Anda di halaman 1dari 8

Serai Wangi (Andropogon nardus)

Abstrak
Serai wangi (Andropogon nardus var. genuinus L.) merupakan penghasil
minyak atsiri yang di perdagangan dunia dikenal dengan nama Java citronella.
Terdapat dua tipe tanaman serai wangi yaitu mahapengiri dan lenabatu, kedua tipe
tersebut dapat dibedakan dari morfologi tanaman dan mutu minyaknya. Tipe
mahapengiri mempunyai mutu minyak lebih baik, tetapi produksi daun basahnya
lebih rendah dari tipe lenabatu. Seleksi dan evaluasis serai wangi terutama
terhadap produksi, kandungan dan mutu minyak sampai saat ini telah dihasilkan 4
varietas yaitu serai wangi 1, serai wangi 2, serai wangi 3 dan serai wangi 4 yang
berasal dari nomor seleksi T-ANG 1, TANG 2, T-ANG 3 dan T-ANG 113. Dua
nomor lagi merupakan nomor harapan yaitu T-ANG 115 dan T-ANG 127. Jumlah
nomor koleksi serai wangi di Balittro pernah mencapai 126 nomor, namun
demikian saat ini nomor yang masih dikoleksi hanya 7 nomor termasuk empat
varietas yang telah dilepas. Untuk dapat dimulainya lagi kegiatan pemuliaan
tanaman serai wangi tersebut, perlu dilakukan eksplorasi ke berbagai daerah dan
mencoba menumbuhkan asal biji untuk menambah keragaman genetik.
Pendahuluan

Sinonim :
Andropogon nardus L., Andropogon citriodorus Desf.
Familia :
Poaceae
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheoblanta

Superdivision

: Spermatophyta

Division

: Oroganoliophyta

Class

: Liliopsida

Subclass

Commelinidae

Order

Cyperales

Family

Poaceae

Genus

: Cymbopogon

Species

: Cymbopogon winterianuss

Deskripsi Tanaman
Perawakan: rumput-rumputan tegak, menahun, perakarannya sangat dalam dan
kuat. Batang: tegak atau condong, membentuk rumpun, pendek, masif, bulat (silindris),
gundul seringkali di bawah buku bukunya berlilin, penampang lintang batang berwarna
merah. Daun: tunggal, lengkap, pelepah daun silindris, gundul, seringkali bagian
permukaan dalam berwarna merah, ujung berlidah (ligula), helaian;. lebih dari separuh
menggantung, remasan berbau aromatik. Bunga: susunan malai atau bulir majemuk,
bertangkai atau duduk, berdaun: pelindung nyata, biasanya berwarna sama, umumnya
putih. Daun pelindung: bermetamorfosis menjadi gluma steril dan fertil (pendukung
bunga). Kelopak: bermetamorfosis menjadi bagian palea (2 unit) dan lemma atau sekam
(1 unit). Mahkota: bermetamorfosis menjadi 2 kelenjar lodicula, berfungsi untuk
membuka bunga di pagi hari. Benang sari: berjumlah 3-6, membuka secara memanjang.
Putik: kepala putik sepasang berbentuk bulu, dengan percabangan berbentuk jambul.
Buah: buah padi, memanjang, pipih dorso ventral, embrio separo bagian biji. Asal-usul
Ceylon. Waktu berbunga Januari- Desember.

Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Tumbuh pada daerah dengan ketinggian
50-2700 m dpl. Di Sri Lanka, tanaman ini tumbuh alami, namun dapat ditanam pada
berbagai kondisi tanah di daerah tropika yang lembab, cukup sinar matahari dan dengan
curah hujan yang relatif tinggi. Di Indonesia banyak terdapat di Jawa, ditepi jalan atau
dipersawahan dan dikenal dengan nama Sere (New Citronella grass). Biasanya tumbuh di
dataran rendah pada kethiggian 60-140 M dpl. Perbanyakan: dapat diperbanyak dengan
potongan rimpang. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 0,5-1 meter
Pemanenan: dilakukan bila tinggi tanaman telah mencapai 1-1,5 meter.
Pemotongan pertama dilakukan pada umur 6-9 bulan. Pemanenan selanjutnya dilakukan
selang 3-4 bulan (umur panen sangat mempengaruhi rendemen minyak atsiri). Penurunan
intensitas cahaya matahari sampai 50% dan pemupukan urea sampai 100 kg/ha dapat

berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri sereh wangi. Berat segar daun dan berat
bahan kering daun hanya dipengaruhi oleh dosis pemupukan nitrogen. Kadar air daun
hanya dipengaruhi intensitas cahaya matahari. Tinggi tanaman dipengaruhi oleh
Intensitas cahaya matahari dan dosis pemupukan nitrogen dan keduanya terdapat
interaksi dalam mempengaruhi tinggi tanaman. Pada jarak tanam yang rapat dapat
berefek pada peningkatan jumlah daun atau anakan pada 5-7 MST, jumlah anakan /
rumpun pada 5-15 MST; begitu pula produksi bahan tanaman pada 24 MST serta tidak
berpengaruh pada kandungan geraniol dan sitronelol. Interaksi antara jarak tanam dan
pupuk NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada 5 MST dan jumlah anakan /
rumpun pada 19 MST. Interaksi antara pupuk kandang den pupuk NPK berpengaruh pada
jumlah daun / anakan pada 5 MST. Interaksi antara pupuk kandang, jarak tanam dan
pupuk NPK berpengaruh pada jumlah anakan / rumpun pada 21 MST. Semakin rapat
jarak tanam dapat berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri; jarak tanam yang
semakin lebar berpengaruh pada tinggi tanaman yang semakin tinggi; dosis pemupukan
tidak berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri dan tinggi tanaman. Jarak tanam dan
dosis pemupukan yang berbeda tidak berefek pada perbedaan hasil berat daun segar dan
diameter kanopi pada saat panen. Jarak tanam 50 x 50 cm berefek pada lebih beratnya
daun kering dari pada jarak tanam yang lebih lebar;, sedangkan perbedaan dosis
pemupukan tidak berpengaruh. Dosis pemupukan urea 50 kg/ha sampai 100 kg/ha dapat
berefek pada kenaikan jumlah anakan pada saat panen, sedangkan jarak tanam 90x90 cm
akan mempercepat pembentukan anakan.
Kandungan Zat Aktif:
Daun: daun sereh dapur: 0,4% minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari
sitral, sitronelol (66-85%), (a-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, -felandren, p-simen,
limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4?ol, a-terpineol, geraniol,
farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten, metil heptenon, bornilasetat,
geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, -elemen, -kariofilen, bergamoten, trans-metilisoeugenol, -kadinen, elemol, kariofilen oksida. Pada penelitian
lain pada daun ditemukan minyak atsiri 1% dengan komponen utama (+) sitronelol,
geranial (lebih kurang 35% dan 20%), disamping itu terdapat pula geranil butirat, sitral,

limonen, eugenol, dan metileugenol. Sitronelol hasil isolasi dari minyak atsiri sereh
terdiri dari sepasang enansiomer (R)-sitronelal dan (S) sitronelal. Pada jenis
Cymbopogon yang lain (Cymbopogon giganteus chiovenda) mengandung minyak atsiri
yang terdiri dari limonen, p-mentha-1,5, 8-trien; 1,2 limonenoksida; p-mentha-2,8-dien-lol; Dekan-2,4dien-l-ol; p-metilasetofenon; trans-p-menta-1(7), 8dien-2-ol; Decan-2, 4dienal; isopiperitenol; cis-p.menta-1 (7), 8-dien-2-ol; cis carveol; carvone; isopiperitenon;
cuminil alkohol; perililaldehid; perilil alkohol.
Manfaat
- Mencegah flek-flek hitam di wajah
- Memutihkan kulit lipatan paha dan ketiak
- Mencegah gatal-gatal dampak eksim, panu dan jamur
- Dipakai pada saat mandi dapat mencegah keletihan
- Dipakai sebelum tidur agar dapat terhindar dari gigitan nyamuk
- Menghilangkan jerawat dipunggung - Mencegah / menghilangkan bau badan
- Menghaluskan kulit pecah-pecah pada kaki
- Menghilangkan bekas luka di kulits
- Sebagai aroma therapi herbal

