Anda di halaman 1dari 16

DIABETES MELITUS

dalam
KEHAMILAN

Pembimbing: dr. John Wantania Sp.OG, IBCLC

1

Defisiensi atau insensitivitas terhadap INSULIN dan 2.2 DIABETES MELLITUS : sindroma klinik yang ditandai dengan 1. Paparan organ terhadap hiperglikemia kronis .

3 PATOFISIOLOGI • Kehamilan berdampak dalam metabolisme glukosa • Plasenta menghasilkan hPL-human placental lactogen : – Uptake glukosa  – Lipolisis  – Kadar asam lemak bebas  • Plasenta menghasilkan kortisol & progesteron: kebutuhan insulin ibu meningkat [akibat efek anti insulin hormon kortisol dan progesteron] .

gula darah puasa normal Diet A2 Diabetes Gestasional dengan gula darah puasa > 105 mg/dL .“White’s Classification of Diabetes In Pregnancy” Kela s Deskripsi 4 Terapi A1 Diabetes Gestasional. atau durasi 10 – 19 tahun . atau latar belakang retinopati Diet & Insulin F Diabetes terjadi pada segala usia atau segala durasi disertai nefropatia Diet & Insulin R Diabetes terjadi pada segala usia atau segala durasi disertai retinopatia proliferatif Diet & Insulin Diabetes terjadi pada segala usia dan durasi disertai Diet & H sklerotik heart disease dikarenakan ACOG lebih menekankan Insulin Klasifikasiarterio ini sudah jarang digunakan pad pendiagnosisan awal diabetes sebelum atau dalam kehamilan . atau 2 jam postprandial plasma > 120 mg/dL Diet & Insulin B Diabetes terjadi pada usia > 20 tahun dan durasi > 10 tahun Diet & Insulin C Diabetes terjadi sebelum usia 20 tahun dan durasi > 10 tahun Diet & Insulin D Diabetes terjadi antara usia 10 – 19 tahun . intoleransi glukosa selama kehamilan .

5 KOMPLIKASI KOMPLIKASI MATERNAL KOMPLIKASI OBSTETRIK GAWATDARURAT GANGGUAN VASKULAR dan ORGAN NEUROLOGIK • Polihidramnion • Preeklampsia-eklampsia • Distosia akibat makrosomia • • • Hipoglikemia Ketoasidosis Koma Diabetikum • • • • Jantung Ginjal Mata Vaskular perifer • • Neuropatia perifer Gastrointestinal .

6 KOMPLIKASI KOMPLIKASI JANIN MAKROSOMIA dan TRAUMA PERSALINAN MATURITAS ORGAN TERHAMBAT Paru – Hepar – Neurologi – aksis hipofisis – tiroid ANOMALI KONGENITAL Kardiovaskular NTD’s Sindroma Regresi Caudal PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT IUFD Abnormalitas pola FHM BBLR – berat badan lahir rendah • • • • Respiratory Distress Syndrome Hipokalsemia Hiperbilirubinemia Hipoglikemia neonatus .

7 DIAGNOSIS Tes menggunakan beban 75 gram glukosa. dan menggunakan sampel darah vena .

8 PENATALAKSANAAN • TERPENTING : MELIBATKAN PASIEN SECARA AKTIF • EUGLIKEMIA : mencegah anomali kongenital – morbiditas dan mortalitas perinatal – DIET: • • • • 30 kcal/kgBB (untuk 80 – 120% berat badan ideal) 35 – 40 kcal/kg BB (untuk < 80% berat badan ideal) 24 kcal/kgBB (untuk 120 – 150% berat badan ideal) Dengan komposisi 40-50% karbohidrat. 20% protein. 30-40% lemak (asam lemak jenuh <10%) – OLAH RAGA • TERAPI – Tidak dianjurkan penggunaan obat hipoglikemia oral (resiko teratogenik dan hipoglikemia neonatal) kecuali GLYBURIDE – Dianjurkan penggunaan INSULIN .

9 TUJUAN PENATALAKSANAAN • Dengan pengendalian yang baik maka resiko komplikasi menurun • Target gula darah : – – – – Kadar gula darah puasa ≤ 95 mg/dL 1 jam post prandial ≤ 140 mg/dL 2 jam post prandial ≤ 120 mg/dL HbA1c < 6% .

PENATALAKSANAAN AWAL • • • • • EVALUASI PRENATAL UMUM Kadar HbA1c Gula darah harian Kadar creatinin serum Ultrasonografi : usia kehamilan dan “nuchal translucency” • Kebutuhan kalori meningkat sebesar 250 – 300 kcal per hari. 10 .

PENATALAKSANAAN ANTEPARTUM • TUJUAN : EUGLIKEMIA • SURVEILEN untuk menghindari komplikasi maternal agar janin dapat tumbuh dan kembang secara normal. • ULTRASONOGRAFI • Pemeriksaan mata • EKOKARDIOGRAM • MSAFP-maternal serum alphafetoprotein minggu ke 16 – 20 • Pemeriksaan fungsi ginjal – jantung dan mata ibu berkala • HbA1c – GLICOSYLATED HAEMOGLOBIN pada trimester I . bila nilai > 8.5% harus diikuti pemeriksaan USG (kelainan kongenital ?) 11 .

tidak didapatkan makrosomia SC elektif • Bila dalam kehamilan kadar gula tidak teratur.12 Cara persalinan Pervaginam • Bila bisa mempertahankaan kadar glukosa normal dalam kehamilan. didapatkan makrosomia .

PENATALAKSANAAN INTRAPARTUM • EUGLIKEMIA Dosis insulin disesuaikan dengan tujuan mempertahankan kadar gula darah antara 80 – 120 mg/dL • Dianjurkan untuk melakukan CHFM – continous fetal heart rate monitoring 13 .

PENATALAKSANAAN PASCA PERSALINAN • Setelah anak dan plasenta lahir. 14 . KEBUTUHAN INSULIN TURUN TAJAM oleh karena plasenta sebagai sumber antagonis insulin sudah lepas • Kadar gula darah diperiksa setiap 6 jam dan bila > 150 mg/dL diberikan insulin regular • Konsultasi DIET • Konsultasi KELUARGA BERENCANA : pada pasien yang menghendaki dan untuk pasien dengan gangguan vaskular lanjut disarankan STERILISASI PERMANEN.

ahli anak perlu menyadari bahwa ibu adalah penderita DM sehingga dia harus melakukan pengamatan ketat agar tidak terjadi HIPOGLIKEMIA .15 NEONATUS • Pasca persalinan.

16 Terima Kasih 8/6/15 .