Anda di halaman 1dari 12

OBAT TOPIKAL

1. ANTIBIOTIK
MUPIROSIN
Mupirosin yang dahulu dikenal sebagai asam pseudonomik A adalah antibiotiuka yang
diturunkan dari Pseudomona fluorescens. Obat ini secara reversible mengikat sintetase
isoleusil-tRNA.
Indikasi Impetigo dengan lesi terbatas, yang disebabkan S. aureus dan Streptococcus
pyogenes.
Peringatan: Sensitif terhadap perubahan suhu, sehingga tidak boleh terpapar dengan suhu
tinggi.
Sediaan: Salep 2%
Penggunaan: oles tipis 3 kali sehari
BASITRASIN
Basistrasin adalah antibiotic polipeptida topical yang berasal dari isolasi Tracy-I Bacillus
subtilis. Basitrasin mengganggu sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat atau
menghambat defosforilasi suatu ikatan membrane lipid pirofosfat pada kokus gram positif
seperti stafilokokis dan streptokokus
Indikasi: impetigo, furunkulosis dan pioderma. Kombinasi dengan polimiksim B dan
neomisin untuk dermatitis atopi, numularis, atau statis yang disertai infeksi sekunder.
Sediaan: salep mengandung 400 sampai 500 unit per gram.
Penggunaan: oles tipis 3 kali sehari
Esek samping: resiko untuk timbulnya sensitisasi kontak alergi dan meski jarang dapat
menimbulkan syok anafilaktik.
POLIMIKSIN B
Polimiksin B adalah antibiotic yang diturunkan dari B.polymyxa.
Indikasi: untuk infeksi bakteri gram negative secara luas seperti P.aerugonisa,
Enterobacter, dan E coli.
Sediaan: salep mengandung 5000 – 10000 unit per gram.
Penggunaan: oles tipis 3 kali sehari
ERITROMISIN
Eritromisin adalah antibiotic golongan makrolid.
Indikasi: Acne. Infeksi bakteri gram positif dan negative
Sediaan: solusio, gel, salep 1,5 – 2 %. Kombinasi dengan benzoil peroksida dan
kombinasi dengan zinc asetat 1,2%
ASAM FUSIDAT
Indikasi:
infeksi kulit stafilokokus
Peringatan:
hindarkan kontak dengan mata
Efek Samping:

4 kali sehari Sediaan: Salep atau krim 0. pustul dan eritema pada jerawat rosasea Peringatan: hindarkan paparan kuat sinar matahari kuat atau cahaya UV Efek Samping: iritasi kulit lokal Penggunaan: kekambuhan radang akut jerawat rosasea. oleskan tipis dua kali sehari untuk 8 . hindarkan kontak dengan mata TETRASIKLIN HIDROKLORIDA .9 minggu.1% dan 0. dan pada pasien dengan kerusakan ginjal Efek Samping: sensitisasi Penggunaan: oleskan 3 .reaksi hipersensitivitas lokal jarang Penggunaan: oleskan 3 .4 kali sehari GENTAMISIN Indikasi: infeksi kulit bakteria Peringatan: Bila daerah kulit yang akan diobati besar ototoksisitas dapat merupakan bahaya. pada pasien lanjut usia. khususnya pada anak.3% METRONIDAZOL Indikasi: papula yang meradang.

menusuk. kadang-kadang eritema atau kulit mongering Sediaan: Krim 5% PENSIKLOVIR Peringatan: . Larutan idoksuridin (5% dalam dimetilsulfoksida) sedikit kegunaanya. Terapi sistemik diperlukan jika cold sores sering berulang atau untuk infeksi pada mulut. Krim ini tidak boleh digunakan pada mulut. pengobatan sebaiknya dimulai seawal mungkin. herpes zoster (shingles) juga memerlukan pengobatan sistemik (untuk penjelasan penggunaan sistemik lihat Bab 5). Krim pensiklovir juga diindikasikan untuk pengobatan herpes labialis. HERPES LABIALIS. pengolesan diperlukan lebih sering dari krim asiklovir. ASIKLOVIR Peringatan: hindarkan kontak dengan mata dan membran mukosa Efek Samping: rasa terbakar selintas.Indikasi: infeksi kulit bakterial Efek Samping: reaksi hipersensitif lokal Penggunaan: oleskan 1-3 kali sehari Sediaan: Salep kulit 3% 2. yaitu ketika perubahan prodromal dirasakan di bibir dan sebelum gelembung muncul. Paling baik pengobatan dilakukan pada tahap sedini mungkin. ANTIVIRAL Krim asiklovir diindikasikan untuk pengobatan infeksi awal dan berulang herpes simpleks labial dan genital. Krim asiklovir dapat digunakan untuk untuk pengobatan herpes simplek labial awal dan berulang (cold sores) pada dewasa dan anak. Pengobatan sistemik penting untuk infeksi bukal (mulut) atau vaginal.

