Anda di halaman 1dari 86

Perpustakaan Unika

Proyek Pembangunan Hotel Dafam Mambo Internasional Semarang

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Oleh :
Alfin Sanjaya Harwanto
07.12.0010

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Proyek


SEMARANG, sebagai kota raya dan lbu kota Jawa Tengah, memiliki sejarah
yang panjang. Mulanya dari dataran lumpur, yang kemudian berkembang pesat
menjadi lingkungan maju dan menampakkan diri sebagai kota yang penting.
Sebagai kota besar, ia menyerap banyak pendatang. Mereka ini, kemudian
mencari penghidupan dan menetap di Kota Semarang sampai akhir hayatnya. Lalu
susul menyusul kehidupan generasi berikutnya. Di masa dulu, ada seorang dari
kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden
Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat
yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren
dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari
sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem
Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
Kota Semarang berada di sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km
sebelah barat Surabaya. Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara,
Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten
Kendal di barat. Kini kota ini berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dilihat
dengan banyaknya pembangunan pembangunan yang dilaksanakan diantaranya
pembangunan gedung untuk perhotelan, mall, rumah makan, jalan tol SemarangSolo dll. PT DAFAM GROUP melihat bahwa pertumbuhan ekonomi kota
Semarang cukup menjanjikan karena kota Semarang ini merupakan daerah dengan
tingkat kepadatan populasinya cukup besar dan memiliki bermacam macam
objek wisata; misalkan objek wisata Lawang Sewu, kota tua Little Netherland,
aneka wisata kuliner di Warung Semawis, dsb. Dengan alasan tersebut PT
DAFAM GROUP membeli lahan yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol 188,
Semarang untuk didirikan sebuah Hotel mewah. Karena disamping menyediakan
tempat menginap para wisatawan, hotel ini juga diciptakan sebagai tempat

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

pertemuan pebisnis dari kota besar disekitar Semarang, yaitu kota Demak, Kudus,
Pati, Rembang, Blora, Ungaran, Salatiga, Kendal, Batang, Pekalongan,
Temanggung. Pembangunan hotel tersebut juga bertujuan mengembangkan
potensi kota Semarang sebagai ibukota propinsi Jawa Tengah.
Dalam pelaksanaan proyek ini, PT DAFAM GROUP menunjuk langsung
konsultan perencana, yaitu PT Pensil Desain.

1.2

Lokasi Proyek
Proyek Pembangunan Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL ini secara geografis letak bangunannya dibatasi oleh :
A. Sebelah Utara

: Jalan Imam Bonjol

B. Sebelah Timur

: Yayasan Sandjoyo

C. Sebelah Barat

: Eka Poultry

D. Sebelah Selatan

: SMA Negeri 5

Gambar 1.1 Peta lokasi, Sumber Google Maps Semarang.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

1.2.1 Data Umum


Nama Proyek

: Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO


INTERNATIONAL

Lokasi Proyek

: Jalan Imam Bonjol 188, Semarang

Waktu Pengerjaan

: Desember 2009 September 2010

Pemilik Proyek

: PT DAFAM GROUP

Konsultan Perencana

: PT Pensil Desain

Kontraktor Pelaksana1

: PT Frankie Pile Indonesia

Kontraktor Pelaksana2

: PT Karya Konstrindo

Fasilitas yang terdapat pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO


INTERNATIONAL adalah :
A. tempat parkir,
B. fasilitas instalasi listrik,
C. plumbing,
D. kantin dan WC,
E. direksi keet
Dengan adanya fasilitas yang telah tersedia diharapkan PT DAFAM
GROUP dapat memberikan pelayanan yang prima, akurat serta tepat guna
yang berarti benar-benar memberikan pelayanan sesuai dengan fungsinya
yaitu untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi para
pekerja dan pemakainya.

1.2.2 Data Teknis


Data teknis mengenai proyek pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL adalah sebagai berikut :
A. Struktur Bangunan

: beton bertulang

B. Jumlah Lantai

: 9 lantai

C. Luas Lahan

: 1946.64 m2

D. Luas Bangunan

: 6853.09 m2

E. Luas Bangunan terdiri dari :


1. Luas lantai Basement
Alfin Sanjaya Harwanto

= 1141.17 m2
07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Fungsi lantai Basement : Gudang, kantor security, parkir mobil


dan motor, ruang kelistrikan, ruang pompa, ruang administrasi.
2. Luas lantai Dasar

= 1158.29 m2

Fungsi lantai Dasar : Gudang, Dapur, Restoran, ruang resepsionis,


toko rental, lobby, ruang meeting.
3. Luas lantai Mezzanine

= 928.03 m2

Fungsi lantai mezzanine : ruang meeting, dan ruang officer.


4. Luas lantai 1

= 794.10 m2

Fungsi lantai 1 : kamar kamar hotel


5. Luas lantai 2

= 739.70 m2

Fungsi lantai 2 : kamar kamar hotel


6. Luas lantai 3

= 739.70 m2

Fungsi lantai 3 : kamar kamar hotel


7. Luas lantai 4

= 739.70 m2

Fungsi lantai 4 : kamar kamar hotel


8. Luas lantai 5

= 763.18m2

Fungsi lantai 5 : kamar kamar hotel


9. Luas lantai Top

= 499.15 m2

Fungsi lantai Top : ruang fitness, ruang officer


F. Total biaya yang dikeluarkan oleh pemilik proyek :
Total biaya seluruhnya berkisar Rp 22.400.000.000,00
Terbilang dua puluh dua miliar empat ratus juta rupiah.
G. Total Tinggi Bangunan : 35 meter, yang terdiri dari :
1. Lantai Basement

: 3,4 meter

2. Lantai Dasar

: 4.16 meter

3. Lantai Mezzanine

: 6.29 meter

4. Lantai 1

: 3.63 meter

5. Lantai 2

: 3.63 meter

6. Lantai 3

: 3.63 meter

7. Lantai 4

: 3.63 meter

8. Top

: 3 meter

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

1.3

Perpustakaan Unika

Sistematika Penyusunan
Sehubungan dengan jangka waktu yang singkat untuk melaksanakan kerja
praktek, maka dalam penyusunan laporan ini dibuat sistematika yang diharapkan
akan dapat mempermudah para pembaca dalam memahami Proyek Pembangunan
Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL baik dari segi teknis maupun non
teknis.
Bab I : Pendahuluan
Bab I berisi latar belakang proyek, lokasi proyek, data proyek (data umum & data
teknis), dan sistematika penyusunan.
Bab II : Pengelola Proyek
Bab II menguraikan tentang pemilik proyek, konsultan perencana, pelaksana,
konsultan pengawas, dan struktur organisasi proyek beserta hubungan kerja,
tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terkait dalam
struktur organisasi tersebut.
Bab III : Perancangan
Bab III membahas mengenai alat-alat yang digunakan selama proyek berlangsung,
bahan-bahan yang digunakan, cara pelaksanaan setiap jenis pekerjaan, dan
pengendalian proyek.
Bab IV : Pelaksanaan Proyek
Bab IV menguraikan tentang perancangan proyek tersebut, antara lain, metode
pelaksanaan pekerjaan struktur bagian bawah, mengenai pondasi bor pile, lantai
kerja, penulangan dan pengecoran pile cap dan tie beam, pekerjaan struktur
bagian atas seperti kolom, balok, dan pelat lantai.
Bab V : Permasalahan Proyek
Bab V menguraikan tentang permasalahan yang dihadapi dalam proyek tersebut
yang ditunjau dari keadaan di lapangan dan pada perancangan.
Bab VI : Kesimpulan dan Saran
Bab VI berisi tentang kesimpulan dan saran tentang pelaksanaan Proyek
Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNASIONAL

dari

hasil

pelaksanaan Kerja Praktek.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

1.4

Perpustakaan Unika

Batasan Masalah
Pada laporan ini penulis akan membahas pekerjaan yang dimulai dari pekerjaan
struktur bawah meliputi pondasi bor pile, pile cap, dan tie beam dan struktur atas
meliputi kolom, balok, dan pelat lantai, karena Kerja Praktek penulis dimulai
setelah pekerjaan persiapan dan pengukuran pondasi, namun sebelum pekerjaan
atap.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

BAB II
PENGELOLA PROYEK

Pengelolaan proyek yang efisien terjadi jika unsur-unsur yang terkait didalamnya dapat
bekerja sama dengan baik, dan tergabung dalam satu kesatuan sesuai dengan garis
hubungan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati. Dalam hal ini tujuan akhir
dari pengelolaan proyek tersebut adalah berdirinya Hotel DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL dengan perjanjian-perjanjian yang telah disepakati pengelolapengelola proyek sebelumnya. Kerjasama berbagai unsur tersebut diwujudkan dengan
adanya

pembagian tugas dan wewenang, sehingga diperoleh hasil kerja yang

maksimal untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Unsur pengelola Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL


terdiri dari :
2.1

Pemilik proyek

2.2

Konsultan perencana dan Konsultan pengawas

2.3

Kontraktor Pelaksana

Keempat unsur ini merupakan suatu kesatuan sebagai mitra kerja dan bekerjasama
untuk melaksanakan pembangunan proyek hingga selesai sesuai dengan rencana, waktu,
biaya dan mutu yang ditetapkan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Pemilik Proyek
PT DAFAM GROUP

Kontraktor
Pelaksana 1
PT FRANKIE
PILE

Kontraktor
Pelaksana 2

Konsultan Perencana +
Konsultan Pengawas
PT PENSIL DESAIN

PT KARYA
KONSTRINDO

: hubungan perintah
: hubungan kerjasama
Gambar 2.1. Hubungan Kerja Pengelola Proyek.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Hubungan Kerja dan Tanggung Jawab


Hubungan kerja adalah hubungan antara pihak-pihak yang mempunyai tanggung jawab
terhadap pelaksanaan dan wewenang untuk menjamin kelancaran jalannya proyek,
sehingga proyek dapat selesai tepat pada waktunya. Hubungan kerja antar organisasi
dapat diuraikan sebagai berikut :
A.

Hubungan kerja pemilik proyek dengan konsultan perencana dan konsultan


pengawas
Pemilik proyek menunjuk bagian untuk membuat gambar rencana, termasuk
perhitungan yang berkaitan dengan gambar tersebut. Setelah menunjuk bagian
perencana, maka diadakan kontrak kerja secara tertulis. Konsultasi antara pemilik
proyek dan bagian perencana selalu diadakan dalam mempersiapkan suatu
rancangan atau rencana pembangunan proyek, agar tercapai hasil yang
dikehendaki oleh pemberi tugas.

B.

Hubungan kerja pemilik proyek dengan kontraktor pelaksana


Pemilik proyek menunjuk kontraktor pelaksana pembangunan dengan cara
pelelangan proyek. Setelah melalui langkah langkah dalam pelelangan, pemilik
proyek memilih salah satu kontraktor pelaksana dari peserta pelelangan proyek
tersebut. Kemudian diadakan suatu kontrak kerja antara pemilik proyek dan
kontraktor pelaksana pembangunan.

C.

Hubungan kerja pemilik proyek dengan konsultan pengawas


Setelah pemilik proyek menunjuk konsultan perencana, kemudian konsultan
perencana menunjuk konsultan pengawas untuk mengawasi proses pelaksanaan di
lapangan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana pembangunan, yang
dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja. Pertanggung jawaban ini diwujudkan
dalam bentuk laporan mingguan dan laporan harian pelaksanaan di lapangan.

