Anda di halaman 1dari 8

Naskah Drama Cinderella

[INTRO: DI SEBUAH ISTANA, HIDUPLAH SEORANG GADIS CANTIK


BERSAMA IBU TIRI DAN KETIGA KAKAK TIRINYA. GADIS INI
MESKIPUN TERLIHAT KOTOR DAN PENUH DEBU, NAMUN
SANGATLAH CANTIK DAN BAIK HATI. SEDANGKAN, IBU DAN
KETIGA KAKAK TIRINYA SANGATLAH JAHAT. MEREKA
MEMPEKERJAKAN GADIS INI DI RUMAHNYA SENDIRI. SETIAP HARI
SI GADIS HARUS MENGERJAKAN SELURUH PEKERJAAN RUMAH.
IBU TIRINYA SELALU MEMBENTAKNYA. SEMENTARA KETIGA
KAKAK TIRINYA SELALU MEMANGGILNYA DENGAN SEBUTAN
CINDERELLA, YANG ARTINYA GADIS KOTOR DAN PENUH DEBU.
MENURUT KETIGA KAKAK TIRINYA, ITU ADALAH NAMA YANG
COCOK UNTUK ANAK PEREMPUAN INI.]
***
[Babak ke 1. UNDANGAN]
[TEROMPET BERBUNYI. SEORANG UTUSAN KERAJAAN DATANG
DIIRINGI PARA PRAJURIT, MENGABARKAN UNDANGAN PESTA
RAKYAT YANG AKAN DIHELAT ISTANA. SEMUA ORANG
BERKUMPUL, KECUALI CINDERELLA YANG HANYA BISA MELIHAT
DARI BALIK JENDELA.]
Utusan Kerajaan: Pengumuman pengumuman Sehubungan dengan akan
diadakannya pesta rakyat di istana, maka pihak istana mengundang semua orang
untuk turut serta. Silakan hadir pada saat acara berlangsung. Siapapun boleh
turut serta. Oiya, pada pesta rakyat tersebut, Pangeran juga akan memilih calon
pendamping dari para undangan. Jadi, dandan secantik mungkin, siapa tahu
anda yang terpilih.
[SEMUA ORANG, KHUSUSNYA PARA WANITA, BERSORAK-SORAI.
TERMASUK, SAUDARA TIRI CINDERELLA, ANASTASIA, DRIZELLA,
DAN FREDERICA.]
Anastasia: Asyik pasti Pangeran memilihku untuk menjadi ratunya. Karena,
aku paling cantik di sini!
Drizella: Siapa kata? Pasti orang itu buta! Jelas aku-lah yang akan menjadi
pendamping Sang Pangeran.

Anastasia: Kau?! Tidak bisakah kau berbicara sedikit halus?


Frederica: Sudahlah, tidak perlu diributkan. Karena yang akan menjadi
pendamping Pangeran adalah aku.
Ibu Tiri: Hei, kalian ini. Tidak perlu bertengkar. Ibu yakin salah satu anak Ibu
ada yang terpilih sebagai pendamping Pangeran. Tapi, siapapun dari kalian yang
terpilih tidak perlu dipersoalkan. Karena, nantinya semua itu akan membuatku
gembira.
[SEMENTARA ITU, CINDERELLA YANG BERADA DI BALIK JENDELA
KAMAR INGIN IKUT JUGA PESTA ITU.]
***
[Babak ke 2. KESEDIHAN]
[HARI H PESTA RAKYAT TIBA. ANASTASIA, DRIZELLA, FREDERICA,
DAN MENGENAKAN GAUN TERBAIK YANG MEREKA MILIKI.
MEREKA BERDANDAN DENGAN DANDANAN PALING CANTIK YANG
BISA DILAKUKAN.]
Ibu Tiri: Hei, kalian, pakai ini, pakai itu, kau kurang ini, kau kurang itu.
[SIBUK MEMERHATIKAN MAKE UP KETIGA ANAKNYA.]
[CINDERELLA YANG HANYA BISA MELIHAT MEREKA BERDANDAN
MENJADI SEDIH. SEBETULNYA, DIA JUGA INGIN BERANGKAT KE
PESTA ITU. TAPI, IA MEMAHAMI POSISI DIRINYA, YANG TIDAK BISA
IKUT DALAM PESTA RAKYAT ITU. APALAGI, IBU TIRINYA
MELARANG. IA MENDESAH.]
Ibu Tiri: Kau mau ikut?
Cinderella: [Mengangguk. Matanya menyiratkan harapan.]
Ibu Tiri: Dengan gaun apa? Pakaian yang kau punya kan lusuh-lusuh begitu?
Apa mau pergi ke pesta dengan baju lusuh itu?
***
[Babak ke 3. KEAJAIBAN]

