Anda di halaman 1dari 26

Tugas Presentasi Elemen Mesin (Roda Gigi Miring)

Kelompok III:
Aries Hermawan (11321012)
Chandra Sandy Yudha (11321007)
Yhogy Cahyo P (11321022)
Universitas Wijaya Putra Surabaya
2013-2014

Roda Gigi Miring (Helical gear)

Roda gigi miring kriterianya hampir


sama dengan rodagigi lurus
Rodagigimiringdipakaiuntukmemi
ndah-kanputaran antara poros
poros yangsejajar.Sudutkemiringan
adalahsamapadasetiaprodagigi,
tetapi
saturodagigiharusmempunyai
kimiringan ke sebelah kanan dan
yang lain ke kiri.

RODA GIGI MIRING

Gambar roda gigi miring

CIRI-CIRI RODA GIGI MIRING ADALAH :


1. ARAH GIGI MEMBENTUK SUDUT
TERHADAP SUMBU POROS.
2. DISTRIBUSI BEBAN SEPANJANG
GARIS KONTAK TIDAK UNIFORM.
3. KEMAMPUAN PEMBEBANAN LEBIH
BESAR DARI PADA RODAGIGI LURUS.
4. GAYA AKSIAL LEBIH BESAR
SEHINGGA
MEMERLUKAN BANTALAN AKSIAL
DAN RODAGIGI YANG KOKOH.

JENIS-JENIS RODA GIGI MIRING


RODA GIGI MIRING BIASA

RODA GIGI MIRING SILANG

RODA GIGI MIRING GANDA

RODA GIGI GANDA BERSAMBUNG

KELEBIHAN
1. Roda gigi ini
mampumemindahkanputaranlebi
h dari3600 rpmdan kecepatan
keliling lebih dari 5000 ft/menit.
2. Dalam pengoperasiannya roda
gigi miring lebih lembut dan
tingkat kebisingannya rendah
dengan perkontakan antara gigi
lebih dari 1.

KEKURANGAN
Sudut HELIX yang menimbulkan
beban frusit (beban aksial terhadap
poros) sehingga harus memakai
bantalan.

Profil Roda Gigi Miring

Ukuran-ukuran utama yang perlu


diketahui dan di hitung pada
pembuatan roda gigi miring meliputi:
- Modul gigi.
- Diameter jarak bagi,diameter
kepala, dan diameter kaki gigi.
- Tinggi kaki gigi, tinggi kepala,dan
tinggi dari gigi menurut standar
yang berlaku.
- Jarak antara poros.
- Sudut gigi.
- Angka transmisi, untuk roda gigi
yang berpasangan.

Langkah - langkah yang perlu


dilakukan dalam melakukan
pengefraisan roda gigi miring antara
lain:
-

Perhitungan ukuran roda gigi miring.


Pemilihan pisau frais.
Pemasangan roda gigi pengganti.
Pemasangan benda kerja.
Setting pahat terhadap benda kerja.
Setting meja mesin frais.
Setting dalam pemotongan gigi miring.

Perhitungan ukuran roda gigi miring


Beberapa ukuran yang harus
diketahui sebelum pengefraisan roda
gigi miring antara lain:
1) Diameter pitch
a) Diameter pitch dalam system
metric ditentukan oeh jumlah
gigi, modul dan sudut kemiringan
diameter pitch = jumlah gigi x modul
x secant sudut kemiringan = z x m x
sec

b) Pada system diametral pitch diameter


pitch ditentukan oleh jumlah gigi,
diametral pitch, dan sudut kemiringan
jumlah gigi x sec sudut miring.

2) Diameter luar
Diameter luar merupakan diameter
bahan awal yang harus dibubut.
a) Diameter luar = diameter pitch + (2 x
modul) = (z x m x sec) + (2 x m)
b) Diameter dalam = diameter pitch +
(z/Diameter pitch) = (z/DP x sec) +
(z/DP)

3) Kisar yang harus dipotong


Kisar benda kerja = diameter pitch/tan
sudut miring = (DP/tg)
4) Rasio pemindaan gigi
Rasio pemindahan gigi merupakan
perbandingan antara kisar kerja dengan
kisar mesin. Sudut miring benda kerja
merupakan susut penyetelan juga untuk
meja.

Untuk mencari roda roda tukar dapat


digunakan rumus:

Uw: perbandingan roda gigi dari roda roda


tukar.
Pl: kisar benda kerja dalam mm.
Pw: kisar sekerup penghantar dari meja
mesin frais.
ZPG: hasil jumlah gigi dari roda roda tukar
penggerak.
ZDG: hasil kali jumlah gigi dari roda-roda
yang
digerakkan.

Rumus-Rumus yang terdapat pada


Helical Gear
a)

Ukuran geometri yang terdapat pada


Helical Gear.
Normal circular pitch (Pn) adalah jarak
antara dua titik pada gigi yang ada pada
satu bidang yang tegak lurus terhadap
sudut Helix.
Transverse Circular pitch (P) adalah
diukur pada bidang tegak lurus sumbu
poros.
Aksial pitch (Pa) adalah jarak yang diukur
dari bidang yang sejajar sumbu poros.

Pn P.cos
Pa P.cos
Nt
P
d
Dimana:
P = Diameter pitch pada bidang yang
tegak lurus sumbu poros.
t = Jumlah gigi gear.
d = Diameter circle.
Pn = Normal diameter pitch.
P
P.P ; Pn.Pn danPn
cos

c) Beban dinamis pada Helical gear


dapat diperkirakan dengan rumus,
Dimana:
Vp = pitch line velocity.

Dimana:
Ko = Faktor beban lebih.
Kv = Faktor dinamis.
Km = Faktor distribusi beban.
J = Faktor geometri.