Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PBL BLOK III (Part1)

Pembelahan Mitosis dan Meiosis serta Perbedaannya

Pendahuluan
Dalam masa pertumbuhan setiap makhluk hidup sebagai individu bertambah besar dan
bertambah tinggi. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa individu bisa bertambah besar
dan tinggi? Sel-sel penyusun tubuh makhluk hidup mengalami pembelahan sehingga dapat
membentuk sebuah jaringan bahkan organ. Pembelahan sel ini juga tidak hanya terjadi ketika
kita mengalami pertumbuhan. Saat sel-sel di dalam tubuh mengalami kerusakan, terjadi
pembelahan sel untuk menggantikan sel yang telah mengalami regenerasi dan sel-sel yang
telah rusak tersebut.
Sel yang membelah disebut sebagai induk sel dan turunanya disebut anakan. 1 Sel induk
memiliki sejumlah kromosom yang berisi informasi genetik. Ada dua mekanisme pembelahan
sel, mitosis yang terjadi dalam sel somatik dan meiosis yang hanya terdapat pada sel benih
yang berkembang dalam ovarium dan testis.2 Kedua proses ini memiliki banyak kesamaan ,
namun terdapat beberapa perbedaan dalam perlakuan kromosom selama tahap awal
pembelahan. Pemahaman dari proses pembelahan keduanya sangat penting karena
merupakan landasan fundamental dalam ilmu genetika.2 Untuk itulah makalah ini dibuat agar
kita dapat menentukan perbedaan dalam perlakuan kromosom tersebut dengan harapan bisa
menjadi dasar ilmu genetika yang baik, karena banyak kelainan bawaan yang disebabkan oleh
tingkah laku abnormal dari kromosom selama pembelahan sel.
Teori Sel5,6,8
Pengertian Sel
Sel adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh. Sebagaian besar
reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan, berlangsung dalam sel.
Struktur dan Fungsi Sel
Bentuk sel:
1. Bentuk Dasar
Dari sel yang diisolasi adalah bulat, seperti sel darah, sel lemak dan sel telur.
2. Bentuk Sferikal
Biasanya berubah karena spesialisasi sel berdasarkan fungsinya, contoh: sebuah
sel saraf berbentuk seperti bintang dengna prosesus yang panjang dan sel otot
polos berbentuk seperti spindel.

3. Penggepengan
Terjadi karena kontak dengan permukaan. Bentuk permukaan sel terjadi akibat
tekanan dari banyak permukaan.
Ukuran sel
1. Sel tubuh manusia adalah sel mikroskopik yang berdiameter 10m30.
Fungsi sel
1. Sel mempertahankan suatu membran plasma diantara sitoplasma dan lingkungan
ekstraselular. Semua zat yang masuk atau keluar sel harus melewati membran
plasma
2. Sel yang berisi materi hereditas membawa instruksi dalam bentuk kode untuk proses
sintesis sebagian besar komponen selular.
3. Sel melakukan aktifitas metabolik yang dikatalis reaksi kimia sehingga terjadi proses
sintesis dan penguraian molekul organik.
Komponen sel
a. Gambaran singkat
Badan sel memiliki empat bagian dasar yaitu membran plasma, sitoplasma yang
merupakan protoplasma sel, berbagai organel sitoplasma dan nukleus yang
merupakan tempat materi genetik berada.
b. Membran plasma (sel)
Memisahkan bagian interior sel dari lingkangan ekstraselular.
1. Struktur
Membran plasma tersusun dari lapisan ganda molekul lipid dengan beberapa
protein globular yang tertanam didalamnya. Tebal lapisan ini sekitar 6-10nm.
a. Fosfolipid adalah lipid yang paling sering ditemukan dalam membran. Lipid
lainnya adalah kolesterol dan likolipid yang merupakan gabungan karbohidrat
dan lipid. Molekul ini disusun dalam dua lapisan ganda. Bagian kepala molekul
berupa fosfatpolar yang dapat larut dalam air mengarah pada dua permukaan.
Bagian ekor molekul berupa asam lemak nonpolar yang tidak dapat larut dalam
air mengarah kepusat lapisan ganda.
b. Protein dibagi dalam beberapa bagian
1. Protein integral membentuk mayoritas protein membran, protein ini
menembus dan tertanam dalam lapisan ganda.
2. Protein perifer terikat longgar pada permukaan membran dan dapat dengan
mudah terlepas dari membran tersebut

