Anda di halaman 1dari 89

IMPLEMENTASI MODEL COMPETENCE BASED LEARNING

UNTUK MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA

Skripsi
untuk memenuhi sebagian persyaratan
mencapai derajat Sarjana S-1

Program Studi Pendidikan Fisika

diajukan oleh
DAIMUL HASANAH
05460031

Kepada
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2009

niscaya kamu akan menjadi orang yang tahu.MOTTO ‫ب‬ ٌ ‫ن آِﺘَﺎ‬ ِ ‫ﻲ اﻟ ﱠﺰﻣَﺎ‬ ِ ‫ﺲﻓ‬ ٍ ‫ﺟِﻠ ْﻴ‬ َ ‫ﺧ ْﻴ ُﺮ‬ َ Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku. (Kumpulan kata‐kata hikmah)  v    . (Kumpulan kata‐kata hikmah)  ‫ﻦ ﻋَﺎ ِرﻓًﺎ‬ ْ ‫ﻆ َﺗ ُﻜ‬ ْ ‫ﺣ‬ ِ‫ﻻ‬ َ ‫ب َو‬ ْ ‫ﺟ ﱢﺮ‬ َ Coba dan perhatikanlah.

HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsiinidipersembahkanuntukalmamatertercinta UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALI JAGA Y O G Y A K A R T A   .

Adapun sikap siswa memberikan sumbangan efektif sebesar 7. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa lembar angket.133 > ttabel = 2. Perhitungan analisis kovarians (Anakova) diperoleh dari nilai tes kemampuan memahami konsep fisika dari masing-masing siswa yang diberi perlakuan selama proses pembelajaran fisika berlangsung. model Competence Based Learning (CBL) melalui tayangan film dan animasi lebih efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa dalam proses pembelajaran ditinjau dari keberhasilan produk berupa rerata skor akhir yang dicapai oleh siswa pada kelompok eksperimen 1 lebih besar dari pada rerata skor akhir yang diperoleh siswa pada kelompok eksperimen 2.411 dengan db = 47 pada taraf signifikansi 5%. Kata kunci : Model Competence Based Learning. serta melalui tayangan film dan slide. animasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research) dengan bentuk Randomized Pretest-Posttest Comparison Group Design. Treatment yang dimaksud berupa penerapan model Competence Based Learning (CBL) dengan menggunakan media e-learning fisika melalui tayangan film dan animasi. slide. lembar observasi. Sleman sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XC dan XD dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Sampling. Analisa data yang digunakan adalah Analisis Kovarians (Anakova). dan lembar tes. Ternyata. dengan model pembelajaran yang sama namun melalui tayangan film dan slide. Pelaksanaan pembelajaran fisika dengan penerapan model tersebut diharapkan dapat diketahui perbedaan prestasi belajar fisika siswa.75 > Ftabel = 4.51%. Dari perhitungan data tersebut diperoleh nilai Fhitung = 9. yakni pretest dan posttest. tayangan film.05 dengan db = 1 pada taraf signifikansi 5% sedangkan hasil uji-t diperoleh sebesar thitung = 3. vii    . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Godean.IMPLEMENTASI MODEL COMPETENCE BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA Oleh : DAIMUL HASANAH NIM 05460031 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Competence Based Learning (CBL) dengan menggunakan media e-learning fisika melalui tayangan film dan animasi pada pembelajaran fisika. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang diberi model Competence Based Learning melalui tayangan film dan animasi. Hal ini menunjukkan bahwa sikap siswa tidak banyak mempengaruhi prestasi belajar fisika siswa.

selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika sekaligus pembimbing yang telah bersedia memberikan pikiran. yang telah memberikan jalan bagi ummatnya dengan secercah kemuliaan dan kasih sayang serta ilmu pengetahuan yang tiada ternilai untuk menjalani kehidupan yang lebih berkah. khususnya kepada : 1. Hj.Si. tenaga viii . Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah turut serta membantu dalam penyelesaian skripsi ini. M. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memberikan ijin penelitian sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan baik dan lancar untuk menunjang kebaikan hasil skripsi ini. Maizer Said Nahdi. 2. Murtono. Drs. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw. hidayah dan karunia tak terhingga kepada seluruh makhluk-Nya secara umum.KATA PENGANTAR ‫ﺣ ْﻴ ِﻢ‬ ِ ‫ﻦ اﻟ ﱠﺮ‬ ِ ‫ﺣ َﻤ‬ ْ ‫ﷲ اﻟ ﱠﺮ‬ ِ ‫ﺴ ِﻢ ا‬ ْ ‫ِﺑ‬ ‫ﻦ‬ ِ ‫ﻦ ﻋَﻠَﻰ ُا ُﻣ ْﻮرِاﻟ ﱡﺪ ْﻧﻴَﺎوَاﻟ ِّﺪ ْﻳ‬ ُ ‫ﺴ َﺘ ِﻌ ْﻴ‬ ْ ‫ﻦ َو ِﺑ ِﻪ َﻧ‬ َ ‫ب ا ْﻟﻌَﺎَﻟ ِﻤ ْﻴ‬ ِّ ‫ﷲ ﱠر‬ ِ ِ ‫ﺤ ْﻤ ُﺪ‬ َ ‫َا ْﻟ‬ ُ ‫ل اﷲ‬ ُ ‫ﺳ ْﻮ‬ ُ ‫ﺤ ﱠﻤﺪًارﱠ‬ َ ‫ن ُﻣ‬ ‫ﺷ َﻬ ُﺪَا ﱠ‬ ْ ‫ﻻ اﷲ ُ َوَا‬ ‫ﻻِاَﻟ َﻪ ِا ﱠ‬ ‫ن ﱠ‬ ْ ‫ﺷ َﻬ ُﺪَا‬ ْ ‫َأ‬ ‫ﻦ‬ َ ‫ﺟ َﻤ ِﻌ ْﻴ‬ ْ ‫ﺤ ِﺒ ِﻪ َا‬ ْ‫ﺻ‬ َ ‫ك ﻋَﻠَﻰ ُﻣﺤَ ﱠﻤ ٌﺪ وَﻋَﻠَﻰ ِاﻟَﻪ َو‬ ْ ‫ﻞ وَﺳَّﻠِ ٌﻢ َوﺑَﺎ ِر‬ ِّ ‫ﺻ‬ َ ‫اَﻟﻠﱠ ُﻬﻢﱠ‬ Segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT Sang Penguasa Alam Semesta. M. Dra. dan secara khusus kepada penulis hingga tuntas dalam menyelesaikan skripsi ini. yang telah memberikan kehidupan yang penuh rahmah.Si.

4. Sri Wahyuni) selaku orang tua kedua dari penulis.I selaku Kepala Sekolah MAN Godean. 5. 9.dan waktu sibuknya untuk mengoreksi. 8. 6.Pd. selaku guru bidang studi fisika MAN Godean. Ayahanda Daroni dan Ibunda Munawaroh yang telah memberikan kasih sayang tulus dan do’a dengan penuh keridhoan dan keikhlasan agar penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Juga kepada mas Amir dan dik Farida atas do’a serta motivasinya. M. Warjo. Para siswa kelas XC dan XD serta para karyawan MAN Godean. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga atas segala ilmu yang telah diberikan. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Fisika. Segenap karyawan Fakultas Sains dan Teknologi serta staf UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 7. Jazim. 3. Amir Ma’ruf. Sleman yang telah turut serta membantu pelaksanaan penelitian ini.Hum beserta Prof. terima kasih penulis sampaikan atas segala ix .Pd. Drs. M. Sleman atas ijinnya untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. membimbing dan mengarahkan penulis guna mencapai kebaikan maksimal dalam penulisan skripsi ini. khususnya kepada pakdhe dan budhe (Dr. Dr. Sleman yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi penulis dalam penelitian ini dan memberikan informasi yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini. M. Keluarga besar Bani Muhammad Syahro.

11. penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. dan mbak Ami. Juga kepada mbak Uma. Selanjutnya. Kopma UIN Suka (khususnya LP2KIS). Aamiin. dan semua pihak yang telah memberikan dorongan dan do'a kepada penulis hingga selesai skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Besar harapan penulis atas kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan-penulisan selanjutnya. Teman-teman Fisika dari semua angkatan (khususnya angkatan ’05). 10. Isyam Prayudi yang telah memberi motivasi dan do’a tulus ikhlas demi kesuksesanku. Daimul Hasanah (05460031) x . Tiada kata yang dapat penulis sampaikan kepada mereka semua kecuali ucapan terima kasih serta iringan do’a semoga Allah SWT membalasnya dengan sebaik-baik balasan. Yogyakarta.bentuk bantuannya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi S1 ini. mas Abi. 17 Juni 2009 Penyusun. Aamiin. PPL II MAN Godean. Semoga Allah SWT berkenan melimpahkan Ridhonya atas kita. Aamiin. Namun demikian. LBB Primagama. mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. KKN Sikepan angkatan 66.

Manfaat Penelitian …………………………………………… 6 BAB II LANDASAN TEORI ……………………………………………. v HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………….DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………… i HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………… ii HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………………. iv HALAMAN MOTTO ……………………………………………………. vi HALAMAN ABSTRAK …………………………………………………. Rumusan Masalah ……………………………………………. Latar Belakang Masalah ………………………………………. Batasan Masalah ………………………………………………. Identifikasi Masalah …………………………………………… 4 C. 1 B. xi DAFTAR TABEL …………………………………………………………. 4 D. xi    8 8 . xiv DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………… xv DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………… xvi BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. iii HALAMAN PERNYATAAN ……………………………………………. 5 E. A. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 6 F. vii KATA PENGANTAR …………………………………………………… viii DAFTAR ISI ………………………………………………………………. Deskripsi Teori ………………………………………………. 1 A.

Hakikat Sains ……………………………………………. 48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………………… 49 A.. Reformasi Pembelajaran Sains …………………………… 15 5. Populasi dan Sampel ………………………………………… 36 C. 17 6. Kerangka Berpikir ……………………………………………. Deskripsi Awal ………………………………………………. 8 2.. Tinjauan Pustaka ……………………………………………… 28 C. Pembahasan …………………………………………………… 56 xii    .. 47 F. Desain Penelitian ……………………………………………… 33 B. Empat Unsur Sains ……………………………………… 10 4. 37 E. Paradigma Baru Sains ……………………………………..1. Hipotesis ………………………………………………………. Pengujian Persyaratan Analisis ………………………………. Deskripsi Data ………………………………………………… 50 C. Hakikat Prestasi Belajar Fisika …………………………… 26 B. Instrumen Penelitian ………………………………………….. 49 B. 52 D. Competence Based Learning ……………………………. 9 3. Teknik Pengumpulan Data …………………………………. Teknik Analisa Data …………………………………………. Variabel Penelitian …………………………………………… 36 D. 32 BAB III METODE PENELITIAN ……………………………………… 33 A. Pengujian Hipotesis …………………………………………… 54 E. 30 D.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ………………………………….. 65 LAMPIRAN ………………………………………………………………. Kesimpulan …………………………………………………… 63 B. Saran ………………………………………………………….. 64 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………. 63 A. 67 xiii    .

