Anda di halaman 1dari 57

Sistem Peredaran

Darah
Disusun oleh :
Denny Wongso
Michael Tan
Steinly Liwong
Tommy Ricarto
Wiwi Shanti

Sistem Peredaran Darah


Manusia

Sistem peredaran darah manusia


dikenal dengan sebutan peredaran
darah tertutup. Disebut demikian
karena darah selalu beredar di dalam
pembuluh darah.
Sistem peredaran darah manusia juga
dikenal dengan sistem peredaran darah
ganda (rangkap), karena darah
melewati jantung 2 kali.

Komponen Sistem
Peredaran Darah
1. Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada


semua makhluk hidup tingkat tinggi (kecuali
tumbuhan) .
Di dalam tubuh manusia dewasa terdapat
sekitar 5 liter darah.
Darah tampak berwarna merah cemerlang
jika terdapat banyak oksigen dan berwarna
merah kebiru-biruan jika mengandung
sedikit oksigen.

Fungsi Darah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung lalu ke


seluruh bagian tubuh
Mengangkut sisa-sisa metabolisme dalam tubuh ke kulit
dan ginjal
Mengangkut karbondioksida dari seluruh bagian tubuh
ke jantung lalu ke paru-paru
Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke seluruh
bagian tubuh
Mengedarkan hormon
Mengatur suhu tubuh
Menutup luka
Membunuh kuman penyakit

Susunan Darah dan Fungsinya


1. Plasma Darah

Plasma darah merupakan bagian terbesar didalam darah. Plasma


darah terdiri dari:
90% air;
8% protein yang terdiri atas protein-protein albumin, hormon,
globulin, protrombin, dan fibrinogen;
0,9% mineral yang terdiri atas NaCl, Natrium, Bikarbonat, Kalsium,
Fosfor, Magnsium, Besi;
0,1% terdiri atas glukosa, lemak, asam urat, asam amino, enzim, dan
antigen.

Fungsi plasma darah adalah :


Menghasilkan zat antibodi
Menghantarkan sari-sari makanan ke sel-sel di seluruh bagian tubuh
Mengangkut zat-zat sisa dari sel-sel tubuh ke alat pengeluaran

Susunan Darah dan Fungsinya


2. Sel Darah
Sel darah ada 3 macam, yaitu :

1) Sel darah merah (Eritrosit)

Bentuknya pipih, bulat, dibagian tengahnya agak mencekung, tidak


berinti, dan bergaris tengah sekitar 7,5m.

Jumlah sel darah merah 4 6 juta setiap 1 mm3 darah

Sel darah merah dibentuk dalam sumsum merah tulang pada tulang
pipa dan tulang pipih.

Eritrosit berumur sekitar 110 - 120 hari.

Pada saat masih menjadi janin dalam kandungan, sel darah merah
dibentuk dalam hati dan limfa.

Sel darah merah berwarna merah karena mengandung hemoglobin


(Hb) yang mengandung unsur besi.

Hemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen, sehingga akan


membentuk oksihemoglobin dan warnanya akan menjadi merah cerah.

Jika hemoglobin mengikat karbondioksida , maka warnanya akan


menjadi merah tua keunguan.

Susunan Darah dan Fungsinya


2) Sel darah putih (Leukosit)

Berbentuk tidak tetap, berinti dan bergerak aktif.


Jumlah sel darah putih 5 10 ribu setiap 1 mm 3 darah.
Sel darah putih memiliki kemampuan yang disebut
diapedesis, yaitu kemampuan untuk menembus dinding
pembuluh darah kapiler dan masuk kedalam jaringan
tubuh.
Garis tengah sel darah putih adalah sekitar 9 15 m.
Sel darah putih diproduksi dalam sumsum merah, kelenjar
getah bening, dan limfa.
Umur leukosit berkisar sekitar 12 - 14 hari.
Fungsi utama sel darah putih adalah memakan kuman
penyakit yang masuk kedalam tubuh, oleh karena itu sel
darah putih bersifat fagosit.