2.1

Pemilik Proyek atau Pemberi Tugas ( owner )


Pemilik proyek atau pemberi tugas adalah pihak yang mempunyai modal atau
gagasan untuk membangun. Keinginan tersebut disampaikan kepada konsultan
perencana untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk gambar rencana, termasuk
di dalamnya perhitungan yang menyangkut pembangunan proyek tersebut.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Selanjutnya pemilik proyek tersebut menunjuk kontraktor pelaksana untuk


melaksanakan pekerjaan pembangunan tersebut, dengan berdasarkan pada gambar
rencana dan perhitungan yang telah dibuat oleh konsultan perencana. Tugas,
wewenang dan tanggung jawab dari pemilik adalah sebagai berikut :
A. Menyediakan dana yang cukup untuk merealisasikan pembangunan proyek.
B. Mengangkat dan menunjuk bagian perencana, bagian pelaksana dan bagian
pengawas.
C. Menandatangani kontrak kerja dan perjanjian-perjanjian yang ada.
D. Mengambil keputusan terakhir yang mengikat mengenai pembangunan proyek
setelah berkonsultasi dengan konsultan perencana/pengawas.
E. Mengurus segala perijinan yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan
seperti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), ijin melaksanakan pekerjaan dari
kepolisian.
F. Menyetujui atau menolak perubahan pekerjaan tambahan atau pekerjaan
kurang yang diajukan oleh konsultan perencana.
G. Menyetujui atau menolak hasil pekerjaan.
Pemilik atau pemberi tugas dari Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL adalah PT DAFAM GROUP.
2.2

Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas


Konsultan perencana adalah pihak yang diberi tugas oleh pemilik proyek untuk
merencanakan bangunan sesuai dengan keinginan pemilik proyek. Tugas,
wewenang dan tanggung jawab dari konsultan perencana adalah sebagai berikut :
A. Mengumpulkan data-data proyek dan hal-hal lain yang menyangkut proyek.
B. Membantu pemilik proyek mengurus surat-surat ijin dari pemerintah dan
menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pembangunan proyek
tersebut.
C. Membantu peraturan dan syarat-syarat yang biasa disebut dengan dokumen
tender.
D. Membuat perencanaan lengkap dari bangunan yang akan dibuat sesuai dengan
keinginan pemilik proyek. Adapun perencanaan meliputi :
1. Gambar-gambar struktur dan arsitektur

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

10

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

2. Perhitungan konstruksi
3. Perhitungan taksiran Rencana Anggaran Biaya
4. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)
E. Pada pelaksanaan pembangunan konsultan bertindak sebagai wakil dari
pemilik proyek.
F. Melakukan pengawasan pelaksanaan konstruksi secara berkala apakah sesuai
dengan rencana.
G. Membuat gambar refisi, jika karena sesuatu hal diadakan perubahan pada
gambar rencana.
H. Bertanggung jawab kepada pemilik proyek, yang dalam hal ini diwakili oleh
pimpinan proyek akan segala rancangan struktur maupun arsitektur yang akan
dilaksanakan.
Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek ( owner )
untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas dapat berupa
badan usaha atau perorangan. Konsultan pengawas dalam suatu proyek
mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:
A. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
B. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek.
C. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek
D. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik
proyek maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan.
E. Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi
penyimpangan terhadap kontrak kerja.
F. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksana proyek tidak tidak
memperhatikan peringatan yang diberikan.
G. Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksana proyek.
H. Konsultan pengawas berhak memeriksa gambar shopdrawing pelaksana
proyek.
I. Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubahan ( site
Instruction)

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

11

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL sebagai


konsultan perencana dan konsultan pengawas adalah PT Pensil Desain.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

12

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

TEAM KERJA PENSIL DESAIN


KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR
PIMPINAN

= Ir. T. G. Keng S. Tanzil

STAFF AHLI

= Yossa S Himantoro, ST

(Arsitektur)

= Ir. Oentojo

(Sipil)

= Aditya Nugroho, BA

(ME)

STAFF ARSITEKTUR

= Astuning Hariri, ST
= Hilman Widiana PG, ST
=Ima Mugi, ST

STAFF INTERIOR

= Rima, ST

STAFF GAMBAR 2D

= Yana Rusdiana
= Usman Hardiansyah

STAFF SIPIL

= Dedie Dwi Suryanto, ST

STAFF MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

= Tiana Kurniawan

STAFF ESTIMASI DAN ADMINISTRASI

= Eka Diah Astuti, Amd


= Reni Simarmata, Amd
= Vera Tresnawati, Amd
= Yuni Astuti, Amd

STAFF PELAKSANA

= Yanto, ST
= Firman, ST
= Iwan, ST
= Yudi

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

13

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

= Mendy
= Anwar
Gambar 2.2. Struktur Organisasi PT PENCIL DESAIN, sumber PT Pensil Desain.

2.3

Kontraktor Pelaksana Pembangunan


Kontraktor Pelaksana Pembangunan adalah seseorang yang ditunjuk langsung
oleh pemilik proyek untuk melaksanakan suatu pekerjaan menurut biaya yang
telah tersedia dan melakukan pekerjaan sesuai dengan persetujuan dan syaratsyarat yang telah disepakati, untuk kemudian menyerahkan pekerjaan bila sudah
selesai. Tugas, wewenang dan tanggung jawab pelaksana pembangunan adalah
sebagai berikut :
a. Melaksanakan pekerjaan dengan berdasarkan pada syarat-syarat yang telah
dibuat dalam bestek.
b.

Menaati segala peraturan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan,


baik berupa keputusan dan peraturan-peraturan pemerintahan.

c.

Melaporkan pelaksanaan pekerjaan dalam bentuk laporan pekerjaan harian,


mingguan dan bulanan.

d.

Mengkonsultasikan mengenai gambar-gambar atau hal-hal lain yang


mungkin tidak cocok dengan kondisi lapangan kepada pengawas untuk
mencari alternatif pemecahannya.

e.

Bertanggung jawab kepada pemilik proyek dalam bentuk bangunan fisik.

Untuk membangun Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini pemilik


mengadakan dua kali pelelangan, yaitu pelelangan pondasi dan pelelangan
struktur.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

14

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Pada pelelangan pondasi, pemilik mengundang tiga PT untuk berpartisipasi,


namun hanya dua PT yang ikut berpartisipasi yaitu PT Frankie Pile dan PT Paku
Bumi. Sedangkan pada pelelangan struktur pemilik mengundang 15 PT, namun
hanya 8 PT yang berpartisipasi yaitu PT Karya Konstrindo, PT Adhi Karya, PT
Sekawan Triasa, PT Hi Construction, PT Pembangunan Perumahan, PT Pulau
Intan.
Dari pelelangan tersebut, Terpilihlah kontraktor pelaksana Proyek Pembangunan
Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL yaitu PT Frankie Pile untuk
pekerjaan pondasi dan PT Karya Konstrindo untuk pekerjaan struktur.

Gambar 2.2. Struktur Organisasi PT KARYA KONSTRINDO, sumber PT Karya Konstrindo.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

15

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Alfin Sanjaya Harwanto

Perpustakaan Unika

07.12.0010

16

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

BAB III
PERANCANGAN

3.1

Uraian Umum
Perancangan merupakan suatu kegiatan penting sebelum dilaksanakannya suatu
proyek. Sebelum perancangan ini dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan
pengumpulan data teknis maupun non teknis melalui survei di lapangan dan
penelitianpenelitian di laboratorium. Dalam suatu perancangan antara satu
kegiatan dengan kegiatan lainnya saling berkaitan, mulai dari penyelidikan tanah
di lapangan yang merupakan langkah awal proyek hingga berupa desain
arsitektur, struktur, sistem kelistrikan dan sarana air bersih, pelaksanaan dan
perawatan bangunan sebagai perwujudan suatu proyek.

3.2

Survei Pendahuluan
Survei pendahuluan pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL ini diawali dengan penyelidikan tanah yang dilakukan oleh
Laboratorium Mekanika Tanah UNISULA Semarang. Tujuan dari pekerjaan
penyelidikan tanah adalah untuk mengetahui kondisi lapisan tanah yang ada di
lokasi bangunan yang akan didirikan, letak kedalaman tanah keras, mengetahui
sifat sifat tanah dan kedalaman muka air tanah serta parameter parameter
tanah yang akan digunakan untuk menentukan daya dukung pondasi yang akan
digunakan

dalam

Proyek

Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL.
Penyelidikan yang dilaksanakan meliputi uji lapangan. Penyelidikan tanah di
lapangan berupa pengujian dengan menggunakan Sondir. Untuk data uji sondir
dapat dilihat pada lampiran.
Uji Sondir sampai kedalaman -40.00 m sebanyak 3 titik. Hasil uji Sondir dari tiga
lokasi yang berbeda menunjukkan kondisi lapisan tanah yang relatif sama, yaitu
berupa tanah urug pada bagian permukaan hingga kedalaman -5.00 m, kemudian

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

17

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

terdapat silk berlempung hingga kedalaman -40.00 m karena muka air tanah yang
tinggi.
3.3

Perancangan
Proyek

Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL

menggunakan sistem struktur bangunan perancangan beton bertulang dengan


mutu beton yang beragam. Berdasarkan survei pendahuluan dan pengolahan data
yang tersedia didapatkan hasil yang dapat digunakan untuk tahap perancangan
berikutnya.
4.4.1 Perancangan Struktur Bawah
A. Pondasi
Pondasi adalah struktur atau bagian dari suatu bangunan yang berfungsi
meneruskan berat sendiri bangunan tersebut ke tanah dimana bangunan
itu akan berdiri (Terzaghi, 1991), maka dalam perancangan pondasi perlu
diperhatikan beberapa hal, antara lain :
1. Besar dan macam beban
2. Susunan, tebal dan sifat lapisan tanah
3. Pertimbangan biaya dan waktu
4. Keadaan lingkungan di sekitar proyek
5. Tipe pondasi yang sesuai
Pada

Proyek

Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL ini menggunakan pondasi Bore Pile diameter 60 cm,


80 cm, dan 100 cm dengan mutu beton K-300.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

18

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

B. Tie Beam atau Sloof


Pada

Proyek

Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL ini terdapat beberapa macam Tie Beam atau Sloof


yang digunakan yaitu :
Tabel 3.1 Penulangan Sloof, Sumber data proyek.

Tipe
Sloof

Ukuran

Tulangan

Sloof
Tumpuan

(cm)
S1

S2

Sengkang

3060

Lapangan

Atas

3D19

Atas

3D19

Tengah

213

Tengah

210

Bawah

4D22

Bawah

3D19

Atas

3D19

Atas

3D19

Bawah

3D19

Bawah

3D19

2060

Tumpuan

Lapangan

10-10

10-15

10-10

10-15

Keterangan : Gambar Tipe sloof S1 dan S2 tersebut dapat dilihat pada lampiran 45.

C. Pile Cap
Sedangkan pile cap pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL ini menggunakan beberapa macam yaitu :

Tabel 3.2 Pile Cap (Poer), Sumber data proyek.

Tulangan Poer

Ukuran Poer
(cm)

Atas

Tipe Poer

Bawah

Arah X

Arah Y

Arah X

Arah Y

100 100 60

P60

1615

1615

1615

1615

140 140 60

P80

1615

1615

1615

1615

180 160 60

P100

1915

1915

1915

1915

400 140 60

P80 x 2

2215

1615

2215

1615

Keterangan : Gambar Tipe poer P60, P80, P100 dan P80 x 2 tersebut dapat dilihat pada lampiran 27.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

19

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

3.3.2 Perancangan Struktur Atas


A. Kolom
Beberapa kolom yang digunakan pada Proyek Pembangunan Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL yaitu :
Tabel 3.3 Penulangan Kolom, Sumber data proyek.

Tipe Kolom

Dimensi

Tul. Sengkang

Tul. Pokok

Tumpuan Lapangan
K1

40 40

12D25

1010

1015

K2

50 60

16D19

1010

1015

K3

60 60

20D25

1010

1015

K4

70 80

24D25

1010

1015

K5

80 80

32D25

1010

1015

K6

20 x 40 x 40 x 20 x 60

11D22

1010

1015

K7

20 x 40 x 20 x 20

12D22

1010

1015

K8

20 x 20 x 20 x 20 x 20 x 20

12D22

1010

1015

Keterangan : Gambar Tipe kolom K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7 dan K8 tersebut dapat dilihat pada
lampiran 45.

B. Balok
Sedangkan balok yang digunakan pada Proyek Pembangunan Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL yaitu :
Tabel 3.4 Penulangan Balok, Sumber data proyek.