2 Ringkasan rumus-rumus Anakova …………………………… 44 Tabel 4.1 Desain Penelitian ……………………………………………… 34 Tabel 3.1 Hasil Uji t Kemampuan Awal Siswa ………………………… 49 Tabel 4.5 Hasil Uji t Kemampuan Akhir Siswa ………………………… 56 xiv    .3 Hasil Uji Homogenitas ………………………………………… 53 Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Data ……………………………………… 53 Tabel 4.DAFTAR TABEL Tabel 3.4 Ringkasan Hasil Uji Anakova ………………………………… 54 Tabel 4.

Prosedur Penelitian Eksperimen …………………………… 35 xv    .DAFTAR GAMBAR Gambar 1.

Data Uji Validitas Butir Soal 101 B. Lembar Kerja Siswa 86 C. Lembar Kunci Jawaban 90 E.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Instrumen Penelitian A. Uji Normalitas Kelas Eksperimen 1 108 C. Lembar Tes 87 D. Lembar Angket 98 H. Uji Normalitas Kelas Eksperimen 2 110 D. Data Kemampuan Awal Siswa (Pretest) 104 D. Kisi-kisi Angket 96 G. Lembar Observasi 91 F. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 67 B. Foto Dokumentasi Lampiran II Lampiran III 100 Data Penelitian A. Data Uji Reliabilitas Butir Soal 103 C. Uji Homogenitas Eksperimen 1 112 E. Data Kemampuan Akhir Siswa (Posttest) 105 Hasil Analisa Data A. Hasil Angket Tanggapan Siswa 106 B. Uji Homogenitas Eksperimen 2 113 xvi    .

Sleman 134 F. Nilai-nilai untuk Distribusi F 125 Curriculum Vitae dan Surat Perijinan A. Permohonan Ijin Penelitian 131 C. Curriculum Vitae 129 B. Surat Keterangan Ijin BAPPEDA Kab. Surat Keterangan 136 xvii    . Nilai-nilai r Product Moment 122 B. Surat Keterangan Ijin BAPPEDA DIY 133 E. Uji T (posttest) 119 I. Uji T (pretest) 118 H. Tanggapan Ijin Riset 135 G. Uji Anakova 115 G. Permohonan Ijin Riset 132 D. Nilai-nilai Dalam Distribusi t 124 D. Sumbangan Efektif 120 Nilai-nilai Tabel A. Nilai-nilai Chi Kuadrat 123 C.Lampiran IV Lampiran V F.

guru. teknologi. dan tuntutan perkembangan ipteks (ilmu pengetahuan. yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sains. hal tersebut merupakan tantangan untuk dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran fisika. dan seni) (Suparwoto.1    BAB I PENDAHULUAN A. 2007: 136). Diantara faktor-faktor tersebut. metode serta media pembelajaran. ikut serta berperan penting dalam menunjang kemajuan iptek. masyarakat. siswa merupakan salah satu unsur yang paling penting sebab dari mereka diharapkan munculnya perubahan sebagai akibat dari proses pembelajaran yang telah dirancang dan dilaksanakan (Sigit Suryono. khususnya untuk pendidik fisika. maka penyusunan kurikulum di Indonesia-pun perlu untuk dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa. Oleh karena itu. Berdasarkan hal tersebut maka ilmu fisika. 2002: 2). Oleh karena itu. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam dasawarsa terakhir menuntut dan mendorong pertumbuhan yang cukup pesat pada sistem pendidikan di Indonesia. sekolah sebagai pelaksana pendidikan formal sudah semestinya melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Mengacu pada fenomena tersebut.   . bahan pengajaran. Bagi kalangan pendidik. untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dimaksud maka proses pembelajaran fisika tidak dapat terlepas dari faktor siswa.

dimana model pembelajaran ini selain mencakup penguasaan dan pemahaman fakta-fakta ilmiah. perlu ditempuh siswa.2    Ada konsepsi umum yang berkembang di kalangan siswa yang menyatakan bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan (Khalida Khairani. Untuk mengubahnya. juga mencakup pembinaan terhadap sikap dan   . Untuk itu visualisasi film-film tertentu diyakini dapat merangsang siswa untuk melihat (hampir) secara nyata bagaimana gejalagejala fisika senantiasa terjadi di sekeliling kita. perlu ada perbaikan dalam proses pembelajaran yang dapat merangsang daya pikir siswa sehingga konsep-konsep fisika dapat digali terlebih dahulu sebelum memunculkan persamaan matematisnya. Siswa juga perlu diajak aktif dalam prosesnya agar dapat menikmatinya dan pada akhirnya fisika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. perlakuan tahapan yang tepat dalam proses pembelajaran fisika. yang dimulai dari pengenalan konsep fisis dalam kehidupan melalui deskripsi visual hingga persamaan matematis sebagai formulasi kesimpulannya. Selain itu. Untuk meningkatkan prestasi siswa dalam pelajaran fisika. 2009: 2). diperlukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik ilmu dan siswa itu sendiri. Competence Based Learning (CBL) merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. namun setidaknya hal tersebut lebih memungkinkan dari pada jika siswa sama sekali tidak berminat. Memang bukanlah suatu jaminan jika segala sesuatu yang menarik minat akan serta merta meningkatkan prestasi belajar.

Waktu yang diperlukan juga tidak terlalu lama sehingga memungkinkan dilakukannya tahapan-tahapan perencanaan. Kendala biaya tidak begitu berarti karena perangkat yang sudah tersedia sehingga bisa lebih berkonsetrasi pada pelaksanaan program. pelaksanaan. menghibur selain juga murah. Farchani Rosyid. Rancangan model di atas sangat memungkinkan dilakukan di MAN Godean karena perangkat LCD. laboratorium komputer dan beberapa software yang dibutuhkan sudah tersedia. 2007: 1). modern. dengan desain-desain khusus. Media yang berhubungan dengan teknologi komputer ini menjadi salah satu pilihan media yang tepat sebagai media pembelajaran fisika karena media komputer ini juga akan menjadi alat evaluasi untuk menganalisa peningkatan minat dan kemampuan siswa dalam memahami serta menjawab soal-soal yang berhubungan dengan pokok bahasan tertentu. Competence Based Learning (CBL) ini melibatkan teknologi komputer sebagai media penjelasan secara animatif terhadap fenomena-fenomena fisika yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Program ini dirasa sangat tepat diberlakukan di MAN Godean mengingat ketersediaannya berbagai peralatan yang dibutuhkan. cerdas. pengamatan dan evaluasi program secara tepat.3    perilaku ilmiah (M. gejala fisika juga akan teramati dengan penampilan yang lebih menyenangkan.   . Selain menimbulkan daya imajinasi.

4    B. afektif. masyarakat. Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. Perubahan kurikulum yang menyebabkan adanya perbedaan pendekatan pembelajaran sehingga sekolah sebagai wahana pendidikan juga harus melakukan inovasi-inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang ada maka dalam penelitian ini akan difokuskan pada : 1. Paradigma yang berorientasi pada guru sebagai pusat belajar (teacher centered) mulai bergeser menjadi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek belajar (student centered). dan psikomotorik siswa.   . C. maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut : 1. Masih minimnya kemampuan siswa dalam memahami konsep dasar fisika yang selama ini masih abstrak sehingga dibutuhkan bantuan media untuk membantu memvisualisasikan konsep fisis dalam kehidupan malalui tayangan film dan animasi. teknologi. dan tuntutan perkembangan Ipteks (Ilmu pengetahuan. 3. 2. dan seni). Upaya meningkatkan prestasi belajar fisika siswa dengan Competence Based Learning melalui media e-learning fisika (tayangan film dan animasi) yang melibatkan aspek kognitif. artinya sistem pembelajaran ditekankan pada aktivitas siswa (membelajarkan siswa).

Tes akhir siswa (posttest) hanya dibatasi pada butir soal dalam taksonomi Bloom. Apakah ada perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang diberi model Competence Based Learning melalui tayangan film dan animasi dengan siswa yang diberi model Competence Based Learning namun melalui tayangan film dan slide ? 2. Rumusan Masalah Berpijak pada pemikiran di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. serta aspek aplikasi (C3). yang meliputi aspek pengetahuan (C1).5    2. Hasil belajar fisika pada aspek kognitif yang akan dicapai siswa hanya dibatasi pada kemampuan menerapkan nilai-nilai ilmiah dalam diri siswa yang diperoleh dari hasil tes akhir siswa (posttest). Seberapa besar sumbangan sikap siswa pada pembelajaran fisika terhadap peningkatan pemahaman dan prestasi belajar fisika siswa ?   . Seberapa besar peningkatan prestasi belajar fisika siswa dengan menggunakan model Competence Based Learning melalui tayangan film dan animasi pada pokok bahasan suhu dan kalor ? 3. 3. aspek pemahaman (C2). D.

  . b. antara lain : 1. Sumbangan sikap siswa pada pembelajaran fisika terhadap peningkatan pemahaman dan prestasi belajar fisika siswa.6    E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan ini yaitu untuk mengetahui : 1. Menjadikan salah satu sarana untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi peneliti sebagai calon seorang pendidik. Bagi siswa : a. 2. Bagi peneliti : a. 2. F. Manfaat Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian eksperimen ini. Memberikan sumbangan model pembelajaran dengan memanfaatkan metode aktif dan berbasis e-learning. Peningkatan prestasi belajar fisika siswa dengan menggunakan model Competence Based Learning melalui tayangan film dan animasi pada pokok bahasan suhu dan kalor. Perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang diberi model Competence Based Learning melalui tayangan film dan animasi dengan siswa yang diberi model Competence Based Learning namun melalui tayangan film dan slide. diharapkan dapat memberikan manfaat. 3. Meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran fisika.


 

b. Melatih siswa belajar fisika melalui pendekatan lain.
c. Menumbuhkan rasa suka terhadap pelajaran fisika karena muatan-muatan
hiburan juga terpenuhi.
d. Meningkatkan daya nalar dan prestasi siswa untuk mata pelajaran fisika.
3. Bagi guru :
a. Sebagai

motivasi

untuk

meningkatkan

profesionalisme

guru,

menumbuhkan wawasan berfikir ilmiah, dan meningkatkan kualitas
pembelajaran fisika.
b. Meningkatkan kemampuan guru terhadap penggunaan teknologi sebagai
media pengajaran.
c. Memberikan nuansa hiburan dalam menjalankan tugas mengajar.
4. Bagi sekolah :
Bagi sekolah dan pendidikan nasional pada umumnya, hasil penelitian ini
diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi dalam peningkatan mutu
pendidikan dan pengembangan kualitas pembelajaran fisika.

