Anda di halaman 1dari 30

BAB 7.

KURVA NORMAL DAN NILAI


STANDAR

KURVA NORMAL
Kurva normal atau distribusi frekuensi
normal merupakan sebuah distribusi skor
hipotesa yang luas digunakan pada analisis
statistik.
Kurva normal sangat berguna dalam
pendidikan dan ilmu-ilmu eksakta serta
sosial

Karakteristik Kurva Normal


1. Kurva normal merupakan distribusi skor yang
simetris dimana jumlah skor seimbang diatas
atau dibawah nilai tengah pada axis horizontal
kurva
2. Karena distribusi skornya simetris maka mean,
median, modus semuanya berada pada titik yang
sama di axis horizontal kurva
(mean=modus=median)

3. Jika kita membuat distribusi kedalam unit


standard deviasi, maka proporsi skor berada pada
masing-masing porsi di kurva tsb
4. Dengan adanya table, kita dapat menentukan
proporsi skor diatas dan dibawah dari bagian
kurva tersebut. Nilai proporsi standar deviasi
dapat ditentukan menggunakan tabel yang ada
yang nilainya berupa Z skor

Deviasi Nilai IQ Dan Kurva


Normal
Deviasi skor IQ yang kadang disebut sebagai IQ
skor Wechsler, dengan nilai mean =100, standard
deviasi 15, dapat kita katakan bahwa nilai ratarata IQ secara umum seluruh populasi adalah
100. Jika kita distribusikan populasi dengan IQ
85-115 memiliki porsi 68,26% atau hampir 2/3
dari populasi dimana nilai IQ 85 berada antara 1
SD dan mean dengan nilai dibawah mean dan IQ
115 juga terletak antara 1 SD dengan mean diatas
nilai mean.

Begitu pula populasi dengan IQ antara 55 dan 145


terletak antara 3 SD atau sekitar 99,72%
Skala intelegensi IQ Stanford-Binet dengan mean 100
dan Standar deviasi 16.
Nilai IQ 115 skala Wechler (1 SD diatas mean)
equivalent dengan nilai IQ 132 skala binet (juga 1SD
diatas mean)
Skor IQ Mental retardasi menurut Wechsler yakni
pada 2SD dibawah nilai mean dengan IQ 70 dan 68
menurut skala Binet. Kita dapat simpulkan bahwa skor
IQ rendah sebesar 2,27% (0,13%+2,14%=2,27%).

Z-Scores
Ketika nilai SD unit kita ubah dalam Z skor maka
nilai yang terletak diantara 1 SD dan dibawah
mean, memiliki Z skor 1.
Z skor untuk nilai mean yaitu 0
Nilai z skor yang terletak antara 1 SD dan diatas
mean, memilki z skor +1
Nilai-nilai z skor pada kurva normal berada
sepanjang axis horizontal kurva sama seperti axis
horizontal kurva normal standar deviasi unit

T-Scores
Skor lain yang biasa kita gunakan pada kurva
normal yakni T skor.
T-skor diambil dari nilai dengan mean 50, standar
deviasi 10.
Kita lihat bahwa T-skore 60 eguivalent dengan zskor 1 dan deviasi skor IQ 115.
Masing-masing nilai yang berada pada 1SD
diatas nilai mean nilainya yaitu 84,13% ( 50%
+34,13%)

Percentile Ranks
Skor lain yang juga berguna yaitu persentil rank.
Persentil rank merupakan persentase atau porsi
nilai dimana nilai tersebut lebih rendah dari nilai
yang telah ditentukan.
Jika kamu dapatkan persentil rank 90 berarti 90%
nilai lebih rendah dari nilaimu dan 10% lebih
besar.kamu juga dapatkatakan bahwa nilaimu
berada pada persenti 90-an.
Median terletak pada persentil 50-an dimana 50%
nilainya lebih rendah dari median dan 50% lebih
tinggi dari nilai median.

Biasanya persentil dilaporkan sebagai angka bulat


sehingga persentil tertinggi 99 dan terendah 1.
Nilai 1 standar deviasi dibawah nilai mean
memiliki persentil rank= 16
( 0,13+2,14+13,59=15,86).
Nilai 2 SD diatas nilai mean memiliki persentil
rank 2 (0,13+ 2,14 =2,27)
Nilai 3 SD diatas nilai mean memiliki persentil
rank 99-an.

