Anda di halaman 1dari 3

TELAAH JURNAL

PICO VIA
Population
• Semua neonatus di unit neonatalogy dari departemen anak, Fatima Jinnah Medical
College/Sir Ganga Ram Hospital,and Lahore dengan periode 6 bulan dari 1 Agustus 2007
-31 Januari 2008. Total penerimaan selama periode penelitian adalah 650.
Intervention
• Peneliti hanya mengambil data sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan
mengamati faktor resiko pada subyek penelitian tanpa melakukan intervensi.
Comparison
• Penelitian ini merupakan penelitian observasional untuk menilai faktor resiko dan hasil
penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitian lainnya yang sesuai.
Outcome
• Faktor resiko yang mempengaruhi keluaran pada bayi lahir dengan asfiksia. Didapatkan
bayi dengan birth asphyxia, yang dirujuk kurang dari 4 jam ke rumah sakit tersier memiliki
hasil yang lebih baik. Dalam rangka untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pada bayi
asfiksia, antisipasi, pengenalan dan rujukan yang cepat dan tepat waktu adalah hal yang
wajib.

VALIDITY
1. Apakah fokus penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian?
YA, untuk menentukkan faktor resiko pada keluaran bayi asfiksia, peneliti
menyeleksi subyek penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan
tidak mengikutsertakan bayi dengan depresi nafas yang mirip dengan gambaran
klinis asfiksia namun bukan asfiksia agar fokus penelitian tetap terjaga yaitu bayi
lahir dengan asfiksia.
2. Apakah subjek penelitian ini diambil dengan cara yang tepat?
YA, subjek penelitian diambil dengan cara yang sesuai. Neonatus dengan
riwayat delayed cry dan fetal distress merupakan kriteria inklusi yang digunakan
untuk menentukkan neonatus dengan birth asphyxia. Neonatus dengan APGAR

jenis kelamin. sistem saraf pusat. umur saat tiba dan stadium hypoxic ischemic encephalopathy. tempat bersalin. Pada penelitian ini terdapat 144 pasien yang menjadi subjek penelitian yaitu neonatus yang didiagnosis birth asphyxia di rumah sakit Sir Ganga Ram dari 1 Agustus 2007 sampai 31 Januari 2008. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu menentukkan faktor resiko antenatal dan perinatal yang berkaitan dengan hasil buruk pada bayi lahir dengan asfiksia maka peneliti mengumpulkan data-data berupa berat. Untuk menghindari adanya bias dengan adanya gambaran klinis yang mirip dengan birth asphyxia. sistem respirasi) atau bayi dismorfik. peneliti tidak mengikutsertakan neonatus yang memiliki riwayat preterm dengan gestasi <34 minggu. Apakah penelitian ini mempunyai jumlah subjek yang cukup untuk meminimalisirkan kebetulan? Peneliti melakukan studi observasional maka semua data yang diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dapat dipakai Menjadi subjek penelitian. Apakah analisis data dilakukan cukup baik? YA. depresi nafas karena perdarahan intrakranial. hiperbilirubinemia yang berat. 5. dan kasus dengan hipoglikemi atau meningitis sebagai penyebab ensefalopati. cara bersalin. 4. preterm dengan berat lahir < 1500 gms. Untuk memudahkan pembaca memahami hasil penelitian . Apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian? YA. paritas. Penyajian data cukup baik dengan menggunakan cross tab. analisis data sudah dilakukan dengan cukup baik yaitu dengan menghitung persentase dan nilai-P. memiliki malformasi kongenital (kardiovaskular. umur maternal.score <7 pada 5 menit pertama kehidupan juga dimasukkan. umur gestasi. 3.

IMPORTANT 6. APPLICABLE 7.ada baiknya peneliti menggunakan grafik atau diagram untuk melihat faktor resiko yang lebih tinggi pada bayi asfiksia. Apakah penelitian ini penting? Mengingat bahwa asfiksia merupakan salah satu penyebab terbanyak pada bayi yang meninggal saat lahir dan berhubungan dengan intrapartum stillbirth maka penelitian ini penting untuk melihat faktor resiko yang berhubungan dengan adverse outcome pada bayi lahir dengan asfiksia agar dapat mengurangi komplikasi yang lebih buruk pada bayi asfiksia. . Penelitian ini valid. Apakah penelitian ini dapat diterapkan? Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai referensi tentang faktor-faktor resiko yang berpengaruh pada adverse outcome bayi yang lahir dengan asfiksia karena hasil yang didapat hampir sesuai dengan hasil penelitian-penelitian lain. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi di rumah sakit di Indonesia.