 
 
 

 

63 
 

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Mengacu pada rumusan masalah serta berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan oleh peneliti maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan, antara
lain:
1. Ada perbedaan tingkat prestasi belajar fisika siswa yang menggunakan
model Competence Based Learning (CBL) melalui tayangan film dan
animasi dibandingkan dengan tayangan film dan slide. Model
Competence Based Learning (CBL) yang menggunakan media e-learning
fisika melalui tayangan film dan animasi memberikan hasil sebesar
Fhitung = 9,75 > Ftabel = 4,05 dengan db = 1 pada taraf signifikansi 5%,
sedangkan hasil uji t memberikan hasil sebesar thitung = 3,133 > ttabel =
2,411 dengan db = 47 pada taraf signifikansi 5%.
2. Pembelajaran dengan penerapan model Competence Based Learning
(CBL) melalui tayangan film dan animasi hasilnya lebih efektif untuk
meningkatkan prestasi belajar fisika siswa dibandingkan dengan model
pembelajaran yang sama, namun melalui media yang sedikit berbeda,
yaitu tayangan film dan slide. Penerapan model pembelajaran ini
dianggap berhasil dalam meningkatkan prestasi belajar siswa berdasarkan
peningkatan skor akhir yang diperoleh siswa. Hal ini terlihat dari hasil
perhitungan dengan uji t diperoleh bahwa rerata skor tingkat prestasi

 

64 
 

belajar fisika siswa untuk kelas eksperimen 1 sebesar 14,67 sedangkan
untuk kelas eksperimen 2 diperoleh nilai rerata skor sebesar 12,32.
3. Sikap siswa terhadap pelajaran fisika memberikan sumbangan relatif
sebesar 100% sedangkan sumbangan efektifnya terhadap tingkat prestasi
belajar fisika siswa sebesar 7,51%.

B. Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang
berarti bagi dunia pendidikan, khususnya pembelajaran fisika di MAN atau
tingkat pendidikan yang sederajatnya. Saran-saran yang peneliti dapat berikan
kepada peneliti lain dalam bidang pembelajaran fisika antara lain :
1. Model Competence Based Learning (CBL) dapat digunakan dalam proses
pembelajaran fisika di kelas-kelas dengan maksud agar siswa lebih mudah
dalam memahami konsep-konsep fisis fisika.
2. Media tayangan film dan animasi atau slide dapat digunakan dalam proses
pembelajaran fisika di kelas-kelas pada semua pokok bahasan fisika.
3. Model Competence Based Learning (CBL) melalui tayangan film dan
animasi

ini

membutuhkan

waktu

yang

cukup

panjang

dalam

implementasinya di lapangan (kelas-kelas) sehingga perlu perhitungan
waktu yang matang dan penyesuaian dengan kebutuhan siswa.

 

65 
 

DAFTAR PUSTAKA

Arief S. Sadiman dkk. 1993. Media Pendidikan – Pengertian, Pengembangan,
dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Asnawir dan Basyiruddin Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat
Press.
Burhan Nurgiyantoro. 2002. Statistik Terapan. Yogyakarta: UGM.
Fajar Suminto. 2006. Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Implementasinya pada
Pembelajaran Kimia Kelas XI Semester III MAN Yogyakarta I Tahun
Ajaran 2005/2006 (Skripsi). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Khalida Khairani. 2009. Implementasi PBL dengan Menggunakan Metode Inquiri
Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika.
Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Lis Permana Sari. 2001. Statistik Terapan. Yogyakarta: FMIPA UNY.
Maftuhatul Muna Al-Atiqoh. 2005. Pembelajaran Matematika Dengan Kurikulum
Berbasis Kompetensi Menurut Teori Belajar Konstruktivisme (Skripsi).
Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Masnur Muslich. 2007. KTSP ”Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual” Panduan bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Moersetyo Rahadi Sudrajat. 2000. Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Muhammad Farchani Rosyid. 2007. Pendidikan Sains “Antara Isi dan
Kompetensi”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
_________________. 2007. Menuju Kurikulum Fisika yang Efektif, Efisien dan
Adaptif. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Paul Suparno. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma.
Purwanto. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif Untuk Psikologi dan
Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Efektivitas Penggunaan Media Slide Kartun Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Pada Pokok Bahasan Gerak. 2002. 1987. S. 2006. Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Fisika. Metode Penelitian Administrasi. dkk. Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran. Statistik Pendidikan. Strategi Pembelajaran – Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Yogyakarta: FMIPA UNY. _________. Bandung: Alfabeta. Prosedur Penelitian – Suatu Pendekatan Praktik. 1982. Sigit Suryono. 2007. Suharsimi Arikunto. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2008. Bandung: Jemmars. Malang: UMM Press. 2002. 2006. Subana. Nasution. Sugiyono. 2005. Tulus Winarsunu. 2006. Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.66    Ronald H Anderson. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Rajawali Pers. Teknologi Pendidikan. 2005. Yogyakarta: FMIPA UNY. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. _________. Bandung: Pustaka Setia. Siswa Kelas I SLTP Muhammadiyah I Gamping TA 2000/2001. Suparwoto. Jakarta: Rineka Cipta. Wina Sanjaya. Jakarta: Kencana.   .

LAMPIRAN I .

67 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENELITIAN EKSPERIMEN MAN GODEAN. SLEMAN Disusun Oleh : Daimul Hasanah NIM : 05460031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2009 .

konveksi. Siswa dapat mengaplikasikan konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konduksi. dan radiasi. Siswa dapat memahami konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara radiasi. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. konservasi energi. 3. 2. Indikator 1. B. Kompetensi Dasar Menganalisis cara perpindahan kalor.68 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. 5. Sekolah : MAN Godean. Siswa dapat memahami konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konveksi. C. Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor penting yang berpengaruh pada peristiwa perpindahan panas secara konduksi. Siswa dapat memahami konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konduksi. konveksi. dan sumber energi dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor. 4. . Sleman Mata Pelajaran : FISIKA Kelas / Semester :X/2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan ke- : 1 (satu) Materi Pokok : Suhu dan Kalor TUJUAN PEMBELAJARAN A. Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip kalor.

Kertas Kerja Siswa ¾ Lembar Pengamatan ¾ Handout Materi ¾ Lembar Evalusi 2. EVALUASI 5. PERSIAPAN COMPETENCE BASED LEARNING 4. Peralatan Multimedia ¾ Komputer/Laptop ¾ LCD Projector ¾ Software/animation b. MATERI PEMBELAJARAN Penjelasan Program dan Metode Pembelajaran serta Pelaksanaan Pretest IMPLEMENTASI MODEL COMPETENCE BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SERTA PRESTASI BELAJAR SISWA Competence Based Learning : Model pembelajaran yang selain mencakup penguasaan dan pemahaman akan fakta-fakta ilmiah. Proses pembelajaran ini diimplementasikan melalui enam tahap dan berbasis multimedia dalam bentuk tayangan film dan animasi. 2007). TAYANGAN 1. Penjelasan Program ¾ Penjelasan Umum Program .PENGKONDI SIAN 3. ANIMASI 1. Pengkondisian a. Persiapan a.69 II. DISKUSI 6. juga mencakup pembinaan terhadap sikap dan perilaku ilmiah (Rosyid. Program 6 Tahap : 2.

Konsep Dasar Fisika ¾ Bagaimana fisika menjelaskan gejala-gejala tersebut? ¾ Konsep apa yang bisa digunakan sebagai penjelas? ¾ Adakah contoh lain yang sejenis dan terjadi dalam kehidupan seharihari? b. Tayangan VIDEO 01 VIDEO 1 VIDEO 2 VIDEO 3 Analisa konsep fisika : Konsep FISIKA apakah yang terdapat di dalam film-film pendek tersebut ? 4. Pembagian Kelompok ¾ Pembagian menjadi 5 kelompok ¾ Pengaturan meja dan kursi ¾ Pemilihan ketua dan sekretaris kelompok 3. Diskusi ANALISA KELOMPOK ANALISA KELAS 5. Animasi a.70 ¾ Tahapan-Tahapan Pelaksanaan ¾ Target dan Tujuan Program ¾ Sistem Evaluasi b. Persamaan Matematis ¾ Bagaimana formulasi matematis terhadap konsep tersebut? ¾ Bagaimana menjelaskan secara matematis gejala yang sama namun pada kondisi yang berlainan? .

Mengerjakan soal pretest. 2. LCD 3. Menutup kegiatan pembelajaran (dengan salam). KemampuanU AN METODE PEMBELAJARAN A. Kegiatan 1. Lembar pretest 25 30 85 90 . MEDIA PEMBELAJARAN 1. C. B. STRATEGI PEMBELAJARAN Jenis Guru Kegiatan Siswa (menit ke-) 1 A. Kegiatan 1. soal dan lembar jawab dari siswa. Laptop 2. V. Ceramah IV. Kegiatan 1.71 6. Menarik Akhir lembar 2. Menyampaikan metode penjelasan pembelajaran - 6 dan program yang akan dipakai serta tujuan penelitian. Membuka pelajaran (dengan Awal Waktu salam dan berdo’a). Membagi soal pretest beserta Inti lembar jawabnya. Evaluasi Implementasi ENTASI PemahamanM AN III. 2.

SUMBER/BAHAN PEMBELAJARAN A. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. Fisika Untuk SMA Kelas X Semester 2. dkk. Marthen Kanginan.Pd. Yogyakarta. NIP : 150 279 362 Daimul Hasanah NIM : 05460031 . M.72 VI. B. Hisyam Zaini. Guru Kelas Mahasiswa Peneliti Warjo. 24 Januari 2009 Mengetahui.

73 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENELITIAN EKSPERIMEN MAN GODEAN. SLEMAN Disusun Oleh : Daimul Hasanah NIM : 05460031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2009 .

konservasi energi. Siswa dapat memahami konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konveksi. 4. Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor penting yang berpengaruh pada peristiwa perpindahan panas secara konduksi. 2. dan sumber energi dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor.74 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip kalor. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah : MAN Godean. Indikator 1. Sleman Mata Pelajaran : FISIKA Kelas / Semester :X/2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan ke- : 2 (dua) Materi Pokok : Suhu dan Kalor TUJUAN PEMBELAJARAN A. konveksi. Siswa dapat memahami konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara radiasi. B. Kompetensi Dasar Menganalisis cara perpindahan kalor. Siswa dapat memahami konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konduksi. dan radiasi. 3. konveksi. C. 5. Siswa dapat mengaplikasikan konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konduksi. .

