Anda di halaman 1dari 26

PETUNJUK PRAKTIKUM

EKOLOGI

Oleh:
TIM PENYUSUN

PROGRAM STUDI BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013

KATA PENGANTAR

Buku petunjuk praktikum ini disusun untuk menjadi pedoman yang digunakan oleh
mahasiswa S-1 selama menjalankan praktikum Ekologi di lapangan. Mengingat pentingnya
untuk memahami konsep materi ekologi secara menyeluruh maka diperlukan praktek secara
langsung di lapangan. Dengan demikian mahasiswa mendapatkan pengalaman secara
faktual mengenai fenomena ekologi yang terjadi di alam dan lingkungn sekitarnya. Oleh
karena itu sebelum memulai praktikum diharapkan mahasiswa membacanya dengan
seksama sehingga selama bekerja dapat berlangsung lancar dan dapat menghindarkan dari
hal-hal yang tidak dikehendaki.
Buku petunjuk ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mempelajari dan
memahami prinsip-prinsip kerja selama praktikum sehingga pada akhirnya menjadi terlatih
dan terampil serta dapat memahamkan konsep ekologi tentang fenomena yang terjadi di
kehidupan sehari-hari.
Akhir kata, tiada gading yang tak retak, untuk itu penyusun mengharapkan agar
pengguna pedoman ini dapat memberikan saran atau masukan yang berguna demi
kesempurnaan.

Yogyakarta, Maret 2013


Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................. 2


DAFTAR ISI ............................................................................................................................ 3
TATA TERTIB ......................................................................................................................... 4
STUDI KESEIMBANGAN EKOSISTEM ......................................................................................... 6
ANALISIS VEGETASI DENGAN METODE POINT-CENTERED QUARTED ...................................... 7
STUDI VEGETASI (RELEVE) .................................................................................................... 10
STUDI POPULASI HEWAN ..................................................................................................... 19

TATA TERTIB
PRAKTIKUM EKOLOGI
1. Praktikan memahami acara-acara praktikum dan sudah mempelajari terlebih dahulu
mengenai percobaan dan kuliah yang ada hubungannya dengan percobaan yang akan
dilakukan.
2. Para mahasiswa harus datang tepat waktunya, bila terlambat lebih dari 15 menit tanpa
alasan yang dapat diterima, maka tidak diperkenankan mengikuti praktikum pada hari
itu.
3. Setiap kelompok harus lengkap anggotanya, kecuali ada surat ijin sah
4. Diadakan pre-test setiap kali pertemuan praktikum dengan bahan disesuaikan acara
praktikum pada hari tersebut.
5. Pada waktu praktikum, para mahasiswa tidak boleh meninggalkan acara praktikum
tanpa seizin asisten.
6. Sebelum menjalankan praktikum, wakil kelompok mengajukan bon pinjam peralatan
kepada asisten. Semua alat-alat laboratorium yang digunakan praktikum menjadi
tanggung jawab praktikan, setelah selesai harus dikembalikan dalam keadaan bersih
dan lengkap.
7. Apabila praktikan merusakkan atau memecahkan alat-alat praktikum, dengan alasan
apapun, diwajibkan mengganti alat tersebut. Kerusakan alat menjadi tanggung jawab
kelompok.
8. Setiap kali akan praktikum harus membuat rencana tabel data mentah untuk tabulasi
data terlebih dahulu dan diserahkan ketika hendak praktikum (sebagai syarat
mengikuti praktikum pada hari tersebut).

Bila praktikum sudah selesai, tabel data

mentah kembali diserahkan ke praktikan setelah disahkan asisten masing-masing.


Perlu diingat bahwa data yang dilaporkan adalah data kelas sehingga perlu dilakukan
tabulasi data sebelum praktikan meninggalkan lokasi praktikum.
9. Menyerahkan laporan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
10. Menempuh responsi dengan syarat telah menyelesaikan semua acara praktikum yang
ditentukan, berikut menyerahkan semua laporan.