Tipe
Balok

Ukuran

BI3

Sengkang

Balok
(cm)

BI2

Tulangan

1560

4060

Alfin Sanjaya Harwanto

Tumpuan

Lapangan

Atas

3D19

Atas

3D19

Tengah

410

Tengah

210

Bawah

3D19

Bawah

3D19

Atas

7D19

Atas

3D19

Tengah

410

Tengah

410

Bawah

4D19

Bawah

3D19

Tumpuan

Lapangan

10-15

10-20

10-15

10-20

07.12.0010

20

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

BI4

1525

Perpustakaan Unika

Atas

5D19

Atas

3D19

Tengah

410

Tengah

4 10

Bawah

3D19

Bawah

3D19

10-10

10-15

Keterangan : Gambar Tipe balok B12, B13 dan B14 tersebut dapat dilihat pada lampiran 49.

C. Plat Lantai
Plat lantai pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL ini dirancang :
1. Tebal plat lantai 10 cm.
2. Mutu beton K 350 untuk plat lantai.
3. Tulangan pada plat lantai 1 sampai dengan plat lantai 9 menggunakan
10-125 mm.
D. Tangga
Tangga berfungsi sebagai penghubung antar lantai yang berbeda elevasi,
dan bekerja menahan beban mati dan beban hidup. Konstruksi tangga
pada

Proyek

Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL ini terbuat dari beton bertulang dengan spesifikasi


sebagai berikut:
1. tebal plat tangga

: 120 mm,

2. antrade

: 200 mm,

3. optrade

: 200 mm,

4. tulangan anak tangga: 10 125


5. mutu beton

Alfin Sanjaya Harwanto

: K 350

07.12.0010

21

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

BAB IV
PELAKSANAAN PROYEK

4.1

Metode pelaksanaan
Urutan

pelaksanaan

pekerjaan

Proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL Semarang secara garis besar meliputi:


A. Pekerjaan persiapan, antara lain:
1. Pembersihan lokasi pekerjaan
2. Pembuatan pagar pengaman
3. Pembuatan kantor proyek (Direksi keet) dan gudang material.
4. Penyediaan listrik dan air bersih.
5. Pembuatan atau penempatan Workshop.
6. Mobilisasi dan Demobilisasi.
7. Izin Mendirikan Bangunan.
B. Pekerjaan pengukuran, antara lain:
1. Penentuan as bangunan
2. Penentuan as elemen struktur lainnya, dan pemasangan titik bantu.
C. Pekerjaan struktur bawah (sub structure), antara lain:
1. Pekerjaan pondasi
2. Pekerjaan pile cap
3. Pekerjaan tie beam
D. Pekerjaan struktur atas (upper structure), antara lain:
1. Pekerjaan kolom
2. Pekerjaan balok dan pelat
E. Pekerjaan finishing
4.2

Pertimbangan Teknis Pelaksanaan


Pertimbangan teknis pelaksanaan pada Pembangunan Proyek Hotel DAFAM
MAMBO INTERNATIONAL Semarang antara lain :

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

22

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.2.1 Penggunaan pondasi Bore Pile mengingat hampir tidak adanya lapisan tanah
keras pada lokasi proyek maka perlu pondasi yang dapat mencapai
kedalaman -40,00 m untuk memanfaatkan daya dukung tanah secara
optimal untuk pembangunan hotel dengan 9 lantai. Lalu lokasi proyek yang
berada dalam area pemukiman penduduk membuat bore pile menjadi
pilihan baik dibanding dengan pancang ataupun press karena keduanya
membuat tanah sekeliling menjadi meningkat sehingga dapat merusak
bangunan sekitar. Sehingga dipilih pondasi bore pile dengan panjang tiang
36,00 m per titik.
Bore Pile

Pancang atau Press

Tanah

Tanah

Tanah

Tanah

Gambar 4.1 Perbandingan kondisi tanah.

4.2.2 Mutu beton K-350 untuk kolom, balok, sloof, plat lantai serta K-500 untuk
pondasi Tower Crane dan K-300 untuk pondasi bore pile
Mutu balok dibuat lebih kecil, sehingga berat sendirinya akan berkurang.
Akibatnya ukuran pondasi dapat dibuat lebih ekonomis, namun mutu beton
pada pondasi tetap disesuaikan dengan perhitungan agar pondasi kuat untuk
menahan beban dari struktur, sedangkan untuk pondasi Tower Crane
dibutuhkan mutu beton yang tinggi karena disesuaikan dengan fungsinya
untuk mengangkat beban yang berat.
4.3

Material dan Peralatan Mekanis


4.3.1 Material
Bahan bangunan atau material yang digunakan dalam proyek Pembangunan
Pembangunan Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
Semarang ini adalah:

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

23

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.3.1.1 Agregat Halus


Agregat halus untuk beton berupa pasir alam sebagai hasil
desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa pasir buatan yang
dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Agregat Halus pada
Pembangunan Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
Semarang ini menggunakan pasir muntilan yang diambil langsung
dari Kota Muntilan dan disediakan oleh PT Karya Konstrindo secara
langsung. Agregat halus tersebut digunakan untuk campuran semen
pada pekerjaan finishing terutama pada pemasangan dinding batu
bata.

Gambar 4.2 Agregat halus.

4.3.1.2 Agregat Kasar


Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil
desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa batu pecah yang
diperoleh dari pemecah batu. Pada Proyek pembangunan Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL, agregat kasar tersebut
digunakan dalam pengecoran oleh PT JAYAMIX, PT JATI
KENCANA BETON, PT VARIA USAHA dengan perbandingan
campuran semen, pasir dan air yang tepat sehingga menghasilkan
beton dengan mutu yang disesuaikan dengan perancangan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

24

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.3.1.3 Air
Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung
minyak, asam, alkali, garam-garam, bahan-bahan organis atau
bahan-bahan lain yang merusak beton dan/atau baja tulangan. Pada
Proyek

pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL, yang memiliki muka air tanah yang tinggi


maka air yang digunakan adalah air tanah. tanpa pengujian
kandungan minyak asam, alkali, garam-garam, atau bahan-bahan
lain yang merusak beton karena hal tersebut membuang waktu
pelaksanaan sehingga tidak terlalu diperhatikan oleh pihakpihak
pelaksana.
4.3.1.4 Semen PC (Portland Cement)
Merupakan bahan bangunan terpenting dalam proses pembuatan
adukan beton, berfungsi sebagai pengikat hidrolis antar agregat dan
tulangan. Semen portland yang digunakan pada proyek ini adalah
Semen Indocement PCC tipe I.
Cara penyimpanan semen yang dilakukan pada Proyek Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL Semarang adalah sebagai
berikut :
A. Dalam pengangkutan semen ke tempat penyimpanan (gudang) di
tempat pelaksanaan dijaga agar semen tidak menjadi lembab.
Semen disimpan di dalam gudang, sedemikian rupa hingga
terjamin tidak akan rusak dan/atau tercampur dengan bahan lain.
Jarak penyimpanan dari tanah ke semen adalah 10 cm, biasanya
diberi kayu.
B. Penimbunan semen yang didatangkan baru tidak boleh dilakukan
semen yang sudah ada dan pada umumnya pemakaian semen
dilakukan sesuai urutan pengiriman.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

25

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.3 Penyimpanan Semen PCC.

Gambar 4.4 Semen PCC.

4.3.1.5 Baja Tulangan


Baja merupakan bahan terpenting dalam pembuatan struktur
bangunan selain campuran beton, karena fungsi baja beton ini adalah
untuk menahan gaya geser yang terjadi pada struktur bangunan.
Dalam Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini
baja tulangan disediakan oleh PT Karya Konstrindo dengan ukuran
D19, D22, D25 dan 10, 16, 19, 22

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

26

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.5 Baja Tulangan.

4.3.1.6 Beton Ready Mix


Beton ready mix adalah adukan beton siap pakai yang dibuat di
pabrik dengan mutu sesuai pesanan dan persyaratan yang ditetapkan.
Beton ready mix digunakan Proyek Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL Semarang pada pondasi dan struktur. Mutu
beton yang digunakan adalah K-350 untuk pekerjaan sloof, balok,
kolom, pelat dan semua struktur lainnya. Sedangkan untuk pondasi
Tower Crane dengan mutu K-500, lalu K-300 untuk pondasi bore
pile. Pekerjaan penyediaan beton ready mix untuk Proyek Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL Semarang dikerjakan oleh
PT. JATI KENCANA BETON, PT JAYAMIX, PT VARIA
USAHA.

Gambar 4.6 Beton Ready Mix.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

27

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.3.1.7 Bahan Aditif


Bahan aditif yang digunakan dalam proyek Pembangunan Proyek
Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL Semarang bermerek
LEMKRA, berfungsi untuk memperkuat ikatan antar beton yang
lebih dahulu dicor dan yang akan dicor atau biasa disebut dengan
lem beton. Kemudian ada juga jenis superplasticier yang berfungsi
sebabagai pengganti air untuk pengencer adonan beton. Bahan
tambah yang digunakan bermerek Sikament LN.

Ga

Gambar 4.7 Bahan Aditif (a).

Gambar 4.8 Bahan Aditif (b).

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

28

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.3.1.8 Multiplex
Multiplex digunakan sebagai bahan rangka bekesting. Multiplex
yang

digunakan

pada

proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL memiliki ukuran 3 m x 2 m dengan ketebalan


12 mm. Yang pada permukaannya dilapisi oleh polyfilm agar beton
tidak merekat pada bekisting sehingga tidak mengalami kesulitan
saat pembongkaran bekisting. Multiplex diletakan pada tempat yang
kurang terkena sinar matahari dan kering. Pada proyek Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL multiplex diletakan di
bawah pohon rindang.

Gambar 4.9 Multiplex untuk plat lantai dan balok.

4.3.1.9 Batu Bata


Batu bata digunakan untuk pembuatan dinding bangunan. Pada
Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini batu bata
yang digunakan memiliki ukuran yang seragam 5 x 11 x 23 cm
dengan permukaan tiap sisinya tidak halus sehingga lebih merekat
dengan semen saat dipasang untuk dinding. Pada Proyek Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL, batu bata diletakkan pada
tempat yang kering.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

29

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.10 Batu bata.

4.3.2 Peralatan Mekanis


Pada pelaksanaan pekerjaan tentunya diperlukan berbagai alat untuk
memperlancar pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai
dengan rencana semula. Alat kerja merupakan salah satu faktor yang sangat
penting. Jenis dan jumlah peralatan yang digunakan dalam proyek ini
disesuaikan dengan lokasi pekerjaan,

keadaan

lapangan,

macam

pekerjaan, volume pekerjaan, waktu yang tersedia, dan biaya yang tersedia.
4.3.2.1 Mesin Bor Tanah (SoilMec)
Digunakan untuk mengebor lokasi titik-titik tanah pada lokasi
proyek sesuai dengan kedalaman dan posisi pada rencana. Mesin
Bor yang digunakan milik PT. FRANKY PILE dengan spesifikasi
sebagai berikut:
Tabel 4.1 Spesifikasi Mesin Bor Tanah (SoilMec) (a), Sumber http://www.soilmec.com/.

Machine

Model

SoilmecSR60,Hydraulic

2007

RotaryRig,CrawlerUnit.

Specification
850Hours,406mmHOTelescopicKellyBar
(MechanicalLockingType),4x12.0m.,150x150
ToolConnectingBox.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

30

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Tabel 4.2 Spesifikasi Mesin Bor Tanah (SoilMec) (b), Sumber http://www.alatas.com/mobilecranes/used-crane-sales.htm.

model

rated engine power

Operating weight (approx.)

max torque

(kW)

(t)

(kNm)

36

130

SR-60 164

Gambar 4.11 Mesin Bor Tanah (SoilMec).

