Anda di halaman 1dari 9

BAB I

KONSEP-KONSEP DASAR MANAJEMEN

STRATEGIK

1.1 Pendahuluan

Beberapa tahun ini perkembangan dunia bisnis sangat cepat dan


membuat pihak-pihak yang terlibat didalamnya harus bekerja keras
agar keberadaannya tetap diakui oleh pelanggan mereka. Hal ini
terjadi karena pasta gigi yang ada ditujukan untuk semua orang
(semua segmen pasar). Saat ini kita membutuhkan pasta gigi, akan
terdapat banyak pilihan yang di tanyakan.

Berpikir strategi juga sangat diperlukan untuk mengatasi masalah-


masalah strategik yang timbul seiring dengan berkembangnya
perusahaan/organisasi. Karakteristik dari masalah-masalah strategik
adalah sebagai berikut:

1. Berorentasi pada masa depan.

2. Biasanya berhubungan dengan unit bisnis yang sangat


komplek.

3. Memerlukan perhatian dari manajemen puncak.

4. Akan mempegaruhi kemakmuran jangka panjang dari


perusahaan.

5. Melibatkan pengalokasian sejumlah besar sumber-sumber daya


perusahaan.

1.2 Bentuk dan proses berpikir strategik

Kenichi Ohmae membandingkan tiga macam proses berpikir yaitu


berpikir secara mekanik, intuisi, dan strategik. Dari ketiganya dapat
menyimpulkan bahwa berpikir secara strategik akan menghasilkan
penyelesaian yang lebih kreatif dan berbeda bentuknya dari pada
hanya berpikir mekanik dan intuisi. Hal ini akan menguntungkan
sipembuat keputusan.

1. identifikasi masalah.
Tahap ini adalah berusaha untuk mengidentifikasi masalah-
masalah strategik yang muncul dengan cara melihat gejala-gejala
yang mengikutinya.

2. pengelompokan masalah.

Sangat sering dari tahap di atas akan muncul beberapa masalah


yang beraneka ragam.

3. proses abstraksi

Tahap ini memerlukan ketelitian dan kesabaran karena dari faktor-


faktor itu akan disusun cara/metode pemecahanya.

4. Penentuan metode/ cara pemecahan.

Metode penyelesaian ini haruslah kongkret dan lebih spesifik.

Perencanaan untuk Implementasi.

Tahap ini meerup[akan langkah penting yang harus dilakukan


seseorang dalam rang penempatan metode/ cara pemecahan pada
tahap keempat.

1.3. Sejarah Manajemen Strategik

Perkembangan menejemen strategik di negara maju melalui


empat tahapan yaitu:

1. anggaran dan kontrol keuangan

2. perencanaan jangka panjang

3. perencanaan strategik perusahaan

4. manajemen strategik

Anggaran dan Kontrol Keuangan

Untuk mengontrol kinerja dari perusahaan, maka di pakailah


suatu analisis keuangan (financial controlling) sehingga
mengakibatkan kinerja yang berhasil baik akan di nilai dengan ukuran
penilaian “meet buged”.
Perencanaan Jangka Panjang

Pada tahap perkembangan ini mulai banyak digunakan konsep-


konsep dan model-model kuantitatif, misalnya “capital budgedting”
dengan teknik analiisis “pay back” dan “disconted cash flow”.

Perencanaan Strategik Perusahaan

Tahap ini mereka lebih memutuskan pada soal pemasaran yang


berorentasi pada pemenuhan keputusaan konsumen dengan
memperhitungkan pada persaingan.

Manajemen Strategik

Kelemahan lainnya adalah karena perencanaan strategik


biasanya bersifat ritual dan mekanisme sehingga menjadi sesuatu
yang bersifat rutin dan sering berpegangan pada asumsi-asumsi yang
tidak realistis. Hal ini disebabkan karena tidak termonitornya
pelaksanaannya dan pengendaliaan dari rencana.