[DI KAMAR.]
Cinderella: [MENANGIS TERSEDU-SEDU, KARENA HATINYA KESAL.]
Oh, Tuhan, seandainya ayah masih ada, takkan begini ceritanya. Pasti aku
dibelikan gaun terindah untuk ikut pesta itu.
[SAAT ITU, SEORANG PERI TIBA-TIBA MUNCUL DI HADAPAN
CINDERELLA.]
Ibu Peri: Jangan menangis, anakku. Tidak seharusnya kau bersedih.
Tersenyumlah, supaya wajahmu bertambah cantik.
Cinderella: Bagaimana bisa aku tersenyum, Ibu Peri? Aku juga ingin datang ke
pesta itu seperti kakak-kakakku. Tapi, gara-gara aku tidak punya gaun yang
cantik, mereka tidak mengizinkanku.
Ibu Peri: [TERSENYUM DENGAN RAMAH.] Cinderella, bawalah empat
ekor tikus, dua ekor kadal, dan satu labu yang besar.
Cinderella: [MUKANYA BINGUNG.] Untuk apa?
Ibu Peri: Sudah kau kumpulkan saja.
[CINDERELLA MENGUMPULKAN EMPAT EKOR TIKUS, DUA EKOR
KADAL, DAN SATU LABU BESAR SESUAI PERMINTAAN IBU PERI.]
Ibu Peri: Sim salabim! [MENGAYUNKAN TONGKAT SIHIRNYA KE
HEWAN-HEWAN YANG DIBAWA CINDERELLA]
[Empat tikus berubah menjadi kuda. Dua kadal berubah menjadi sais. Dan labu
besar berubah menjadi kereta berwarna emas.]
Ibu Peri: Sepertinya kau membutuhkan gaun baru. [MENGAYUNKAN
TONGKATNYA KEPADA CINDERELLA.]
Cinderella: Wah, bagus sekali gaun ini, Ibu Peri. [MELIHAT GAUNNYA
BERUBAH MENJADI GAUN BERWARNA PUTIH YANG CANTIK NAN
ELEGAN.]
Ibu Peri: Sebagai sentuhan akhir [Ibu Peri mengayunkan tongkatnya, dan
tampaklah sepasang sepatu kaca.]
Cinderella: Ibu Peri, ini ini [TAK KUASA MENAHAN RASA

HARUNYA, MEMELUK IBU PERI.]


