Anda di halaman 1dari 32

PORTOFOLIO SAHAM ASII DAN PTPP BERDASARKAN

ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL BESERTA


PERHITUNGAN RETURN DAN RISIKO

OLEH :

1. NYM. CHRISTIANA SILVANA DEWI

(1215644038)

2. SI LUH PUTU INDRAYANTI

(1215644050)

3. KADEK NOVIA AYU WIRYANI

(1215644070)

4. LUH PUTU LILIANA DEWI

(1215644078)

5. NI MADE DWI RATNANINGSIH

(1215644082)

KELAS : VI B / D4 AKUNTANSI MANAJERIAL

PROGRAM STUDI DIV AKUNTANSI MANAJERIAL


JURUSAN AKUNTANSI - POLITEKNIK NEGERI BALI
TAHUN 2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pasar modal di Indonesia semakin berkembang dengan pesat, hal ini dapat
di lihat dengan semakin bertambah jumlah saham yang diperdagangkan dan
semakin tingginya volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.Pasar
Modal merupakan alternatif pilihan investasi yang dapat menghasilkan
keuntungan optimal bagi investor. Pasar modal dapat dipandang sebagai media
yang efektif dalam pembangunan suatu negara, ini dimungkinkan karena pasar
modal dapat digunakan sebagai alat untuk menghimpun dana jangka panjang dari
para investor dan bahkan dari masyarakat yang kemudian dapat disalurkan untuk
pembangunan suatu negara. Pasar modal mempunyai peran strategis dalam
menunjang perekonomian karena pasar modal dapat menjadi sumber dana
alternatf bagi perusahaan perusahaan.
Investor

membutuhkan

informasi

yang

bersifat

teknikal

dan

fundamental.Informasi yang bersifat fundamental diperoleh dari internal


perusahaan berupa laporan keuangan sedangkan informasi yang bersifat teknikal
diperoleh dari eksternal perusahaan.Berkaitan dengan laporan keuangan para
investor sangat memperhatikan laba perusahaan yang menjadi pertimbangan
dalam melakukan investasi. Secara teoritis jika laba meningkat maka harga saham
akan meningkat dan secara otomatis return akan meningkat (Husnan, 2001).
Kedua informasi ini sangat diperlukan untuk memprediksi return, resiko atau
ketidak pastian , jumlah dan waktu yang tepat dalam melakukan investasi di pasar
modal. Keputusan investor dalam berinvestasi dalam bentuk sekuritas saham
sangat dipengaruhi besarnya return yang diperoleh dari saham tersebut. Dalam

pasar modal yang efisien, return saham merupakan informasi yang sangat relevan
terhadap reaksi pasar.
Untuk mengetahui return dan risiko dari portofolio, maka kita harus
mengetahui terlebih dahulu teori portofolio. Teori portofolio merupakan teori yang
berhubungan mengenai pengembalian portofolio yang diharapkan dan tingkat
risiko portofolio yang dapat diterima, serta menunjukkan cara pembentukan
portofolio yang optimal.Teori portofolio ini saling berkaitan dengan teori pasar
modal yang berdasar pada pengaruh keputusan investor terhadap harga sekuritas
serta menunjukkan hubungan yang seharusnya terjadi antara pengembalian dan
risiko sekuritas jika investor membentuk portofolio yang sesuai dengan teori
portofolio.
Berbagai macam saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, dan pada
tugas sebelumnya kami telah melakukan analisis fundamental dan teknikal untuk
beberapa sektor diantaranya, sektor industri lainnya dalam bidang otomotif dan
sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Setelah melakukan
perbandingan dari kedua sektor tersebut, kamitertarik untuk menghitung dari
risiko portofolio pada

PT Astra Internasional Tbk, dan PT Pembangunan

Perumahan (Persero) Tbk.