STUDI KESEIMBANGAN EKOSISTEM


A. Jenis kegiatan: Praktikum Lapangan
B. Tempat Kegiatan: Ekosistem Sawah, Ekosistem Kebun,
C. Pokok Bahasan: Keseimbangan Ekosistem
Sub Pokok Bahasan:

Struktur Trofik, Rantai Makanan, Jaring-jaring Makanan dan


Analisis Keseimbangan

D. Tujuan
1. Umum
Praktikan memiliki ketajaman dalam menganalisis suatu komunitas
2. Khusus
Praktikan dapat:
a. Mengidentifikasi jenis-jenis organisme yang ditemukan pada ekosistem
b. Mengelompokan organisme berdasarkan tingkatan tropiknya
c. Menyusun secara cermat rantai makanan dan jaring-jaring makanan
d. Menganalisis keseimbangan suatu ekosistem
E. Kegiatan
1. Persiapan
a. Buatlah rancangan kegiatan untuk keperluan mencapai tujuan
b. Tetapkan data apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan
c. Identifikasi alat dan bahan yang diperlukan
d. Buat format tabel untuk merekam data hasil kegiatan
2. Pengambilan data lapangan
Lakukan kegiatan sesuai dengan rencana dan rancangan yang telah disusun
3. Laporan
Buatlah laporan tertulis dan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
laporan tersebut di kelas.

ANALISIS VEGETASI DENGAN METODE POINT-CENTERED


QUARTED
Untuk

mengestimasi

kelimpahan

organism

disuatu

habitat,

cara

alternative

mencuplik sampel baik hewan dan tumbuhan selain kuadrat adalah teknik tanpa plot.
Metode jarak merupakan salah satunya. Mtode ini secaraeknis lebih hemat waktu,karena
tidak ada keharusan menempatkan plot. Teknik jarak dikembangkan berdasarkan pemikiran
bahwa cacah pohon persatuan luas dapat dihitungdari rerata jarak antar pohon.

Cacah pohon= unit luasan (unit reference area)


Rerata area tiap pohon

Penerapan metode jarak mensyaratkan bahwa pemiihan individu yang diukur


jaraknya harus dilakukan dengan cara random yang sesungguhnya. Tetapi karena cara
randomisasi dianggap tidak praktis maka dikembangkan pendekatan sebagai berikut:
1. Nearest neighbor method pengukuran jarak dilakukan antara dua indiividu yang
berada dekat suatu titik random. Faktor koreksi yang diperlukan untuk perhitungan
densitanya yaitu 1,67xD (D=rerata jarak).
2. Nearest individual method metode ini dilakukan dengan mengukur jarak antara
suatu titik random dengan pohon yang terdekat. Faktor koreksi yang diperlukan
untuk perhitungan densitasnya 2,0xD
3. Point centered quarter methodPengukuran jarak dilakukan antarasuatu titik
sampling dengan empat pohon pada empat kuadran yang berpusat pada titik
tersebut. Metode ini tdk perlu factor koreksi, lebih intensif, dan hemat waktu,

Metode Point-center quarted Method (PCQM)


Beberapa hal yang harus dipertimbangkan penggunaan metode ini:
1. Agar memperoeh hasil yang akurat dianjurkan menggunakan minimal 20 titik
sampling dalam setiap stand

2. Dalam penerapannya mempunyai batasan: dalam setiap kuadran harus ditemui


setidaknya satu individu (satu individu cuma boleh diukur sekali)sulit
diterapkan pada hutan yg individunya jarang, dan tepat jika ditrapkan hutan dgn
distribusi individu random.
3. Data dari PQCM akan diperoleh parameter spesies,densitas (dari rerata jarak),
diameter batang, dan frekuensi.

Estimasi populasi
^
Np = 4(4n-1)
( 2 ij)

Keterangan : n adalah titik sampling


rij adalah jarak dari titik sampling i ke pohon terdekat dalam kuadran j

variansi var (^Np) = ^N2p


4n-1
Standard eror = var (^Np)
4n

Cara Kerja

1. Jelajah lokasi dan didiskripsikan (termasuk luasannya)


2. Peletakan transek yang sesuai (seperti sisir /baseline ditepi, baseline
ditengah/berseling, atau sirip ikan) dan tentukan titik awal baseline
3.

Menentukan jarak antar transel

4. Pada setiap transek ditentukan titik-titik sampling dengan jumlah dan jarak
yang ditentukan
5. Pada setiap titik sampling , ditarik garis imajiner tegak lurus terhadap
transek sehingga membentuk empat kuadran.

Analisis Data
1. Membuat data kolektif untuk semua data yang didapat
2. Dari parameter vegetasi, dihitung densitas, dominansi, frekuensi dan
nilai penting
3. Parameter vegetasi yang sudah dihitung dirata-rata.
4. Kemudian dianalisa hasilnya untuk dibahas.

