Anda di halaman 1dari 26

a.

Money
1) Sistem Gaji
Sumber dana gaji seluruh pegawai di RS Wava Husada berasal dari
rumah sakit sendiri. Pendapatan masing-masing pegawai diatur oleh tim HRD
dari rumah sakit. Pendapatan gaji pegawai di RS Wava Husada berdasarkan
level golongan perawat, dan kompetensi perawat, misalnya perawat khusus
di unit care mendapatkan gaji yan berbeda dengan perawat umum.
2) Remunerisasi SDM
Sistem remunerasi yang didapatkan oleh pegawai RS Wava Husada
tergantung dari jumlah kunjungan pasien yang berobat ke RS Wava Husada.
Pemberian remunerasi pada pegawai diberikan setiap pertengahan bulan,
setiap perawat mendapatkan remunerasi yang berbeda. Hal tersebut
didasarkan pada tingkat tindakan perawat, pendidikan perawat, serta masa
kerja perawat. Semakin tinggi tindakan yang dilakukan perawat dan tingkat
pendidikan perawat semakin tinggi poin remunerasi yang didapatkan oleh
perawat.
3) Tunjangan
Tunjangan yang didapatkan oleh pegawai RS Wava Husada dapat
berupa asuransi kesehatan dari BPJS sesuai level pegawai. Terdapat
perbedaan tunjangan yang didapatkan oleh pegawai kontrak dan pegawai
tetap. Apabila pegawai tetap mendapatkan tunjangan asuransi kesehatan
untuk tiga orang anak, dan istri/suami, sedangkan untuk pegawai kontrak
hanya mendapatkan tunjangan kesehatan untuk dirinya sendiri. Selain
tunjangan

kesehatan

mendapatkan

jaminan

pegawai
hari

yang

tua,

dan

bekerja

di

kecelakaan

RS

Wava

kerja

dari

Husada
BPJS

Ketenagakerjaan.
4) Upah Lembur
Upah lembur didapatkan oleh pegawai RS Wava Husada yang
menambah jam kerjanya diluar jam dinas. Setiap lembur pegawai RS Wava
Husada mendapatkan tambahan upah/gaji sesuai banyaknya jam lembur
yang ditambahkan. Selain itu apabila pegawai masuk di hari libur atau
tanggal merah terhitung jam lembur pegawai. Upah lembur tersebut
berdasarkan dari kalkulasi dari hasil perhitungan jam lembur selama satu
bulan.
5) Sumber Pendapatan Ruangan
Sumber pendapatan Ruang Perinatologi di RS Wava Husada berasal
dari rumah sakit yang diatur sendiri oleh rumah sakit untuk dibagikan ke

ruangan sesuai dengan kebutuhannya. Pendapatan yang didapatkan oleh


Rumah Sakit Wava Husada berasal dari pasien yang berobat ke rumah sakit.

a. Pengorganisasian
1) Struktur Organisasi
a) Struktur Organisasi RS Wava
DIREKTUR
PT. ABNA SAMANHUDISAUTIKA HUSADA (DEWAN KOMISARIS)
DEWAN PERENCANAAN

DIREKTUR

SISTEM INFORMASI MANAGEMEN

SATUAN PEMERIKSAAN INTERNAL

BIDANG PELAYANANBIDANG
MEDIS PENUNJANG (SARANA DAN PRASARANA)
BIDANG KEPERAWATANBIDANG AKUNTANSI DAN KEUANGAN
BAGIAN UMUM & PERSONALIA

UNIT YANMED, RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP UNIT PEMASARAN

UNIT YANMED, GAWAT DARURAT DAN AMBULANCE


INSTALASI FARMASI

UNIT RAWAT JALAN

UNIT ADMINISTRASI BILLING

UNIT GAWAT DARURAT


UNIT KEUANGAN DAN PERPAJAKAN

UNIT PSDM &


KESEKRETARIATAN
UNIT UMUM &
RUMAH TANGGA

UNIT KAMAR OPERASI


UNIT YANMED, KAMAR OPERASI

UNIT LABORATORIUM

UNIT YANMED, ICU

UNIT RADIOLOGI

UNIT YANMED, KAMAR BERSALIN

UNIT GIZI

UNIT YANMED, PERINATOLOGI

UNIT REKAM MEDIS

UNIT YANMED, STROKE

UNIT FISIOTERAPI

UNIT ICU

UNIT AKUNTANSI DAN PENGELOLAAN ASET

UNITKAMAR BERSALIN
UNITKAMAR STROKE
UNIT PERINATOLOGI
UNIT HEMODIALISA

UNIT YANMED, HEMODIALISA

UNIT BPJS

UNIT RAWAT INAP A


PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT

UNIT FISIOTERAPI

UNIT RAWAT INAP B


UNIT RAWAT INAP C
UNIT RAWAT INAP D
UNIT PERINATOLOGI

UNIT PEMBELIAN

KOMITE

1. KOMITE MEDIK
2. KOMITE ETIK DAN
HUKUM
3. KOMITE
KEPERAWATAN
4. KOMITE
KESELAMATAN
PASIEN, RESIKO
MANAGEMEN
&IC3

5. KOMITE
PENGENDALIAN
MUTU RUMAH
SAKIT & CASE
MANAGER

b) Struktur Organisasi Keperawatan


Kepala Bidang
Keperawatan
Kepala Unit
Ika Trisnani
Amd,Kep.

