Anda di halaman 1dari 2

Budidaya terong belanda adalah salah satu agribisnis yang diminati.

Pasalnya, buah
terong unik ini banyak diminati dan bisa dikonsumsi dalam beraneka jenis resep
hidangan. Hal yang sangat menguntungkan lainnya adalah, cara budidaya terong
belanda yang sangat mudah sehingga banyak petani yang sukses dibuatnya.
Tanaman terong belanda awalnya dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1941
tepatnya di daerah Bogor Jawa Barat. Jenis terong Belanda, berbeda berbeda
dengan jenis terong-terong lainnya, karena terong Belanda mirip dengan bentuk
telur, cuma bagian terlihat lebih meruncing.
Peluang Usaha Budidaya Terong Belanda

Terong Belanda bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat. Bahkan
tidak hanya digunakan sebagai sayuran saja, terong Belanda juga dimanfaatkan
untuk membuat sirup, selai, hingga ditambahkan sebagai bumbu masakan karena
memiliki aroma yang sangat sedap. Keunggulan tersebut membuat terong Belanda
menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dicari oleh para konsumen.
Dengan tingginya minat dari para konsumen terhadap terong Belanda, maka
terbuka pula kesempatan bagi kita semua yang gemar bercocok tanam untuk
menjalankan usaha budidaya terong Belanda.
Tips Pemilihan Lahan

Kita langsung mulai saja pembahasan kita mengenai tips yang pertama tentang
cara budidaya terong Belanda ini. Untuk pemilihan lahan, tanaman terong Belanda
bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah pada daerah
tropis. Hawa yang sejuk adalah salah satu nilai tambah bagi kriteria lahan yang
diperlukan untuk memaksimalkan proses pembungaan. Selanjutnya, mempunyai
sistim pengairan maupun pembuangan air yang bagus adalah syarat kriteria lainnya
yang harus dimiliki oleh lahan tersebut, karena lahan yang kering atau tergenang
air tidak bagus untuk tanaman terong Belanda.
Tips Pengolahan Lahan dan Proses Pembibitan

Bagi Anda yang telah terbiasa bercocok tanam, tentu sudah tidak asing lagi dengan
membuat bedengan diatas lahan. Pengolahan lahan untuk menanam terong
Belanda ini yakni diawali dengan pembuatan bedengan dengan tinggi kurang lebih
mencapai 40 cm dan lebar kurang lebih mencapai 120 cm. Sedangkan jarak antara
bedengan satu dan bedengan yang lainnya untuk penanaman terong Belanda ini
yaitu kurang lebih mencapai 50 cm. Bedengan dibuat memanjang dan berbaris rapi,
kemudian di bagian atasnya kita tutup menggunakan plastik.

Kita bisa melakukan proses penanaman dengan melakukan pembenihan terlebih


dahulu maupun langsung mencari bibit yang sudah siap tanam. Bibit yang sudah
siap tanam yaitu benih tanaman terong Belanda yang telah ditumbuhkan di dalam
kantung-kantung plastik polybag hingga mencapai usia sekitar 28 hari. Perlu diingat
bahwa sebelum proses penanaman di atas lahan dilakukan, bedengan-bedengan
dan pemupukan lahan sudah harus selesai dilakukan. Selanjutnya satu hari
menjelang penanaman, kita harus telah membuat lubang-lubang tanam dengan
jarak kira-kira mencapai 50 cm.
Tips dan Cara Menanam

Setelah lahan dan bibit disiapkan, maka tibalah saatnya bagi kita untuk mulai
menanam. Tidak ada teknik menanam khusus yang rumit yang harus kita pelajari,
karena cara menanam terong Belanda sama saja dengan cara tanam jenis-jenis
tanaman lainnya diatas bedengan. Bibit-bibit yang sudah siap tanam tersebut kita
masukan saja ke dalam lubang-lubang tanam di atas bedengan, kemudian kita
tutup dengan tanah. Selanjutnya kita tinggal melakukan pengawasan dan
perawatan dengan teliti untuk memaksimalkan hasil. Itulah penjelasan singkat
mengenai cara budidaya tanaman terong Belanda.