Anda di halaman 1dari 47

Peninggian

Tekanan Intrakranial
Syaiful Saanin, SpBS.
Ka. SMF Bedah Saraf RSMD.
Ko. PPGD-BSB Sumbar. Ko. Medik BSB Sumbar.
http://www.angelfire.com/nc/neurosurgery.

PENINGGIAN TEKANAN
INTRAKRANIAL (PTIK)

PENYEBAB KEMATIAN TERSERING


PASIEN BEDAH SARAF.

ANATOMI - FISIOLOGI
KRANIUM : KAKU.
ISI (OTAK, CSS, DARAH) :
TAK BISA
DIPERAS.
HANYA SATU LUBANG UTAMA :
FORAMEN MAGNUM.
TENT : KAKU ;
MIDBRAIN PADA HIATUS

ANATOMI - FISIOLOGI
SIRKULASI CSS
VOLUME DARAH OTAK
VOLUME OTAK
BLOOD BRAIN BARRIER
AUTO REGULASI

BSB Sumbar

SIRKULASI CSS
BSB Sumbar

PRODUKSI : 70% : PLEKSUS KHOROID V. LATERAL


(III-IV).30% : EPENDIM, PARENKHIM OTAK.

SIRKULASI VENTRIKULER :V.LATERAL F. MONRO


V. III
A.D. V.IV FORAMEN L
& M S.MAGNA SIRKULASI SUBARAKHNOID :
SUBARAKHNOID SPINAL. S. AMBIENS
SUBARAKHNOID KONVEKSITI.

SIRKULASI CSS
ABSORBSI :
TUBULI MIKRO + KATUP SENSITIF TEKANAN.
SINUS VENA (TU. SAGITTAL) & V.
EPIDURAL.
EPENDIMA.
SELUBUNG SARAF SPINAL.
PRODUKSI SEBANDING ABSORBSI.
ABSORBSI : BILA P.CSS .
TAHANAN : BILA P.CSS .
SIRKULASI LAIN : LEWAT OTAK = C. LIMF.

SIRKULASI CSS
KOMPOSISI CSS :
JERNIH = AIR.
ULTRA FILTRAT DARAH.
100 - 150 ML (BERAT OTAK 1400 GR) .
(25 ML VENTRIKEL, 75 ML R.
SUBARAKHNOID)
PRODUKSI 500 ML. PER HARI.
PRODUKSI BILA T.I.K .
PEREDAM.
P. CSS =( PRODUKSI X r FLOW ) + P SINUS V.

VOLUME DARAH OTAK (CBV)


PALING LABIL,
CEPAT TERPENGARUH OLEH T.I.K.
PADA DILATASI ARTERI/ OBSTRUKSI
VENA
100 ML. ( 2 - 10% ISI INTRAKRANIAL).
70% BERUPA DARAH VENA.
TRANSMISI LANGSUNG KERONGGA
DADA.

VOLUME DARAH - ALIRAN


DARAH OTAK (CBV - CBF)
CO2 :
ARTERIOLA : PALING METABOLIK REAKTIF.
1 mmHg. P CO2 : CBF 2 - 4% DAN
><.

O2 :
Pa O2 : CBF ( < 50 mmHg ).

HIPOTERMI :
VASOKONSTRIKSI T.I.K. .

VOLUME OTAK
1400 GR. ( 2% BB.) :
800 GR. GLIAL.
600 GR. NEURON.
KANDUNG AIR : DARAH.
70% WHITE MATTER.
80% GREY MATTER.

B.B.B.

BSB Sumbar

KAPILER OTAK :
LAMINA BASAL : TIDAK TERPUTUSPUTUS.
GLIAL END FEET.
FENESTRA TIDAK ADA :
PINOSITOSIS TIDAK
ADA.

B.B.B.
LARUT LEMAK : TAK TERBATAS.
HIDROFILIK : TERBATAS.
GULA - ASAM AMINO :
PERLU PEMBAWA.
Na / K / AIR : PERLU ATP - ASE.

BSB Sumbar

B.B.B.
PERUBAHAN OLEH :
MEKANIK.
ZAT HIPERTONIK (BOLUS INTRA
KAROTID) :
ZAT KONTRAS, MANITOL
PEMBAWA OBAT-OBATAN.

BSB Sumbar

AUTOREGULASI

BSB Sumbar

PERTAHANKAN
PERTAHANKANCBF
CBFKONSTAN
KONSTANPADA
PADA
TEKANAN
TEKANANARTERIAL
ARTERIAL50
50- -160
160MMHG
MMHG
(NORMOTENSIF).
(NORMOTENSIF).
CBF
CBFCBV
CBVTIK
TIKCEGAH
CEGAHHIPERTENSI
HIPERTENSI/ /
SYOK.
SYOK.

