Anda di halaman 1dari 12

1

I. PENDAHULUAAN

I.1

Latar Bekang
Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme

fisik, kimiawi sehingga makanan menjadi bahan yang mudah diserap dan
diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. MUJIMAN (1987)
mengemukakan bahwa sistem pencernaan ikan terdiri dari saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan.
Secara garis besar susunan saluran penernaan pada ikan terdiri dari mulut,
oseaphagus, lambung, intestenum, anus. Di dalam mulut ikan terdapat gigi yang
berperanan membantu mendapatkan makanan.
Susunan saluran pencernaan, bentuk mulut dan gigi, bentu dan ukuran
lambung serata intestenum yang dimiliki setiap jenis ikan bervariasi, maka
menyebabkan setiap spesies ikan cara mengambil makanan nya juga bervariasi.
Semua organisme untuk kelangsungan hidupnya butuh akan makanan,
makanan diambil dari bahan bahan yang telah tersedia. Bardasarkan makanan
yang dimakan kita dapat membedakan adanya ikan karnivora, herbivora, ikan
pemakan kotoran dan ikan omnivora. Macam makanan untuk ikan dapat dikatakan
tidak terbatas, tetapi pada umumnya kebanyakan ikan bersifat karnivora
sedangkan ikan herbivora sedikit sekali jenisnya. (DJUHANDA, 1981).
Makanan dapat merupakan faktor menentukan populasi dan pertumbuhan.
Jenis makanan suatu spesies ikan tergantung pada umur dan waktu
(EFFENDIE,1979). Sedangkan MUJIMAN (1984) mengemukakan bahwa

2
berdasarkan jenis makanannya, ikan dapat dibedakan menjadi lima golongan
yaitu: 1) pemakan tumbuh tumbuhan (herbivora dan vegetaris), 2) pemakan
daging (karnivora), 3) pemakan segala atau campiran (omnivora), 4) pemakan
plankton, 5) pemakan detritus (hancuran dan bahan organik).
I.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum Analisis Isi Saluran Pencernaan ini adalah untuk
mengetahui isi dari saluran penceraan ikan yang terdiri dari mulut, oseaphagus,
lambung, intestenum, anus. Di dalam mulut ikan terdapat gigi yang berperanan
membantu mendapatkan makanan. kemudian membedah bagian perutnya dan
dibuka ususnya untuk mengetahui jenis makan yang dimakan. Dari jenis makanan
yang dimakan dan panjangnya usus kita dapat mengetahui ikan tersebut tergolong
ikan apa.
Manfat yang di dapat adalah dapat mempelajari isi dari saluran pencernaan
ikan dan dapat menggolongkan ikan tersebut berdasarkan makanan yang di
makannya.

3
II. TINJAUAN PUSTAKA

Ikan paweh termasuk ke dalam filum Chordata, kelas Pisces, sub kelas
Teleostei, ordo Ostariophisi, sub ordo Cyprinoidae, family Cyprinidae, genus
Osteochilus, spesies Osteochilus hasselti (SAANIN, 1968).
Ciri ciri paweh menurut SUSANTO, H (1996) adalah badannya
memanjang pipih kesamping (compressed). Bentuk punggung merupakan busur
moncong runcing, mulut terletak di ujung tengah (terminal), mempunyai dua
pasang sungut, permulaan sirip punggung berhadapan dengan sisik linnea lateralis
yang kesepeluh. Sirip punggung berbentuk sirip tiang. Jari jari keempat kuat dan
gigi kebelakang. Sisik berwarna keperak perakan, bagian punggung warnanya
gelap. Sedangkan bagian perut nya ebih putih.
MUJIMAN (1987) mengemukakan bahwa urutan saluran pencernaan ikan
terdiri dari mulut, kerongkomgan, esofagus, lambung, usus sampai anus.
ICHWAN (1997) yang mengatakan bahwa kualitas dan kuantitas makanan
ikan juga tergantung pada ukuran makan yang cocok untuk mulut ikan.
Menurut NORMAN (1937), ikan ikan keluarga Cyprinidae dikenal
dengan mulutnya yang tidak bergigi, tetapi gigi faring berkembang dengan baik
dan berfungsi khusus.
Menurut BOND (1979) pada umumnya esofagus ikan adalah pendek dan
bisa membesar agar makanan yang agak besar dapat ditelan, dinding dinding
esofagus dilengkapi dengan lapisan otot circular dan memanjang. Pada ikan ikan
tertentu esofagus bersambung dengan usus.

