Anda di halaman 1dari 5

TATA CARA PEMANGGILAN SIDANG DALAM HUKUM ACARA PERADILAN

AGAMA :
TAHAP PEMANGGILAN PARA PIHAK :
ATURAN UMUM
Berdasarkan perintah hakim ketua majlis didalam PHS (Penetapan Hari Sidang),
juru sita/juru sita pengganti (vide: Pasal 38 s/d 42 dan Pasal 103 Undangundang Nomor 7 Tahun 1989 tentang peradilan Agama yang telah di ubah
dan dengan ditambah undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan
terakhir telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 50
Tahun 2009) melaksanakan pemanggilan kepada para pihak supaya hadir
untuk mengikuti persidangan pada hari, tanggal dan jam sebagaimana tersebut
dalam PHS (Penetapan Hari Sidang) ditempat persidangan yang telah disiapkan.
Mengenai tata cara pemanggilan ini diatur dalam Pasal 390 jo 389 dan
Pasal
122
HIR,
yakni
:
“ Dalam menentukan hari persidangan, ketua hendaklah mengingat
jauh tempat diam para pihak dari tempat pengadilan Negeri bersidang,
dan waktu antara hari pemanggilan kedua belah pihak dengan hari
sidang lamanya tidak boleh kurang dari tiga hari kerja, kecuali jika
perkara itu perlu benar lekas diperiksa dan hal itu disebutkan dalam
surat perintah itu”.

PEMANGGILAN PARA PIHAK
1. Panggilan terhadap para pihak untuk menghadiri sidang dilakukan oleh
Jurusita kepada para pihak atau kuasanya di tempat tinggalnya.
2. Apabila para pihak tidak dapat ditemui di tempat tinggalnya, maka
surat panggilan diserahkan kepada Lurah/Kepala Desa dengan mencatat
nama penerima dan ditandatangani oleh penerima, untuk diteruskan kepada
yang bersangkutan.
3. Tenggat waktu antara panggilan para pihak dengan hari sidang paling sedikit
3 (tiga) hari kerja
4. Surat panggilan kepada Tergugat untuk sidang pertama harus dilampiri salinan
surat gugatan. Jurusita harus memberitahukan kepada pihak Tergugat
bahwa ia boleh mengajukan jawaban secara lisan/tertulis yang diajukan dalam
sidang.
5. Penyampaian salinan gugatan dan pemberitahuan bahwa Tergugat dapat
mengajukan jawaban tertulis tersebut harus ditulis dalam Relaas
panggilan.
6. Apabila tempat kediaman orang yang dipanggil tidak diketahui atau tidak
mempunyai tempat kediaman yang jelas di Indonesia, maka pemanggilannya
dapat dilaksanakan dengan melihat jenis perkaranya, yaitu :
a) Perkara di bidang perkawinan.
a. Pemanggilan dilaksanakan melalui satu atau beberapa surat kabar atau
media massa lainnya yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama.
b. Pengumuman melalui surat kabar atau media massa sebagaimana
tersebut di atas harus dilaksanakan sebanyak dua kali dengan tenggat
waktu antara pengumuman pertama dan kedua selama satu bulan.
Tenggat waktu antara panggilan terakhir dengan persidangan ditetapkan
sekurang-kurangnya tiga bulan.
c. Dalam hal panggilan sudah dilaksanakan sebagaimana tersebut dan
Tergugat atau kuasa hukumnya tidak hadir dan gugatan dapat
dibuktikan, maka gugatan dikabulkan tanpa hadirnya Tergugat.

i. Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri dengan tembusan disampaikan kepada Kedutaan Besar Indonesia di negara yang bersangkutan.Terhadap perkara yang telah ditetapkan prodeo tidak dikenakan biaya apapun Pemanggilan para pihak dilakukan oleh juru sita atau juru sita pengganti dengan mengacu pada penetapan hari sidang (PHS) yang ditetapkan oleh majlis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara yang bersangkutan. Majelis hakim membatalkan PHS lama dan sekaligus menetapkan PHS baru. Pemanggilan terhadap Tergugat/termohon yang berada di luar negeri harus dikirim melalui Departemen Luar Negeri cq. Pengertian : Tata Cara . maka Tergugat diberi kesempatan untuk menjawab. Apabila dalam persidangan pertama perkara belum putus maka dalam persidangan berikutnya Tergugat/Termohon tidak perlu dipanggil lagi. dan Penggugat/pemohon harus memperbaiki surat gugatan/permohonan sesuai dengan tempat tinggal Tergugat/termohon dan selanjutnya panggilan disampaikan ke tempat tinggalnya. 8. a. maka harus “NO”./ 1991 tanggal 11 Mei 1991). Tenggat waktu antara pemanggilan dengan persidangan sebagaimana tersebut dalam angka 7 dan 8 sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sejak surat permohonan pemanggilan dikirimkan. g. 9. Apabila sebelum hari persidangan yang telah ditetapkan Tergugat/termohon hadir dan/atau diketahui tempat tinggalnya maka Penggugat/pemohon harus memperbaiki surat gugatan/permohonan sesuai dengan tempat tinggal Tergugat/termohon dan selanjutnya panggilan disampaikan ke tempat tinggalnya. maka panggilan disampaikan kepada ahli warisnya. a. b. Pemanggilan dalam perkara yang berkenaan dengan harta kekayaan dilaksanakan melalui Bupati/Walikota dalam wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama setempat. Surat panggilan ditempelkan pada papan pengumuman Pengadilan Agama (Pasal 390 ayat (3) HIR / 718 ayat (3) RBg). Meskipun surat panggilan (Relaas) itu tidak kembali atau tidak dikembalikan oleh Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri.Bg. Permohonan pemanggilan sebagaimana tersebut pada angka 7 tidak perlu dilampiri surat panggilan. e. Jika ahli warisnya tidak dikenal atau tidak diketahui tempat tinggalnya. Dalam hal yang dipanggil meninggal dunia.d. resmi dan patut (Surat KMA kepada Ketua Pengadilan Agama Batam Nomor 055/75/91/I/UMTU/Pdt. h. maka panggilan dilaksanakan melalui Kepala Desa/Lurah (Pasal 390 ayat (2) HIR/Pasal 718 ayat (2) RBG). 7. PBT isi putusan ditempel pada papan pengumuman PA selama 14 hari. b) Perkara yang berkenaan dengan harta kekayaaan. Apabila pada sidang pertama Tergugat atau kuasanya hadir. f. tetapi permohonan tersebut dibuat tersendiri yang sekaligus berfungsi sebagai surat panggilan (Relaas). Apabila gugatan Penggugat tidak beralasan. namun bila gugatan Penggugat tidak beralasan hukum. Pemanggilan secara normatif diatur dalam beberapa pasal yaitu pasal 388-390 HIR serta pasal 145 dan 146 R. 10. maka harus ditolak. panggilan tersebut sudah dianggap sah.

d) Panggilan dipersamakan dengan patut dan harus diterima oleh pihak. Jarak Waktu Panggilan Dalam Keadaan Mendesak Jarak waktu pemanggilan dengan hari sidang dalam keadaan yang mendesak ini diatur dalam Pasal 122 HIR. maka panggilan disampaikan kepada Lurah atau Kepala Desa yang dipersamakan dengan itu. e) Panggilan terhadap tergugat atau termohhon dilampiri surat gugatan atau permohonan.pihak atau kuasanya selambat-lambatnya 3 ( tiga) hari kerja sebelum sidang dibuka. jarak waktu antara pemanggilan dan hari sidang adalah delapan hari. 2) Apabila jarak antara tempat tinggal tergugat dengan gedung pengadilan tempat sidang agak jauh. 1) Apabila jarak antara tempat tinggal tergugat dengan gedung pengadilan negeri sidang tidak jauh. 3) Apabila jarak antara tempat tinggal tergugat dengan gedung pengadilan tempat sidang jauh. maka pemanggilan dilakukan dengan cara: 1. Pasal 10 Rv mengatur hal tersebut sebagai berikut. h) Tenggang waktu antara panggilan terakhir dengan waktu persidangan ditetapkan sekurang-kurangnya 3 bulan.Pihak – Pihak Dasar Hukum Berbagai Permasalahan Aturan Khusus mengenai perkara percaraian. maka jarak waktu antara pemanggilan dan hari sidang adalah empat belas hari. i) Apabila tergugat atau termohon berada diluar negeri. 2. Menempelkan gugatan atau permohonan atau surat panggilan pada papan pengumuman pengadilan. panggilan disampaikan lewat perwakilan RI setempat. tata cara pemanggilannya diatur sebagaimana berikut: a) Setiap kali diadakan sidang pengadilan yang memeriksa perkara perceraian baik suami atau istri atau kuasanya akan dipanggil untuk menghadiri sidang tersebut. Apabila yang bersangkutan tidak dapat dijumpai. Menurut ketentuan tersebut hal-hal yang mempengaruhi dalam menentukan jarak waktu antara pemanggilan dengan hari sidang yaitu: a. g) Pengumuman melalui surat kabar atau mass media lain tersebut dilakukan sebanyak dua kali dengan tenggang waktu antara bulan antara pengumuman pertama dan kedua. b) Panggilan dilakukan oleh juru sita atau juru sita pengganti yang sah. Faktor jarak antara tempat tinggal tergugat dengan gedung tempat sidang dilangsungkan. Mengumumkannya melalui satu atau beberapa atau mass media lain yang ditetapkan oleh pengadilan. maka jarak waktu antara pemanggilan dengan hari sidang adalah dua puluh hari. c) Panggilan disampaikan langsung kepada pribadi yang bersangkutan. Jarak Waktu Panggilan Dengan Hari Sidang : Ketentuan yang mengatur jarak waktu antara pemanggilan dengan hari sidang yaitu Pasal 122 HIR. Dari definisi tersebut yang dimaksud dalam keadaan mendesak atau dalam keadaan perlu benar tidak dijelaskan oleh undang –undang. b. Oleh karena itu tergantung kepada penilaian dan . Dalam pasal tersebut menentukan bahwa jarak waktu pemanggilan dalam keadaan mendesak dapat dipersingkat dengan syarat tidak boleh kurang dari tiga hari. f) Apabila Tergugat atau Termohon tempat kediamannya tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap.