Ibu Peri: Oke oke Tapi, kau harus ingat bahwa pengaruh sihir ini akan
lenyap selepas pukul dua belas malam. Karena itu, pulanglah sebelum lewat
tengah malam.
Cinderella: Baiklah, Ibu Peri, aku akan mengingat hal tersebut.
Ibu Peri: Sekarang berangkatlah!
[CINDERELLA NAIK KERETA KUDA EMAS, YANG MEMBAWANYA
BERANGKAT MENUJU ISTANA.]
***
[Babak ke 4. PUTRI CANTIK DATANG]
[CINDERELLA TIBA DI ISTANA DAN LANGSUNG MASUK KE AULA
ISTANA. BEGITU MASUK, PANDANGAN SEMUA YANG HADIR
TERTUJU PADA CINDERELLA. MEREKA SANGAT KAGUM DENGAN
KECANTIKAN CINDERELLA, TERMASUK SANG PANGERAN.]
Pangeran: Putri yang cantik, maukah menari dengan saya? [SAMBIL
MENCIUM PUNGGUNG TANGAN CINDERELLA.]
Cinderella: Baiklah, Pangeran.
[CINDERELLA DAN PANGERAN MENARI DALAM ALUNAN MUSIK
YANG SYAHDU DIIRINGI PANDANGAN IRI MATA SELURUH TAMU
YANG HADIR. IBU DAN KETIGA KAKAK CINDERELLA MERASA IRI
PADA PUTRI CANTIK ITU, MEREKA TIDAK MENDUGA BAHWA PUTRI
CANTIK ITU ADALAH CINDERELLA.]
Pangeran: Selama ini, saya mengidamkan wanita seperti Putri.
Cinderella: [Tersipu-sipu]
[KEDUANYA TERUS BERDANSA HINGGA TIDAK TERASA WAKTU
SUDAH MENUNJUKKAN PUKUL DUA BELAS MALAM. LONCENG
PUN BERDENTANG-DENTANG.]

Cinderella: Maaf Pangeran, saya harus segera pulang!


[CINDERELLA LANGSUNG BERLARI PULANG. DI TENGAH TANGGA,
SEPATU KACANYA TERLEPAS. TAPI, CINDERELLA TIDAK
MENGGUBRISNYA. IA TERUS BERLARI. PANGERAN MENGEJAR
CINDERELLA. TAPI, IA KEHILANGAN JEJAK CINDERELLA.
PANGERAN MENEMUKAN SEPATU KACA MILIK CINDERELLA DI
TENGAH TANGGA.]
Pangeran: Aku akan mencarimu.
[DI TENGAH JALAN PULANG, CINDERELLA BERUBAH KEMBALI
MENJADI GADIS PENUH DEBU. NAMUN, IA SUDAH CUKUP
BAHAGIA.]

Naskah Drama Cinderella 2


[Babak ke 5. MENCARI PUTRI CANTIK]
[KEESOKAN HARINYA, PANGERAN MENITAHKAN KEPADA
PENGAWAL-PENGAWALNYA UNTUK MENCARI PEMILIK SEPATU
KACA. DIMANA PUN MEREKA BERADA. BAIK DI PELOSOK
SEKALIPUN.]
Pangeran: Pengawal!
Pengawal: Hamba, Gusti Pangeran. [MEMBUNGKUK MEMBERI
HORMAT.]
Pangeran: Semalam, tampaknya aku sudah menemukan seorang wanita idaman
yang kucari selama ini.
Pengawal: Ya, Paduka.
Pangeran: Namun, belum sempat aku bertanya latar belakangnya, ia keburu
pulang dengan tergesa-gesa. Ia cuma meninggalkan ini. [MENUNJUKKAN
SEBELAH SEPATU KACA MILIK CINDERELLA.]

Pengawal: Milik siapakah itu, Gusti Pangeran?


