Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
Gambaran Umum
Pada hari kamis tanggal 7 Mei 2015 tepat jam 08.00 pagi. Kami dari
fakultas kedokteran Universitas Alkhairaat Palu melakukan observasi lap[angan
dibeberapa puskesmas. Kami kelompok 4 yang terdiri dari 10 orang ditempatkan
di puskesmas Talise yang terletak di kecamatan Palu Timur, tepatnya di jalan Yos
Sudarso No.2 Talise.
Puskesmas ini terdiri dari dua lantai bangunan. Memiliki satu tempat
parkir yang terletak di depan, motor dan mobil teratur dengan rapi. Terdapat juga
tempat sampah sehingga tidak terlihat sampah berserakan.
Sebelum melakukan observasi di puskesmas talise, terlebih dahulu kami
meminta izin kepada pihak puskesmas. Akhirnya kami mendapat izin dan diterima
dengan baik oelh pihak puskesmas.
Setelah itu, kami pun menjalankan tugas observasi sesuai dengan tempattempat yang telah dibagi sebelumnya. Di setiap poliklinik terlihat ramai akan
antrian pasien dan dibagian apotik juga tidak kalah ramainya. Kebetulan saya
mendapat tugas untuk mengobservasi poli MTBS bersama teman-teman saya
yaitu, Safira, Wiwin, dan Dwi indah.

batuk. Akhirnya dokter mengizinkan kami melakukan observasi. Untuk pemeriksaan awal pasien itu berupa mengukur berat badan. ada orang tua yang membawa 1 anaknya yang sedang sakit. Tetapi meja perawat tersebut di gabungkan dengan meja petugas registrasi kohor bayi. Sebelum masuk di dalam ruangan ini. Setelah selesai melakukan pendaftaran pasien tersebut langsung mendapat giliran untuk di periksa. Petugas menanyakan nama. Setelah itu.BAB II PEMBAHASAN Hasil Observasi Poli MTBS Pada saat kami berada di ruang observasi kami terlebih dahulu memberi salam dan meminta izin lagi kepada dokter yang sedang bertugas di poli MTBS tersebut. Dan langsung mengambil nomor antrian. 1 ranjang. Kami pun segera mengambil alat tulis kami dan mulai melakukan observasi. dan pencahayaan menggunakan lampu. Pasien yang di temani ibunya menuju ke meja perawat. Orang tua pasien mengeluhkan bahwa anaknya beringus. 1 meja. Lalu. nomor antrian pasien dipanggil oleh petugas loket pendaftaran. Setelah menerima kertas tersebut. Pasien tersebut menggunakan kartu BPJS maka dari itu petugas loket pendaftaran mengisi kembali persyaratan untuk memakai kartu BPJS tersebut. umur. dokter langsung mempersilahkan pasien duduk sambil melontarkan . dan demam. tepat di depan pintu masuk terdapat meja yang di gunakan salah seorang perawat. Setelah itu perawat memberikan kepada dokter selembar kertas yang berisi keluhan pasien. dokter tersebut mengerti mengenai kedatangan kami. di ukur berat badan badannya setelah itu dilakukan pemeriksaan (?????) untuk mengetahui detak jantung pasien anak tersebut. Di dalam ruangan poli MTBS terdapat 1 kipas angin. alamat.

Setelah itu dokter menyuruh pasien anak di baringkan ke ranjang dan di periksa keadaan fisiknya. Pasien ini juga sudah beberapa kali datang berobat di puskesmas ini dan belum pernah mendapat pelayanan yang tidak sesuai dengan yang di harapkan.senyum ramah kepada pasien. Dari sini kita dapat melihat bahwa dokter tersebut menjalankan asas bioetik ini. . saya menanyakan kepada orang tua pasien tersebut bagaimana pelayanan di puskesmas ini menurut pasien. dan demam. dokter tersebut belum mendapatkan pasien yang lain. Pasien anak tersebut agak rewel tetapi dokter dapat mengatasi anak tersebut dengan bantuan orang tuanya. Akan tetapi. Sambil orang tua pasien menunggu resep obat yang diberikan dokter tadi. Setelah pasien tersebut selesai. kekurangan dokter disini ia tidak memberikan salam ketika pasien datang. Tetapi dokter mengisi waktu kosongnya dengan membuka laptop dan mempelajari slide-slide. beringus. Lalu dokter memberikan resep obat yang harus diminum. Lalu dokter menanyakan sejak kapan pasien mulai batuk. dokternya juga ramah. dan ternyata mendapat pedapat positif. Katanya pelayanannya bagus.

.BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari hasil observasi yang kami lakukan. dan sudah menerapkan Kaidah Dasar Bioetik secara maksimal. dapat disimpulkan bahwa puskesmas Talise ini sudah melakukan pelayanan yang optimal untuk pasien. satu prinsip menjadi jauh lebih penting dan mengorbankan prinsip-prinsip yang lainnya. tetapi dalam kasus-kasus dengan kondisi tertentu. Interaksi dokter-pasien dan dokter-perawat sudah terjalin dengan baik. Prinsip ini dapat dilakukan secara bersamaan. Kaidah dasar bioetik harus selalu di terapkan dan menjadi dasar pelayanan terutama dalam hal ini dokter ke pasien.