Rumus yang dipakai:

Rerata jarak

= jarak total
Cacah individunya

Densitas

= unit luasan
Rerata jarak

Frekuensi

= Jumlah titik sampling dengan spesie A hadir


Total titik sampling

Dominansi

= rerata basal area suatu spesies x densitas spesies tersebut

STUDI VEGETASI (RELEVE)


A. Jenis kegiatan: Praktikum Lapangan
B. Tempat Kegiatan: Hutan buatan di sekitar DIY (atau ditentukan kemudian)
C. Pokok Bahasan: Ekosistem terestrial
Sub Pokok Bahasan: Studi Vegetasi
D. Tujuan
1. Umum
Praktikan dapat menganalisis ekosistem hutan vegetasi pada ekosistem tumbuhan
bawah dan menerapkan metode pengambilan data pada studi ekologi, khususnya
pada studi vegetasi ekosistem hutan dengan tekhnik ploting ( Quadrat Sampling

Techniques).
2. Khusus
Praktikan dapat:
a. Menerapkan metode pengambilan data pada studi ekologi, khususnya pada studi
vegetasi dengan tekhnik ploting (Quadrat Sampling Techniques)
b. Mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan di plot
c. Menganalisis struktur vegetasi
E. Dasar Teori
1. Pahami konsep Ekosistem, komunitas, populasi, species, dan individu
2. Analisis vegetasi
F. Tahap Kegiatan
4. Persiapan
a. Buatlah rancangan kegiatan untuk keperluan mencapai tujuan
b. Tetapkan data apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan kegiatan
c. Identifikasi alat dan bahan yang diperlukan
d. Buat format tabel untuk merekam data hasil kegiatan
5. Pengambilan data lapangan
Lakukan kegiatan sesuai dengan rencana dan rancangan yang telah disusun

10

6. Kegiatan di kelas
a. Klasifikasikan

komponen-komponen

penyususn

vegetasi

sekitar

Gedung

Multipurpose UIN Sunan Kalijaga rdasarkan taksonomi dan fungsinya/peran


b. Identifikasi secara cermat dan teliti peran/fungsi masing-masing jenis tumbuhan
yang ditemukan
c. Buatlah praduga komposisi vegetasi pada masa mendatang
7. Laporan
Buatlah laporan tertulis dan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
laporan tersebut di kelas
G. Metode
Pengambilan

data

dilakukan

dengan

menggunakan

metode

Quadrat

Sampling

Techniques
1. Alat
a. Patok

: 20 batang

b. Tali (benang terpilin)

: 100 meter

c. Meteran panjang

: 30 meter

d. Kantong plastik tipis

: 25 pcs

e. Stoples dengan penutupnya

: 3 buah

f.

: 25 pcs

Kertas label

g. Spidol transparansi kecil

: 1 buah

2. Cara Kerja
a. Menentukan lokasi dan batas-batas wilayah studi
b. Menentukan luas minimum plot sampel
1) Secara acak tentukan kuadran I dengan panjang sisi 4 m atau luas 16 m2
2) Identifikasi species dan hitung jumlah individunya
3) Perluas kuadran I menjadi 2 kali lipat luasnya, yang selanjutnya kuadran I
dengan perluasannya disebut kuadran II ( 4 m x 8 m = 32 m2)

11

4) Catat dan hitunglah jumlah individu dari species yang belum ditemukan pada
kuadran I, dan apabila ditambahkan dengan species pada kuadran I maka
diperoleh juml;ah species pada kuadran II
5) Perluas kuadran II sehingga luasnya menjadi 8 m x 8 m = 64 m2 , yang
selanjutnya kuadran II ditambah dengan perluasannya disebut kuadran III
6) Identifikasi species dan hitung jumlah individu yang ditemukan
7) Perluasan kuadran terus dilanjutkan dan diikuti dengan identifikasi species
dan penghitungan jumlah individunya, sampai jumlah kumulatif species tidak
bertambah lagi atau pertambahannya dianggap tidak berarti lagi
8) Membuat grafik berdasarkan data yang diperoleh dengan ketentuan sumbu
X menunjukan luas kuadran dan sumbu Y menunjukkan jumlah kumulatif
species
9) Tentukan titik pada sumbu X seharga 10 % dari luas kuadran terbesar dan
titik pada sumbu Y seharga 10 % dari jumlah kumulatif tertinggi species
10) Buatlah garis ordinasi melalui titik temu 10 % jumlah species dengan 10 %
luas plot terbesar
11) Buatlah garis sejajar dengan garis ordinasi yang menyinggung grafik harga
jumlah kumulatif species. Titik singgung antara garis sejajar dengan grafik,
proyeksikan pada sumbu Y, maka ditemukan luas minimum plot yang
dimaksud
c. Pengamatan species dan menghitung jumlah individu pada setiap plot
d. Melakukan perhitungan data untuk dapat menentukan nilai penting setiap
species yang terdiri dari: Densitas (relatif dan absolut), Domiansi (absolut dan
relatif), frekuensi (absolut dan relatif)