PT Astra Internasioanl Tbk tergabung dalam sektor industri lainnya.PT Astra
International Tbk bergerak dalam bidang industri otomotif, bisnis inti Astra
International ini menguasai pangsa pasar domestik antara 50 dan 60 persen.
Perusahaan induk investasi ini sering dianggap sebagai barometer perekonomian
Indonesia. Mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan
kebutuhan transportasi.
Keadaan Indonesia yang tidak terpengaruh dari krisis yang melanda
perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir merangsang pertumbuhan
yang meningkat di berbagai sektor.Pembangunan infrastruktur terus dipacu untuk
menompang laju perekonomian dan diharapkan dapat merangsang investasi untuk

bertumbuh di tahun-tahun berikutnya. Industri konstruksi di Indonesia yang


termasuk pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pelopor berdirinya
BUMN konstruksi di Indonesia adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk. PTPPdidirikan 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan
Perumahan, yang merupakan hasil peleburan suatu Perusahaan Bangunan bekas
milik Bank Industri Negara ke dalam Bank Pembangunan Indonesia.
Dari penjelasan tersebut di atas maka kami tertarik untuk meneliti lebih jauh
mengenai pengembalian portofolio yang diharapkan dan tingkat risiko portofolio
yang dapat diterima, serta menunjukkan cara pembentukan portofolio yang
optimal.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang kami ambil
yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana return dan risiko portofolio saham PT Astra Internasional Tbk,
dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk?

C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari analisis ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui return dan resiko portofolio pada saham PT Astra Internasional
Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN TEORI PORTOFOLIO


Teori

portofolio

merupakan

teori

yang

berhubungan

mengenai

pengembalian portofolio yang diharapkan dan tingkat risiko portofolio yang dapat
diterima, serta menunjukkan cara pembentukan portofolio yang optimal.Teori
portofolio ini saling berkaitan dengan teori pasar modal yang berdasar pada
pengaruh keputusan investor terhadap harga sekuritas serta menunjukkan
hubungan yang seharusnya terjadi antara pengembalian dan risiko sekuritas jika
investor membentuk portofolio yang sesuai dengan teori portofolio.
Tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) adalah return yang
yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang dan sifatnya
belum terjadi. Dengan adanya ketidakpastian (uncertainty) tersebut, berarti
investor akan memperoleh return di masa mendatang yang belum diketahui persis
nilainya. Return ekspektasi dan tingkat risiko mempunyai hubungan yang positif.
Semakin besar risiko suatu sekuritas, semakin besar return yang diharapkan, dan
sebaliknya.
Konsep dari risiko portofolio pertama kali diperkenalkan oleh Harry M.
Markowitz pada tahun 1950-an. Kemudian dia memenangkan hadiah nobel di
bidang ekonomi di tahun 1990 untuk hasil karyanya tersebut. Markowitz
menunjukkan bahwa secara umum risiko mungkin dapat dikurangi dengan
menggabungkan beberapa sekuritas tunggal ke dalam bentuk portofolio.Salah satu
pengukur risiko adalah deviasi standar atau varian yang merupakan kuadrat dari
deviasi standar.Risiko yang diukur dengan ukuran ini mengukur risiko dari
seberapa besar nilai tiap-tiap item menyimpang dari rata- ratanya. Risiko

portofolio juga dapat diukur dengan besarnya deviasi standar atau varian dari nilai
return-return sekuritas tunggal di dalamnya.Persyaratan utama untuk dapat
mengurangi risiko di dalam portofolio adalah return untuk masing-masing
sekuritas tidak berkorelasi secara positif dan sempurna. Nilai dari koefisien
korelasi berkisar dari +1 sampai dengan -1.Nilai koefisien korelasi +1
menunjukkan korelasi positif sempurna, nilai koefisien korelasi 0 menunjukkan
tidak ada korelasi dan nilai koefisien korelasi -1 menunjukkan korelasi negatif
sempurna.
Jika dua buah aktiva memiliki return dengan koefisien korelasi +1 (positif
sempurna), maka semua risikonya tidak dapat didiversifikasi atau risiko portofolio
tidak akan berubah sama dengan risiko aktiva individualnya. Jika dua buah aktiva
memiliki return dengan koefisien korelasi -1 (negative sempurna), maka semua
risikonya dapat didiversifikasi atau risiko portofolio akan sama dengan nol. Jika
koefisiennya di antara +1 dan -1, maka akan terjadi penurunan risiko di portofolio,
tetapi tidak menghilangkan semua risikonya. Bagian dari risiko sekuritas yang
dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang well-diversified disebut
dengan risiko yang dapat didiversifikasikan (diversifiable risk) atau risiko
perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik
(unique risk) atau risiko yang tidak sistematik (unsystematic risk).Karena risiko
ini unik untuk suatu perusahaan, yaitu hal buruk terjadi di suatu perusahaan dapat
diimbangi dengan hal baik yang terjadi di perusahaan lain, maka risiko ini dapat
didiversifikasi di dalam portofolio.Contoh dari risiko ini adalah pemogokan
buruh, tuntutan pihak lain, dan sebagainya. Sebaliknya, risiko yang tidak dapat
didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan non-diversifiable risk atau risiko
pasar (marke risk) atau risiko umum (general risk) atau risiko sistematik
(systematic risk). Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatn
perusahaan, seperti inflasi, resesi, dan lain sebagainya.

