Anda di halaman 1dari 40

Kepribadian

PENGANTAR
Christin W, S. Kep., Ns., MSN

"Kepribadian adalah organisasi


dinamis dalam diri individu yang
terdiri dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan cara
penyesuaian diri yang unik
( khusus ) dari individu tersebut
terhadap lingkungannya"

Faktor yg Mempengaruhi
KEPRIBADIAN
Warisan Biologis
Lingkungan Fisik
Lingkungan Budaya
Pengalaman Kelompok
Pengalaman Pribadi yang Unik

TIPE TIPE KEPRIBADIAN

Tipe kepribadian berdasarkan


golongan darah
Tipe A : memiliki karakter kuat dan selalu
tenang. pemalu dan terkadang suka
mengasingkan diri. Sangat sopan dan
bertanggung jawab. perfeksionis dalam
pekerjaan mereka. Merupakan tipe yang
paling artistik, karena kesensitifan mereka.
Orang dengan golongan darah A juga
cenderung mudah stres.

Tipe B :
praktis dan terkesan menyepelekan
keadaan. Biasanya menjadi spesialis di
bidang pekerjaannya, kurang kooperatif.
Mereka biasanya tidak suka dengan
peraturan.santai dan kelemahan sekaligus
kelebihannya ialah berbicara terangterangan apa adanya tanpa memikirkan
perasaan orang lain.

Tipe AB : mudah berubah-ubah


tergantung mood, namun juga terkadang
sulit dikategorikan. Di sisi lain orang tipe
ini bertanggung jawab dan mudah
dipercaya, serta cukup sosialis untuk
membantu sesamanya asalkan kondisinya
memungkinkan

Tipe O : terbuka, energik dan sosial.


Mereka paling fleksibel dibandingkan tipe
lain. Orang tipe ini suka menjadi pusat
perhatian. Mengatakan apa yang ada
dalam pikirannya secara jujur. Selain itu,
orang-orang bergolongan darah O ini
memiliki rasa percaya diri yang sungguh
kuat.

Tipe Kepribadian Menurut


Hiprocates dan Gelanus
Melancholicus ( Melankolisi), bersifat
penuh pemikiran, setia, tekun, analitis,
tetapi pesimistik dan introvert..
introvert.
Sanguinicus (Sanguinisi), itu bersifat
spontan, lincah, periang, optimistik,
ekstrovert, tetapi suka pamer dan suka
memerintah.
memerintah

Lanjutan..
Flagmaticus (Flegmatisi).
bersifat ramah, sabar, puas, dan
diplomatis, tetapi kurang bersemangat
dan pemurung
Cholericus (kolerisi). bersifat suka
berpetualang, persuasif dan percaya
diri, tetapi keras kepala dan kurang
simpatik.

Tipe Kepribadian menurut C.G. Jung


Ekstrovert, orang yang perhatiannya
diarahkan ke luar dari dirinya. Ciri ciri atau
sifat yang dimiliki oleh orang ekstrovert,
lancar dalam berbicara, mudah bergaul,
mudah menyesuaikan diri, ramah dan
suka berteman.

Lanjutan..
Introvert, Perhatiannya lebih mengarah
pada dirinya. cendrung diliputi
kekhawatiran, mudah malu dan canggung,
lebih senang bekerja sendiri, sulit
menyesuiakan diri dan jiwanya agak
tertutup.

Lanjutan..
Tipe Ambivert : yaitu orang - orang yang
memiliki kepribadian campuran dari kedua
jenis diatas

Gangguan Kepribadian
Gangguan Kepribadian adalah istilah
umum untuk suatu jenis penyakit mental di
mana cara berpikir, memahami situasi,
dan berhubungan dengan orang lain tidak
berfungsi.

Faktor Penyebab Munculnya


Gangguan Kepribadian
Faktor genetika
Faktor temperamental
Faktor Biologis
Faktor psikoanalisa

Klasifikasi dan Diskripsi Gangguan


Kepribadian:
Kelompok A
perilaku aneh dan eksentrik
Paranoid
(kecurigaan dan ketidakpercayaan yang kuat terhadap orang lain)
Schizoid
(penyendiri dan menyukai kegiatan yang dilakukan sendirian).
Schizotypal (memiliki masalah dalam berpikir dan berkomunikasi)

Lanjutan.
Kelompok B
dramatik atau berlebih-lebihan, tidak dapat
diramalkan, self centered, emosional dan
eratik, ksulitan dalam membntuk dan membina
hubungan.
Antisocial
Histrionik
Bordeline/ambang
Narsistik

Antisocial
tidak bertanggung jawab,tidak konsisten,
melanggar hukum, mudah tersinggung,
agresif secara fisik,sembrono, ceroboh,
kemiskinan emosi,

Histrionik
dramatis dan mencari perhatian
berpusat pada diri sendiri, terlalu
mempedulikan daya tarik fisik.

Bordeline/ambang
argumentatif, mudah tersinggung
memiliki mood yang selalu berubah-ubah
tidak dapat diprediksi dan impulsif,
dikotomi hitam-putih

Narsistik
pandangan berlebihan mengenai
keunikan dan kemampuan mereka
sulit menerima kritik
kurangnya empati, perasaan iri, dan
arogansi, dan memanfaatkan orang lain

Lanjutan.
Kelompok C
rasa cemas dan ketakutan
Menghindar/ Avoid
Dependen
Obsesif Kompulsif.