Gambar. Struktur Organisasi Keperawatan Ruang Perinatologi


Pj Shift
Pj Shift
Pj Shift
Pj Shift
Ivah Erani Amd.
Afrid Nur Amd. Kep.
Heni Amd. Kep.
Masruroh
Amd.
Kep.
Catatan
Kep.
- Untuk Penanggung Jawab Shift sudah program dari unit rawat perinatologi
ditentukan berdasarkan kemampuan dan pengalaman kerja. Hal ini
dikarenakan PJ shift diharapkan adalah perawat yang benar-benar
memahami tentang tindakan keperawatan yang harus dilakukan sehingga
dapat memberikan pendampingan dan bimbingan pada perawat pelaksana
ang bertugas pada shift tersebut.
2) Uraian Tugas
- Kepala Unit Keperawatan Ruang Rawat Perinatologi
Tabel 3.22. Hasil Pengkajian Tugas Kepala Unit
Dilakuka

Uraian Tugas

1. Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi :


a. Merencanakan dan membuat prosedur kerja unit
b. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan
serta tenaga lain sesuai kebutuhan
c. Merencanakan jumlah dan jenis alat medis dan
penunjang medis keperawatan sesuai kebutuhan
d. Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan/

Tidak
Dilakuka
n

asuhan keperawatan yang akan diselenggarakan


sesuai visi dan misi rumah sakit
2. Melaksanakan fungsi pergerakan
meliputi :
a. Mengatur

dan

dan

mengkoordinasi

pelaksanaan,

seluruh

kegiatan

pelayanan.
b. Menyusun dan mengatur jadwal dinas tenaga perawat

dan tenaga lain di unit sesuai dengan ketentuan yang


berlaku.
c. Melaksanakan

program

orientasi

kepada

tenaga

perawat baru atau tenaga lain yang akan bekerja di

unit.
d. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga

perawatan untuk melaksanakan asuhan keperawatan


sesuai standart.
e. Melakukan koordinasi seluruh kegiatan yang ada

dengan cara bekerjasama dengan berbagai pihak/unit

yang berkaitan dengan pelayanan di unit rawat


f.

perinatologi.
Mengadakan pertemuan berkala dengan pelaksana

perawatan dan tenaga lain yang ada di wilayah

tanggung jawab.
g. Meningkatkan pengetahuan

dan

keterampilan

di

bidang keperawatan antara lain melalui pertemuan


ilmiah.
h. Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat

kesehatan, obat dan bahan lain yang diperlukan dalam


i.

proses asuhan keperawatan.


Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatan
di ruang perawatan menurut tingkat kegawatan, infeksi

non infeksi sesuai kebijakan Rumah Sakit untuk


memudahkan
j.

dalam

memberikan

keperawatan.
Mengadakan pendekatan

terhadap

asuhan

pasien

yang

dirawat untuk mengetahui keluhan serta membantu


memecahkan masalah yang dihadapinya.
k. Mengadakan kerjasama yang baik dengan kepala unit
keperawatan
l.

yang

lain,

kepala

fungsional

keperawatan, kepala bagian dan yang lainnya.


Menciptakan dan memelihara suasana kerja unit yang
baik sehingga mendukung terlaksananya staff dalam

memberikan pelayanan keperawatan.


m. Memotivasi
tenaga
non
keperawatan

dalam

memelihara kebersihan ruangan dan lingkungannya.


n. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien di
unit.
o. Memeriksa dan meneliti pengisian daftar permintaan

makanan serta meneliti ulang pada saat dibagikan


kepada pasien apakah sudah sesuai dengan dietnya.
p. Memelihara buku register dan berkas catatan medik.
q. Membuat laporan harian dan bulanan mengenai

pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan serta


kegiatan

lain

di

menyampaikannya

unit
kepada

dan

selanjutnya

kepala

fungsional

keperawatan/kepala bagian pelayanan.


3. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan
penilaian, meliputi :
a. Mengawasi dan

menilai

pelaksanaan

asuhan

keperawatan yang telah ditentukan.


b. Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan
pengetahuan dan keterampilan di bidang keperawatan
c. Mengawasi peserta didik dari institusi pendidikan untuk
memperoleh pengalaman belajar, sesuai dengan
tujuan program pendidikan yang telah ditentukan oleh
institusi.
d. Melaksanakan penilaian dan mencantumkannya ke
dalam daftar penilaian bagi pelaksana dan tenaga
lainnya di bawah tanggung jawabnya untuk berbagai
kepentingan seperti perubahan status karyawan,
kenaikan golongan, dan atau melanjutkan pendidikan.
e. Mengawasi dan mengendalikan perdayagunaan
peralatan perawatan, alat kesehatan dan obat-obatan
f.

secara efektif dan efisien.


Mengawasi pelaksanaan
pelaporan

kegiatan

sistem

asuhan

pencatatan

keperawatan

dan
serta

mencatat kegiatan lain di unit.


Total
Presentase
Berdasarkan
pelaksanaan

tugas

24
88,8%
tabel
dan

diatas
peran

3
11%

menginterpretasikan
kepala

ruang

dalam

menjalankan fungsi manajemen keperawatan yang telah


dilakuakan 88,8% sehingga peran fungsi kepala ruangan
sudah banyak yang tercapai dan bisa ditingkatkan. Tugas dan
peran

yang

belum

maksimal

tercapai

ialah

memberi

pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk


melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standart. Hal ini
dikarenakan kaNit baru menjabat selama 4 bulan, sehingga
masih mencari metode yang tepat untuk memberikan motivasi
pada perawat. Selain itu juga masih belum ada program untuk

melakukan pertemuan secara khusus dan berkala dengan


tenaga perawat di unit untuk melakukan pengembangan
pengetahuan.
- Penanggung Jawab Shift Keperawatan
Tabel 3.24. Hasil Pengkajian Tugas Penanggung Jawab Shift
Uraian Tugas
1. Bertanggung jawab kepada kepala ruangan.
2. Melaksanakan operan langsung dengan PJS sebelum
dan sesudah shift , yang diikuti oleh anggota tim (shift
tersebut).
3. Mengatur

dan

mengkoordinasi

kegiatan

Dilakuka

Tidak

Dilakukan

pelayanan

keperawatan dalam shift tersebut.


4. Mengontrol dan memberi bimbingan kepada perawat

(anggota tim) yang bertugas dalam shift tersebut.


5. Menerima pasien baru sekaligus melakukan orientasi

kepada pasien keluarganya.


6. Mengkaji ulang kebutuhan pasien.
7. Membuat
rencan
asuhan

keperawatan

dan

mendelegasikan kepada anggota timnya.


8. Menerima laporan dari perawat yang bertugas tentang

maslaah pasien/maslah lain.


9. Mengontrol perkembagan kesehatan semua pasien diunit

kerjanya.
10. Mengontrol

kesiapan

peralatan

atau

instrumen

kesehatan.
11. Mengontrol kesiapan obat-obatan ruangan dan pasien.
12. Melaksanakan
evaluasi
asuhan
keperawatan

berdasarkan laporan dari anggota timnya.


13. Mencatat hal-hal khusus/kejadian diluar dugaan pasien.
14. Memberikan bimbingan kepada pasien pulang tentang

cara perawatan dan cek kelengkapan ruangannya.


15. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
16. Laporan pelaksanaan :
a. Penanggung jawab shift dalam membuat laporan

didokumentasikan langsung pada status pasien.


b. Bila ada hal-hal yang khusus tetap ditulis distatus
pasien dan bila dimungkinkan lupa tidak dilaksanakan
bisa ditulis pada buku khusus (buku komunikasi) di
masing-masing ruangan.
c. Mencatat laporan dari anggota tim ke dalam status

pasien
Total
Prosentase

17
94,4%

1
5,6%

Berdasarkan tabel diatas menginterpretasikan


penanggung jawab shift dalam menjalankan fungsi
manajemen keperawatan sudah dilakukan 94,4% sehingga
bisa ditingkatkan kembali karena tugas dan peran yang belum
tercapai dalam melaksanakan operan langsung dengan PJS
sebelum dan sesudah shift, yang diikuti oleh anggota tim (shift
tersebut) tidak sepenuhnya dilakukan karena kegiatan yang
dilakukan bersamaan dengan operan keliling sehingga tidak
semua anggota tim terfokus terhadap operan keliling tersebut.
- Pelaksana Perawatan
Tabel 3.25. Hasil Pengkajian Tugas Pelaksana Keperawatan
Uraian Tugas
1. Memelihara

dan

mengawasi

kebersihan

ruangan

perawatan dan lingkungannya.