PATOLOGI PENINGGIAN
TEKANAN INTRAKRANIAL
VOLUME TEKANAN.
DOKTRIN MONRO - KELLIE.
PTIK CBF.
CBF METABOLISME OTAK.
PTIK KEGAGALAN OTAK.
PTIK PERGESERAN OTAK :
PERBEDAAN TEKANAN HERNIASI OTAK.
EDEMA OTAK (CBF ; BENDA ASING).

HUBUNGAN VOLUME - TEKANAN


1 KOMPONEN PTIK , KECUALI :
REDUKSI BERSAMAAN DAN EKUAL
KOMPONEN LAIN.
T.I.K :
NORMAL :

10 MMHg. (136 MM H2O).

ABNORMAL : > 20 MMHg.


PARAH :

> 40 MMHg.

DOKTRIN MONRO-KELLIE
PADA TAHAP TERKOMPENSASI :
V. OTAK + V. CSS + V. DARAH +
V.MASSA = KONSTAN (TIK NORMAL)
CSS DIGESER KE SUBARAKHNOID
KORD SPINAL
DARAH VENA DIGESER KE RONGGA
DADA.

DOKTRIN MONRO KELLIE


L

Hubungan P.T.I.K Kegagalan Otak


PTIK CBF & METABOLISME OTAK.
PTIK PERGESERAN OTAK.

HUBUNGAN P.T.I.K - CBF


1. KOMPRESSI ARTERI :
HERNIA SUBFALSIN
SEREBRI ANTERIOR
HERNIA TENTORIAL
A. SEREBRI POSTERIOR

2. MEREGANG DAN MEROBEK A / V

BATANG OTAK.
3. PERFUSI OTAK (15% C.O ; 20% GULA ).

A.

CBF Metabolisme
Otak. CBF :
1. TEKANAN DARAH ARTERIAL.
2. T.I.K.
3. AUTO REGULASI.
4. STIMULASI METABOLIK.
5. DISTORSI / KOMPRESSI PEMBULUH
DARAH OLEH MASSA / HERNIASI :
AUTO REGULASI TERGANGGU.
BENDUNGAN VENA.
KOMPRESSI ARTERIA ISKEMIA.

Hubungan P.T.I.K. Pergeseran Otak

BSB Sumbar

1. TRANS TENTORIAL :
A. LATERAL : UNCUS HIATUS B.O.
N. III MIDRIASIS IPSILATERAL.
PEDUNKEL HEMIPARESIS KONTRALATERAL.
TEPI TENTORIUM A. SEREBRI POSTERIOR INFARK
LOBUS OKSIPITAL HEMIANOPIA.
TEPI TENTORIUM KONTRALATERAL HEMIPARESIS
IPSILATERAL.

Hubungan P.T.I.K. Pergeseran Otak


1. TRANS TENTORIAL :
B. SENTRAL :
KOMPRESSI = LATERAL, TAPI BILATERAL.
TEKTUM PARESIS UPWARD GAZE +
PTOSIS BILATERAL.

BSB Sumbar

Hubungan P.T.I.K. Pergeseran Otak

BSB Sumbar

2. TONSILER :
TAHAP AKHIR KOMPRESSI
SUPRATENTORIAL GEJALA TAHAP AKHIR
GAGAL BATANG OTAK.
SENDIRI : TUMOR FOSSA POSTERIOR
TORTIKOLIS.
GANGGUAN RESPIRASI > KESADARAN.

Hubungan P.T.I.K. Pergeseran Otak


3. SUB FALSIN :
GIRUS SINGULATA A. SEREBRI
ANTERIOR PARALISIS EKSTREMITAS
KONTRALATERAL.
JARANG SENDIRI.

BSB Sumbar

HUBUNGAN
PERBEDAAN TEKANAN HERNIASI
NORMAL : CSS BEBAS TEKANAN
EKUAL.
TERSUMBAT BEDA TEKANAN
ANTAR KOMPARTEMEN HERNIASI.

BSB Sumbar

EDEMA OTAK
1. T.I.K. CBF ISKEMIA.
2. AKUMULASI AIR
r. SEREBROVASKULER
CBF REGIONAL .
3. ISKEMIA EDEMA.
4. EFEK MASSA
DISTORSI / PERGESERAN >.

BSB Sumbar

1. EDEMA
PAPIL

3. MUNTAH

GAMBARAN
KLINIS
KLASIK

HANYA PADA 2/3 PENDERITA.


SISANYA BIASA 2 DARI 3 GEJALA TSB.