Susunan Darah dan Fungsinya


Sel
I.

darah putih dapat dibagi menjadi 2, yaitu :


Granulosit
Granulosit adalah sel darah putih yang mempunyai
granula yaitu sitoplasma berbintik-bintik dan nukleus
yang berlobus. Granulosit dibagi menjadi 3, yaitu :
Neutrofil; memiliki granula berwarna ungu dan
merah muda; berfungsi untuk menelan dan
mencerna bakteri dan sel-sel mati.
Eusinofil; memiliki satu titik granula tapi besar dan
berwarna merah; berfungsi melepaskan enzim
untuk melawan reaksi alergi dan membunuh cacing
parasit.
Basofil; memiliki granula yang berupa bintik-bintik
biru dan berperan dalam melawan reaksi energi.

Susunan Darah dan Fungsinya


II.

Agranulosit

Agranulosit merupakan sel darah merah yang tidak


memiliki granula.
Agranulosit dapat dibagi menjadi 2 :

Limfosit; berinti satu, berbentuk bulat, berukuran


6 9 m, sitoplasma sedikit, dan berwarna
jernih; berfungsi untuk pertahanan tubuh
dengan cara memproduksi reaksi imun melawan
bahan asing. Limfosit ada 2 jenis yaitu T-limfosit
dan B-limfosit.

Monosit; berinti satu besar, berbentuk bulat,


berukuran 12 15 m, sitoplasma banyak, dan
berwarna biru. Monosit berfungsi untuk menelan
dan mencerna bakteri dan sel-sel mati.

Susunan Darah dan Fungsinya


3) Keping darah (Trombosit)
Bentuknya tidak teratur, tidak berinti, dan diproduksi

di sumsum merah tulang pipih.


Jumlah keping darah 250 500 ribu setiap 1 mm 3
darah.
Pada umumnya, trombosit berumur sekitar 5-10 hari.
Fungsi trombosit adalah membantu proses
pembekuan darah.

Trombosit pecah

Proses Pembekuan
Darah
mengaktifkan

Dalam proses pembekuan darah, trombosit

yang pecahTrombokinase/Tromboplastin
akan mengeluarkan enzim
trombokinase, yang dengan
bantuan kalsium
mengubah
dan vitamin K mengubah protrombin dalam
Protrombin
Trombin
plasma
darah menjadi
trombin.
Trombin
Ca2+ dan Vit K
mempengaruhi fibrinogen untuk mengubah
membentuk
benang fibrin. Benang-benang fibrin akan
Fibrin
menjaring
sel-sel darah sehinggaFibrinogen
luka
2+
Ca
tertutup dan tidak mengeluarkan
darah.
menyebabkan

Darah membeku

Golongan Darah
Sistem penggolongan darah pertama kali

ditemukan oleh Karl Landsteiner, seorang ahli


patologi dari Austria.
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari
suatu individu karena adanya perbedaan jenis
karbohidrat dan protein pada permukaan
membran sel darah merah.
Dua jenis penggolongan darah yang paling
penting adalah penggolongan ABO dan
Rhesus (faktor Rh).
Akan tetapi, penggolongan ABO lebih dikenal

Golongan Darah
Golongan darah menurut sistem ABO :
Golongan
Darah

Aglutinogen

Aglutinin

AB

A dan B

a dan b

Peristiwa penggumpalan darah dapat terjadi,


sebagai contoh jika darah
bergolongan(aglutinogen) A ditransfusikan ke orang
yang bergolongan darah yang mengandung
aglutinin a seperti golongan darah B dan O.

AB

Transfusi Darah

Transfusi darah adalah pemindahan darah

dari satu orang ke dalam tubuh orang lain.


Orang yang menyumbang darah disebut
pendonor dan orang yang menerima darah
disebut resipien.
TabelPendonor
transfusi darah :Pendonor
O

AB

Resipien

Resip
ien

Komponen Sistem
Peredaran Darah
2. Jantung
Jantung berbentuk kerucut dan besarnya sekepalan tangan,

dengan berat sekitar 300 gram.


Terletak di dalam rongga dada dan berfungsi sebagai alat
pemompa darah.
Jantung terdiri dari 4 ruangan sebagai berikut :
1) Serambi kanan (atrium kanan); bertugas menerima darah
kotor dari seluruh bagian tubuh.
2) Serambi kiri (atrium kiri); bertugas menerima darah bersih
dari paru-paru.
3) Bilik kanan (ventrikel kanan); bertugas memompa darah
kotor dari jantung ke paru-paru.
4) Bilik kiri (ventrikel kiri); bertugas memompa darah bersih
dari jantung ke seluruh bagian tubuh.
Keempat ruangan tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu
bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang
dikenal dengan istilah septum.