Nistatin kurang efektif mengatasi tinea. ekonazol. sebagai tambahan antijamur topikal dapat digunakan untuk mengurangi resiko penyebaran. Tinea capitis sering terjadi pada masa kanak-kanak.mikonazol. Sediaan: Krim 1% 3. ANTI FUNGI DERMATOFITOSIS. Infeksi tinea pada kuku selalu diobati secara sistemik. dan sulkonazol efektif. Pityriasis (tinea) versicolor dapat diobati dengan sampo ketokonazol. Jika pengobatan secara topikal gagal. KANDIDIASIS.ketokonazol. griseofulvin dan undececonat. Infeksi tinea corporis dan tinea pedis pada anak memberikan respon terhadap sediaan topikal imidazol (klotrimazol. kaki (tinea pedis. Antijamur topikal golongan imidazol yaitu klotrimazol.3). Infeksi ringworn dapat mengenai kepala (tinea capitis). Infeksi pada kulit kepala diobati sistemik (lihat 5. Kebanyakan infeksi ringworn lokal lainya dapat diobati dengan sediaan antijamur (termasuk sampo).mikonazol atau sulkonazol) atau krim terbinafin. Antijamur topikal lain adalah amorolfin. penggunaan topikal amorolfine atau tiokonazol efektif untuk pengobatan onychomycosis yang masih baru. pityriasis versicolor diobati secara sistemik dengan antijamur golongan triazol. dan sulkonazol serta terbinafin topikal merupakan alternatif namun memerlukan jumlah yang banyak. Kekambuhan umum terjadi terutama pada keadaan immune-compromised. tetapi mungkin diperlukan untuk mencegah infeksi ulang. mikonazol. mikonazol. rasa terbakar.hindari kontak dengan mata dan membran mukosa Efek Samping: rasa seperti sengatan yang sementara. ekonazol. ketokonazol. ketokonazol.ket okonazol. apabila infeksi masih ringan dan maksimal 2 kuku terkena. Serbuk tabur anti jamur hanya sedikit memberi manfaat pada infeksi jamur pada kulit dan mengakibatkan iritasi kulit. dan sulkonazol. atau jika infeksi semakin menyebar luas. PITYRIASIS VERSICOLOR. Sampo mengandung selenium sulfida atau ketokonazol dapat digunakan pada awal terapi untuk mengurangi risiko perpindahan infeksi.ekonazol. Infeksi kandida pada kulit dapat diobati dengan antijamur imidazol seperti klotrimazol. Anak lain dalam keluarga yang sama sebaiknya diterapi juga dengan sampo antijamur. Semua antijamur imidazol seperti klotrimazol. athlete’s foot). Pemakaian nistatin topikal juga efektif untuk . selangkangan (tinea cruris). Krim terbinafin juga efektif. ekonazol. Salep asam benzoat (Whitfield’s salep) juga dapat digunakan untuk infeksi ringworn tetapi secara kosmetik kurang dapat diterima dibandingkan sediaan dengan nama dagang. tangan (tinea manuum). serta terbinafin topikal sebagai alternatif. kekakuan. atau kuku (tinea unguium). badan (tinea corporis).