c. Karbohidrat juga berkaitan dengan molekul lipid atau protein. Glikolipid dan
glikoprotein dapat memberikan sisi pengenal permukaan untuk interaksi antar
sel, seperti mempertahankan sel-sel darah merah agar tetap terpisah.
2. Fungsi membran plasma.
Selain fungsi sisi reseptor dan komunikasi sel membran plasma juga berfungsi
sebagai suatu membran permeabel yang selektif untuk mengatur aliran zat kedalam
dan keluar sel.
c. Komponen sitoplasma
1. Organel adalah komponen tetap sitoplasma
a. Mitokondria ditemukan pada hampir semua sel, tetapi tidak dalam sel darah
merah. Organel ini merupakan pabrik energi sel pada eukriotik. Mitokonria
tampak seperti batang atau filmen yang bergerak dengan konstan dalam
sebuah sel hidup. Setiap mitokondria terdiri dari membran terluar halus dan
membran terdalam yang membentuk lipatan disebut krista. Krista menonjol
menyerupai rak ke dalam mitokondria dan menambah bidang permukaan
membran bagian dalam. Ruang antar krista tersebut dipenuhi matriks yang
berisi protein, DNA, RNA, dan ribosom.
Fungsi:
a). Sebagai pembangkit tenaga sel karena fungsi terpentingnya adalah
memproduksi energi dalam bentuk ATP.
b). Energi tersebut dihasilkan dari pengurai nutrien seperti glukosa, asam
amino, dan asam lemak.
c). Enzim dibutuhkan untuk melepas energi secara kimia, terlokalosasi dalam
matriks mitokondrial dan partikel kecil pada krista.
b. Ribosom
a) Struktur
- Ribosom adalah granula kecil berwarna hitam (berdiameter 25nm),
-

yang tersusun dari RNA, ribosomal dan hampir 80 jenis protein.


Ribosom ditemukan sebagai granula individual atau dalam kelompok

disebut poliribosom.
Ribosom bisa bebas dalam sitoplasma atau melekat pada membran

RE.
b) Fungsi
- Ribosom merupakan tempat sintesis protein.
- Ribosom bebas terlibat dalam sintesis protein untuk dipakai sel itu
sendiri, misalnya dalam pembaharuan enzim dan membran. Ribosom
yang berikatan merupakan tempat berlangsungnya sintesis protein
yang merupakan produk sekretori yang akan dikeluarkan sel.
c. Retikulum endoplasma
a) Struktur

RE tersusun dari jaring-jaring rongga (sisterna) datar yang dilapisi


membran, yang menyambung membran plasma dan membran

nuklear.
Ada dua jenis RE yaitu RE kasar (granular), yang membrannya
memiliki ribosom, dan RE halus (agranular) yang tidak memiliki
ribosom. Dalam sel yang memiliki kedua tersebut, RE kasar dan

halusnya saling bersambungan.


b) Fungsi
- RE merupakan tempat utama sintesis produk sel dan juga berperan
-

dalam transpor dan penyimpananya.


RE kasar menonjol dalam sel yang khusus untuk sekresi protein

seperti enzim pencernaan.


RE halus banyak terdapat dalam sel, beberapa kelenjar endokrin
yang menyintesis hormon dan dalam sel hati, tempat RE terlibat

dalam sintesis lipid dan kolesterol serta pemecah glikogen.


Pada sel otot, RE halus disebut Retikulum Sarkoplasma dan turut

berperan dalam proses kontraksi.


d. Badan golgi
a) Struktur
- Mengandung 6-7 kantong datar yang terikat membran atau sisterna,
masing-masing bentuknya agak melekuk. Kantong tersebut tersusun
-

seperti mangkuk terbalik.


Permukaan konveks susunan menghadap ke RE dan nukleus;

permukaan konkaf menghadap ke permukaan eksternal sel.


Biasanya ada banyak vesikel transpor di sisi perifer tonjolan dan ada
sedikit penebalan vakuola yang berukuran lebih besar pada salah

satu kutub.
b) Fungsi
- Merupakan tempat akumulasi, konsentrasi, pembungkusan dan
-

modifikasi kimia produk sekretori yang disintesis dalam RE kasar.


Memproses protein yang berfungsi secara intraselular, seperti enzim
lisosom.

e. Lisosom
Ditemukan pada sel kecuali sel-sel darah merah dan sel kulit yang telah
terkeratinisasi sempurna pada permukaan tubuh.
a) Struktur
- Lisosom adalah vesikel kecil yang terikat membran, mengandung
hampir 50 jenis enzim hidrolitik, yang mampu menguraikan hampir

semua jenis makromolekul (protein, lipid, karbohidrat, asam nukleat,


dl).
b) Fungsi
- Untuk pencernaan intraselular, yang memegang peranan dalam
-

proses normal dan patologis.