Jantung
Jantung dibentuk oleh otot-otot jantung.
Bilik jantung memiliki otot dinding yang lebih tebal daripada serambi

jantung.
Bilik kiri jantung memiliki otot dinding yang paling tebal, karena bilik
kiri jantung bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh,
sehingga membutuhkan otot yang lebih kuat dan tebal.
Serambi kiri jantung memiliki otot dinding yang lebih tebal daripada
serambi kanan jantung. Karena serambi kiri jantung bertugas
menerima darah dari paru-paru yang memiliki tekanan yang lebih
tinggi daripada serambi kanan yang menerima darah dari seluruh
tubuh yang memiliki tekanan yang lebih rendah.
Tekanan darah pada saat bilik jantung mengembang dan jantung
memompa darah keluar disebut tekanan sistol.
Tekanan darah pada saat serambi jantung mengembang dan jantung
memompa darah masuk disebut tekanan diastol.
Alat untuk mengukur tekanan darah disebut tensimeter
(sfigmomanometer).

Komponen Peredaran
Darah
3. Pembuluh Darah
Pembuluh darah berfungsi sebagai saluran

yang mengalirkan darah ke seluruh bagian


tubuh.
Ada 3 macam pembuluh darah yaitu :
1)
2)
3)

Pembuluh nadi (arteri)


Pembuluh balik (vena)
Pembuluh kapiler

Pembuluh Darah
1) Pembuluh Nadi (Arteri)
) Pembuluh nadi adalah pembuluh darah yang
)
)

mengangkut darah dari jantung.


Pembuluh nadi yang terbesar dinamakan aorta.
Pembuluh nadi bercabang-cabang membentuk
pembuluh yang lebih kecil yang disebut arteriol.
Arteriol bercabang halus di seluruh tubuh disebut
kapiler.
Fungsi utama pembuluh nadi adalah mengalirkan darah
bersih ke seluruh tubuh, kecuali pembuluh nadi paruparu.
Pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis) bertugas
mengalirkan darah kotor dari bilik kanan ke paru-paru.

Pembuluh Darah
2) Pembuluh Balik (Vena)
) Pembuluh balik adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah
ke jantung.
) Fungsi utama pembuluh balik adalah mengalirkan darah kotor dari
seluruh bagian tubuh ke jantung, kecuali vena kava pulmonalis.
) Vena kava pulmonalis bertugas mengalirkan darah bersih dari
paru-paru ke serambi kiri jantung.
) Pembuluh balik dari seluruh tubuh bermuara menjadi satu
pembuluh balik besar yang disebut vena kava.
) Vena kava masuk ke jantung melalui serambi kanan.
) Vena kava terbagi menjadi 3 yaitu:
1.
2.
3.

Vena kava superior : berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian


atas ke serambi kanan jantung.
Vena kava inferior : berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian
bawah ke serambi kanan jantung.
Vena kava pulmonalis : berfungsi mengalirkan darah dari paru-paru ke
serambi kiri jantung.

Pembuluh Nadi (Arteri)

Pembuluh Balik (Vena)

Pembuluh
Darah
Terletak di bagian dalam tubuh
Terletak dekat dengan
(tersembunyi) ciri arteri danpermukaan
Perbedaan
vena : tubuh
Dindingnya tebal, kuat, dan
elastis

Dindingnya tipis dan tidak elastis

Denyutnya terasa

Denyutnya tidak terasa

Darah mengalir dengan cepat

Darah mengalir secara lambat

Tekanan darahnya tinggi

Tekanan darahnya rendah

Katupnya hanya 1, yaitu di dekat


jantung

Terdapat banyak katup di


sepanjang pembuluh

Membawa darah bersih (kecuali


pembuluh nadi paru-paru) dari
jantung ke seluruh tubuh

Membawa darah kotor (kecuali


pembuluh balik paru-paru) dari
seluruh tubuh ke jantung

Jika terluka, darah memancar

Jika terluka, darah tidak


memancar

Pembuluh Darah
3) Pembuluh Kapiler
) Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang

menghubungkan cabang-cabang pembuluh


nadi dan cabang-cabang pembuluh balik
yang terkecil dengan sel-sel tubuh.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu
bercabang-cabang, dan ukuran cabangcabang pembuluh itu semakin jauh dari
jantung semakin kecil.
) Pembuluh kapiler sangat halus dan
berdinding tipis.
) Pembuluh kapiler berfungsi sebagai sekat