4.3.2.2 Tower Crane dan Crane


Dalam proyek yang cukup besar dibutuhkan yang fungsinya untuk
memindahkan material-material yang berat dalam arti sulit untuk

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

31

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

diangkat manusia. Untuk itu diperlukan tenaga dari Crane atau


Tower Crane. Pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM
MAMBO INTERNATIONAL Semarang digunakan keduannya,
namun pada kondisi dan waktu yang berbeda diantaranya:
A. Crane
Saat

Pembuatan

pondasi

yang

dilaksanakan

oleh

PT FRANKY PILE digunakan Crane dengan roda Crawl


untuk mengatasi kondisi tanah berlumpur dengan muka air
tanah yang tinggi pada lokasi proyek tersebut. Crane yang
digunakan oleh PT FRANKY PILE bermerek LIEBHERR
dengan spesifikasi sebagai berikut:
Tabel 4.3 Spesifikasi Crane, Sumber http://www.liebherr.com/.

max.liftingcapacity
Engineoutput

43.5t/4m
180270kW/245
362HP
(ISO9249)

Max.winchlinepull1.layer

80/120/160kN

Max.mainboom

47m

max.boomlengthwithclamshell

26m

max.boomlengthwithdragline

26m

Operatingweight

max.53t

Travelspeed

1.85km/h

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

32

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.12 Mesin Crane(Crawl Crane).

B.

Tower Crane
Sedangkan pada pembuatan struktur atas PT KARYA
KONSTRINDO menggunakan Tower Crane karena lokasi
proyek menjadi lebih sempit oleh material-material untuk
pembangunan proyek tersebut, selain itu digunakan Tower
Crane untuk memudahkan mengangkat material-material pada
elevasi ketinggian yang berbeda saat lantai demi lantai telah
selesai dibangun. Tower Crane yang digunakan memiliki
merek LIEBHERR dengan spesifikasi:

Tabel 4.4 Spesifikasi Tower Crane(a), Sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/.

Range(m)

Lifting

Range(m)

capacitykg

Lifting
capacity
kg

231

5000

46

3060

32

4900

48

2890

34

4540

50

2730

36

4230

52

2590

38

3940

54

2450

40

3690

56

2330

42

3460

58

2210

44

3250

60

2100

Tabel 4.5 Spesifikasi Tower Crane (b), Sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/.

Maintechnicalparameters

(Capacity10T)

Nominalliftingmoment

1600KN.m

Maxliftingload

10T

Jibtippayload

2.1T

Workingamplitude

2~60m

Liftingheightindependent

59.5m

attached

201m

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

33

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Liftingspeed

0100m/min

Rotationspeed

00.6r/min

Amplitudechangingspeed

060m/min

Workingtemperature

20~+40C

Mainlimbmaterialsofthetower
body

20020020

Gambar 4.13 Tower Crane.

Langkah langkah Pemasangan Tower Crane:


1. Penanaman fine angle dan base section kedalam
lubang pondasi, kemudian di-cor.

2. Pemasangan mast section awal menggunakan mobile


crane.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

34

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

3. Kemudian pemasangan climbing crane yang


digunakan untuk self assembly

4. Pemasangan kabin diatas climbing crane.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

35

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

5. Pemasangan boom dan counter jib

6. Pemasangan counter weight (beban penyeimbang)

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

36

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Setelah semua bagian terpasang, pada saat akan


menaikkan

ketinggian

menyesuaikan

dengan

ketinggian bangunan, tahapan selanjutnya adalah:


1. Climbing crane akan mengangkat kabin keatas
sehingga terdapat ruang kosong diantara kabin dan
mast section.

2. Kemudian boom mengangkat sebuah mast section


untuk kemudian diletakkan pada rung kosong tadi.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

37

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

3. Proses diulang terus hingga ketinggian TC sesuai


dengan ketinggian yang dinginkan.

Gambar 4.14 Pemasangan Tower Crane,


Sumberhttp://sipil2006.wordpress.com/.

4.3.2.3 Excavator
Saat Pembuatan pondasi yang dilaksanakan oleh PT FRANKY
PILE digunakan Excavator yang dilengkapi dengan roda Crawl
untuk mengatasi kondisi tanah berlumpur dengan muka air tanah
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

38

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

yang tinggi pada lokasi proyek tersebut. Penggunaan excavator ini


tidak lepas dari fungsinya sebagai alat pemuat tanah berlumpur ke
dalam Dump Truck untuk dibuang. PT FRANKY PILE
menggunakan excavator bermerek Mitsubishi dengan spesifikasi
sebagai berikut:
Tabel 4.6 Spesifikasi Excavator, Sumber http://www.mitsubishi.com/.

Model

Flywheel

Horsepower

Operating

Bucket

Weight

Capacity

kW

HP

kg

PC607

40

54

6300

0.280.37

Gambar 4.15 Excavator(Crawl Excavator).

4.3.2.4 Casing bore pile


Casing ini digunakan pada pekerjaan pondasi bore pile, yang
berfungsi untuk mencegah kelongsoran tanah saat pengeboran
dilaksanakan. Casing yang digunakan memiliki ukuran diameter 60
cm, 80 cm, dan 100 cm dengan panjang 25 m.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

39

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.16 Casing Bore Pile.

4.3.2.5 Pipa Tremi


Penuangan beton tidak boleh dilakukan dengan jarak antara mulut
mixer dengan dasar pondasi yang akan dicor lebih dari 2 m, karena
dapat menyebabkan pemisahan agregat kasar dengan campuran
beton yang lain. Hal tersebut disebabkan karena berat agregat kasar
melebihi berat campuran beton yang lain sehingga pada pekerjaan
pondasi

bore

pile

Proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL ini penuangan beton dibantu dengan pipa


tremi dengan diameter sebesar 20 cm dan panjang 10 m.

Gambar 4.17 Pipa Tremi.

4.3.2.6 Vibro Casing


Pencabutan dan pemasangan casing bore pile pada tanah yang
berlumpur membutuhkan tenaga yang besar, untuk mengurangi
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

40

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

tenaga yang dibutuhkan digunakanlah vibro casing. Alat ini dapat


menggetarkan casing yang tertanam dalam tanah berlumpur pada
proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL sehingga
memudahkan dalam pencabutan dan pemasangan casing. Vibro
casing yang digunakan bermerek LIEBHERR.

Gambar 4.18 Vibro Casing.

4.3.2.7 Bucket
Penuangan beton tidak boleh dilakukan dengan jarak antara mulut
mixer dengan dasar pondasi yang akan dicor lebih dari 2 m, karena
dapat menyebabkan pemisahan agregat kasar yang lebih berat
dengan campuran beton yang lain. Bucket ini digunakan untuk
mengecor pada ketinggian yang tidak mampu dicapai oleh mulut
mixer. Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
terdapat dua bucket yang digunakan oleh masing-masing
kontraktor pelaksana. Pada pelaksanaan struktur bucket yang
digunakan memiliki volume 0.4 m3, sedangkan untuk pelaksanaan
pondasi bucket yang digunakan bervolume 0,5 m3

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

41

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.19 Bucket untuk Struktur.

Gambar 4.20 Bucket untuk Pondasi Bore Pile..

4.3.2.8 Concrete Vibrator


Concrete vibrator digunakan untuk memadatkan adukan beton agar
tidak terdapat rongga-rongga udara pada beton yang dapat
menyebabkan keropos ataupun menjadi lubang yang dapat
mengurangi kekuatan beton.
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

42

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Concrete vibrator dimasukkan ke dalam adukan beton yang telah


dituang dalam

keadaan tegak lurus atau dengan kemiringan 450

secara berpindah-pindah tempat dan merata agar tidak terjadi


pemisahan agregat pada beton. Merek yang digunakan adalah
Mikasa.
Tabel 4.7 Spesifikasi Concrete Vibrator, Sumber http://www.mikasas.com.

Model

GH28S

Vib.head

28.5x477mm

dia.dialog.xlengthxpanjang
fleksibel

9.5mm

shaftdia.porosdialog.
Karet

31mm

hosediaselangdialog
Karet

4m

hoseselang
Amplitudo

1.4mm

Getaran

150Hz208Hz
(9,00012,500VPM)

Berat(Kg)

10.6

Gambar 4.21 Concrete Vibrator.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

43

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.3.2.9 Alat Pembengkok Baja Tulangan (Bar Bender)


Berfungsi untuk membengkokkan baja tulangan sesuai dengan
bentuk yang dibutuhkan pada proses penulangan. Alat ini
digerakkan secara otomatis, hanya dengan menekan tombol setelah
menata posisi besi yang akan dibengkokkan. Ada juga alat untuk
pembengkok sengkang berbentuk spiral yang digunakan untuk
membuat sengkang pada pondasi bore pile, menggunakan tenaga
manusia dengan ukuran yang bervariasi sesuai ukuran diameter
sengkang.
Tabel 4.8 Spesifikasi Bar Bender, Sumber http://www.made-in-china.com/.

Rangediameterofsteelbarbender

418mm

RatingspeedofSteelbarbender

3035rpm

EngineVoltag

380V

EnginePower

1.5KW

TotalWeight

180KG

Dimensions(LxWxH)

580x580x700mm

ModelNO.

HGW18

Gambar 4.22 Alat pembengkok tulangan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

44

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.23 Alat pembengkok sengkang spiral.

4.3.2.10 Concrete Pump


Alat ini digunakan untuk membantu mendorong dan menyalurkan
adukan beton ke lokasi pengecoran yang jaraknya cukup jauh dari
tempat concrete mixer truck berada ataupun bila tempat yang dicor
berada di tempat yang sulit, di dalam ruangan, dan berada di tempat
yang tinggi. Alat ini terdiri dari mesin pompa untuk mendorong
adukan beton serta pipa-pipa baja penyalur. Pada Proyek Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL concrete pump digunakan
saat mengecor plat lantai yang terlampau sangat luas dengan merek
yang digunakan adalah Isuzu.

Gambar 4.24 Concrete Pump.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

45

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.25 Data Concrete Pump.

4.3.2.11 Frame Scafolding


Frame scafolding berfungsi menyangga bekesting pada balok,
kolom, dan plat. Frame scafolding sangat mudah dipasang dan
memerlukan waktu yang relatif singkat, disamping itu kuat serta
aman dan dapat dipergunakan berulangkali karena terbuat dari
pipa-pipa besi yang tidak mudah rusak/berubah bentuk. Tiap
scafolding dilengkapi dengan u-head sebagai penyangga atas, jack
base sebagai penyangga bawah, joint pin sebagai penyambung
antar scafolding, cross brace sebagai pengaku scafolding, dan
walking frame sebagai tempat pijakan untuk naik.

Gambar 4.26
Frame Scafolding, Sumber http://www.coronet-scaffold.com/.
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

46

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.27 Frame Scafolding.

4.3.2.12 Bar Cutter


Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
berfungsi untuk memotong baja tulangan yang disesuaikan dengan
ukuran dari perancangan, Pemotongan baja tulangan dilakukan
karena panjang tulangan struktur yang direncanakan terdiri dari
berbagai macam ukuran.

Tabel 4.9 Spesifikasi Bar Cutter, Sumber http://www.made-in-china.com/.

Model

GTQ10A

Weight

115

OverallDimension

1000400780

straighteningdiameter

410

straighteningRotationspeed

20m/min

cuttingway

manual

straighteningmotor

2.2kw4p

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

47

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.28 Bar Cutter.

4.3.2.13 Molen
Berfungsi untuk mencampurkan adonan semen secara manual dan
digunakan secara langsung di lapangan. Pada proyek Hotel
DAFAM MAMBO INTERNATIONAL adonan yang dibuat di
lapangan digunakan pada pasangan batu bata dalam pembuatan
dinding. Pada molen ini kapasitas Aduk Satu Sac Semen / 350 400 lt air.

Gambar 4.29 Molen.

4.3.2.14 Stamper
Stamper digunakan untuk pemadatan tanah agar tidak ada rongga
udara di dalam tanah yang membuat tanah menjadi tidak rata.
Merek yang digunakan adalah Tiger.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

48

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Tabel 4.10 Spesifikasi Stamper, Sumber http://indonetwork.co.id/.

Type

DTR85

ImpactForce:

17,3kN

ImpactNumber:

450700blow/min

JumpingStroke:

80mm

Speed:

1013mm

Gambar 4.30 Stamper.