2. NYERI
KEPALA

1. BRADIKARDIA
GAMBARAN
KLINIS
CUSHING
RESPONS

3. RESPIRASI
IRREGULER

2. HIPERTENSI

GANGGUAN UPWARD GAZE

PTOSIS
BILATERAL

PUPIL
LONJONG /
DILATASI

EKSTENSI
TERHADAP
NYERI

GAMBARAN
KLINIS LAIN
GANGGUAN
KESADARAN :

GCS

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
DINI DAN AGRESIF : DAPAT CEGAH PTIK
TAK TERKONTROL PADA PTIK SEDANG.
AKUT : CEDERA KEPALA & STROKE
ANGGAP PTIK SAMPAI TERBUKTI TIDAK.
HINDARI TINDAKAN MENINGGIKAN TIK :
BARBITURAT AKSI PENDEK BERULANG

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
TELAH
ATAU AKAN PTIK, PRIMER :
1. TINGGIKAN KEPALA HINGGA 300.
CEGAH GANGGUAN PERFUSI.
2. CEGAH KONSTRIKSI LEHER.
3. NORMOTERMIA.
4. PENGHILANG NYERI.

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGIAKTIF. PIKIRKAN ADANYA :
TINDAKAN
1. LESI MASSA (KLOT, TUMOR,
ABSES dll).
2. PENINGKATAN VOLUME DARAH
OTAK.
3. PENINGKATAN AIR OTAK (EDEMA).
4. PENINGKATAN LCS.

PENGENDALIAN T.I.K TINGGI


HIPERVENTILASI :
BERAKHIR 8 - 20 JAM.
pCO2 JANGAN < 25 mmHg.
DRAINASE CSS :
TIDAK PADA SISI DENGAN ANCAMAN
PERGESERAN GARIS TENGAH.
TEKANAN MINIMUM 20 CM AIR.

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI

MANITOL 20 %, CARA KERJA :


MEMBUANG AIR OTAK EDEMA (?).
KURANGI VISKOSITAS :
VASOKONSTRIKSI.
KURANGI VOLUME CSS.
SCAVENGER RADIKAL BEBAS.
GRADIEN MINIMAL 10 MMOL/KG.

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
MANITOL 20 % :
1 GR (5 ML)/KG BB. DALAM 10-15 MENIT.
ULANG TIAP 3-4 JAM.
OSMOLALITAS HARUS DIBAWAH 325 MMOL.
BERSAMA HIPERVENTILASI, HANYA UNTUK
MENGULUR WAKTU PERSIAPAN OPERASI
(VOL. OTAK BERKURANG, KLOT BERTAMBAH).

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
MANITOL 20 %, MASALAH :
GRADIEN BERKURANG, OSMOLALITAS
HARUS DITINGGIKAN.
ASIDOSIS SISTEMIK.
GAGAL GINJAL.
REBOUND BILA DIHENTIKAN

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
DIURETIKA GINJAL, FUROSEMID :
TINGGIKAN OSMOLALITAS PLASMA.
20-40 MG.
HARUS BERSAMA MANITOL.
KURANGI PEMBENTUKAN CSS.

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
INHIBITOR ANHIDRASE KARBONIK :
ASETAZOLAMID.
KURANGI PRODUKSI CSS.
SEDIKIT PERAN PADA PTIK KRONIK.
TAK BERGUNA PADA PTIK AKUT.

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI
STEROID :
KURANGI EDEMA SEKITAR TUMOR.
ATUR KESEIMBANGAN ALIRAN DARAH DAN
VOLUME OTAK DIDAERAH EDEMA.
TIDAK BERMANFAAT PADA TRAUMA OTAK.
(METHYLPREDNISOLON DALAM PENELITIAN).

PENGENDALIAN T.I.K
TINGGI

BARBITURAT :

MENGURANGI TINGKAT METABOLISME


OTAK SEKUNDER MENGURANGI ADS TIK.
EFEK VASOKONSTRIKSI MENGURANGI
VDS - TIK.
AWASI HIPOTENSI DAN GAGAL PARUPARU.

PENGELOLAAN T.I.K TINGGI


TERAPI JALUR PERTAMA :
HIPERVENTILASI.
DRAINASE CSS.
FUROSEMIDA.
MANITOL MULAI 0.5 G/KGBB, TITRASI.
PERIKSA GAS DARAH ARTERIAL.
PIKIRKAN CT ULANG.

PENGELOLAAN T.I.K TINGGI


TERAPI JALUR KEDUA :
HIPERVENTILASI MANUAL.
BARBITURAT.
SALIN HIPERTONIK.
GAMMA HIDROKSIBUTIRAT.

QuickTime and a
GIF decompressor
are needed to see this picture.

learning @ http://www.angelfire.com/nc/neurosurgery

SEKIAN