Anda di halaman 1dari 29

DEWI OKTAVIA

1010312058
INEZ AMELINDA
1010313029
TEDDY KURNIAWAN 1010313018

IDENTITAS PASIEN
Nama/MR
Jenis Kelamin
Umur
Pekerjaan
menengah

: Nn. RO
: Perempuan
: 15 tahun
: siswa sekolah
pertama

Seorang pasien anak-anak usia 15 tahun datang


bersama ibu angkat dan kakaknya ke RSUP Dr.
M. Djamil Padang dengan :
Keluhan utama :
Kedua mata kabur sejak 2 tahun yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
:
Pasien mengeluh kedua mata kabur sejak 2
tahun yang lalu

Pasien merasa penglihatan kedua matanya


kurang jelas saat melihat tulisan di papan tulis
sekolah, benda atau orang dari kejauhan
sehingga pasien sering memicingkan mata
supaya dapat melihat jelas.
Pasien mengaku lebih nyaman apabila melihat
sesuatu dari jarak dekat.
Mata kiri tampak masuk kedalam sejak 2
tahun yang lalu
Penglihatan ganda tidak ada

Riwayat penyakit dahulu


Pemakaian kaca mata disangkal
Riwayat trauma (-)
Riwayat operasi sebelumnya (-)
Riwayat pengobatan dengan salep , dan obat
makan sebelumnya, namun tidak ada perbaikan.
Pasien tidak pernah menderita penyakit ini
sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit seperti ini.

STATUS
OPHTALMIKUS

OD

OS

Visus tanpa koreksi

5/20

5/25

Visus dengan
koreksi

Sf -0,5 cyl -8,5


( 5/7 )

Sf -0,5 cyl -8,5


( 5/7 )

Refleks fundus

Supersilia, silia

Madarosis(-)

Madarosis(-)

Trikiasis(-)

Trikiasis(-)

Skuama(-)

Skuama(-)

Palpebra superior

Edema(-), Ptosis (-),


Hiperemis (-)

Edema(+), Ptosis (-),


Hiperemis (-)

Palpebra inferior

Edema (-)
Hiperemis (-)

Edema (+)
Hiperemis (-)

Margo palpebral

Entropion (-)
Ekstropion (-)
Lakrimasi normal

Entropion (-)
Ekstropion (-)
Lakrimasi normal

Aparat lakrimal

Folikel(-), papil(-),

Folikel(-), papil(-),

hiperemis(-)
Konjungtiva forniks Folikel(-), papil(-),

hiperemis(-)
Folikel(-), papil(-),

Konjungtiva
tarsalis

hiperemis(-)
Sekret (-)

hiperemis(-)
Sekret (-)

perdarahan (-)

perdarahan (-)

Injeksi konjungtiva(-)

Injeksi konjungtiva(-)
injeksi siliar (-)

Sklera

injeksi siliar (-)


Putih

Kornea

Bening

putih
Bening

Cukup dalam

Cukup dalam

Coklat,rugae (+)

Coklat,rugae (+)

Konjungtiva bulbi

Kamera okuli
anterior
Iris
Pupil

Bulat, diameter 3 mm Bulat, diameter 3 mm

Lensa

RC + / + ,letak sentral RC + / + ,letak sentral


Bening
Bening

Korpus viteus
Fundus :
-Makula
-Papil nervus
optikus
-Pembuluh darah
-Retina
-makula

Tekanan bulbus
okuli

Bening

Bening

Bening
Bulat, batas jelas
C/D: 0,3 0,4
aa : vv = 2 : 3
Perdarahan (-)
Eksudat (-)

Bening
Bulat, batas jelas
C/D: 0,3 0,4
aa : vv = 2 : 3
Perdarahan (-)
Eksudat (-)

Reflek fovea (+)


Normal (palpasi)

Reflek fovea (+)


Normal (palpasi)

Posisi bulbus okuli Orthoforia


Gerak bulbus okuli Bebas ke segala arah

Orthoforia
Bebas ke segala arah

Cover test
Cover OD, OS diam
Cover OS, OD diam

Diagnosis

: astigmat miopia
kompositus
ODS
enoftalmus OS
Diagnosa sekunder : ambliopia ODS
Pemeriksaan

Penunjang :

CT Scan
Ultrasonograf

Uji Crowding

Phenomena
Uji Densiti Filter Netral
Uji Worths Four Dot

Anjuran

Terapi :

Konsul spesialis mata


Koreksi kaca mata
Rigid gas permeable lens

5/7 tidak maju


dengan pinhole

ANAMNESI
S

PEMERIKSAA
N FISIK

- Durasipemakaian lensa RGP dapat lebih


lama
dibanding soft contact lens.Lensa RGP
disesuaikan
ukurannya pada setiap mata dengan
lebih tepatdan
teliti
- Kerugiaannya adalah lensa RGP kurang
nyaman
dibandingsoft contact lens dan masa
adaptasinya
yang lebih lama
- Lensa RGP dapat mengoreksi kelainan
seperti
keratoconus dimana
terdapatirregularitas bentuk
kornea yang tidak dapat dikoreksi soft

Perbedaan soft contact lens dan RGP