Anda di halaman 1dari 3

Jimmy, 4 tahun 18 kg dibawa ibunya ke puskesmas karena kelopak mata kanannya

merah, bengkak, dan sakit disertai tai mata yang banyak. Mata kanannya tidak bisa
dibuka karena bengkaknya. Jimmy menjadi rewel karenanya. Keluhan ini dialami
sejak 2 hari yang lalu. Ibunya menduga anaknya tertular oleh oleh teman
sekolahnya. Jimmy tidak mengeluhkan demam. Keadaan umum dan tanda vital
dalam batas normal. Oleh dokter yang memeriksa, Jimmy diberi resep antibiotik,
dan ibuprofen dan deksametason.
a. Jelaskan cara kerja obat yang diresepkan!
b. Jelaskan tujuan pemberian masing-masing obat!
c. Rasionalkah resep tersebut? Jelaskan dengan singkat!
d. Buatlah resep yang benar dan rasional (berdasarkan jawaban no.b)
a. Berdasarkan gejala yang ditemukan pada pasien An. Jimmy yaitu:
Kelopak mata kanannya merah, bengkak dan sakti.
Tai mata yang banyak (kami menganggap sebagai pus. karena tai
mata biasanya berwarna kekuningan, sehingga mirip dengan pus dan
untuk membedakannya dengan hiperlakrimasi, hiper lakrimasi
biasanya watery atau cair dan berwarna bening).
Mata kanannya tidak dapt dibuka karena bengkak.
Pasien menjadi rewel
Tidak terjadi demam, dan tanda vital dbn.
Berdasarkan data di atas kami memutuskan diferensial diagnosis yang sesuai
adalah
konjunctivitis bacterial, gonococal atau H. influenza (paling sering pada
anak).
konjuntivitis virus adenovirus (paling sering pada anak dan
penyebarannya secara langsung).
Namun dari kedua diagnosis diatas sangat sulit menentukan apakah infeksi
bacterial atau infeksi virus. Kultur dari hasil swab tidak dianjurkan karena biasanya
konjunktivitis sself-limited dalam waktu 10-15 hari. Dan dianjurkan menggunakan
antibiotic spectrum luas.
Antibiotik
Obat antibiotic yang digunakan untuk merawat penyakit tersebut biasanya memiliki
spectrum yang luas. Beberapa obat yang digunakan biasanya :
Macrolide
sebagai
bakteriostatik
atau
bakterisidal,
menghambat
pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada subunit 50s ribosom
sehingga menghambat translokasi peptidil tRNA yang diperlukan untuk
sintesis protein. Macrolide baik untuk spesies Champylobacter, Chlamydia,
Mycoplasma, Legionella, gram positif coccus, dan beberapa bakteri gram
negative.
Golongan
macrolide
memiliki
bioavailibilitas
oral
yang
bagus,macrolide terdistribusi ke seluruh jaringan tubuh. Waktu paruhnya
biasanya (clarithromycin dan erythromycin itu 2-5 jam dan azythromicin 2-4
hari).
Aminoglikosida : bersifat bakterisidal dengan cara menghambat sintesis
protein dengan cara mengikatkan diri dengan reseptor pada subunit 30S
ribosom bakteri. Sintesis protein ribosom dihambat oleh aminoglikosida
paling sedikit melalui 3 cara : a) dengan mengganggu kompleks awal
pemebentukan peptide; 2) dengan menginduksi kesalahan membaca kode
pada mRNA template, yang menyebabkan penggabungan asam amino yang