Kombinasi imidazol dan kortikosteroid ringan (1%) dapat digunakan untuk pengobatan eksim intertrigo dan dalam beberapa hari pertama pada inflamasi berat infeksi ringworn. SEDIAAN CAMPURAN TOPIKAL. Perhatian: hindari kontak dengan mata dan mukosa membran. Kombinasi kortikosterid ringan dan imidazol lain atau nistatin dapat digunakan untuk pengobatan intertrigo yang disebabkan kandida. mikonazol nitrat (Daktarin-Janssen). Pengobatan dihentikan bila efek samping bertambah berat. Antijamur lain yang beredar di Indonesia antara lain: bifonazole (Mycospor-Bayer) oksikonazol nitrat (Oceral-Roche) haloprogin (Polik-Meiji).kandidiasis tetapi tidak efektif untuk dermatofitosis. oleskan pada kuku terinfeksi 1-2 kali seminggu setelah diamplas dan dibersihkan. Salep nistatin digunakan untuk fisura cheilitis angular yang disebabkan kandida. eritema dan gatal. sedikit rasa panas. Penggunaan: infeksi jamur di kulit. CHEILITIS ANGULAR. klotrimazol (CanestenBayer). oleskan sekali tiap hari setelah dibersihkan pada malam hari untuk paling sedikit 2 . AMOROLFINE Indikasi: infeksi jamur pada kulit dan kuku Peringatan: kehamilan. Efek samping: ritasi lokal dan reaksi hipersensitif. kuku kaki 9-12 bulan (periksalah kembali dengan interval 3 bulan) ASAM BENZOAT Indikasi: ringworm (tinea) Penggunaan: oleskan dua kali sehari . biarkan mengering (kira-kira 3 menit). dan membran mukosa Efek Samping: kadang-kadang perasaan terbakar (tidak lama) kemerahan. gatal. hindarkan mata. obati kuku jari selama 6 bulan. menyusui.3 minggu (hingga 6 minggu untuk mikosis kaki) dilanjutkan untuk 3-5 hari setelah sembuhinfeksi jamur kuku. telinga.

tunggu 2 minggu setelah pengobatan kortikosteroid topikal Keterangan: Dapat dijual bebas umum untuk pencegahan dan pengobatan ketombe dan dermatitis seboroik pada kulit kepala sebagai formulasi sampo mengandung ketokonazol maksimal 2%.ASAM SALISILAT Indikasi: infeksi kulit fungal. infeksi jamur sistemik atau yang resisten. kecuali untuk dermatitis seboroik dan pityriasis versicolor Untuk dermatitis seboroik dan ketombe digunakan dua kali seminggu untuk 2-4 ming-gu. dalam botol maksimal 120 mL dan di label disebut penggunaan maksimal sekali tiap 3 hari KLOTRIMAZOL Indikasi: infeksi jamur pada kulit . selama beberapa hari setelah lesi sembuh.3 kali sehari untuk 14 hari setelah lesi sembuh. vaginal kandidiasis Penggunaan: oleskan 2 . khususnya tinea Efek Samping: reaksi hipersensitivitas EKONAZOL NITRAT Indikasi: infeksi jamur pada kulit. untuk pityriasis versicolor sekali sehari untuk maksimum 5 hari. vulval kandidiasis Penggunaan: oleskan 1-2 kali sehari. KETOKONAZOL Indikasi: infeksi jamur pada kulit.

Efek Samping: kadang-kadang iritasi kulit atau sensitivitas Penggunaan: oleskan 2-3 kali sehari selama 14 hari setelah lesi sembuh MIKONAZOL NITRAT Indikasi: infeksi jamur pada kulit Penggunaan: oleskan dua kali sehari untuk 10 hari setelah lesi sembuh. infeksi kuku. selama 7 hari setelah lesi sembuh SULKONAZOL NITRAT Indikasi: infeksi jamur pada kulit Peringatan: hindarkan kontak dengan mata (perubahan lensa pada hewan percobaan setelah dosis oral yang tinggi) Penggunaan: oleskan 1-2 kali tiap hari untuk 2 . oleskan tiap hari dengan perban oklusif NISTATIN Indikasi: infeksi kulit karena Candida sp Penggunaan: oleskan 2-4 kali sehari.3 minggu setelah lesi sembuh TERBINAFIN .

1-2 minggu pada Tinea corporis dan Tinea kuris. dermatitis kontak. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan gejala dan penekanan tanda-tanda penyakit bila cara lain seperti pemberian emolien tidak efektif. biasanya selama minggu pertama pengobatan.Indikasi: infeksi jamur pada kulit Peringatan: kehamilan. menyusui. gigitan serangga dan eksim skabies bersama-sama dengan obat skabies. nilai kembali setelah dua minggu. hentikan bila reaksi sensitivitas timbul Penggunaan: infeksi jamur pada kuku. kortikosteroid sama sekali tidak menyembuhkan. Kortikosteroid menekan berbagai komponen reaksi pada saat digunakan saja. jarang reaksi alergis (hentikan) Penggunaan: oleskan tipis 1-2 kali sehari hingga 1 minggu pada Tinea pedis. . atau perasaan tertusuk. pada ANAK tidak dianjurkan TIOKONAZOL Indikasi: infeksi jamur pada kulit Kontraindikasi: kehamilan Efek Samping: iritasi lokal. hindarkan kontak dengan mata Efek Samping: kemerahan. khususnya penyakit eksim. dan bila pengobatan dihentikan kondisi semula mungkin muncul kembali. 2 minggu pada kandidiasis kulit dan Pitysiaris versicolor. oleskan pada kuku dan kulit sekitar dua kali sehari hingga 6 bulan (dapat diperpanjang hingga 12 bulan) 4. KORTIKOSTEROID Kosteroid topikal dipakai untuk mengobati radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi. gatal.