Mekanisme Peredaran
Darah
Sistem peredaran darah pada manusia

dan mamalia disebut sistem


kardiovaskular.
Sistem peredaran darah manusia dikenal
sebagai peredaran darah ganda karena
darah melewati jantung sebanyak 2 kali
setiap satu putaran darah di dalam tubuh.
Pada umumnya, peredaran darah
manusia dibedakan atas peredaran darah
pulmonalis dan peredaran sistemik.

Peredaran Darah Pulmonalis


Merupakan peredaran darah dari jantung ke

paru-paru dan kemudian kembali lagi ke


jantung.
Darah dari bilik kanan jantung dipompa ke
paru-paru dan kemudian mengalir masuk ke
serambi kiri jantung.

Peredaran Darah Sistemik/Besar


Merupakan peredaran darah dari jantung ke

seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.


Darah dari bilik kiri jantung dipompa ke
seluruh tubuh dan mengalir masuk ke serambi
kanan jantung.

Peredaran Darah Pulmonalis dan


Sistemik

Darah mengandung banyak


CO2
Darah mengandung banyak
O2

Gangguan pada Peredaran


Darah
1. Anemia

Anemia sering disebut juga sebagai kekurangan darah.


Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah
atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen)
dalam sel darah merah berada di bawah normal.
Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah
merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah,
sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam
jumlah sesuai yang diperlukan tubuh .
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan,
kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia
bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau
serangan jantung.

Gangguan pada Peredaran


Darah

Anemia ada 2 jenis yaitu :


1) Anemia sel sabit : adalah kondisi serius di mana sel-sel darah
merah menjadi berbentuk bulan sabit, seperti huruf C. Sel
darah merah normal berbentuk donat tanpa lubang (lingkaran,
pipih di bagian tengahnya), sehingga memungkinkan mereka
melewati pembuluh darah dengan mudah dan memasok
oksigen bagi seluruh bagian tubuh. Sulit bagi sel darah merah
berbentuk bulan sabit untuk melewati pembuluh darah
terutama di bagian pembuluh darah yang menyempit, karena
sel darah merah ini akan tersangkut dan akan menimbulkan
rasa sakit, infeksi serius, dan kerusakan organ tubuh.

2) Anemia pernisiosa : adalah anemia megaloblastik yang


disebabkan
oleh kekurangan vitamin B12. Pada anemia ini, sel
darah merah yang
diproduksi, lebih besar dari biasanya. Akibatnya,
sel darah tersebut
sulit untuk keluar dari di sumsum tulang
belakang.
Vitamin B12 merupakan salah satu anggota kelompok vitamin B.
Vitamin ini banyak ditemukan pada daging, ikan, telur, susu,
dan
produk susu lainnya.

Gangguan pada Peredaran


Darah
Cara menyembuhkan anemia :
Makan makanan yang bergizi (mengandung
vitamin, protein, dll)
Tidur yang cukup
Minum obat/suplemen penambah darah,
seperti Sangobion, yang mengandung zat
besi, vit.B, dll untuk menambah darah
Dll.

Gangguan pada Peredaran


Darah
2. Talasemia
Talasemia adalah suatu kelainan pada eritrosit
yang berakibat sel tersebut mudah rapuh dan
cepat rusak.
Talesemia termasuk penyakit keturunan yang
dapat terjadi pada perempuan dan laki-laki.
Banyak dijumpai di daerah Indonesia dan Italia.