Menghindar/ Avoid
Takut kritik dan penolaka
Ketidakmampuan untuk terlibat dengan orang lain
Karena takut dipermalukan atau dicemooh.
Perhatian yang berlebihan terhadap kritik atau
penolakan.
Perasaan tidak mampu.
Keengganan yang ekstrem untuk mencoba hal-hal
baru

Dependen
Kurangnya rasa percaya diri dan otonomi
Memandang dirinya lemah dan orang lain
lebih kuat
Kesulitan dalam mengambil keputusan tanpa
nasihat dan dukungan yang berlebihan dari
orang lain.
Kebutuhan terhadap orang lain untuk
memikul tanggung jawab dalam hidupnya.

LANJUTAN
Kesulitan dalam mengatakan atau melakukan
penolakan terhadap orang lain karena takut
kehilangan dukungan dari orang lain.
Kesulitan dalam melakukan atau
mengerjakan sesuatu sendiri karena kurang
percaya diri.
Sangat ketakutan untuk mengurus atau
menjaga diri sendiri

Obsesif Kompulsif.
Sangat perhatian terhadap aturan dan detail
secara berlebihan sehingga poin penting
dari aktivitas hilang.
Perfeksionisme yang ekstrem pada tingkat
di mana pekerjaan jarang terselesaikan.
Ketaatan yang berlebihan terhadap
pekerjaan sehingga mengesampingkan
waktu senggang dan persahabatan.

Lanjutan
Kekakuan dalam hal moral.
Kesulitan dalam membuang barangbarang yang tidak berguna.
Tidak ingin mendelegasikan pekerjaan
kecuali orang lain megacu pada satu
standar yang sama dengannya.
Kikir atau pelit.
Kaku dan keras kepala.

Resiko Gangguan Kepribadian


Isolasi sosial
Bunuh diri
Ketergantungan pada alkohol dan obatobatan
Depresi, kecemasan dan gangguan
makan
Perilaku berbahaya yang dapat merusak
diri sendiri

Lanjutan.
Kekerasan atau bahkan pembunuhan
Tindakan kriminal

PENGENALAN
GANGGUAN JIWA

Christin W., S.Kep., Ns., MSN

Pengertian
Sehat jiwa sering dinyatakan sebagai
suatu kesejahteraan/kesehatan yang
berhubungan dengan kebahagiaan,
kepuasan, prestasi, optimisme, atau
harapan.

Ciri-ciri individu sehat jiwa :


Mempunyai perasaan tentram dan tidak cemas
Menyenangi diri sendiri apa adanya, tidak
menyalahi diri sendiri
Mampu bergaul dan tidak mencurigai orang lain
tanpa alasan kuat
Mampu memecahkan permasalahan/persoalan
dan menerima pertolongan apabila kesulitan
Memiliki teman dekat, gemar melakukan ibadah
Mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat

Kriteria Kesehatan Jiwa


Sikap positif thd diri sendiri
Pertumbuhan, perkembangan dan
aktualisasi diri
Integrasi dan ketanggapan emosional
Otonomi dan kemantapan diri
Persepsi realitas yg akurat
Penguasaan lingkungan dan kompetensi
sosial

Respons Adaptif
Sehat Jiwa
Pikiran logis

Masalah Psikososial
Pikiran kadang menyimpang

Respons Maladaftif
Gangguan Jiwa
Waham

Persepsi akurat
Emosi konsisten

Ilusi
Reaksi emosional

Halusinasi
Ketidakmampuan

Perilaku sesuai
Hubungan sosial
memuaskan

Perlaku kadang tidak sesuai


Menarik diri

mengendalikan emosi
Ketidakteratutan
Isolasi sosial

Masalah Psikososial
Setiap perubahan dalam kehidupan individu baik yang bersifat
psikologis ataupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik
dan dianggap berpotensi cukup besar sebagai faktor penyebab
terjadinya gangguan jiwa (atau gangguan kesehatan) secara nyata,
atau sebaliknya masalah kesehatan jiwa yang berdampak pada
lingkungan sosial
Ciri-ciri masalah psikososial :
Cemas, khawatir berlebihan, takut
Mudah tersinggung
Sulit konsentrasi
Bersifat ragu-ragu/merasa rendah diri
Merasa kecewa
Pemarah dan agresif
Reaksi fisik seperti : jantung berdebar, otot tegang, sakit kepala

Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa yaitu suatu
perubahan pada fungsi jiwa yang
menyebabkan adanya gangguan
pada fungsi jiwa, yang menimbulkan
penderitaan pada individu dan atau
hambatan dalam melaksanakan
peran sosial

Lanjutan.

Gangguan jiwa adalah gangguan dalam :


caraberpikir (cognitive), kemauan (volition,
emosi(affective), tindakan (psychomotor ).

Ciri-ciri gangguan jiwa :


Marah tanpa sebab
Mengurung diri
Tidak mengenali orang
Bicara kacau
Bicara sendiri
Tidak mampu merawat diri

FAKTOR PENYEBAB DAN PROSES


TERJADINYAGANGGUAN JIWA
Faktor-faktor somatik (somatogenik)
Faktor-faktor psikologik ( psikogenik)
Faktor-faktor sosio-budaya

Klasifikasi Gangguan Jiwa


1.
2.
3.
4.
5.

Gangguan psikomatik (schizophrenia)


Gangguan cemas
Gangguan dissosiatif
Gangguan somatisasi
Gangguan tidur