B. RETURN

Return adalah hasil yang diperoleh dari investasi saham yang kita lakukan
dengan pembagian saham dalam bentuk persentase dimana kita mengharapkan
return dari investasi itu besar sehingga sesuai dengan yang kita harapkan dari
suatu invesatasi yaitu keuntungan. Ada 2 jenis return saham yaitu:
1. Return Realisasian yaitu return yang telah terjadi.
2. Return Ekspaktasian yaitu return yang diharapkan akan diperoleh oleh
investor dimasa mendatang.
1. Pengukuran Return Realisasi
Return realisasi dihitung berdasarkan data historis. Return ini penting
karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan juga sebagai
dasar penentuan return ekspektasi dan risiko dimasa depan. Beberapa
pengukuran return realisasi yang banyak digunakan adalah return total, relatif
return, kumulatif return, dan return disesuaikan.
a. Return Total
Return total merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu
perioda tertentu. Return total terdiri dari capital gain (loss) dan yield :
1) Capital gain (loss) : merupakan selisih untung (rugi) dari harga investasi
sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. Jika harga investasi
sekarang (Pt) lebih tinggi dari harga investasi periode lalu (Pt-1) berarti
terjadi keuntungan modal (capital gain), dan sebaliknya terjadi kerugian
modal (capital loss).
2) Yield : merupakan persentase penerimaan kas periodik terhadap harga
investasi periode tertentu dari suatu investasi. Untuk saham biasa yang
membayar deviden periodik sebesar Dt rupiah per lembarnya, maka yield
adalah sebesar Dt/Pt-1.

Maka rumus dari return saham dapat ditulis sebagai berikut:


Return = capital gain (loss) + yield
Return = Pt Pt-1
Pt-1
Keterangan :
Pt = harga saham tahun ke-t
Pt-1= harga saham tahun ke t-1

Untuk obligasi, yield adalah adalah persentase bunga pinjaman yang diperoleh
terhadap harga obligasi perioda sebelumnya.

Return ( Ri )=

PtPt1
+Yield
Pt1

b. Relatif Return
Return total dapat bernilai negatif dan positif. Kadangkala pada perhitungan
rata-rata geometrik dibutuhkan suatu nilai yang positif, maka digunakan return
relatif (relative return) yaitu dengan menambahkan nilai satu terhadap nilai
return total sebagai berikut:
Return Relatif = (Return Total+1)

c. Kumulatif Return
Untuk mengetahui total kemakmuran, indeks kemakmuran kumulatif
(cumulative wealth index) yang dapat mengukur akumulasi semua return muali
dari kemakmuran awal (KK0), dapat digunakan. Rumus IKK adalah sebagai
berikut:
IKK = KKo (1 + R1) (1 + R2) . (1 + Rn)
Keterangan :
IKK

= Indeks kemakmuran kumulatif mulai dari perioda pertama


sampai ke-n

Kko

= kekayaan awal biasanya digunakan nilai Rp. 1

Rt

= return periode ke-t, mulai dari awal periode (t=1) sampai ke


akhir periode (t=n)

d. Return Disesuaikan
Return nominal perlu disesuaikan dengan tingkat inflasi yang ada. Return
ini biasa disebut return riil (real return) atau return yang disesuaikan dengan
inflasi (inflation adjusted return). Selain itu, diversifikasi internasional
semakin dibicarakan, karena diversifikasi ini dapat menurunkan tingkat resiko
yang sudah tidak dapat diturunkan lagi akibat diversifikasi domestik. Jika
investasi dilakukan di luar negeri, return yang diperoleh perlu disesuaikan
dengan kurs mata uang yang berlaku.