4.3.2.15 Dump Truck


Dump Truck digunakan untuk mengangkut tanah hasil galian dari
proyek ke tempat pembuangan atau mengangkut tanah urugan ke
proyek dan juga untuk mengangkut material ke proyek. Dalam
proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini dump
truck sering digunakan untuk membuang tanah berlumpur saat
pembuatan pondasi, sedangkan saat pembuatan struktur dump truck
digunakan untuk mengangkut material dengan kapasitas angkut 4
m3. Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini
dump truk membuang tanah berlumpur tersebut di kawasan tanah
mas untuk tanah urugan pada proyek pembangunan perumahan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

49

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.31 Dump Truck.

4.3.2.16 Pompa
Lokasi Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
memiliki muka air tanah yang tinggi sehingga pada saat penggalian
untuk pekerjaan pile cap muncul genangan air yang cukup banyak
sehingga membutuhkan pompa untuk de-watering air.

Gambar 4.32 Pompa.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

50

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.3.2.17 Las Listrik


Las

Listrik

pada

proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL digunakan untuk penyambungan dan baja


tulangan struktur. Peralatan Las yang digunakan adalah las listrik.
4.3.2.18 Theodolite
Theodolite adalah alat yang digunakan untuk menentukan
kedudukan suatu obyek dalam sistem koordinat. Koordinat
diperoleh dengan pengukuran jarak dan sudut. Sebagai obyek dari
theodolite adalah as-as bangunan. Titik-titik penggalian dan elevasi
bangunan. Alat ini dilengkapi dengan mistar ukur, rol meter dan
tiga kaki (tripot). Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL ini seorang estimator tidak lepas dari alat ini
karena semua penyesuaian pengukuran dari panjang, tinggi struktur
pada lapangan dan gambar perancangan sangat tergantung pada alat
ini.

Gambar 4.33 Theodolite.

4.4

Pelaksanaan proyek
Pada sub bab ini penulis akan menjelaskan tentang pekerjaan yang diamati penulis
selama kerja praktek. Kami mengamati pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

51

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.4.1 Pekerjaan Struktur Bawah


A. Pekerjaan Pondasi
Pondasi yang digunakan adalah pondasi bore pile, karena pondasi ini
cocok untuk lokasi proyek yang berdekatan dengan perumahan penduduk
untuk menghindari pengangkatan tanah yang terjadi bila menggunakan
tiang pancang atau secara press (penekanan). Pondasi Bore pile yang
digunakan memiliki ukuran 60 cm, 80 cm, dan 100cm dengan kedalaman
tiap sectionnya adalah 36 m dan mutu beton yang dipakai adalah K-300.
Pekerjaan pondasi Bore Pile ini dilaksanakan oleh PT Frankie Pile
dengan langkah-langkah:
1.

Menentukan titik-titik as pondasi dan posisi +- 0.00 pada lokasi


proyek tersebut. Titik-titik as pondasi tersebut dapat ditentukan
dengan bantuan theodolite sedangkan penentuan posisi +- 0.00 dapat
diukur dari ketinggian permukaan jalan raya terdekat pada lokasi
proyek, namun bila lokasi proyek sering terjadi banjir posisi +- 0.00
tersebut dapat ditentukan dengan mengukur permukaan air tertinggi
saat banjir terjadi.

2.

Titik-titik as tersebut diberi tanda patok dari kayu dan posisi +- 0.00
dapat diberi tanda pada dinding lokasi proyek.

3.

Perakitan

baja

tulangan

untuk

pondasi

dilakukan

sambil

mempersiapkan pengeboran.
4.

SoilMec dipersiapkan pada tanda patok, kemudian penyesuaian tegak


lurus dengan melihat Kenny bar pada tiang bor SoilMec.

5.

Setelah itu, SoilMec siap mengebor sampai kedalaman -25.00 m


dengan menggunakan posisi +- 0.00 patokan.

6.

Kemudian dimasukan casing bore pile pada lubang yang telah


terbentuk dari pengeboran sebelumnya dengan bantuan vibro casing
dan Crane. Setelah sebagian casing bore pile tertanam(tersisa 30 cm
diatas permukaan tanah), penguncian pada casing tersebut dilakukan
agar casing tidak tertanam seluruhnya.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

52

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

7.

Perpustakaan Unika

Pengeboran dilanjutkan sampai kedalam mencapai -40.00 m dari


permukaan tanah.

8.

Rangka Baja tulangan yang telah dirakit sebelumnnya ditanamkan


sebanyak 4 buah dengan panjang 9 m per tulangan dan disambung
dengan bantuan mesin las listrik.

9.

Setelah

tulangan

tertanam

seluruhnya

pengecoran

dapat

dilaksanakan dengan bantuan pipa trime.


10. Saat pengecoran setengah berjalan, casing bore pile diangkat dengan
bantuan vibro casing dan crane sampai 10 m diatas permukaan
tanah.
11. Kemudian pengecoran dilanjutkan, namun dengan bantuan bucket.
12. Lalu proses tersebut terulang hingga semua titik-titik as pondasi
telah siap.

Gambar 4.34 Proses pengeboran.

Gambar 4.35 Pasang casing.


Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

53

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.36 Perakitan baja tulangan pondasi bore pile.

Gambar 4.37 Penyambungan Tulangan dengan Las Listrik.

Gambar 4.38 Proses pengecoran.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

54

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.39 Pencabutan Casing.

B.

Pekerjaan Pile Cap atau Poer


Pile cap adalah pelat pondasi yang bertugas mengikat tiang-tiang pondasi
menjadi satu kesatuan dan memindahkan beban kolom kepada pondasi
bore pile. Dalam Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
ini pekerjaan pile cap mulai dilaksanakan oleh PT Karya Konstrindo
dengan langkah-langkah:
1.

Menentukan Titik-titik As pada lokasi proyek

2.

Pecah kepala bore pile sampai terlihat tulangan besi.

3.

Tanah digali sedalam 40 cm dari posisi +- 0.00.

4.

Pemasangan pompa untuk de-watering saat terdapat air yang


menggenangi galian.

5.

Kemudian membuat lantai kerja setebal 5 cm.

6.

Setelah itu tulangan poer, tulangan kolom, dan tulangan tie beam
dirangkai.

7.

Kemudian pasang bekisting poer dan poer siap di cor.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

55

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.40 Penggalian Pile Cap.

Gambar 4.41 Pembuatan Lantai Kerja.

Gambar 4.42 Proses de-watering.

C.

Pekerjaan Tie Beam


Tie beam adalah balok beton bertulang yang berfungsi sebagai
penghubung kaki-kaki kolom juga sebagai pengikat antar pile cap
(Puspantoro,

1984).

Pada

Proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL, pekerjaan ini dilaksanakan hampir bersamaan


dengan pembuatan pile cap untuk mengejar waktu penyelesaian struktur
dengan langkah-langkah:
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

56

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

1. Tanah digali sedalam 40 cm dari posisi +- 0.00.


2. Membuat lantai kerja setebal 5 cm.
3. Kemudian tulangan tie beam dirakit antara pile cap.
4. Pasang bekisting tie beam dan tie beam siap di cor.

Gambar 4.43 Pembuatan Tie Beam.

4.4.2 Pekerjaan Struktur Atas


Struktur bagian atas berfungsi untuk menerima beban, baik itu beban tetap
(beban mati dan beban hidup) maupun beban sementara (beban angin dan
beban gempa). Struktur ini berada di atas permukaan tanah, yang meliputi
kolom, balok, pelat lantai, dan tangga.
A.

Pekerjaan kolom
Fungsi kolom adalah meneruskan beban dari balok, dinding, plat lantai,
berat sendiri, dan atap ke struktur bawah.
1. Penentuan titik titik as kolom
Titik titik as kolom diperoleh dari hasil pekerjaan pengukuran dan
pematokan, yaitu marking berupa titik titik atau garis yang
digunakan sebagai dasar penentuan letak kolom dengan bantuan
theodolite.
Untuk menjamin ketepatan, maka sebelum pekerjaan kolom perlu
dilakukan pengukuran ulang untuk memeriksa titik titik as kolom
tersebut.
Cara penentuan letak as-as kolom adalah dengan menggunakan
theodolite. Untuk kolom yang terletak pada lantai satu, pengukuran

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

57

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

dilakukan setelah pembesian pile cap/ tie beam selesai, berdasarkan


as-as bangunan rencana.
Posisi as kolom arah vertikal ditentukan berdasarkan as kolom pada
lantai sebelumnya. Posisi as kolom sentris kedudukannya terhadap as
kolom pada lantai sebelumnya, untuk itu dapat dilakukan pengecekan
dengan menggunakan tali benang, unting unting, dan meteran.
2. Penulangan kolom
Pembesian pada bagian kolom terdiri dari dua tulangan, yaitu:
tulangan pokok dan beugel/sengkang.Tulangan pokok berfungsi untuk
menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur, sedangkan
sengkang berfungsi untuk menahan gaya geser akibat torsi atau puntir.
Tahapan pemasangan Tulangan kolom, yaitu:
a. Baja tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan ketentuan
pada gambar rencana. Pemotongan dan pembengkokkan tulangan
tersebut dilakukan di barak kerja besi;
b. Tulangan yang sudah dipotong dan dibengkokkan, dibawa ke
lokasi dimana kolom tersebut akan dirakit. Kemudian tulangan
tersebut dirakit dan dipasang sesuai gambar kerja;
c. Tulangan kolom dipasang mulai dari pile cap dengan panjang
penyaluran 60 D, kemudian antar tulangan kolom diberi panjang
penyambungan sebesar 40 D dan diikat dengan bendrat.
d. Penulangan kolom selanjutnya lebih tinggi dari plat lantai supaya
dapat dilaksanakan overlapping. Panjang overlapping sambungan
sesuai dengan yang disyaratkan yaitu sepanjang 40 D;
e. Sengkang sengkang yang telah dibentuk terlebih dahulu,
dipasang pada jarak yang telah ditentukan

dan diikatkan pada

tulangan pokok dengan menggunakan kawat bendrat;


f. Tahu beton setebal 2 cm dipasang pada keempat sisi kolom dengan
jarak horisontal 50 cm dan jarak vertikal 200 cm. Sengkang
untuk bagian stek dipasang dengan jarak lebih rapat, karena bagian
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

58

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

ujung kolom menerima gaya geser lebih besar dibanding bagian


lain. Sehingga dibutuhkan luas tulangan sengkang yang lebih besar.

Gambar 4.44 Tulangan Kolom.

3. Pekerjaan Bekisting Kolom


Pekerjaan bekisting kolom dikerjakan setelah pekerjaan penulangan
kolom selesai. Bahan pembuat bekisting kolom ini terbuat dari kayu
Meranti, dan untuk frame dipakai Multiplek 5/7 dengan panjang dan
lebar disesuaikan dengan dimensi kolom. Bekisting yang sudah jadi
dan akan dipasang terlebih dahulu diolesi oli dimaksudkan agar
bekisting mudah dilepas. Bekisting kolom yang sudah dipasang
diperkuat

dengan

cara

mengikat

keempat

sisinya

dengan

menggunakan balok kayu yang dipasang melintang dan dijepit dengan


klem besi 5/10 yang dihubungkan dengan baut ulir di ketiga ujungnya.
Setelah bekisting sudah berdiri secara vertikal dan diukur tegak atau
tidaknya, dipasang penunjang miring dimaksudkan untuk menahan
supaya tegak dan tidak berubah lagi, tiap sisi ditahan oleh dua kawat
support dan ditumpu oleh kayu yang diikatkan dengan stek kolom
yang telah ditanamkan pada sloof atau plat lantai.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

59

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.45 Pasang Bekisting Kolom.

4. Pekerjaan Cor Kolom


Pengecoran

kolom

pada

proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL menggunakan bucket yang diangkat dengan


bantuan Tower Crane dengan langkah-langkah:
a. Beton dari concrete mixer truck dituangkan di bucket.
b. Beton dalam bucket tersebut diangkat hingga berada di atas kolom
yang akan dicor
c. Kemudian beton tersebut dicor ke dalam bekisting kolom tersebut

Gambar 4.46 Pengecoran Kolom.