2. Menerima pasien baru sesuai SOP.
3. Memelihara peralatan medis/perawatan dalam keadaan
siap pakai, dengan cara :
Membersihkan dan menyimpan alat-alat yang telah

digunakan.
Menyiapkan alat secara lengkap dalam keadaan siap

pakai.
4. Merawat dan

Dilakuka

Tidak

Dilakukan

mencatat

identitasnya, antara lain:


Memberi label (nama ibu, nomor register ibu, dan cap

meneliti

bayi

baru

lahir,

ibu jari tangan kanan ibu serta cap jari kiri dan kanan
bayi)
Nilai APGAR
5. Memberitahukan

kepada

ibu/

keluarganya

dengan

mempertimbangkan aspek psikologis, mengenai keadaan


bayi, khususnya bila ada kelainan/ cacat.
6. Mengkaji kebutuhan dan masalah kesehatan pasien
sesuai batas kemampuannya, dengan cara :
Mengamati keadaan pasien (tanda-tanda
kesadaran, keadaan mental, keluhan utama)

vital,

Melaksanakan anamnesa sesuai batas kemampuan

dan kewenangannya
7. Menyusun rencana keperawatan

sesuai

dengan

kemampuannya
8. Melaksanakan tindakan keperawatan kepada pasien

sesuai kebutuhan dan batas kemampuannya, antara lain:


Melaksanakan tindakan pengobatan sesuai program

pengobatan
Memberi penyuluhan kesehatan kepada ibu dan
keluarganya

mengenai

cara

merawat

bayi

dan

menyusui yang benar dan atau penyakitnya.


9. Membantu merujuk pasien kepada petugas kesehatan

atau institusi pelayanan kesehatan lain yang lebih mampu,

untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang tidak dapat


ditanggulangi.
10. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam
keadaan darurat secara tepat dan benar sesuai kebutuhan
serta SOP yang berlaku. Selanjutnya segera melaporkan
tindakan yang telah dilakukan, kepada dokter ruang rawat/

dokter penanggung jawab ruangan.


11. Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan sesuai

batas kemampuannya
12. Memantau dan menilai

melakukan

tindakan

kondisi

yang

tepat

pasien,

selanjutnya

berdasarkan

hasil

pemantauan tersebut, sesuai batas kemampuannya


13. Berperan serta dengan anggota tim kesehatan dalam
membahas kasus dan upaya meningkatkan mutu asuhan

keperawatan.
14. Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan hari libur
secara bergilir sesuai jadwal dinas.
15. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik

antar pasien dan keluarga sehingga tercipta ketenangan.


16. Mengikuti pertemuan berkala yang disediakan oleh kepala
unit rawat perinatologi
17. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang
keperawatan, antara lain melalui pertemuan ilmiah, work
shop, pelatihan,dan lain-lain.
18. Melaksanakan sistem pencatatan dan pelaporan asuhan
keperawatan yang tepat dan benar, sehingga tercipta

sistem informasi Rumah Sakit yang dapat dipercaya


(akurat).
19. Melaksanakan

serah

terima

tugas

kepada

petugas

pengganti secara lisan maupun tertulis, pada saat


pergantian shift.
20. Menyiapkan pasien yang akan pulang, meliputi :
a. Menyediakan formulir untuk penyelesaian administratif,
seperti :
- Surat keterangan istirahat sakit.
- Petunjuk diet.
- Surat kontrol.
- Hasil pemeriksaan dan foto.
- Surat rujukan (untuk pasien yang alih rawat atau
dirujuk).
- Bukti lunas pembayaran dan lain-lain.
- Foto bayi
b. Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien dan
keluarganya sesuai dengan keadaan dan kebutuhan
pasien, mengenai :
- Cara meneteki yang benar
- Cara merawat tali pusat
- ASI eksklusif
- Imunisasi sesuai jadwal
- Merawat payudara dll
Total
Prosentase

23
92%

2
8%

Berdasarkan tabel diatas menginterpretasikan perawat


pelaksana dalam menjalankan fungsi manajemen
keperawatan dilakukan 92% sudah baik sehingga dapat
ditingkatkan. Keikutsertaan perawat pelaksana dalam
pertemuan berkala yang disediakan kepala unit perinatologi
masih terbatas karena kebijakan rumah sakit hanya
melakukan pertemuan berkala antar kepala ruangan, selain
itu untuk peningkatan pengetahuan melalui pelatihan juga
masih terbatas bagi perawat pelaksana, karena pelatihan
sejauh ini lebih diutamakan diikuti oleh perawat senior.
- Asisten Perawat
Tabel 3.26. Hasil Pengkajian Asisten Perawat
Uraian Tugas
1. Memelihara kerapian dan kebersihan alat medis dan

Dilakuka

Tidak

Dilakukan

2.
3.
4.
5.