Gangguan pada Peredaran


Darah
3. Polisitemia

Polisitemia adalah suatu penyakit kelebihan produksi


eritrosit, sehingga menyebabkan darah menjadi kental
sehingga dapat memperlambat aliran darah di dalam
pembuluh atau bahkan dapat membentuk gumpalan dalam
pembuluh darah.
Dapat mengakibatkan kematian jaringan (ganggren).
Penyebab dari polisitemia terbagi atas primer dan sekunder.
Polisitemia primer adalah kondisi dimana sumsum tulang
memproduksi terlalu banyak sel darah merah dan disebut
dengan polisitemia vera akibat dari mutasi genetik.
Polisitemia sekunder adalah kondisi dimana sumsum tulang
memproduksi sel darah merah berlebih sebagai respon dari
kurangnya kadar oksigen di dalam tubuh. Kekurangan
oksigen dapat disebabkan oleh penyakit paru kronik seperti
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), penyakit ginjal,
sindroma cushing, hemangioblastoma, dan seseorang yang
berada di ketinggian.

Gangguan pada Peredaran


Darah
4. Leukimia
Leukimia disebut juga dengan kanker darah.
Leukimia adalah penyakit yang disebabkan karena kelebihan sel
darah putih dalam darah.
Sel darah putih dalam tubuh yang normal memiliki jumlah 1 : 400
dibandingkan dengan eritrosit.
Telah diketahui bahwa sel darah putih memiliki sifat fagosit,
artinya sel darah putih dapat hidup dengan menelan partikel lain,
seperti kuman, dll.
Akan tetapi, selain dapat berfungsi dalam memakan kuman, sel
darah putih ternyata juga dapat menelan sel darah merah!
Ketika tubuh sedang dalam keadaan kekurangan sel darah merah
atau produksi sel darah putih yang berlebihan, maka sel darah
putih tersebut akan berperang melawan sel darah merah, dan
apabila sel darah merah kalah perang, maka jumlah sel darah
putih akan bertambah banyak dan akhirnya sel darah merah terus
berkurang karena telah kalah perang dan terus di makan oleh sel
darah putih dan terjadilah leukimia. Lama-kelamaan, sel darah
merah akan habis dimakan dan penderita akan meninggal.

Gangguan pada Peredaran


Darah
5. Agranulositosis

Agranulositosis adalah penyakit yang disebabkan


karena penurunan kadar sel darah putih dalam
tubuh sehingga menyebabkan menurunnya daya
tahan tubuh terhadap penyakit.
Umur sel darah putih pada penderita penyakit ini
hanya berkisar antara 3-5 hari, padahal pada tubuh
normal, umur sel darah putih dapat mencapai 1214 hari.
Penyakit ini dapat menyebabkan seorang penderita
meninggal karena infeksi yang tidak dapat ia lawan.
Ciri-ciri agranulositosis adalah sering sakit
tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh dan juga
mudah terkena infeksi serta demam.

Gangguan pada Peredaran


Darah
6. Trombositopenia
Trombositopenia merupakan suatu penyakit yang ditandai

dengan sedikitnya kandungan keping darah(trombosit) di


dalam darah.
Infeksi HIV (virus penyebab AIDS) seringkali menyebabkan
trombositopenia. Penyebabnya tampaknya adalah antibodi
yang menghancurkan trombosit.
Trombositopenia dapat menyebabkan kematian jika telat
diobati.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka menghentikan
pemakaian obat tersebut biasanya bisa memperbaiki
keadaan.
Jika jumlah trombositnya sangat sedikit penderita seringkali
dianjutkan untuk menjalani tirah baring guna menghindari
cedera.
Jika terjadi perdarahan yang berat, bisa diberikan transfusi
trombosit.

Gangguan pada Peredaran


Darah
7. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku


ketika terjadi pendarahan.
Disebabkan karena faktor keturunan dan juga oleh
faktor pembeku darah yang tidak bekerja dengan
baik, seperti kekurangan trombosit yang berfungsi
dalam proses pembekuan darah.
Biasanya, perempuan penderita hemofilia akan
meninggal ketika masa remaja, yaitu ketika pubertas.
Karena pada saat pubertas, terjadi mens yang akan
menyebabkan terjadinya pendarahan yang tidak
dapat berhenti akibat darah yang sukar membeku.
Umumnya, hemofilia diturunkan pada laki-laki.