RIA=

(1+ R)
1
(1+IF)

Keterangan :
RIA

= return disesuaikan dengan tingkat inflasi

= return nominal

IF

= tingkat inflasi

2. Pengukuran Return Ekspektasi


Return Ekspektasi (expected return) merupakan return yang digunakan
untuk pengambilan keputusan investasi. Return ekspektasi dapat dihitung
berdasarkan beberapa cara diantaranya sebagai berikut :
a. Berdasarkan Nilai Ekspektasi Masa Depan
Dengan

adanya

ketidakpastian

(uncertainty)

berarti

investor

akan

memperoleh return di masa mendatang yang belum diketahui persis nilainya.


Maka, return yang akan diterima harus diestimasi nilainya dengan segala
kemungkinan yang dapat terjadi. Berarti bahwa tidak hanya sebuah hasil masa
depan (outcome) yang akan diantisipasi, tetapi perlu diantisipasi beberapa hasil
masa depan dengan kemungkinan probabilitas terjadinya. Oleh karena itu,
probabilitas dari hasil-hasil masa depan perlu diketahui. Distribusi probabilitas
ini dapat diperoleh dengan cara estimasi secara subyektif atau berdasarkan dari
kejadian sejenis di masa lalu yang pernah terjadi. Return ekspektasi dapat
dihitung dengan metode nilai ekspektasi (expected value method) yaitu
mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas
kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut.

E ( Ri )= (Rij .Pj)
j=1

Keterangan :
E (Ri)

= Return Ekspektasian

Rij

= Hasil masa depan ke-j (untuk sekuritas ke-i)

Pj

= Probabilitas hasil masa depan ke-j (untuk sekuritas ke-i)

= Jumlah dari hasil masa depan

b. Berdasarkan Nilai-Nilai Return Historis


Ketidakakuratan yang terjadi pada penghitungan hasil masa depan dapat
dikurangi dengan menggunakan data historis untuk menghitung ekspektasi,
yaitu sebagai berikut:
1. Metode rata-rata (mean method): mengasumsikan bahwa return ekspektasi
dapat dianggap sama dengan rata-rata nilai historisnya.
2. Metode tren (trend method): dapat digunakan jika pertumbuhan akan
diperhitungkan.
3. Metode jalan acak (random walk method): beranggapan bahwa distribusi
data return bersifat acak sehingga sulit digunakan untuk memprediksi,
sehingga diperkirakan return terakhir akan terulang di masa depan.

c. Berdasarkan Model Return Ekspektasi


Model-model untuk menghitung hasil ekspektasi sangat dibutuhkan. Model
yang tersedia yang populer dan banyak digunakan adalah Single Index Model
dan model CAPM.

C. RISIKO
Return dan resiko merupakan hal yang tak terpisah, karena pertimbangan
suatu investasi merupakan trade-off dari kedua faktor ini. Return dan risiko
mempunyai hubungan yang positif, semakin besar resiko yang harus ditanggung
semakin besar return yang harus dikompensasikan. Resiko merupakan variabilitas
return terhadap return yang diharapkan. Untuk menghitung resiko, metode yang

banyak digunakan adalah deviasi standar yang mengukur absolut penyimpangan


nilai-nilai yang sudah terjadi dengan nilai ekspektasinya.
1. Risiko Berdasarkan Probabilitas
Deviasi standar dapat digunakan untuk menghitung resiko. Resiko juga
dapat dinyatakan dalam bentuk varians (variance) yaitu kuadrat dari deviasi
standar dan disubstitusikan dengan probabilitas.

Ri

SDi =

Var (Ri) = SDi2 =

[ RiE ( Ri) ] x p

2. Risiko Berdasarkan Data Historis


Risiko yang diukur dengan deviasi standar yang menggunakan data historis
dinyatakan dengan fomula :
a. Standard deviasi
Apabila data historis kurang dari 30 atau sama dengan 30 menggunakan
rumus sebagai berikut :

SDi=

i=1

[ RiE ( Ri ) ]
n1

Apabila data historis lebih dari 30 atau sama dengan 30 menggunakan


rumus sebagai berikut :

[ RiE ( Ri ) ]
SDi=
n
i=1
b. Varians

Selain standar deviasi risiko ugan dapat dinyatakan dalam bentuk varian,
yaitu kuadrat dari deviasi standar (Standar Deviasi) yaitu dengan rumus
sebagai berikut :
Var = Sdi2

Var =

([ RiE ( Ri ) ] )

Keterangan :
SD

= standard deviation

Xi

= nilai ke-i

E(Ri) = nilai ekspektasian


n

=jumlah obsevasi data historis untuk sampel besar dengan n (paling


sedikit 30 observasi) dan untuk sampel kecil digunakan n-1)