Sedangkan tutup termos terbuat dari bahan isolator. Bagian dalam kaca dibuat mengkilap agar kalor dari air panas tidak diserap dinding sehingga air tetap panas. Sementara. dan perpindahan kalor ini tanpa disertai dengan perpindahan partikelpartikel zat penyusunnya. III. Contoh : pemanasan pada kawat besi yang telah diberi beberapa potongan lilin kecil dengan jarak tertentu dari ujung pemanasan. dan radiasi. Kesimpulan : kenaikan suhu air sebanding dengan kalor yang diserap. dinding kaca bagian luar dibuat mengkilap berlapis perak agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi. seperti gabus. Bagaimanakah cara kerjanya ? Pada termos terdapat dinding kaca dengan bagian dalam dan luarnya dibuat mengkilap. Kesimpulan : perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat secara hantaran. 3. Aplikasi konsep suhu dan kalor dalam kehidupan sehari-hari : termos air. Tujuannya ialah agar kalor yang terdapat pada air panas tidak cepat hilang/berpindah keluar dari dalam termos. METODE PEMBELAJARAN A.75 II. menuju titik/tempat yang paling jauh dari ujung pemanasan. Alat ini dirancang sedemikian rupa untuk menjaga suhu air panas yang ada di dalamnya dapat bertahan lebih lama dengan cara menggunakan prinsip pencegahan perpindahan kalor secara konduksi. Perpindahan kalor secara konduksi. air dalam termos tetap panas. Pengaruh kalor terhadap suatu zat. Kesimpulan : termos air adalah sebuah alat untuk meniympan air panas dalam waktu yang relatif lebih lama. Ruang hampa berfungsi untuk mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Dengan demikian. 2. untuk mencegah perpindahan kalor secara konduksi. Hal ini menunjukkan bahwa pada kawat besi/tembaga tersebut terjadi perambatan kalor/panas. MATERI PEMBELAJARAN Makna fisis dari potongan film/video : 1. Lama-kelamaan lilin akan meleleh secara urut dari titik/tempat yang paling dekat dengan ujung pemanasan. konveksi. Model Pembelajaran Competence Based Learning (CBL) .

76 IV. masing-masing kelompok dipersilakan untuk memilih ketua dan sekretaris kelompok. Kegiatan 1. b. Menuliskan hasil diskusi kelompok 15 30 50 . membagi kelas menjadi 5 kelompok secara acak dan bebas. Peralatan multimedia (laptop. Kegiatan 1. 3. Menyiapkan : Awal 1 a. Mengkondisikan kelas : - 10 a. 3. LCD. Menyimak film/video dengan seksama. 2. dan slide presentasi). 15 B. STRATEGI PEMBELAJARAN Jenis Guru Kegiatan Siswa Waktu (menit ke-) A. 4. meminta siswa untuk duduk mengelompok sesuai dengan kelompoknya masingmasing. Menayangkan 3 buah Inti potongan film/video dengan pengulangan sebanyak satu kali untuk setiap film/video. c. Diskusi kelompok. Membuka pelajaran (dengan salam dan berdo’a). Kertas kerja siswa (lembar pengamatan). 8 2. b.

Menutup kegiatan 90 pembelajaran (dengan salam). SUMBER/BAHAN PEMBELAJARAN A. Kertas flipchart. VI. V. NIP : 150 279 362 Daimul Hasanah NIM : 05460031 . MEDIA PEMBELAJARAN 1. - 2. 31 Januari 2009 Mengetahui. M. Kegiatan 1. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. LCD 3. Guru Pembimbing Mahasiswa Peneliti Warjo. Hisyam Zaini.Pd. 5.77 pada kertas flipchart. Fisika Untuk SMA Kelas X Semester 2. B. C. Kertas kerja siswa (lembar pengamatan) 4. dkk. Laptop 2. Yogyakarta. Bersama dengan siswa Akhir 60 80 membuat kesimpulan akhir dari hasil diskusi kelas. Marthen Kanginan. Diskusi kelas.

SLEMAN Disusun Oleh : Daimul Hasanah NIM : 05460031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2009 .78 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENELITIAN EKSPERIMEN MAN GODEAN.

konveksi.79 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. 2. Kompetensi Dasar Menganalisis cara perpindahan kalor. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah : MAN Godean. 5. B. Siswa dapat menuliskan konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara radiasi. Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip kalor. Indikator 1. Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor penting yang berpengaruh pada peristiwa perpindahan panas secara konduksi. Siswa dapat menuliskan konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konduksi. dan radiasi. . 4. Siswa dapat menuliskan konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konveksi. konservasi energi. Sleman Mata Pelajaran : FISIKA Kelas / Semester :X/2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan ke- : 3 (tiga) Materi Pokok : Suhu dan Kalor TUJUAN PEMBELAJARAN A. 3. Siswa dapat mengaplikasikan konsep dan prinsip cara perpindahan kalor secara konduksi. dan sumber energi dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor. C. konveksi.

. Kalor Kalor adalah sesuatu (dalam bentuk energi) yang mengalir/berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan.. suhu awal T1 = 30 – 2.. maka suhu awal benda tersebut adalah . Penyelesaian : Diketahui : Q = 50 joule Jawab : Q = mc∆T m = 2 kg 50 = 2 x 10 x ∆T c = 10 J/kgoC 50 = 20 x ∆T T2 = 30oC 50 ∆T = Ditanya : T1 = .5oC Jadi. MATERI PEMBELAJARAN A. Massa zat 2.? 20 ∆T = 2...5 = 27.5oC . Jika kalor jenis benda 10 J/kgoC.. Kenaikan suhu Hubungan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis sebagai berikut: Q = mc∆T Keterangan : Q = banyaknya kalor (joule) m = massa zat (kg) c = kalor jenis zat (J/kgoC) ∆T = perubahan suhu (oC) Contoh : Pemanasan 2 kg benda A hingga mencapai suhu 30oC.80 II... memerlukan kalor 50 joule... Banyaknya kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu benda/zat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. Kalor jenis zat 3.

Laju/daya konduksi kalor melalui sebuah dinding bergantung pada empat besaran. Perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat secara rambatan. baja. semakin cepat perpindahan kalor. 4. semakin tebal dinding. Berdasarkan kemampuan menghantarkan kalor.81 B. Luas permukaan (A). Perpindahan Kalor 1. alumunium. antara lain : 1. yaitu : a. kayu. b. semakin cepat perpindahan kalor. dan bukan logam : air raksa. semakin besar luas permukaan. plastik. banyaknya kalor Q yang melalui dinding selama selang waktu t dapat dinyatakan dengan : Laju Konduksi Kalor Q kA∆T = t d . kaca. Isolator adalah zat yang sukar menghantarkan kalor. 3. tembaga. semakin cepat perpindahan kalor. Contoh : semua jenis logam: besi. Berdasarkan penjelasan di atas. Beda suhu diantara kedua permukaan ( ∆T = T1 − T2 ). dll. Contoh : karet. Konduktor adalah zat yang mudah menghantarkan kalor. busa. zat dibagi atas dua golongan besar. Perpindahan Kalor secara Konduksi Konduksi adalah proses perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel zat. semakin besar nilai k. Konduktivitas termal zat (k) merupakan ukuran kemampuan zat dalam menghantarkan kalor. 2. semakin besar beda suhu. Ketebalan dinding (d). semakin lambat perpindahan kalornya.

82 Contoh : Sebuah ruang dengan pendingin ruangan (AC) memiliki kaca jendela dengan luas 3 m2 dan tebal 3 mm. Perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas secara aliran. Secara matematis. Terjadinya angin darat dan angin laut.25 C = 5 C t d k = 0. Perambatan kalor secara konveksi di dalam zat cair dilakukan oleh molekul-molekul zat cair karena adanya perbedaan massa jenis zat cair. berapakah laju konduksi kalor yang masuk ke ruang itu? Diketahui konduktivitas termal kaca = 0. 2. Contoh peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dalam kehidupan sehari-hari : 1. Perpindahan Kalor secara Konveksi Konveksi adalah proses perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat. Penyelesaian : Jawab : Diketahui : A = 3 m2 d = 3 mm = 3 x 10-3 m. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Kalor Konveksi : Laju kalor Q/t ketika sebuah benda panas memindahkan kalor ke fluida sekitarnya secara konveksi sebanding dengan luas permukaan benda (A) yang bersentuhan dengan fluida. ditulis : Q = hA∆T t Keterangan : Q = laju kalor konveksi (J/s) t h = koefisien konveksi (Js-1m-2K-1) A = luas penampang benda (m2) ∆T = beda suhu (oC atau K) . laju konduksi kalor adalah 4000J/s. 2.8 W/m K.8 × 3 × 5 = Q 3 × 10 −3 ? Ditanya : t = 4000 J/s. dan beda suhu ∆T diantara benda dan fluida.8 W/m K 0. Jika suhu pada permukaan dalam kaca 25oC dan suhu pada permukaan luar kaca 30oC. Q kA∆T = o o o ∆T = 30 C . Aliran udara pada cerobong asap di pabrik-pabrik. Jadi.

. 2.. Panas matahari dapat sampai ke bumi. METODE PEMBELAJARAN A.5 Js-1m-2K-1.. ? = (3. Keterangan : Q = eσAT 4 t III. Perpindahan kalor secara radiasi terjadi pada zat gas secara pancaran.10oC = 20oC Jawab : atau 20 K.83 Contoh : Permukaan dalam suatu dinding rumah dijaga bersuhu tetap 30oC pada saat suhu udara luar 10oC. Perpindahan Kalor secara Radiasi Radiasi adalah proses perpindahan kalor tanpa melalui medium/zat perantara.. Q = hA∆T 2 A = 16 m t t = 1 jam = 3 600 sekon Q = hA∆Tt Ditanya : Q . Model Pembelajaran Competence Based Learning (CBL) . Panas kayu bakar dapat kita rasakan ketika sedang kedinginan. Berapa banyak kalor yang hilang karena konveksi alami pada dinding yang berukuran 16 m2 selama 1 jam? Anggap koefisien konveksi ratarata 3.67 x 10-8 Wm-2K-4 (tetapan Stefan-Boltzmann) A = luas penampang benda (m2) T = suhu (K = kelvin) Catatan : tetapan σ dibaca sigma. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Kalor Radiasi: Secara matematis dapat dituliskan dalam bentuk : Q = laju kalor radiasi (J/s) t e = emisivitas bahan (0 ≤ e ≤ 1) σ = 5. Contoh : 1.5 Js-1m-2K-1)(16 m2)(20 K)(3600 s) = 4032 x 103 J 3. Penyelesaian : Diketahui : ∆T = 30oC ..