Gangguan pada Peredaran


Darah
8. Hipertrofi

Hipertrofi adalah adalah peningkatan volume


organ atau jaringan akibat pembesaran
komponen sel.
Hipertrofi pada jantung merupakan suatu
keadaan yang menyebabkan menebalnya
otot-otot jantung.
Kelainan ini terjadi akibat katup-katup jantung
tidak berfungsi dengan baik sehingga jantung
harus bekerja ekstra agar darah terus
mengalir.

Gangguan pada Peredaran


Darah
9. Jantung Koroner
Jantung koroner adalah penyakit jantung yang
disebabkan oleh tersumbatnya arteri koroner, yaitu
pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung.
Penyumbatan pembuluh tersebut dapat terjadi karena
adanya endapan lemak, terutama berupa kolesterol
pada lapisan dalam dinding pembuluh.
Penyumbatan pembuluh arteri dikenal dengan istilah
arteriosklerosis.
Hal ini menyebabkan arteri yang dialiri darah menjadi
sempit. Karena aliran sempit pada arteri koroner, darah
ke jantung menjadi lambat bahkan berhenti.
Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada (angina stabil),
sesak napas, serangan jantung, dan gejala lain,
terutama ketika sedang beraktifitas.

Gangguan pada Peredaran


Darah
10. Embolisme Koroner

Embolisme koroner adalah keadaan yang


menyebabkan arteri koroner terisi oleh bekuan
darah secara mendadak.
Bekuan darah berasal dari bagian tubuh yang
lain yang terbawa oleh aliran darah ke arteri
koroner.
Jika seluruh arteri terisi(tersumbat), maka
dapat menyebabkan kematian.

Gangguan pada Peredaran


Darah
11. Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium adalah suatu kelainan pada


jantung yang berakibat atrium berdenyut
cepat tidak dan tidak beraturan. Kelainan ini
terjadi akibat demam rematik dan penyakit
tertentu lainnya.

Gangguan pada Peredaran


Darah
12. Varises
Varises adalah suatu pelebaran pada pembuluh balik(vena).
Varises sering terjadi pada bagian bawah tubuh. Hemaroid atau
wasir merupakan varises yang terjadi padah daerah dubur.

Pada dasarnya varises berhubungan dengan pembuluh balik (vena).


Varises lebih sering terjadi di kaki karena pengaruh gaya gravitasi
bumi.Pada saat berdiri, aliran darah cenderung mengalir kuat ke
bawah akibat gravitasi, sedangkan pembuluh darah vena mengalir
sebaliknya, dari kaki ke jantung. Sebenarnya pembuluh vena tidak
memiliki cukup kemampuan untuk mendorong darah kembali ke atas,
tapi vena mempunyai kelebihan yaitu memiliki katup.
Katup yang seharusnya menahan aliran darah, tidak berfungsi
sebagaimana mestinya. Akibatnya, darah yang mengalir menuju
jantung akan kembali lagi ke seluruh tubuh. Darah yang mengalir ke
jantung hanya sekitar 70-90 persen,sisanya akan mengumpul,
sehingga terjadi penurunan atau hilangnya elastisitas dinding vena.
Vena jadi melebar dan berkelok-kelok.
Penyebab terjadinya varises sampai sekarang belum diketahui .

Gangguan pada Peredaran


Darah
13. Flebitis

Flebitis adalah gangguan pada vena, yaitu


berupa radang vena.
Flebitis dapat disebabkan oleh tukak atau
abses di luar pembuluh vena. Pada kasus
tertentu, flebitis dapat juga terjadi dalam
pembuluh vena.

Gangguan pada Peredaran


Darah
14. Hipertensi

Yaitu tekanan darah tinggi.


Ditandai dengan tekanan sistol di atas 150 mmHg
atau tekanan diastol di atas 100 mmHg.
Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah
tinggi ditandai dengan badan lemah, pusing, napas
pendek, dan palpitasi jantung.
Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh
arteri dan kapiler.
Jika terjadi pada otak, maka disebut pendarahan
otak.

Gangguan pada Peredaran


Darah
15. Hipotensi

Hipotensi adalah suatu keadaan yang ditandai


dengan tekanan sistol di bawah 120 mmHg
dan tekanan diastol di bawah 70 atau 80
mmHg.
Ditandai dengan gejala badan cepat lelah,
tangan dan kaki terasa dingin, dan mudah
pusing ketika bangun dari tidur.