D. RETURN DAN RISIKO PORTOFOLIO


1. Return Portofolio
Salah satu tujuan dari portofolio adalah menghindari resiko dan
menghasilkan pendapatan (return) sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Return portofolio terdiri dari return realisasian dan return ekspektasian.
a. Return Realisasian Portofolio
Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return
realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut.
Return realisasian dapat dihitung :

Rp= (Wi.Ri)
i=1

Keterangan :
Rp

= Return realisasian dari portofolio

Wi

= porsi dari sekuritas i terhadap seluruh sekuritas di portofolio

Ri

= Return realisasian dari sekuritas ke-i

= jumlah dari sekuritas tunggal

b. Return Ekspektasian Portofolio


Return ekspektarian portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari returnreturn ekspektasian masing-masing sekuritas tunggal didalam portofolio.

Return ekspektarian portofolio dapat dinyatakan secara sistematis sebagai


berikut:

E(Rp)= (Wi E ( Ri ) )
i=1

Keterangan :
E(Rp)

= return realisasian dari portofolio

Wi

= porsi dari sekuritas i terhadap seluruh sekuritas di portofolio

E(Ri)

= Return realisasian dari sekuritas ke-i

n = jumlah dari sekuritas tunggal

2. Risiko Portofolio
Tidak seperti return portofolio yang meupakan rata-rata tertimbang dari
seluruh return sekuritas tunggal, risiko portofolio tidak merupakan rata-rata
tertimbang dari seluruh risiko sekuritas tunggal. Risiko portofolio mungkin
dapat lebih kecil dari risiko rata-rata tertimbang masing-masing sekuritas
tunggal.
Persyaratan utama untuk dapat mengurangi risiko di dalam portofolio ialah
return untuk masing-masing sekuritas tidak berkorelasi secara positif dan
sempurna. Dengan menggunakan ukuran kovarians, kita dapat menghitung
besarnya risiko portofolio, baik yang terdiri dari dua buah sekuritas maupun n
sekuritas.

Dalam menghitung risiko portofolio, ada tiga hal yang perlu ditentukan,
yaitu: Varians setiap sekuritas., Kovarians antara satu sekuritas dengan
sekuritas lainnya, Bobot portofolio untuk masing-masing sekuritas.
a. Kovarians
Dalam

konteks

manajemen

portofolio,

kovarians

menunjukkan

sejauhmana return dari dua sekuritas mempunyai kecenderungan bergerak


bersama-sama. Kovarians bisa berbentuk positif, negatif, ataupun nol. Secara
matematis, rumus untuk menghitung kovarians dua buah sekuritas A dan B
adalah:
1) Kovarian Dengan Cara Probabilitas

Cov(Ra , Rb) =Ra, Rb= [ Rai. E ( Ra ) ] [ RBiE ( RB ) ] pi

i=1

Keterangan :

Cov (Ra,Rb) =

Ra,I

= return masa depan sekuritas A

Rb,I

= return masa depan sekuritas B

E(Ra)

= return ekspektasi sekuritas A

E(Rb)

= return ekspektasi sekuritas B

= probabilitas terjadinya masa depan untuk kondisi ke i

2) Kovarian Menggunakan Data Historis


Apabila data sampel kurang dari atau sama dengan 30, maka
menggunakan rumus sebagai berikut :

RaiE ( Ra ) [RbiE ( Rb ) ]

Cov ( Ra , Rb )=Ra, Rb
i=1

Apabila data sampel melebihi atau diatas 30, maka menggunakan rumus
sebagai berikut :

RaiE ( Ra ) [RbiE ( Rb ) ]

Cov ( Ra , Rb )=Ra, Rb
i=1

Keteragan :
AB = kovarianantarasekuritas A dan B
RA, I = return sekuritas A padasaatkondisike-i
E(RA) = return ekspektasisekuritas A
E(RB) = return ekspektasisekuritas B
= jumlah dari observasi data historis untuk sampel besar (minimal
30 bservasi) dan untuk sampel kecil digunakan (n-1).