4
Menurut BOND (1979) menyatakan bahwa lambung berfungsi untuk
menyimpan makanan melalui proses pencernaan dengan mencampurkan bahan
makanan yang ditelan dengan lelehan gastrik.
Usus merupakan segmen terpanjang dari saluran pencernaan. Menurut
AFFANDI et al (1992), panjang usus sangat bervariasi dan berhubungan erat
dengan kebiasaan makan ikan. ZNNOFELD, HUISMAN dan BOON (1991),
menyebutkan rasio perbandingan usus perpanjang tubuh sebagai berikut: 1)
Karnivora 0,2 sampai 2,5 perpanjang tubuh, 2) Herbivor 0,8 - 15,0 perpanjang
tubuh, 3) Omnivora 0,6 8,0 perpanjang tubuh.
Kebiasaan makan ikan (food habits) adalah kualitas dan kuantitas makanan
yang dimakan ikan. Kebiasaan makan ikan diperlukan untuk mengetahui gizi
alamiah ikan tersebut sehingga dapat dilihat hubungan ekologi diantara organisme
diperairan itu, misalnya bentuk bentuk pemangsaan, saingan dan rantai
makanan. Jadi makanan dapat merupakan faktor yang menentukan bagi populasi
pertumbuhan dan kondisi ikan. Jenis makanan dari spesies ikan biasanya
tergantung umur, tempat dan waktu (EFFENDIE, 1979).

5
III.

III.1

METODE PRAKTIKUM

Waktu dan Tempat


Praktikum Analisa Isi Saluran Pencernaan ini dilaksanakan pada tanggal 1

november 2004. Di laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu


Kelautan Universitas Riau.
III.2

Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan pada praktikum Anlisa Isi saluran Pencernaan ini

adalah spesies ikan paweh (Osteochilus hasselti) sebanyak 3 ekor, beserta isi
saluran pencernaannya.
Alat yang digunakan adalah pisau untuk membedah bagian abdominal
perut ikan, jarum penunjuk untuk mengeluarkan isi usus, cawan petri untuk
tempat isi usus yang telah dikeluarkan dan telah diencerkan, pipet tetes untuk
menyedot isi usus yang telah diencerkan yang kemudian diletakkan diatas objek
glass, mikroskop untuk mengamati isi usus, nampan untuk tempat ikan paweh,
serta serbet untuk lap tangan.
III.3

Metode Praktikum
Metode yang digunakan adalah Metode frekwensi Kejadian yaitu tiap

tiap isi alat pencernaan ikan dicatat masing masing organsme yang terdapat
sebagai bahan makanannya demikian juga alat pencernaan yang sama sekali
kosong haris dicatat juga. Masing masing organisme yang terdapat dodalam alat
pencernaan makanan yang berisi dan dinyatakan dalam persentase dari seluruh

6
alat pencernaan yang diteliti, tetapi tidak termasuk alat pencernaan yang tidak
berisi. Dengan metode ini didapatkan macam organisme yamg dimakan, tetapi
segi kuantitasnya tidak dapat ditentukan.
III.4

Prosedur Praktikum
Ikan paweh sebagai objek praktikum, dibedah bagian abdominal perutnya.

Kemudian keluarkan isi saluran pencernaannya. Setelah itu ukur panjang usus,
keluarkan isi usus dengan bantuan jarum penunjuk. Kemudian letakkan di cawan
petri, lakukan pengenceran dengan 10 ml air. Amati dibawah mikroskop, dan
pakai buku pedoman untuk membedakan organisme organisme yang ada di
dalam saluran pencernaannya sebagai bahan makanannya.

7
IV.

IV.1

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Hasil yang didapat selama praktikum adalah sebagai berikut:

Panjang usus ikan A adalah 185 cm


Panjang usus ikan B adalah 126 cm
Panjang usus ikan C adalah 105 cm
Jenis makanannya
Usus Ikan A
Nostoc planctohicum

Usus Ikan B

Usus Ikan C

Nostoc planctohicum

Lynogbya
spirulinoides
Diatome vulgare

Diatome vulgare

Diatome vulgare

Anabaenopsis
circulariswa
Gomphos
aponina

phaeria Gomphos
aponina

phaeria Gomphos
aponina

Aphanotheca stagnino

phaeria

Aphanotheca stagnino
Charachium longipes Rab
Cheolosphaerium
minutafritis

Perhitungan nya:
1) Nostoc planctohicum
2
X 100% = 66,6
3

2) Lynogbya spirulinoides
1
X 100% = 33,3
3

3) Diatome vulgare
3
X 100% = 100
3

4) Anabaenopsis circulariswa
1
X 100% = 33,3
3

5) Gomphos phaeria aponina


3
X 100% = 100
3

6) Aphanotheca stagnino
2
X 100% = 66,1
3

7) Charachium longipes Rab

9
1
X 100% = 33,3
3

8) Cheolosphaerium minutafritis
1
X 100% = 33,3
3

IV.2

Pembahasan
Dari ketiga spesies ikan paweh yang menjadi objek praktikum, didapat

panjang usus mencapai 105 sampai 185 cm.dari panjang nya usus ikan tersebut
dapat diketahui bahwa ikan tersebut dapat digolongkan sebagai ikan herbivora
yaitu pemakan tumbuh tumbuhan.
PUSPOWARDOYO dan DJARIJAH (1992) mengatakan bahwa jenis
ikan herbivora adalah jenis ikan pemakan tumbuh tumbuhan. Sifat ini telihat
dari anatominya. Terutama pada usus yang panjang. Enzym yang dikeluarkan
melalui kelenjar kelenjar dalam ususnya mempunyai fungsi sebagai pencernaan
unsur unsur makanan yang bersal dari tumbuh tumbuhan.
ZONNEFELD, HIUSMAN dan BOON (1991) menyatakan bahwa
panjang usus relatif tidak menunjukkan secara tepat tentang kebiasaan makan
ikan. Walaupun usus relatif lebih panjang.
Usus ikan paweh berbentuk lingkaran yang memenjang dan bergulung
gulung.ini menyebabkan makanan ikan paweh tertahan lebih lama dalam saluran
pencernaan sehingga memungkinkan tercernanya makanan yang sulit dicerna.
Menurut pendapat BOND (1979) yang menyatakan bahwa bentuk usus yang