salah ke dalam peptide; dan 3) menyebabkan suatu pemecahan polisom


menjadi monosom yang tak berfungsi. Aminoglikosida diabsorbsi sangat
sedikit atau tidak sama sekali pada saluran pencernaan yang utuh, sehingga
seluruh dosis per oral diekskresikan ke dalam feses. Setelah IM,
aminoglikosida diabsorbsi dengan baik, memeberikan konsentrasi puncak
dalam darah dalam 30-90 menit. Waktu paruh serum 2-5 jam. Eliminasi
melalui filtrasi glomerular.
Kloramfenikol : antimikroba berspektrum luas dan biasanya bersifat
bakteriostatik. Biasa untuk bakteri gram positif dan negative. Kloramfenikol
berdifusi ke dalam sel bakteri dan terikat pada 50S ribosom dan menghambat
sintesis protein bakteri. Absorbsinya cepat dan lengkap setelah pemberian
oral,terdistribusi luas ke seluruh jaringan dan cairan tubuh, termasauk ke
SSP, biotransformasinya dalam bentuk aktif dan inaktif. Ekskresi bentuk aktif
(kira-kira 10%dosis total yang diberikan) dan produk degradasi inaktif (kirakira 90% dari total dosis) melalui ekskresi urin. Sebagian kecil obat aktif
dieskresikan ke empedu dan tinja.
Sulfonamide : indikasinya dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram
negative dan positif
(bersifat bakteriostatik). Sulfonamide berkompetisi
dengan PABA pada enzyme dihidrofolat sintetase sehingga menghambat
sintesis asam folat. Absorbsinya cepat di lambung dan usus, terdistribusi luas
ke dalam jaringan dan cairan tubuh. Biotransformasi nya sebagian obat
dalam urin dalam bentuk terasetilasi tetapi cukup banyak obataktif yang
efektif tertinggal dalam tubuh. Sulfonamide yang larut dieskresikan terutama
oleh filtrasi glomerulus ke dalam urin, waktu paruhnya bervariasi dari 6 jam-9
hari. Kadar puncak dalam darah 2-6 jam setelah asupan oral.

Yang paling sering digunakan adalah kloramfenikol salep. Sediaan topical salep
digunkanan bertujuan mencegah resistensi mikroba, dan untuk meningkatkan kerja
obat karena obat akan melekat lebih lama sehingga bekerja lebih baik.
Ibuprofen
Ibuprofen merupakan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang berasal dari
derivate phenylpropionic acid. Bekerja sebagai anti infalmasi atau antifebris dengan
menghambat sintesa COX-1 dan prostaglandin.
Dexamethasone
Dexamethasone merupakan obat glucocorticoid long-actingyang menekan
pembentukan, pelepasan, dan aktivitas dari mediator inflamasi endogen seperti
prostaglandin, kinin, histamine, enzim liposomal dan system komplemen. Obat ini
memodifikasi respon system imun tubuh dengan menurunkan kepekaan system
imun. Pada kasus konjunctivitis, obat ini digunakan mengobati konjunctivitis akibat
alergi. Karena obat ini dapat menekan inflamasi dalam waktu yang singkat dan
bertahan dalam waktu yang lama.
b. Tujuan pemberian masing-masing obat (berdasarkan keteranga di atas):
Antibiotik obat infeksi
Ibuprofen/NSAIDMenghilangkan Bengkak/edema dan meredakan nyeri
DexamethasoneMenghilangkan Nyeri dan edema

C. rasionalkan resep tersebut??


Menurut kelompok kami, resep tersebut tidak rasional karena penggunaan
dexamethasone, yang berfungis mengurangi inflamasi edema dan nyeri yang
terdapat pada kasus diatas. Dexamethasone merupakan obat anti inflamasi steroid,
yang bekerja long-acting. Obat ini biasanya digunakan untuk terapi konjunctivitis
alergi dan tidak digunakan pada kasus konjunctvitis infeksi, karena dapat
menurunkan respon imun terhadap infeksi yang terjadi pada mata sehingga
kerusakan yang ditimbulkan akan lebih besar.
D.

Dr. Muhammad Nauval


SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Brawijaya No.13 Cakranegara, Kota mataram
83234
Telpon (0370) 671893
Hp. 081933159590

Mataram, 8 Juli 2010


R/ Chloramphenicol Ungt.Opth. 1% tub.I
s.q.d.d. ungt. Opth. Od & Os u.e.
paraf
R/ Ibuprofen syr. 60 ml lag.I
s.p.r.n.t.d.d.cth.I,p.c
paraf
Pro : Jimmy
Umur : 4 Tahun
Alamat : Jl. Seganteng Indah II Blok B.5 Cakranegara

Anda mungkin juga menyukai