kelompok kortikosteroid sedang dan lemah jarang menyebabkan efek samping.1% menimbulkan penekanan adrenal .  Hipertrikosis. Peringatan: hindari penggunaan jangka panjang kortikosteroid topikal pada wajah karena dapat meninggalkan bekas yang tidak hilang (dan hindarkan dari mata). karena absorpsi dari kulit dapat menyebabkan penekanan adrenal dan Cushing syndrome (lihat 8. BETAMETASON DIPROPIONAT Indikasi: psoriasis Peringatan: Pemberian lebih dari 100 g per minggu dari sediaan 0. Perlu diingat bahwa absorpsi terbanyak terjadi dari kulit yang tipis. permukaan kasar serta daerah lipatan kulit dan absorpsi ditingkatkan oleh adanya oklusi. Pada anak-anak hindari penggunaan jangka panjang dan penggunaan kortikosteroid kuat atau sangat kuat harus di bawah pengawasan dokter spesialis. Penggunaan kortikosteroid kuat dan sangat kuat pada psoriasis dapat menyebabkan penyakit muncul lagi. kortikosteroid kuat dikontraindikasikan untuk plak psoriasis dengan sebaran yang luas. pengobatan sebaiknya dibatasi 5-7 hari.  Depigmentasi ringan.  Jerawat. Semakin kuat sediaannya. perburukan jerawat atau rosasea. Kortikosteroid tidak boleh digunakan untuk sembarang gatal dan tidak direkomendasikan untuk akne vulgaris.3. Efek samping: berbeda dengan golongan yang kuat dan sangat kuat. Kontraindikasi: lesi kulit akibat bakteri. Peringatan keras juga ditujukan pada dermatosis pada bayi termasuk ruam popok.2) tergantung dari daerah tubuh yang diobati dan lamanya pengobatan. jamur atau virus yang tidak diobati. rosasea (jerawat rosasea) dan perioral dermatitis. PSORIASIS. yang mungkin hanya sementara tetapi bisa menetap sebagai bercak-bercak putih. timbulnya psoriasis pustular yang merata dan toksisitas lokal dan sistemik.Kortikosteroid topikal tidak berguna dalam pengobatan urtikaria dan dikontraindikasikan untuk rosasea dan kondisi ulseratif. karena kortikosteroid memperburuk keadaan. Efek samping lokal meliputi:  Penyebaran dan perburukan infeksi yang tidak diobati  Penipisan kulit yang belum tentu pulih setelah pengobatan dihentikan karena struktur asli mungkin tak akan kembali  Striae atrofis yang menetap  Dermatitis kontak  Dermatitis perioral. semakin perlu untuk berhati-hati.

2 Peringatan: lihat keterangan di bawah. salep 0.1% ESTER BETAMETASON Indikasi: kelainan radang kulit yang berat seperti eksim tidak menunjukkan respons pada kortikosteroid yang kurang kuat. lihat keterangan di atas dan 13. berkembangnya psoriasis pustuler. salep 0.1 – 2 % . lotion 0. Peringatan: Pemberian lebih dari 100 g per minggu dari sediaan 0.01% dan 0. salep. Risiko dari kortikosteroid yang lebih kuat pada psoriasis antara lain kemungkinan kambuhnya.2. psoriasis. juga hindarkan penggunaan jangka panjang pada bayi dan anak-anak (hati-hati pada dermatoses pada bayi termasuk ruam popok yang sedapat mungkin pengobatan harus dibatasi 5-7 hari) hindarkan penggunaan jangka lama pada wajah (dan hindarkan dari mata).3.1% HIDROKORTISON Indikasi: radang kulit ringan seperti eksim. obat-obat ini secara spesifik dikontraindikasikan dalam wabah psoriasis yang meluas Penggunaan: dioleskan tipis 1 . toksisitas lokal dan sistemik.2 kali sehariBila krim atau salep hidrokortison diresepkan dan tak ada kekuatan disebutkan.Penggunaan: dioleskan tipis 1 .05% dan 0.2 kali sehari Sediian Bentuk krim. harus diberikan kekuatan 1% Sediaan Bentuk krim. ruam popok.1% menimbulkan penekanan adrenal Penggunaan: dioleskan tipis 1-2 kali sehari Sediaan Krim. kortikosteroid yang lebih kuat tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun (lihat keterangan di atas)PSORIASIS.