12

Lampiran 1. beberapa rumus untuk penentuan nilai penting


Jumlah individu
Densitas absolut =
Luas areal
Densitas setiap species
Densitas relatif =

x 100 %
Jumlah densitas semua species
Nilai areal tertutup

Dominansi absolut =
Luas areal
Dominansi setiap species
Dominansi relatif =

x 100 %
Jumlah dominansi seluruh species
Jumlah plot yang ditempati species yang bersangkutan

Frekuensi absolute =
Jumlah seluruh plot
Frekuensi setiap species
Frekuensi relatif

x 100 %
Jumlah frekuensi seluruh species

Luas areal = luas seluruh plot yang digunakan

Nilai penting sangat berhubungan dengsn densitas relative, dominansi relative dan
frekuensi relatif

13

Lampiran 2. Contoh pembuatan plot

16

32

64

4
Plot I = 4 x 4 = 16 m2
8
Plot II = 4 x 8 = 32 m2
16

Plot III = 8 x 8 = 64 m2

Plot IV = 8 x 16 = 128
m2
32

Plot V = 16 x 16 =
256m2
Plot seterusnya

64

14

Lampiran 3. Penentuan luas penutupan (covered)

1. Penentuan luas penutupan pohon yang berbentuk bulat mendekati sempurna cukup
hanya dengan mengukur diameternya. Letakan meteran melalui titik tengah sampai pada
batas tepi proyeksi tajuk daun terluar pada tanah seberang menyeberang
Luas penutupan = r2

2. Luas penutupan pohon yang tidak berbentuk bulat, pengukuran diameternya dilakukan
minimal dua kali. Apabila dianggap ukuran diameter terpanjang adalah D1 dan ukuran
diameter terpendek adalah D2 maka luas penutupannya =
(D1 + D2)
x
4

Lampiran 4. Penentuan luas minimum plot

14 Jml sp
12
10
8
6
4
2
Luas plot
16

32

64

128

512

luas minimum plot

15

Lampiran 5. Menentukan jumlah minimal plot

1. Membuat plot I yang luasnya sama dengan luas minimal, species dan jumlah individu
dihitung dan dicatat
2. Membuat plot II, III, IV dan seterusnya sampai tidak ditemukan species baru
3. Membuat grafik dengan ketentuan sumbu X menunjukkan jumlah plot dan sumbu Y
menunjukkan jumlah kumulatif species
4. Selanjutnya lakukan hal yang sama seperti pada saat menentukan luas minimum plot

14 Jml sp
12
10
8
6
4
2
Jumlah plot
1

10

11

Jumlah plot minimum

16

Lampiran 6. Cara menentukan luas penutupan pada tumbuhan cukup rendah seperti herba,
semak maupun rumput

Plot I

Plot II

Plot IV

Plot V

Jumlah luas penutupan pada 5 plot = luas penutupan plot I + plot II + plot IV + plot V
Lampiran 5. Format tabel pengamatan Tumbuhan

Jumlah individu pada Plot


Species

II

III

IV

Total
V

Luas
Penutupan(m2)

17

Lampiran 7. Data Komponen abiotik


Komponen yang diukur

Plot
I

II

III

IV

Rerata

Suhu udara
Udara

Kelembaban
Intensitas Cahaya
Ph

Tanah

Tekstur
.

18

STUDI POPULASI HEWAN


A.

Jenis kegiatan: Praktikum Lapangan

B.

Tempat Kegiatan: Sungai Gajah Wong, dekat kampus UIN Sunan Kaijaga Yogyakarta

C.

Pokok Bahasan: Populasi Gastropoda dan Ekosistem Sungai

D.