PERSENTASE LUAS AREA BERBAGAI


NILAI ANTARA Z SKOR DAN MEAN
PADA KURVA NORMAL
Secara tepat kita bisa menemukan proporsi
nilai apakah berada diatas atau dibawah
atau diantara dua titik Z pada kurva.
Sebelum menentukan luas kita tentukan
dahulu nilai Z skor dengan mencari nilai
SD.
Kita gunakan tabel stastistika untuk
mencari nilai proporsi secara tepat

CONTOH SOAL
1. Berapa persen populasi yang
memiliki deviasi IQ kurang dari 85?

X= nilai IQ
X = mean
S = standar deviasi

Jadi IQ 85Zskor =
-1 lihat tabel A
0,3414.
0,5 0,3414 =
0,1587 ~ 15,87%
jadi proporsi populasi
dengan IQ kurang dari
85 adalah 15,87%.

Kita juga bisa mendapatkan nilai tersebut


dengan menggunakan nilai yang ada pada
gambar dimana kita hanya menambahkan
proporsi kurva dibawah SD 1 yaitu:
13,59+2,14+0,13=15,86.
Jadi nilainya tidak jauh berbeda dengan nilai
yang kita dapat.

2. Berapa proporsi kurva normal yang


terletak antara Z skor 2,37 dan Z skor
1,87 ?
Untuk menjawab ini kita harus menggunakan
tabel A, sehingga kita dapatkan hasilnya
yaitu (0.4911 + 0.4693 = 0.9604 or 96.04%.)

3. Berapakah proporsi nilai distribusi


normal yang nilainya lebih dari T skor 60
T-score of 60 sama dengan 1 SD yang
setara dengan Z skor +1.

Kemudian kita
dapatkan z-skor 1 ~
0,3413.maka nilainya
0.5 - 0.3413 =0.1587
(15.87%).
Dengan kata lain
nilai T skor >60
memiliki proporsi
15,87%.

4. 4. Berapa Z skor yang memiliki nilai 75% ?


Untuk menjawab soal ini kita harus melihat
tabel A.75 - 50 = 25.
Pada tabel A yaitu antara 0.2486 and 0.2517.
Kita ambil nilai 0,2486 karena mendekati
0,2500Z skornya yaitu 0,67.
Dengan kata lain Z skor 0,67 memiliki luas
75%

5. Berapa nilai IQ 80% populasi ?


Kita harus tentukan dahulu z skor nilai 40% (80/2).
Cari pada tabel nilai z yang luasnya 0,400 1,28
( 0,3997)
Jadi 80% populasi terletak antara 1,28 sampai + 1,28.
Pertanyaannya yaitu berapa nilai IQ nya.

Kembali pada rumus T = 10 (Z)+50 dimana


10 adalah nilai SD untuk T scores, Z adalah z skor
dan 50 adalah nilai mean T skor

IQ = 50(Z) + 100
IQ = 50 (Z) +100 = 50 (-1,280)+100=80,8
dan deviasi IQ dengan Zskor 1,28 yaitu

IQ = 50 (Z) +100 =50 (+1,280)+100=119,2


Jadi, 80% populasi memiliki IQ antara 85-119

Latihan 7
1. Berapa persen populasi yang
memiliki IQ lebih dari 115?
2. Berapa luas area z skor antara 2,50
sampai 1,50?
3. Berapa proporsi nilai T pada
distribusi normal dengan T skor 70?
4. Berapa z skor untuk luas 90%?
5. Berapa IQ rata-rata 90% populasi ?

Koefisien Korelasi Pearson


Koefisien korelasi pearson merupakan
pengukuran asosiasi atau korelasi yang
terluas digunakan.
Hal ini dinamakan koefisien korelasi
pearson setelah Karl Pearson
mengembangkan metode korelasinya pad
penelitian agrikultur yang ia lakukan

Symbol koefisien
korelasi = r
Nilai r didapatkan
dari mengalikan nilai
z skor kedua variable
dibagi banyaknya
skor.

Jika kita jabarkan dari


rumus tersebut maka
akan kita dapatkan
formula pearson
produst moment
correlation coeffisient
sebagai berikut ;

Correlation Between Reading and Spelling for Data in Table 3 Using the Definitional Formula
Student

Reading (X)

Spelling (Y)

11

-2.5

0.7

-1.75

1.5

-9.3

-13.95

19

-3.5

8.7

-30.45

3.5

-5.3

-18.55

17

2.5

6.7

16.75

-1.5

-7.3

10.95

15

-4.5

4.7

-21.15

10

4.5

-1.3

-5.85

15

0.5

4.7

2.35

10

-0.5

-2.3

1.15

Sum

55

103

0.0

0.0

-60.5

Mean

5.5

10.3

Standard Deviation

2.872

5.832