5. Pembongkaran Bekisting Kolom


Bekisting kolom dibongkar dengan hati hati agar tidak merusak
permukaan beton dan bekisting itu sendiri, sehingga bekisting tersebut
dapat dipergunakan untuk pekerjaan bekisting kolom lantai yang lain.
Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

60

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

pembongkaran kolom dilakukan setelah 3 hari dari waktu pengecoran


dengan langkah-langkah:
a. Semua pipe support dilepas;
b. Form tie yang berfungsi untuk memperkuat bekisting dilepas;
c. Setelah form tie dilepas baru kerangka bekisting dapat dilepas;
d. Merapikan kembali papan bekisting, balok kayu dan perlengkapan
lainnya untuk dipakai pada pekerjaan selanjutnya.
B.

Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai


Balok berfungsi untuk mendukung beban vertikal yang meliputi berat
sendiri balok, dan beban-beban lain yang mendukungnya (diantaranya
termasuk beban plat dan dinding). Balok juga menahan beban horizontal
yang ditimbulkan oleh beban gempa dan beban angin, kemudian
meneruskannya ke kolom. Selain itu, balok juga berfungsi untuk
menghubungkan antar kolom agar portal dapat berfungsi dengan kuat dan
kokoh. Balok juga direncanakan untuk menerima lentur, geser, dan torsi.
Plat lantai berfungsi untuk menahan beban mati (berat sendiri pelat,
beban tegel, beban spesi, beban penggantung, dan beban plafond), serta
beban hidup yang bekerja di atasnya, kemudian menyalurkan
beban-beban tersebut ke balok di bawahnya.
1. Pemasangan bekisting balok
Langkah langkah pengerjaan bekisting balok adalah:
a.

Memasang base jack pada posisinya (lurus dan tegak)


dengan jarak 90 dan 180 cm, dilanjutkan dengan memasang main
frame ke base jack dengan posisi lurus dan tegak;

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

61

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 4.47 Pemasangan Scaffolding, Sumber Laporan KP


Aristio03,2007.

b. Memasang cross brace ke main frame dengan kondisi locking pin


terkunci, kemudian memasang head jack sesuai dengan nut yang
sudah terukur;

Gambar 4.48 Pemasangan Scaffolding, Sumber Laporan KP


Aristio03,2007.

c.

Memasang girder memanjang sesuai dengan gambar kerja;

d.

Memasang girder melintang sesuai dengan gambar kerja;

e.

Memasang bottom form dengan dimensi, as, dan elevasi


yang tepat dan bagus;

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

62

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

f.

Perpustakaan Unika

Memasang side form tegak lurus dengan bottom form dan


dimensinya benar;

g.

Memasang klem dengan kokoh dan kuat;

h.

Melumuri bekisting dengan solar/ minyak agar didapatkan


permukaan beton yang bagus dan bekisting mudah dibongkar.

2. Pemasangan bekisting pelat lantai


Langkah langkah pelaksanaan bekisting plat lantai adalah sebagai
berikut:
a.

Memasang hory beam sesuai dengan gambar kerja dengan jarak


250 cm;

b.

Memasang plywood di atas hory beam sesuai dengan arah hory


beam;

c.

Memasang plywood di atas balok girder memanjang dengan rapi


dan rapat pada sambungan;

d.

Melumuri permukaan bekisting dengan minyak/ solar merata


pada permukaan bekisting.

Gambar 4.49 Pemasangan Bekisting Balok dan Plat Lantai.

3. Pekerjaan Penulangan Balok dan Pelat Lantai


Penulangan balok dan plat dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
pemasangan bekisting selesai. Balok berfungsi untuk mendukung
beban vertical yang meliputi berat sendiri balok, dan beban beban
lain yang mendukungnya (diantaranya termasuk beban plat dan
dinding). Balok juga menahan beban horizontal yang ditimbulkan

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

63

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

oleh beban gempa dan beban angin, kemudian meneruskannya ke


kolom. Selain itu, balok juga berfungsi untuk menghubungkan antar
kolom agar portal dapat berfungsi dengan kuat dan kokoh. Balok juga
direncanakan untuk menerima lentur, geser, dan torsi. Tulangan yang
dipakai balok adalah tulangan ulir diameter 19 mm. Untuk sengkang
dipakai tulangan polos diameter 10 mm. Sedangkan pada pelat,
dipakai tulangan polos diameter 10 mm. Untuk daerah tumpuan dan
lapangan dipasang jarak 200 mm.
Langkah langkah penulangan balok dan plat adalah sebagai berikut:
a. Papan bekisting bagian bawah disiapkan;
b. Memasang tulangan bawah di atas beton decking setebal 2 cm;
c. Ujung tulangan bawah dimasukkan ke dalam tulangan kolom
sebagai penjangkaran sepanjang minimal 25 D;
d. Apabila

terdapat

sambungan

pada

penulangan

dilakukan

sambungan lewatan (overlapping) sepanjang 40 D. Sambungan


tulangan dilakukan berselang seling dan penempatan sambungan
di tempat tempat dengan momen maksimum dihindari;
e. Memasang tulangan sengkang dan diikat dengan kawat bendrat;
f. Memasang tulangan atas dengan cara memasukkannya satu per satu
ke dalam tulangan sengkang bagian atas kemudian diikat dengan
kawat bendrat;
g. Memasang tulangan ekstra sebagai tulangan pinggang atau
tulangan pengaku.
4. Pekerjaan Cor Balok dan Pelat Lantai
Pengecoran pelat dan balok dilakukan secara bersama-sama. Pada
pelaksanaan pengecoran balok dan pelat terlebih dahulu dilakukan
pemasangan tulangan dan begesting. Pekerjaan bekisting balok
dilakukan terlebih dahulu untuk mempermudah pekerjaan pembesian
balok, bekisting yang pertama dibuat adalah bekisting bagian bawah
balok dan setelah pembesian selesai baru bekisting bagian samping
dan bekisting plat dikerjakan.
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

64

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Biasanya dilakukan pengecekan terhadap penulangan, serta kekuatan


dari bekisting yang akan dipakai. Pembuatan sparing (lubang-lubang)
yang digunakan untuk keperluan Mechanical Electrical (ME) juga
dikerjakan dengan benar. Pembuatan sparing biasanya dilakukan
dengan menggunakan pipa PVC yang dipasang vertikal atau dengan
menggunakan papan multiplek 12 cm yang dipasang membentuk
kubus, menembus bekisting. Selain itu, pipa instalasi listrik yang
ditanam di dalam beton juga disiapkan sebelum pengecoran
dilakukan.
Langkah-langkah pengecoran adalah sebagai berikut :
a. Pengecekan tulangan meliputi : jarak, ikatan antar tulangan, selain
itu juga perlu dilihat penempatan decking beton, serta posisi
pembuatan lubang-lubang pelat untuk ME disesuaikan dengan
rancangan, dan juga stek-stek tulangan untuk pekerjaan pasangan
bata,
b. Pembersihan permukaan bekisting dan besi beton dari kotorankotoran yang bisa mengurangi mutu beton.
c. Pengecekan kekuatan perancah.
d. Pengecekan kerapatan bekisting yang bila berlubang bisa
mengurangi mutu beton.
e. Penempatan alat, tenaga dan lalu lintas pekerja sedemikian rupa
sehingga dapat memberikan kemudahan selama pelaksanaan
pengecoran.
f. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton ready mix.
Pelaksanaan pengecoran jika pengecoran masih dibawah dan
sangat mudah dijangkau secara manual, maka pengecoran
dilakukan dengan bantuan talang cor yang dibuat dari seng talang
yang dipasang miring, namun bila pengecoran sudah diatas dan
sulit untuk dijangkau secara manual, maka pengecoran dibantu
dengan alat concrete pump Selama proses pengecoran, dilakukan

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

65

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

pemadatan dengan menggunakan vibrator, agar tidak terjadi rongga


udara.
g. Kemudian permukaan beton diratakan dengan menggunakan alat
perata dari kayu, agar didapat hasil yang rata dan halus.
h. Pengecoran dihentikan bila elevasi permukaan beton pada cetakan
telah terpenuhi atau pada tempat-tempat tertentu sesuai rencana.
i. Bila terjadi hujan, maka pengecoran dilindungi secara memadai
(misal: dengan terpal).
Pekerjaan pengecoran balok dan pelat ini dilakukan oleh sepuluh
orang pekerja dimana empat orang bertugas meratakan, dua orang
mengoperasikan concrete vibrator dan empat orang bertugas
mengarahkan concrete pump. Pekerjaan pengecoran balok dan pelat
dilakukan bersamaan dimulai dari pengecoran lantai dua dan
kemudian pengecoran lantai tiga dan lantai empat sedangkan
pengecoran lantai satu dilakukan terakhir untuk menghindari
gangguan air hujan pada waktu pengecoran.
Mutu beton yang digunakan pada pengecoran balok dan plat adalah K
300 dengan nilai slump 10 2 cm. Pada pelat karena pengecorannya
meliputi area yang luas maka dapat terjadi perhentian pada waktu
pengecoran. Apabila pengecoran ini berhenti maka pengecoran
berhenti pada jarak seperempat bentang, dimana momen yang terjadi
adalah nol. Pada waktu penyambungan kembali antara beton yang
sudah dicor dengan beton segar. Pada bagian yang akan disambung
dilakukan pembersihan terlebih dahulu kemudian diberi bonding
agent untuk menyatukan beton yang sudah mulai mengeras dengan
beton segar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat pengecoran adalah :
a. Penyediaan beton ready mix dihitung dengan benar sesuai dengan
kebutuhan pengecoran saat ini sehingga pengecoran dapat berjalan
dengan lancar,

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

66

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

b. Waktu kedatangan concrete mixer truck ke lokasi pengecoran


diperhitungkan dengan benar agar tidak terjadi keterlambatan
penuangan yang dapat menghambat pekerjaan pengecoran, hal itu
karena lokasi proyek yang jauh dengan lokasi asal ready mix dan
kepadatan lalu lintas yang terjadi karena proyek berada di pusat
keramaian,
c. Pengecoran dilakukan sesuai dengan arah pengecoran yang telah
direncanakan untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran,
d. Koordinasi yang baik antara pihak penyedia ready mix dan pihak
pelaksana di lapangan sangat menentukan kelancaran pengecoran,
e. Pada saat pengecoran dilakukan minimal ada 2 sampai 3 orang
yang berada di bagian bawah plat yang akan di cor, sehingga ketika
pengecoran berlangsung bila ada kebocoran atau scafolding runtuh,
maupun hal-hal yang lain maka orang yang berada di bawah dapat
segera memberitahu orang di atas yang sedang melakukan
pengecoran, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari
seminimal mungkin.
vibrator
pump
Gambar 4.50 Sketsa Pengecoran Balokconcrete
dan Plat
Lantai, Sumber:

Laporan KP Aristio03,2007.

concrete mixer

Gambar 4.51 Pengecoran Balok.

5. Pembongkaran Bekisting Balok dan Pelat Lantai

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

67

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Pembongkaran bekisting pada balok dan plat lantai dilakukan 14 hari


setelah dilakukan pengecoran, karena diperkirakan kekuatan beton
telah mencapai 88%.
Langkah-langkah pembongkaran bekisting adalah :
a.

Scaffolding dikendorkan dengan terlebih dahulu,

b.

Pembongkaran balok-balok kayu serta multiplek,

c.

Pembongkaran scoffolding dalam satu daerah, umumnya


daerah lapangan dilakukan terlebih dahulu,

d.

Setelah itu scaffolding yang telah dilepas dapat digunakan


kembali untuk pemasangan begesting plat lantai untuk lantai yang
lebih tinggi.