b. Koefisien Korelasi
Konsep dari kovarians dapat dinyatakan dalam bentuk korelasi
(correlation).Koefisien

korelasi

adalah

suatu

ukuran

statistik

yang

menunjukkan pergerakan bersamaan relatif antara dua variabel. Dalam


konteks diversifikasi, ukuran ini akan menjelaskan sejauh mana retur dari dua

sekuritas terkait satu dengan lainnya. Ukuran tersebut biasanya dilambangkan


dengan (i, j) dan berjarak (berkolerasi) antara +1,0 sampai -1,0, dimana :
Jika i, j = +1,0 berarti korelasi positif sempurna
Jika i, j = 0 berarti tidak ada korelasi
Jika i, j = -1,0 berarti korelasi negative sempurna
Jika dua aktiva mempunyai return dengan koefisien korelasi +1 maka semua
risikonya tidak dapat dideversifikasi, atau tidak akan berubah sama dengan
risiko aktiva individualnya. Jika korelasinya -1 maka semua risikonya dapat
dideversifikasi atau risiko portofolio sama dengan nol. Jika korelasinya antara
+1 dan -1 maka akan terjadi penurunan risiko diportofolio tetapi tidak
menghilangkan semua risikonya.
Nilai koefisien keroleasi antara variabel A dan B (rA,B = A,B) dapat
dihitung dengan membagi nilai kovarians dengan deviasi standar variabel
variabelnya :

RAB=AB=

Cov(Ra,Rb)
A . B

Keterangan :

Cov (Ra,Rb) = Kovarians

c. Risiko Portofolio Dengan Dua Aktiva (Sekuritas)


Untuk mengukur risiko portofolio yang terdiri dari dua sekuritas, kita bisa
menghitung deviasi standar return kedua sekuritas tersebut, dengan cara
sebagai berikut :

p=[ W 2 A. 2 A+W 2 A. 2B+2 ( WA )( WB )( AB )( A.B ) ] /2


Keterangan :

Wa/Wb = bobot portofolio pada asset A dan B

BAB III
PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


1. PT Astra Internasional Tbk
PT Astra International Tbk pertama kali didirikan pada tanggal 20 Februari
1957 dengan nama PT. Astra International Incorporation (AII) Kantor pusat ASII
berdomosili di Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta..Perusahaan ini
didirikan oleh Drs. Tjia Kian Tie (Alm), Wiliam Soerjadja (Tjia Kiang Liong),
dan E.Hariman (Liem Peng Hong). PT Astra International bergerak dalam
bidang usaha ekspor-impor hasil bumi, inventaris alat-alat kereta api untuk PKA
(sekarang PJKA), serta bahan-bahan untuk proyek pengembangan PLTA
Jatiluhur.
Pemegang saham terbesar Astra International Tbk adalah Jardine Cycle &
Carriage Ltd (50,09%), perusahaan yang didirikan di Singapura.Jardine Cycle
&Carriage Ltd merupakan entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Ltd,
perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Saat ini, Astra International Tbk memiliki anak usaha yang juga tercatat di
Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Astra
Graphia Tbk (ASGR), Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan United Tractors Tbk
(UNTR).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ASII bergerak di bidang
perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian,
pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak
meliputi perakitan dan penyaluran mobil (Toyota, Daihatsu, Izusu, UD Trucks,

Peugeot dan BMW), sepeda motor (Honda) berikut suku cadangnya, penjualan
dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan
perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.
Pada tahun 1990, ASII memperoleh Pernyataan efektif BAPEPAM-LK
untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ASII (IPO) kepada
masyarakat sebanyak 30.000.000 saham dengan nominal Rp1.000,- per saham,
dengan Harga Penawaran Perdana Rp14.850,- per saham. Saham-saham tersebut
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 April 1990.

2. PT Pembangunan Perumahan Persero Tbk


Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk (PTPP) didirikan 26 Agustus
1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan, yang merupakan hasil
peleburan suatu Perusahaan Bangunan bekas milik Bank Industri Negara ke
dalam Bank Pembangunan Indonesia, dan selanjutnya dilebur ke dalam P.N.
Pembangunan Perumahan, suatu Perusahaan Negara yang didirikan tanggal 29
Maret 1961. Kantor pusat PTPP beralamat di Jl. Letjend. TB Simatupang No. 57,
Pasar Rebo Jakarta Timur.
Pemegang saham pengendali PP (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik
Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan
51,00% di saham Seri B.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan PTPP adalah
turut serta melakukan usaha di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa
penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, Engineering Procurement
dan Construction (EPC) perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa
peningkatan

kemampuan

di

bidang

konstruksi,

teknologi

informasi,

kepariwisataan, perhotelan, jasa engineering dan perencanaan, pengembang


untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing

kuat. Kegiatan usaha yang saat ini dilakukan adalah Jasa Konstruksi, Realti
(Pengembang), Properti dan Investasi di bidang Infrastruktur dan Energi.
Pada tanggal 29 Januari 2010, PTPP memperoleh pernyataan efektif dari
Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PTPP (IPO)
seri B kepada masyarakat sebanyak 1.038.976.500 dengan nilai nominal Rp100,per saham saham dengan harga penawaran Rp560,- per saham. Saham-saham
tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Februari
2010.