Kegiatan 1. 8 2. Kegiatan 1. LCD. Menyimak animasi “Kalor” dengan seksama. 80 C. Menayangkan animasi Inti “Kalor”. 45 a. Membuat kesimpulan dari tayangan animasi yang telah ditayangkan. KEGIATAN PEMBELAJARAN Jenis Guru Kegiatan Siswa Waktu (menit ke-) A. 10 B. 90 . 2. Menyiapkan : Awal 1 peralatan multimedia (laptop. dan slide presentasi). b. Menayangkan animasi “Perpindahan Kalor”. Menyimak animasi “Perpindahan Kalor” dengan seksama. 2.84 IV. Menutup kegiatan pembelajaran. b. Membuka pelajaran (dengan salam dan berdo’a). Kegiatan 1. Membuat kesimpulan dari tayangan animasi yang telah ditayangkan. a. Bersama dengan siswa Akhir membuat kesimpulan akhir dari tayangan animasi.

Guru Pembimbing Mahasiswa Peneliti Warjo. SUMBER/BAHAN PEMBELAJARAN A. Animasi Fisika (kalor dan perpindahan kalor) VI. Yogyakarta. NIP : 150 279 362 Daimul Hasanah NIM : 05460031 . LCD 3. Laptop 2. dkk. 5 Februari 2009 Mengetahui. Marthen Kanginan.Pd.85 V. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Hisyam Zaini. B. Fisika Untuk SMA Kelas X Semester 2. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. M.

86    KERTAS KERJA SISWA  PENELITIAN EKSPERIMEN  PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL   “COMPETENCE BASED LEARNING”   MELALUI TAYANGAN FILM DAN ANIMASI        Nama  Kelas        1. JUDUL   2. JUDUL         :  ______________________________________________________  :  ______________________________________________________  :  Perpindahan Kalor  :  _____________________________________________________________  :  _____________________________________________________________  :  _____________________________________________________________  :  _____________________________________________________________          :  Pengaruh Kalor Terhadap Suatu Zat  :  ______________________________________________________________  :  ______________________________________________________________  :  ______________________________________________________________  :  ______________________________________________________________          :  Termos Air  :  ______________________________________________________________  :  ______________________________________________________________  :  ______________________________________________________________  :  ______________________________________________________________    . JUDUL  3.

40o 2. Berilah tanda silang salah satu jawaban yang paling Anda anggap benar pada lembar jawab yang telah disediakan 6. Tulis nama. Pada sebuah skala X.000 joule 4. Konveksi C. Penurunan suhu sebanding dengan kalor penguapan 3. titik beku air adalah 15oX dan titik didih air 75oX.. 16. Konduksi B. Zat padat secara rambatan D. Konduksi B. 25o D. Pada gambar di atas. dan no... Konduksi dan konveksi E. absen pada lembar jawab yang telah tersedia 3. 42. A.. 15o C. Penurunan suhu sebanding dengan kalor yang diserap C.800 joule E. perpindahan kalor pada logam besi terjadi secara ... Zat cair dan zat gas 6.. Bila suatu benda diukur dengan skala X adalah 30oX. A. 10o B. Bacalah soal dengan seksama sebelum Anda menjawab 5. Apabila suatu zat dipanaskan... Kondensasi E.87 TES PRESTASI BELAJAR FISIKA Pokok Bahasan : Suhu dan Kalor Kelas X Semester 2 Petunjuk : 1... A. 42 x 106 joule B. Akhiri dengan Hamdallah 1. 30o E. Zat padat dan zat cair E. Jika kalor jenis air 4200 J/kgoC maka banyaknya kalor yang diperlukan adalah . maka . maka jika diukur dengan skala Celcius akan menunjukkan angka . A. A.680 joule D. Radiasi D. Polarisasi .. Kenaikan suhu sebanding dengan kalor yang diserap D. Sebuah pemanas listrik digunakan untuk memanaskan 500 gram air bersuhu 20oC hingga mendidih... Radiasi D. Zat gas secara pancaran C. Peristiwa konduksi terjadi pada ... 1.000 joule C.. Dilarang membuat coretan dalam bentuk apapun pada lembar soal karena lembar soal akan ditarik kembali 4. Sebelum mengerjakan. awali dengan membaca Basmallah 2. Zat cair secara aliran B. Proses perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel zat disebut . Kenaikan suhu sebanding dengan kalor penguapan E. Kenaikan suhu sebanding dengan kalor yang diberikan B.. kelas. Polarisasi 5. A.. Konveksi C.. 168..

. Kondensasi E. Dua batang logam K dan M memiliki ukuran sama tetapi jenisnya berbeda... Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar.. Konveksivitas B. kecuali . 11. Konveksi dan radiasi 13. Konduksi dan konveksi E.. A. Aliran udara pada cerobong asap merupakan perpindahan kalor secara konveksi B. Ujung kiri K bersuhu 90oC dan ujung kanan M bersuhu 60oC. Perubahan suhu 9. Terjadinya angin darat dan angin laut merupakan fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.. Emisivitas C.. (ts = suhu sambungan) A.. D. A.. Ketebalan dinding bahan C.... Konduksi B. Konduksi B. Radiasi D. Persamaan berikut yang menunjukkan laju konduksi kalor yang benar adalah . Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi laju konduksi kalor. Q kAd A. Terjadinya angin darat merupakan contoh perpindahan kalor secara konveksi . E..... A. Perpindahan kalor pada ujung sebatang besi yang dipanasi merupakan perpindahan kalor secara radiasi C... Konveksi C. Konduktivitas D..88 7. o 40 C 60oC 80oC 90oC 120oC 8. Absorbsivitas E. Massa zat D.. Q = td Q kAt = ∆T d kA∆T E. = t ∆T Q kA∆T B. A... maka suhu sambungan kedua batang tersebut adalah . kecuali . Q = d D.. A.. Konduktivitas termal zat E.. Jika koefisien konduksi termal logam K dua kalinya koefisien konduksi termal logam M. Perpindahan kalor pada ujung batang tembaga yang dipanasi merupakan perpindahan kalor secara konduksi E.. Perpindahan air yang dipanasi dalam ceret merupakan perpindahan kalor secara konveksi D.. = t d kA∆T C... B. diletakkan seperti pada gambar di bawah. Yang membedakan daya hantar tiaptiap logam adalah . Perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat disebut .. Peristiwa tersebut menunjukkan perpindahan kalor secara . Konveksi C. Radiasi D... Polarisasi 12.. C. Luas permukaan B. Radioaktivitas 10.

seperti gabus.. Q = eσAtT 4 Q D. kecuali. Koefisien emisivitas benda B.. = eσAT 2 t Q = eσAT 3 E. Q = t 17.. Q A. = hAt ∆T hA∆T C.. = eσAt 4 T Q = eσAT 4 B. A. Luas permukaan benda (A) D. t 20. Nilai koefisien Boltzmann E. t C... Perbedaan kepadatan zat cair E. Perbedaan suhu awal dan suhu akhir benda E.. Radiasi D.. Hal ini bertujuan untuk mencegah perpindahan kalor secara . Q A. Luas permukaan (A) C. Kalor dipindahkan dari matahari ke bumi secara . Perambatan kalor secara konveksi di dalam zat cair dilakukan oleh molekul-molekul zat cair. Selisih suhu (∆T ) C.89 14. kecuali .... Tebal benda (d) 19... A. Konduksi dan konveksi E. Koefisien konveksi (h) B. Persamaan berikut yang menunjukkan laju kalor secara konveksi yang benar adalah.. Perbedaan massa zat cair C. = h t A∆T E. A. Konveksi C. karena adanya . Perbedaan kerapatan zat cair 15. Konduksi dan konveksi E.... Konveksi dan radiasi 18. Radiasi D.. Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi laju kalor radiasi.. Perbedaan massa jenis zat cair D. Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi laju kalor konveksi. Penyumbat pada tutup termos air panas terbuat dari bahan isolator. Konveksi dan radiasi .. A. Q = t Q A∆T D. Konduksi B.. Konveksi C. Tebal benda (d) 16. Konduksi B... Perbedaan suhu zat cair B. = hA∆T t Q B. Persamaan berikut yang menunjukkan laju kalor secara radiasi yang benar adalah . Suhu (T) D. A...

C 5. B 20. A 14. C 11. B 2. C 12. C 8. B 10. C 19. C 15. C 17. A 16. E 13. C 18. B 3. B 4. E 9. E 6.90 KUNCI JAWABAN TES PRESTASI BELAJAR FISIKA Pokok Bahasan : Suhu dan Kalor Kelas X Semester 2 1. A . A 7.

dan 4 dengan criteria sebagai berikut: . 3.91    LEMBAR OBSERVASI PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN BELAJAR FISIKA Petunjuk : ¾ Lembar ini digunakan selama proses penyelidikan berlangsung ¾ Isi lembar ini untuk member skor tingkat partisipasi tiap siswa dalam kegiatan kelompok Hari/tanggal : Kelompok : Observer : No Absen Aspek yang dinilai A B C D 1 1 2 3 1 2 3 1 2 2 3 2 3 1 1 4 1 1 2 1 5 3 3 3 3 6 2 2 1 1 Catatan: Skor diisi dengan angka 1. 2.

2. 3.92    LEMBAR OBSERVASI PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN BELAJAR FISIKA Petunjuk : ¾ Lembar ini digunakan selama proses penyelidikan berlangsung ¾ Isi lembar ini untuk member skor tingkat partisipasi tiap siswa dalam kegiatan kelompok Hari/tanggal : Kelompok : Observer : No Absen Aspek yang dinilai A B C D 7 2 2 1 1 8 3 1 3 2 9 1 3 2 1 10 2 1 1 1 11 3 3 2 3 12 1 2 3 1 Catatan: Skor diisi dengan angka 1. dan 4 dengan criteria sebagai berikut: .

2.93    LEMBAR OBSERVASI PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN BELAJAR FISIKA Petunjuk : ¾ Lembar ini digunakan selama proses penyelidikan berlangsung ¾ Isi lembar ini untuk member skor tingkat partisipasi tiap siswa dalam kegiatan kelompok Hari/tanggal : Kelompok : Observer : No Absen Aspek yang dinilai A B C D 13 2 2 1 1 14 3 3 3 2 15 1 1 2 1 16 2 3 1 1 17 3 1 2 3 18 1 2 3 1 Catatan: Skor diisi dengan angka 1. dan 4 dengan criteria sebagai berikut: . 3.

dan 4 dengan criteria sebagai berikut: . 3.94    LEMBAR OBSERVASI PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN BELAJAR FISIKA Petunjuk : ¾ Lembar ini digunakan selama proses penyelidikan berlangsung ¾ Isi lembar ini untuk member skor tingkat partisipasi tiap siswa dalam kegiatan kelompok Hari/tanggal : Kelompok : Observer : No Absen Aspek yang dinilai A B C D 19 1 2 3 1 20 3 3 2 3 21 2 1 1 1 22 1 3 2 1 23 3 1 3 2 24 2 2 1 1 Catatan: Skor diisi dengan angka 1. 2.