4.5

Pengendalian
4.5.1 Uraian umum
Pengendalian pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu tindakan yang
dilakukan pada setiap pelaksanaan pekerjaan. Pengendalian pelaksanaan
pekerjaan merupakan salah satu bentuk pengawasan secara teknis maupun
administratif terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan yang ada di proyek
agar diperoleh hasil yang optimal baik dari segi waktu, biaya, maupun
mutu.
Pengendalian pekerjaan berguna untuk memantau pelaksanaan pekerjaan
sehingga apabila terdapat hal-hal yang akan mengakibatkan keterlambatan
pekerjaan, menurunnya kualitas pekerjaan, pembengkakan biaya dapat
diketahui dari awal agar dapat dicari alternatif pemecahannya. Salah satu
cara untuk memantau pelaksanaan pekerjaan adalah dengan membuat
laporan-laporan tentang kemajuan pelaksanaan pekerjaan.
Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini laporan
mingguan dibuat oleh pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

68

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.5.2 Pengendalian waktu


Masalah waktu dapat menjadi tolok ukur keberhasilan suatu proyek.
Penggunaan waktu yang kurang efektif dan ekonomis akibat dari tidak
adanya perencanaan yang baik akan menyebabkan suatu pekerjaan tidak
dapat selesai tepat pada waktunya.
Sebagai dasar pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan, disusun kurva S
dan time schedule. Time schedule adalah suatu pembagian waktu
terperinci yang disediakan untuk masing-masing bagian pekerjaan, mulai
dari bagian-bagian pekerjaan permulaan sampai dengan bagian-bagian
pekerjaan akhir, yang bertujuan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan
sesuai dengan jangka waktu yang telah direncanakan dan pelaksanaan
pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.
Time schedule berbentuk suatu diagram yang memuat tentang macam
pekerjaan yang ada serta bobot volume masing-masing pekerjaan. Untuk
masing-masing pekerjaan sudah ditentukan waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan cara estimasi dalam menetapkan jumlah
waktu yang dibutuhkan untuk suatu jenis pekerjaan didasarkan pada
jumlah tenaga kerja yang ada dan volume pekerjaan.
Jadi time schedule merupakan analisis terhadap waktu yang dibutuhkan
dalam menyelesaikan suatu pekerjaan proyek dengan

memanfaatkan

waktu, tenaga kerja dan biaya seefisien mungkin. Sering kali terjadi waktu
yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan melampaui batas waktu
yang telah direncanakan, sehingga mengalami keterlambatan pekerjaan.
Pemecahannya adalah mengubah time schedule atau re-scheduling,
sehingga keterlambatan dapat segera diatasi.
Pada Proyek Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini kurva S
dibuat oleh kontraktor pelaksana secara mingguan sehingga pengendalian
waktu berdasarkan kurva S terlihat pada laporan mingguan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

69

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

4.5.3 Pengendalian kualitas dan kuantitas


Untuk mendapatkan hasil pekerjaan dengan kualitas dan kuantitas seperti
yang telah disyaratkan diperlukan adanya pengendalian kualitas dan
kuantitas pekerjaan sejak perencanaan mulai dilakukan sampai saat
penyerahan pekerjaan. Salah satu cara yang dilakukan untuk pengendalian
kualitas dan kuantitas pekerjaan adalah melalui evaluasi laporan-laporan
pekerjaan yang dibuat dan melalui pengecekan langsung di lapangan pada
saat pelaksanaan.
Untuk mengendalikan kualitas agar sesuai dengan yang diharapkan dapat
dilakukan melalui pengujian-pengujian material yang dilakukan di
laboratorium maupun di lapangan. Sedangkan untuk pengendalian
kuantitas dapat dilakukan dengan mengecek langsung di lapangan,
misalnya dilakukan pengecekan jumlah tulangan yang dipasang sebelum
dilakukan pengecoran, contoh lain pengecekan volume pengecoran apakah
sudah sesuai dengan volume cor yang direncanakan. Dengan adanya
pengendalian terhadap kuantitas maupun kualitas diharapkan akan
diperoleh pekerjaan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Test kualitas yang dilakukan adalah tes mutu beton. Test mutu beton
dilakukan dengan pengawasan dari Direksi Lapangan, agar dapat
dievaluasi apakah pekerjaan beton yang sudah dilakukan sesuai dengan
spesifikasi yang disyaratkan atau tidak dan perlu tidaknya dilakukan
perubahan komposisi adukan. Test yang dilakukan dalam proyek ini
adalah slump test dan tes kekuatan sesuai peraturan yang ada dalam
P.B.I.71. bila dari hasil test yang dilakukan didapati bahwa mutu beton
yang dihasilkan tidak memenuhi mutu yang disyaratkan maka beton segera
dibongkar dan dilakukan pengecoran ulang untuk mendapatkan mutu yang
disyaratkan.
A. Slump test
Dilakukan pada saat adukan beton akan dituang ke dalam concrete
pump untuk mengetahui kekentalan adukan beton. Test ini dilakukan
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

70

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

satu kali untuk tiap concrete mixer truck. Nilai slump yang diijinkan
dalam proyek ini adalah 10 12 cm.
Langkah-langkah pelaksanaan slump test adalah sebagai berikut:
1. setelah concrete mixer truck sampai dilokasi pengecoran, adukan
beton dituang sedikit ke papan yang diletakkan di dekat lokasi
concrete pump.
2. alat yang digunakan untuk slump test adalah kerucut Abrams yang
berupa kerucut terpancung dengan diameter bagian bawah 20 cm dan
bagian atas 10 cm dengan tinggi 30 cm yang diletakkan di atas plat
baja yang rata. Permukaan kerucut Abrams yang akan digunakan
dibersihkan dan dibasahi dengan air.
3. adukan beton dimasukkan ke dalam kerucut Abrams sebanyak tiga
lapis dan tiap lapis ditusuk-tusuk dengan tongkat baja diameter 16
mm, panjang 60 cm sebanyak 10 kali.
4. setelah kerucut terisi penuh dengan adukan beton kemudian bagian
atas kerucut diratakan dan didiamkan selama 30 detik.
5. kerucut ditarik vertikal ke atas sehingga adukan beton di dalam
kerucut turun.
6. tinggi penurunan yang terjadi adalah nilai slump yang diperoleh.
Tes slump sangat perlu untuk dilakukan sebelum pekerjaan pengecoran
dilakukan untuk mengetahui kekentalan adukan beton. Bila adukan
beton terlalu kental akan mempersulit pelaksanaan pengecoran dan
untuk tempat yang tinggi yang menggunakan concrete pump, adukan
yang terlalu kental akan merusak concrete pump dan menyumbat pipa.
Sedangkan bila adukan terlalu encer akan menurunkan mutu beton.
B. Tes kekuatan
Test kekuatan ini dilakukan untuk mengetahui kuat tekan beton dari
adukan beton yang digunakan pada saat pengecoran. Test kekuatan ini
dilakukan dengan mengambil sampel adukan beton sebelum adukan
beton dituang ke concrete pump. Benda uji yang digunakan adalah
silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, jumlah benda uji
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

71

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

yang diambil adalah 3 buah silinder untuk tiap 5 m adukan beton. Alatalat yang digunakan dalam pembuatan benda uji adalah cetakan silinder
beton dan alasnya, tongkat baja untuk memadatkan, ember dan cetok.
Tes kekuatan pada proyek ini dilakukan di Laboratorium JAYAMIX
READY MIX dan laboratorium UNDIP Semarang dengan diawasi oleh
wakil konsultan pengawas dan wakil kontraktor pelaksana.
Langkah-langkah dalam pembuatan benda uji silinder beton tersebut
adalah sebagai berikut:
1. adukan beton yang telah dituang ke papan diambil dan dimasukkan
ke dalam cetakan silinder yang telah diolesi oli.
2. adukan beton dimasukkan ke dalam silinder dan ditusuk-tusuk
dengan tongkat baja.
3. silinder beton disimpan di tempat yang terlindung dari sinar
matahari, pada setiap benda uji diberi catatan tanggal pegecoran dan
lokasi pengecoran.
4. benda uji dikirim ke laboratorium untuk diuji kuat tekannya.
4.5.4 Pengendalian biaya
Hal yang perlu menjadi pertimbangan dalam melakukan pengendalian
biaya antara lain adalah keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan
dengan kualitas pekerjaan yang diperoleh dan kelancaran jalannya biaya
dari pihak pemilik proyek ke kontraktor. Salah satu cara yang dapat
dilakukan untuk menghemat pengeluaran biaya proyek adalah dengan
pemakaian biaya yang seefisien mungkin untuk mendapatkan hasil yang
seoptimal mungkin.
Dalam pelaksanaan proyek ini usaha pengendalian dilakukan dengan
mencatat semua pengeluaran-pengeluaran proyek agar tidak terdapat
pengeluaran-pengeluaran yang menyimpang dari anggaran yang telah
dibuat. Pengeluaran biaya untuk kebutuhan material juga dikontrol dan
diperiksa agar dapat terhindar dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak
perlu.
Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

72

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Untuk menekan biaya proyek dibuat suatu sistem kerja dimana setiap
komponen yang terkait dapat memberi hasil yang optimal. Tujuan dari
pengendalian biaya adalah agar pengaturan dana dapat lebih efisien dan
sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan atas berbagai
alternatif penyelesaian teknis yang berkaitan dengan biaya.
Pada

Proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL

ini

pengendalian biaya sepenuhnya diserahkan kepada pihak kontraktor


pelaksana.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

73

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

BAB V
PERMASALAHAN PROYEK

Berdasarkan pengamatan penulis selama 90 hari kerja dalam Kerja Praktek pada
Proyek pembangunan Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL yang berada di
Jalan Imam Bonjol 188 Semarang, permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan
pembangunan dilapangan antara lain :
5.1

Terjadi Longsor saat Pengeboran Pondasi Bore Pile


Pada kedalaman -20.00 m terjadi kelongsoran tanah hal ini mengakibatkan
memperlambat proses pengeboran yang memakan waktu dari setengah hari untuk
satu titik pengeboran menjadi satu hari.
Tidak terdapat alternatif penyelesaian selain tetap melanjutkan pengeboran hingga
kedalaman sesuai perancangan yaitu -40.00 m.

Gambar 5.1 Terjadi Kelongsoran Tanah pada Pengeboran Bore Pile.

5.2

Penurunan pada Pondasi Bore Pile hingga 4 m


Pada pertengahan dalam pekerjaan pondasi Bore Pile. Beberapa pondasi
mengalami penurunan sedalam 4 m. Hal ini terjadi karena pada perancangannya
pengeboran untuk tiap lubang pondasi sedalam -40.00 m sedangkan baja tulangan
yang disediakan hanya sampai kedalaman -36.00 m sedangkan terdapat sisa 4 m
yang akan ditutup oleh beton pada dasar pondasi, namun ternyata tanah tidak
mampu menahan berat pondasi tersebut sehingga penurunan terjadi.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

74

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Penyelesaian dengan beberapa pondasi yang belum terlanjur dikerjakan diberi


baja tulangan tambahan sehingga baja tulangan yang seharusnya sepanjang 36 m
menjadi 40 m serta penambahan baja tulangan tumpuan pada dasar berbentuk
salib ( + ) untuk menambah daya tumpu pada dasar tanah. Sedangkan beberapa
pondasi bore pile yang sudah terlanjur dikerjakan dan mengalami penurunan
dihancurkan kepala pondasinya dan kemudian disambung dengan baja tulangan
tambahan sepanjang 4 m lalu dicor kembali agar kepala pondasi sesuai dengan
perancangan yaitu di titik +- 0.00 .

Gambar 5.2 Penyambungan Baja Tulangan tambahan pada Pondasi Bore Pile yang Turun sebelum
dicor(a).

Gambar 5.3 Penyambungan Baja Tulangan tambahan pada Pondasi Bore Pile yang Turun setelah
dicor(b).

