Anda di halaman 1dari 19

EPISKLERITIS DAN

SKLERITIS
Oleh :
DESFA RAHMI
Preseptor :
dr. Hondrizal, Sp.M

Anatomi Sklera

Fisiologi Sklera
SKLERA

Aktivitas
rendah dan
vaskularisasi
baik

Perlindungan komponen
intraokuler

Bersifat
viskoelastis

Pergerakan
bola mata tidak
menimbulkan
deformitas
3

EPISKLERITIS

-Rheumatoid
Arthritis
- Ankylosing
Spondylitis
- Lupus
-Gout

Peradangan
pada Episklera

Klasifikasi :
1.Episkleritis
Simple
2.Episkleritis
Nodular
4

Episkleritis
5

Sakit mata
dengan rasa
nyeri atau
sensasi
terbakar

Kepekaan
terhadap
cahaya

GEJALA

Mata merah
pada
bagian
putih mata

Tidak
mempenga
ruhi visus

PROGNOSIS

BAIK

-Non-steroid anti-Inflamasi
drug (NSAID)
- Steroid eye drops

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN

IRITIS

SKLERITIS
Gangguan
granulomatosa kronik
yang ditandai oleh
destruksi kolagen,
sebukan sel dan
kelainan vaskuler

EPIDEMIOLOGI
-94% adalah skleritis anterior dan 6%
adalah skleritis posterior
- tidak bergantung pada geografi maupun
ras
8

ETIOLOGI

Gangguan
Metabolik

Penyakit
Autoimun
Penyakit
Granulomat
osa

Infeksi

Lain-lain

PATOFISIOLOGI
Kompleks imun

proses peradangan

Kerusakan vaskuler (Hipersensitivitas tipe III) ataupun


respon granulomatosa kronik (hipersensitivitas tipe IV)
Terbentuk jaringan imun
Deposisi kompleks imun pada kapiler episklera dan sklera
Kerusakan sklera

10

KLASIFIKASI
Difus

Skleritis
Anterior

Nodular

Nekrotik

Skleritis
Posterior

11

Skleritis Anterior

Skleritis Posterior

12

DIAGNOSA

ANAMNESA

-Rasa nyeri
-Mata berair
-Fotofobia
-Penurunan
tajam
penglihatan

PEMERIKSAA
N FISIK

Pemeriksaan
tajam
penglihatan
Pemeriksaan
dengan
daylight dan
slit lamp

PEMERIKSAA
N
PENUNJANG

Pemeriksaa
n
laboratoriu
m

Pemeriksaa
n radiologis
Skin test
13

Skleritis

14

DIAGNOSIS BANDING
Konjungtivitis

alergika

Episkleritis
Gout
Herpes

zoster
Rosasea okular
Karsinoma sel skuamosa pada
konjungtiva
Karsinoma sel skuamosa pasa
palpebra
Uveitis anterior nongranulomatosa
15

PENATALAKSANAA
N

Obat anti inflamasi non-steroid


sistemik seperti ibuprofen 300 mg
perhari

Terapi steroid sistemik dosis tinggi


seperti prednison 80 mg perhari

Tindakan bedah
16

KOMPLIKAS
I

PROGNOSIS

Keratitis
Uveitis
Glukoma
Katarak
Hipermetropi
a

Pada
Skleritis tipe
difus dan
nodular baik
Pada
Skleritis tipe
nekrotik buruk

17

KESIMPULAN
Episkleritis

adalah peradangan pada episklera


sedangkan skleritis adalah peradangan pada
sklera
Penyebab dari episkleritis dan skleritis belum
diketahui, tetapi dapat diakibatkan oleh
penyakit sistemik
Gejala episkleritis yaitu sakit mata dengan
rasa nyeri atau sensasi terbakar, mata merah
pada bagian putih mata, kepekaan terhadap
cahaya tetapi tidak mempengaruhi visus.
Gejala dari skleritis adalah rasa nyeri yang
berat dan dapat menjalar ke alis, dahi,
rahang dan sinus, mata berair, fotofobia, dan
penurunan tajam penglihatan.
18

Terapi

dari episkleritis dan skleritis


dapat berupa non-steroid dan steroid
Episkleritis
dapat
menimbulkan
komplikasi berupa iritis sedangkan
skleritis
berupa
keratitis,
uveitis,
glukoma, katarak,dll
Prognosis daro episkleritis adalah baik,
sedangkan pada skleritis dapat baik dan
dapat buruk tergantung penyebabnya
19