95    Kriteria Penilaian A = Menerapkan Nilai-Nilai Ilmiah 1 = Menanamkan prinsip keinginan untuk mengetahui dan memahami 2 = Mampu menanyakan segala hal 3 = Mengumpulkan data-data. pemaknaannya. dan tuntutan pembuktian 4 = Taat logika B = Menerapkan Perilaku dan Sikap Ilmiah 1 = Menanamkan prinsip rasa ingin tahu 2 = Meragukan sesuatu terhadap hal yang baru mereka peroleh 3 = Menerima begitu saja konsep sains yang baru mereka peroleh 4 = Menanamkan sikap kejujuran C = Menerapkan Proses-Proses Ilmiah 1 = Mampu melakukan pengamatan 2 = Menyusun hipotesis atau dugaan sementara 3 = Menarik kesimpulan 4 = Bekerja sama dalam diskusi dan mengungkapkan pendapat dengan sebebas-bebasnya D = Menerapkan Fakta-Fakta Ilmiah 1 = Menemukan sendiri konsep fisika yang ada pada peristiwa alam dalam tayanmgan film 2 = Bergantung pada guru untuk menemukan konsep fisika yang ada pada peristiwa alam dalam tayanmgan film 3 = Tidak menemukan konsep fisika yang ada pada peristiwa alam dalam tayanmgan film 4 = Menemukan sendiri rumus-rumus fisika dari peristiwa alam dalam tayangan film .

1. Item Ket. 11 Hipotesis/prediksi 12 Kesimpulan 13 Fakta-fakta ilmiah/kandungan Konsep fisis dalam fisika 14 ilmiah (scientific content) Rumus-rumus/persamaan matematis 15 96 . 1 Menanyakan segala hal 2 Pengumpulan data-data dan 3 pemaknaannya Tuntutan pembuktian 4 Taat logika 5 Perilaku dan sikap ilmiah Rasa ingin tahu 6 (scientific attitudes) Meragukan sesuatu 7 Kejujuran 8 Proses-proses ilmiah (scientific Pengamatan 9 processes) Diskusi 10.KISI-KISI ANGKET No. Variabel Sub Variabel Indikator Model “Competence Based Nilai-nilai ilmiah (scientific Keinginan untuk mengetahui dan Learning” values) memahami No.

3.2. Film Animasi Konsep fisika Mudah ditangkap 16 Motivasi Bersemangat dan bergairah 17 Hiburan Menghibur dan menyenangkan 18 Deskripsi visual Memperjelas 19 Pemahaman Memperkuat pemahaman 20 97 .

mengapa peristiwa dalam tayangan film tersebut dapat terjadi. Menuntut saya untuk membuktikan peristiwa dalam tayangan film. Mendorong saya untuk menanyakan segala hal yang belum saya ketahui mengenai peristiwa alam tersebut. Memberikan kesempatan kepada saya untuk mengamati secara langsung kejadian/fenomena alam lewat tayangan film. Pernyataan SS S RR KS TS Dengan menggunakan model “Competence Based Learning” (Pembelajaran Berbasis Kompetensi) melalui 6 tahapan.98 KUISIONER/JAJAG PENDAPAT PERSEPSI SISWA MENGENAI PEMBELAJARAN MODEL COMPETENCE BASED LEARNING Berilah tanda √ pada kolom pendapat yang Anda kehendaki ! No. Menumbuhkan perilaku dan sikap kejujuran pada diri saya (dalam mengungkapkan ide/gagasan yang terkandung dalam film). Mendorong saya untuk mengumpulkan data-data dan pemaknaan. Mendorong saya untuk percaya bahwa peristiwa-peristiwa alam dalam tayangan film tersebut dapat dijelaskan dengan ilmiah dan bukan takhayul. Mendorong saya untuk tidak mudah percaya terhadap sesuatu yang diyakini oleh kebanyakan orang/sikap ragu terhadap sesuatu yang belum tentu benar. . menurut saya : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mendorong saya untuk memiliki rasa ingin mengetahui dan memahami bagaimana peristiwa alam (dalam film) dapat terjadi. Memberikan kesempatan kepada saya untuk kerja sama dalam diskusi dan mengungkapkan pendapat dengan sebebas-bebasnya. Mendorong rasa ingin tahu saya terhadap peristiwa-peristiwa alam lain yang terjadi di sekitar saya.

Dengan bantuan media film.99 11 12 13 14 15 Memberikan kesempatan kepada saya untuk berpikir mandiri sesuai dengan kemampuan saya. Membuat saya menjadi lebih bergairah dan bersemangat untuk belajar fisika. Membantu saya untuk menemukan sendiri rumus-rumus fisika dari peristiwa alam dalam tayangan film. Dapat meningkatkan pemahaman saya terhadap pelajaran fisika. Memberikan kesempatan kepada saya untuk menemukan sendiri konsep fisika yang ada pada peristiwa alam dalam tayangan film. maka : 19 20 Konsep fisika dapat saya tangkap dari deskripsi visual (tayangan gambar bergerak) dengan lebih jelas. Ada nuansa hiburan dalam tayangan film yang disajikan sehingga belajar fisika menjadi sangat menyenangkan. khususnya tentang Suhu dan Kalor. Memberikan kesempatan kepada saya untuk membuat kesimpulan dari hasil diskusi. maka : 16 17 18 Dapat membantu saya dalam mengungkapkan konsep fisika dari peristiwa alam. Memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar mengajukan hipotesis/prediksi (dugaan) terhadap fenomena alam yang ada dalam tayangan film. Keterangan : SS S RR KS TS : : : : : Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju . Dengan bantuan media animasi.

100      Foto Dokumentasi  Proses Pembelajaran di Kelas                  .

LAMPIRAN II .

3  0  1  1  1  0  0  0  1  0  1  1  1  0  7  49  0  0  1  1  1  1  0  0  1  1  1  0  0  1  8  64  ‐0  1  1  1  1  1  1  0  1  0  1  1  0  0  9  81  0.7 0.4  0.4    1  0  1  1  1  0  1  0  0  0  0  0  0  5  25  0.7         101    .3  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  1  0  0  3  9  0.1  0  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  1  0  2  4  0  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  1  0  0  1  1  1  1  1  1  1  1  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  0  0  0  0  1  0  1  1  1  0  0  0  0  0  0  1  1  1  1  1  1  0  0  0  0  0  1  0  1  1  1  0  0  0  0  0  0  0  1  1  1  1  1  1  1  0  0  0  0  1  0  1  1  0  1  0  0  0  1  1  1  0  1  0  0  0  1  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  0  0  0  1  1  1  1  1  1  1  1  0  1  0  1  1  1  1  1  1  1  1  0  0  0  1  0  0  0  0  0  1  0  0  0  0  0  0  0  1  1  1  1  0  1  1  1  8  7  7  12  9  6  7  6  1  1  1  64  49  49  144 81  36  49  36  0.5  1  1  0  0  0  1  0  1  0  1  1  1  0  7  49  0.6 0.3  0.4 0.7 0.6  ‐0  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  1  0  0  0  0  1  0  1  0  0  1  1  0  5  25  0.9 0.    Data Uji Validitas Butir Soal  No  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  Y  Y²  1  2  1  1  1  0  1  1  1  1  1  0  1  1  1  0  1  1  1  1  1  1  1  1  1  0  0  1  12  9  144  81  0.1 0.4 0.6  3  4  1  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  1  0  0  1  0  1  0  1  2  12  4  144  0.7  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  0  0  1  0  12  0  144  ###  0.3  0.4 0.

3 0.6 0.4  0  0  0  0  0  1  1  0  1  0  0  0  0  3  9  0  1  1  1  1  1  0  0  1  0  0  0  0  0  0  1  1  0  1  1  0  0  1  1  0  1  1  0  0  1  1  0  1  0  0  0  1  1  0  1  1  0  0  1  1  0  1  1  1  0  1  1  0  1  1  0  0  1  1  1  1  0  0  0  1  1  0  1  1  1  0  0  1  1  1  1  0  1  0  0  0  0  0  0  0  1  1  1  0  1  0  0  11  11  4  10  9  2  1  121 121 16  100 81  4  1  0  0.7  0.6 0.1 X  X²  32  10  22  26  18  30  25  25  17  36  35  11  16  303  2401  1024  100  484  676  324  900  625  625  289  1296  1225  121  256  7945          102    .7 0.1  0.4  0.8 0.7  0.7  ‐0  0.4 49  50  0  0  0  0  0  0  0  1  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  1  0  0  1  1  0  1  0  1  1  0  1  0  0  0  0  0  1  1  0  0  1  1  1  1  0  0  0  0  0  1  0  7  3  7  4  49  9  49  16  ‐0  0.7  0.3 0.6  0.6 0.        No  26  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  Y  Y2  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  1  1  0  1  0  1  1  0  0  1  1  1  1  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  0  0  0  1  0  0  0  1  1  1  0  1  1  0  0  0  1  0  0  0  1  0  0  0  0  1  0  0  0  1  0  0  0  1  0  1  0  1  0  1  1  0  1  1  1  0  1  1  1  0  1  1  1  1  1  0  1  0  0  1  1  0  0  1  0  0  0  1  0  0  1  0  0  0  1  0  1  0  1  1  0  0  1  0  0  0  1  1  0  1  1  1  1  1  1  1  1  0  1  1  1  0  1  1  1  1  1  0  1  0  0  1  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  1  0  1  0  0  0  0  0  0  0  0  0  1  8  7  1  8  6  6  6  4  6  6  4  1  10  64  49  1  64  36  36  36  16  36  36  16  1  100 0.4 0.7  0.8  0.1 0.