keperawatan.
Menyiapkan dan mengatur tempat tidur.
Menolong pasien BAB/ BAK
Memelihara kebersihan lingkungan.
Melaksanakan tindakan keperawatan dasar untuk pasien

dalam kondisi sadar dan tidak emergency


6. Mengantar bahan pemeriksaan ke laboratorium.
7. Mengantar pasien radiologi atau pemeriksaan diagnostic

lainnya
8. Membantu perawat menyiapkan dan mengantar pasien ke

kamar operasi
9. Menurunkan resep serta mengambil pengembalian obat/

alkes.
10. Membantu pelaksanaan administrasi biling pasien.
11. Mengantar pasien pulang sampai kendaraan penjemputan
dibantu oleh petugas helper.
Total
Prosentase

10
90,9%

1
9,09%

Berdasarkan tabel diatas menginterpretasikan perawat


asisten dalam menjalankan fungsi manajemen keperawatan
sudah dilakukan 90,9%. Sehingga peran fungsi sudah baik
dan bisa ditingkatkan lagi sesuai dengan uraian tugasnya
terhadap pengantaran pasien pulang yang dilakukan oleh
helper.
3) Pengorganisasian Perawatan Pasien
Unit Rawat Perinatologi struktur

organisasi

yang

diterapkan adalah metode keperawatan tim dengan rincian


sebagai berikut
Kepala Unit
Penanggung Jawab Shift

: Ika Trisnani Amd. Kep.


: Ivah Erani Amd. Kep.
Afrid Nur Amd. Kep.
Masruroh Amd. Kep.
Heni Amd. Kep.

Kepala Unit
Ika Trisnani Amd. Kep.

Pj Shift
Ivah Erani Amd. Kep.

Perawat
Pelaksana
Pj Shift
Afrid Nur Amd. Kep.
Diah Amd. Kep.
Arina Amd. Kep.
Desta Amd. Kep.
Risa Amd. Kep.
Febriana Amd. Kep.
Winda Amd. Kep.
Deni Amd. Kep.
Fatimatul Amd. Kep.
Arik Amd. Kep.
Deny Amd. Kep.

Pj Shift
Masruroh Amd. Kep.
Asisten Perawat
Nurul Retno ( D1
Keperawatan)
Rara ( D1
Keperawatan)

Pj Shift
Heni Amd. Kep.

Gambar 3.1. Pembagian Tim


Dalam pelaksanaannya, metode penugasan dalam unit
perinatologi masih belum jelas. Metode yang digunakan yaitu
sesuai dengan level (tingkat kegawatan pasien)
4) Klasifikasi Pasien
Pasien yang berada dalam unit keperawatan Perinatologi
diklasifikasikan berdasarkan kondisi penyakit dan keparahan.
Pasien diklasifikasikan menjadi 3, yaitu pasien yang berada di
Level 1, Level 2, dan Level 3.

5) Pendokumentasian Proses Keperawatan


8) Kode Berkas
6)

25) PENGKAJIAN

26)

27) Mencatat data yang dikaji dengan

13)

14)

15)

16)

17)

18)

19)

20)

21)

22)

23)

28)

29)

30)

31)

32)

33)

34)

35)

36)

37)

38)

pedoman pengkajian

40) Data dikelompokkan (bio-psiko-

41)

42)

43)

44)

45)

46)

47)

48)

49)

sosio-spiritual)

52)

10)

7) Aspek Yang Dinilai

24)

39)

9)

53) Data dikaji sejak pasien masuk


sampai pulang

50)
1

54)

55)

56)

57)

58)

59)

60)

61)

62)

63)
1

65)

66) Masalah dirumuskan berdasarkan

67)

68)

69)

70)

71)

72)

73)

74)

75)

kesenjangan antara status

76)
1

kesehatan dengan norma dan pola


fungsi kehidupan
78)

79) Diagnosa keperawatan

80)

81) Diagnosa keperawatan

82)

83)

84)

85)

86)

87)

88)

89)

90)

berdasarkan masalah yang telah

91)

92)

dirumuskan
93)

94) Diagnosa keperawatan

95)

96)

97)

98)

99)

100)

101)

102)

103)

mencerminkan PE/PES

106)

107)

Merumuskan diagnosa

108)

109)

110)

111)

112)

113)

114)

115)

116)

keperawatan actual/potensial

119)

120)

Rencana tindakan

121)

122)

Berdasarkan diagnosa

135)

Disusun menurut urutan

prioritas

117)
1

123)

124)

125)

126)

127)

128)

129)

130)

131)

keperawatan

134)

104)

136)

137)

138)

139)

140)

141)

142)

143)

144)

132)

133)

145)
1

147)

148)

Rumusan tujuan

149)

150)

151)

152)

153)

154)

155)

156)

157)

mengandung komponen

158)
1

pasien/subjek perubahan,
perilaku, kondisi pasien dan atau
criteria
160)

161)

Rencana tindakan

162)

163)

164)

165)

166)

167)

168)

169)

170)

mengacu pada tujuan dengan

171)
1

kalimat perintah, terinci dan jelas


173)