Sub Pokok Bahasan:

Studi Estimasi Populasi Gastropoda dan Pengukuran Parameter

Lingkungan di Ekosistem Sungai


E.

Tujuan
1.

Umum
Praktikan dapat mengestimasi besarnya populasi anggota komunitas gastropoda dan
mengukur parameter lingkungan di ekosistem sungai

2.

Khusus
Praktikan dapat:
a. Menerapkan metode pengambilan data pada studi ekologi, khususnya studi
populasi dengan metode jarak (plotless).
b. Mengidentifikasi jenis-jenis Gastropoda yang ditemukan
c. Mengukur parameter lingkungan berupa : DO, CO2 bebas, pH, suhu dan
kecepatan arus.

E. Pendahuluan
Salah satu anggota Filum Molluska yang banyak terdapat di ekosistem air tawar
adalah Gastropoda. Asal kata Gastropoda dari bahasa Yunani, yakni, gaster yang berarti
perut dan podos yang berarti kaki. Arti yang lebih lugas adalah hwan yang bergerak
menggunakan perutnya. Secara umum, Gastropoda dapat hidup di darat, di air tawar
dan di air laut. Tubuhnya memiliki cangkang yang melingkar, ada yang melingkar ke
kanan ada pula yang melingkar ke kiri.
Gastropoda merupakan kelas dari mollusca yang paling sukses dalam siklus
hidupnya, hal ini dapat dilihat dari variasi habitatnya yang sangat beragam dimana
spesies-spesies gastropoda yang hidup di laut maupun untuk hidup dalam berbagai
tipe substrat dasar perairan (Barnes, 1987). Hewan yang hidup didasar perairan adalah
makrozobentos. Makrozobentos merupakan salah satu kelompok terpenting dalam

19

ekosistem perairan sehubungan dengan perannya sebagai organisme kunci dalam


jaringan makanan. Selain itu tingkat keanekaragaman yang terdapat di lingkungan
perairan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran. Hewan bentos seringkali
digunakan sebagai petunjuk bagi penilai kualitas air (Pratiwi, d. k. k., 2004)
Praktikum ekologi perairan kali ini bertujuan untuk mempelajari penerapan metode
tanpa plot (plotless) untuk mengestimasi populasi gastropoda di salah satu sungai di
Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini juga untuk mempelajari korelasi anatara tolokukur
(parameter) lingkungan dengan populasi makrobentos (gastropoda).
E. Dasar Teori
1.

Pahami konsep ekosistem, komunitas, populasi, species, dan individu

2.

Estimasi populasi hewan.

3.

Habitat sungai.

H. Tahap Kegiatan
1. Di laboratorium (sebelum ke sungai)
a. Penyiapan alat dan bahan praktikum, dengan membuat daftar alat dan bahan yang
akan digunakan. Diskusikan hal tersebut dengan asisten dan laboran.
b. Penyiapan botol gelap (untuk sampel air) dan aluminium foil. Botol dibungkus
dengan aluminium foil dan berilah label pada bungkus botol menggunakan spidol
permanen.

2. Di lapangan (sungai)
a. Penentuan lokasi sampling.
Pilih bagian sungai yang lurus dengan panjang 100 m. Apabila tidak mencapai
100 m, pilih beberapa bagian sungai terpisah sehingga mencapai total 100 m.
Kemudian, cari dan tentukan habitat (rapid/riffle dan pool) yang akan disampling,
tandai dengan pasak.
b. Pembuatan desain sampling
Buatlah desain sampling vertikal dan horisontal. Pada desain sampling vertikal,
gambarlah

kondisi

setiap habitat

yang

disampling

(misal

jenis

substrat,

jeluk/kedalaman, ada/tidaknya naungan kanopi, lebar sungai, vegetasi sekitar

20

sungai/vegetasi riparian). Pada desain sampling horisontal, gambarlah area kajian


(sepanjang 100 m) dan letak setiap habitat yang disampling serta kondisi sekitar
sungai Catat topografi dan flora/fauna dominan di sekitar sungai.
c. Pengambilan sampel air.
Pengambilan sampel air antar habitat harus dilakukan pada waktu yang
bersamaan, dengan menggunakan botol gelap yang sudah disiapkan. Selama
pengambilan air, mahasiswa menghadap ke hulu.