Gangguan pada Peredaran


Darah
16. Hemorage

Hemorage adalah suatu kelainan berupa


pendarahan arteri atau vena, baik di bagian
dalam maupun di luar tubuh.
Hemorage selalu berbahaya.
Jika pendarahan yang terjadi sebanyak lebih
kurang 30% dari volume darah, maka dapat
berakibat kematian.

Teknologi untuk Mengatasi


Kelainan pada Sistem
Peredaran Darah
1. Operasi Bypass
) Operasi bypass adalah suatu teknik

pembedahan untuk mengatasi masalah


penyumbatan pada pembuluh arteri koroner.
) Selama berlangsungnya operasi ini, dokter ahli
bedah meletakkan sebuah potongan dari
pembuluh darah lainnya pada jantung.
Selanjutnya, salah satu ujung pembuluh darah
dijahitkan pada aorta dan ujung lainnya pada
arteri jantung melewati bagian yang
tersumbat.

Teknologi untuk Mengatasi


Kelainan pada Sistem
Peredaran Darah
2. Terapi Gen
) Terapi gen merupakan suatu teknik untuk

menumbuhkan pembuluh darah baru yang dapat


membawa darah ke jantung.
) Dalam hal ini para dokter ahli bedah akan
menyuntikkan beberapa salinan dari gen yang
mengkode VEGF (vascular endothelial growth factor),
yang diperlukan untuk mendorong munculnya
pembuluh-pembuluh darah baru dari arteri.
) Pembuluh-pembuluh darah tersebut dapat membawa
darah melintasi arteri-arteri yang tersumbat.

Teknologi untuk Mengatasi


Kelainan pada Sistem
Peredaran Darah
3. Angioplasti
) Merupakan suatu teknik yang digunakan untuk

membuka sumbatan berupa plak (timbunan


lemak) pada pembuluh darah.

Teknologi untuk Mengatasi


Kelainan pada Sistem
Pembuluh Darah
4. Transplantasi Jantung
) Gangguan jantung dapat juga diatasi dengan cara

transplantasi jantung.
) Transplantasi jantung adalah proses pengambilan
dan penanaman jantung yang masih sehat ke
dalam tubuh pasien yang mengalami
gangguan/kerusakan jantung.
) Akan tetapi, pada saat ini, masih sangat sedikit
pendonor jantung.

Sistem Peredaran
Darah pada Hewan
1. Sistem Peredaran Darah Ikan
Sistem peredaran darah ikan disebut peredaran darah

tunggal, karena darah hanya melewati jantung satu kali


setiap sekali beredar.
Juga disebut peredaran darah tertutup karena darah ikan
dan hewan vertebrata lainnya selalu beredar di dalam
pembuluh darah.
Jantungnya terdiri atas dua ruang, yaitu serambi dan bilik.
Jantung berisi darah yang miskin oksigen.
Cara kerja peredaran darah ikan :
Darah yang berasal dari bilik jantung dipompa melalui
aorta yang akan menuju insang. Kemudian di dalam
insang, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen pun diikat
oleh darah. Setelah melewati insang, darah yang banyak
mengandung oksigen kemudian dialirkan ke seluruh tubuh.

Sistem Peredaran
Darah pada Hewan
2. Sistem Peredaran Darah pada Katak
. Katak mempunyai sistem peredaran darah tertutup
.
.
.
.

dan ganda.
Disebut peredaran darah tertutup karena darah
beredar dalam pembuluh darah.
Disebut peredaran darah ganda karena setiap sekali
darah beredar, darah melewati jantung 2 kali.
Jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu serambi
kiri, serambi kanan, dan bilik.
Karena jantung katak hanya mempunyai satu bilik
maka darah yang banyak mengandung oksigen dan
karbon dioksida masih bercampur dalam bilik jantung.