174)

Rencana tindakan

175)

176)

177)

178)

179)

180)

181)

182)

183)

menggambarkan keterlibatan

184)
1

pasien atau keluarga


186)

187)

Rencana tindakan

188)

189)

190)

191)

192)

193)

194)

195)

196)

menggambarkan kerjasama tim

197)
1

kesehatan lain
199)

200)

Tindakan

201)

202)

Tindakan dilaksanakan

203)

204)

205)

206)

207)

208)

209)

210)

211)

sesuai rencana

214)

215)

Perawat mengobservasi

216)

217)

218)

219)

220)

221)

222)

223)

224)

212)

213)

225)

respon pasien terhadap tindakan

keperawatan
227)

228)

Revisi tindakan

229)

230)

231)

232)

233)

234)

235)

236)

237)

berdasarkan hasil evaluasi

240)

241)

Semua tindakan yang telah

238)
1

242)

243)

244)

245)

246)

247)

248)

249)

250)

dilaksanakan dicatat ringkas dan

251)
1

jelas
253)

254)

Evaluasi

255)

256)

Perawat mengevaluasi

257)

258)

259)

260)

261)

262)

263)

264)

265)

respon pasien sesuai dengan

266)

267)

kriteria hasil yang sudah


ditentukan
268)

269)

Perawat mengevaluasi

270)

271)

272)

273)

274)

275)

276)

277)

278)

respon pasien, analisa masalah

279)
1

keperawatan dan rencana tindak


lanjut.
281)

282)

Catatan asuhan keperawatan

283)

284)

Menulis pada format yang

baku

285)

286)

287)

288)

289)

290)

291)

292)

293)

294)

295)

296)

297)

Pencatatan dilakukan

298)

299)

300)

301)

302)

303)

304)

305)

306)

sesuai dengan tindakan yang

307)
1

dilaksanakan
309)

310)

Setiap melakukan tindakan

311)

312)

313)

314)

315)

316)

317)

318)

319)

perawat mancantumkan

320)
1

paraf/nama jelas dan tanggal jam


dilakukan tindakan
322)

323)

Berkas catatan

keperawatan disimpan sesuai

324)

325)

326)

327)

328)

329)

330)

331)

332)

333)
1

dengan ketentuan yang berlaku.


336)

RATA-RATA TOTAL

337)
1

338)
339)

Pendokumentasian : berdasarkan observasi yang di lakukan terkait asuhan keperawatan di Ruang

Rawat Perinatologi sudah lengkap, mulai dari pengkajian, diagnose keperawatan, rencana tindakan, tindakan, evaluasi
sampai catatan asuhan keperawatan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur dimana semua skornya adalah 100%.
340)

341)
342)

Sistem Perhitungan Tenaga Keperawatan


Sistem perhitungan tenaga keperawatan dalam unit Perinatologi

masih belum jelas metode yang digunakan, selama ini untuk penempatan
tenaga dalam Unit Perinatologi yaitu disesuaikan dengan kebutuhan dalam
unit tersebut.
343)
344)
Jadwal Dinas
a) Penangggung Jawab Shift
345)

Penanggung jawab shift yang ditentukan di Ruang rawat unit

perinatologi, sebagai berikut:


346)

Penanggung Jawab Shift : Ivah Erani Amd. Kep.


347)
Afrid Nur Amd. Kep.
348)
Masruroh Amd. Kep.

349)
b) Pendistribusian Tenaga Setiap Shift
350)

Tabel 3.27. Distribusi dan Analisa Tenaga di Unit Rawat Perinatologi


353)
KOD
354)

352)

351)

HA

355)

356)

357)

JA

364)

365)

358)

A. KANIT
362)
Seni
n

359)

360)
P

361)

KT

363)
07.

a
t
366)

367)
P

368)

369)

370)

371)

372)

Sabt

07.

u
376)
374)

373)

375)

Min
g

377)

378)

07.

379)
1

u
380)

B. PJ Shift
384)
Seni
n

381)

382)
P

383)
PG

385)

07.

386)

387)

393)

394)

b
t
u
391)
Seni
n
388)

389)
S

390)
SG

392)

14.

a
b
t
u
398)
Seni
n

395)

396)
M

397)
ML

399)

400)

21.

405)

406)

407)

Seni

07.

401)
1

b
t
u
402)

403)
L

404)

408)

n
S
a
b
t
u
409)

C. Perawat Pelaksana
413)
Seni
n

410)

411)
P

412)
PG

414)

07.

415)

416)

422)

423)

b
t
u
420)
Seni
n
417)

418)
S

419)
SG

421)

14.

a
b
t
u
427)
Seni
n

424)

425)
M

426)
ML

428)

429)

21.

