.

3) Torak
a) Torak dibuat dari logam tahan karat austenitic (austenitic stainless steel) yang harus tepat masuk
ke dalam sel dengan toleransi tidak lebih dari 0.1 mm.
b) Bagian dasar torak harus betul-betul datar dan tegak lurus terhadap sumbu utama.
c) Torak harus dilengkapi dengan ventilasi udara yaitu berupa bagian datar selebar (3.0 0.3) mm
pada salah satu sisinya.
d)

Puncak dari torak ini dilengkapi dengan bagian luar yang menonjol, sehingga bila torak
dimasukkan ke dalam sel dan bagian sel yang menonjol kontak dengan puncak sel maka jarak
antara dasar torak dengan bagian atas piringan harus (15 1) mm.

4) Kertas Saring
Kertas saring harus mempunyai daya tahan alir udara medium, berbentuk lingkaran
dengan tepi yang rata dan mempunyai diameter yang sama dengan diameter bagian dalam dari
sel.
5) Manometer
Manometer dibuat dari bahan gelas berbentuk tabung U dengan diameter luar 9 mm,
seperti pada Gambar. Bagian atas dari salah satu lengannya harus dapat membentuk sambungan
yang kedap udara dengan sel permeabilitas. Lengan manometer yang dihubungkan dengan sel
permeabilitas harus mempunyai tanda berupa garis yang melingkari tabung pada jarak (125 145) mm di bawah pembuangan bagian atas, dan juga garis-garis lainnya yang berjarak (15 1)
mm, (70 1) mm, dan (110 1) mm di atas garis tersebut. Pembuangan harus ditempatkan pada
jarak (250 - 305) mm di atas dasar manometer, digunakan untuk pengosongan udara pada lengan
manometer yang dihubungkan pada sel permeabilitas. Manometer harus dilengkapi dengan katup
kedap udara positif atau penjepit yang terletak pada jarak tidak lebih dari 50 mm dari lengan

manometer. Manometer harus terpasang kokoh sedemikian rupa, sehingga kedua lengannya
tegak lurus.
6) Cairan Manometer
Manometer harus diisi sampai garis di tengah tabung dengan cairan yang tidak mudah
menguap, tidak higroskopis, mempunyai viskositas dan density rendah, seperti dibutil ptalat
(benzena dikarboksilat) atau minyak mineral jenis ringan.

7) Alat Pencatat Waktu


Alat pencatat waktu harus dilengkapi dengan tombol untuk menjalankan dan menghentikan,
dan harus dapat dibaca sampai dengan 0.5 detik atau lebih kecil. Untuk rentang waktu dari 0
detik sampai dengan 60 detik. Pencatat waktu harus mempunyai ketelitian maksimum 0.5 detik
dan untuk rentang waktu harus detik ketelitiannya maksimum 1%.
(Sumber: SNI 15-3500-2004)
b) Perhitungan Kalibrasi alat Blaine
Semen Standar : NIST 114 P
Blaine Standar
1)

: 3774 cm2/gr = 377.4 m2/kg

Penentuan Cell
WA1 = 169.5179 66.6349 = 102.8830
WB1 = 147.8496 69.4315 = 28.4181
WA2 = 169.5230 66.7180 = 102.8050
WB2 = 147.8438 69.4799 = 78.3639

2)

Berat Semen Yang Ditimbang


Untuk tipe I V
W = Bj x V x (10.5)
= 3.15 x 1.8060 x (10.5)
= 2.8445 gram

3)

Luas Permukaan Spesifik (SS=3774)


Maka didapatkan (Ts), rentang waktu dari penurunan tekanan dalam manometer untuk semen
standar dengan waktu turun semen standar.
Tabel 7. Syarat Kehalusan minimal dengan Alat Blaine
Tipe

Kehalusan, uji permeablita udara

semen
Tipe

(m2/kg)
280

V
c) Penyiapan Lapisan Semen
Letakkan piringan logam pada dasar sel dan letakkan sebuah kertas saring di atas
piringan logam (dibuat seperti bundaran) lalu tekan ke bawah dengan batang yang diameternya
sedikit lebih kecil dari diameter sel, sehingga piringan dan kertas saring berada pada kedudukan
yang tepat. Timbang sejumlah semen dengan ketelitian sampai 0.001 gram dan masukkan ke
dalam sel.
Ketok pelan-pelan dinding sel bagian luar untuk meratakan lapisan semen didalamnya.
Letakkan selembar kertas saring di atas lapisan semen ini lalu tekan dengan torak sampai leher
torak kontak dengan permukaan sel. Tarik torak sedikit ke atas kemudian putar 90 derajat, tekan
kembali kemudian perlahanlahan torak ditarik ke luar sel.