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

75

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

5.3

Perpustakaan Unika

Penentuan Titik-Titik As Meleset


Pada saat awal pekerjaan pile cap seusai pekerjaan pondasi bore pile selesai
terjadi pergantian kontraktor pelaksana dari PT Frankie Pile dengan PT Karya
Konstrindo. Sehingga penentuan titik-titik as perlu disesuaikan kembali. Namun
pada saat pengerjaan pile cap terdapat beberapa titik-titik as yang meleset dari
gambar perancangan sehingga terdapat kesalahan ukuran pada pile cap yang telah
dikerjakan hingga berlanjut pada kesalahan pada ukuran kolomnya juga.
Alternatif penyelesaian yaitu dengan mengulang kembali pembesian baja tulangan
atau tetap dengan ukuran yang salah namun dilakukan beberapa penyesuaian saat
pekerjaan plesteran.
Penyelesaian yang diambil adalah dengan sedikit melakukan penulangan pada
pembesian dan penyesuaian saat pengecoran dan pekerjaan plesteran.

Gambar 5.4 Penentuan Titik-Titik As yang Meleset Berpengaruh pada Kolom.

5.4

Perawatan Beton Tidak dilaksanakan


Seusai pengecoran seharusnya perawatan dilakukan pada beton sehingga kekuatan
beton akan tetap terjaga hingga pada umur optimal yaitu 14 hari. Namun pada
proyek pembangunan Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL ini tidak
melaksanakan perawatan beton sehingga dikhawatirkan kekuatan beton tidak
sesuai dengan perancangan.

5.5

Terdapat Nilai Slump Nol saat Pengecoran


Saat pengecoran kolom, balok dan plat lantai selalu dilaksanakan pengecekan
nilai slump. Namun pada saat PT VARIA USAHA melakukan pengecekan nilai

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

76

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

slump muncul nilai slump nol sehingga terdapat rongga-rongga pada beton. Hal
ini terjadi karena agregat kasar yang digunakan berdiameter terlalu besar lebih
dari 15 cm sehingga dapat menyebabkan kekeroposan atau banyak rongga-rongga
pada bangunan saat beton tersebut telah mengering. Selain itu mutu beton
dipastikan turun yang menyebabkan kekuatan beton berkurang. Penyelesaian
dengan pemutusan hubungan kerja antara PT VARIA USAHA dengan PT
DAFAM GROUP dalam Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL.

Gambar 5.5 Nilai Tes Slump nol.

Gambar 5.6 Terlalu Banyak Agregat Kasar yang Besar pada Campuran Beton.

5.6

Kolom Keropos
Tiga hari setelah pengecoran pada lantai dasar dilakukan, bekisting kolom segera
dibuka namun terlihat kecacatan pada kolom. Pada kolom-kolom tersebut terjadi
keropos yang terdapat pada dasar kolom karena rongga-rongga udara tidak dapat

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

77

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

keluar pada saat pengecoran dilakukan. Hal tersebut terjadi karena jarak vibrator
tidak dapat menjangkau dasar kolom sehingga rongga-rongga udara terperangkap.
Hal tersebut menyebabkan kekuatan beton dalam menahan beban di atasnya
menjadi turun sehingga dapat menyebabkan kolom menjadi roboh atau retak.
Alternatif pengecoran dengan pengulangan pembuatan kolom untuk mengganti
kolom yang rusak atau penambalan pada kolom yang rusak tersebut dengan
menggunakan plesteran semen.
Penyelesaian masalah yang diambil oleh PT Karya Konstrindo adalah dengan
menggunakan penambalan plesteran semen untuk menutupi kekeroposan pada
kolom sehingga kolom tidak terlihat cacat.

Gambar 5.7 Kecacatan pada Kolom setelah Pengecoran.

Gambar 5.8 Penambalan pada Kolom yang Cacat.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

78

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

5.7

Perpustakaan Unika

Peletakan Material kurang diperhatikan


Penumpukan material misalnya baja tulangan yang terletak di lapangan kurang
mendapat perlindungan dari panas matahari dan hujan sehingga menyebabkan
karat. Karat tersebut dapat menyebabkan kekeroposan pada baja tulangan dalam
struktur yang dapat berakibat lebih serius pada keretakan dan kerobohan struktur.

Gambar 5.9 Peletakan Material yang Kurang Diperhatikan dari Kondisi Cuaca.

.
Gambar 5.10 Peletakan Material pada Proyek Hotel DAFAM.

5.8

Kurang Memperhatikan Keselamatan Pekerja


Tidak semua pekerjanya menggunakan helm proyek serta pelindung-pelindung
lainnya dalam pelaksanaan pembangunan proyek Hotel DAFAM MAMBO
INTERNATIONAL, padahal proyek tersebut sudah memasuki tahap lantai 5
dengan ketinggian kurang lebih 16 meter dari permukaan tanah. Akibatnya dapat
fatal pada pekerja bila terjadi kecelakaan yang tidak terduga.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

79

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

Gambar 5.11 Pekerja Tidak Mengenakan Helm Proyek.

5.9

Tes Mutu Tidak Dilaksanakan


Pada proyek ini kurang memperhatikan tes kontrol mutu pada material yang
digunakan, misalkan air dan pasir. Tidak sesuai dengan RKS yang digunakan
yaitu memperhatikan mutu air dan pasir yang digunakan pada proyek
tersebut.Akibatnya dapat terjadi kekeroposan pada beton yang digunakan dalam
pengecoran struktur.

5.10

Penggunaan Alat Vibrator Kurang Baik


Penggunaan alat vibrator yang berupa jarum penggetar di dalam pengecoran tidak
dilakukan sesuai dengan ketentuan, misalnya seringkali vibrator dikenakan
tulangan baja dan bekisting. Akibatnya baja tulangan dapat bergeser sehingga
letaknya tidak sesuai dengan perancangan pada gambar, akibat lebih lanjut dapat
mengurangi kekuatan struktur.

Gambar 5.12 Penggunaan Alat Vibrator Terkena Baja Tulangan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

80

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan penulis selama melaksanakan
kerja

praktek

di

Proyek

Pembangunan

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL Semarang selama 90 hari kerja, penulis melihat bahwa


pekerjaan yang dilaksanakan secara keseluruhan cukup baik, yang ditinjau dari
kesesuaian antara perancangan dengan kondisi lapangan. Selain itu banyak
masukan pengalaman dan pengetahuan baru terutama dalam hal praktek di
lapangan maupun manajemen didalam proyek yang dapat penulis serap.
Kesimpulan yang dapat ditarik setelah apa yang diuraikan dari bab-bab diatas
adalah sebagai berikut :
a.

Pada

Proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL

tidak

mengalami keterlambatan sehingga prosesnya hampir sesuai dengan kurva S


Perancangan. Hal tersebut terjadi karena kontraktor pelaksana dapat
memperkirakan pengiriman material dan alat sesuai kondisi dan waktu saat
pelaksanaan. Bila sedikit terlambat kontraktor segera mempercepat proses
pengerjaan dengan kerja lembur.
b.

Penyimpanan

semen

dalam

proyek

Hotel

DAFAM

MAMBO

INTERNATIONAL cukup baik sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat,


yaitu diletakan 10 cm dari permukaan tanah dan dinding, lalu dibuat gudang
untuk menjaga semen agar tetap kering sehingga tidak mengalami pengerasan
sebelum waktunya, kemudian peletakan semen disesuaikan dengan waktunya
sehingga semen yang telah lama berada dalam gudang dapat segera
digunakan.
c.

Penggunaan alat berat yang digunakan telah disesuai dengan kondisi


lapangan. Misalkan saat proses pembuatan pondasi Bore Pile maka
dibutuhkan alat berat dengan menggunakan roda crawl karena kondisi tanah
yang berlumpur sesuai dengan tes sondir yang dilakukan oleh Laboratorium

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

81

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

UNISULA. Lalu penggunaan Tower Crane saat proses pembangunan


Struktur juga telah sesuai dengan kondisi lapangan yang cukup sempit.
d.

Pembuatan Pelat Lantai yang biasanya setebal 12 cm, namun pada proyek
Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL hanya setebal 10 cm. Setelah
penulis bertanya ternyata hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan jarak
kolom balok yang saling berdekatan kurang dari 20 m2 sehingga kontraktor
membuat pelat lantai setebal 10 cm.

6.2

Saran
Terdapat beberapa hal dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Hotel DAFAM
MAMBO INTERNATIONAL Semarang di lapangan, dirasa masih perlu
dibenahi. Oleh sebab itu penulis ingin memberikan beberapa saran :
a. Bahan material seperti baja tulangan hendaknya ditutup dengan plastik atau
penutup lainnya agar tidak terkena panas dan hujan secara langsung yang
dapat menyebabkan karat.
b. Sebaiknya sebelum pengecoran dilakukan, para pekerja yang bertugas sebagai
pemegang vibrator diberi pengarahan cara penggunaan vibrator yang baik.
c. Pekerja sebaiknya terus diperingati untuk menggunakan perlengkapan
keselamatan kerja seperti: helm proyek agar mengurangi resiko kecelakaan
kerja.
d. Perlu diperhatikan kualitas mutu material yang digunakan dengan melakukan
tes control mutu, terutama pada pasir dan air yang digunakan.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

82

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

PENUTUP

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat dan bimbingan-NYA kepada penulis maka laporan kerja praktek ini dapat
diselesaikan. Laporan ini tersusun berdasarkan atas hal-hal yang penulis amati secara
langsung pada Proyek Pembangunan Hotel DAFAM MAMBO INTERNATIONAL
Semarang selama 90 hari.
Selama melaksanakan kerja praktek. Penulis telah banyak mendapatkan ilmu
pengetahuan baik secara teknis maupun non teknis yang sangat bermanfaat untuk
melengkapi teori-teori yang didapat di bangku kuliah.
Penulis menyadari bahwa laporan kerja praktek masih terdapat banyak
kekurangan-kekurangan di dalamnya karena keterbataan pengalaman dari penulis.
Untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang berguna untuk
melengkapi Laporan Kerja Praktek ini.
Demikianlah laporan yang kami buat semoga dapat digunakan sebagaimana
mestinya serta bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Semarang,

Juli 2010

Penulis

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

83

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Perpustakaan Unika

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2007), Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Proyek Pembangunan Hotel


DAFAM MAMBO INTERNATIONAL Semarang.

Arif, Aristio, (2007), Laporan Kerja Praktek, Universitas Katolik Soegijapranata,


Semarang.

Hermawan, dkk, (2006), Menulis Laporan Kerja Praktek yang Baik dan Benar,
Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.

PT.

Andalan

Dinamika

Konstrukindo.

2008.

Katalog

Produk.

http://indonetwork.co.id/project equipment/prod. 2 Juni 2010.

Liebherr.

2010.

Produk

Crane.

http://www.liebherr.com/cr/en/products_cr.asp?

menuID=106142!9450-0&register=6480_84. 2 Juni 2010.

Mikasas.

2008.

Vibrator

http://www.mikasas.com/english/products/vibrator.html.

Products.
2 juni 2010.

Mitsubishi. 2006. Excavator Products. http://www.mitsubishi.com/ce/products/crawler_


excavators.html. 2 Juni 2010.

Made in china. 2010. Products Detail. http://cdgute8.en.made-in-china.com/product/


MbcQPXmrZokF/China-Steel-Bar-Straightening-Cutter-GTQ10A-.html. 2 Juni
2010.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

84

Laporan Kerja Praktek


Proyek Pembangunan Hotel Dafam
Jl. Imam Bonjol 188 - Semarang

Made

in

china.

2010.

Perpustakaan Unika

Products

Description.

http://www.made-in-china.com/

showroom/lynn0909/product-detailbqBndWJTCzkM/China-Steel-Bar-BenderHGW18-.html. 2 Juni 2010.


SoilMec.

2010.

Drilling

equipment

and

foundation

equipment.

http://www.soilmec.com/viewdoc.asp?co_id=9. 2 Juni 2010.

Wartawarga.

2007.

Pengertian

dan

penggunaan

tower

crane.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/pengertian-dan-penggunaan-towercrane/. 2 Juni 2010.

Wordpress. 2006. Gimana tower crane bisa naik. http://sipil2006.wordpress.com/


2009/09/03/gimana-tower-crane-bisa-naik/attachment/1/. 2 Juni 2010.

Alfin Sanjaya Harwanto

07.12.0010

85