        Data Uji Reliabilitas Butir Soal    Siswa  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  1  1  0  1  1  0  1  0  1  1  1  1  0  1  3  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  1  0  0  5  1  0  1  1  1  1  0  0  0  1  1  0  0  7  1  0  0  1  0  1  0  0  0  1  1  0  1  Soal ganjil  9  11  13  15  17  19  Total 1  1  1  1  1  1  9  0  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  1  5  1  1  0  0  1  1  7  0  0  0  0  1  0  2  0  1  1  1  1  1  9  1  1  1  1  1  1  6  1  1  0  0  1  1  5  0  1  1  1  1  0  5  1  1  1  1  1  1  10  1  1  1  1  1  1  10  0  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  1  1  5    2  1  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  0  0  4  1  0  0  1  0  1  1  1  0  1  1  0  0  6  1  0  1  1  1  1  1  0  0  1  1  0  1  8  1  0  0  0  0  1  0  1  1  1  1  0  0  Soal genap  10  12  14  16  18  20  Total 1  1  0  1  1  0  8  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  2  1  0  0  0  1  0  4  0  0  0  0  1  0  2  1  1  0  1  1  0  7  1  1  1  0  1  0  6  0  0  1  1  1  1  6  1  1  0  0  1  0  4  1  1  1  1  1  1  10  1  1  1  0  1  1  8  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  1      103    .

104    Data Pretest     Siswa  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  Kelas  Eksperimen 1  9  7  7  8  11  6  12  8  5  9  5  8  9  9  8  9  7  10  10  8  9  4  10  7  ‐                Kelas  Eksperimen 2  9  6  10  8  10  5  9  7  11  10  12  11  1  10  11  5  8  8  4  6  9  7  10  9  9  .

105    Data Posttest    Siswa  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  Kelas  Eksperimen 1  14  15  11  15  15  17  15  11  18  19  14  14  15  17  16  15  9  14  16  12  17  15  17  11  ‐    Kelas  Eksperimen 2  13  14  11  12  16  8  13  16  10  13  15  13  14  12  12  15  9  13  5  14  16  8  12  15  9  .

LAMPIRAN III .

     Hasil Angket Tanggapan Siswa Terhadap Model CBL    Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 112 2 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 105 3 4 5 3 4 4 4 5 5 5 3 4 4 4 4 4 4 5 4 2 5 5 4 4 4 99 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 2 5 4 4 4 4 4 3 4 91 5 5 4 3 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 107 6 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 106 7 2 3 5 4 4 4 3 5 5 4 4 4 3 4 4 4 5 2 5 3 3 4 2 4 90 8 4 4 2 5 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 101 9 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 108 No Angket 10 11 4 4 4 5 3 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 2 4 103 106 12 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 99 13 4 5 2 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 102 14 4 4 5 5 4 5 4 4 4 3 4 4 4 5 5 5 5 4 2 5 4 5 4 4 102 15 4 3 4 4 1 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 84 16 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 103 17 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 104 18 4 5 5 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 109 19 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 4 5 4 108 20 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4 109 Skor Total 81 86 82 93 78 86 86 90 87 74 84 86 85 92 94 89 97 81 78 88 85 84 82 80 2048   106    .

33% model .107    Analisa Hasil Angket Siswa Jumlah skor kriterium (bila setiap butir nilainya 5) = 5 x 20 x 24 = 2400 sehingga prosentase tanggapan siswa terhadap penerapan Competence Based Learning (CBL) adalah: 2048 2400     100% 85.

554 K = 5.7500 Jumlah . f0 fh (f0 – fh) (f0 – fh)2 (fh)2 (f0-fh)2/fh2 interval 1. 17 – 18 5 4 1 1 16 0. Dari data hasil penelitian (nilai posttest).6 atau K=6 2.3 x log n) dimana n = banyaknya siswa K = 1 + (3. Menentukan banyaknya kelas.108 Uji Normalitas Kelas Eksperimen 1 Langkah-langkah: 1.0000 3.3 x 1.3 x log 24) K = 1 + (3. 15 – 16 9 4 5 25 16 1.0000 4. 11 – 12 4 4 0 0 16 0. diketahui bahwa: Nilai terendah = 9 Nilai tertinggi = 19 3.5625 5.38) K = 1 + 4.5625 2. Tabel distribusi frekuensi: Kelas No.5625 24 24 0 44 - 2. 9 – 10 1 4 -3 9 16 0. K = 1 + (3.0625 6. 19 – 20 1 4 -3 9 16 0. 13 – 14 4 4 0 0 16 0.

Kesimpulan : Karena X2hitung < X2tabel maka data di atas berdistribusi normal. . Berdasarkan dk = 5 dan tingkat kepercayaan/kesalahan sebesar 5% maka diperoleh harga chi kuadrat tabel sebesar X2tabel = 11.109 fh = ∑f K 0 = 24 =4 6 Nilai chi kuadrat hasil perhitungan X2hitung = 2.07.75 dimana dk = n – 1= 6 – 1= 5.

39 0.35 17. 9 – 10 3 4. 15 – 16 6 4. 5–6 1 4. 13 – 14 8 4.39 0. 7–8 2 4.19 Jumlah 25 25 0 2.71 17.4) K = 1 + 4.05 17.69 17. Menentukan banyaknya kelas.04 5.3 x log n) dimana n = banyaknya siswa K = 1 + (3.17 1.17 10.67 17.110 Uji Normalitas Kelas Eksperimen 2 Langkah-langkah: 1.3 x log 25) K = 1 + (3.17 -2.17 1.17 4. 11 – 12 5 4.39 0.08 4.00 .27 3.39 0. K = 1 + (3.39 0.17 3.62 atau K=6 2.39 0.83 0. Tabel distribusi frekuensi: Kelas No.3 x 1.17 -3.17 -1.84 6. diketahui bahwa: Nilai terendah = 5 Nilai tertinggi = 16 3.37 17.83 3. Dari data hasil penelitian (nilai posttest). f0 fh (f0 – fh) (f0 – fh)2 (fh)2 (f0-fh)2/fh2 interval 1.17 0.58 2.83 14.62 K = 5.

17 6 Nilai chi kuadrat hasil perhitungan X2hitung = 2.07. Berdasarkan dk = 5 dan tingkat kepercayaan/kesalahan sebesar 5% maka diperoleh harga chi kuadrat tabel sebesar X2tabel = 11.111 fh = ∑f K 0 = 25 = 4. . Kesimpulan : Karena X2hitung < X2tabel maka data di atas berdistribusi normal.00 dimana dk = n – 1= 6 – 1= 5.

112 Uji Homogenitas Kelas Eksperimen 1 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Varians ( SD) 2 = ∑ X 2 − X 7 18 6 22 20 23 3 12 22 22 24 23 22 8 16 20 24 18 24 18 352 (∑ X )2 N (N − 1) dimana N = jumlah soal 2 ( 352 ) (SD ) = 7052 − (20)(19) 2 (SD )2 = 7052 − 123904 380 (SD )2 = 7052 − 326 (SD )2 = 6726 X2 49 324 36 484 400 529 9 144 484 484 576 529 484 64 256 400 576 324 576 324 7052 (varians besar) .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Varians ( SD) 2 = ∑ X 2 − (∑ X )2 N (N − 1) X 9 13 0 20 23 22 0 18 11 19 20 21 18 9 20 21 22 15 22 5 308 dimana N = jumlah soal 2 ( 308) (SD ) = 5774 − (20)(19) 2 (SD )2 = 5774 − 94864 380 (SD )2 = 5774 − 250 (SD )2 = 5524 X2 81 169 0 400 529 484 0 324 121 361 400 441 324 81 400 441 484 225 484 25 5774 (varians kecil) .113 Uji Homogenitas Kelas Eksperimen 2 No.

22 Diketahui Ftabel (5% ) = 1.114 F= var iansbesar var ianskecil F= 6726 5524 F = 1. .98 Karena Fhitung < Ftabel maka kedua kelompok adalah homogen/sama.2176 dibulatkan menjadi F = 1.

115 Uji Anakova 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 X1 Y 1 X1 2 Y 12 X1Y1 9 14 81 196 126 7 15 49 225 105 7 11 49 121 77 8 15 64 225 120 11 15 121 225 165 6 17 36 289 102 12 15 144 225 180 8 11 64 121 88 5 18 25 324 90 9 19 81 361 171 5 14 25 196 70 8 14 64 196 112 9 15 81 225 135 9 17 81 289 153 8 16 64 256 128 9 15 81 225 135 7 9 49 81 63 10 14 100 196 140 10 16 100 256 160 8 12 64 144 96 9 17 81 289 153 4 15 16 225 60 10 17 100 289 170 7 11 49 121 77 195 352 1669 5300 2876 N X total Y total X2 total Y2 total XY total = = = = = = 49 400 660 3510 9288 5432 X2 Y 2 9 13 6 14 10 11 8 12 10 16 5 8 9 13 7 16 11 10 10 13 12 15 11 13 1 14 10 12 11 12 5 15 8 9 8 13 4 5 6 14 9 16 7 8 10 12 9 15 9 9 205 308 X 22 Y2 2 81 169 36 196 100 121 64 144 100 256 25 64 81 169 49 256 121 100 100 169 144 225 121 169 1 196 100 144 121 144 25 225 64 81 64 169 16 25 36 196 81 256 49 64 100 144 81 225 81 81 1841 3988 X2Y2 117 84 110 96 160 40 117 112 110 130 180 143 14 120 132 75 72 104 20 84 144 56 120 135 81 2556 .

kovariabel. Menghitung jumlah kuadrat total (Jkt) pada kriterium. Kriterium (Y) (∑ Y ) − 2 Jkt y = ∑ Yt t 2 = 398. dan product XY.24 t t N 2. Kovariabel (X) (∑ X ) − 2 Jkt x = ∑ X 2 t t = 244.116 1. Product (XY) Jkt xy = ∑ X t Yt − (∑ X )(∑ Y ) = 44. kovariabel. Kovariabel (X) ⎡ (∑ X 1 )2 (∑ X 2 )2 ⎤ ⎥ = 244.20 N b.77 Jkd y = ∑ Yt − ⎢ + n2 ⎥ ⎢⎣ n1 ⎦ 2 b.69 N c. a. dan product XY. Menghitung jumlah kuadrat dalam kelompok (Jkd) kriterium.40 n1 n2 ⎣⎢ ⎦⎥ . a. Product (XY) ⎡ (∑ X 1 )(∑ Y1 ) (∑ X 2 )(∑ Y2 )⎤ + Jkd xy = ∑ X t Yt − ⎢ ⎥ = 46. Kriterium (Y) ⎡ (∑ Y1 )2 (∑ Y2 )2 ⎤ ⎥ = 330.62 + Jkd x = ∑ X − ⎢ n2 ⎢⎣ n1 ⎥⎦ 2 t c.

dalam kelompok.75 Rkres d .117 3. dalam. a. dbd = N – K – 1 = 46 5. dbt = N – 2 = 47 b.23 dba Rkres d = Jkresd = 7. Total (Jkres t) (Jkt ) 2 Jkrest = Jkt y − xy = 390. Menghitung derajat kebebasan (db) total. Dalam kelompok (Jkres d) (Jkd ) 2 Jkres d = Jkd y − xy Jkd x = 321. Rkres a = Jkresa = 68. dan antar kelompok. Menemukan varian residu dengan menghitung rata-rata kuadrat residu antar kelompok (Rkres a). dan antar kelompok.00 dbd 6. dba = K – 1 = 1 c. Menghitung rasio F residu (F) F= Rkres a = 9.23 4. Antar kelompok (Jkres a) Jkresa = Jkrest − Jkresd = 68. a.20 Jkt x b. Menghitung jumlah kuadrat residu (Jkres) total.97 c.