Cara mengambil air :


Cuci botol gelap dengan air sungai sebanyak 3 kali. Dalam keadaan botol
tertutup, masukkan ke dalam air sampai mendekati dasar sungai. Buka tutup
botol, tunggu sesaat untuk menghilangkan gelembung udara, lalu tutuplah botol
tersebut dan angkatlah botol ke atas. Tempatkan botol pada lokasi yang aman.
d. Pengukuran kadar DO dan CO2 bebas.
Saat mengukur DO dan CO2 bebas, selalu gunakan sarung tangan karet (glove).
Untuk

DO,

lakukan

pengukuran

sampai

tahap

penambahan

H 2SO4 dan

penambahan air sampai 50 ml (tahap 1). Lanjutkan pengukuran DO setelah


sampling Gastopoda selesai.
Untuk CO2 bebas, catat titran yang digunakan dalam pengukuran, pada table
pengukuran parameter lingkungan (tabel 1). Buatlah table sebelum ke sungai.

Cara pengukuran kadar DO


Pengukuran menggunakan metode Micro Winkler yang teah dimodifikasi dari kit

lamotte. Masukkan sampel air 40 ml dari botol gelap ke dalam tabung Erlenmeyer
50 ml perlahan-lahan (air jangan sampai terpercik). Tambahkan 8 tetes MnSO4
dan 8 tetes KOH-KI, kemudian Erlenmeyer digoyang perlahan sampai terbentuk
gumpalan berwarna kuning kecoklatan. Tambahkan 8 tetes H2SO4 pekat yang
dialirkan melalui dinding Erlenmeyer. (hati-hati karena berbahaya). Tunggu
sampai semua gumpalan terlarut lalu tambahkan air dari botol gelap sampai
volume mencapai 50 cc sambil Erlenmeyer digoyang. Diamkan sampel minimal 15
menit.

21

Selanjutnya, titrasi air sampel dengan Na2S2O3 (Sodium thiosulfat) menggunakan


mikroburet 1 cc sampai terbentuk warna kuning pucat (titrasi 1), catat jumlah
skala titran tersebut pada table 1 kemudian tambahkan indikator amilum 8 tetes
sampai larutan berubah warna menjadi biru. Kemudian titrasi kembali dengan
Na2S2O3 (Sodium thiosulfat) sampai sampel tidak berwarna (titrasi 2), catat julah
skala titran yang digunakan pada table 1.
Hitung jumlah skala titran yang digunakan pada titrasi 1 dan 2, kemudian
tentukan kadar DO dengan rumus menurut APPHA et al, 1971 :
DO = titran x 0,05 ppm (mikroburet skala 80)
= titran x 0,04 ppm (mikroburet skala 100)

Cara pengukuran kadar CO2 bebas


Pengukuran menggunakan metode alkalimetri dengan kit lamotte. Masukkan
sampel air dari botol gelap ke dalam tabung pengukuran CO2 sampai batas tanda
(20 ml) kemudian tambahkan indicator pp 3 tetes. Titrasi sampel dengan NaOH
standar sambil digoyangan sampai warna larutan menjadi merah jambu yang
konstan. Catat jumlah skala titran yang digunakan pada table 1. Kadar CO2 bebas
dapat dihitung sbb (APPHA et al, 1971)
CO2 = titran x 0,5 ppm (untuk mikroburet skala 100)
= titran x 0,625 ppm (untuk mikroburet skala 80)

e. Pengukuran pH
Masukkan sampel air ke dalam gelas beker, lalu ukur pH menggunakan pHmeter
dan catat data tersebut pada table 1. Setelah digunakan, cucilah pHmeter dengan
akuades dan keringkan dengan tissue.
f. Pengukuran suhu dan kecepatan arus
Lakukan pengukuran suhu air dari setiap habitat yang disampling menggunakan
thermometer. Masukkan thermometer ke dalam air, lakukan pembacaan skala
saat thermometer masih di dalam air.