Minyak Sereh Wangi

Mutu minyak sereh wangi ditentukan oleh kandungan komponen utamanya dan
kemurniannya. Komponen Utamanya adalah kandungan Sitronelal dan geraniol, yang
biasanya dinyatakan dalam geraniol jumlah tidak boleh mengandung bahan asing seperti
minyak lemak, alkohol, minyak tanah, minyak terpentin, etilenglikol,hekslenglikol.
Kriteria mutu berdasarkan SII 0025/1979 Untuk minyak sereh wangi jawa adalah:

Warna kuning pucat sampai kuning kecoklatan

Geraniol jumlah , minimum 85%

Sitronelol, minimum 35%

Sisa penyulingan uap,maksimum 25

Titik nyala , 74%

Alkohol (ethanol,miyak lemak,minyak pelican. Negative.

Kelarutan dalam alkohol 80% 1 : 2 Jernih dan seterusnya Opalensi (maksimum)

Kriteria mutu untuk minyak sereh wangi jawa berdasarkan Essential oil Association of
USA (EOA) adalah penampilan ,warna bau, minyak kurang encer, warna kuning muda
sampai kuning kecoklatan.

Bobot jenis pada 25o c, 0.875-0893.

Putaran optic : (-) 0,30 _ (_) 6o

Indeks refraksi pada 20o : 14666 _ 14745

Kandungan geramol : 85 _ 97 %

Kelarutan dalam alkohol 80% larutan jernih dalam 1_2 volume dan seterusnya
opalensis.

Kegunaan Minyak Sereh Wangi


Digunakan dalam industry ,terutama sebagai pewangi sabun, sprays, desinfektan,
bahan pengelap dan aneka ragam preparasi teknik. Proses pengambilan minyak sereh
wangi dilakukan melalui proses penyulingan rendemen rata rata minyak sereh wangi
sekitar 0,6 _1,2 %, tergantung jenis sereh wangi , serta penanganan dan efektifitas
penyulingannya.
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan mutu minyak sereh wangi
diantaranya adalah penanganan terhadap daun hasil panen yang akan diambil minyaknya,
sebelum disuling daun tersebut sebaikknya dikeringkan dulu beberapa saat, dalam cuaca
baik membutuhkan waktu 3 _ 4 jam selama pengeringan daun harus bolak-balik.
Daun setelah dikeringkan hendaknya segera dilakukan penyulingan, karena
penyimpanan daun yang terlalu lama akan menurunkan mutu menjadi sereh wangi yang
diperoleh.

Referensi
1. "Aromatherapy: An A-Z;" Patricia Davis; 2000
2. "375 Essential Oils and Hydrosols;" Jeanne Rose; 1999

3. "Journal of Food Science;" Antibacterial Activity and Mechanical Properties of


PartiallyHydrolyzed Sago Starch-alginate Edible Film Containing Lemongrass Oil;
M. Maizura, A. Fazilah, M. Norziah, A. Karim; 2007
4. "Helicobacter;" Antimicrobial Activity of Essential Oils Against Helicobacter pylori;
T. Ohno, M. Kita, Y. Yamaoka, S. Imamura, T. Yamamoto, S. Mitsufuji, T. Kodama,
K. Kashima, J. Imanishi; 2003
5. O. P. Virmani, S. C. Datta, Essential Oil Cymbopogon winterianus Oil of Cintronella
Java, 1971
6. P. N. Rylander, S. Meyerson, H. M. Grubb, Am. Chem. Soc, 1957
7. Peter Sykes, A Guide Book to Mechanism in Organic Chemistry, 1975
8. R. M. Silverstein, C. G. Sassier, Spearosrneftic Identification of Organic Compounds,
1974
9. Ritsuko Ishino, J. Kumanotani, J. Org. Chem, 1974
10. Th. J. De Boer, H. A. Van't Hoff, J. V. Veen, Recucil,, 1964