Manajemen Strategik juga mencangkup berbagai trend baru


yang terjadi dalam persaingan bisnis, seperti:

1. peralihan dari perencanaan menjadi keunggulan bersaing.

Pembuatan strategi dalam manajemen strategik lebih


didasarkan terutama pada konsep keunggulan bersaing, yang
memiliki lima karakteristik, yaitu:

a. kompetensi khusus

keunggulan bersaing merupakan hal khusus yang memiliki


atau dilakukan perusahaan yang memberinya kekuatan untuk
menghadapi pesaing.

b. menciptakan persaingan tidak sempurna

c. berkesinambungan

d. kesesuaian dengan limgkungan eksternal

e. keuntungan yang lebih tinggi dari pada keuntungan rata-rata


dalam industri.

2. peralihan dari elistism menjadi egalitarianism


3. peralihan dari perhitungan (kalkulasi) menjadi kreativis

4. peralihan dari sifat kaku menjadi fleksibel

1.4. Arti manajemen strategik

Manajemen strategik adalah suatu seni dan ilmu dari pembuatan


(formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating)
keputusan-keputusan strategis antar fungsi –fungsi yang
memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan masa
datang”

1. manajemen strategik terdiri atas tiga proses:

a. pembuatan strategik

b. penerapan strategik

c. evaluasi/kontrol strategi

d. manajemen strategi

1.5. Perbedaan Strategik dan Taktik

Banyak orang yang masih bingung atau sulit untuk membedakan


antara strategi dan taktik. Perbedaan yang paling mudah antara
keduanya adalah saat kita memutuskan apa yang seharusnya kita
kerjakan, kita memutuskan sebuah strategi. Sedangkan jika kita
memutuskan bagaimana untuk mengerjakan sesuatu, itulah yang
disebut taktik.

Karena strategi adalah suatu alat untuk mencapai tujuan


perusahaan, strategi memiliki beberapa sifat antara lain:

- menyatu

- menyeluruh

- integral

1.6. Manfaat Manajemen Strategik


Ada beberapa manfaat yang diperoleh, organisasi jika mereka
menerapkan manajemen strategik, yaitu:

1. memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.

2. membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan


yang terjadi.

3. membuat organisasi menjadi lebih efektif

4. mengidentifikasikan keunggulan komperatif suatu organisasi


dalam lingkungan yang semakin beresiko

5. aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan


perusahaan untuk mencegah munculnya masalah dimasa
datang

6. keterlibatan karyawan dalam pembuatan strategi akan lebih


memotifasi mereka pada tahap pelahsanaannya

7. aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi

8. keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat


dikurangi

1.7. Perbandingan Dunia Bisnis dengan Militer

Kata “strategi” berasal dari bahasa yunani “strategos” (stratos=


militer dan ag= memimpin) yang berarti “generalship” atau sesuatu
yang dikerjsksn oleh para jenderal perang dalam membuat rencana
untuk memenangkan perang.

Dalam dunia bisnis asumsi dasar yang diginakan adalah untuk


memenangkan persaingan maka dalam dunia militer asumsinya
adalah bagaimana menyelesaikan sebuah konflik.

Tujuan dan Fungsi

Untuk menjalankan operasinya, militer membuat struktur


organisasi berdasarkan fungsi-fungsi berikut:

- divisi personnel yang berfungsi mengelokasikan dan


menempatkan tentara dalam suatu operasi .
- divisi intelijen berfungsi memberikan informasi mengenai
kekuatan lawan dan keadaan medan pertempuran.

- Divisi operasi dan perencanaan yang bertugas membuat dan


mengembangkan rencana strategik.

- Divisi logistik dan tranportasi yang memasok semua kebutuhan


militer dan angkutan.