“Jika beberapa orang karena gugatan yang sama ditetapkan untuk jangka waktu yang berlainan. Apabila telah dilakukan sita jaminan. mulai dari hari waktu itu tidak turut dihitung. Kepada pihak yang datang diberitahukan agar ia menghadap lagi tanpa panggilan (Pasal 126 HIR/Pasal 150 RBg. 2. Berdasarkan Pasal 390 HIR untuk menghitung waktu yang diatur dalam ketentuan-ketentuan tersebut. 3. maka Hakim dapat mengundurkan dan meminta Penggugat dipanggil sekali lagi. d. perkaranya tidak dapat digugurkan (Pasal 124 HIR/Pasal 148 RBg). Penggugat dapat mengajukan gugatan tersebut sekali lagi dengan membayar panjar biaya perkara lagi. maka semua akan ditetapkan untuk datang menghadap pada waktu yang ditentukan untuk yang bertempat tinggal yang jauh. Sedangkan dalam Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan administrasi Pengadilan adalah sebagai berikut: 1. Dalam hal perkara digugurkan. melainkan harus didasarkan pada tempat tinggla tergugat yang paling jauh. tetapi pada panggilan kedua ini datang dan pada panggilan ketiga Penggugat tidak hadir lagi. Apabila pada hari sidang pertama Penggugat atau semua Penggugat tidak hadir.) Harus diperhatikan apakah dalam pemanggilan kepada Penggugat tersebut Jurusita telah bertemu sendiri dengan Penggugat atau hanya melalui Kelurahan/ Kepala Desa. namun ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 14 Rv yang berbunyi sebagai berikut. meskipun ia telah dipanggil dengan patut. Dalam hal-hal tertentu. harus benar-benar dipertimbangkan dasar alasannya secara objektif. Jarak Waktu Pemanggilan Dengan Hari Sidang Terhadap Orang Yang Berada di Luar Negeri Prinsipnya didasarkan pada perkiraan yang wajar dengan mempertimbangkan faktor yang perlu diperhatikan yakni jarak negara tempat tinggal dengan indonesia pada satu segi serta jarak jarak tempat tinggal tergugat dengan Konsulat Jendral RI. maka sita tersebut harus diangkat.pertimbangan hakim dengan syarat. Jarak Waktu Pemanggilan Dengan Hari Sidang Apabila Tergugat Terdiri dari Beberapa Orang Penentuan jarak waktu pemanggilan dengan hari sidang dalam hal tergugat terdiri dari beberapa orang tidak diatur dalam HIR. penentuan jarak waktu antara pemanggilan dengan hari sidang tidak boleh berpatokan pada tempat tinggal tergugat yang paling dekat. serta faktor birokrasi yang harus ditempuh dalam penyampaian pengadilan. Dalam hal Jurusita tidak dapat bertemu sendiri dan hanya melalui Kelurahan/Kepala Desa. c. .” Menurut pasal tersebut. maka Penggugat dipanggil sekali lagi.) 4. meskipun telah dipanggil dengan patut dan juga tidak mengirim kuasanya yang sah. Jika Penggugat pada panggilan sidang pertama tidak datang. sedangkan Tergugat atau kuasanya yang sah datang maka Gugatan dapat digugurkan dan Penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara (Pasal 124 HIR/Pasal 148 RBg ( Rechsreglement Voorde Buitengewesten) / reglement untuk daerah seberang merupakan Hukum Acara Perdata bagi daerah-daerah Luar Pulau Jawa dan Madura. misalnya apabila Penggugat tempat tinggalnya jauh atau mengirim kuasanya tetapi surat kuasanya tidak memenuhi syarat.

tetapi apabila Gugatan dicabut maka dituangkan dalam bentuk penetapan. Dalam hal perkara perceraian.) . maka pemeriksaan dilanjutkan dan diputus secara kontradiktoir (putusan akhir yang pada saat dijatuhkan/diucapkan dalam sidang tidak dihadiri salah satu atau para pihak. 6. apabila salah satu pihak meninggal dunia sedangkan perkaranya belum diputus.5. Apabila gugatan gugur maka dituangkan dalam putusan. maka perkara menjadi gugur dan dituangkan dalam putusan. Apabila Penggugat pernah hadir tetapi kemudian tidak hadir lagi maka Penggugat dipanggil sekali dengan peringatan (peremptoir) untuk hadir dan apabila tetap tidak hadir sedangkan Tergugat tetap hadir.