diperlukan pengawasan medis untuk pembilasan krim (kutu kepala). malation dapat digunakan bila permetrin tidak cocok. sebetulnya hal ini tidak perlu dan bahkan ada bukti bahwa mandi air panas meningkatkan absorpsi ke dalam aliran darah. Pasien dengan skabies hiperkeratotik crusted atau Norwegian mungkin memerlukan aplikasi akarisida dua atau tiga hari berturut-turut untuk memastikan bahwa obat telah menembus krusta kulit dan membasmi semua kuman. Penting untuk memperingatkan pemakai untuk tidak mencuci tangan karena ini membutuhkan reaplikasi. bagaimanapun gejala yang masih ada menunjukkan bahwa eradikasi skabies tidak berhasil.2 tahun. dan rasa terbakar. PENGGUNAAN. Peringatan: hindarkan kontak dengan mata. Obat sebaiknya dioleskan ke seluruh tubuh dengan perhatian khusus pada sela jari tangan dan meyikat bagian bawah kuku dengan lotion. Pada bayi dan anak (hingga usia 2 tahun) pemakaian harus diperluas sampai ke kulit kepala.HIDROKORTISON BUTIRAT Indikasi: kelainan radang kulit yang hebat seperti eksim tidak menunjukkan respons pada kortikosteroid yang kurang kuat. dengan benzil benzoat mungkin diperlukan hingga tiga hari berturut-turut. jangan gunakan pada kulit terbuka atau infeksi kulit sekunder. Pemberian antihistamin oral yang sedatif dapat membantu bila diberikan pada malam hari. PERMETRIN Permetrin efektif untuk pengobatan scabies (Sarcoptes scabiei). dalam kombinasi dengan obat topikal untuk pengobatan skabies hiperkeratotik yang tidak memberikan respon pada pengobatan topikal tunggal. wajah. Semua anggota rumah tangga yang terkena sebaiknya diobati.2 kali sehari 5. bersifat iritan dan sebaiknya dihindari pada anak-anak. eritema. Benzil benzoat juga kurang efektif dibandingkan malation dan permetrin. dan telinga. kehamilan dan menyusui. kadang-kadang ruam dan udem . Kortikosteroid topikal dapat membantu mengurangi gatal dan peradangan setelah skabies berhasil diobati. Walau penggunaan akarisida setelah mandi air panas sudah dilakukan sejak dulu. GATAL. Dengan penggunaan yang tepat malation dan permetrin hanya perlu diberikan sekali. lihat keterangan di atas Penggunaan: dioleskan tipis 1 . diperlukan pengawasan medis untuk krim dermal (skabies) Efek Samping: pruritus. oral juga digunakan. Sediaan yang sudah sejak lama ada seperti benzil benzoat. Penggunaan krotamitan digunakan untuk mengendalikan gatal setelah pengobatan dengan akarisida yang lebih kuat. anak usia 2 bulan . Losion yang mengandung alkohol ini tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang terbuka dan pada alat kelamin. anak di bawah 6 bulan. Gatal dan eksim dari scabies berlanjut sampai beberapa minggu setelah penyebabnya dihilangkan sehingga mungkin diperlukan pengobatan terhadap pruritus dan eksim. sehingga mengurangi kadar efektif di kulit. leher. psoriasis. Sediaan yang mengandung air lebih disukai daripada losion yang mengandung alkohol. Ivermektin dalam dosis tunggal 200 mcg/kg.

leher. Aplikasi yang diperluas ini mungkin juga perlu untuk pasien lanjut usia. dan telinga. dan telinga.Penggunaan: skabies. Pasien yang bobot badannya lebih berat mungkin memerlukan lebih dari kemasan 30g untuk pengobatan yang cukup. . leher. Bila tangan dicuci dengan sabun dan air dalam 8 jam setelah aplikasi. kulit kepala. Pada kasus anak yang masih muda. ANAK: ulaskan pada tubuh termasuk wajah. untuk immunocompromised dan untuk mereka yang mengalami kegagalan pengobatan. aplikasi mungkin perlu diperluas hingga kulit kepala. ulaskan pada seluruh tubuh dan bersihkan setelah 8-24 jam. krim harus diulaskan ulang Keterangan: Produsen menganjurkan aplikasi pada tubuh tetapi mengecualikan kepala dan leher. wajah.