Prinsip pembagian divisi-divisi militer yang berdasarkan fungsi


menjadi dasar pembentukan struktur organisasi dari sebuah
perusahaan yaitu:

*divisi administrasi dan sumber daya manusia

*divisi riset dan pengembangan

*divisi operasi, produksi dan pemasaran pengangkutan

*divisi keuangan, pembelian dan pengangkutan

@Prosedur

@Bahasa

@Pelatihan (training)

1.8. Tingkat Dalam Manajemen Strategik

Meskipun strategi merupakan suatu konsep yang komprehensif,


tetapi strategi dapat di informasikan serta di terapkan pada beberapa
tingkatan dalam organisasi dan aktivitas perusahaan.

1. strategi komporat yang terdiri dari beberapa bisnis unit

2. strategi bisnis yang terdiri dari 1 bisnis unit

3. strategi fungsional yang terdiri dari unit-unit pendukung

#salah satu contoh strategi bisnis adalah strategi diferensiasi,


kepimimpinan dalam biaya menyeluruh dan fokus. Menempatkan
contoh pembagian SBU pada perusahaan Casio dan Citizen.

SBU mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. external focus
2. identifiable competitors

3. autonomous profit center

4. distinct markering strategies

5. separate accouting

1.9. Resiko Manajemen Strategik

Keterlibatan para manajemen dalam proses perencanaan


strategik akan menimbulkan beberapa resiko yang perlu
diperhitungkan sebelum melakukan proses manajemen strategik,
adalah:

1. waktu yang digunakan para manajemen dalam proses


manajemen strategik mungkin mempunyai pengaruh negatif
pada tanggung jawab operasional.

2. apabila para pembuat strategi tidak dilibatkan secara langsung


penempatannya, maka mereka dapat mengelak tanggung
jawab pribadi untuk keputusan yang diambil dalam proses
perencanaan.

3. akan timbul kekecewaan dari para bawahan yang


berpartisipasi dalam penempatan strategi karena tidak
tercapainya tujuan dan harapan mereka.

Untuk mengatasi resiko-resiko tersebut maka para manajer perlu


dilatih untuk mengamankan atau memperkecil timbulnya resiko ini
dengan cara:

1. melakukan penjadwalan kewajiban para manajer agar mereka


dapat mengalokasikan waktu dengan lebih efisien.

2. membatasi para manajer, dalam proses perencanaan, untuk


membuat janji-janji mereka terhadap kinerja yang benar-benar
dapat dilaksanakan oleh mereka dan bawahannya.

3. mengantisipasi dan menanggapi keinginan-keinginan bawahan


adalah usulan atau peningkatan dalam ganjaran.

1.10. Para Perencanaan Strategi


Pada umumnya para perencana/ pembuat strategi (strategist)
adalah mereka yang mempunyai kedudukan paling tinggi dalam
organisasi bisnis, karena mereka lebih menitikberatkan pada
ketrampilan konseptual dari pada ketrampilan administrasi dan teknis
sehingga para pembuat strategi biasanya lebih generalis dari pada
spesialis.

Dalam proses penyusunan dan penerapan strategi, para


perencana memainkan beberapa peran,adalah sebagai:

1. aktor rasional

2. arsitek

3. koordinator

4. pelatih (coach)

5. dirigen dan hakim

1.11. Model Manajemen Strategik

Manajemen strategi pada dasarnya adalah suatu proses, dimana


informasi masa lalu, saat ini dan ramalan masa datang dari operasi
dan lingkungan bisnis mengalir melalui tahap-tahap yang saling
berkaitan kearah pencapaian suatu tujuan.

Melihat manajemen strategik sebagai suatu proses mempunyai


beberapa akibat adalah:

a. perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi


beberapa atau seluruh komponen yang lain.

b. Proses pembuatan, penerapan dan evaluasi strategi


merupakan proses yang berurutan.

c. Perlunya membuat umpan balik (feedback) pada setiap tahap


awal proses.

d. Sistem manajemen merupakan suatu sistem yang dinamis,


dimana kondisi dan situasi yang secara berubah akan
mempengaruhi hubungan antar aktivitas dalam manajemen
strategik.