125 8.125 - − X1 ) 2 1 = 3.125 -0.2 8.84 3.44 3.64 0.515625 10 1.8 -3.8 0.125 8.2 8.015625 11 0.125 8.265625 8 3.2 1.125 1 (X 2 X2 − X1 ) 0.64 4.24 0.125 8.125 8.125 1.2 8.125 0.125 2.04 0.125 8.44 7.125 8.8 -7.2 8.015625 11 0.11538 (X − X2) 0.125 8.515625 4 0.125 3.2 0.24 14.2 8.125 8.2 -2.8 0.875 1.24 0.8 3.64 1.765625 9 17.8 -2.2 8.64 4.765625 11 0.515625 8 3.04 17.125 8.2 8.2 8.2 -0.125 8.765625 10 0.2 8.875 -1.125 -3.8 -0.515625 5 15.44 7.265625 10 4.125 0.125 8.015625 7 9.84 10.015625 6 0.875 -2.765625 5 1.84 3.2 8.765625 9 1.2 1.53 N − X2) 2 2 N = 6.265625 6 1.875 -0.118 Uji T (Pretest) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 X1 9 7 7 8 11 6 12 8 5 9 5 8 9 9 8 9 7 10 10 8 9 4 10 7 195 − X1 ) 0.8 -3.24 0.84 51.875 -0.875 -0.015625 8 8.765625 12 0.2 8.4 thitung = -0.24 7.2 8.2 8.875 -1.01563 7 3.125 0.8 2 χ1 − χ 2 t= ⎡ SB 21 ⎤ ⎡ SB 2 2 ⎤ ⎥ ⎢ ⎥+⎢ ⎣ N 1 − 1⎦ ⎣ N 2 − 1⎦ 2 1 ∑ (X = 2 2 ∑ (X = SB SB (X X1 8.2 8.125 8.125 8.125 8.125 8.8 1.125 8.2 8.2 (X − X2) 0.64 1.875 -3.875 -1.64 160 2 2 .765625 10 9.2 -0.125 8.2 8.125 1.2 8.8 2.265625 9 9 84.875 0.2 1.125 -0.24 0.8 -1.04 3.84 3.8 2.125 0.84 0.765625 1 0.125 -1.2 0.24 10.625 205 1 X2 8.875 -4.2 8.125 8.2 8.125 8.125 8.2 8.2 8.265625 10 0.2 1.2 8.2 8.01563 9 0.125 8.2 -4.8 -1.125 8.2 2.2 8.

67 14.72 N − X2) 2 2 N = 7.4289 0.4624 53.67 14.67 14.8224 1.7489 0.32 12.7689 0.32 12.74 thitung = 3.32 12.5424 5.33 4.67 1 (X − X1 ) 0.33 -3.67 -0.68 -4.67 0.1089 0.32 12.68 -3.32 2.68 3.6624 0.67 14.33 2.33 1.32 12.32 12.67 14.68 -3.33 2.33 2.68 -7.32 12.33 -3.32 12.4489 0.67 1.33 0.4624 13.1824 11.32 12.67 14.68 -1.32 -0.4624 7.0224 0.1089 5.67 14.4489 0.67 14.119 Uji T (Posttest) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 X1 14 15 11 15 15 17 15 11 18 19 14 14 15 17 16 15 9 14 16 12 17 15 17 11 - − X1 ) -0.1024 0.67 0.32 0.1824 11.68 3.67 14.68 1.67 14.4689 2 1 X2 13 14 11 12 16 8 13 16 10 13 15 13 14 12 12 15 9 13 5 14 16 8 12 15 9 X2 12.32 12.67 14.32 1.32 12.4624 2.68 -4.4624 2.4289 1.32 12.68 0.67 3.1824 0.1489 0.32 12.68 2.32 12.32 12.1024 7.32 12.1089 5.4489 0.67 14.32 2.32 0.67 -0.67 14.33 0.68 -0.32 12.5824 2.7424 0.6624 0.67 2.67 - − X1 ) 2 1 = 5.1089 32.13 (X − X2) 0.4689 0.33 -0.33 0.1089 13.67 14.32 12.7689 7.32 -0.1024 13.68 1.33 -2.8224 13.32 12.32 12.5424 18.67 14.33 -5.32 12.1024 7.67 14.4289 13.0889 18.32 3.4689 11.67 14.8224 0.67 14.32 0.67 14.1289 5.68 -2.1089 5.32 (X − X2) 0.67 0.32 -0.67 14.33 0.32 2 χ1 − χ 2 t= ⎡ SB 21 ⎤ ⎡ SB 2 2 ⎤ ⎢ ⎥+⎢ ⎥ ⎣ N 1 − 1⎦ ⎣ N 2 − 1⎦ 2 1 ∑ (X = 2 2 ∑ (X = SB SB (X X1 14.5424 18.0224 2 2 .67 14.33 -3.4289 0.67 14.3824 0.32 12.4489 1.32 12.1089 13.67 14.32 12.

120    Perhitungan Sumbangan Efektif No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Σ Σ 2 X 81 86 82 93 78 86 86 90 87 74 84 86 85 92 94 89 97 81 78 88 85 84 82 80 2048 4194304 6561 7396 6724 8649 6084 7396 7396 8100 7569 5476 7056 7396 7225 8464 8836 7921 9409 6561 6084 7744 7225 7056 6724 6400 Σ 175452 Y 14 15 11 15 15 17 15 11 18 19 14 14 15 17 16 15 9 14 16 12 17 15 17 11 Σ 352 Σ Σ 2 123904   Keterangan : X = prediktor (sikap atau tanggapan siswa) Y = kriterium (kemampuan memahami konsep fisika) 196 225 121 225 225 289 225 121 324 361 196 196 225 289 256 225 81 196 256 144 289 225 289 121 5300 Σ XY 1134 1290 902 1395 1170 1462 1290 990 1566 1406 1176 1204 1275 1564 1504 1335 873 1134 1248 1056 1445 1260 1394 880 29953 .

33  N ∑ xy  = ‐0. Diperoleh bahwa harga rxy < rtabel.121    • Menentukan koefisien korelasi dan koefisien determinasi dengan teknik korelasi product moment.0751 SE% = (rxy)2 x 100% = 7.33  2 sehingga: rxy = = 137.   .51% Hal ini menunjukkan bahwa 7.33 N (∑ X ) − 2 ∑x 2 ∑y 2 =∑X 2 = ∑Y 2 N (∑ Y ) − = 689. Koefisien determinasi merupakan ukuran ketergantungan kriterium terhadap prediktor dan menunjukkan efektivitas garis regresi.404. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap kemampuan memahami konsep fisika.51% dari kemampuan memahami konsep fisika ditentukan oleh sikap siswa. Adapun persamaannya adalah sebagai berikut: ∑ xy   rxy = 2 2 x y ∑ ∑ ( ∑ xy = ∑ XY − )( ) (∑ X )(∑ Y ) = ‐84.27409  (∑ x )(∑ y ) 2 2 Harga r tabel pada taraf signifikansi 5% dan N=24 adalah 0.  (rxy)2 = 0. Besarnya koefisien determinasi adalah (rxy)2.

LAMPIRAN V .

Ketua OSIS SLTP N I Jogonalan Kerohanian Islam SMU N I Klaten Bidang 2. Sekretaris SMU N I Klaten LP2KIS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan 4.2009 Yogyakarta Pengalaman Organisasi : No. Yogyakarta 55281. SLTP Negeri I Jogonalan 3. 5. : Tangkisan Pos. Depok. Jogonalan.2002 2002 . Sekretaris Koperasi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Jur. SMU Negeri I Klaten S1 Pendidikan Fisika UIN Sunan 4. Kalijaga Yogyakarta Tahun 1993 .129 CURRICULUM VITAE Identitas Diri Nama Tempat/tanggal lahir Umur Alamat Di Yogyakarta Asal Agama Jenis kelamin Kewarganegaraan Telp. 14 Maret 1987 : 22 tahun : : Komplek Polri Blok A2 No 31 Gowok.co. Jawa Tengah 57452. MI Muh. Catur Tunggal.2005 Kota Klaten Klaten Klaten 2005 . Jabatan Organisasi 1. Nama Sekolah 1.2008 . Sekretaris Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Tahun 2000 – 2001 2003 – 2004 2003 – 2004 2007 – 2008 2007 .id Riwayat Pendidikan : No. Nama Ayah Nama Ibu Email : Daimul Hasanah : Klaten. Ketua Keputrian (Nisa’) MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) 3. Sleman. Jogonalan 2. : Islam : Perempuan : Indonesia : 081 568 490 797 : Daroni : Munawaroh : daim_alhasan@yahoo. Tangkisan Pos.1999 1999 . Klaten.

Cabang Tartil Putri. Cabang Tartil Putri. Juara III (tiga) Lomba MTQ Pelajar Tingkat Kab. Golongan SLTA. Klaten dalam rangka Peringatan Hardiknas. Juara II (dua) Lomba MTQ Pelajar Tingkat Kab. Ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Al-Mujahidin Tangkisan Pos.sekarang) . Cabang Tartil Putri. Golongan SLTA. ex. Juara II (dua) Lomba MTQ Pelajar Tingkat Kab. Jogonalan. Nama Kejuaraan 1. Cabang Tilawah Putri. Klaten dalam rangka Peringatan Hardiknas. Tentor Primagama (Juli 2007 . 4. Juara I (satu) Lomba MTQ Pelajar Tk. Klaten dalam rangka Peringatan Hardiknas. Juara I (satu) Lomba MTQ Pelajar Tingkat Kab. Cabang Tartil Putri.130 Kejuaraan yang pernah diikuti : No. 6. Cabang Tartil Putri. 5. Golongan MI (Madrasah Ibtidaiyah) 2. Golongan SLTP. Golongan SLTP. Klaten dalam rangka Peringatan Hardiknas. Pembantu Bupati Wilayah Kota dalam rangka Peringatan Hardiknas. Klaten. 3. Juara II (dua) Lomba MTQ Pelajar Tingkat Kab. Tahun 1999 2000 2001 2003 2003 2004 Pengalaman Kerja/Mengajar : 1. Klaten dalam rangka Peringatan Hardiknas. 2. Golongan SLTA.