435)

436)

430)
2

b
t
u
431)

432)

433)

434)

437)

Seni
n
L

07.

b
t
u
438)

E. Asisten Perawat
442)
Seni
n

439)

440)
P

441)

PG

443)
07.

444)

445)

451)

452)

n
g
g
u
449)
Seni
n
446)

447)
S

448)

SG

450)
14.

n
g
g
u
453)

454)
L

455)

456)

457)

458)

459)

Seni

07.

n
S
a
b

t
u
460)
461)

Dari data diatas pendistribusian dari jumlah perawat

yang ada masih bisa diatur untuk memberikan pelayanan keperawatan


yang ada di unit rawat Perinatologi dengan baik sehingga ada beberapa
pengkondisian shift jaga, yaitu:
Dalam pengaturan shift yang ada, apabila ada perawat yang cuti
(melahirkan, tahunan, menikah) dan ijin (sakit) maka disetiap
pembuatan jadwal bulanan diberlakukan sistem On Call apabila
ruangan memerlukan tambahan tenaga maka dapat memanggil
perawat yang sudah terjadwal untuk On Call pada hari itu dan
nantinya

akan

di

hitung

sebagai

lembur

karyawan

untuk

memberikan reward kepada perawat yang On Call.


Tenaga di unit Rawat Perinatologi yang dikategorikan perawat
senior ada 4 orang, medior 5 orang, dan yunior 5 orang perawat dan
2 orang asisten perawat sehingga pembagian dalam setiap shiftnya
1 orang perawat senior, 2 orang perawat medior dan 1 orang
perawat yunior.

462)
c) Keterlibatan Perawat Pelaksana Dalam Pembuatan Jadwal
463)
Pembuatan jadwal dilakukan secara langsung oleh
kepala unit rawat perinatologi. Perawat pelaksana dapat mengajukan
perubahan jadwal dengan tetap memenuhi peraturan pengkondisian shift
jaga yang telah ditentukan di ruangan rawat perinatologi sesuai
penjelasan di sesi sebelumnya.
464)
465)
Ketenagaan
a) Rencana Kebutuhan Tenaga
466)
Rencana kebutuhan tenaga yang diperhitungkan oleh
kepala ruangan Perinatal seperti tabel dibawah ini yang menjelaskan
jumlah dan kualifikasi tenaga di Ruang Perinatal yang diharapkan dan
dalam pelaksanaannya rencana ini telah terpenuhi dengan 18 tenaga
meski rencana yang dilaksanakan ini tidak sesuai dengan standar
sejumlah 25 tenaga yang diperhitungkan berdasarkan metode yang
disarankan Gillies.
467)
468)

469)

Tabel 3.28. Standar Jumlah dan Kualifikasi Pendidikan &

Pelatihan Tenaga Rawat Perinatologi


470)

474)

471)

472)

475)

476)
a. Berijazah
pendidikan
Kepanjen,
01 April
2011

473)

STANDAR PENDIDIKAN &


PELATIHAN
formal

di

bidang

Keperawatan/Kebidanan, minimal Diploma 3/S1


b. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan sertifikat
manajemen Bangsal Keperawatan
c. Berpengalaman sebagai pelaksana Perawatan 35 tahun
d. Sehat jasmani dan rohani
e. Mempunyai sertifikat pelatihan atau seminar di

477)

478)

bidang keperawatan
f. Servis Excellent
479)
a. Berijazah
pendidikan

formal

di

bidang

Keperawatan/Kebidanan, minimal Diploma 3/S1


b. Berpengalaman sebagai pelaksana Perawatan 23 tahun
c. Sehat jasmani dan rohani
d. Mempunyai sertifikat pelatihan atau seminar
keperawatan
e. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan sertifikat

480)

481)

managemen Bangsal Keperawatan.


f. Servis Excellent
482)
g. Berijazah
pendidikan
formal
di

Keperawatan/Kebidanan, minimal Diploma 3/S1


h. Berpengalaman sebagai pelaksana Perawatan 1i.
j.

483)

bidang

2 tahun
Sehat jasmani dan rohani
Mempunyai sertifikat pelatihan atau seminar

484)

keperawatan
k. Servis Excellent
485)
486) a. Berijazah pendidikan formal di bidang

Keperawatan dari semua jenjang yang disahkan


oleh pemerintah atau yang berwenang.
487) b. Mempunyai sertifikat pelatihan atau
seminar di bidang keperawatan
488) c. Servis Excellent.