Pangeran: Justru itu. Aku menitahkan kamu dan anak buahmu untuk menyisir
seluruh pelosok negeri. Cari seorang wanita yang cocok mengenakan sepatu ini.
Pastikan semua wanita, tidak peduli siapapun, memakai sepatu ini!
Pengawal: Baiklah, Gusti Pangeran.
[Babak ke 6. MENCARI PEMILIK SEPATU KACA]
[BERSAMA ANAK BUAHNYA, PENGAWAL SEGERA BERGERAK.
MEREKA MENYISIR SEMUA TEMPAT, HINGGA TIBA DI RUMAH
CINDERELLA DAN IBU TIRI-NYA.]
Pengawal: Selamat pagi, Madam.
Ibu Tiri: Ada apa?
Pengawal: Kami datang ke sini atas titah Pangeran untuk mencari pemilik ini.
[MENUNJUK SEPATU KACA.] Karena Pangeran hendak memperistrinya.
Adakah Madam memiliki anak gadis?
Ibu Tiri: Silakan tunggu di sini.
Ibu Tiri: Anastasia, Drizella, dan Frederica! [BERTERIAK MEMANGGIL
KETIGA ANAKNYA.]
[KETIGA ANAKNYA, ANASTASIA, DRIZELLA, DAN FREDERICA.
MEREKA KEMUDIAN MENCOBA SEPATU KACA YANG DIBAWA
PENGAWAL PANGERAN.]
Pengawal: [Menggeleng.] Sepertinya bukan putri-putri Madam yang kami cari.
Maaf
Ibu Tiri: Cobalah sekali lagi.
Ibu Tiri: Kalian, cobalah untuk mengecilkan ukuran kakimu sebentar saja.
[BERBISIK KEPADA PUTRI-PUTRINYA.]
Anastasia: Uh, sakit, Mam. Ini bukan sepatu ukuranku.
Pengawal: Sudah, tolong lepaskan.

Drizella: Hmm, sepertinya sepatu kaca ini akan muat di kakiku.


Pengawal: Tolong, jangan kau paksakan.
Drizella: Tidak, sepatu kaca ini pas di kakiku. Lihatlah
Pengawal: Sudah cukup.
Frederica: Tidak cukup. [MENGAMBIL SEPATU KACA DAN INGIN
MEMBANTINGNYA.]
Pengawal: Eits, eits, jangan dibanting.
Frederica: [MENYERAHKAN KEMBALI SEPATU KACA ITU KE
PENGAWAL.]
Pengawal: Karena tidak ada seorang pun yang cocok disini, kami akan
melanjutkan pencarian kami di lain tempat.
[Babak ke 7. Menemukan Cinderella]
[Tepat pada saat itu, Cinderella lewat.]
Pengawal: Apakah dia anak gadis Anda, Madam?
Ibu Tiri: Bukan. Dia cuma pembantu di sini!
Pengawal: Tidak menjadi soal. Asalkan dia seorang wanita, kami diperintahkan
untuk mencobanya.
Ibu Tiri: Tidak. Tidak boleh. Sepatu kaca itu takkan muat untuknya!
[KEMARAHAN IBU TIRI DIHADANG OLEH TOMBAK-TOMBAK ANAK
BUAH PENGAWAL. MEMBUATNYA TERDIAM.]
Pengawal: Tidak perlu. [MEMERINTAHKAN ANAK BUAHNYA UNTUK
MENURUNKAN TOMBAK.]
Pengawal: Dan kamu? Siapa namamu?
Cinderella: Cinderella, Tuan.
Pengawal: Baiklah, Cinderella. Cobalah sepatu kaca ini.

Ibu Tiri: Tidak akan muat.


Anastasia, Drizella, dan Frederica: Si dekil ini bukan pemilik sepatu kaca itu!
Cinderella: [MENJULURKAN KAKI KANANNYA.]
Pengawal: Pas sekali sepatu ini di kaki Anda. Ah, Andalah Putri cantik itu?!
[IBU DAN KETIGA KAKAK TIRI CINDERELLA SANGAT MARAH DAN
IRI PADA CINDERELLA, NAMUN MEREKA TIDAK BISA BERBUAT
APA-APA. TEPAT SAAT ITU, IBU PERI MUNCUL.]
Ibu Peri: Selamat Cinderella. Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan
Pangeran. Sim salabim. [Cinderella berubah menjadi putri cantik seperti waktu
pesta rakyat.]
Ibu Peri: Kamu tidak perlu khawatir. Tidak seperti sebelumnya, pengaruhnya
akan abadi.
Cinderella: Terima kasih Ibu Peri.
[CINDERELLA PUN PERGI KE ISTANA PANGERAN. IA MENIKAH
DENGAN PANGERAN TAMPAN. DEMIKIANLAH NASKAH DRAMA
CINDERELLA INI ADANYA.][]