Sel fagositik yang membahayakan (bakteri, toksin) dimakan oleh
lisosom. Agens tersebut akan melebur dengan lisosom primer untuk

membentuk lisosom sekunder yang kemudian dicerna.


Berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan selular normal dengna
cara memindahkan komponen selular yang sudah rusak atau

f.

berlebihan.
Peroksisom (mikrobodi)
a) Struktur
- Merupakan organel kecil, sferikal yang terikat pada membran serta

mengandung enzim destruktif.


b) Fungsi
- Melindungi sel dari pengaruh hidrogen perioksida yang merusak.
- Metabolisme lipid.
g. Nukleus
Merupakan organel terbesar. Terdapat dalam semua anggota sel tubuh
kecuali pada sel darah merah yang matang, yang kehilangan intinya saat
berkembang.
a) Struktur
1. Membran nuklear
Disusun atas membran ganda yang dipisah oleh ruang perinuklear.
- Membran dalam halus, sedangkan membran luar biasanya
-

mengandung ribosom dan menyatu dengan RE.


Membran dalam dan luar bergabung dalam interval jarak yang tidak
beraturan di sekitar nukleus untuk membentuk pori-pori nuklear,
sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara nukleus

dan sitoplasma.
2. Kromatin
Terlihat seperti gumpalan tidak beraturan atau granula basofilik kuat
atau benda berwarna biru yang menyebar ke seluruh nukleus.
3. Nukleoplasma
Merupakan matriks yang menyelubungi kromatin.Matriks ini tersusun
atas protein, metabolit, dan ion.
4. Nukleolus
Merupakan struktur sferikal yang tersusun atas RNA dan protein.
Pada sel yang tidak mensintesis protein misalnya spermatozoa, tidak
ditemukan nukleolus.
b) Fungsi

Nukleus sangat penting untuk keseluruhan aktifitas selular.


Mengandung materi genetik sel (DNA) yang mengkode informasi
untuk mengontrol sintesis protein dan reproduksi sel, dua fungsi sel

yang sangat penting.


h. Mikrofilamen
a) Struktur
- Merupakan benang silinder solid yang terbuat dari protein yang
-

ditemukan di berbagai tempat dalam sel.


Mikrofilamen biasanya ditemukan dalam bentuk berkas yang disebut

fibril, terletak tepat di bawah amembran plasma.


b) Fungsi
- Bertanggung jawab atas kontraksi sel terutama sel otot. Kontaksi ini
juga termasuk daya gerak sel dan gerakan yang berkaitan dengan
i.

fagositosis, pinositosis dan pembelahan sel.


Mikrotubulus
a) Struktur
Mikrotubulus merupakan pipa berongga, panjang 20-25 nm, tersebar dalam
sitoplasma semua sel.
Tersusun dari molekul tubulin protein.
b) Fungsi
- Terlibat dalam pembelahan sel, pergerakan sel, dan transpor zat sari
satu area sel ke area sel yang lain.

j.

Sentriol
a) Struktur
- Dinding sentriol mengandung sembilan susun mikrotubulus yang
masing-masing terdiri dari tiga subunit yang disebut triplet.
b) Fungsi
- Dalam pembelahan sel dan juga menjadi tempat pembentukan silia
-

dan flagela.
Bereplikasi dan membelah diri sebelum pembelahan sel, setelah itu
masing-masing

akan

menuju

kutub

yang

berlawanan

saat

pembelahan sel berlangsung.


Badan basal adalah bentuk sentriol yang berada dalam membran
plasma pada sel yang memiliki silia dan flagela yang berfungsi

mengatur pembentukan mikrotubulus.


k. Silia dan Flagela
a) Struktur
- Adalah prosesus motil yang menjulur ke luar permukaan sel.
- Terdiri dari mikrotubulus longitudinal.
- Silia berukuran banyak terdapat pada permukaan sel, serta menjulur
-

ke luar seperti bulu mata.


Flagela lebih panjang dari silia dan berbentuk seperti cambuk.

b) Fungsi
- Berfungsi sebagai alat gerak sel.
- Silia mampu memindahkan cairan atau lapisan mukosa melalui
permukaan sel di tempatnya berada, sedangkan flagela pada sperma
l.

berfungsi sebagai pendorong.


Inklusi Sitoplasma
Merupakan komponen selular sementara yang disintesis sel atau diambil
dari sekeliling sel. Komponen ini tidak penting untuk kehidupan atau untuk
aktifitas selular dan mengandung berbagai materi seperti granula pigmen,
glikogen, droplet lipid, kristal, dan granula sekretori.

Gambar 1.1 Sel dan organelnya