10
bergulung gulung dimaksudkan untuk menambah masa penahanan dan
pencernaan makanan yang sulit dicerna.
Hasil pengamatan terhadap jenis jenis makanan paweh, diketahui bahwa
makanan ikan paweh bervariasi. Ini dapat terlihat pada saat bagian abdominal
perut nya dibedah dapat terlihat adanya: Nostoc planctohicum, Lynogbya
spirulinoides, Diatome vulgare, Anabaenopsis circulariswa, Gomphos phaeria
aponina, Aphanotheca stagnino, Charachium longipes Rab, Cheolosphaerium
minutafritis.
Tetapi yang dominan terdapat pada saluran pencernaan ikan paweh adalah
Diatome vulgare dan Gomphos phaeria aponina.
ASMAWI (1983) menyatakan bahwa suatu makanan ikan minimal harus
mengandung protein, karbohidrat, dan lemak. Ketiga zat tersebut masing masing
akan dirubah menjadi energi yang sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas
aktivitas hidup dan biasanya ikan cenderung memilih protein sebagai sumber
energi yang utama. Kualitas makanan baru dapat mempengaruhi pertumbuhan
apabila jika makanan yang tersedia dalam jumlah yang banyak dan berkualitas
baik. Sebaliknya jika makanan yang tersedia dalam jumlah sedikit maka makanan
tidak akan mempengaruhi dalam kecepatan pertumbuhan ikan.

11
V.

V.1

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Ikan paweh termasuk ke dalam filum Chordata, kelas Pisces, sub kelas

Teleostei, ordo Ostariophisi, sub ordo Cyprinoidae, family Cyprinidae, genus


Osteochilus, spesies Osteochilus hasselti
Ciri ciri paweh adalah badannya memanjang pipih kesamping
(compressed). Bentuk punggung merupakan busur moncong runcing, mulut
terletak di ujung tengah (terminal), mempunyai dua pasang sungut, permulaan
sirip punggung berhadapan dengan sisik linnea lateralis yang kesepeluh. Sirip
punggung berbentuk sirip tiang. Jari jari keempat kuat dan gigi kebelakang.
Sisik berwarna keperak perakan, bagian punggung warnanya gelap. Sedangkan
bagian perut nya lebih putih.
Hasil pengamatan terhadap jenis jenis makanan paweh, diketahui bahwa
makanan ikan paweh bervariasi. Ini dapat terlihat pada saat bagian abdominal
perut nya dibedah dapat terlihat adanya: Nostoc planctohicum, Lynogbya
spirulinoides, Diatome vulgare, Anabaenopsis circulariswa, Gomphos phaeria
aponina, Aphanotheca stagnino, Charachium longipes Rab, Cheolosphaerium
minutafritis.
Yang dominan terdapat pada saluran pencernaan ikan paweh adalah
Diatome vulgare dan Gomphos phaeria aponina
V.2 Saran
Adanya peningkatan dalam hal fasilitas fasilitas laboratorium.

12
DAFTAR PUSTAKA

AFFANDI, R., SUBARDJA, D.S., RAHARDJO, M. F., dan SULISTIONO.


1992. Fisiologi Ikan Pencernaan. IPB Bogor
ASMAWI, S. 1983. Pemeliharaan Ikan Dalam Keramba. Gramedia, Jakarta. 82
hal.
BOND, C.E. 1979. Bioloby Of Fishes. WB Saunders Company, London. 512p
DJUHANDA, T. 1981. Dunia Ikan. Armico, Bandung. 191 hal.
EFFENDIE, M. I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dwi Sri, Bogor. 112
hal .
ICHWAN, M. 1997. Hubungan Makanan yang Dimakan Ikan Motan (T. vaillanti
nsp) dalam Lingkugan Alamnya di Danau Desa Buluh Cina
Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. 64 hal (tidak
diterbitkan).
MUJIMAN, A. 1987. Makanan Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta. 239 hal
MUJIMAN, A. 1984. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. 239 hal.
NORMAN, J.R. 1937. A History of Fishes. London. 463 pp.
SAANIN, H., 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Cetakan ke 2.
Binacipta. Jakarta. 508 hal.
SUSANTO, H. dan K. AMRI, 1997. Budidaya Ikan Patin. Penebar Swadaya,
Jakarta. 90 hal.
ZNNOFELD, N., E.A. HUISMAN dan J.H BONN, 1991. Prinsip Prinsip
Budidaya Ikan. Gramedia, Jakarta. 318 hal.