B. PERHITUNGAN RETURN DAN RISIKO PORTOFOLIO


Berikut data harga dua buah saham yaitu saham PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk dengan kode (PTPP) dan PT Astra Internasional Tbk
dengan kode (ASII). Yang akan dibentuk suatu portofolio yang terdiri dari 50%
saham PTPP dan 50% saham ASII.
1. Return Ekspektasian Portofolio

E ( Rp )= ( WiE ( Ri ) )
i=1

E (Rp) = (50% * 0.00074 ) + (50% * -0.00032)


= 0.00037 + -0.00016
= 0.00021

2. Risiko Berdasarkan Data Historis


a. Standard Deviasi PTPP
Karena data historis lebih dari 30 maka standard deviasi dihitung
dengan menggunakan rumus:

[ RiE ( Ri ) ]
SDi=
n
i=1

[0.02663]
SDi=
50
i=1
0.02308

Varians PTPP
Var = Sdi2
Var = (0.02308)2
= 0.00053

b. Standar Deviasi ASII

[ RiE ( Ri ) ]
SDi=
n
i=1
n

[0.01342]
SDi=
50
i=1
0.01638

Varians ASII
Var = SDi2
Var = (0.01638)2
= 0.00027

3. Kovarian Menggunakan Data Historis

RpiE ( Rp ) [RaiE ( Ra ) ]

Cov ( Rp , Ra )=Rp , Ra
i=1

[0.00171]
50
i=1

Cov ( Rptpp,Rasii )=

Cov ( Rptpp,Rasii )=

-0.00003

4. Koefisien Korelasi

RPA=PA=

RAB=

Cov(Rp,Ra)
P. A

0.00003
(0.02308)(0.01638)

5. Risiko Portofolio

p=[ W 2P. 2P+W 2 P.2 A+2 ( ) ( WA )( PA )( P.A ) ] /2


1

p=(( 50 x 0.00053 ) +( 50 x 0.00027 ) +( 2 x50 x50 x0.09060 x0.02308 x0.01638 )) /2


2

6. Varians Risiko Portofolio

Var= p
Var = (0.013532)2
Var = 0.000183125
7.

BAB IV
PENUTUP

A. SIMPULAN
Berdasarkan perbandingan analisis return dan risiko

1.

portofolio atas sektor industry lainnya dan sektor properti, real estate dan
konstruksi selama 3 bulan terakhir Mei, Juni, Juli dari PT Astra
Internasional Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) maka dapat
kami simpulkan bahwa hasil dari Return Ekspektasian Portofolio PT Astra
Internasional Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sejumlah
0.00021 yang artinya merupakan rata-rata tertimbang dari return-return
ekspektasian masing-masing sekuritas tunggal didalam portofolio.
Standar Deviasi dari PT Astra Internasional Tbk sejumlah

2.

0.01638 dan variannya sebesar 0.00027. Sedangkan untuk PT Pembangunan


Perumahan (Persero) standar deviasinya sebesar 0.02308 dan Variansnya
sebesar 0.00053
3.

Hasil Kovarian dari PT Astra Internasional Tbk dan PT


Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar -0.00003 yang menunjukkan
sejauhmana return dari dua sekuritas mempunyai kecenderungan bergerak
bersama-sama. Koefisien Korelasi dari PT Astra Internasional Tbk dan PT

Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar

yang menjelaskan

sejauh mana retur dari dua sekuritas terkait satu dengan lainnya. Risiko
Portofolio PT Astra Internasional Tbk dan PT Pembangunan Perumahan

(Persero) sebesar
0.000183125

B. SARAN
Jhdsjhdks

dan Varians Risiko Portofolionya sebesar

DAFTAR PUSTAKA

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22635/4/Chapter%20II.pdf
(Kamis, 16 Juli 2015 / 20:15 WITA)