Sistem Peredaran
Darah pada Hewan
3. Sistem Peredaran Darah Reptil
Reptil mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan ganda.
Disebut peredaran darah tertutup karena darah beredar dalam

pembuluh darah.
Disebut peredaran darah ganda karena setiap sekali darah beredar,
darah melewati jantung 2 kali.
Jantungnya terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan,
bilik kiri, dan bilik kanan.
Sekat antara bilik kanan dan kiri pada reptil tidak sama sekali sempurna.
Jantung reptil memiliki dua buah aorta, aorta kanan dan aorta kiri. Aorta
kanan keluar dari bilik kiri dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Aorta kiri keluar dari perbatasan bilik kiri dan bilik kanan mengalirkan
darah ke bagian belakang tubuh.
Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen
panizzae yang memungkinkan pemberian O 2 ke alat pencernaan dan
untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu menyelam di air.

Sistem Peredaran
Darah pada hewan
4. Sistem Peredaran Darah Burung
Burung mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan ganda.
Disebut peredaran darah tertutup karena darah beredar dalam

pembuluh darah.
Disebut peredaran darah ganda karena setiap sekali darah
beredar, darah melewati jantung 2 kali.
Jantung terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi
kanan, bilik kiri dan bilik kanan.
Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paruparu tidak bercampur dengan darah yang banyak mengandung
karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh, hal itu
dikarenakan sekat antara bilik kanan dan kiri yang sempurna.
Peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda yang
terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.

Sistem Peredaran
Darah pada hewan
5. Sistem Peredaran Darah Mamalia
Mamalia mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan

ganda.
Disebut peredaran darah tertutup karena darah beredar dalam
pembuluh darah.
Disebut peredaran darah ganda karena setiap sekali darah
beredar, darah melewati jantung 2 kali.
Jantung terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi
kanan, bilik kiri dan bilik kanan.
Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paruparu tidak bercampur dengan darah yang banyak mengandung
karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh, hal itu
dikarenakan sekat antara bilik kanan dan kiri yang sempurna.
Peredaran darah mamalia merupakan peredaran darah ganda
yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah
besar.

Sistem Peredaran
Darah pada hewan
6. Sistem Peredaran Darah Cacing
a) Annelida
) Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari
pembuluh darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang
lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung, misal pada
cacing tanah
(Pheretima).
Arah aliran darah :
Lengkung aorta -> pembuluh ventral -> kapiler (seluruh jaringa
tubuh) -> pembuluh dorsal -> lengkung aorta (pembuluh
jantung).
) Oksigen diabsorbsi melalui kulit dan dibawa pembuluh kapiler
menuju ke pembuluh dorsal. Pertukaran darah terjadi paad
kapiler.
) Darah cacing tanah mengandung hemoglobin yang terlarut dalam
cairan darahnya.

Sistem Peredaran
Darah pada hewan
b) Mollusca
Memiliki sistem peredaran darah tertutup.

Jantung pada hewan ini sudah terdapat atrium


(serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat
pembuluh darah vena dan arteri, misal pada
keong (Pila globosa).

Sistem Peredaran
Darah pada hewan
c) Arthropoda
Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung
disebut jantung pembuluh. Darah dan cairan tubuh
serangga disebut hemolimfa.
Arah aliran darah :
Bila jantung pembuluh berdenyut maka hemolimfa
mengalir melalui arteri ke rongga tubuh -> jaringan
tubuh tanpa melalui kapiler -> jantung pembuluh
melalui ostium.
Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke
sel-sel. Hemolimfe tidak mengandung hemoglobin
sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak
berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem
trakea.

Sistem Peredaran
Darah pada hewan
7. Peredaran Darah Serangga
. Serangga mempunyai sistem peredaran darah terbuka

.
.
.
.

dimana darah dapat diedarkan langsung menuju


jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh darah.
Alat peredaran darahnya berupa jantung pembuluh.
Pada bagian jantung pembuluh, terdapat lubang-lubang
kecil (ostium) yang punya suatu katup.
Ketika jantung pembuluh berdenyut, ostium pun
tertutup, darah mengalir ke depan melalui aorta.
Peredaran darah belalang hanya mengedarkan sari
makanan dan mengambil sisa metabolisme, sedangkan
peredaran oksigen ke seluruh tubuh dan pengambilan
karbon dioksida dilakukan melalui sistem trakea.

THE END
Trims karena sudah
memperhatikan presentasi kami.

TTD :
Kelompok 4