22

Untuk kecepatan arus, tentukan bagian habitat sepanjang 1 meter. Ukur


kecepatan arus dengan melepaskan bola pingpong kemudian catat waktu
tempuhnya pada jarak 1 meter. Catat suhu dan kecepatan arus pada tabel 1.
Tabel 1. Pengukura parameter lingkungan pada habitat

DO
Habita
t

CO2

Kecepatan Arus

Titran

Titra

Total

Kada

Titra

Kada

(skala

(skala)

(skala

(ppm

(skala

(ppm

p
H

Suh

Jara

Wakt

Kecepata

(C)

(m)

(detik

(m/detik)

g. Sampling untuk estimasi besar populasi menggunakan metode jarak (plotless)


Pada habitat yang akan disampling, tancapkan pasak di bagian dasar sungai
(sedimen) secara random (pasak=titik sampling). Carilah gastropoda pada jarak
terdekat dengan pasak dan ukur jarak antara gastropoda yang ditemukan dengan
pasak. Lakukan ulangan sebanyak 1 kali. Gastropoda yang telah diukur jaraknya
tidak boleh diukur lagi pada titik sampling berikutnya. Catat data pada tabel 2.
Tabel 2. Jarak titik sampling ke gastropoda terdekat
Titik

Jarak titik sampling ke gastropoda

Sampling

terdekat (m)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
3. Analisis Data
a. Perhitungan densitas populasi populasi gastropoda dengan metode jarak
(plotless) menggunakan rumus :
s

Y i = ( X i )2

Y = Yi
i=1

D=S1
Y

SD = D2
(S-2)

Keterangan

23

= jumlah titik sampling yang diteliti

= estimasi densitas populasi

= rata-rata jarak terdekat gastropoda dengan titik sampling

= luas area

SD = deviasi standar
Untuk menghitung estimasi besarnya kisaran populasi, hitunglah variansi dengan
derajat kepercayaan 95% dengan rumus sbb :
Batas atas

Batas bawah

+ Z + 4(rs-1)
U=

- Z + 4(rs-1)
U=

4Y

2____________
4Y

b. Kumpulkan semua data jarak dan parameter lingkungan yang diperoleh (data dari
setiap mahasiswa), selanjutnya tabulasikan data tersebut menjadi data satu lokasi
kajian sungai.
c. Untuk parameter lingkungan, lakukan uji signifikasi antar habitat yang dipelajari.

24

Lampiran. Jadwal Praktikum Ekologi (draft)


No

Nama

Waktu

Tempat

PJ

Asistensi I

Gol I (Bio)

Lab Integrated

Koord

-Aturan praktikum

Selasa, 19 Maret

-Pembagian

2013

kelompok

Gol II & III (Pbio)

- Vegetasi

Rabu, 20 Maret 2013

Kegiatan/Acara
1.

Co-Coord
Lab Ekologi

Mas Dony
Asisten:
Gol I....
Gol II....
Gol III...

2.

Asistensi II

Gol I (Bio)

Gastropoda

Selasa, 26 Maret
2013

Lab Integrated

Koord
Co-Coord

Lab Ekologi

Gol II & III (Pbio)

Mas Dony
Asisten:

Rabu, 27 Maret 2013


Gol I....
Gol II....
Gol III...
4.

Survey lapangan

Sabtu, 6 April 2013

Ditentukan kemudian

Asisten

Alternatif:
Berbah (vegetasi)
Babarsari (perairan)
3

Lapangan I

Gol I (Bio) & Gol II &

(Vegetasi metode

III (Pbio)

Ditentukan kemudian

Co-Coord

Releve)

Koord
Mas Dony

Sabtu, 20 April 2013

Asisten:

Catt. Laporan

Gol I....

dikumpul 1 minggu

Gol II....

kemudian

Gol III...

Lapangan II

Gol I (Bio) & Gol II &

(Vegetasi metode

III (Pbio)

Ditentukan kemudian

Koord
Co-Coord

PCQM)

Mas Dony
Minggu, 21 April

Asisten:

2013
Gol I....
Catt. Laporan

Gol II....

dikumpul 1 minggu

Gol III...

kemudian
5

Lapangan III

Gol I (Bio) & Gol II &

(Gastropoda)

III (Pbio)

Ditentukan kemudian

Koord
Co-Coord

25

Mas Dony
Sabtu, 27 April 2013

Asisten:

Catt. Laporan
dikumpul 1 minggu

Gol I....

kemudian

Gol II....
Gol III...

Presentasi

Gol I (Bio)

Lab Integrated

Selasa, 14 Mei 2013


Gol II & III (Pbio)

Koord
Co-Coord

Lab Ekologi

Rabu, 15 Mei 2013

Mas Dony
Asisten:
Gol I....
Gol II....
Gol III...

Responsi

Gol I (Bio) & Gol II &

Teatrikal (bersama-

III (Pbio)

sama)

Asisten:

Rabu, 22 Mei 2013

Gol I....

atau 29 Mei 2013

Gol II....
Gol III...

26