489)

490)
A

491)
a. Pendidikan
Memiliki pendidikan SMK Asisten Keperawatan
1
dan atau D1 Asisten Perawat
Mampu mengoperasionalkan computer

minimal Microsoft office


b. Kondisi fisik
Sehat jasmani dan rohani
c. Kemampuan
Memiliki kepribadian yang baik dan

berdedikasi tinggi
Mampu berkomunikasi dengan baik
Mampu bekerja sama dengan tim
Keperawatan

492)

d. Memiliki tanggung jawab, jujur dan dapat di

percaya.
493)
b) Penerimaan Pegawai Baru, SIstem Seleksi dan Orientasi
494)
Peserta awalnya mengikuti seleksi berkas terlebih
dahulu, kemudian mengikuti ujian tulis, praktek/skill, computer, psikologi
dasar dan wawancara. Jika lolos perawat dikontrak selama 3 bulan di
awal untuk diorientasi dan dievaluasi kinerjanya. Lalu dinilai secara
redensial untuk melanjutkan kontrak kembali. Setelah 2 tahun kerja,
perawat dilakukan redensial kembali untuk mengetahui apakah perawat
akan melanjutkan kontrak atau keluar.
495)
c) Penempatan
496)

Untuk penempatan calon perawat di RS Wava Husada

tergantung ruang mana yang membutuhkan. Standar kualifikasi SDM


pada setiap bagian pekerjaan di Unit Perinatal terdapat di bagian
Lampiran. Sesuai dengan Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PPNI No:
03/DPP/SK/I/1996, tentang standar profesi keperawatan meliputi:
-

Berijasah pendidikan formal di bidang keperawatan/ kebidanan,

minimal D3 Keperawatan/ S1 Keperawatan.


Mampu mengoperasionalkan komputer minimal microssof office
Mempunyai komitmen tinggi/bertanggung jawab
Ramah dan Terampil dalam berkomunikasi
Cekatan dan terampil dalam melakukan tindakan keperawatan
Selalu siap sedia bila diperlukan
Disiplin

497)
498)
499)
d) Pengembangan Staf
- Pendidikan

500) Untuk
diutamakan

untuk

pendidikan
KaNitnya.

di

RS

ruang
Wava

rawat
telah

perinatologi

mengusahakan

kerjasama dengan institusi pendidikan, seperti: Universitas Brawijaya,


UMM, STIKES Kendedes dan institusi lainnya di Mojokerto. Bila ada
pegawai yang ingin melanjutkan pendidikan, maka diijinkan oleh RS

Wava selama tidak mengganggu kinerja.


501)
Pelatihan
502) Untuk pelatihan dipilih perawat yang sudah sering atau
terbiasa melakukan tindakan sesuai pelatihan (NICU). Selain itu
diutamakan untuk perawat yang senior untuk mengikuti pelatihan.
Pelatihan yang sudah pernah dilakukan yaitu pelatihan NICU yang
diikuti oleh 3 orang perawat, pelatihan resusitasi yang diikuti oleh 2
orang perawat, dan pelatihan manajemen laktasi yang diikuti oleh 1
orang perawat.

Kemudian terdapat beberapa pelatihan yang akan

dilakukan di waktu yang akan datang, diantaranya pelatihan NICU


RSSA 2 bulan yang akan diikuti oleh 2 orang perawat, pelatihan
tentang ASI, dan cara cuci tangan metode baru di Semarang yang
akan diikuti oleh 2 orang perawat, Pelatihan ponek di Surabaya yang
akan diikuti oleh 1 orang perawat.
503)
e) Jenjang Karir
504)
RS Wava Husada memberikan kesempatan kepada
seluruh pegawai secara rata untuk memperoleh posisi dalam struktur
organisasi keperawatan atau fungsional sehingga penilaian yang
diutamakan adalah kinerja dan kemampuan sesuai jenjang karier yang
diinginkan.
505)

506)
STRENGTH:
1. Kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan klien sesuai prosedur adalah
100%.
2. Pelaksanaan tugas dan peran pegawai sudah baik dengan rata-rata tugas dan peran
yang tercapai lebih dari 85%.
3. Tugas, peran dan tanggung jawab kepala ruangan telah dilaksanakan dan beberapa
didelegasikan kepada penanggung jawab shift, dan tenaga lainnya.
4. Adanya system On Call dan pembatasan cuti di hari yang bersamaan.
507)
508)
WEAKNES:
1. Dalam pelaksanaannya, metode tim tidak dilakukan dengan optimal dimana tidak ada
pembagian perawat pelaksana secara jelas.
509)
510)
OPPORTUNITY:
1. Perawat memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan tindakan yang
sering dilakukan.
2. Adanya penerimaan pegawai baru tiap tahunnya dengan seleksi ujian dan orientasi
yang baik.
3. Standart penempatan calon perawat sudah sesuai.
4. Kanit dan pegawai lainnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
5. Pegawai sebagian adalah fresh graduate sehingga jika dilakukan pelatihan atau
program alih jenjang memilki kesempatan belajar lebih tinggi.
6. RS Wava Husada melakukan pembangunan dan perbaikan sarana secara terusmenerus.
511)
512)
513)
514)

THREAT:
???????